Anda di halaman 1dari 9

MODUL I DIODA : KARAKTERISTIK DAN APLIKASI

Rosana Dewi Amelinda (13213060)


Asisten Naufal Salim M. (13211150)
Tanggal Percobaan: 5/2/2015
EL2205-Praktikum Elektronika

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak
Abstrak Pada praktikum Modul I ini telah dilakukan
berbahagi percobaan yang menggunakan dioda. Berbagai
percobaan tersebut dilakukan bertujuan untuk mengetahui
karakteristik yang dimiliki diode serta aplikasiya sebagai
pernyearah gelombang, rangkaian clipper dan rangkaian
clamper. Melalui percobaan 1 diketahui beberapa
karakteristik dari diode diantaranya tegangan cut-in yang
dimiliki diode berfungsi untuk mengetahui tegangan minimum
yang dibutuhkan agar diode dapat melewatkan arus. Lalu
dilakukan percobaan dengan memanfaatkan fungsi diode
sebagai penyeearah gelombang. Dalam percobaan tersebut
dihasilkan berbagai bentuk penyearah gelombang yaitu
penyearah gelombang, penyearah gelombang penuh, dan
penyearah gelombang penuh jembatan. Kemudian percobaan
selanjutnya dilakukan pemanfaatan /aplikasi diode sebagai
clipper (pemotong tegangan) dan sebagai clamper (menaikan
tegangan DC).
Kata kunci: Dioda, Penyearah, Filter, Clipper,
Clamper
1.

umum rangkaian clipper dapat digolongkan


menjadi dua, yaitu seri dan parallel. Rangkaian
clipper seri berarti diode dihubungkan secara seri
dengan beban, sedangkan clipper parallel berarti
diode dihubungkan parallel dengan beban.
Sedangkan untuk masing-masing jenis tersebut
dibagi menjadi clipper negative (pemotong bagian
negative) dan clipper positif (memotong bagian
positif).
Rangkaian clamper adalah rangkaian yang
digunakan untuk menggeser suatu sinyal ke level
dc yang lain. Rangkaian clamper paling tidak harus
memiliki sebuah kapasitor, diode, resistor dan
dapat ditambahkan sebuah sumber tegangan.
Harga R dan C harus dipilih sedemikian sehingga
konstanta waktu RC cukup besar agar tidak terjadi
pengosongan muatan yang cukup berarti saat
diode tidak menghantar arus listrik.
Dari praktikum ini tujuan yang ingin dicapai yaitu :
a.

Memahami karakteristik diode biasa dan


diode zener

b.

Memahami penggunaan
rangkaian penyearah

c.

Mempelajari pengaruh filter sederhana


pada suatu sumber DC

PENDAHULUAN

Dioda adalah komponen aktif yang terdiri dari 2


elektroda (anoda dan katoda) yang bersifat
semikonduktor.
Sehingga
dengan
sifat
semikonduktornya tersebut diode tidak hanya
memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah,
tetapi juga menghambat ars dari arah sebaliknya.
Karakteristik dari diode dapat diketahui dengan
cara memasang diode seri dengan sumber
tegangan dan sebuah resistor. Dengan rangkaian
tersebut maka akan dapat diketahui tegangna
diode dengan variasi sumber tegangan yang
diberikan. . Dioda dapat dibuat dari germanium
(Ge) atau Silikon (Si). Diode dapat berfungsi
sebagai penyearah, voltage regulator, modulator,
pengendali frekuensi, indicator, switch, clipper
serta clamper tegangan.
Rangkaian clipper adalah rangkaian yang
digunakan untuk menghilangkan sebagian sinyal
masukan yang berada dibawah atau atas level
tertentu. Contoh rangkaian clipper adalah
penyearah setengah gelombang. Rangkaian ini
memotong atau menghilangkan sebagian sinyal
masukan diatas atau dibawah level nol. Secara

diode

d. Memahami penggunaan diode


rangkaian Clipper dan Clamper

2.

