Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

GLOMERULONEFRITIS
AKUT POS
STREPTOKOKUS

PEMBIMBING : DR. TOTON SURYOTONO, SP.PD
OLEH : KHOIRUNNISA 2010730056

Identitas





PASIEN
Nama : An. H
Jenis kelamin
: Laki-laki
Usia
: 15 tahun
Suku bangsa : Sunda
Alamat
: Jl. Jamangga RT 03/09,
Peuteugondong, Cibeber
• Agama
: Islam
• Pendidikan
: SMP kelas 3
• Tanggal Masuk
: Rabu, 11 Februari 2015

Riwayat penyakit diperoleh dari alloanamnesis
kepada ayah kandung pasien, autoanamnesis
dari pasien, dan melalui data rekam medis pada
tanggal 15 Februari 2015, Jam:14.00 WIB di ruang
Samolo II kamar 2 bed 2.

KELUHAN UTAMA
Bengkak didaerah wajah, kelopak
mata dan kedua tungkai.

tidak terdapat bengkak pada bagian tubuh lainnya seperti perut dan alat kelamin. urin berwarna coklat dirasakan pasien. Pasien juga mengeluhkan bahwa kakinya terdapat banyak luka. namun nyeri BAK. kemudian bengkak dikedua tungkai sejak dua hari SMRS. luka tersebut berbentuk bulat seperti koin dan berwarna coklat kehitaman. Nafsu makan . Sejak ± 10 hari SMRS. Selain itu. dan BAB berwarna pucat juga tidak dikeluhkan oleh pasien. Frekuensi BAK yang berubah. Keluhan disertai oleh demam tinggi secara mendadak sehari sebelum masuk rumah sakit. Bengkak muncul tiba-tiba dan dirasakan terutama saat bangun tidur di pagi hari kemudian sedikit mengempis menjelang siang.Riwayat penyakit sekarang Sejak dua minggu sebelum masuk rumah sakit (SMRS) pasien mengalami bengkak didaerah wajah dan kelopak mata.

pasien memang memiliki masalah mengenai pola makan karena kurangnya nafsu makan sehingga pola makan seharihari tidak teratur.Sepuluh hari SMRS pasien sempat berobat dan dirawat di Rumah Sakit Umum Cianjur dengan keluhan yang sama. Keluhan lainnya seperti batuk. buah. sesak. riwayat diare. Luka tersebut dibiarkan tanpa di beri obat apapun. namun bengkak hanya didaerah wajah dan tidak terdapat bengkak di bagian tubuh lainnya seperti perut. . dan kaki. penurunan berat badan. alat kelamin. pilek. batuk dan nyeri dada juga dikeluhkan pasien saat masuk rumah sakit. Sejak kecil. dan nyeri perut disangkal oleh pasien. dan daging. namun dalam perkembangannya tidak menjadi bernanah. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit pasien memiliki luka pada kaki kanan akibat bermain sepak bola. Pasien juga mengukur tekanan darah di seorang mantri ketika sebelum masuk rumah sakit yaitu 180 pada tekanan darah sistolik. Luka mengeluarkan darah. Demam. Pola makan pasien bervariasi yang terdiri dari sayur. gangguan penglihatan. nyeri kepala. nyeri sendi.

Namun pasien kembali datang karena bengkak diseluruh tubuh yang muncul secara mendadak. .RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Pasien sebelumnya masuk Rumah Sakit Umum Cianjur dengan keluhan yang sama dan telah diberi obat pada saat di RS. Pasien dipulangkan karena merasa bahwa pasien sudah merasa ada perbaikan disemua gejala.

Riwayat penyakit keluarga • Riwayat penyakit paru disangkal • Riwayat penyakit darah tinggi dan kencing manis disangkal • Riwayat penyakit keganasan disangkal • Riwayat penyakit saluran kemih disangkal • Riwayat sindroma lupus eritematosus • Riwayat batuk lama disangkal • Riwayat asma dan alergi disangkal .

Riwayat pengobatan Bengkak pada wajah dan kelopak mata serta keluhan demam diberikan pengobatan ketika pasien berobat di Rumah Sakit Umum Cianjur dan mengalami perbaikan namun pasien tidak mengingat nama obat tersebut. .

8ºC .PEMERIKSAAN UMUM Keadaan umum : • Keadaan Sakit : Tampak sakit sedang • Kesadaran :Compos Mentis / GCS 15 (E4V5M6) • • • • Tanda vital : Tekanan darah : 110 / 80 mmHg Frekuensi nadi : 98 kali / menit Frekuensi napas : 24 kali / menit Suhu tubuh : 36.

