Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN TUGAS BESAR

MATA KULIAH MODEL DAN KOMPUTASI PROSES

Perancangan dan Simulasi Reaktor CSTR Non Adiabatis Untuk


Reaksi Dehidrogenasi Isopropanol Menjadi Aseton Menggunakan
Program Scilab 5.1.1.

Disusun oleh :
1. Annizah Rahmatya Gerhana NIM 2103013120076
2. Bastian Widodo

NIM 2103013120083

JURUSAN TEKNIK KIMIAFAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

Reaktor CSTR

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORANTUGAS BESAR MATA KULIAH MODEL DAN
KOMPUTASI PROSES
Judul

:Perancangan dan Simulasi Reaktor CSTR Non Adiabatis Untuk Reaksi


Dehidrogenasi Isopropanol Menjadi Aseton Menggunakan Program Scilab
5.1.1.

Nama/NIM

: Annizah Rahmatya Gerhana /21030113120076

Nama/NIM

: Bastian Widodo

/21030113120083

Semarang, 18 Desember 2015


Telah Menyetujui
Asisten Pengampu

Cynthia Santoso
NIM. 21030112130134

Model dan Komputasi Proses

ii

Reaktor CSTR

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Tugas Besar Mata Kuliah Model
dan Komputasi Proses dengan judul Perancangan Dan Simulasi Reaktor CSTR Non
Adiabatis Untuk Reaksi Dehidrogenasi Isopropanol Menjadi Aseton Menggunakan Program
Scilab 5.1.1..
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, maka
laporan ini tidak akanterselesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada :
1. BapakDr. Ir. Setia Budi Sasongko dan Luqman Buchori, S.T., M.T. selaku dosen
mata kuliah Model dan Komputasi Proses.
2. M. Barin Elyasa selaku koordinator asisten Laboratorium Komputasi Proses.
3. Cynthia Santoso selaku asisten pembimbing.
4. Segenap teman-teman yang telah memberikan dukungan baik materil maupun
spiritual.
Penulis berharap laporanini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi segenap
pembaca umumnya.Penulis menyadari bahwa laporanini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat

diharapkan untuk menuju

kesempurnaan laporanini.

Semarang, November 2015

Penulis

Model dan Komputasi Proses

iii

Reaktor CSTR

DAFTAR ISI
HALAMANJUDUL ....i
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR .............................................................................................................iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ iv
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................... vi
INTISARI ................................................................................................................................ vii
BAB IPENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................. 2
1.3 Tujuan ............................................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ............................................................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................. 3
2.1 Dasar Teori........................................................................................................................ 3
2.2. Studi Kasus Pembuatan Aseton dari Dehidrogenasi Isopropanol.................................... 6
BAB III METODE PENYELESAIAN ................................................................................. 11
3.1 Permodelan ..................................................................................................................... 11
3.2 Algoritma Penyelesaian .................................................................................................. 12
3.3 Logika Pemrograman ...................................................................................................... 16
3.4 Bahasa Pemrograman...................................................................................................... 17
BAB IV HASIL SIMULASI DAN ANALISA ...................................................................... 19
4.1Hasil Simulasi .................................................................................................................. 19
4.2Analisa Hasil .................................................................................................................... 21
BAB V PENUTUP .................................................................................................................. 24
5.1Kesimpulan ...................................................................................................................... 24
5.2Saran ................................................................................................................................ 24
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 25

Model dan Komputasi Proses

iv

Reaktor CSTR

DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Persamaan stoikiometri ........................................................................................... 13

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Tiga jenis reaktor ideal: (a) reaktor BR, (b) reaktor PFR, (c) reaktor CSTR
Gambar 3. 1 Pemodelan reactor CSTR dengan jaket pendingin

6
11

Gambar 3. 2 Logika pemograman..........................................................................................16


Gambar 4. 1 Deklarasi console scilab 5.1.1 hubungan konversi dengan volume

19

Gambar 4. 2 Deklarasi console Scilab 5.1.1 grafik hubungan konversi dengan volume.......19
Gambar 4. 3 Deklarasi console Scilab 5.1.1 hubungan konversi dengan suhu......................20
Gambar 4. 4 Deklarasi Console Scilab Grafik Hubungan Konversi dengan Suhu................20