dalam

untuk

STUDI PUSTAKA

Karakteristik Dioda
Dalam percobaan ini akan diamati karakteristik I =
f(v) tiga jenis diode, yaitu Diode Ge, Dioda Si, dan
Dioda Zener. Dengan menggunakan rangkaian
pada kit yang tersedia akan diamati tegangan cutin, tegangan breakdown, kemiringian kurva yang
berarti besarnya resistansi dinamis pada titik
tersebut serta beberapa kemungkinan penggunaan
diode berdasarkan karakteristiknya.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Figure 1 Karakteristik dioda

pengaruh nilai kapasitansi dna resistansi beban


terhadap tegangan ripple.
Sebuah catu daya ideal juga seharusnya tidak
mengalami degradasi tegangan outputnya bila
mendapat beban, yang berarti catu tegangan ideal
dapat dimodelkan dengan sumber tegangan. Pada
kenyataannya catu tegangan seperti ini akan selalu
mengalami degradasi dengan naiknya arus beban.
Perilaku seperti ini dapat dimodelkan dengan
Rangkaian Thavenin berupa hubungan seri sumber
tegangan dan resistansi output. Besarnya resistansi
output ini menentukan berapa degradasi tegangan
yang diperoleh. Untuk rangkaian penyearah
gelombang penuh, besar resistansi output efektif
dapat dihitung
=

Penyearah

1
4

Dalam percobaan ini akan diamati 3 jenis


penyearah gelombang sinyal, yaitu penyearah
gelombang setengah, penyearah gelombang penuh
(dengan trafo center tapped) dan penyearah
gelombang penuh tipe jembatan. Dengan
menggunakan kit praktikum yang tersedia akan
diamati perbedaan penyearah gelombang setengah
dan gelombang penuh, pengaruh tegangan cut-in
dan bentuk karakteristik dioda pada output serta
beban uang ditanggung trafo untuk masing-masing
jenis penyearah.

Besaran lain yang dapat digunakan untuk


menunjukan perilaku yang sama adalah factor
regulasi tegangan Vr. Besaran ini tidak besatuan
dan didefinisikan sebagai

Penggunaan diode yang paling dasar adalah


sebagai penyearah arus bolak balik jala-jala
menjadi arus searah pada suatu sumber tegangan
DC, seperti catu daya. Tegangan pada rangkaian
penyearah gelombang penuh diperoleh sebesar

Filter

Dimana Vp adalah magnitude tegangan puncak


sinyal AC yang disearahkan dan tegangan ripple
Vr sebesar
=

Dengan f frekuensi sinyal AC jala-jala yang


digunakan, C kapasitansi filter dan R beban pada
rangkaian penyearah dan filter.
Untuk catu daya tegangan ideal (DC murni),
tegangan ripple harus bernilai 0. Keadaan ini
diperoleh bila nilai resistansi R beban adalah tak
hingga dan nilai kapasistansi C sangat besar (tak
hingga). Nilai resistansi beban tak hingga berarti
rangkaian tanpa beban (beban terbuka). Dengan
demikian untuk keadaan praktis hal yang dapat
digunakan
adalah
dengan
menggunakan
kapasitansi C yang besar. Nilai kapasitansi C yang
besar akan memberikan tegangna ripple yang kecil.
Dalam percobaan ini akan dilakukan pengamatan


100%

Dimana Vnl adalah tegangan tanpa beban dan Vfl


adalah tegangan beban penuh. Nilai regulasi
tegangan Vr yang kecil menunjukan sumber
tegangan yang lebih baik.
Dalam percobana ini akan diamati filter RC orde 1
dengan beberapa nilai resistansi dan kapasitansi.
Rangkaian Clipper dan Clamper
Dalam percobaan ini akan dilakukan pengamatan
sinyal output yang dihasilkan oleh rangkaian
Clipper dan Clamper . Rangkaian clipper adalah
suatu rangkaian yang digunakan untuk membatasi
tegangan agar tidak melebihi dari suatu nilai
tegangan tertentu. Rangkaian ini dapat dibuat dari
diode dan sumber tegangan DC yang ditunjukan
oleh gambar berikut
Gambar 1 Rangkaian Clipper dengan dioda

Rangkaian alternative dapat juga dibuat dengan


menggunakan diodaa zener seperti yang
ditunjukan oleh gambar berikut ini

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 2 Rangkaian Clipper dengan diode zener

9.

Kapasitor 10 F

10. Breadboard

(1 buah)
(1 buah)

11. Kabel-kabel
(2
buah
kabel
Banana-BNC, 1 buah kabel BNC-BNC)
Memulai percobaan

Rangkaian clamper adalah rangkaian yang


digunakan untuk memberikan offset tegangan DC,
dengan demikian, tegangan
yang dihasilkan
adalah tegangan input ditambahkan dengan
tegangan DC. Rangkaian ditunjukan oleh gambar
berikut

Sebelum memulai percobaan, diisi dan ditanda


tangani lembar penggunaan meja yang tertempel
pada masing-masing meja praktikum. Dicatat
juga nomor meja Kit Praktikum yang digunakan
dalam BCL.

