Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

TEORI EKONOMI MIKRO


OLEH
Havid Nadiansyah Putra
05022681519012

S2 Program Studi Agribisnis


BKU Manajemen Agribisnis

DOSEN PENGAJAR :
Dr. Ir. Lifianthi, M.Si.

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2015

Pertanyaan dan Novia ambar sari:


Bagaimana cara pemerintah selaku regulator, meminimalkan praktek monopoli
pada sistem kelistrikan oleh PT.PLN disaat rakyat menuntut pelayanan
kelistrikan yang merata dan adil?
Jawab:
Kebijakan yang dilakukan Pemerintah termaktub dalam Pasal 51 UndangUndang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan
Persaingan Tidak Sehat (selanjutnya disebut Undang-Undang No. 5
Tahun 1999), menyebutkan monopoli dan atau pemusatan kegiatan yang
berkaitan dengan produksi dan atau pemasaran barang atau jasa yang
menguasai hajat hidup orang banyak serta cabang-cabang produksi yang
penting bagi negara diatur dengan undang-undang dan diselengarakan
oleh Badan Usaha Milik Negara dan atau badan atau lembaga yang
dibentuk atau ditunjuk oleh Pemerintah. Dalam UU tersebut dimaksud
dengan Monopoli adalah penguasaan atas produksi dan atau
pemasaran barang atau atas penggunaan jasa tertentu oleh suatu pelaku
atau suatu kelompok pelaku usaha. Sedangkan yang dimaksud dengan
persaingan usaha tidak sehat adalah persaiangan antar pelaku usaha
dalam menjalankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang dan
atau jasa yang dilakukan dengan cara tidak jujur atau melawan hukum
atau menghambat persaingan usaha.
Tender pembangunan pembangkit listrik sebesar 35.000 MW, dimana
pembagiannya 10.000 MW dikerjakan oleh PT.PLN dan 25.000 MW
dikerjakan oleh pihak swasta.
Disediakan payung hukum berupa, KEPMEN ESDM No.0074
k/21/MEM/2015 dimana merupakan Pengesahan RUPTL (Rancangan
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) tahun 2015-2024.
Badan koordinasi penanaman modal (BKPM) memangkas dari 52
regulasi menjadi 25 regulasi dengan waktu izin 1 tahun. 10 regulasi di
wilayah kementrian ESDM, 15 regulasi lainnya tersebar di kementrian
agraria, kementrian kehutanan dan lingkungan hidup serta kementrian
perhubungan. Semua regulasi tersebut sudah dialihkan ke pelayanan
terpadu satu pintu (PTSP) BKPM.
Dengan dasar kebijakan, payung hukum dan deregulasi yang dilakukan
oleh pemerintah. Diharapkan adanya percepatan pelaksaaan tender dan

pembangunan dari pembangkit listrik yang tersebar dibeberapa daerah di


indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam sebagai sumber
energi dari pembangkit listrik.
Apabila semua proyek pembangkit tersebut terlaksana, maka rakyat
indonesia tidak dipusingkan lagi dengan pelayanan kelistrikan yang
merata dan adil dari PT.PLN meskipun penentuan harga listrik yang harus
dibayar masyarakat tetap dilakukan oleh PT.PLN sendiri.
Diharapkan kedepan, pemerintah tidak hanya membuka tender
pembanguan pembangkit listrik kepada pihak swasta/luar negeri. Tetapi
bisa memberikan izin kepada pihak swasta selaku operator kelistrikan,
sehingga masyarakat memiliki opsi /pilihan mendapatkan pelayanan yang
terbaik namun tidak menutup kemungkinan dengan tarif dasar listrik yang
lebih murah. Sama seperti yang sudah pemerintah lakukan pada bidang
perminyakan dimana Petronas dapat menjual minyak dari kilang mereka
di SPBU beberapa kota besar indonesia, sehingga konsumen dapat
memilih.