Anda di halaman 1dari 3

Kewajiban Puasa di Bulan Ramadhan

Selasa, 16 Juli 2013 01:29

Oleh Kjn Ust H Tubagus Syahal Al-Aliyuddin. MAg.

Puasa Ramadhan Dalam Alqur'an,- Uraian Al-Quran tentang puasa Ramadhan, ditemukan
dalam surat Al-Baqarah (2): 183, 184, 185, dan 187. Ini berarti bahwa puasa Ramadhan
baru diwajibkan setelah Nabi Saw. tiba di Madinah, karena ulama Al-Quran sepakat bahwa
surat A1-Baqarah turun di Madinah. Para sejarawan menyatakan bahwa kewajiban
melaksanakan puasa Ramadhan ditetapkan Allah pada 10 Sya'ban tahun kedua Hijrah.

Apakah kewajiban itu langsung ditetapkan oleh Al-Quran selama sebutan penuh, ataukah
bertahap? Kalau melihat sikap Al-Quran yang seringkali melakukan penahapan dalam
perintah-perintahnya, maka agaknya kewajiban berpuasa pun dapat dikatakan demikian.
Ayat 184 yang menyatakan ayyaman ma'dudat (beberapa hari tertentu) dipahami oleh
sementara ulama sebagai tiga hari dalam sebutan yang merupakan tahap awal dari
kewajiban berpuasa. Hari-hari tersebut kemudian diperpanjang dengan turunnya ayat 185:

Barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) pada bulan itu
(Ramadhan), maka hendaklah ia berpuasa (selama bulan itu), dan siapa yang sakit atau dalam
perjalanan, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya.

1/3

Kewajiban Puasa di Bulan Ramadhan


Selasa, 16 Juli 2013 01:29

Pemahaman semacam ini menjadikan ayat-ayat puasa Ramadhan terputus-putus tidak


menjadi satu kesatuan. Merujuk kepada ketiga ayat puasa Ramadhan sebagai satu
kesatuan, penulis lebih cenderung mendukung pendapat ulama yang menyatakan bahwa
Al-Quran mewajibkannya tanpa penahapan. Memang, tidak mustahil bahwa Nabi dan
sahabatnya telah melakukan puasa sunnah sebelumnya. Namun itu bukan kewajiban dari
Al-Quran, apalagi tidak ditemukan satu ayat pun yang berbicara tentang puasa sunnah
tertentu.

Uraian Al-Quran tentang kewajiban puasa di bulan Ramadhan, dimulai dengan satu
pendahuluan yang mendorong umat islam untuk melaksanakannya dengan baik, tanpa
sedikit kekesalan pun.

Perhatikan surat Al-Baqarah (2): 185. ia dimulai dengan panggilan mesra, "Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa." Di sini tidak dijelaskan
siapa yang mewajibkan, belum juga dijelaskan berapa kewajiban puasa itu, tetapi terlebih
dahulu dikemukakan bahwa, "sebagaimana diwajibkan terhadap umat-umat sebelum kamu."
Jika demikian, maka wajar pula jika umat Islam melaksanakannya, apalagi tujuan puasa
tersebut adalah untuk kepentingan yang berpuasa sendiri yakni "agar kamu bertakwa
(terhindar dari siksa)."

Kemudian Al-Quran dalam surat A1-Baqarah (2): 186 menjelaskan bahwa kewajiban itu
bukannya sepanjang tahun, tetapi hanya "beberapa hari tertentu," itu pun hanya diwajibkan
bagi yang berada di kampung halaman tempat tinggalnya, dan dalam keadaan sehat,
sehingga "barangsiapa sakit atau dalam perjalanan," maka dia (boleh) tidak berpuasa dan
menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk digantikannya pada hari-hari yang lain.
"Sedang yang merasa sangat berat berpuasa, maka (sebagai gantinya) dia harus
membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." Penjelasan di atas ditutup dengan
pernyataan bahwa "berpuasa adalah baik."

Setelah itu disusul dengan penjelasan tentang keistimewaan bulan Ramadhan, dan dari
sini datang perintah-Nya untuk berpuasa pada bulan tersebut, tetapi kembali diingatkan
bahwa orang yang sakit dan dalam perjalanan (boleh) tidak berpuasa dengan memberikan
penegasan mengenai peraturan berpuasa sebagaimana disebut sebelumnya. Ayat tentang
kewajiban puasa Ramadhan ditutup dengan "Allah menghendaki kemudahdn untuk kamu
bukan kesulitan," lalu diakhiri dengan perintah bertakbir dan bersyukur. Ayat 186 tidak
berbicara tentang puasa, tetapi tentang doa. Penempatan uraian tentang doa atau
penyisipannya dalam uraian Al-Quran tentang puasa tentu mempunyai rahasia tersendiri.
Agaknya ia mengisyaratkan bahwa berdoa di bu1an Ramadhan merupakan ibadah yang

2/3

Kewajiban Puasa di Bulan Ramadhan


Selasa, 16 Juli 2013 01:29

sangat dianjurkan, dan karena itu ayat tersebut menegaskan bahwa "Allah dekat kepada
hamba-hamba-Nya dan menerima doa siapa yang berdoa."

Selanjutnya ayat 187 antara lain menyangkut izin melakukan hubungan seks di malam
Ramadhan, di samping penjelasan tentang lamanya puasa yang harus dikerjakan, yakni dari
terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Banyak informasi dan tuntunan yang dapat ditarik dari ayat-ayat di atas berkaitan dengan
hukum maupun tujuan puasa. Berikut akan dikemukan sekelumit baik yang berkaitan dengan
hukum maupun hikmahnya, dengan menggarisbawahi kata atau kalimat dari ayat-ayat
puasa di atas.

demikianlah uraian dari Puasa Ramadhan Dalam Alqur'an, mudahan bisa menjadi wawasan
bagi pembaca dan tentunya dapat di amalkan dikemudian hari..

3/3