Anda di halaman 1dari 23

LBM 4 (BAGUS AYU PURNAMASARI

)

Kok, ujung penis anaksayamelembungsetiapbuang air kecil..?

STEP 1
1. SIRKUMSISI: pembuangandidaerahperbatasan penis
membuangdaerahpreputium  mencegahadanyainfeksi,
mencegah agar tidahtersumbatmelingkardisisakanbagian
ventral.

STEP 2
1. Mengapapadasaatkencingujung penis
terlihatmelembungdannyeri?
2. Kenapariwayatpanasdan trauma disangkal?(penyebab)
3. Mengapamakin lama
makinterasasakitdanmelembungnyasemakinbesar?
4. Mengapasaatdiminumobatnyeriberkurang kl
tudaksakittimbullagi, obatnyasepertiapa?
5. Mengapadoktermenganjurkansirkumsisi?
6. Bagaimancaramelakukansirkumsisi?
7. Syarat2 indikasidilakukansirkumsisi?
8. Apasajaygtermasukkelainanbawaansalurankemih?
9. Apaygterjadibilapasientdkdilakukansirkumsisi?(komplikasi)
10.
Apatindaklanjut yang dilakukanterhadappasien (terapi)?
11.
Factor
apasajayngdptmenyebabkankelainanbawaansalurankemih?
12.
Apahubungan factor umurdengankejadianygdialamipasien?
STEP 3
1. Mengapa pada saat
melembung dan nyeri?

kencing

ujung

penis

terlihat

Ujung penis melembung dapat dikarenakan adanya penyempitan
pada ujung preputium karena terjadi perlengketan dengan glans
penis (tidak dapat ditarik ke proksimal) sehingga pada saat miksi

terjadi gangguan aliran urin dimana urin mengumpul di ruang
antara preputium dan glans penis (tampak menggelembung).

Normalnya hingga usia 3-4 tahun penis tumbuh dan
berkembang, dan debris yang dihasilkan oleh epitel prepusium
(smegma) mengumpul didalam prepusium  perlahan-lahan
memisahkan prepusium dari glans penis.
Ereksi penis yang terjadi secara berkala membuat prepusium
menjadi retraktil dan dapat ditarik ke proksimal. Pada saat usia 3
tahun, 90% prepusium sudah dapat di retraksi.
Pada kasus fimosis lubang yang terdapat di prepusium sempit 
sehingga tidak bisa ditarik mundur dan glans penis sama sekali
tidak bisa dilihat. Kadang hanya tersisa lubang yang sangat kecil
di
ujung
prepusium

terjadi
fenomena
“balloning” dimana prepusium mengembang saat berkemih
karena desakan pancaran urine yang tidak diimbangi besarnya
lubang di ujung prepusium.
Bila fimosis menghambat kelancaran berkemih, seperti pada
balloning

sisa-sisa
urin
mudah
terjebak di dalam
prepusium. Adanya
kandungan
glukosa
pada
urine
menjadi pusat bagi pertumbuhan bakteri.
Karena itu, komplikasi yang paling sering dialami akibat fimosis
adalah infeksi saluran kemih (ISK). ISK paling sering menjadi
indikasi sirkumsisi pada kasus fimosis7.
Fimosis juga terjadi jika tingkat higienitas rendah pada waktu
BAK  mengakibatkan terjadinya penumpukan kotoran-kotoran
pada glans penis  memungkinkan terjadinya infeksi pada
daerah glans penis dan prepusium (balanitis) yang meninggalkan
jaringan parut  prepusium tidak dapat ditarik kebelakang.
Pada lapisan dalam prepusium terdapat kelenjar sebacea
yang memproduksi smegma. Cairan ini berguna untuk
melumasi permukaan prepusium. Letak kelenjar ini di dekat
pertemuan prepusium dan glans penis yang membentuk
semacam “lembah” di bawah korona glans penis (bagian kepala
penis yang berdiameter paling lebar).
Di tempat ini terkumpul keringat, debris/kotoran, sel mati dan
bakteri. Bila tidak terjadi fimosis, kotoran ini
mudah
dibersihkan. Namun pada kondisi fimosis, pembersihan tersebut
sulit dilakukan karena prepusium tidak bisa ditarik penuh ke

