Anda di halaman 1dari 7

Zia Arnanto

PENGERTIAN EKUITAS
Ekuitas merupakan besarnya kepentingan/hak pemilik perusahaan pada harta perusahaan.
Jika kita ingat kembali persamaan dasar akuntansi, sisi kiri merupakan harta dan sisi kanan
merupakan hutang dan ekuitas. Sisi kiri merupakan sumber daya yang dikuasai perusahaan
sedangkan sisi kanan menunjukkan besarnya kepentingan kreditor dan pemilik terhadap harta
perusahaan. Besarnya kepentingan pemilik atas harta perusahaan disebut ekuitas.
1. BENTUK PERUSAHAAN
Terdapat beberapa bentuk perusahaan yaitu perusahaan perorangan, persekutuan dan
perseroan terbatas serta koperasi. Walaupun secara hukum perusahaan perseorangan tidak
diakui sebagai entitas yang terpisah dengan pemiliknya, namun menurut pandangan akuntansi
perusahaan perorangan terpisah dari pemiliknya. Perseroan terbatas menurut pandangan
hukum merupakan entitas yang dapat melakukan kegiatan seperti manusia sehingga dapat
dikatakan bahwa PT merupakan entitas buatan (artificial entity). Pada modul ini pembahsan
ditekankan pada perseroan terbatas.
2. KARAKTERISTIK PERSEROAN TERBATAS
Jika dilihat dari sudut pandang akuntansi PT adalah suatu perusahaan yang kepemilikannya
diwujudkan dengan saham. Saham merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh perseroan.
Seseorang atau lembaga yang ikut serta menyerahkan sumber daya (harta) ke perseroan akan
diberikan saham. Mereka disebut pemegang saham.
3. JENIS-JENIS SAHAM
Perseroan kadangkala menerbitkan saham biasa dan saham prioritas. Saham prioritas
memiliki kelebihan dibanding dengan saham biasa, misalkan dalam pembagian dividen atau
dalam hal terjadi likuidasi. Dividen adalah pembagian sesuatu kepada para pemegang saham.
Karena memiliki karakteristik yang sedikit berbeda, akuntansinya biasanya dipisah antara
saham biasa dengan saham prioritas/preferen.
4. PENERBITAN SAHAM

Karena adanya proses penerbitan saham maka status saham dapat bermacam-macam yaitu :
1. Saham yang sudah diotorisasi
2. Telah dipesan tetapi belum diserahkan ke pembeli
3. Beredar yaitu telah dijual diserahkan kepada para pemegang saham
4. Dibeli kembali dan disimpan oleh perusahaan
5. Dibatalkan
5. PENJUALAN SAHAM SECARA TUNAI
Jika dilihat dari nilai yang ditetapkan suatu saham, terdapat tiga jenis saham yaitu : (1) Saham
dengan nilai nominal, disurat saham ditulis nilai nominalnya. (2) Saham dengan nilai
ditetapkan, di dalam surat saham tidak ditulis nilai nominalnya namun perusahaan
menetapkan nilainya. (3) Saham tanpa nilai nominal dan nilai yang ditetapkan
1. Saham dengan nilai nominal
Untuk daham yang bernilai nominal atau niali yang ditetapkan, akuntansinya sama yaitu
rekening modal saham akan dikredit sebesar nilai nominal atau nilai yang ditetapkan.
Jika ada selisih antara nilai yang ditetapkan/nominal dengan uang yang diterima, selisih
tersebut dicatat sebagai diskon (jika harga jual saham < nilai nominal saham) atau agio
jika sebaliknya. Misalkan perusahaan menjual 1000 saham biasa yang nilai nominalnya
adalah Rp10.000,00 tunai. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
Harga jualnya Rp10.000,00 per lembar
Tgl

Akun
Kas
Modal Saham

Debit
10.000.000

Kredit
10.000.000

Harga jualnya Rp10.000,00 per lembar


Tgl

Akun
Kas
Modal Saham
Agio Saham

Debit
11.000.000

Kredit
10.000.000
1.000.000

Harga jualnya Rp9.500,00 per lembar


Tgl

Akun
Kas
Disagio Saham
Modal Saham

Debit
9.500.000
500.000

Kredit

10.000.000

Saham tanpa nilai nominal


Untuk saham tanpa nilai nominal/ditetapkan, rekening modal saham akan dikredit
sebesar uang yang diterima tersebut. Misalkan perusahaan menjual 1000 saham biasa
tanpa nilai nominal tunai. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
Harga jualnya Rp 10.000,00 per lembar
Tgl