Dilakukan kalibrasi pada osiloskop

Gambar 3 Rangkaian Clamper

Percobaan 1 (Karakteristik Dioda)


Dengan menggunakan generator sinyal dan kit
praktikum, disusun rangkaian seperti gambar 4. Lalu
dihubungkan osiloskop untuk pengamatan rangkaian.
Untuk mengawali, digunakan DC offset nol untuk
sinyal dari generator.

Digunakan mode X-Y untuk mengamati sinyal

2.1

JUDUL SUB-BAB

Sub-bab pada percobaan ini, yaitu :


a.

Karakteristik dioda

b.

Penyearah dan filter

c.

Rangkaian Clipper

Ditekan tombol invert untuk chanel B

d. Rangkaian Clamper

3.

METODOLOGI

Pada percobaan 1 ini, alat dan bahan yang


digunakan yaitu :
1.

Kit praktikum karakteristik diode dan


rangkaian penyearah

2.

Sumber tegangan DC

(2 buah)

3.

Osiloskop

(1 buah)

4.

Multimeter

(2 buah)

5.

Diode 1N4001/1N4002 (3 buah)

6.

Dioda zener 5V1

(2 buah)

7.

Resistor variable

(1 buah)

8.

Resistor 150 k

(1 buah)

Diamati dan dicatat tegangan cut-in, tegangan breakdown, dan digambarkan bentuk karakteristik arustegangan dioda silikon

Diulangi langkah kedua untuk jenis dioda lainnya :


Dioda Germanium dan Dioda Silikon Zener

Dicatat semua pengamatan pada bcl

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 4 Pengukuran karakteristik dioda

3. Digunakan osiloskop untuk melihat arus pada


resistor ini, digambarkan bentuk arusnya, diukur arus
maksimum dan frekuensi arus yang diamati.

Dilepaskan resistor Rm dan dihubungkan lagi CT trafo dan


ground secara langsung. Dilepaskan hubungan resistansi
beban (RL) dari rangkaian penyearah dan filter. Dengan
menggunakan nilai-nilai kapasitansi, diukur tegangan
output DC dengan menggunakan multimeter

Percobaan 2 (Penyearah dan Filter)


Dengan menggunakan rangkaian pada kit praktikum,
disusun rangkaian penyearah gelombang setengah
seperti pada gambar 5. Digunakan jala-jala untuk
memberikan tegangan 220V/50Hz ke transformator
pada kit. Digunakan osiloskop untuk mengamati
tegangan output. Dipilih kopling input osiloskop yang
sesuai, DC untuk pengukuran tegangan DC, dan AC
untuk pengukuran tegangan ripple.

* Diamati bentuk gelombang, frekuensi gelombang ,


dan pengaruh pemasangan C(min 2 nilai C) pada
tegangan ripple. Dicatat nilai resistansi (beban),
kapasitansi (filter) dan tegangan DCdan tegangan
ripple yang diperoleh.

Diulangi langkah diatas untuk suatu nilai C konstan,


diubah-ubah besarnya beban (min 2 nilai resistansi)

Dihubungkan resistor variabel pada output rangkaian


penyearah, diubah nilai resistansi hingga diperoleh
tegangan output sebesar setengah tegangan output
dalam keadaan tanpa beban. Dimlai dengan nilai
resistansi terbesar.

**Dilepaskan resistor variabel dari rangkaian dan


diukur resistansinya dengan menggunakan
multimeter.

Disusun rangkaian penyearah gelombang penuh 2


dioda seperti ditunjukan pada gambar 7. Dilakukan
hal yang sama dengan langkah * hingga ** untuk
rangkaian ini.

Kecuali langkah ***, diulangi langkah * hingga **


untuk rangkaian penyearah gelombang penuh
seperti pada gambar 8.

Dilakukan analisis terhadap hasil yang diperoleh.

***Diulangi 2 langkah diatas untuk kondisi seperti


pada gambar 6 :

Gambar 5 Rangkaian filter

1. Dilepaskan hubungan CT trafo dengan ground

2. Dihubungkan resistor Rm dari CT trafo ke ground


seperti yang ditunjukan oleh gambar dibawah..