tetapi efek perifernya lebih banyak. Ada pula kondisi lain akibat infeksi yaitu balanopostitis.belakang. Efek analgesiknya berhubungan dengan efek antiinflamsinya dan diakibatkan oleh inhibisi sintesis prostaglandin dalam jaringan yang meradang. Meski jarang. bradikinin). Mengapa makin lama makin melembungnya semakin besar? terasa sakit dan Urin yang semakintertampungsemakinbesar 4. tetapi mempotensiasi nyeri yang disebabkan oleh mediator inflamasi lain (misalnya histamine. Terjadi pembengkakan kemerahan dan produksi pus di antara glans penis dan prepusium. Pada infeksi ini terjadi peradangan pada permukaan preputium dan glans penis. debris dan sel mati yang terkumpul tersebut tidak bisa dibersihkan. sakit timbul lagi. obatnya seperti apa? Analgetik  obat penghalang nyeri (zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghalangi kesadaran). . Kenapa riwayat panas dan trauma disangkal? (penyebab) Karenatidakditemukan tanda2 inflamasi Menyingkirkan DD infeksi 3. Prostaglandin menghasilkan sedikit nyeri. Cara kerja : Menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakhidonat menjadi terganggu dan reaksi inflamasi akan tertekan. Bila yang terjadi adalah perlekatan prepusium dengan glans penis. Digunakan baik diperifer maupun di sentral. 2. kalau tidak. Mengapa saat diminum obat. infeksi ini bisa terjadi pada diabetes. nyeri berkurang.

American Academy of Pediatrics 1999). Analgesik & Antipeuretik.Analgetik terdiri dari :  Analgetik kuat ( opiat ) Bekerja pada : 1. Disamping kerja analgetik. Menjaga terjadinya infeksi pada glands atau preputium penis (balanoposthitis). senyawa – senyawa ini memiliki kerja antipiretikdengan mempengaruhi sintesis prostaglandin Sumber : Mekanisme kerja Antibiotik. 2. Peningkatan resiko ini terjadi akibat kolonisasi kuman-kuman pathogen dari urine diaatara glands penis dan lapisan kulit . Resiko untuk terjadinya infeksi traktur urinarius (ISK) pada anak-anak umur 1 tahun yang belum disirkumsisi 10 kali lipat dari yang sudah dilakukan sirkumsisi (Wiswell 1992. serta Vitamin 5. urticaria. Menjaga hygiene penis dari smegma dan sisa-sisa urine. Kerja perifer  memperlambat pengosongan lambung melalui kontriksi pirolus  mengurangi motilitas dan pengurangan tonus saluran cerna  mengkontraksi sfinkter dalam sal empedu  meningkatkan tonos otot kandung kemih  mengurangi tonos pembuluh darah  menimbulkan pemerahan kulit. rangsang gatal  Analgetik lemah sampai sedang Dapat juga disebut analgetik perifer ( bekerja kecil ). Mengapa dokter menganjurkan sirkumsisi? 1. Pusat hipoanalgetika :  menurunkan rasa nyeri dengan cara stimulasi reseptor obat  tidak mempengaruhi kualitas organ lain pada dosis terapi  mengurangi aktivitas kejiwaan  meniadakan rasa takut dan rasa bermasalah  menghambat pusat pernafasan dan pusat batuk  menimbulkan miosis  meningkatkan pembebasan ADH  pada pemakaian berulang seringkali menyebabkan torelansi dan ketergantungan 2.

Mencegah terjadinya kanker penis. 3. Baik untuk pemula. Kanker penis jarang terjadi pada orang yang telah disirkumsisi (John Reynard et al. 2. 3. tidak simetris. 1. Iritasi kronis galand penis dengan smegma dan balanitis (infeksi) merupakan factor predisposisi terjadinya kanker penis. 2. kemudian dilakukan pemotongan sirkuler kekiri dan kekanan sejajar sulcus coronarius. 5. Waktu lebih lama. Teknik sulit dan lebih rumit Insisi sering tidak rata. Carigambar penis besertapreputium 6. Bila perlu tambahkan juga pada daerah preputium yang akan dipotong dan daerah ventral Tunggu 3 – 5 menit dan yakinkan anestesi lokal sudah bekerja dengan mencubitkan pinset . Curchill Livingstone 2002). 2. 7. 3. 4. Elder. Prosedur Disinfeksi penis dan sekitarnya dengan cairan disinfeksi Persempit lapangan tindakan dengan doek lubang steril Lakukan anestesi infiltrasi subkutan dimulai dari pangkal penis melingkar. TEKNIK KONVENSIONAL DORSUMSISI ( Dorsal Slit Operation ) Teknik Dorsumsisi adalah teknik sirkumsisi dengan cara memotong preputium pada bagian dorsal pada jam 12 sejajar sumbu panjang penis ke arah proksimal.(tehnik yang paling aman) Kerugian : Pendarahan relative lebih banyak. 4. 3. 1.preputium bagian dalam (Jack S. Keuntungan : Kelebihan kulit mukosa bisa diatur Resiko menyayat/memotong penis lebih kecil Mudah mengatur panjang pendek pemotongan mukopsa Tidak melukai glan dan frenulum Pendarahan bisa cepat diatasi Baik untuk penderita fimosis/paraphimosis. Bagaimana cara melakukan sirkumsisi? 1. 6. 4. Oxford University Press 2006).