Akun
Kas
Modal Saham

Debit
10.000.000

Kredit
10.1.0

Harga jualnya Rp 10.000,00 per lembar


Tgl

Akun
Kas
Modal Saham

Debit
11.000.000

Kredit
11.000.000

Harga jualnya Rp 9.500,00 per lembar


Tgl

Akun
Kas
Modal Saham

Debit
9.500.000

Kredit
9.500.000

PENJUALAN SAHAM DENGAN DITUKAR DENGAN HARTA NON KAS


Jika saham diterbitkan perusahaan sebagai pembayaran atas perolehan harta non cash seperti
aktiva tetap, pertukaran ini akan dicatat sebesar harga pasar dari saham atau harga pasar
aktiva tetap yang diperoleh mana yang lebih dapat diandalkan. Misalkan perusahaan membeli
sebidang tanah dengan menyerahkan 2000 lembar saham yang nilai nominalnya adalah

Rp10.000,00 per lembar. Harga pasar tanah sebesar Rp30.000.000,00, ayat jurnal yang dibuat
adalah :
Tgl

Akun
Tanah
Modal Saham
Agio Saham

Debit
30.000.000

Kredit
20.000.000
10.000.000

PENJUALAN SAHAM DENGAN PEMBAYARAN SECARA BERTAHAP


Jika saham dijual dengan pembayaran bertahap atau dengan pesanan, saham mestinya baru
diserahkan setelah harga saham dilunasi oleh pemesan saham. Pada saat perusahaan
menerima pesanan saham, perusahaan akan mencatat piutang pemesanan saham dan jika
menerima ung rekening piutang dikredit. Setelah lunas, saham diserahkan ke pemesan.
Misalkan perusahaan pada tanggal 1 April 2003 menjual 1.000 lembar saham biasa dengan
nominal Rp10.000,00 per lembar dengan hraga Rp 11.000,00 per lembar. Saat itu diterima
kas 50% dari harga jualnya. Sisanya dibayar dua kali yaitu pada tanggal 1 Mei dan 1 Juni.
Pada tanggal 1 Juni saham diserahkan ke pemesan. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:
Tgl

Akun

Debit

Piutang pemesanan Saham


Saham yang dipesan
Agio Saham
Kas
Piutang pemesanan saham
Kas
Piutang pemesanan saham
Kas
Piutang pemesanan saham
Saham yang dipesan
Modal Saham

11.000.000

Kredit

2003
April 1

April 1
Mei 1
Juni 1

10.000.000
1.000.000
5.500.000
5.500.000
2.750.000
2.750.000
2.750.000
2.750.000
10.000.000
10.000.000

DIVIDEN SAHAM BIASA DENGAN SAHAM PREFEREN


Jika perusahaan telah memutuskan membayar dividen dan saham yang beredar terdiri dari
saham biasa dan saham preferen, dividen itu harus dialokasikan ke para pemegang saham
biasa dan saham preferen.

Terdapat saham preferen non kumulatif. Saham preferen non kumulatif adalah saham
preferen yang jika dividen satu tahun tidak dibayar, maka jumlah dividen ini tidak wajib
dibayar pada tahun-tahun berikutnya. Misalkan dividen saham preferen tahun 2000 tidak
dibayar, maka jika pada tahun 2001 ada pembagian dividen tahun 2001 maka dividen tahun
2000 tidak dibayar. Untuk mengetahui alokasi dividen berikut contoh sebagai berikut :
PT ABC telah menerbitkan 10.000 lembar saham biasa dan 5.000 lembar 5% saham preferen
nominal Rp10.000,00 per lembar. Pada tahun 2000 dan 2001 perusahaan tidak membayar
dividen kepada para pemegang saham preferen. Pada tahun 2002 perusahaan mengumumkan
dividen tunai sebesar Rp6.000.000,00. Dividen ini akan dialokasikan sebagai berikut :
Dividen
Tahun/keterangan
2000
2001
2002
Dividen Per Lembar

