Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS KETERSEDIAAN PAKAN UNTUK PETERNAKAN SAPI PERAH

DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Laporan
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Study Lapangan
yang diampu oleh Bapak Dwiyono Hari Utomo dan Bapak Didik Taryana

Oleh
Achmad Bindar Hassan ( 120722420579)
Putut Riayadi

( 120722420613)

Yungki Ayuba

(120722420615)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
GEOGRAFI
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG
Pujon merupakan salah satu adalah daerah dari 33 kecamatan di wilayah

Kabupaten Malang. Secara astronomis Kecamatan Pujon Malang terletak diantara


112,2611 sampai 122,2892 Bujur Timur dan 7,5220 sampai 7,4937 Lintang selatan.
Mengacu pada data potensi Kecamatan Pujon, letak geografi sekitar 8 desa berada
di

lereng dan

sisanya

berada

di

lembah dengan topografi

desa tergolong

perbukitan dan dataran. Luas kawasan Kecamatan Pujon secara keseluruhan sekitar
sekitar 130,75 km2 atau 4,39 persen dari total luas Kabupaten Malang.
Sebagai daerah yang topografi sebagian wilayahnya perbukitan, Kecamatan
Pujon memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Namun kekayaan alam yang
dimiliki kecamatan ini hingga saat ini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara
optimal. Sekiranya kekayaan alam ini dapat dioptimalkan, maka pertumbuhan
ekonomi di wilayah ini berpeluang dapat ditingkatkan.

Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Pujon adalah sebagai berikut:


Sebelah Utara: Kabupaten Mojokerto
Sebelah Timur: Kota Batu
Sebelah Selatan: kecamatan DAU, Kabupaten Blitar
Sebelah Barat : Kecamatan Ngantang
Sektor pertanian merupakan sektor yang unik dan mempunyai ciri khas

tersendiri dalam struktur pere-konomian. Sektor ini relatif meru-pakan sektor yang
tidak mendapat perhatian serius dalam aksi pembangunan. Mulai dari proteksi, kredit
hingga kebijakan lain tidak satupun yang menguntungkan.
Dalam struktur perekonomian Kabupaten Malang, Sektor Pertanian masih
mempunyai peranan penting dalam pembangunan

ekonomi.

Dilihat dari

kontribusinya dalam pembentu-kan Produk Domestik regional Bruto pada tahun 2010,
sektor ini menyumbang sekitar 30 persen atau menempati urutan pertama. Daya
serap sektor pertanian terhadap kesempatan kerja di Kabupaten Malang juga dominan
dibandingkan sektor lainnya.

Pada Tahun 2010, jumlah lahan tanah sawah di Kecamatan Pujon seluas
902,20 ha dengan rincian seluas 898,70 ha berpengairan diusahakan dan seluas 3,50
ha tidak berpengairan diusahakan. Dipihak lain, luas lahan kering yang mencakup
pekarangan tanah untuk bangunan dan halaman, tegalan/ kebun/lading, tambak,
hutan dan kolam seluas 2.826,80 ha . Produksi padi di Kecamatan Pujon mengalami
penurunan tipis yaitu dari 1.050 ton menjadi 980 kwintal, yang berarti menurun
sebesar 0,07 persen. Keadaan populasi dan produksi mengenai sub sektor peternakan
di Kecamatan Pujon.
Ternak pada umumnya dapat dibedakan menjadi ternak besar, ternak kecil
dan unggas. Perkembangan populasi ternak besar yang meliputi populasi sapi
potong, sapi perah, dan kuda selama periode 2007-2010. Dari Tabel tersebut
diperlihatkan bahwa populasi sapi perah mengalami peningkatan yaitu sekitar 26,78
persen. Disisi lain sapi, potong mengalami penurunan sebesar 1.783 ekor dibanding
tahun sebelumnya. Barikutnya populasi Kuda menurun sebesar 3 ekor. Pada periode
yang sama populasi ternak kecil dan unggas secara umum meningkat dibanding
periode sebelumnya.
Dilihat dari data pujon adalah penghasil susu sapi yang cukup besar. Data juga
menunjukan bawasanya jumlah sapi terus bertambah dan berkembang menjadi sentral
penghasil susu sapi segar yang semakin besar pula per tahunnya. Di samping itu
Kecamatan Pujon juga mengalami pertumbuhan ekonomi dan juga pertumbuhan
penduduk. Dalam hal tersebut juga menjadikan masalah dimana degradasi lahan.
Peternakan selalu dan pasti akan beketerkaitan dengan ketersediaan pakan.
Ketersediaaan pakan sangat berpengaruh dalam kelangsungan sebuah peternakan,
terutama ternak sapi pada Kecamatan Pujon ini. Lahan pada suatu wilayah peternakan
berpengaruh dalam bagaimana menyediakan pakan bagi ternak dengan maksud tidak
perlu mencari pakan keluar wilayah dan meminimalisir biaya produksi. Ketersediaan
pakan berkaitan dengan berapa banyak makanan yang dibutuhkan per ekor dalam
sehari, berapa banyak ternak dalam suatu wilayah, dan berapa luas lahan penghasil
pakan dalam waktu panen yang ada. Data data itu akan memberikan informasi
perhitungan dan prediksi ketersediaan pakan untuk ternak.
Pakan utama ternak sapi perah adalah rumput segar untuk menunjang produksi
susu disamping pakan penguat (konsentrat). Sapi perah apabila diberi pakan rumput

