Anda di halaman 1dari 3

Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR)

Oleh: Alya Ghina Aqila - 10712049

Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR) merupakan suatu pendekatan rasional dalam desain
obat. Pendekatan ini mampu mengidentifikasi dan menguantifikasi sifat-sifat fisikokimia obat untuk
memprediksi efek atau aktivitas biologi obat. Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan metode ini
diantaranya memungkinkan untuk menentukan analog yang akan diuji lebih lanjut dan analog yang dapat
disingkirkan dalam proses desain senyawa obat serta dapat menentukan fitur-fitur penting dan lead.
Berikut pembahasan singkat terkait beberapa jenis parameter fisikokimia yang terlibat dalam pendekatan
QSAR.

Grafik dan Persamaan


Pada pendekatan ini suatu set senyawa disintesis
dengan variasi suatu sifat fisikokimia tertentu,
misalnya logP, kemudian diuji aktivitas
biloginya (log 1/C). Hasil pengukuran tersebut
kemudian dibuat grafik sebagai hubungan aktivitas biologi terhadap variasi sifat fisikokimia.

aktivitas biologis dilakukan uji statistika dengan


metode F-test, dimana suatu parameter dianggap
memiliki pengaruh signifikan apabila memiliki
nilai p tidak kurang dari 0,05.

Parameter Fisikokimia
Hidrofobisitas
Sifat hidrofobik dari suatu obat merupakan
parameter penting yang menggambarkan permeabilitas obat untuk menembus membran sel dan
interaksi obat dengan reseptor. Sifat hidrofobik
suatu senyawa dapat diatur dengan mengubahubah substituen.
Koefisien Partisi (P)

Gambar 1. Grafik hubungan aktivitas biologi


terhadap sifat fisikokimia senyawa

Hasil plot tersebut kemudian dibuat menjadi


suatu persamaan linear dengan metode regresi
dengan koefisien regresi yang dapat diterima
minimal 0,85. Untuk menentukan seberapa signifikan hubungan dari suatu parameter terhadap

Hidrofibisitas suatu senyawa dapat diukur secara


eksperimental dengan menguji distribusi relatif
senyawa dalam campuran n-oktanol/air. Semakin hidrofobik suatu senyawa, distribusinya akan
semakin besar dalam n-oktanol. Distribusi relatif tersebut disebut koefisien partisi (P) dan
memiliki parameter sebagai berikut:
1

Efek Elektronik

Senyawa-senyawa hidrofobik memiliki nilai P


yang tinggi sedangkan senyawa-senyawa hidrofilik memiliki nilai P yang rendah. Grafik yang
diperoleh antara log (1/C) terhadap log P linear
apabila log P dibatasi pada range yang sempit.
Persamaan linear tersebut akan memenuhi
persamaan umum berikut:

Apabila koefisien partisi merupakan satusatunya faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas biologi maka dapat ditunjukkan dengan
persamaan parabolik sebagai berikut:

Konstanta Hidrofobisitas Substituen ()


Konstanta hidrofobisitas substituen merupakan
suatu parameter yang menggambarkan seberapa
hidrofobik suatu substituen relative terhadap
hidrogen. Penentuan dilakukan secara eksperimental dengan cara menentukan koefisien partisi
senyawa tersebut dengan substituent hidrogen
dibandingkan dengan apabila hidrogen tersebut
diganti menjadi substituent X. Persamaan untuk
menentukan konstanta tersebut adalah sebagai
berikut:

Untuk membedakan log P hasil eksperimen


dengan perhitungan teoritis, hasi perhitungan
disebut sebagai Clog P.

Efek elektronik berbagai substituen mempengaruhi ionisasi obat atau polaritasna sehingga
berperan dalam seberapa mudah obat melalui
membrane sel dan seberapa kuat interaksinya
dengan situs pengikatan pada reseptor.
Konstanta Substituen Hammet ()
Konstanta ini digunakan sebagai parameter efek
elektronik substituent pada cincin aromatik dengan mengukur kemampuan substituen sebagai
penarik atau pendorong elektron. Penenentuan
dilakukan dengan membandingkan disosiasi
asam benzoat yang tersubstitusi X dengan relatif
terhadap asam benzoat. Berikut adalah persamaan yang digunakan pada penentuan konstanta diso-siasi:

Berikut adalah persamaan yang digunakan untuk


penentuan konstanta substituen hammet dari
suatu substituent X:

Asam benzoat yang mengandung substituen penarik elektron memiliki nilai Kx yang lebih besar
dari KH karenanya nilai konstanta hammet yang
dimilikinya akan positif, contohnya pada Cl dan
CN. Berlaku sebaliknya untuk substiuen pendorong elektron, sehingga nilai konstanta hammet nya negatif, contohnya metil dan etil.
Konstanta hammet untuk suatu substituen juga
bergantung pada posisinya apakah meta atau
para. Namun, konstanta hammet tidak dapat
digunakan untuk substituent pada posisi ortho
karena memiliki efek sterik dan juga elektronik.

Faktor Sterik
Bentuk ruah, ukuran dan bentuk senyawa obat
mempengaruhi interaksi yang terjadi dengan
situs pengikatan. Substitituen yang meruah berperan sebagai pelindung sehingga menutup interaksi yang ideal antara obat dengan situs pengikatan. Namun, keruahan substituen juga dapat
membantu mengorientaikan obat sehingga diperoleh interkasi maksimum.

berdasarkan sudut ikatannya, ikatan van der


Waals, panjang ikatan dan kemungkinan konformasinya. Berikut adalah contoh parameter
Verloop untuk asam karboksilat:

Faktor Sterik Taft (Es)


Faktor sterik Taft diperoleh dengan membandingkan laju hidrolisis ester alifatik yang tersubstituse relatif terhadap ester standar pada kondisi
asam. Berikut adalah persamaan Taft:

Pada persamaan tersebut kx menggambarkan laju


hidrolisis ester alifatik tersubstitusi X dan ko
menggambarkan laju hidrolisis ester standar (X
= Metil).
Substituen yang berukuran lebih kecil dari metil
seperti H dan F akan mempercepat hidrolisis
sehingga Es positif dan berlaku sebaliknya.

Parameter Lainnya
Terdapat parameter-parameter lain yang dapat
diuji pada metode QSAR diantaranya adalah
momen dipol, ikatan hidrogen, konformasi dan
jarak antar atom.

Persamaan Hansch
Pada aktivitas biologi yang dipengaruhi oleh
beberapa jenis sifat fisikokimia, hubungan
tersebut tertuang dalam persamaan Hansch
sebagai berikut:

Refraktivitas Molar (MR)


Parameter ini menggambarkan volume yang
ditempati oleh suatu atom atau gugus. MR
diperoleh dengan persamaan berikut:

Apabila persamaan Hansch untuk suatu senyawa


sudah diperoleh maka dapat ditentukan
substituen-substituen yang diinginkan fokus
pada kuadran hasil Craig Plot.

Pada persamaan tersebut n adalah indeks


refraksi, MW adalah bobot molekul dan d adalah
densitas.

Pustaka

Parameter Sterik Verloop


Parameter ini mengukur parameter sterik dari
substituen yang menggambarkan dimensinya

Patrick, Graham. 2009. Introduction to


Medicinal Chemistry 4th Edition. New
York: Oxford University Press. Halaman:
377-387.