Model dan Komputasi Proses

vi

Reaktor CSTR

INTISARI
Dalam teknik kimia, reaktor kimia adalah suatu bejana tempat berlangsungnya reaksi
kimia. Rancangan dari reaktor ini tergantung dari banyak variabel yang dapat dipelajari di
teknik kimia. Sarjana teknik kimia diharapkan memiliki kualitas dalam konsepsi dan
perancangan proses kimia untuk tujuan produksi, transformasi dan penanganan material,
memiliki wawasan ilmu yang luas sehingga mampu mengembangkan sumberdaya alam baik
fosil (minyak bumi, gas bumi, batubara) maupun non-fosil, menjadi komoditi yang bernilai
tambah tinggi.
Dalam perancangan reaktor harus menentukan ukuran reaktor, tipe reaktor dan
metode operasi paling tepat untuk menghasilkan kinerja reaktor terbaik.Selain itu juga
dibutuhkan bentuk matematis yang dapat mendiskripsikan reaksi yang terjadi didalam
reaktor.Salah satunya adalah persamaan laju reaksi, dari integral persamaan tersebut
dapat diketahui waktu tinggal didalam reaktor. Berdasarkan uraian diatas, akan dilakukan
perancangan dan simulasi reaktor tangki alir berpengaduk atau juga sering disebut CSTR
pada kondisi non adiabatis untuk reaksi dehidrogenasi isopropanol menjadi aseton yang
reaksinya bersifat endotermis dan irreversible. Perancangan dan simulasi disebut dilakukan
menggunakan program Scilab 5.1.1.
Jenis reactor ideal ada tiga diantaranya Batch Reactor, Plug Flow Reaktor dan
Continous Stirred Reactor. Klasifikasi jenis reaksi dibagi menjadi reaksi irreversible dan
reversible, reaksi endothermis dan eksothermis, reaksi monomolekuler dan bimolekuler,
reaksi adiabatic dan non adiabatic. Berdasar reaksi sampingnya dibagi menjadi reaksi seri
dan reaksi parallel. Reaksi yang digunakan adalah reaksi dehidrogenasi isopropanol menjadi
acetone. Diperoleh H = +54.89 kJ/mol sehingga reaksi merupakan reaksi endotermis. Nilai
K atau konversi keseimbangan lebih dari 1 maka reaksi irreversible.
Simulasi dilakukan dengan memperhitungkan neraca massa dari reactor CSTR,
stoikiometri, dan neraca energy CSTR. Algoritma yang telah diperoleh dikonversi menjadi
bahasa pemograman di Scilab 5.1.1 dengan menambah variable yang diinginkan adalah
konversi dengan range 0.5-0.95. Variabel yang dicari adalah hubungan konversi terhadap
volume reactor CSTR dan suhu dari reactor tersebut.
Hasil simulasi menunjukan bahwa untuk konversi yang lebih tinggi maka diperlukan
volume dan suhu yang lebih besar pada kondisi operasi dari reactor tersebut.
Sebagai saran, diperlukan simulasi dengan reactor jenis yang lain sehingga dapat
diperoleh hasil jenis reactor yang efisien dan optimal untuk digunakan dalam produksi
acetone dari isopropanol dengan proses dehidrogenasi.

Model dan Komputasi Proses

vii

Reaktor CSTR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam teknik kimia, reaktor kimia adalah suatu bejana tempat
berlangsungnya reaksi kimia. Rancangan dari reaktor ini tergantung dari banyak
variabel yang dapat dipelajari di teknik kimia. Perancangan suatu reaktor kimia
harus mengutamakan efisiensi kinerja reaktor, sehingga didapatkan hasil produk
dibandingkan masukan (input) yang besar dengan biaya yang minimum, baik
itu biaya modal maupun operasi (Anggieta, 2014).. Perubahan energi dalam suatu
reaktor kimia bisa karena adanya suatu pemanasan atau pendinginan, penambahan
atau pengurangan tekanan dan gaya gesekan.
Teknik Kimia adalah suatu cabang ilmu teknik/rekayasa yang mempelajari
pemrosesan barang mentah menjadi barang yang berguna secara ekonomis, dengan
langkah-langkah yang melibatkan peristiwa kimia, biologis dan /atau fisis
sehingga mengalami perubahan tingkat wujud, kandungan energi, atau komposisi
(HMTK AKPRIND, 2015). Sarjana teknik kimia diharapkan memiliki kualitas
dalam konsepsi dan perancangan proses kimia untuk tujuan produksi, transformasi
dan penanganan material, memiliki wawasan ilmu yang luas sehingga mampu
mengembangkan sumberdaya alam baik fosil (minyak bumi, gas bumi, batubara)
maupun non-fosil, menjadi komoditi yang bernilai tambah tinggi (Teknik Kimia
UI, 2011). Saat ini kebutuhan dunia akan Industri terus meningkat sehingga peran
sarjana Teknik Kimia dalam perancangan pabrik sangat dibutuhkan untuk
pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pabrik yang dirancang
dapat berupa pabrik kimia, bioproses, makanan, dan masih banyak lainnya namun
lebih fokus ke arah proses, baik meningkatkan kapasitas produksi maupun
memperbaiki proses yang ada (FTI ITB, 2015). Salah satu perancangan yang
dilakukan ialah perancangan reaktor.
Dalam perancangan reaktor harus menentukan ukuran reaktor, tipe
reaktor dan metode operasi paling tepat untuk menghasilkan kinerja reaktor
terbaik.Selain