lapang saja kurang dalam kecukupan nutrien, untuk itu pada daerah sentra sapi perah
para peternak yang memiliki skala usaha ternak banyak Pada kecamatan Pujon
yang pesat dalam peternakan sapi perah ini akan mengalami ketersediaan pakan untuk
ternaknya. Data data juga sudah menjelaskan bahwa akan terjadi masalah tersebut.
Maka dari penelitian ini yang dilakukan pada KKL III dengan berjudul Evaluasi
Ketersediaan Pakan untuk Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Pujon Kabupaten
Malang diharapkan dapat memberikan informasi ketersediaan pakan untuk ternak
sapi perah di kecamatan Pujon Kabupaten malang. Informasi juga diharapkan dapat
membatu peternak dalam mengembangkan usaha ternaknya.
1.2.
Rumusan Masalah
1.2.1. Bagaimana kondisi umum lingkungan dan peternakan yang ada di kecamatan
Pujon kabupaten Malang?
1.2.2. Apakah lahan di kecamatan Pujon kabupaten Malang sudah memenuhi
kebutuhan pakan untuk ternak sapi perah?
1.3.
Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui kondisi umum lingkungan dan peterkana sapi perah yang
ada di kecamatan Pujon kabupaten Malang
1.3.2. Memberikan informasi ketersediaan pakan untuk peternakan sapi perah di
kecamatan Pujon kabupaten Malang
1.3.3. Memberikan informasi yang nantinya sebagai referensi peternak dalam
mengembangkan peternakan.
1.3.4. Memberikan informasi dalam bagaimana penanaman rumput yang dibutuhkan
peternakan sapi perah di kecamatan Pujon kabupaten Malang

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
TABEL KLASIFIKASI DESA/KELURAHAN, LETAK GEOGRAFI, TOPOGRAFI,
DAN LETAK DESA RELATIF TERHADAP HUTAN
Koordinat
Nama
Desa/Kelurahan

Letak Geografi
(Pantai/Lembah/
Lereng/Dataran)

Lintang Selatan Bujur Timur

(1)

(2)

(3)

Letak Desa/
Topografi (Datar/ Kelurahan Relatif
Perbukitan)
Terhadap Hutan Di
(Dalam/Tepi/Luar)

(4)

(5)

Lembah

Perbukitan

Di Dalam

Perbukitan

Di Dalam

Perbukitan

Di Luar

Datar

Di Luar

Datar

Di Luar

Perbukitan

Di Luar

Perbukitan

Di Tepi

Perbukitan

Di Tepi

Perbukitan

Di Tepi

Perbukitan

Di Tepi

1.Bendosari

7.5220

112.2611

2.Sukomulyo

7.5203

112.2645

3.PujonKidul

7.5148

112.2734

4.Pandesari

7.5104

112.2892

Lereng

5.PujonLor

7.5059

112.2816

Lereng

6.Ngroto

7.5035

112.2773

Lereng

7.Ngabab

7.4988

112.2648

Lereng

8.Tawangsari

7.4937

112.2662

Lereng

9.Madiredo

7.4950

112.2819

Lereng

10.Wiyurejo

7.5005

112.2847

Lereng

201
0
200

7.50356

112.28034

7.50356

112.28034

9
200
8

7.50356

112.28034

Lembah
Lereng

(6)

