Anda di halaman 1dari 8

MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN

Model praktek keperawatan
Pendahuluan
 Isu pokok / inti kehidupan profesi-pelayanan/asuhan keperawatan yang baik dan
benar.
 Pelayanan / asuhan keperawatan yang ada saat ini harus berubah-bentuk
pelayanan / asuhan keperawatan profesional.
 Kedepan keperawatan-keperawatan mendiri bukan subordinate.
 Caranya : perawat - meningkatkan sikap dan pengetahuan, keterampilan,
sehingga mempu melaksanakan – profesional care”
 Profesional care dalam pelaksanaannya ”praktek keperawatan yang dibangun
dengan landasan ilmiah”
 Model pemberian asuhan keperawatan dan model konseptual keperawatan”
Praktek Keperawatan Profesional
Praktek keperawatan ilmiah dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan
dan standar praktek keperawatan, berorientasi pada klien, dalam ruang lingkup
otonomi dan kewenangan, dilandasi etika profesional keperawatan.

keluarga dan komunitas)  Interaksi khusus ini – terus berubah untuk memnuhi kebutuhan dasar dan sampai teratasinya masalah klien.  Praktek keperawatan profesional sesuai dengan tuntutan profesi keperawatan.Mengapa Perlu Askep Profesional ?  Terlaksananya praktek keperawatan profesional-menjawab tuntutan kebutuhan memecahkan masalah kesehatan / keperawatan masyarakat dan memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan asuhan keperawatan yang baik dan benar. Esensi keperawatan Sebagai Profesi Memberi pelayanan/asuhan profesional dalam keperawatan kepada masyarakat berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan berpedoman pada standart profesional dan tuntutan etik profesi keperawatan Asuhan Keperawatan Profesional  Hubungan /interaksi anara perawat profesional dengan klien – (individu. kepemimpinan keperawatan bertolak dari hubungan profesional ners-klien  Penerapan metode penyelesaian masalah keperawatan  Perkembangan keilmuan – adanya jenjang dalam pelayanan / asuhan keperawatan (pelayanan Askep Dasar dan kekhususan / spesialisasi) .  Hubungan profesional dan interaksi dan interaksi – komponen paling fundamental dalam penyediaan asuhan keperawatan (johanna. 2000) Berapa Landasan Teoretik dalam Pelaksanaan Asuhan keperawatan  Model konseptual (model teoritik)  Pengelolaan dan pengorganisasian. Perlu ditangani secara profsional oleh ners profesional yang dipersiapkan melalui pendidikan tinggi.

Scale of Professionallization ----------*------------*----------------*---------------*--------------*-------------*------------task Assignment team nursing patient Moduler Assignment : nursing primary nursing everynurse (functional) Total Care Evolution of professional Nursing Practice Professional nursing by .Pembangunan Model praktek keperawatan  Model pemberi Asuhan Keperawatan  Model Konseptual keperawatan Model praktek Keperawatan Dipilih berdasarkan :  Ketenagaan yang ada. berlandaskan teori /konsep praktek keperawatan. yang berdasarkan pada pandangan filosofi keperawatan atau telaah teoritik /paradigma keperawtan (ma’rifin Husin. dan  Perlu diikuti oleh ukuran-ukuran keberhasilan yang objektif berdasarkan “standart profesi keperawatan yang dianut – “ Peer group “ atau kelompok profesi” Model praktek keperawatan Upaya bagaimana keperawatan mengorgasisasi diri untuk memberikam pelayanan /asuhan kepada masyarakat.2000).

Penerapan Model Konseptual Model koseptual proses Keperawatan keperawatan Menjadi titik perhatian/utama Asuhan Keperawatan profesional Kontak sosial Hubungan profesional Asuhan keperawatan  Membantu mencapai kebutuhan dasar berbagai bentuk tindakan keperawatan (nursing Intervension)  Menggunakan ilmu dan kiat keperawatan (scientific Nusing)  Memanfaatkan potensi berbagai sumber daya.Untuk melihat evolusi dan membuat pilihan sisitem pemberian asuhan keperawatan ada 12 faktor yang harus diperhatikan :  Penugasan  Pengajian. perencanaan dan evaluasi  Pelaksanaan / implementasi  Dokumentasi  Laporan pada akhir dinas  Tanggung jawab merencanakan askep  Tanggung jawab pemberian askep  Desentralisasi kewenangan bagi kesinambungan pembuatan keputusan dan tindak lanjut terhadap askep. termasuk klien .

