Anda di halaman 1dari 7

Borang Portofolio

Nama Peserta
Nama Wahana
Topik
Tanggal (kasus)
Nama Pasien
Tanggal Presentasi
Tempat Presentasi
Obyektif Presentasi
□ Keilmuan
□ Diagnostik
□ Neonatus
□ Deskripsi
□ Tujuan

: dr. Ida Bagus Deny P
: Puskesmas Perawatan Sungai Kupang
: Demam Typhoid
: 19 Agustus 2015
:Tn. P
No. RM
:
:
Nama Pendamping : dr. Noventius L.
: Puskesmas
Tobing, M. M.
Perawatan
Sungai Kupang
:

□ Penyegaran
□ Tinjauan Pustaka
Keterampilan
□ Manajemen
□ Masalah
□ Istimewa





□ Bumil
Bayi
Anak Remaja
Dewasa
Lansia
:Tn. S, 25 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan demam
tinggi sejak 6 hari yang lalu.
: 1. Diagnosis Demam Typoid
2. Penatalakanaan Demam Typoid

Bahan Bahasan

□ Tinjauan
Pustaka

□ Riset

Cara Membahas

□ Diskusi

□ Presentasi dan Diskusi

□ Kasus

□ Audit

Email
:


Pos

Data Pasien
Nama : Tn. S
Nomor Registrasi
Nama klinik : Puskesmas Perawatan
Telp
:
Terdaftar sejak :
Sungai Kupang
Data utama untuk bahan
:
diskusi
1. Diagnosis/gambaran klinis
:
Pasien datang dengan keluhan demam tinggi sejak 6 hari yang lalu, demam dirasakan
lebih tinggi ketika menjelang sore dan malam hari. Pasien juga muntah-muntah sejak 3 hari
ini, awalnya mual dan terasa nyeri di bagian ulu hati dan setiap makan selalu muntah. Pasien
juga belum BAB selama 4 hari kemarin. Pasien juga sakit kepala, tidak mau makan dan
lemas. Pasien pernah menderita keluhan seperti ini sekitar 2 tahun yl.
2. Riwayat pengobatan
: Pasien minum obat penurun panas paracetamol
3. Riwayat kesehatan/penyakit
: Pasien menderita gastritis dan sering kambuh
4. Riwayat keluarga
:5. Riwayat pekerjaan
: Bekerja sebagai karyawan kebun sawit
6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (rumah, lingkungan,
:
pekerjaan)
7. Pemeriksaan Fisik
- Keadaan Umum
: tampak sakit sedang, lemas dan sedikit pucat.
- Kesadaran
: Compos Mentis
- Tanda-tanda vital
TD
: 120/80 mmHg
HR
: 98 x/menit
RR
: 18 x/menit
T
: 37,5 °C

Mehta KK. 16th Edition. gallop – Pulmo I : gerakan napas simetris statis & dinamis. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 366: 749-62. murmur -. Bhan MK. Changing trends in typhoid fever. 18: 201-4. Medicine Update 2008. shifting dullness (-) A : BU (+). ballotement -/P : timpani di seluruh kuadran. Bhatnagar S. 14: 266-72. edema -/-/-/Daftar Pustaka : 1. Departemen IPD FK UI Juni 2009. 2. New York. Demam Tifoid. Infect Dis Clin Pract 2006. wh -/Abdomen I : datar. CRT <2 detik. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 3. retraksi (-) P : stem fremitus kanan = kiri P : sonor pada kedua lapang paru A : bunyi napas vesikuler +/+. refleks cahaya +/+ Kelopak mata cekung (-) Telinga MAE lapang Serumen -/Sekret -/Membran timpani intak +/+ Hidung Septum nasi di tengah Sekret -/Mulut Mukosa bibir dan oral kering Lidah kotor Faring tidak hiperemis Leher Trakea di tengah Pembesaran tiroid (-) KGB tidak teraba Cor I : iktus kordis tidak tampak P : iktus kordis tidak teraba P : dbN A : BJ I dan II tunggal. Bahl R. . Typhoid fever and paratyphoid fever. 5. venektasi (-) P : supel. 2005. hepar dan lien tidak teraba membesar.Borang Portofolio Pemeriksaan Fisik Kepala & wajah Normosefali Deformitas (-) Mata Konjungtiva anemis -/Sklera ikterik -/Pupil bulat isokor. Jakarta. Lancet 2005. Edisi IV. rh -/-. Bhutta ZA. nyeri tekan epigastrium (+). Typhoid fever: current concepts. Jilid 3. Braunwald. kesan normal Ektremitas : Akral hangat. Widodo D. 3 mm/3 mm. 4.