Sumber:KantorDesa

TABEL LUAS DESA /KELURAHAN MENURUT JENIS LAHAN (Ha)


NamaDesa/Kelurah
an
(1)
1.Bendosari
2.Sukomulyo
3.PujonKidul
4.Pandesari
5.Pujon Lor
6.Ngroto
7.Ngabab
8.Tawangsari

LahanSawah

LahanKering

TotalLahan

(2)

(3)

(4)

23, 11

178.30

178.30

119.40

254.50

373.90

87.00

399.40

486.40

96.90

422.90

519.80

10.90

266.80

277.70

133.90

112.20

246.10

92.50

306.30

398.80

93.00

259.30

352.30

113.00

151.50

264.50

93.00

227.20

320.20

2010

839.60

2,578.40

3,418.00

2009

902.20

2,826.80

3,729.00

2008

902.20

2,826.80

3,729.00

9.Madiredo
10.Wiyurejo

Sumber: Kantor Desa

Tabel lahan sawah kecamatan Pujon


Nama
Desa/Kelurahan

Luas Lahan Sawah (Ha)


Berpengairan
Diusahakan

Tdk
Berpengairan
Diusahakan

Sementara
Tidak
Diusahakan

LahanTidur/
Tidak
Diusahakan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1.Bendosari

52.40

0.00

0.00

0.00

52.40

2.Sukomulyo

119.40

0.00

0.00

0.00

119.40

3.PujonKidul

84.70

0.00

0.00

0.00

84.70

4.Pandesari

96.90

0.00

0.00

0.00

96.90

5.PujonLor

7.40

3.50

0.00

0.00

10.90

6.Ngroto

133.20

0.00

0.00

0.00

133.20

7.Ngabab

96.20

0.00

0.00

0.00

96.20

8.Tawangsari

93.00

0.00

0.00

0.00

93.00

9.Madiredo

113.00

0.00

0.00

0.00

113.00

10.Wiyurejo

102.50

0.00

0.00

0.00

102.50

(1)

Jumlah

2010

898.70

3.50

0.00

0.00

902.20

2009

898.70

3.50

0.00

0.00

902.20

2008

898.70

3.50

0.00

0.00

902.20

Nama Desa/Kelurahan

Permukiman/
Pekarangan

Bangunan Industri

Tegal/Kebun

Perkebunan

Padang Rumput

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1.Bendosari

26.30

0.00

147.80

0.00

0.00

2.Sukomulyo

61.00

0.00

68.80

0.00

0.00

3.PujonKidul

45.80

0.00

192.10

0.00

0.00

4.Pandesari

93.00

0.00

383.80

0.00

0.00

5.PujonLor

50.40

0.00

273.40

0.00

0.00

6.Ngroto

46.80

0.00

121.20

0.00

0.00

7.Ngabab

25.20

0.00

301.20

0.00

0.00

8.Tawangsari

47.20

0.00

261.80

0.00

0.00

9.Madiredo

37.00

0.00

338.00

0.00

0.00

10.Wiyurejo

21.50

0.00

203.70

0.00

0.00

2010

454.20

0.00

2,291.80

0.00

0.00

2009

454.20

0.00

2,291.80

0.00

0.00

2008

454.20

0.00

2,291.80

0.00

0.00

(1)

Saat ini pakan utama berupa HPT sapi diVpeternakan rakyat maupun usaha
peternakan besar (lebih dari 100 ekor) adalah rumput. Jenis rumput yang biasa
digunakan adalah rumput gajah (Pennisetum purerium). Selain rumput gajah, ada
juga rumput sejenis yang biasa dijadikan pakan sapi, seperti: Rumput Raja
(Pennisetum p u r p u p o i d e s ) , Rumput Benggala (Pa n i c u m maximum),
Rumput Setaria (Setaria sphacelata), Sorgum (Sorghum almum) dan lain-lain.
Pada umumnya, rumput gajah pakan sapi tersebut tumbuh secara alami di
tanah tegalan atau tanah kosong. Peningkatan jumlah populasi dan teknik budidaya
sapi dalam rangka swadaya dengaN sendirinya akan meningkatkan kebutuhan
HPT.Kebutuhan HPT, sampai saat ini belum direncanakan dengan baik oleh para
peternak. Pada umumnya, perusahaan peternak sapi memiliki lahan khusus yang
memadai untuk memenuhi kebutuhannya.