itu

juga

dibutuhkan

bentuk

matematis

yang

dapat

mendiskripsikan reaksi yang terjadi didalam reaktor.Salah satunya adalah


persamaan laju reaksi, dari integral persamaan tersebut dapat diketahui
Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

waktutinggal didalam reaktor.Namun, hal ini tidak dapat memprediksi secara


keseluruhan kinerja reaktor.Temperatur dan komposisi fluida yang bereaksi
perubahannya sangat bervariasi dari titik ke titik dalam reaktor, tergantung
pada sifat reaksi yaitu endotermis atau eksotermis, ada tidaknya penambahan
atau penghilangan panas pada sistem, dan pola aliran fluida dalam
bejana.Beberapa uraian diatas, menunjukan bahwa banyak faktor yang
mempengaruhi kinerja reaktor.Perlakuan paling tepat pada faktor-faktor
tersebut merupakan masalah utama dalam perancangan reaktor (Levenspiel,
1999). Pada beberapa perancangan reaktor yang telah ada, perhitungan
berbagai macam data dilakukan dengan metode numerik secara manual.
Perhitungan tersebut merupakan masalah numerik yang kompleks. Sebagai
perbaikan metode yang telah ada, akan dilakukan perancangan dan simulasi
reaktor secara numerik menggunakan perangkat lunak yang disebut Scilab.
Perangkat lunak ini hampir menyerupai Matlab, sebagai sebuah program
interaktif untuk komputasi numerik dan visualisasi data (Sasongko, 2010).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, akan dilakukan perancangan dan simulasi reaktor
tangki alir berpengaduk atau juga sering disebut CSTR pada kondisi non adiabatis
untuk reaksi dehidrogenasi isopropanol menjadi aseton yang reaksinya bersifat
endotermis dan irreversible. Perancangan dan simulasi disebut dilakukan
menggunakan program Scilab 5.1.1.
1.3 Tujuan
1. Dapat mengoperasikan software Scilab 5.1.1 dengan benar
2. Dapat mensimulasikan dan menentukan profil hubungan konversi terhadap
volume
3. Dapat mensimulasikan dan menentukan profil hubungan suhu terhadap
konversi
1.4 Manfaat
1. Mampu mengoperasikan software Scilab 5.1.1 dengan benar
2. Mampu mensimulasikan dan menentukan profil hubungan konversi terhadap
volume
3. Mampu mensimulasikan dan menentukan profil hubungan suhu terhadap
konversi.
Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Jenis Reaktor
Ada berbagai jenis reaktor, hal yang paling mendasar dalam penggolongan
reactor adalah kondisi operasi dari reaksi yang diinginkan untuk dioperasikan.
Reaktor yang sering digunakan bias dibag imenjadi 3 jenis reactor utama
diantaranya Batch Reaktor (BR), Plug Flow Reaktor (PFR), dan Continuous Stirred
Tank Reaktor (CSTR).

Batch Reactor (BR)


Dalam BR, bahan baku atau reaktan dimasukkan semua pada awal
proses dalam container, kemudian dicampur dengan merata, dan dibiarkan
bereaksi pada jangka waktu tertentu. Setelah reaksi selesai, produk
dikeluarkan. Proses yang terjadi merupakan proses unsteady state atau tidak
tetap dimana komposisi berubah bergantung waktu, akan tetapi komposisi
saat berada dalam reactor tetap konstan(Levensiel, 1999).

Plug Flow Reactor (PFR)


Salah satu contoh jenis reactor alir steady ideal biasanya sering disebut
plug flow, slug flow, piston flow, ideal tubular, dan unmixed flow reaktor.
Secara umum, jenis reactor inidisebut PFR. Reaktor jenis ini ditandai dengan
adanya aliran fluida di dalam reactor tanpa adanya pencampuran dengan
pengadukan atau difusi dari satu senyawa dengan senyawa lain. Kondisi
yang perlu diperhatikan dalam PFR adalah waktu tinggal senyawa
didalamnya (Levensiel, 1999).