pasien pernah mengalami keluhan serupa 2. S. paratyphi B dan S. paratyphi C.5 °C Mukosa bibir dan oral kering dan Lidah kotor Nyeri tekan epigstrium (+) 3. awalnya mual dan terasa nyeri di bagian ulu hati dan setiap makan selalu muntah. Diagnosis Demam Tifoid 2. tidak mau makan dan lemas. . Dua tahun yang lalu. Pasien menderita gastritis sejak lama dan sering kambuh. Pasien juga muntah-muntah sejak 3 hari ini. sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu yang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. lemas dan sedikit pucat TD : 120/80 mmHg HR : 98 x/menit RR : 18 x/menit T : 37. Pasien mengeluhkan sakit kepala. Obyektif Keadaan Umum : tampak sakit sedang. Demam tifoid (termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Assessment Demam tifoid adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteritik demam. paratyphi A. lebih tinggi sore dan malam hari. S. Pasien minum obat penurun panas paracetamol sejak 2 hari tapi demam lagi terutama malam hari. Pasien juga belum BAB selama 4 hari kemarin.Borang Portofolio Hasil Pembelajaran : 1. Subyektif Pasien datang dengan keluhan demam tinggi sejak 6 hari yang lalu. Penatalaksanaan Demam Tifoid Rangkuman hasil pembelajaran dan portofolio 1.

Bibir kering dan kadang-kadang pecah-pecah. Penegakan diagnosis penyakit demam tifoid ini masih kurang lengkap bila belum ditunjang dengan diagnosa laboratorium mikrobiologi klinik. Gangguan Kesadaran Umumnya terdapat gangguan kesadaran yang kebanyakan berupa penurunan kesadaran ringan. Pada minggu ke 2 intensitas demam makin tinggi. Bila klinis berat. Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan pada demam tifoid adalah rose spot yang biasanya ditemukan di regio abdomen atas. e. Pada awal sakit sering meteorismus dan konstipasi. limfositosis relatif. anoreksia. Kumpulan gejala-gejala klinis tifoid disebut dengan sindrom demam tifoid. mungkin karena teknis pemeriksaan yang sulit dilakukan. Hepatosplenomegali Hati dan limpa ditemukan sering membesar. pegal-pegal. dan dapat disertai gangguan kesadaran. Bradikardia relatif adalah peningkatan suhu tubuh yang tidak diikuti oleh peningkatan frekuensi nadi. Walaupun pada kasus tertentu dibutuhkan pemeriksaan tambahan untuk membantu menegakkan diagnosis. Gambaran darah tepi : lekopeni (± 3000-8000 per mm3. Pada minggu selanjutnya kadang-kadang timbul diare. Dari hari ke hari intensitas demam makin tinggi yang disertai banyak gejala lain seperti sakit kepala yang dirasakan di daerah frontal. selanjutnya suhu tubuh sering turun naik. sampai gambaran penyakit yang khas dengan komplikasi dan kematian. kadang-kadang terus-menerus (demam kontinyu).Borang Portofolio Masa tunas demam tifoid berlangsung 10-14 hari. sore dan malam lebih tinggi (demam intermitten). Gambaran laboraturium demam tifoid : 1. Diagnosis banding demam tifoid adalah gastroenteritis virus. Ujung dan tepi lidah kemerahan dan tremor (coated tongue atau selaput putih). gejala delirium lebih menonjol. . enteritis bakteri selain karena Salmonella. pada penderita anak jarang ditemukan. n enosinofilia dan trombositopenia ringan. Diagnosis demam tifoid dapat diambil dengan anamnesis berupa demam. kolitis pseudomembran. Bradikardia realitf dan gejala lain Bradikardia relatif tidak sering ditemukan. serta sudamina. terutama regio epigastrik (nyeri ulu hati). Gambaran klinis penyakit demam tifoid sangat bervariasi dari hanya sebagai penyakit ringan yang tidak terdiagnosis. Pengetahuan gambaran klinis penyakit ini sangat penting untuk membantu mendeteksi secara dini. nyeri otot. Sering didapatkan kesadaran apatis dengan kesadaran seperti berkabut (tifoid). Demam Pada awal sakit. Oleh karena itu. penegakan diagnosis sedini mungkin sangat bermanfaat agar bisa diberikan terapi yang tepat dan meminimalkan komplikasi. appendisitis. dan kolesistitis. c. serta gejala-gejala klinis yang berhubungan dengan komplikasi yang terjadi. d. demamnya kebanyakan samar-samar saja. Hati terasa kenyal dan nyeri tekan. Lidah kelihatan kotor dan ditutupi selaput putih. mual dan muntah. monositosis. Patokan yang sering dipakai adalah bahwa setiap peningkatan suhu 1°C tidak diikuti peningkatan frekuensi nadi 8 denyut dalam 1 menit. Gangguan Saluran Pencernaan Sering ditemukan bau mulut yang tidak sedap karena demam yang lama. disertai nausea. gangguan gastrointestinal. Pagi lebih rendah atau normal. mual dan muntah. Beberapa gejala klinis yang sering pada tifoid diantaranya adlah : a. b. Pada umumnya penderita sering mengeluh nyeri perut. hingga anemia. Rose spot pada anak jarang terjadi malah lebih sering epitaksis. tetapi diagnosa laboratorium secara konvensional dapat dilakukan melalui identifikasi adanya antigen / antibodi dalam sampel dan melalui kultur mikroorganisme. tak jarang penderita sampai somnolen dan koma atau dengan gejala-gejala pychosis (Organic Brain Syndrome). insomnia. Pada penderita dengan toksik.