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 6 Rangkaian filter


Gambar 9 Rangkaian clipper

Gambar 10 Rangkaian percobaan 3


Gambar 7 Rangkaian percobaan 2

Percobaan 4 (Rangkaian Clamper)


Dibuat rangkaian pada breadboard seperti pada
gambar 11 (R = 150 k, Dioda D :
1N4001/1N4002, Kapasitor C = 10 F, 16-35 V,
Vin : Trafo CT 15 V, Tegangan DC : 5 V)

Gambar 8 Rangkaian percobaan 2

Diamati dengan menggunakan Osiloskop sinyal


output yang diperoleh dan digambarkan bentuk
sinyalnya
Percobaan 3 (Rangkaian clipper)
Diberi analisis terhadap hasil yang diperoleh.
Dibuat rangkiaan pada breadboard seperti gambar 9.
(R = 150 k, Dioda D1 dan D2 : 1N4001/1N4002, Vin
: trafo CT 15, tegangan DC : 5 Volt dari sumber DC)

Gambar 11 Rangkaian Clamper

Diamati dengan menggunkan osiloskop sinyal output


yang diperoleh dann digambar bentuk sinyalnya.

Disusun rangkaian seperti pada gambar 10. Dilakukan


pengamatan seperti pada langkah pertama.

Dibandingkan hasil percobaan kedua rangkaian dan


dilakukan analisis terhadap hasil yang diperoleh.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Mengakhiri Percobaan
Selesai praktikum dirapikan semua kabel dan
dimatikan osiloskop, generator sinyal serta dipastikan
juga multimeter analog, multimeter digital
ditinggalkan dalam keadaan mati (selector
menunjukan ke pilihan off).

Dimatikan MCB dimeja praktikum sebelum


meninggalkan ruangan.

Diperiksa lembar penggunaan meja.

DIpastikan asisten telah menandatangani catatan


percobaan kali ini pada BUku Catatan Laboratorium.

4.

HASIL DAN ANALISIS

4.1
Jenis
Dioda

Silikon

Tegangan
Cut-in [V]

0.69

Berdasarkan kurva karakteristik dioda yang


diperoleh dengan menggunakan osiloskop diatas
diketahui bahwa tegangan cut in dioda merupakan
nilai tegangan minimum yang harus dilampaui
sebelum dioda dapat melewati arus dioda. Dengan
kata lain, agar arus dapat mengalir pada dioda
(dioda short circuit) maka kutub positif dioda
haruslah lebih positif minimal sebesar 0.7 V dari
kutub negatif dioda. Karena apabila sebaliknya,
maka dioda tidak akan dapat mengalirkan arus
(dioda open circuit). Nilai breakdown/ tegangan
breakdown
yang
ditunjukan
pada
kurva
karakteristik merupakan nilai tegangan maksimum
yang dapat diterima oleh dioda. Apabila tegangan
yang diberikan melampaui tegangan breakdown
maka dioda akan rusak.

4.2

PERCOBAAN 1 (KARAKTERISTIK
DIODA)
Tegangan
Breakdown
[V]

Pada dioda jenis silicon dan Germanium, tegangan


breakdown tidak dapat teramati. Sedangakan pada
jenis Dioda Zener, tegangan breakdown dapat
teramati yaitu sebesar -6 V. Hal ini dikarenakan
tegangan breakdown pada dioda silikon biasanya
lebih rendah dari 20 V sedangkan pada rangkaian
menggunakan tegangan 12 Vrms tersebut tidak
dapat teramati oleh osiloskop.

PERCOBAAN 2 ( PENYEARAH DAN


FILTER)

Kurva Karakteristik
Table 1 Hasil pengamatan Penyearah Gelombang

(CH1 2V, CH2 1 V)

Rangkaian
diamati

Tidak
teramati

Rangkaian
Gelombang
konstan

R ()

German
ium

Zener

0.65

0.8

Tidak
teramati

-6

Dari hasil percobaan diatas didapatkan tegangan


cut-in untuk dioda berbahan silicon sebesar 0.69 V,
germanium 0.65 V dan untuk dioda Zener sebesar
0.8 V. Hal ini telah sesuai dengan hasil referensi
yang menyatakan bahwa tegangan cut in untuk
silicon berkisar 0.6 V - 0.7 V.