Continous Stirred Tank Reactor (CSTR)


Mixed reaktor, backmixed reactor atau CSTR sesuai dengannamanya,
dalam reactor ini terdapat pengadukan yang mencampur dan membuat
campurannya homogen. Oleh karena itu produk yang keluar dari reactor ini
memiliki komposisi yang sama dengan fluida yang berada dalam reaktor.

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

Gambar 2.1 Tiga jenis reaktor ideal: (a) reaktor BR, (b) reaktor PFR, (c) reaktor CSTR

2.1.2 Reversibel - Irreversibel


Konstanta keseimbangan merupakan indicator dari arah suatu reaksi.Ada 2
jenis arah reaksi yaitu irreversible dan reversible. Reaksi irreversible adalah reaksi 1
arah dimana reaksi bergerak dari reaktan kearah produk sedangkan reaksi reversible
adalah reaksi 2 arah dimana reaksi dapat bergerak dari reaktan kearah produk.
Dalam reaksi reversible biasanya dipengaruhi oleh suhu, tekanan, dan komposisi
dari senyawa yang terlibat dalam reaksi (Smith, et al., 2001).
Dalam simulasi ini digunakan reaksi irreversible yaitu
(CH3)2CHOH (CH3)2CO + H2
Reaksi tersebut dikatakan irreversible karena memiliki harga konstanta
keseimbangan yang sangat besaryaitu 3.1x1023.

2.1.3 Eksotermis - Endotermis


Dalam sebuah reaksi ada yang disebut dengan reaksi endotermis atau reaksi
eksotermis. Hal tersebut ditinjau dari entalpi atau panas yang dihasilkan atau diserap
dalam sebuah reaksi. Reaksi endotermis adalah reaksi yang menyerap panas dari
lingkungan ke dalam reaksi, sedangkan reaksi eksotermis adalah reaksi yang
melepas panas dari reaksi ke lingkungan. Reaksi endotermis dan eksotermis dapat
dilihat darinilai H-nya atau entalpinya. Jika positif maka reaksi endotermis, jika
negative maka reaksi eksotermis. Dalam reaksi yang disimulasikan merupakan
reaksi endotermis dimana proses reaksi membutuhkan panas atau dapat menyerap
panas dari lingkungan dengan nilai H =+66.6 KJ/mol

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

2.1.4 Adiabatis Non Adiabatis


Panas dapat dihasilkan atau diserap ke dalam sebuah reaksi. Panas tersebut
dilihat dari Q atau kalor yang berpindah dalam sebuah reaksi. Dalam perancangan
reactor ada reaksi yang adiabatic dan non adiabatic. Adiabatic adalah reaksi dimana
terdapat perpindahan panas dari reaksi kelingkungan sekitar, sedangkan non
adiabatic adalah reaksi dimana tidak ada perpindahan panas dari reaksi ke
lingkungan (Smith, et al., 2001). Dalam simulasi kali ini dimaksudkan untuk
merancang reaktor yang non adiabatic.
2.1.5 Monomolekuler Bimolekuler
Berdasarkan jumlah reaktannya, reaksi dibagi menjadi 2 yaitu reaksi
monomolekuler dan reaksi bimolekuler. Reaksi monomolekuler adalah reaksi dengan
1 jenis reaktan saja sedangkan reaksi bimolekuler adalah reaksi dengan jumlah jenis
reaktan 2 sesuai dengan namanya. Dalam simulasi kali ini digunakan reaksi
monomolecular yaitu isopropanol (CH3)2CHOH).
2.1.6 Seri Parallel
Dalam sebuah reaksi hampir tidak mungkin ditemukan bahwa reaksi akan
bergerak kearah 1 produk saja namun akan terdapat reaksi samping atau produk
samping dari sebuah reaksi. Produk samping yang terbentuk dapat terjadi melalui
reaksi parallel atau reaksi seri. Reaksi parallel adalah reaksi dimana reaktan akan
bergerak ke 2 arah reaksi yang berbeda seperti
AB
AC
Reaksi seri adalah reaksi dimana produk yang dihasilkan akan mengalami
reaksi lebih lanjut dan berubah menjadi produk lain (Fogler, 2004). Reaksi seri
digambarkan sebagai berikut
ABC
Dalam simulasi kali ini digunakan jenis reaksi parallel dimana reaktan
isopropanol bergerak kedua reaksi yang berbeda.

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

2.2. Studi Kasus Pembuatan Aseton dari Dehidrogenasi Isopropanol


2.2.1.