Saat ini para peternak tidak hanya

mengandalkan rumput yang tumbuh alami baik yang dikumpulkan oleh karyawan
peternakan atau membeli dari pemasok dengan jadwal yang tidak teratur. Sumber
HPT yang lain adalah sisasisa panen produk pertanian.
Profil rumput
Pola tanam rumput gajah yang biasa dilakukan peternak di lokasi pada tahun
pertama disamping ditanami bibit rumput gajah juga ditanami jagung, sebelum
rumput gajah tumbuh tinggi untuk 3 (tiga) bulan sudah bisa panen jagung kemudian
disusul pemotongan pertama rumput gajah. Selanjutnya pada tahun ke-2 dan ke-3
monokultur rumput gajah, tanaman rumput gajah diremajakan setelah umur 3 (tiga)
tahun, karena sifat batang yang sudah keras, pertumbuhan lambat karena kurang
respon terhadap pemupukan juga kandungan nutrisi
Panen pertama rumput gajah dilakukan pada umur 90 hari pasca-tanam. Panen
selanjutnya 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau.
Tinggi pemotongan dari permukaan tanah kira-kira 1015 cm. Produksi hijauan
rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar per hektar per tahun. Peremajaan
tanaman tua dilakukan setelah 4-6 tahun untuk diganti dengan tanaman yang baru.
Penanaman rumput gajah dapat dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman lain,
misalnya ketela pohon atau jagung. Tanaman ini berfungsi untuk mengurangi terpaan

hembusan angin yang merobohkan tanaman lain. Penanaman rumput gajah dapat
dilakukan di ladang, guludan, dan pematang sawah.Laju pertumbuhan tanaman
rumput gajah relatif cepat karena memiliki respons tinggi terhadap tanah yang subur.
Bila dirawat dengan baik dan dilakukan pemotongan secara berkala maka
pertumbuhannya cepat.
Penanaman Rumput Gajah sangat mudah, hanya dengan menanam batangnya dengan
sudut tanam 45 derajat dengan panjang tiga sampai lima ruas. Setiap ruas akan
muncul daun baru. Selain itu, tanaman ini juga cepat menyebar ke samping menjadi
rumpun.

BAB III
METODOLOGI

Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan untuk mencapai tujuan dan
menghasikan informasi ketersediaan pakan untuk ternak sapi perah di kecamatan
Pujon kabupaten Malang. Tahapan tersebut tersusun pada diagram alir di bawah ini :
DIAGRAM ALIR

ALAT DAN BAHAN


3.2. Alat
Adapun alat alat yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Alat tulis
Gps
Pc + software arcGis
Literatur
Kamera
peta