1 dan jam 6 ditarik ke distal) 7. 10. 8. lakukan dilatasi dengan klem pada lubang preputium. ikat dengan benang plain catgut yang disiapkan. Setelah diyakini tidak ada perdarahan (biasanya perdarahan yang banyak ada di frenulum) siap untuk dijahit. 6. dengan patokan klem yang terpasang dan jahitan kedua pada bagian ventral (jam .Penjahitan dimulai dari dorsal (jam 12). Bila ada smegma.buat tali kendali. kulit Preputium dijepit dengan klem bengkok dan frenulum dijepit dengan kocher Pind ahkan klem (dari jam 1 dan 11 ) ke ujung distal sayatan (jam 12 dan 12’) Insisi meingkar kekiri dan kekanan dengan arah serong menuju frenulum di distal penis (pada frenulum insisi dibuat agak meruncing (huruf V).5. Klem ketiga dipasang pada garis tengah ventral. lepaskan perlengketannya dengan glans memakai sonde atau klem sampai seluruh glans bebas. dibersihkan. Gunt ing preputium dorsal tepat digaris tengah (diantara dua klem) kira-kira ½ sampai 1 sentimeter dari sulkus koronarius (dorsumsisi). (Prepusium dijepit klem pada jam 11. Bila didapati phimosis. Jepit kulit preputium sebelah kanan dan kiri garis median bagian dorsal dengan 2 klem lurus. Cari perdarahan dan klem. buat tali kendali ) 9.

9. SUMBER : DOKTER SPESIALIS BEDAH MALANG 1. Obat anestesi disuntikkan secara infiltrasi di bawah kulit dan melingkari basis penis. daerah operasi ditutup dgn kasa steril c. Tergantung banyaknya jahitan yang diperlukan. dan diplester. jika terdpt fimosis. Kemudian ditunggu beberapa saat dan diyakinkan bahwa batang penis sdh terbius d.12 dan seterusnya 11.6. disinfeksi lapangan operasi dengan povidon yodium b.6). dilakukan dilatasi (pelebaran) dulu dgn klem sehingga prepusium dpt ditarik ke proksimal. TEKNIK a. pembiusan dilakukan memakai anestesi lokal dengan menyuntikkan obat anestesi pd basis penis (pd garis tengah dorsum penis). pada anak yg lbh besar atw dewasa. Lubang uretra harus bebas dan sedapat mungkin tidak terkena urin. . Luka ditutup dengan kasa atau penutup luka lain. selanjutnya jahitan dibuat melingkar pada jam 3.

Selanjutnya dilakukan pemotongan secara melingkar hingga kulit prepusium terlepas.5% yg terdiri atas : a. TEKNIK DISEKSI PREPUSIUM Prepusium diretraksi ke proksimal kemudian dibuat 2 buah insisi yg masing2 melingkar dan saling sejajar pd kulit prepusium. kemudian dilakukan penjepitan kulit prepusium memakai klem yg lebih besar dengan batas proksimal klem berada disebelah distal dari glans penis. dari ujung distal ke arah proksimal sampai sulkus koronarius. Secara umum. Kulit proksimal dan distal dilakukan dengan penjahitan dengan memakai benang yg cepat diserap (plain catgut). (2). Kulit proksimal dan distal didekatkan dengan penjahitan dengan memakai benang yg cepat diserap (plain catgut).1-35%) b. hampir tdk menimbulkan penyulit. 2. infeksi (0. KOMPLIKASI Sirkumsisi yg dilakukan dengan benar dan perawatan hemostasis yg cermat. Insisi pertama berada 1 cm dari sulkus koronarius dan yg kedua berada beberapa cm disebelah proksimal dari insisi pertama. penyulit yg terjd pada tindakan ini rata2 adalah 0.Selanjutnya prepusium dibebaskan dari perlekatannya dengan glans penis dan dibersihkan dari smegma atw kotoran lain. f. Memotong prepusium penis dengan berbagai macam teknik antara lain : (1). Setelah kulit prepusium terlepas dilakukan hemostasis utk merawat perdarahan. perdarahan (0. Dengan mempergunakan alat plastibel atw Gomco.2-0. (3). Teknik Dorsal slit.4%) . Perhatian utama ditujukan pada arteri yg terdpt di frenulum penis. e. Teknik diseksi prepusium atw sleeve. kemudian prepusium disebelah dorsal dipotong memakai gunting pada garis midline. g. Teknik Gulotin. TEKNIK DORSAL SLIT Kulit prepusium disebelah kiri dan kanan ditegangkan ke lateral dengan klem kecil. (4). TEKNIK GULOTIN Prepusium ditegangkan pd sebelah ventral dan dorsal dengan klem kecil. Kedua insisi dihubungkan dengan insisi longitudinal dan selanjutnya kulit prepusium dipisahkan dari jaringan subkutan hingga terlepas. Selanjutnya dilakukan pemotongan kulit prepusium memakai pisau hingga kulit terlepas.