27

Rangkaian
Gelombang
konstan
27

180

1k

C (pF)

2.2

0.47

VDC (V)

7.113

7.15

6.67

7.13

12.66

15.3

Vripple htg
(V)

2.5

5.5

11.8

5.55

0.83

0.15

Vripple
diamati
(V)

1.7

3.5

6.2

3.4

1.2

0.28

Frek Vripple
(Hz)

50

50

50

50

50

50

Frek IDioda
(Hz)

50.04

50.04

50.04

50.03

50.04

50.02

Imax (mA)

325

230

220

230

140

45

Routput ()

45

47

49

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Table 2 Hasil pengamatan penyearah gelombang penuh

Rangkaian
diamati

Rangkaian
Gelombang penuh 2
dioda R konstan

R ()

Rangkaian
Gelombang penuh 2
dioda C konstan

27

27

180

1k

C (pF)

2.2

0.47

VDC (V)

9.28

9.25

9.17

9.25

13.9

15.77

Vripple htg
(V)

1.26

2.7

5.9

2.7

0.42

0.07

Vripple
diamati
(V)

0.76

1.5

2.4

1.5

0.56

0.13

Frek Vripple
(Hz)

100

100

100

100

100

100

Frek IDioda
(Hz)

100

100

100

100

100

100

Imax (mA)

160

175

200

175

60

16

Routput ()

22

22.5

23

Table 3 Hasil pengamatan gelombang penuh jembatan

Rangkaian
diamati

Rangkaian
Gelombang
penuh
jembatan R konstan

R ()

27

Rangkaian
Gelombang
penuh
jembatan C konstan
27

180

1k

C (pF)

2.2

0.47

VDC (V)

8.69

8.66

8.56

8.77

13.22

15.11

Vripple htg
(V)

1.26

2.7

5.9

2.7

0.42

0.07

0.18

0.22

Vripple
diamati
(V)

0.17

0.18

0.16

Frek Vripple
(Hz)

100

100

100

100

100

100

Frek IDioda
(Hz)

100

100

100

100

100

100

Imax (mA)

Routput ()

55

64

56

*Ket : - tidak perlu dicari nilanya


Dari hasil pengamatan pada tabel, dapat diketahui
bahwa semakin kecil nilai kecil nilai kapasitansi,
maka nilai tegangan ripple nya menjadi semakin
besar. Hal ini sesuai dengan rumus :

=
2
Rumus tersebut menyatakan bahwa besarnya nilai
kapasitansi berbanding terbalik dengan nilai
tegangan ripple nya. Begitu pula halnya apabila
kita mengubah-ubah nilai resistanti yang
digunakan. Semakin besar nilai resistansi, maka
nilai tegangan ripple akan semakin besar. Sehingga
nilai resistansi juga berbanding terbalik dengan
besarnya tegangan ripple.
Lalu dari rumus diatas dapat diketahui perbedaan
rangkaian penyearah penuh, penyearah penuh,
dan penyearah penuh jembatan. Hal yang
membedakan yaitu pada besarnya nilai frekuensi
tegangan riple dan frekuensi arus diodanya.
Dimana pada rangkaian penuh memiliki
frekuensi sekitar 50 Hz, rangkaian penyearah
penuh dan penyearah penuh jembatan memiliki
frekuensi sebesar 100 Hz (2 x rangkaian penuh).
Dengan perbedaan nilai frekuensi tersebut maka
akan berpengaruh pada tegangan ripplenya yaitu
dapat terlihat bahwa tegangan ripple pada
penyearah penuh lebih besar daripada tegangan
ripple pada penyearah penuh dan penyearah
penuh jembatan.
Selain itu, data dari tebel menunjukan bahwa catu
tegangan telah mengalami degradasi. Hal ini dapat
terlihat dari semakin besarnya nilai resistansi
output yang diperoleh. Besarnya resistansi output
ini menentukan berapa besar degradasi tegangan
yang diperoleh.
Resistansi output juga dipengaruhi oleh besarnya
nilai kapasitansi yang digunakan. Semakin kecil
nilai kapasitansi maka resistansi output akan
semakin besar. Hal ini sesuai dengan rumus
=

0.14

1
4

Yang menyatakan bahwa nilai resistansi output


berbanding terbalik dengan nilai kapasitansinya.

