Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
kawasan perairan merupakan salah satu sarana yang sangat vital dari masyarakat dahulu,
dimana kawasan perairan menjadi kawasan tertua yang menjadi peran penting akan kehidupan
masyarakat. Kawasana perairan berfungsi menjadi titik pusatnya aktivitas masyarakat seperti
perdagangan, transportasi, interaksi social maupun hiburan. Dari keberagaman fungsi kawasan
perairan, maka kawasan perairan sangat diperlukan keberadaannya saat ini.
Keberadaan kawasaan perairan tidak terlepas dari bataran kawasan perairan tersebut. Di
kawasan pinggiran perairan akan menjadi pusat aktivitas yang sangat strategis, diminati dan
digemari. Selain itu kawasan pinggiran perairan akan banyak dioptimalkan akan potensi yang
ada seperti view, suasana dan lingkungan alam sebagai tempat hiburan maupun sarana investasi
semata. Berawal dari fenomena ini area waterfront mulai berkembang Area waterfront
merupakan area yang berbatasan dengan kawasan perairan seperti sungai, danau, dan laut. Lamakelamaan pada area waterfront tersebut akan ada akses pencapain baik jalur air maupun udara
dan akan ada pusat aktivitas diarea waterfront tersebut
Area waterfront memiliki daya tarik tersendiri oleh kebanyakan orang. Baik hanya
mencari suasana maupun lingkungannya area waterfront akan semakin banyak dieksploitasi.
Terbangunnya hotel, villa, resort maupun tempat-tempat hiburan lainnya akan semakin
menjamur tumbuh diarea waterfront.
Perkembangan di area waterfront lama-kelamaan akan semakin pesat, masyarakat yang
awalnya pusat aktivitasnya dipinggiran perairan akan berpindah kepusat kota meninggalkan area
pinggiran perairan. Pada area waterfront tertentu tidak dapat diakses oleh sembarang orang
melainkan orang-orang tertentu saja akibat area-area waterfront dialih fungsikan sebagai milik
pribadi. Selain itu pada area waterfront rentan terhadap bencana-bencana yang diakibatkan oleh
alam maupun manusia.
Maka dari itu, seorang arsitek harus memperhatikan keadaan lingkungan daerah
waterfront sebelum memulai merancang bangunan agar tetap menjaga keseimbangan alam.

hingga kriteria perancangan. Selain itu. seorang arsitek juga wajib memperhatikan pengaruh bangunan yang dirancang terhadap lingkungan sekitar waterfront agar tidak mencemari atau merusak lingkungan dan memperhatikan pengaruh bangunan lain disekitar lingkungan waterfront. . tipologi. mulai dari karakteristik. pengolahan lahan. Selain itu mempelajari waterfront agar mengetahui bagaimana karakteristiknya. konstruksi. permasalahan pada kawasan waterfront. ukuran sempadan. Dalam tugas ini. dan hal-hal apa yang mempengaruhi daerah waterfront tersebut. Diharapkan bangunan tersebut memiliki dampak yang baik bagi lingkungan disekitar waterfront dan bangunan disekitar daerah waterfront karena lingkungan yang baik akan mendukung kualitas dari bangunan tersebut seperti view. pengambilan objek studi waterfront ini karena objeknya berada disebelah perairan seperti sungai. Dengan bersebelahan dengan daerah perairan maka seorang arsitek dalam mendesain haruslah mengambil berbagai pertimbangan.Banyak faktor dan pertimbangan dalam medesain di daerah waterfront seperti pemilihaan pondasi. bahan. danau maupun laut. jenis. Mempelajari waterfront sejatinya bisa dilakukan dengan banyak hal seperti membaca buku-buku maupun literature yang sudah ada. dengan observasi langsung kelapangan agar mengetahui situasi sebenarnya dilapangan agar bisa dibandingkan dengan literatur-literatur yang sudah ada. agar desain yang dibuat tidak merusak wajah dan ekosistem yang ada disekitaran perainran tersebut. Waterfront sangatlah menarik untuk di kaji. kami akan membahas tentang ekologi arsitektur pada daerah atau kawasan waterfront.