     Infeksi glans penis (balanitis) rekurens Adanya smegma Kondiloma akuminata Kondiloma Akuminata (veneral wart) : tumor jinak jaringan epiel. Perdarahan terutama pada arteri frenulum yg ada disebelah ventral penis. dan kain pembungkus (verban) yg terlalu ketat. Sterilitas yg kurang baik pd saat sirkumsisi dan higiene pasca sirkumsisi yg tdk terjaga menyebabkan infeksi luka operasi. bisa mengakibatkan obstruksi (sumbatan) urin. 10% tenaga kesehatan selain dokter dan 85% dikerjakan oleh tukang sunat tradisional. Adanya fibrosis (pengerasan) pada preputium. d. e. Terjdnya nekrosis penis disebabkan iskemia yg karena infeksi. pengangkatan kulit penis tdk adekuat terjdnya amputasi glans penis timbul fistula uretrokutan nekrosis penis Sirkumsisi yg tergesa2 dan tdk memperhatikan perdarahan yg msh berlangsung menyebabkan perdarahan pasca sirkumsisi. pemakaian campuran anestesi lokal dengan konsentrasi adrenalin yg terlalu tinggi. dikarenakan congenital (bawaan) atau infeksi. karena kulit preputium akan dipergunakan dalam membuat uretra Epispadia . Indikasi dilakukan sirkumsisi?  Indikasi medis sirkumsisi antara lain : Phimosis atau paraphimosis  Phymosis : gangguan dimana preputium tidak dapat ditarik  melewati glans penis. f. (Dasar-dasar Urologi Basuki B Purnomo) 7. Paraphymosis dapat menyebabkan oedema bahkan gangren. Paraphymosis : gangguan dimana preputium tidak dapat ditarik kembali ke posisi normal. akibat infeksi human papiloma virus (HPV) tipe tertentu Kontraindikasi Sirkumsisi tidak boleh dilakukan pada : Hipospadia.c. Dinegara turki dilaporkan oleh Odzemir (1997) bahwa penyulit akibat sirkumsisi 5% disebabkan oleh dokter.

Kelainan itu merupakan kelainan yang cukup sering dijumpai. kelainan ini juga dapat menimbulkan persoalan saat penderita dewasa. Kelainan ini dapat menyebabkan masalah psikologis anak. SUMBER : DOKTER SPESIALIS BEDAH MALANG 8. Apa saja yg termasuk kelainan bawaan saluran kemih? HIPOSPADIA Hipospadia berarti muara saluran kemih yang terletak tidak pada ujung glands penis sbagaimana anak laki-lak pada umumnya. konsulkan kepada ahli bedah. dan bila keadaan umum kurang baik harus diperbaiki. terutama bila mereka mulai bersekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya. mulai di daerah dekat dengan glans penis hingga pangkl penis dan selangkangan. Karena itu. koreksi kelainan ini dianjurkan pada anak mula sia 1 tahun hingasebelum anak memasuki usia sekolah. . yaitu adanya jaringan antara penis dan skrotum Bila menemui penderita dengan kelainan seperti tersebut diatas. Tentu saja bila ada infeksi pada kulit penis dan sekitarnya lebih baik disembuhkan dulu. namun terletak di bagian bawah batang penis.  Chorde Webbed penis. Jika tidak dikoreksi. sekitar 1 dari 300 kelahiran anak laki-laki.