Reaksi

Pembuatan

Aseton

(CH3COCH3)

dengan

Isopropil

Alkohol

((CH3)2COCH3).
Reaksi monomolekuler merupakan reaksi berlangsung dengan molekul
reaktan yang sama. Sebagai contoh adalah reaksi polimerisasi kondensasi,
dekomposisi, dan dehidrogenasi (cracking).
Reaksi paralel merupakan reaksi dimana suatu reaktan akan menghasilkan
produk yang berbeda, sehingga ada selektivitas reaktan untuk menghasilkan
produk yang satu terhadap yang lain.
Salah satu pembuatan aseton adalah dengan reaksi dehidrogenasi isopropyl
alkohol :
(CH3)2CHOH(g)CH3COCH3(g)+ H2(g)
Reaksi dekomposisi ini juga menimbulkan reaksi samping sebagai berikut:
(CH3)2CHOH(g)CH3CH=CH2(g) + H2O(g)
(Yuliani, 2014)
2.2.2. Tinjauan Termodinamika
Tinjauan secara termodinamika ditujukan untuk mengetahui sifat reaksi
(endotermis/eksotermis) dan arah reaksi (reversible / irreversible).
Reaksi utama: (CH3)2CHOH(g)CH3COCH3(g)+ H2(g)
H reaksi

= H produk- H reaktan
= (Hof298CH3COCH3(g) (Hof298(CH3)2CHOH(g))
=( -217.71+272.6) kJ/mol
= 54,89 kJ/mol

Dengan demikian reaksi yang berlangsung adalah reaksi endotermis yang


menghasilkan panas.
Reaksi Samping : CH3)2CHOH(g)CH3CH=CH2(g) + H2O(g)
Hf (CH3)2CHOH(g) = -272.6 kJ/mol
HfH2O(g)

= -241,8 kJ/mol

HfC3H6 (g)

= 19.71 kJ/mol

Hf

=Hf H2 + Hf CH3COCH3- Hf (CH3)2CHOH


= (-241.8+19.71+272.6) kJ/mole
= 50,51 kJ/mol

Model dan Komputasi Proses

= G produk - G reaktan
6

Reaktor CSTR

= -153,15 + 173,5
= 20,35 kJ/mol
o

= -RT ln K

ln K

= -G / RT

= -20,35 kJ/kmol / (8,314 kJ/kmol K x 298 K)


-3

= -8,21 x 10 = 0,00821
K

= 0,991 reversible

Karena harga kosntanta kesetimbangan lebih besar dari 1, maka reaksi


berlangsung secara searah (irreversible).
Data Termodinamika lainnya adalah :
-Panas Spesifik :

= 140,67

= 798,144

= 28,83

= 64,78

= 33,52

-Perhitungan nilai Cp &


= 298
1 = 54.890 J/mol
2 = 50.490 J/mol
1 = +

1 = 798,144 + 28,83 140,67 = 686,304

2 = +

2 = 64,78 + 33,52 140,67 = 42,37

= 1 + 2

= 686,304 42,37 = 643,934

=1

= 2

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

=1

= 2 140,67 = 281,34

= 0 ()

2.2.3. Tinjauan Kinetika


Tinjauan secara kinetika dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh
perubahan suhu terhadap kecepatan reaksi. Secara kinetika, reaksi pembentukan
asam asetat merupakan reaksi orde dua dengan persamaan kecepatan reaksi
sebagai berikut :
Reaksi utama:

(CH3)2CHOH(g)CH3COCH3(g)+ H2(g)

Reaksi samping

(CH3)2CHOH(g)CH3CH=CH2(g) + H2O(g)

Laju reaksi:

-rA = k1.CA+ k2.CA

dimana :
CA = konsentrasi etilen
k1 = konstanta kecepatan reaksi utama
k2 = konstanta kecepatan reaksi samping
Menurut persamaan Arhenius :
k = A e-E/RT
Dalam hubungan ini :
k

= konstanta kecepatan reaksi

= factor frekuensi tumbukan

E/R

= faktor energy aktivasi/tetapan gas ideal

= temperature mutlak
Dari persamaan Arhenius, diketahui bahwa dengan bertambahnya suhu

reaksi maka akan memperbesar harga konstanta kecepata reaksi (k), yang berarti
mempercepat kecepatan reaksinya.

2.2.3. Kondisi Operasi


Reaksi pembentukan aseton dengan proses degidrogenasi senyawa isopropanol
dengan kondisi operasi:

Suhu operasi: 350oC atau 623 K (Yuliani, 2014).

Reaksinya monomolekuler, parallel, bersifat endotermis dan irreversible.

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

Reaktor beroperasi dengan kondisi nonadiabatis dan isotermal (adanya


perpindahan kalor).