Saham Preferen

Saham Biasa

Jumlah

0
0
2.500.000
500

0
0
7.500.000
750

0
0
10.000.000

Terdapat saham preferen kumulatif. PT ABC telah menerbitkan 10.000 lembar saham biasa
dan 5.000 lembar 5% saham preferen kumulatif nominal Rp10.000,00 per lembar. Pada tahun
2000 dan 2001 perusahaan tidak membayar dividen kepada para pemegang saham preferen.
Pada tahun 2002 perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp6.000.000,00. Dividen
ini akan dialokasikan sebagai berikut :
Dividen
Tahun/keterangan
2000
2001
2002
Dividen Per Lembar

Saham Preferen

Saham Biasa

Jumlah

2.500.000
2.500.000
2.500.000
1.500

0
0
2.500.000
250

0
0
10.000.000

PEMBAYARAN DIVIDEN TUNAI


Ada beberapa transaksi yang berhubungan dengan pembayaran dividen , yaitu pada saat
pengumuman, pencatatan nama pemegang saham dan saat pembayaran. Misalkan PT ABC
dalam contoh di atas mengumumkan dividen tunai pada tanggal 1 April 2003 sebesar

Rp10.000.000,00 yang dibayar pada tanggal 21 April untuk para pemegang saham yang
tercatat pada tanggal 12 April 2003. Jurnal yang dibuat adalah :
Tgl

Akun

Debit

Kredit

Dividen
Hutang Dividen
Tidak ada jurnal

11.000.000

Hutang dividen
Kas

10.000.000

2003
April 1
April 12
April 21

10.000.000

10.000.000

DIVIDEN SAHAM
Kadangkala perusahaan membagi saham perusahaan kepada para pemegang saham. Misalkan
PT ABC yang telah menerbitkan 10.000 lembar saham pada tanggal 2 April 2003
mengumumkan pembagian dividen saham sebesar 10%. Nominal saham perusahaan
Rp10.000,00 dan pasar diperdagangkan dengan harga Rp11.000,00. Saham akan dibagi pada
tanggal 25 April 2005. Jurnal yang dibuat sehubungan dengan dividen saham tersebut adalah:
Tgl

Akun

Debit

Dividen Saham
Saham yang akan dibagi
Agio Saham

11.000.000

Saham yang akan dibagi


Modal Saham

10.000.000

Kredit

2003
April 2

April 21

10.000.000
1.000.000

10.000.000

PROPERTY DIVIDEND
Property Dividen adalah pembagian ke pemegang saham dalam bentuk harta selain kas.
Misalnya saham perusahaan lain. Saham perusahaan lain ini merupakan investasi. Sebagai
contoh PT ABC memiliki 1000 lembar saham PT Amanah dengan harga beli
Rp10.000.000,00. Pada tanggal 5 April 2003, saham PT Amanah akan dibagikan kepada para
pemegang saham PT ABC. Harga pasar saham PT Amanah saat itu Rp12.000.000,00. Jurnal
pembagian saham tersebut adalah :

Tgl

Akun

Debit

Dividen Property
Investasi pada Surat Berharga
Laba Pelepasan Saham Investasi

12.000.000

Kredit

2003
April 5

10.000.000
2.000.000

PEMBATASAN SALDO LABA


Saldo laba yang besar dapat dijadikan dasar untuk membayar dividen. Untuk tujuan tertentu
kadangkala saldo laba ini dibatasi agar ridak dibagi dalam bentuk dividen. Pembatasan ini
dilakukan untuk beberapa tujuan seperti melindungi kreditor jika perusahaan membeli
kembali saham perusahaan. Membeli saham sendiri hakekatnya sama dengan mengembalikan
uang kepada pemilik. Karena yang berkepentingan terhadap harta perusahaan adalah kreditor
dan pemilik, jika perusahaan mengembalikan uang ke pemilik, kreditor akan terancam
kepentingannya. Oleh karena itu pembayaran dividen yang hakekatnya pengembalian harta
ke pemilik perlu dibatasi dengan cara mengikat (membatasi) saldo laba. Sebagai contoh pada
tanggal 2 Januari 2003 perusahaan telah membeli saham sendiri dengan harga
Rp10.000.000,00. Kemudian perusahaan mengikat laba ditahan sebesar Rp10.000.000,00
dengan jurnal :
Tgl

Akun

Debit

Saldo laba
Saldo laba yang terikat

10.000.000

Kredit

2003
Januari 1

10.000.000

Jika pada tanggal 1 Maret 2003 saham perbendaharaan ini dijual kembali, maka jurnal di atas
dibalik sebagai berikut :
Tgl

Akun

Debit

Saldo laba yang terikat


Saldo laba

10.000.000

Kredit

2003
Maret 1

10.000.000