3.3. Bahan
Adapun bahan/ data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah:

Data dari kecamatan dalam angka kecamatan Pujon


Data jumlah sapi per kelompok ternak dari koprasi Susu di desa

Pandessari
Data luas lahan yang berpotensi untuk pakan ternak

BAB IV
HASIL
HASIL STUDY LAPANGAN
1. DATA SAPI DI KECAMATAN PUJON
A. DATA SAPI SETIAP POS
Induk

n
o

nama
Kelompok

po
s

jumla
h
pera
wat/o
rang

laktasi 1

bunti
ng

laktasi 2

tdk
btng

krg
kdn
g

bunt
ing

td
k
bt
ng

Dara

laktasi 3

krg
kdn
g

bun
ting

tdk
btn
g

laktasi 4

krg
kdn
g

bu
nti
ng

laktasi >4

tdk
btn
g

krg
kdn
g

bun
ting

tdk
btn
g

kr
g
kd
ng

Pede
t
Susu

Pedet

bun
ting

tid
ak
bun
tin
g

jan
ta
n

beti
na

janta
n

SUNARNO

100

10

27

14

49

15

21

41

10

13

40

11

27

17

58

40

19

SUTOMO

104

15

34

35

15

36

50

16

30

14

14

24

42

14

50

14

Djumain

II

157

26

44

14

26

38

19

34

58

16

34

45

26

23

20

11

30

47

13

60

20

ach. Latoif

II

58

18

15

27

13

13

12

18

18

31

10

32

Bambang . H
Nur
Muslimin
Eko
Yulianwan

III

33

15

30

12

21

III

111

22

53

10

18

10

15

46

48

31

56

31

51

14

IV

127

29

69

62
10
8

28

68

114

26

24

44

10

19

90

48

84

16

6
7

Al Wahid

IV

87

17

10

11

42

29

17

20

45

29

34

9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
2
9

Agus Susilo

101

15

11

41

17

43

13

34

14

12

58

28

13

Suwondo

55

10

10

11

15

28

16

Sutaman

48

10

32

Rohman
Sugebg
Hariono

VI

49

14

22

18

10

18

22

16

VI

62

22

31

29

16

22

21

Turrohmad

VII

101

13

16

21

20

17

16

13

22

29

22

36

12

Mahmudi
Isnadi
Ramdani

VIII

159

10

29

16

36

21

46

20

28

18

19

27

60

24

VIII

141

32

20

62

32

22

14

39

18

65

15

Zainuri

IX

136

18

26

33

38

10

28

32

31

47

38

57

13

Rupai

127

12

33

14

25

11

23

21

49

17

70

19

Dariadi

49

10

14

17

Suliaman

40

20

11

18

Abd. Fatah

184

21

52

15

35

M.Choir

98

22

13

Kasemad

184

39

Sutrisno

98

26

36

Mad Mukid

XI

60

Muadin

XI

100

Misdi

XII

Sujoko
Siyanto

16

17

12

22

16

14

17

13

30

13

11

18

23

26

11

28

24

54

26

50

11

16

18

32

11

17

11

10

16

10

14

11

15

17

10

67

23

25

16

10

XII

69

11

12

XIII

36

15

24

30

62

72

26

11

17

17

20

34

20

11

23

35

17

78

26

11

23

22

12

43

11

13

18

13

16

14

22

49

29

14

32

10

42

20

26

42

15

10

16

3
0
3
1
3
2
3
3
3
4
3
5
3
6
3
7
3
8
3
9
4
0
4
1
4
2
4
3
4
4
4
5
4
6
4
7
4
8
4
9
5
0

Nuriyanto

XIII

44

10

Lukito
Imam
Asnawi

XIII
XI
V
XI
V
XI
V

75

18

165

14

101

Mustaqim
Saikhu
Zaelan
Suyono
Iswanto
Bejo
Sarwono
Rojikin
Suroso
Rujianto
Supriyaji 1
Supriyaji 2
Pitono
suwaji
Suyitno
Rokhim. W
Mahmudi
Sujaman
Jumani
Janib

XV
XV
I
XV
I
XV
II
XV
III
XV
III
XI
X
XI
X
XX
XX
I
XX
I
XX
I
XX
II
XX
III
XX
IV
XX
V

16

30

19

20

135

14

71

12

125

11

19

13

11

18

43

19

42

17

22

16

31

11

13

35

17

24

24

12

37

16

20

16

11

17

48

10

31

80

13

29

70

12

192

27

28

44

29

46

250

37

11

57

25

17

122

13

20

18

27

10

125

17

27

10

31

95

12

22

32

103

25

10

43

185

17

42

25

112

27

26

19

27

24

22

15

15

20

36

71

16

10

42

42

10

15

17

39

10

35

21

13

13

55

12

28

10

13

22

12

24

30

33

15

38

14

17

10

26

30

17

62

58

25

12

52

7
13
1

111

33

24

27

12

14

32

61

52

14

14

31

29

63

15

11

18

24

26

16

13

22

13

16

13

30

37

13

74

12

15

59

13

29

11

33

31

84

14

83

32

18

39

13

23

44

10

13

26

25

17

75

27

12

39

19

12

23

10

26

47

88

10

14

11

16

11

16

10

12

31

16

71

11

11

14

16

16

12

16

23

18

14

15

20

39

12

30

17

139

53

108

26

44

15

19

26

25

28

38

25

91

12

24

21

13

20

11

14

18

45

39

10

95

12

21

14

12

15

15

27

63

15

5
1
5
2
5
3
5
4
5
5
5
6
5
7
5
8
5
9

Mahmudin
Suwarno
Nur Rohmad
Rokhim
Ach. Slamet
Abd. Rokhim
Sumakrim
Nuriono
Rusmadi