Dengan adanya kondisi operasi ini maka didapatkan:


Nilai konstanta kecepatan reaksi utama berdasarkan refferensi irda (2015)
dengan kondisi Isotermal:
3
3

1 = 5,85

1 = 3,51 105

dimana : k

= konstanta kecepatan reaksi

Nilai konstanta kecepatan reaksi samping berdasarkan refferensi Yaws (1999)


dengan kondisi Isotermal :

2 = 0,25

2 = 929,36

dimana : k

2.2.4

= konstanta kecepatan reaksi

Perhitungan parameter yang dibutuhkan


Dalam perhitungan variabel volume serta suhu reaktor CSTR,
dibutuhkan beberapa parameter yang digunakan untuk menghitung variabel
yang telah ditentukan. Antara lain :
= 5 /
= 1
= 5 1 0,95 = 0,25
0 = 15 /
= 8,314

=1
= 110

J
()
m2 s K

= 1,5
=

4
= 2,67 1
1,5

Model dan Komputasi Proses

Reaktor CSTR

J
J
=
0,2937
m3 s K
lt s K

5
=
=
= 0,33

15

= 293,7

Model dan Komputasi Proses

10

Reaktor CSTR

BAB III
METODE PENYELESAIAN
3.1 Permodelan
Simulasi dan perancangan reaktor yang akan dibuat adalah CSTR (Continuous Stirred
Tank Reactor), non-adiabatis dari reaksi yang bersifat irreversible, endotermis,
monomolecular dan reaksi paralel. Suhu reaktor dijaga dengan cara menambahkan
pemanas.

FAO

Ta1

T
X

Ta2
Gambar 3. 1 Pemodelan reactor CSTR dengan jaket
pemanas

Reaksi1:
k1

(CH3)2CHOH(g)CH3COCH3(g)+ H2(g)
A B+ C
Reaksi2:

k2

(CH3)2CHOH(g)CH3CH=CH2(g) + H2O(g)
AD+E

Model dan Komputasi Proses

11

Reaktor CSTR

3.2 Algoritma Penyelesaian


Neraca massa CSTR :
+
= [ ]
+ + ( ) = 0
=
(1 ) + =
=
=

Lajureaksi :
a. = 1 . + 2 .
Persamaan diubahmenjadi :

= 1 . 2 .

b. = 1 . + 2 .
Persamaandiubahmenjadi

= 1 . + 2 .

c. = 1 .
Persamaandiubahmenjadi

= 1 .

d. = 2 .
Persamaandiubahmenjadi

= 2 .

Model dan Komputasi Proses

12

Reaktor CSTR

Stoikiometri :
Jika Spesies A(Isopropanol) dianggap sebagai pereaktan pembatas, maka stoikiometri
untuk setiap spesies pada fase gas:
Tabel 3. 1 Persamaan stoikiometri
Umpan

Perubahan dalam

Masuk Reaktor

Reaktor

(mol/waktu)

(mol/waktu)

FA0

- FA0X

FB0 = FA0

FC0 = FA0

FD0 = FA0

FE0 = FA0

Spesies

(1 )

(mol/waktu)
FA = FA0(1-X)

FA0X

FB = FA0( + X)

FA0X

FC = FA0( + X)

FA0X

FD = FA0( + X)

FA0X

FE = FA0( + X)

(1)

= 1 + . .

Arus Keluar Reaktor

(2)

(Fase Gas)

Karena perubahan tekanan dianggap kecildansuhu reactor dengan keluar sama, maka
= 1 + .

(3)

0 = 0 = 0 = 0 = 0

(4)

Jika:
0 = 0,99 (Kemurnian Reaktan Isopropyl 99%)
= 1+11=1
= 0 = 0,99.1
= 0,99
Persamaan(3) disubstitusikankepersamaan (1), menjadi

= 1+. =

1
1+.

(5)

Persamaan (4) disubtitusikan ke persamaan (5) masing-masing spesies menjadi :


= 0

Model dan Komputasi Proses

(1 )
(1 + 0,99 )

13

Reaktor CSTR

= 0

1 + 0,99

= 0

+ 2

1 + 0,99

= 0

+ 2

1 + 0,99

= 0

+
2

1 + 0,99

Kombinasi
= 1 + 2
= 1. 0
=

(1 )
(1 )
+ 20
(1 + )
(1 + )

(1 )

1. 0 (1+0,99

(1 )

+ 20 (1+0,99

5.
(1 )

5,85. 0 (1+0,99

(1 )

+ 0,250 (1+0,99

Neraca EnergiCSTR:

Untuk reaksi ganda dengan nilai Cp berbeda tiap spesies:


Q - -0

+ () + ( ) [ ] = 0

Jika :
Q = ( ) karena non-adiabatis
Ws = 0 karenakerjapengadukkecil
Maka :
UA(Ta-T)-0