tetapi berada di bawah atau di dasar penis  Semprotan air seni yang keluar abnormal EPISPADIA . Kelainan ini bisa berdiri sendiri ataupun bersama dengan kelainan bawaan kandung kemih (ekstrofi kandung kemih). yaitu a. Hipospadi medius terdiri atas: midshaft. dan perineal.  Pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis  Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis  Penis melengkung ke bawah  Lubang penis tidak terdapat di ujung penis. dan penis distal. skrotal. subkoronal. Hipospadi posterior terdiri atas: penoskrotal. dan penis proksimal c. b. anak harus duduk. Hipospadi anterior terdiri atas tipe glanular.Jika muara uretra terletak di bagian atas pangkal penis. Browne (1936) membagi hipospadia dalam tiga bagian besar. kelainan ini disebut epispadia. Klasifikasi Berdasarkan letak muara uretra setelah dilakukan koreksi korde. (Dasar-dasar Urologi Basuki B Purnomo) Gejala klinis  Jika berkemih.

Terdapat 3 jenis epispadia :    Lubang uretra terdapat di puncak kepala penis Seluruh uretra terbuka di sepanjang penis Seluruh uretra terbuka dan lubang kandung kemih terdapat pada dinding perut Gejalanya adalah :   Lubang uretra terdapat di punggung penis Lubang uretra terdapat di sepanjang punggung penis Untuk menilai beratnya epispadia. dilakukan pemerksaan berikut :   Radiologis (IVP) USG sistem kemih-kelamin Epispadia biasanya diperbaiki melalui pembedahan. tetapi terbuka. STRIKTUR URETRA Penyempitan atau penyumbatan dari lumen uretra sebagai akibat dari pembentukan jaringan fibrotik (jaringan parut) pada uretra dan/ atau pada daerah peri uretra . dimana lubang uretra terdapat di bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung.Epispadia adalah suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki.

Melalui uretra pars bulbosa B. . yaitu derajat: a. tindakantindakan. putusnya kontinuitas uretra  Proses peradangan. reseksi transuretra. endourogi lain eksterna: patah tulang panggul. Reaksi Fibrosis/ kolagen  jaringan fibrotik  Penyempitan lumen uretra  Penyumbatan lumen uretra  Bila terjadi kebocoran urine (ekstravasasi urin)  peradangan periuretra  abses  Fistel uretrokutan Derajat Penyempitan Uretra Sesuai dengan derajat penyempitan lumennya. Melalui uretra pars pendulosa C. Melalui fossa navicularis Penyebab • Infeksi: uretritis GO. striktura uretra dibagi menjadi 3 tingkatan. kaliberasi.A. infeksi ikutan akibat kateter indwelling • Trauma: iatrogenik: kateterisasi. straddle injury Patogenesis trauma/ infeksi  Lesi epitel uretra. Ringan: jika oklusi yang terjadi kurang dari 1/3 diameter lumen uretra. Melalui uretra pada bagian koronal penis D.

Berat: jika terdapat oklusi lebih besar dari 1/2diameter lumen uretra. Striktur dengan komplikasi fistel. yang dikenal dengan spongiofibrosis. Lipatan mukosa / mucosal fold B. Sedang: jika terdapat oklusi 1/3 sampai dengan 1/2diameter lumen uretra c.b. Pada penyempitan derajat berat kadang kala teraba jaringan keras di korpus spongiosum. Kontriksi iris / iris constriktion C. Inflamasi dan fibrosis sampai jaringan corpus spongiosum F. Spongiofibrosis E. Dapat terbentuk abses. fistel kearah kulit dan rektum . Fibrosis minimal D. A.

Dalam keadaan normal. Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdapat adesi (perlekatan antara dua zat) alamiah antara pprepusium dengan glans penis. warna urine keruh FIMOSIS Patogenesis fimosis Fimosis adalah prepusium yang tidak dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. .Gejala klinis• Kesukaran kencing • Harus mengejan • Pancaran mengecil • Pancaran bercabang • Menetes sampai retensi urine • Pembengkakan / nanah di perineum • Kadang bercak darah di celana dalam • Bila sistemik: febris. di daerah corona glandis terdapat smegma (epitel di mukosa preputium yang di deskuamasi oleh bakteri).