XX
VI
XX
VII
XX
VII
XV
III
XX
IX
XX
IX
XX
X
XX
XI
XX
XI

TOTAL

108

37

68

18

100

12

14

18

10

141

25

13

21

43

25

22

23

15

11

120

23

35

10

16

45

13

22

14

94

15

15

34

11

31

13

92

17

20

34

25

29

34

13

12

112

23

14

25

10

19

10

67

17

10

10

115

15

21

12

623

1393

262

884

452

866

31
158
4

6149

18
18
03

5
43
9

11
82
2

3
21
7

392

18

33

10

26

15

23

48

35

12

56

47

23

70

15

16

32

10

50

26

16

14

47

21

42

16

17

31

15

30

12

17

53

15

39

25

20

21

11
108
7

34
22
61

10
74
1

52
243
2

14

6
5
299

8
60
2

2
14
9

848

B. DATA SAPI PER DESA


JUMLAH SAPI

NO
1
2
3
4
5
6

NAMA
DESA
PANDESAR
I
PUJON LOR
NGROTO
PUJON
KIDUL
NGABAB
TAWANGS

SAPI INDUK
TDK
KERING
BUNTING
KANDANG

SAPI DARA
BUNTIN TDK
G
BUNTING

PEDET
BETIN JANTA
A
N

PEJANTA
N

JUMLAH /
EKOR

JUMLAH
PETERN
AK

BUNTIN
G

10833
370
161

1248
298
139

1595
344
139

81
28
12

214
69
40

600
181
136

674
207
125

300
94
51

210
33
58

4922
1254
700

506
1027
535

414
810
145

515
606
220

32
62
17

66
161
64

218
293
192

261
530
189

154
223
66

25
46
17

1685
2731
910

7
8
9
10

TOTAL

ARI
MADIRDO
SUKOMULY
O
BENDOSA
RI
WIYUREJO

524

307

424

23

95

153

297

163

58

1520

714

461

570

40

97

317

362

150

40

2037

552
491
15713

332
333
4487

509
418
5340

53
22
370

88
100
994

331
200
2621

318
231
3194

108
103
1412

43
49
579

1782
1456
18997

PETA PENGGUNAAN LAHAN

BAB V
PEMBAHASAN

Jumlah sapi di kecamatan Pujon Kabupaten Malang adalah 19567 ekor yang
tersebar di sepuluh desa. Pada tahun 2013. Pada tahun 2014, perhitungan terakhir
bulan oktober berdasarkan data koperasi sebesar 19097 ekor.

