Anda di halaman 1dari 38

BI3107 Anatomi dan Sifat Kayu

FISIK KAYU 1: PENGEMBANGAN &PENYUSUTAN,
HIGROSKOPIS

11

PERMEABILITAS KAYU/HIGROSKOPIS
 PENYUSUTAN &PENGEMBANGAN

HIGROSKOPIS KAYU
Kayu mempunyai kemampuan untuk menyerap dan
melepaskan uap air dari dan ke udara sekitarnya sampai
kayu mencapai keseimbangan kandungan air dengan
udara sekitarnya.
Karenanya kayu disebut suatu bahan higroskopik.
Apabila kayu dalam keadaan seimbang dengan
lingkungan sekitarnya dan udara kemudian menjadi lebih
kering, kayu tersebut akan kehilangan air sampai kembali
mencapai keseimbangan. Istilah sorpsi digunakan untuk
fenomena kombinasi atau fanomena umum adsorpsi
(penyerapan uap air) dan desorpsi (melepaskan uap air).

3

Wood & Water
Hygroscopicity

4 .

5 .

6 .

Histeresis adalah umum bagi banyak tipe gejala fisiko kimia.7 Kandungan air kayu dalam keadaan seimbang dengan suatu lingkungan udara akan lebih rendah daripada Titik Jenuh Serat (TJS). Proses pengeringan yang berulang pada kayu akan menyebabkan apa yang dinamakan histeresis atau pengaruh kelambanan.  .

Apabila adsorpsi air kemudian terjadi. tetapi ketika pengeringan terjadi kelompokkelompok ini bergerak saling mendekat.  .8 Dalam kondisi basah. kelompok hidroksil selulosa dinding sel dipenuhi molekul-molekul air. maka lebih sedikit tempat yang tersedia bagi air untuk berikatan dibandingkan sebelumnya. mengakibatkan ikatan selulosa-ke-selulosa.

9 .

10 .

Perubahan dimensi terjadi karena adanya fluktuasi kadar air di bawah titik jenuh serat ( TJS ). Sedangkan pengembangan adalah kebalikan dari penyusutan yaitu penambahan dimensi kayu akibat adanya penambahan kadar air. . Perubahan kadar air di atas titik jenuh serat tidak menyebabkan perubahan dimensi. PENYUSUTAN Penyusutan adalah pengurangan dimensi kayu karena terjadi penurunan kadar air kayu.

1 – 8. Peringkat kembang susut pada kayu : Tangensial ( 4.1 – 0.Kayu bersifat anisotropis. longitudinal ). yang berbeda pada ketiga arah bidangnya (tangensial.5% ) > Longitudinal ( 0. yaitu sifat kembang susut.2% ) . pada perubahan kadar air yang sama.3 – 14%) > Radial ( 2. radial.

) 9.4 4.) 4.9 8.6 7.4 8.8 Kapur (Dryobalanops spp.0 7.) 4.2 10.2 10.) 3.0 Gmelina (Gmelina arborea) 2.6 10.5 Keruing (Dipterocarpus spp.1 4.1 Meranti Putih (Shorea spp.) 5.4 Jati (Tectona grandis) 2.7 Meranti Kuning (Shorea spp.1 10.0 6.5 5.0 .8 20.4 Eboni (Diospyros spp.2 14.9 16.4 Ramin (Gonystylus spp.5 7.) 3.8 7.3 5.8 Kempas (Koompassia malaccensis) 6.4 14.6 10.8 Randu (Ceiba pentandra) 2.Penyusutan beberapa jenis kayu Penyusutan dari segar ke kering tanur ( % ) Spesies Radial Tangensial Volumetrik Balsa (Ochroma pyramidale) 3.0 10.8 Jelutung (Dyera costulata) 2.0 7.3 8.7 13.

14 .

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI       Kadar Air Kerapatan atau Berat Jenis Struktur Anatomi Kayu Ekstraktif Komposisi Kimia Tegangan – tegangan Mekanik .

Hubungan antara penyusutan dan kandungan air pada dasarnya adalah linier. Kerapatan atau Berat Jenis Besarnya penyusutan dan pengembangan sebanding dengan besarnya kerapatan atau berat jenisnya. Kembang susut pada kayu dengan BJ lebih tinggi. lebih besar dibanding dengan kayu dengan BJ rendah. Penyebabnya adalah kayu dengan BJ tinggi air yang ditampung pada dinding sel lebih banyak.Kadar Air Besarnya penyusutan dan pengembangan dipengaruhi oleh banyaknya air dalam dinding sel yaitu pada saat kadar air antara nol sampai titik jenuh serat. .