“ compassion” menghormati klien . memberi pendidikan kesehatan.(potential resources).  Teori & riset – untuk menjawab berbagai pertanyaan klien . hubungan yang hangat  Rencana keperawatan – individual. Hubungan Konsep Dasar X keperawatan professional Manusia kesehatan lingkungan Keperawatan Professional Keperawatan Profesional  Keperawatan memberikan pelayanan/asuhan keperawatan yang berfokus pada mempertahankan meningkatkan dan memulihkan kesehatan  Berkolaborasi dengan pasien dan keluarga – membantu koping dan adaptasi. Pemilihan Model Keperawatan ↓ Kesepakatan antara tantanan pelayanan dan pendidikan tinggi keperawatan karena mebutuhkan komunikasi yang baik antara komunikasi keperawatan. staf akademik dan profesi kesehatan lain.  Mempersyaratkan – kepedulian.

pengawan baik b. Baik untuk RS yang kurang tenaga c.Sistem Model pemberian Asuhan Keperawatan Pengertian lain :  Sistem penugasan  Metode Penugasan  Modalitas Praktek keperawatan  Metode praktek Keperawatan. Manajement klasik yang menekankan efisiensi. pembagian tugas jelas. Kelebihan : a. Model Pemberian Asuhan Keperawatan Gerontik  Model kasus  Model tim  Model moduler  Model primer Berbagai Model Praktek Pelayanan Keperawatan 1. Model Fungsional Model pelayanan / asuhan keperawatan dilakukan secara terfragmentasi dan tindakan keperawatan dilakukan sesuai tugas yang dibebankan pada setiap perawat. Perawat senior sibuk manajerial. perawatan pasien diserahkan .

pada perawat junior. Kelebihan : a. Salah seseorang perawat yang memiliki kemampuan lebih tinggi akan menjadi ketua tim. Tidak memerlukan perawat profesional e. Proses keperawatan tidak dapat diterapkan d. Model Kasus Perawat memberi askep pada klien secara menyeluruh. Model Tim Kelompok perawat yang terdiri dari 3-4 orang perawat dari berbagai tingkat pendidikan dan kemampuan. Pelayanan yang diberikan menyyeluruh kepuasan klien terpenuhi perawat minimal memiliki kualifikasi DIII Keperawatan Kelemahan : a. Persepsi perawat cendrung kepada tindakan berkaitan dengan keterampilan saja 2. d. Perawat lebih memahami kasus perkasus b. Mendukung pelaksanaan proses keperawatan d. Biaya jasa keperawatan lebih murah Kelemahan : a. Tingkat kepuasan klien dan perawat sangat tinggi c. Sistem evaluasi dari manajerial mudah c. Tingkat kepuasan pasien dan perawat rendah b. 3. Memungkinkan komunikasi antar tim . memberikamn askep terhadap sekelompok klien yang berjumlah 8 – 12 orang. Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama. Pelayanan keperawatan terfregmentasi c. Belum dapatnya diidentifikasi perawat penanggung jawab b. pengkajian evaluasi Kelebihan : a. Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh dan profesional b.

Pelayanan yang diberikan lebih menyeluruh dan profesional b. memberikan asuhan keperawatan terhadap 8 -12 orang klien mulai dari klien masuk selesai perawat. Komunikasi antar anggota tim terutama dalam bentuk konferensi tim.4 orang perawat dengan berbagai tingkat pendidikan / kemampuan. ada kejelasan antara pembuat rencana Kelebihan : a. Model Moduler Kelompok perawat yang terdiri dari 3. Bersifat kontinuitas komprehensif b. Kelebihan : a. .Kelemahan : a. Model Primer Satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap askep pasien masuk keluar Mendorong praktek kemandirian perawat. membutuhkan waktu 4. Perawat primer mendapatkan akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan memungkinkan pengembangan diri c. Askep yang diberikan bermutu tinggi pelayanan efektif pasien merasa dimanusiakan Kelemahan : - Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai. Kepuasan klien tinggi diperlukan variasi tingkat pendidikan dan kemampuan perawat 5.