dan emboli lemak) Trauma para perineum atau genitalia Gangguan neurogen (pada saat menjalani anestesi regional atau pada penderita paraplegia) Penyakit kegansan Pemakaian obat-obatan tertentu (alkohol. Priapismus merupakan salah satu kedaruratan di bidang urologi karena jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan kecacatan yang menetap berupa disfungsi ereksi. Priapismus sekunder dapat disebabkan oleh :       Kelainan pembekuan darah (anemi bulan sabit.Hingga usia 3-4 tahun penis tumbuh dan berkembang. Pada saat usia 3 tahun. Edisi Kedua) PRIAPISMUS PRIAPISMUS Priapismus adalah ereksi penis yang berkepanjangan tanpa diikuti dengan hasrat seksual dan sering disertai dengan rasa nyeri. Istilah priapismus berasal dari kata Yunani priapus yaitu nama dewa kejantanan pada Yunani kuno. Etiologi : Menurut etiologinya priapismus dibedakan dalam 2 macam yaitu : priapismus primer atau idiopatik yang belum jelas penyebabnya sebanyak 60% dan priapismus sekunder. Ereksi penis yang terjadi secara berkala membuat preputium terdilatasi secara perlahan-lahan sehingga preputium menjadi retraktil dan dapat ditarik ke proksimal. smegma mengumpul didalam preputium dan perlahan-lahan memisahkan preputium dari glans penis. leukemia. psikotropik dan antihipertensi) Pasca injeksi intrakavernosa dengan zat vasoaktif Klasifikasi : Ereksi penis yang berkepanjangan pada priapismus dapat terjadi karena : . 90% preputium sudah dapat diretraksi. (Dasar-dasar Urologi.

Setelah 12 jam terjadi edema interstitial dan kerusakan endotelium sinusoid. Low flow (statik/iskemi)veno oklusif High flow iskemik)-arteriel Onset Pada saat tidur Setelah trauma Nyeri Mula-mula ringan sangat nyeri Ketegangan penis Sangat tegang Tidak terlalu tegang Warna Hitam Merah pO2 < 30 mm Hg > 50 mm Hg pCO2 > 80 mm Hg < 50 mm Hg  (non Ringan sampai sedang Darah kavernosa . laboratorium dan pemeriksaan pencitraan ultrasonografi color doppller dan arteriografi. priapismus dibedakan menjadi :   Priapismus tipe veno-oklusif atau low flow Priapismus tipe arteriel atau high flow Kedua jenis itu dapat dibedakan dengan memperhatikan gambaran klinis. Nekrosis otot polos kavernosa terjadi setelah 24-48 jam. Semakin lama ereksi. Jika tidak diterapi. Prognosisnya lebih baik daripada jenis iskemik dan dapat kembali seperti sedia kala. ereksi dirasakan sangat sakit. Priapismus jenis iskmeik ditandai dengan adanya iskemia ata anoksia pada otot polos kavernosa.Gangguan mekanisme outflow (veno-oklusi) sehingga darah tidak dapat keluar dari jaringan erektil  Adanya peningkatan infow aliran darah arteriel yang masuk ke jaringan erektil  Oleh karena itu secara hemodinamik. Priapismus jenis non iskemik banyak terjadi setelah mengalami suatu trauma pada daerah perineum atau setelah operasi rekontruksi ateri pada disfungsi ereksi. dan setelah 3-4 jam. Setelah lebih dari 48 jam terjadi pembekuan darah dalam kaverne dan terjadi destruksi endotel sehingga jaringan-jaringan trabekel kehilangan daya elastisitasnya. iskemia semakin berat. detumesensi terjadi setelah 2-4 minggu dan otot polos yan mengalami nekrosis diganti oleh jaringan fibrusa sehingga kehilangan kemampuan untuk mempertahankan ereksi maksimal.

