Anda di halaman 1dari 2

Teknik Penulisan Ilmiah (RC14-1375)

Jurusan Teknik Sipil 2015

TEKNIK PENULISAN ILMIAH

GAP ANALYSIS
A. CURRENT STATE
Baja merupakan material yang sangat diperlukan dalam sebuah struktur. Namun
terdapat beberapa kelemahan pada baja konvensional, yaitu :
1. Baja konvensional memiliki diameter/ketebalan profil yang dapat mengurangi
luas penampang balok/kolom pada bangunan.
2. Baja konvensional memiliki bobot yang cukup besar sehingga beban yang
ditanggung oleh struktur menjadi lebih besar dan mengakibatkan diperlukannya
dimensi yang lebih besar pada struktur yang menerima beban.
3. Baja konvensional memiliki nilai muat dan susut.
4. Pemasangan baja konvensional yang cukup lama.
5. Harga material baja konvensional yang relatif mahal.
Jenis baja cold formed (baja ringan) dapat menjadi solusi pada permasalahan baja
konvensional dikarenakan memiliki diameter/ketebalan profil yang lebih kecil,
memiliki bobot yang lebih kecil, hampir tidak memiliki nilai muat dan susut,
pemasangan lebih cepat, dan harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan
baja konvensional. Namun baja cold formed sampai saat ini hanya digunakan
sebagai struktur atap karena memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
1. Memiliki nilai stabilitas yang kurang, disebabkan oleh bentuk dari profil baja
cold formed (profil C) yang tidak simetris.
2. Perbandingan tebal dan lebar dari profil C yang cukup besar sehingga
memungkinkan terjadinya tekuk lokal (local buckling).
3. Tidak semua jenis sambungan dapat digunakan pada baja cold formed.

Ritami Rannu Surira Nari 3112100110

Teknik Penulisan Ilmiah (RC14-1375)


Jurusan Teknik Sipil 2015

4. Ukurannya langsing dan berupa penampang terbuka (open section) sehingga


mempunyai kekuatan yang relatif kecil terhadap torsi, dikarenakan kekakuan
torsi berbanding lurus terhadap ketebalan.
B. IDEAL STATE
Baja cold formed dapat digunakan menjadi alternatif pengganti baja konvensional
dalam suatu bangunan, baik dalam struktur utama maupun struktur sekunder.
C. USAHA UNTUK MENUTUP GAP
Bagaimana caranya untuk mendapatkan prosedur dan nilai yang tepat untuk
mengoptimalkan kemampuan baja cold formed pada suatu bangunan agar dapat
menjadi alternatif pengganti baja konvensional dalam suatu bangunan.
D. DETAIL USAHA UNTUK MENUTUP GAP
1. Berapa nilai kuat lentur dari baja cold formed ?
2. Berapa beban maksimal yang dapat diterima oleh kolom/balok baja cold

formed ?
3. Jenis pengelasan apa saja yang dapat digunakan pada baja cold formed ?
4. Berapa variasi jarak titik pengelasan sehingga kekuatannya maksimal ?
5. Bagaimana perilaku baja cold formed dengan las terhadap beban yang diterima?
6. Berapa ketinggian maksimal dari gedung yang dapat menggunakan baja cold

formed sebagai alternatif pengganti baja konvensional ?


7. Jenis profil baja cold formed apa saja yang dapat dipakai untuk mendapatkan
ketinggian maksimal untuk suatu gedung yang memakai baja cold formed ?
E. USULAN JUDUL
Baja Cold Formed sebagai Alternatif Penggunaan Baja Konvensional pada Suatu
Bangunan.

Ritami Rannu Surira Nari 3112100110