Luas lahan pakan

adalah 329203,85 ha pada lahan tidak mendapat perlakuan dan 268235,64 ha yang
merupakan lahan sengaja untuk ditanami rumput gajah. Luas tersebut merupakan
hasil dari perhitungan peta hasil deliniasi citra. Luas keseluruhan lahan rumput adalah
597439.49. Perhitungan Kebutuhan rumput gajah sebagai pakan sapia dalah sebagai
berikut :
Kebutuhan pakan sehari setiap satu sapi adalah 10% dari bobot sapi. Rata-rata
berat sapi adalah 400 kg sehingga kebutuhan pakan adalah 40 kg, sedangkan
kebutuhan pakan sapi keseluruhan desa di Kecamatan Pujon sebesar19097 ekor
adalah 763.880 kg atau 763,88 ton perhari. Untuk ketersediaan pakan setiap luas
lahan satu hektar menghasilkan 60.000 kg atau 60 ton. Luas lahan yang tersedia di
Kecamatan pujon adalah 597439,49 ha sehingga produksi rumput keseluruhan adalah
35846369400 kg atau 35.846.369,4 ton.
Umur rumput dari masa tanam sampai panen membutuhkan waktu 3 bulan
sehingga biasannya para petani melakukan system gilir pada tanam rumput. Dalam
masa tumbuh sampai panen rumput harus tersedia pakan hingga mencukupi. Perlu
dikalkulasi kebutuhan total pakan selama 30 hari untuk seluruh sapi di Kecamatan
Pujon.
Perhitungan kebutuhan pakan keseluruhan adalah seluruh kebutuhan total sapi per
hari dikali dengan masa tunggu tanam rumput. Maka perhitungan kebutuhan total
selama 3 bulan adalah 68749.2 ton. Sehingga ketersediaan pakan untuk sapi perah di
Kecamatan Pujon sangat baik. Yang perlu dipersiapkan sebelum memulai memelihara
ternak adalah ketersediaan rumput yang dapat memenuhi kebutuhan selama
dipelihara.Untuk mendukung ketersediaan pakan ternak sapi perah perlu dipersiapkan
lahan rumput sebagai sumber pakan. Jenis-jenis rumput yang dapat dibudidayakan
ada bermacam-macam. Saat ini yang paling banyak dipilih adalah jenis rumput gajah

(Pennisetum purpurium) dengan berbagai macam varietasnya. Rumput yang dipilih


tentu saja merupakan jenis rumput yang tinggi produksinya.
Rumput gajah mempunyai kelebihan antara lain produksi tinggi, dapat
mencapai 250 ton/ha/thn dengan kadar protein cukup tinggi, lebih tahan kering dan
disukai oleh ternak.Menurut hasil pengkajian, lahan rumput gajah seluas 1 (satu)
hektar mampu menampung sapi perah sebanyak 20 ekor selama setahun (Budiman
dan Sjamsimar, 1994) Rumput gajah mempunyai banyak varietas antara lain varietas
Afrika, Hawai, Capricorn, Raja/King Grass, Lampung, Taiwan, dan lain sebagainya.
Dan untuk mengatasinya perlu di adakan penanaman rumput gajah dengan
memperhatikan berikut:
Dalam budidaya rumput gajah ini, yang perlu dipersiapkan tahapan-tahapannya
adalah sebagai berikut :
1. Persiapan Lahan
Tanaman pakan ternak menghendaki tanah yang gembur dan subur. Tanah yang
miskin hara sebaiknya dipupuk terlebih dahulu dengan pupuk kandang. Waktu
pengolahan/persiapan lahan sebaiknya pada akhir musim kemarau menjelang musim
penghujan.
2. Pengolahan Tanah
Pada tahapan ini yang dilakukan adalah melakukan pembersihan, pembajakan dan
penggaruan untuk menggemburkan tanah. Pembersihan dilakukan terhadap pohonpohonan semak belukar dan alang- alang. Untuk pohon dapat disisakan pada lajur
tertentu sebagai peneduh dan penahan kelembaban.
3. Penanaman
Penanaman bibit rumput gajah dapat melalui biji, sobekan rumpun (pols) batang atau
stek. Penanaman yang lebih mudah melalui sobekan rumpun dan stek. Pada
penggunaan sobekan rumpun dapat diambil 3 4 akar rumpun yang ukurannya tidak
terlalu kecil. Jarak tanam yang ideal adalah 30 X 50 cm. Apabila batang/stek yang
digunakan maka harus dipilih umur batang yang cukup tua (sekitar 2 bulan) dengan
jumlah mata ruas 2- 3 buah. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30 x 30 cm dengan
posisi batang ditancapkan miring 30 untuk mempermudah pertumbuhan akar.