=1

0 + () + ( ) = 0

Model dan Komputasi Proses

14

Reaktor CSTR

Reaksi berjumlah 2 dan paralel :

0 + 1 1 + 2 2 + ( ) = 0
=1

Dimana:
r1A = k1.CA
r2A = k2.CA

Model dan Komputasi Proses

15

Reaktor CSTR

3.3 Logika Pemrograman


CSTR

Mencari Parameter yang diperlukan dari Studi


Pustaka/Literatur

Reaksi fase gas, paralel,


Monomolekular
A
B+C
A
D+E

Neraca Massa = =

Kecepatanreaksi = = 1 . + 2 .
Stokiometri = = 0

1
1+

Kombinasi=
=


1. 0

(1 )
(1+0,99 )

+ 20

(1 )
(1+0,99 )

Didapat nilai V pada X tertentu

Didapat grafik hubungan V


terhadap X pada range tertentu

X ditentukan T dihitung

+ 1 1 + 2 2 ( ) + 0
+ 0

T didapat dari X tertentu

Didapat Hubungan T vs X pada range


terntentupemograman
Gambar 3. 2 Logika

Model dan Komputasi Proses

16

Reaktor CSTR

3.4 Bahasa Pemrograman


a. Menentukan hubungan konversi terhadap volume reactor pada rentang konversi 0,50,95 dengan range 0,05 :
clc
clear
FAo=5;
k1=5.85;
k2=0.25;
K1=3997.51;
XA=[0.5;0.55;0.6;0.65;0.7;0.75;0.8;0.85;0.9;0.95];
vo=15;
E=0.99;
CAo=FAo/vo;
CA=(CAo.*(1-XA))./(1+(E.*XA));
ra=(k1*CA)+(k2*CA);
V=(FAo.*XA)./(ra);
disp('Tabel Hubungan Konversi dengan Volume')
disp(' XA
V(lt)
CA')
disp([XAVCA])
clf
plot2d(XA,V,[2,5,-1])
xtitle('Hubungan Konversi terhadap Volume(liter)','Konversi','Volume')

b. Menentukan hubungan konversi terhadap volume reactor pada rentang konversi 0,50,95 dengan range 0,05
clc
clear
function y = CSTR (T)
UA=0.2937;
FAo=5;
Ta=700;
Tr=298;
To=623;
sigmatetacp=281.34;
deltaCp=643.934;
deltaH1=54890;
deltaH2=54490;
k1=5.85;
k2=0.25;
K1=3997.51;
vo=15;
E=0.99;
CAo=FAo/vo;
CA=(CAo.*(1-XA))./(1+(E.*XA));
ra=(-k1*CA)+(-k2*CA);
V=(FAo.*XA).*((ra)^-1);
r1=k1.*CA;
r2=k2.*CA;
y=(UA.*(Ta-T))-(FAo.*sigmatetacp.*(T-To))+(V.*r1.*deltaH1.*Tr)+(V.*r2.*deltaH2.*Tr)
endfunction
XA=[0.5;0.55;0.6;0.65;0.7;0.75;0.8;0.85;0.9;0.95];
Ttebak=[1000;298;300;312;213;273;300;312;312;300];
Treaktor=fsolve(Ttebak,CSTR)
disp(' XA
T(K)')
disp([XA Treaktor])

Model dan Komputasi Proses

17

Reaktor CSTR

clf
plot2d(XA,Treaktor,[2,5,-1])
xtitle('Hubungan Konversi terhadap Suhu','Konversi','Suhu(K)')

Model dan Komputasi Proses

18

Reaktor CSTR

BAB IV
HASIL SIMULASI DAN ANALISA
3.1 Hasil Simulasi
3.1.1

Hubungan Konversi dengan Volume(lt)

Gambar 4. 1 Deklarasi console scilab 5.1.1 hubungan konversi dengan volume

Gambar 4. 2Deklarasi console Scilab 5.1.1 grafik hubungan konversi dengan volume

Model dan Komputasi Proses

19

Reaktor CSTR

3.1.2 Hubungan Konversi dengan Suhu (K)

Gambar 4. 3 Deklarasi console Scilab 5.1.1 hubungan konversi dengan suhu

Gambar 4. 4 Deklarasi Console Scilab Grafik Hubungan Konversi dengan Suhu

Model dan Komputasi Proses

20

Reaktor CSTR

3.2 Analisa Hasil


3.2.1 Hubungan Konversi (Xa) terhadap Volume Reaktor
Berdasarkan persamaan Volume Reaktor dan kecepatan reaksi monomolekulerparallel fase gas :
=