Dinding sel primer sangat tipis jika dibandingkan dengan dinding sel sekunder sehingga pengaruhnya kecil dan sering diabaikan.Struktur Anatomi Kayu Dalam proses pengembangan dan penyusutan. Ekstraktif Kandungan ekstraktif yang besar dapat mengurangi pengembangan dan penyusutan. . Hal ini terjadi karena masuknya zat ekstraktif mengisi dinding sel kayu. bagian sel yang berperan adalah dinding sel terutama dinding sel sekunder.

Komposisi Kimia Pengaruh komposisi kimia dinding sel memberikan pengaruh yang kecil terhadap pengembangan dan penyusutan kayu. . Hanya lignin yang mungkin dapat mempengaruhi penyusutan dan pengembangan. Tegangan – tegangan Mekanik Tegangan-tegangan mekanik yang timbul akibat pengaruh luar kayu berupa beban yang mungkin batas proporsinya menyebabkan perubahan sel kayu secara permanen sehingga akan mempengaruhi perubahan berikutnya berupa perubahan dimensi (kembang susut) akibat dari perubahan kadar air. dimana kandungan lignin yang tinggi dapat menghambat penyusutan dan pengembangan.

yaitu S1. tetapi 2 lapisan lainnya (S1 dan S3) menahan pengaruh perbedaan orientasi mikrofibrilnya. lapisan S2 cenderung menambah jumlah mikrofibril terhadap ketebalannya. .ALASAN TERJADINYA SIFAT ANISOTROPIS PADA PENYUSUTAN DAN PENGEMBANGAN Dinding sel terdiri atas dinding primer yang lebih tipis dibandingkan dinding sel sekunder. S3. Pada waktu air diserap. Pada lapisan S1 (terluar) dan S2 (terdalam) mikrofibrilnya disusun secara transversal pada sel panjang. sedangkan lapisan S2 (tengah) mikrofibril tersusun searah sel panjang dan merupakan lapisan yang paling tebal. dimana arah orientasi mikrofibrilnya berbeda. Akibatnya pengembangan (atau penyusutan) searah sel panjang (longitudinal) sangat kecil. S2.

Variasi Ketebalan Lapisan Dinding Sel dan Sudut Mikrofibrilnya Lapisan Dinding Sel Ketebalan Relatif (%) Rata-Rata Sudut Mikrofibril Primer 1 Random Sekunder 1 (S1) 10 .70 o Sekunder 2 (S2) 70 – 90 10 – 30 o Sekunder 3 (S3) 2-8 60 – 90 o .22 50 .

Pengembangan dan penyusutan yang berbeda pada arah transversal dimana kembang susut arah tangensial lebih besar dibanding arah radial dapat dijelaskan dari beberapa hal berikut  Tahanan jari-jari  Perbedaan kayu awal dengan kayu akhir  Kandungan Lignin .

Sehingga pada saat terjadi pengembangan dan penyusutannya pada arah radial ini akan dihambat oleh adanya jarijari. .Tahanan jari-jari Pada arah radial dari kayu terdapat sel jari-jari yang fungsinya sebagai penyalur bahan makanan dari hasil fotosintesa. Arah memanjang dari sel ini adalah ke arah radial.

Karena pengembangan sel ke arah tangensial lebih besar. latewood Perbedaan kayu awal dengan kayu akhir .earlywood Pengembangan dan penyusutan pada kayu akhir lebih tinggi daripada kayu awal sehingga penyusutan dan pengembangan lebih banyak dipengaruhi oleh kayu akhir. artinya dinding sel lebih tebal pada arah tangensial maka penyusutan dan pengembangan akan lebih besar pada arah tangensial dibandingkan arah radial.

Penghilangan lignin akan meningkatkan penyusutan dan pengembangan.Kandungan Lignin Penyusutan dan pengembangan juga dipengaruhi oleh keadaan lamela tengah yang banyak mengandung lignin. .