Aspirasi sebanyak 10-20 ml darah intrakavernosa. Sebelum tindakan yang agresif. Selain itu pemberian hidrasi yang baik dan anestesi regional pada beberapa kasus dapat menolong. Pada pemeriksaan lokal didapatkan batang penis yang tegang tanpa diikuti oleh ketegangan pada glans penis.25 Color Doppler Tidak ada aliran Ada aliran dan fistula Arteriografi Pembuluh darah utuh Malformasi vena Diagnosis Anamnesis dan pemeriksaan yang teliti diharapkan dapat mengungkapkan etiologi priaismus. Aspirasi dikerjakan dengan memakai jarum scalp vein no 12. Selain obat-obatan tersebut. pasien diminta untuk melakukan latihan dengan melompat-lompat dengan harapan terjadi diversi aliran darah dari kavernosa ke otot gluteus. untuk itu perlu tindakan operasi.pH < 7. Aspirasi darah kavernosa diindikasikan pada priapismus non iskemik atau priapismus iskemik yang masih baru saja terjadi. kemudian dilakukan instalasi 10-20 mikrogram epinefrin atau 100-200 mikrigram fenilefrin yang dilarutkan dalam 1 ml larutan garam fisiologis setiap 5 menit hingga penis mengalami detumesensi. Aspirasi dan irigasi intrakavernosa. hampir semua kasus dapat sembuh dengan cara ini. Jika tindakan di atas tidak berhasil mungkin membutuhkan aspirasi. dapat pula dipakai instalasi streptokinase pada priapismus yang telah arterio- . irigasi atau operasi. Ultrasonografi Doppler yang dapat mendeteksi adanya pulsasi arteri kavernosa dan analisis gas darah yang diambil intrakavernosa dapat membedakan priapismus jenis ischemic atau non ischemic. Priapismus iskemik derajat berat yang sudah terjadi beberapa hari tidak memberikan respon terhadap aspirasi dan irigasi obat ke dalam intrakavernosa. Jika dilakukan sebelum 24 jam setelah serangan. Pemberian kompres air es pada penis atau enema larutan garam fisiologis dingin dapat merangsang aktivitas simpatik sehingga memperbaiki aliran darah kavernosa.25 > 7. Terapi Pada prinsipnya terapi pripismus adalah secepatnya mengembalikan aliran darah apad korpora kavernosa yang dicapai dengan cara medikamentosa maupun operatif.

Tindakan ini harus difikirkan terutama pada priapismus veno-okulasi atau yang gagal setelah terapi medikamentosa.berlangsung 14 hari yang sebelumnya telah gagal dengan instalasi alfa adrenergik. Etiologi Penyebab yang pasti dari penyakit ini belum diketahui. b) Pada pemeriksaan. tetapi secara histopatologi plak itu mirip dengan vaskulitis pada kontraktur Dupuytren yang disebabkan oleh reaksi imunologik. Pada kasus yang berat dapat teraba kalsifikasi sehingga dapat terlihat pada pemeriksaan foto polos penis. Gambaran klinis a) Pasien mengeluh nyeri dan terjadi angulasi (penis bengkok) pada saat ereksi. hal ini untuk mencegah timbulnya sindroma kompartemen yang dapat menekan arteria kavernosa dan berakibat iskemia korpora kavernosa. Hasil anamnesis pada pasien penyakit Peyronie menyebutkan bahwa sebelumnya mereka mengalami trauma pada penis yang berulang pada saat senggama. teraba jaringan keras (fibrus) tunggal ataupun berupa plak multiple pada tunika albuguinea. Beberapa tindakan pintas itu adalah : Pintas korpora-glanular (sesuai yang dianjurkan oleh Winter (1978) atau Al Ghorab)  Pintas korpora-spongiosum yaitu dengan menbuat jendela yang menghubungkan korpus spongiosum dengan korpus kavernosum penis  Pintas safeno-kavernosum dengan membuat anastomosis antara korpus kavernosum dengan vena safena  PEYRONI DISEASE Penyakit Peyroni adalah didapatkannya plaque atau indurasi pada tunika albuginea korpus kavernosum penis sehingga menyebabkan terjadinya angulasi (pembengkokan) batang penis pada saat ereksi. Akibat nyeri dan angulasi ini kemampuan penetrasi ke vagina menjadi berkurang. . sedangkan pada saat tidak ereksi nyeri menghilang. Jalan pntas (shunting) keluar dari korpora kavernosa.

Apa yg terjadi bila pasien tdk dilakukan sirkumsisi? (komplikasi) Ada beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat fimosis. Nyeri yang berkepanjangan dapat diberikan vitamin E 200 mg tiga kali sehari. c) Operasi. Biasanya keadaan itu. dicapai setelah 12-18 bulan sejak awal timbulnya penyakit. Dapat dicoba dengan pemberian tamoxifen 20 mg dua kali sehari selama 6 minggu. Tanpa terapi 50% penyakit ini dapat meng b) alami remisi spontan setelahobservasi selama 1 tahun. Untuk mencegah aktivitas fibroblas dapat dicegah dengan pemberian colchicine atau verapamil. dan selanjutnya defek yang terjadi dijahiit dengan benang tidak diserap. Pasca operasi sering terjadi pemendekan dari penis. yaitu : . (Dasar-dasar Urologi Basuki B Purnomo) 9. antara lain: sudah tidak ada nyeri saat ereksi dan kurvatura atau deformitas penis saat ereksi sudah menetap atau stabil. Nesbitt melakukan eksisi oval pada konveksitas tunika albuginea. Jika menunjukkan respon yang baik pengobatan diteruskan sampai 6 bulan. Indikasi operasi adalah pada penyakit peyronie adalah deformitas penis yang mengganggu senggama atau disfungsi ereksi akibat peyronie. Pemberian potasium aminobenzoat tidak menyenangkan karena menimbulkan banyak efek samping. Banyak teknik operasi yang dikerjakan hingga kini. Saat operasi ditentukan jika penyakit telah stabil atau matang.Terapi a) Konservatif. mulai darieksisi plak kemudian tandur kulit atau cara Nesbitt.