Diagnosis demam tifoid dianggap pasti apabila didapatkan kenaikan titer 4 kali lipat pada pemeriksaan ulang dengan interval 5-7 hari. S datang dengan keluhan utama demam 5 hari yang semakin tinggi menjelang malam hari disertai dengan keluhan saluran pencernaan yang menonjol yaitu mual. dan sumsum tulang. 4. Pemriksaan lain : PCR. Namun. 3. diteruskan dengan menelusiri dari pipa pembuangan utama sampai rumah pembawa kuman-kuman. sensitivitas kultur darah rendah (hanya 10-20% kuman saja yang terdeteksi). 5. limpa. dapat disimpulkan An. Biakkan Salmonella thypi Spesimen untuk biakan dapat diambil dari darah. 1/40. 1/40. . Demam selama 5 hari dan lebih tinggi pada sore dan malam hari merupakan tipe demam intermiten. dan gold standar untuk menegakkan diagnosis demam tifoid dalah kultur darah. Bakteremia sekunder menimbulkan gejala klinis seperti demam. Dan gejala lain seperti sakit kepala dan anoreksia. Kultur darah merupakan gold standard metode diagnostik dan hasilnya positif pada 6080% dari pasien. Untuk daerah endemik dimana sering terjadi penggunaan antibiotik yang tinggi. A menderita Demam Tifoid. Dari hasil laboraturium yang keluar di hari yang sama didapatkan : Hb = 11. LED = 16 . konstipasi. bila darah yang tersedia cukup (darah yang diperlukan 15 mL untuk pasien dewasa). Spesimen darah diambil pada minggu I sakit demam tinggi. Untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid pada pasien ini. maka diperlukan pemeriksaan laboraturium darah lengkap dan pemeriksaan serologis sederhana yaitu Tes Widal. muntah. Belum ada kesepakatan tentang nilai titer patokan. Typhi Dot EIA An. 6. walaupun titer O belum mencapai kenaikan 4 kali lipat.Borang Portofolio 2. Awalnya. Kebanyakan pendapat bahwa titer O 1/320 sudah menyokong kuat diagnosis demam tifoid. biakkan cairan empedu. reaksi widal negatif tidak menyingkirkan diagnosis tifoid. lekosit = 11. biakkan tinja. Serologis Widal Uji widal dilakukan untuk deteksi antibodi terhadap kuman S. Pembiakkan memerlukan waktu 5-7 hari. biakkan air kemih. 1/40. feses. Jika positif dibiakkan pada Salmonella typhi. dan nyeri abdomen. Kuman juga dapat melakukan replikasi dalam makrofag. sakit kepala. nyeri ulu hati. Mencari pembawa demam tifoid : cara usap selokan sangat berguna untuk mencari pembawa kuman. Oleh karena itu. Typi. kuman akan disebarkan kembali ke dalam sistem peredaran darah dan menyebabkan bakteremia sekunder sekaligus menandai berakhirnya periode inkubasi (10-14 hari). yakni di hati.4 gr/dl . Bila laporan hasil biakkan “Basil Salmonella tumbuh” maka penderita pasti mengidap demam tifoid. Widal O = 1/160. Kumpulan gejala yang dialami pasien termasuk dalam sindrom demam tifoid. urin. bakteri dalam tubuh akan masuk ke dalam pembuluh darah ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan berkolonisasi dalam organ-organ sistem retikuloendotelial. Pemeriksaan bakteriologis : biakkan darah. Spesimen feses dan urin diambil minggu II dan minggu-minggu selanjutnya. Setelah periode replikasi. yakni dengan meletakkan gulungan kain kasa pada selokan. Sama halnya seperti yang dialami pasien.500 . sumsum tulang. Tidak sama masing-masing daerah tergantung endemisitas daerah masing-masing dan hasil penelitiannya. yakni demam dan gangguan saluran pencernaan. biakkan bekuan darah.

NIP. Diet rendah serat c. Medikamentosa Tiamfenikol 4x500mg Ibuprofen 3x400mg Domperidone 3x10mg Multivit 1x1 Mengetahui. Ida Bagus Deny P dr.Borang Portofolio 4. dr. Tirah baring di rumah b. Noventius L. Planning a. M. 1966 1117 2006 04 1004 . M. Tobing.