Pemupukan dapat dilakukan pada saat umur rumput 2 3 minggu menggunakan


pupuk Urea dan KCl. Pemupukan berikutnya terus diulang pada umur yang sama
setiap kali selesai panen. Dosis pupuk urea yang disarankan adalah 500 kg/ha.
4. Pemeliharaan
Pemeliharaan berkala dapat dilakukan dengan penyulaman dan penyiangan atau
merapikan rumpun yang tumbuh subur di luar jalur tanam. Pengairan dapat dilakukan
sebelum pemupukan pada saat kondisi lahan terlalu kering.
5. Pemanenan/pemotongan
Rumput gajah dapat dipanen pada umur 40 hari atau sebelum rumput berbunga.
Umumnya pada umur lebih dari 50 hari, rumput akan mulai berbunga dan mengeras
batangnya, hal ini harus dihindari karena dapat menurunkan nilai gizi dari rumput
yang aan dikonsumsi ternak. Pemotongan dilakukan pada ruas batang terbawah
dengan menyisakan batang sepanjang 5-10 cm.
Berikut data jumlah sapi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

BAB VI
PENUTUP
6.1 SIMPULAN
Jumlah sapi di kecamatan Pujon Kabupaten Malang adalah 19567 ekor yang
tersebar di sepuluh desa. Pada tahun 2013. Pada tahun 2014, perhitungan terakhir
bulan oktober berdasarkan data koperasi sebesar 19097 ekor.

Luas lahan pakan

adalah 329203,85 ha pada lahan tidak mendapat perlakuan dan 268235,64 ha yang
merupakan lahan sengaja untuk ditanami rumput gajah. Luas tersebut merupakan
hasil dari perhitungan peta hasil deliniasi citra. Luas keseluruhan lahan rumput adalah
597439.49. Kebutuhan pakan sehari setiap satu sapi adalah 10% dari bobot sapi. Ratarata berat sapi adalah 400 kg sehingga kebutuhan pakan adalah 40 kg, sedangkan
kebutuhan pakan sapi keseluruhan desa di Kecamatan Pujon sebesar19097 ekor
adalah 763.880 kg atau 763,88 ton perhari. Untuk ketersediaan pakan setiap luas
lahan satu hektar menghasilkan 60.000 kg atau 60 ton. Luas lahan yang tersedia di
Kecamatan pujon adalah 597439,49 ha sehingga produksi rumput keseluruhan adalah
35846369400 kg atau 35.846.369,4 ton.
Dengan menanami lahan yang dimiliki dengan

rumput

gajah

maka

ketersediaan rumput untuk pakan sapi perah sepanjang tahun tercukupi, bahkan
apabila lahan rumput gajah yang dimiliki luas disamping kebutuhan untuk ternaknya
tercukupi juga bisa menjual rumput gajah kepada peternak yang tidak mempunyai
lahan rumput di lokasi terdekat maupun

lokasi

lain,

hal

ini

merupakan

tambahan pendapatan bagi peternak pengelola lahan rumput. Pola pengembangan


hijauan pakan ternak di daerah-daerah berpenduduk padat adalah intensifikasi
komersial,

artinya bahwa

setiap

luasan

lahan

yang

digunakan dapat

dipertanggung jawabkan secara komersial.


Usaha tanam rumput gajah di Kecamatan Pujon kabupaten Malang sebagai
sentra ternak sapi perah lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha tanaman
pangan dan hortikultura apabila sistem usahatani ditangani dengan baik. Rumput
gajah juga disamping sebagai tanaman pakan ternak juga sebagai tanaman konservasi
lahan, terutama di daerah bertopografi pegunungan dan berlereng

DAFTAR PUSATAKA
Kantor Kecamatan Pujon. 2011. Kecamatan dalam Angka. Kecamatan Pujon: BPS
Kab. Malang
Marvin J. Schuttloffel., Teaching A Man to Fish by Raising Chickens and cow,
Universe Books, 2011, Hal 62
Atmadilaga, D. 1974. Prospek perkembangan peternakan di Nusa Tenggara Timur.
Bahan Seminar Pengembangan Peternakan di Nusa Tenggara Timur, Kupang
16-18 mei 1974. Biro Penelitian dan Alifasi, Fakultas Peternakan, Universitas
Padjadjaran,
Bandung. Bamualim, A. 2003. Potensi pengembangan peternakan di Sumatera
Selatan.

Disampaikan dalam Acara Pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana

Peternakan Cabang Sumatera Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian


(BPTP) Sumatera Selatan.
Siregar, T. 1981. Budidaya ternak dalam usaha tani terpadu di daerah transmigrasi.
Proceeding Seminar Penelitian Peternakan, Puslitbangnak. Badan Litbang
Pertanian, Deptan, Bogor