balanitis rekuren. DASAR-DASAR UROLOGI.  Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin. karsinoma skuamosa pada preputium. 10. Kontraindikasi: hypospadia.  Fimosis merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker penis.  Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan. kemudian menimbulkan kerusakan pada ginjal. korde. Tujuan: - Menjaga hygiene penis dari smegma dan sisa-sisa urine - Mencegah terjadinya infeksi pada glans/preputium penis - Mencegah timbulnya karsinoma penis Indikasi: fimosis/parafimosis. EDISI KE-2. kelainan pembekuan darah. Apa tindak lanjut yang dilakukan terhadap pasien (terapi)? Sirkumsisi adalah tindakan bedah minor membuang preputium penis sehingga glans penis menjadi terbuka. kondiloma akuminata. Ketidaknyamanan/nyeri saat berkemih  Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium yang kemudian terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut. epispadia. Basuki B Purnomo .  Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang disebut ballonitis.  Penarikan prepusium secara paksa dapat berakibat kontriksi dengan rasa nyeri dan pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis. megalouretra. webbed penis.

Fimosis dengan balanitis xerotika obliterans  salep topikal dexametasone 0.Tidak mengkonsumsi alkohol . 2.Mengkonsultasikan dengan dokternya setiap obat yang dia minum . Gizi Menjaga kesehatan janin tidak hanya dilakukan dengan menghindari teratogen. Basuki B Purnomo 11.1% 3-4 kali DASAR-DASAR UROLOGI. Salah satu zat yang penting untuk pertumbuhan janin adalah asam . obat tertentu dan racun merupakan teratogen. tetapi juga dengan mengkonsumsi gizi yang baik.Berhenti merokok . Teratogenik Teratogen adalah setiap faktor atau bahan yang bisa menyebabkan atau meningkatkan resiko suatu kelainan bawaan. Radiasi.Tidak menjalani pemeriksaan rontgen kecuali jika sangat mendesak. EDISI KE-2. seorang wanita hamil sebaiknya: . Factor apa saja yang dpt menyebabkan kelainan bawaan saluran kemih? Beberapa faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko kelainan bawaan: 1. Secara umum.

Faktor fisik pada rahim Di dalam rahim. Penimbunan cairan ketuban terjadi jika janin mengalami gangguan menelan. Faktor genetik dan kromosom Genetik memegang peran penting dalam beberapa kelainan bawaan.folat. Jumlah cairan ketuban yang abnormal bisa menyebabkan atau menunjukkan adanya kelainan bawaan. bisa terjadi kelainan bawaan. Apa hubungan factor umur dengan kejadian yg dialami pasien? . Jika 1 gen hilang atau cacat. Sumber : CLINIC FOR CHILDREN 12. atau kelainan 3. Beberapa kelainan bawaan merupakan penyakit keturunan yang diwariskan melalui gen yang abnormal dari salah satu atau kedua orang tua. yang bisa disebabkan oleh kelainan otak yang berat (misalnyaanensefalus atau atresia esofagus). maka setiap wanita usia subur sebaiknya mengkonsumsi asam folat minimal sebanyak 400 mikrogram/hari. Karena spina bifida bisa terjadi sebelum seorang wanita menyadari bahwa dia hamil. 4. Gen adalah pembawa sifat individu yang terdapat di dalam kromosom setiap sel di dalam tubuh manusia. Kekurangan asam folat bisa meningkatkan resiko terjadinya spina bifidatabung saraf lainnya. Cairan ketuban yang terlalu sedikit bisa mempengaruhi pertumbuhan paru-paru dan anggota gerak tubuh atau bisa menunjukkan adanya kelainan ginjal yang memperlambat proses pembentukan air kemih. bayi terendam oleh cairan ketuban yang juga merupakan pelindung terhadap cedera.