= 1 + 2
= 1. 0

(1 )
(1 )
+ 20
(1 + )
(1 + )

Dilakukan perhitungan Volume reaktor pada rentang 0,5-0,95 dengan range 0,05
menggunakan prinsip deklarasi Scilab AAP (Akar-Akar Persamaan), Sehingga
didapatkan hubungan Xa dengan V pada rentang tersebut sesuai dengan tabel :

Hubungan yang didapatkan ialah semakin besar nilai konversi, maka volume reaktor
menjadi naik. Volume pada konversi paling tinggi yaitu 0,95 adalah 90,66 lt. Setelah
mendapatkan hubungan Xa dengan V pada rentang tertentu, dengan memplotkan
pada grafik didapatkan Grafik Hubungan Volume dengan suhu :

Model dan Komputasi Proses

21

Reaktor CSTR

3.2.2 Hubungan Konversi (Xa) terhadap Suhu Reaktor


Berdasarkan persamaan Suhu Reaktor pada RATB (Reaktor Alir Tangki
Berpengaduk) reaksi parallel :
=

+ 1 1 + 2 2 ( ) + 0
+ 0

kukan perhitungan Suhu reaktor pada rentang 0,5-0,95 dengan range 0,05
menggunakan prinsip deklarasi Scilab AAP (Akar-Akar Persamaan),

Sehingga

didapatkan hubungan Xa dengan T pada rentang tersebut sesuai dengan tabel :

Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konversi, maka suhu dalam reaktor
semakin rendah karena sifat reaksi yang endotermis. Suhu pada Konversi paling
tinggi yaitu 0,95 adalah 3,34 K. Setelah mendapatkan hubungan Xa dengan T pada
rentang tertentu, dengan memplotkan pada grafik didapatkan Grafik Hubungan
Volume dengan suhu :

Model dan Komputasi Proses

22

Reaktor CSTR

Model dan Komputasi Proses

23

Reaktor CSTR

BAB V
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada perancangan dan simulasi reaktor cstr non adiabatis untuk reaksi dehidrogenasi
isopropanol menjadi aseton menggunakan program scilab 5.1.1.diperoleh :
1. Volume Reaktor pada konversi 0,95 adalah 90,66 liter
2. Hubungan konversi terhadap volume reaktor adalah, semakin besar konversi maka
semakin besar pula volume reaktor.
3. Suhu Reaktor Isotermal pada konversi 0,95 adalah 3,34 K.
4. Hubungan konversi terhadap Suhu Reaktor adalah, semakin besar konversi, maka suhu
reaktor menjadi turun karena sifat reaksinya ialah endotermis

3.2 Saran
Perlu dilakukan perancangan dan simulasi reaktor dengan jenis reaktor lain pada
kondisi operasi sama agar dapat mengetahui jenis reaktor yang paling tepat dan efisien
pada reaksi dehidrogenasi isopropanol menjadi aseton

Model dan Komputasi Proses

24

Reaktor CSTR

DAFTAR PUSTAKA
Agustina,

Irda.2015.Pembuatan

Aseton

dari

Isopropil

Alkohol.Palembang:

Politeknik Negeri Sriwijaya.


Fogler. H Scout, 2004, Element of Chemical Reaction Engineering 3rded, India :
Prentice-Hall of India
Himpunan

Mahasiswa

Teknik

Kimia

AKPRIND.2015.

Teknik

Kimia

AKPRIND.http://hmtk-akprind.blogspot.co.id/2013/05/apa-itu-teknik-kimiadan-pentingnya.html diakses pada tanggal 26 November 2015 pukul 21.00


WIB
Levenspiel, Octave.1999. Chemical Reaction Engineering 3st Edition. Newyork
:John Wiley & Sons, Inc.
Program Sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung.2015. Fakultas
Teknologi

Industri

Institut

Bandung.http://usm.itb.ac.id/Prodi/130.htm

diakses

Teknologi
pada

tanggal

26

November pukul 21.00 WIB


Program

Sarjana

Teknik

Universitas

Kimia

Universitas

Indonesia.2011.Teknik

Kimia

Indonesia.https://www.ui.ac.id/akademik/kelas-

internasional/program-sarjana-teknik-kimia-kki.html diakses pada tanggal 26


November 2015 pukul 21.00 WIB
Sasongko, Budi Setia. 2010. Metode Numerik dengan Scilab.Yogyakarta : ANDI
Yogyakarta
Smith. J M et all. 2001. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic 6th
edition, Mc. Graw Hill BookKogakusha Ltd, Tokyo
Yaws.1999. Makalah Industri Kimia Aseton. Medan : Universitas Sumatera Utara

Model dan Komputasi Proses

25