Palpebra : Edema +/+ : Menutup dan membuka dengan baik .PEMERIKSAAN SISTEMATIS   Kepala · Bentuk dan ukuran : normocephali.Sklera : Ikterik -/.Rambut tertanam kuat pada kulit kepala dan tidak mudah patah Mata .Air mata : +/+ .Warna : Hitam .Pupil : Bentuk bulat.Visus : tidak diperiksa .Distribusi pertumbuhan: Merata .Konjungtiva : Anemis -/. deformitas (-). diameter 3mm/3mm : isokor : Refleks cahaya langsung +/+ : reflex cahaya tidak langsung +/+ .Kelebatan : Sedang .Gerakan kedua bola mata baik . · Rambut dan kulit kepala .

· - Telinga Meatus Akustikus Eksternus Membran timpani : Tidak diperiksa Sekret : -/Serumen : +/+ : -/·   · - Hidung Bentuk normal. simetris.Trakea di tengah .Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening (KGB) . septum nasi di tengah Sekret : -/Pernapasan cuping hidung : -/Bibir Simetris Mukosa tampak basah Tidak tampak pucat /sianosis · - Mulut: Bentuk dan ukuran normal Mukosa buccal normal Warna gusi normal merah muda Gigi geligi dalam batas normal · Leher .

gallop (-) Palpasi : iktus kordis teraba pada ICS IV linea midklavikula kiri Perkusi : kesan kardiomegali (-)   Paru: Inspeksi : gerakan nafas tampak simetris Auskultasi : vesikular +/+. murmur (-).Toraks   Jantung: Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat Auskultasi : bunyi jantung I dan II reguler. Perkusi : timpani pada seluruh regio abdomen. shifting dullness Auskultas : bising usus (+) 5-6 kali / menit pada seluruh regio . wheezing -/-. massa (-). distensi (-) Palpasi : supel. ronki -/-. splenomegali (-). hepatomegali (-). nyeri tekan kesan (+) pada regio epigastrium. . umbilikalis. stridor (-) Palpasi : gerakan nafas teraba simetris Perkusi : sonor pada kedua lapang paru   Abdomen Inspeksi : tampak datar.

Capillary Refill Time < 2 detik .Tonus otot baik pada semua ekstremitas .Tampak edema pada ekstremitas bawah   Kulit .Akral teraba hangat .Turgor kulit baik .Ekstremitas .Rash kemerahan (-)         .Sianosis (-) .Lesi kulit + Daerah kaki kanan dan kiri terdapat luka .

3 mEq/L N = 135-148 Kalium 3.30 Kalsium ion Mmol/L (N = 1.2 mg% N = 0-1.44 mEq/L N = 3.50-5.29 .Pemeriksaan penunjang pemeriksaan hematologi klinik 14/2/2015 Glukosa darah puasa 92 mg% N = 70 – 110 mg% ALT ( SGPT ) 42 U/L N = 312-78 U/L Ureum 81.15-1.0mg%) Natrium 134.9 mg% N = 10-50 mg% Kreatinin 1.

Pasien Normal Warna Kuning Kuning Kejernihan Jernih jernih Berat jenis 1.010 1.0 4.013-1.0 Leukosit Negatif Negatif Nitrit Negatif Negatif Protein 150/3+ Negatif Glukosa Normal Normal Keton Negatif Negatif Urobilinogen Normal Normal Bilirubin Negatif Negatif Eritrosit 150/4+ Negatif Sedimen eritrosit 10-12 0-1 Sedimen leukosit 0-1 1-4 Sedimen sel epitel 2-4 Negatif Sedimen kristal Negatif Negatif Sedimen silinder Negatif Negatif .6-8.030 PH 6.

Demam tinggi.9 mg% ( ↑ ) Kreatinin 1. Urin berwarna coklat 3 hari SMRS Perbaikan gejala Pasien di pulangkan MRS Bengkak seluruh wajah.2 mg% ( ↑ ) Natrium 134.3 mEq/L ( ↓ ) Kalium 3. Urin berwarna coklat Tensi sistolik 160 mmhg Resu me Pemeriksaan fisik : Masuk rumah sakit Bengkak wajah dan kelopak mata. Sering BAK Pemeriksaan laboratorium didapatkan: Ureum 81. kelopak mata dan kedua tungkai.1 bulan SMRS Ps.01 mmol/L ( ↓ ) Protein urin 150/3+ ( ↑ ) Eritrosit 150/4+ ( ↑ ) Sedimen Eritrosit 10-12 ( ↑) . Main bola Luka dikaki SMRS 10 hari SMRS Bengkak wajah dan kelopak mata.44 mEq/L ( ↓ ) Calcium ion 1.

Henoch scholein purpura .Daftar masalah 1. Impetigo krustosa . Glomerulonefritis akut post streptokokus dd/ : .nefropathy igA . Acute kidney injury ec.SLE 2.

1.nefropathy igA -Henoch scholein purpura -SLE umur rata-rata Pasien GNAPS Nefropati igA HSP SLE 15 tahun 5 – 15 tahun 10-20 tahun 4-14 tahun 15-20 tahun Ya Ya Umumnya 35% Jarang 20% <10% (tahun) Infeksi sebelumnya Gross Hematuri Ya 30% bersamaan 50-80% Sindrom nefritik akur Ya 90% 50% 50% 50% Hipertensi Ya 70% 30-50% 30-50% 30-50% C3 serum ? Rendah Normal Normal Rendah C4 serum ? Norma Normal Normal Rendah Serologi diagnostic ASTO ? ASTO streptozim Tidak Tidak ANA anti ds DNA Penyakit di luar ginjal Tidak ada Jarang Jarang Ya Umum . Acute kidney injury ec. GNAPS dd/ .

pemeriksaan ASTO -pemeriksaan serum C3 -furosemid 3 x 40 mg -hidralazin 6 mg iv diulang tiap 2-4 jam -Restriksi cairan dan diet rendah garam (<1 g per hari) dan rendah protein 1 g/kg/hari .povidone iodine (desinfektan) .mupirocin atau asam fusidat (antibiotic topical) 3x 1 oleskan.tx/ .tekanan darah 2.balance cairan. Impetigo krustosa tx/ .intake dan output (urin/24 jam).amoksisilin 3 x 500 mg .Pantau tanda-tanda vital. .

Tinjauan pustaka .

GLOMERULONEFRITIS AKUT POST STREPTOKOKUS Glomerulonefritis adalah penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi di glomerulus akibat suatu proses imunologis. . proses inflamasi terjadi dalam glomerulus yang dipicu oleh adanya reaksi antigen antibodi. Glomerulonefritis akut pasca infeksi adalah glomerulonefritis akut sebagai akibat dari bermacam-macam agen infeksi. Pada glomerulonefritis pasca infeksi.

yaitu Glomerulonefritis Akut Pasca infeksi Streptokokus (GNAPS) .Glomerulonefritis akut yang paling sering terjadi pada anak di negara berkembang adalah setelah infeksi bakteri streptokokus beta hemolitikus grup A.

Epidemiologi GNAPS dapat terjadi pada kelompok sosioekonomi rendah. . Infeksi kuman streptokokus beta hemolitikus grup A : . Rasio terjadinya GNAPS pada pria dibanding wanita adalah 2:1.menyerang kulit (pioderma) sekitar 25%. Penyakit ini terutama menyerang kelompok usia sekolah 5-15 tahun. berkaitan dengan higiene yang kurang baik dan jauh dari tempat pelayanan kesehatan.menyerang tenggorokan sekitar 5% .

patogenesis .

Manifestasi klinis • 7-14 hari setelah infeksi saluran pernapasan • 3-6 minggu setelah infeksi kulit (pioderma) • Sindrom nefritik .

hematuria . & tanda gagal ginjal ( hiperkalemia.Pemeriksaan penunjang • Urinalisis .C3 menurun. C4 normal atau menurun sedikit • ASTO • Anti streptozim uji serologis terhadap antigen streptokokus • Antihialuronidase • Anti drenase B • Radiologi ( komplikasi) . granular. hialin) • Darah ureum kreatinin. hiperfosfatemia) .proteinuria masif (>2 g/hari) .mikroskopis sedimen urin ( eritrosit dismorfik. eritrosit. asidosis.

Khusus . balance cairan.5 mg/kg/hari secara oral dengan dosis interval setiap 8 jam. . bila anuria . 2-3 kali per hari.25 mg/kg/hari secara oral dengan dosis interval setiap 6-8 jam Vasodilator dengan hidralazin 1-2 mg/kg/hari secara oral dengan dosis interval setiap 6-8 jam ACE inhibitor dengan kaptopril 0.Diuretik : Furosemid 1mg/kg/kali.Antibiotik sistemik dengan penicillin (amoksisilin 50 mg/kg/hari sebanyak 3 kali atau eritromisin 30 mg/kg/hari) selama 10 hari .Rawat dalam bangsal .Terapi antihipertensi standard : Calcium channel antagonis dengan nifedipin 0.Penatalaksanaan   Umum . per oral 1 x 20 mg IV/hari .Restriksi cairan dan diet rendah garam (<1 g per hari) dan rendah protein 1 g/kg/hari Pantau tanda-tanda vital.Mengatasi gagal ginjal akut. intake dan output (urin/24 jam). tekanan darah.

