Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan tanaman pangan berupa semak yang
berasal dari Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia. Kacang tanah merupakan bahan
dari berbagai macam produk olahan pangan. Di bidang industri, kacang tanah dapat
digunakan sebagai bahan untuk membuat keju, mentega, sabun, dan minyak goreng. Hasil
dari sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur.
Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus, digunakan juga sebagai
bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Oleh karena itu, saat ini kacang tanah merupakan salah
satu komoditi yang terus mengalami peningkatan permintaan.
Seiring dengan peningkatan permintaan dibutuhkan suatu kontrol kualitas untuk
menjamin mutu komoditas pertanian termasuk kacang tanah. Ada berbagai macam analisis
yang dapat dilakukan. Salah satu uji analisis dasar adalah uji analisis proksimat.
Analisis proksimat adalah suatu metode analisis kimia yang bertujuan untuk
mengidentifikasi kandungan zat makanan dari suatu bahan. Suatu hasil analisis merupakan
kumpulan daru beberapa zat makanan yang mempunyai sifat yang sama (fraksi). Istilah
proksimat mempunyai pengertian bahwa analisis dari metode ini menunjukkan nilai
mendekati. Hal ini disebabkan dalam satu fraksi hasil analisi masih terdapat zat lain yang
berbeda sifatnya dalam jumlah yang sangat sedikit. Manfaat analisis proksimat adalah
mengidentifikasi kandungan zat makanan yang belum diketahui sebelumnya, menguji
kualitas bahan dan dibandingkan dengan standarnya, mengevaluasi hasil formula ransum.
Analisis proksimat merupakan dasar untuk analisis lebih lanjut.

TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah melakukan uji analisis proksimat untuk komoditas kacang
tanah (Arachis hypogea L.). Uji analisis tersebut meliputi penentuan kadar air, kadar abu,
kadar serat, kadar lemak dan uji Luff Schroll.

METODOLOGI
Uji kadar air dilakukan dengan