PENENTUAN PENGEMBANGAN DAN PENYUSUTAN Penyusutan dan pengembangan dinyatakan persen dimensi sebelum perubahan terjadi: Pengembangan (Swelling) = dimensi akhir – dimensi awal dimensi awal x 100% Penyusutan (Shringkage) = dimensi awal – dimensi akhir x 100% dimensi awal .

pengangkatan permukaan lantai.PENTINGNYA PENYUSUTAN DAN PENGEMBANGAN  Pelonggaran dan pengetatan pada sambungan yang terjadi akibat pengurangan atau peningkatan dimensi sehingga menyebabkan kesulitan dalam pembukaan dan penutupan pintu / jendela.  Perubahan bentuk penampang lintang (cross section) yang disebabkan oleh perbedaan penyusutan pada arah radial dan tangensial . dan lain-lain.

.PERUBAHAN BENTUK Warping (penggeliatan). disebabkan oleh perbedaan penyusutan dan pengembangan arah radial dan tangensial serta perbedaan distribusi kadar air.

. Checks terhadap semakin besar pada akhir pengeringan dan terutama pada arah jari-jari. karena jari-jari merupakan daerah terlemah dari kayu. Checks (pecah). terjadinya perubahan dimensi yang tidak sama antara bagian permukaan dan bagian dalam kayu akibat adanya perbedaan gradien KA.

menyebabkan papan akan membentuk “cup” atau lengkung ke arah luar dikenal sebagai “reverse casehanding” . Cacat jenis ini bila muncul ketika dilakukan penggergajian. walaupun keabnormalan ini tidak dapat dilihat (tetapi dapat kita uji). honey combing dan collapse. terutama terjadi pada kayu yang dikeringkan dalam kiln (kiln-drying). Case hardening : terjadi akibat perbedaan tekanan pada kayu. Case hardening.

 Honey combing merupakan pecah bagian dalam yang biasa timbul pada kayu berjari-jari lebar. .

menyebabkan permukaan papan berkerut-kerut.Collapse : distorsi sel yang sangat kuat. Semua cacat ini terjadi karena prosedur pengeringan yang kurang tepat terutama pada saat pengering kayu basah dan tebal yang menggunakan temperatur tinggi dengan RH rendah .

.USAHA-USAHA MENGURANGI PENYUSUTAN DAN PENGEMBANGAN (MEMPERTAHANKAN STABILITASI DIMENSI) Modifikasi mekanik kayu Pelapisan dengan bahan penolak air (Water Repellent Coating) Perlakuan bulking Pengurangan higroskopisitas dengan cara mengganti gugus hidroksil dengan bahan anti air (hidrophobic) dan cross linkange hidroksil.

Modifikasi mekanik kayu Usaha untuk menanggulangi sifat anisotropis kayu yang biasa dilakukan pada plywood atau panel kayu lainnya adalah dengan cara menempatkan lapisan (veneer) saling tegak lurus. .

5 . Pada umumnya efektifitas perlindungan dengan pelapisan ini berkurang sejalan dengan waktu. Usaha yang dilakukan untuk permukaan dalam kayu (rongga sel dan dinding sel) bisa digunakan larutan dari alkydicresin (10 .1%) dalam pelarut organik yang digunakan. lebih-lebih pada struktur yang tidak terlindung dari cuaca. .Pelapisan dengan bahan penolak air (Water Repellent Coating Biasanya dilakukan denga cara pengecatan vernis pada permukaan untuk mencegah adsorpsi dan desorpsi.15%) dan lilin parafin (0.

.Perlakuan bulking Usaha ini merupakan usaha untuk mengisi (menempati) sel kayu dengan memasukkan bahan “bulking agent” antara lain: larutan garam atau gula. PEG diklasifikasikan atas dasar BM-nya (200-6000). lilin. PEG 1000 dianggap baik sebagai bulking agent (karena masih lembab pada suhu tinggi). Poly Ethylen Gylcol (PEG). larutan sintetik resin (biasanya digunakan PF).

Biasanya untuk penggantian hidroksil dilakukan dengan group asetil.Pengurangan higroskopisitas dengan cara mengganti gugus hidroksil dengan bahan anti air (hidrophobic) dan cross linkange hidroksil. misalnya menggunakan ether. Sedangkan untuk cross linkage hidroksil dapat dilakukan dengan uap formaldehide. .

37 .