Komplikasi Spasme pembuluh darah dan bertambahnya volume plasma Gangguan sirkulasi (dispneu. pusing. tekanan daran ) Hipertensi enselopati (gangguan penglihatan. ortopneu. pembesaran jantung. muntah. dan kejang-kejang) Hipertensi menetap dan kelainan miokardium Kardiomegali & gagal jantung .

-5% memburuk -> pembentukan kresen pada epitel glomerulus. -Kelainan sedimen urin akan tampak berbulan-bulan. menjadi normal dalam waktu 3-4 minggu. . -Fungsi ginjal akan membai dalam 1 minggu.Prognosis Sebagian pasien akan sembuh. -Komplemen serum menjadi normal dalam waktu 6-8 minggu.Diuresis akan kembali normal pada hari ke 7 – 10. .

117(5):1663-8. 2004. Yashikawa N. diagnosis. Matsumoto K. Dalam: McCance KL. edisi ke• 18. Bandung. Acute kidney injury: new concepts in definition.44(2):55-82. edisi ke• 3. 2007. Huether SE. Sedor JR. New York: Oxford. [Guidelines for • the management of rapidly progressive glomerulonephritis]. Fairwell T. Niaudet P. • 13. Cell migration and inflammation. 2173-5. Male D. Glomerulonephritis. edisi ke-3. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins. Yoshizawa N. Mezzano S. Yoshizawa N. edisi ke-6. 2009. penyunting. Pediatric nephrology. Harrington JT. Philadelphia: Elsevier. 4. • penyunting. Stanton BF. • 11. • 14. Nippon Naika Gakkai Zasshi. Nishi S. Cole BR. Ishida A. • 2006. 1999. Nelson textbook of pediatrics.16(7):278-9. penyunting. Clinical value of • autoantibodies against C1q in children with glomerulonephritis. Anver ED. The diagnosis of glomerular diseases: acute glomerulonephritis and the nephrotic syndrome. Hricik DE. Koyama A. Madaio MP. Yamakami K. Avner ED. Faizan MK. Suzuki S. • 17. Sadallah S. Titov L. • Behrman RE. Glomerulonephritis associated with infections. Acute postinfectious glomerulonephritis.22(3):740-8. 9. Salinas-Madrigal L. • 18.339(13):88899. St. 743-55. West Java – Indonesian Society of Pediatricians. Sukalo A. The child with acute nephritis syndrome. Jenson HB. Clinical paediatric nephrology. • Nephrol Dial Transplant. Pathophysiology: the biologic basis for disease in adults and children. Harmon WE. JExpMed1987. Yamakami K. 6th edition. •   . Spitzer A. Nippon Jinzo Gakkai Shi.161(1):25-34. • pathophysiology. The renal and urologic system. Eddy AA. Harmon WE. • Immunology. Tamura K.Tinjauan pustaka 1. 2007. 5. Kida H. N Engl J Med. 1995. 669-89.KONIKA XIII. Smith JM. Rauf S. h.penyunting. Sakai H. • 16. Schifferli J. Simckes AM.166:151-62. Kurokawa K. [Treatment guidelines concerning rapidly progressive glomerulonephritis • syndrome]. • 12. • 2002. 2007. Pediatrics. Acute Proliferative Glomerulonephritis and Crescentic Glomerulonephritis. Lattanzio MR. Oda T. 8. McCance KL. 2009. h. Khandke KM. Dalam: Kliegman RM. 3. Chung-Park M. Nephritisassociated plasmin receptor and acute poststreptococcal glomerulonephritis: characterization of the antigen and associated immune response. J Am Osteopath Assoc. louis: Mosby. Albar H. 2005. 2001. Perahud I. Arimura Y. 7. Arch Intern Med. • 15. Brostoff J. Dalam: Barrat TM. 1221-73. Postlethwaite R.15(7):1785-93. Poststreptococcal acute glomerulonephritis. Kopyt NP. Edinburgh: Mosby. Dalam: Avner ED. Fujino M. 367-80. Male D. Acute glomerulonephritis among Indonesian children. et al. h. penyunting. Rodriguez B. Significance of • glomerular cell apoptosis in the resolution of acute poststreptococcal glomerulonephritis. Manjula BN. 47-64. h. Difference in the structural features of streptococcal M proteins from nephritogenic and rheumatogenic serotype. et al. 1998.96(7):1498-501.109(1):13-9. et al. 1998. Dalam: Webb N. 6. et al. Dalam: Roitt I. Davis ID. and treatment. Shigematsu H. Hotta O. 2002. 2. penyunting. J Am Soc Nephrol. Pediatr Rev. h. 4th edition. Kozyro I. h. Berlin: Springer. Proceedings of the 13th National Congress of Child Health . Pediatric Nephrology. 2003. Oda T.