4.3

PERCOBAAN 3 (RANGKAIAN CLIPPER)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 12 Hasil clipping tegangan dengan diode biasa


(Silicon)

Gambar diatas menampilkan sinyal output yang


diperoleh dari rangkaian clipper. Terlihat bahwa
puncak tegangan yang seharusnya berbentuk
sinusoidal berubah menjadi garis mendatar. Hal ini
karena
pada rangkaian clipper, dioda
memotong/membatasi tegangan output pada nilai
10 V sehingga tegangan output yang dihasilkan
akan menjadi seolah-olah terpotong. Pada keadaan
garis mendatar tersebut, kedua dioda berfungsi
sebagai forward bias yang menahan tegangan
output pada nilai 10 V.
Gambar 13 Hasil clipping tegangan dengan menggunakan
Dioda Zener

4.4

PERCOBAAN 4 (RANGKAIAN CLAMPER)


Gambar 14 Hasil clamper tegangan (clamping sebesar 5 V)

Gambar diatas merupakan tampilan sinyal output


yang diperoleh dari rangkaian clamper. Terlihat
bahwa telah terjadi adanaya kenaikan tegangan
offset DC sebesar sekitar 5 V. Dimana sebelumnya
adanya clamping/kenaikan tegangan, tegangan
peak negatif berada pada nilai -30 V. Lalu setelah
adanya clamping, maka tegangan offset DC naik
menjadi sekitar -25 V.

5.

KESIMPULAN

Dari percobaan didapatkan kesimpulan :

Sama seperti clipping tegangan sebelumnya, pada


rangkaian clipper menggunakan dioda zener juga
terjadi pemotongan/pembatasan tegangan output
pada nilai 10 V. Namun yang membedakan yaitu
pada dioda zener, pemotongan/pembatasan
tegangan menghasilkan sinyal output yang lebih
mulus (smooth). Hal ini dikarenakan dioda zener
memiliki batasan tegangan input yang dapat
melaluinya. Sehingga saat tegangan input sudah
melebihi batasnya maka perubahan tegangan akan
sangat kecil walaupun perubahan arusnya sangat
besar.

Dioda dengan jenis yang berbeda-beda


(Silicon, Germanium, dan Zener) memiliki
tegangan cut-in yang berbeda-beda pula.
Tegangan cut in ini berpengaruh pada
besarnya tegangan yang harus dilampaui
dioda agar dapat melewati arus. Karena
apabila tegangan pada dioda kurang dari
tegangan cut in nya, maka dioda tidak
akan mengalirkan arus (open-circuit).

Dari ketiga dioda yang dicoba, tegangan


breakdown hanya teramai pada dioda
zener. Hal ini dikarenakan dioda silicon
dan germanium memiliki tegangan
breakdown yang sangat rendah yaitu
dibawah -20 V sedangkan pada rangkaian
tegangan
sumber
yang
digunakan
hanyalah 12 Vrms.

Salah satu fungsi utama dioda yang paling


sering
digunakan
adalah
sebagai
penyearah. Pada percobaan ini telah
dilakukan penyearah gelombang,
penyearah
gelombang
penuh,
dan
penyearah gelombang penuh jembatan
menggunakan
dioda.
Dari
ketiga
penyearah tersebut memiliki perbedaan
pada
nilai
frekuensinya
sehingga
menyebabkan perbedaan nilai pada
tegangan ripple serta resistansi outputnya.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Rangkaian clipping berperan untuk


membatasi tegangan agar tidak melebihi
suatu nilai tegangan tertentu. Untuk
rangakaian clipper yang menggunakan
dioda zener akan menampilkan sinyal
output yang lebih mulus (smooth)
dikarenakan saat tegangan input sudah
melebihi batas tegangan input zener, maka
perubahan tegangan pada zener akan
sangat kecil.

Rangkaian clamping berfungsi untuk


memberikan offset DC, sehingga tegangan
yang dihasilkan merupakan tegangan
input ditambahkan dengan tegangan DC.
Rangkaian clamper tersebut berfungsi
untuk mendorong sinyal masukan pada
suatu nilai tertentu

DAFTAR PUSTAKA
[1]. Mervin T Hutabarat, Praktikum Rangkaian
Elektrik, Laboratorium Dasar Teknik Elektro
ITB,Bandung, 2014.
[2]. Adel S. Sedra and Kennet C. Smith,
Microelectronic Circuits,Oxford University Press,
USA, 2004.
[3]. Hasil percobaan rangkaian clipper dan clamper
didapatkan dari praktikan Irham Mulkan R.
(13213039) kelompok 6 rombongan ELKA-2
yang melakukan praktikum shift Selasa, 10
February 2015.
[4]. http://komponenelektronika.biz/karakteristikdioda.html, 6 February 2015, 07.14 AM
[5]. http://demuzze.blogspot.com/2014/07/2.htm
l, 6 February 2015, 08.14 AM
[6]. http://ezafauzy.blogspot.com/2013/06/penge
rtian-fungsi-karakteristik.html, 9.48 AM

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB