Anda di halaman 1dari 11

Mengenali Anak Berkebutuhan Khusus (ABK

)
Penulis : admin

Tuhan tidak selalu memberi apa yang kita minta, akan tetapi Tuhan selalu memberi yang terbaik
buat umatnya. Demikian juga sebuah keluarga mengharapkan putra-putrinya lahir sempurna,
sehat walafiat. Di dunia ini tidak ada anak manusia yang terlahir sempurna. Setiap orang pasti
memiliki kekurangan, dan tidak ada manusia yang sama satu dengan lainnya, meskipun mereka
lahir dari orang tua yang sama. Anak kembar yang lahir bersamaanpun tidak ada yang sama.
Bila boleh memilih maka setiap orang ingin lahir sempurna tanpa kekurangan yang
berarti.Demikian juga anak berkebutuhan khusus mereka dapat lahir kapan saja dan dimana saja
tanpa memandang latar belakang orang tuanya. Tunanetra dapat lahir dari keluarga dosen,
tunarunguwicara dapat lahir dari keluarga guru, tunagrahita dapat lahir dari keluarga petani,
tunadaksa dapat lahir dari keluarga ulama, tunalaras dapat lahir dari keluarga pemulung, ataupun
anak autis lahir dari keluarga sederhana.Dapat dikatakan anak berkebutuhan khusus dapat lahir
kapan saja, dimana saja seperti coca cola. Siapapun tidak dapat menolak kehadiran anak
berkebutuhan khusus, meskipun kedua orang tuanya sama-sama dokter.
Anak berkebutuhan khusus bukan produk Tuhan yang gagal karena Tuhan tidak pernah gagal,
mereka tidak perlu dikasihani akan tetapi wajib kita beri kesempatan. Tugas mereka adalah
memberi inspirasi. Sekecil apapun anak berkebutuhan khusus masih memiliki potensi yang dapat
dikembangkan. Pada dasarnya setiap anak mempunyai keunikan tersendiri, sudah terbukti anak
berkebutuhan khusus banyak yang mempunyai prestasi yang tidak kalah dengan saudarasaudaranya yang lain. Mereka juga berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar. Seperti dalam
UU SPN, warga negara yang memiliki kelainan fisik,emosional,mental intelektual dan atau sosial
berhak memperoleh pendidikan khusus (UUSPN, pasal 5 ayat 2). Untuk itu kita wajib memberi
kesempatan kepada mereka untuk memperoleh kesempatan belajar. Mereka harus kita beri
kesempatan seluas-luasnya agar dapat mandiri sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda
dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau
fisik. Yang termasuk ABK antara lain: tuna netra, tunarunguwicara, tunagrahita, tunadaksa,
tunalaras, autisme, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, hiperaktif, ADHD, dan
indigo. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bentuk pelayanan
pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi
tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu
berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Penyebabnya :
1.
2.
3.

Pra natal : kehamilan yang mengalami pendarahan, kurang gizi, minum obatObatan
Natal
: persalinan yangtidak spontan, lahir prematur, berat badan lahir
rendah
Post natal: tumor otak, kejang, diare semasa bayi

Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan
kekhususannya masing-masing, atau sekolah di sekolah inklusi. SLBbagian A untuk tunanetra, SLB
bagian B untuk tunarunguwicara, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa,
SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk tuna ganda.Sedang anak-anak
berkebutuhan yang lain sepewrti hiperaktif, kesulitan belajar, anak berbakat, indigo masih dapat
sekolah pada sekolah pada tempatnya.
Sebelum anak-anak berkebutuhan khusus sekolah di SLB diadakan pemeriksaan oleh tim
yang terdiri dari psikolog, dokter anak, dokter rehab medik, paedagogik. Pemeriksaan awal ini
dibutuhkan untuk mengetahui hambatan yang ada pada ABK. Dengan demikian maka akan dapat
diketahui untuk melakukan tindak lanjut. Assesmen merupakan salah satu cara untuk melakukan

Memakai Dan Membuka Baju Tanyakan ibu apakah anak dapat memakai dan membuka bajunya sendiri 2. A. Hampir semua ABK membutuhkan pelayanan terapi. 1. Testis anak laki-laki membesar dan bengkak 1. anak tidak merasa jika kakinya disentuh.pemberian pelayanan agar tepat sesuai dengan kebutuhan awal melalui pelayanan terapi. setiap ABK jenis terapi yang dibutuhkan berbeda sesuai hasil assesmen. Kepala anak terlalu besar dibandingkan tubuhnya dan berkembang lebih cepat dari bagian-bagian lain tubuhnya. Ulangi untuk ketiga mainan lainnya. Tunjuk salah satu dan tanyakan warnanya. Anak memiliki bentuk wajah yang tidaklazim dengan mata miring. Bagian ata bibir atau langit-langit mulut terbuka atau seperti terpotong 8. 12. Adapun terapi dapat diikuti di rumah sakit. Kaki anak pada sisi yang sama juga terlihat lambat 10. Mata anak juga terlihat berbeda dari berbagai arah 5. tidak mau minum atau memiliki masalah dengan mulut dan tidak mampu menghisap melalui botol susu atau puting susu ibunya 7. Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus 2. Kemudian tanyakan anak apa yang Anda bisikan. 4.leher mungkin juga pendek 4. Ditemukan benjolan dipunggung anak. Mata selalu terbuka (melotot) atau malah selalu tertutup 6. Menyebut 4 Warna Taruh 4 mainan dengan warna berbeda. Mendengarkan Bisikan kalimat “Apa kabar?” ditelinga anak. Bicara Dengan Kalimat Tanyakan anak tentang permainan yang disukainya. . Pada anak ditemukan juga benjolan sekitar pusar khususnya pada saat anak menangis 13. Anak sulit untuk menghisap. Dengan pelayanan terapi diharapakan ABK dapat mempersiapkan untuk memasuki dunia sekolah. 3. Anak harus dapat menjawab menggunakan 5-6 kata. Kedua kaki anak juga dapat terlihat aneh posisinya dan tidak dapat digerakkan. Satu atau kedua kaki atau tangan selalu berputar menghadap atau berbalik ke belakang 11. Deteksi Dini Kecacatan Pada Anak Usia 5 Tahun 1. 9. tempat pelayanan terapi dan dapat dilanjutkan saat anak sudah bersekolah. Diteksi Dini Kecacatan Pada Anak Yang Baru Lahir a. Tangan dan kaki sangat lentur dan berbeda dibandingkan anak lain 3. lidah tebal. Mata mendekat pada hidung atau menjauh dari sudut normal . Tanyakan ibunya apakah anak dapat menggunakan 5-6 kata dalam kalimat saat berbicara norma. Sat u tangan lemah dan lambat dan terlihat dalam posisi aneh.

7. Anak harus dapat melakukannya 3 kali. kaki. tangan. benda model dan benda nyata. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium). Bermain Dengan Anak Lain Tanyakan ibu apakah anak mau bermain dengan anak lain dalam satu kelompok Melompat Sebelah Kaki Melompatlah dengan sebelah kaki. Kemudian tutup mata kanan dan minta menyusun 5 kancing sesuai dengan gambar. Pegang tongkat pada level mata anak dibelakang telinganya ( anak sulit melihat). Jenis-jenis Ketunaan Tunanetra Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. 9. Mengikuti Petunjuk Taruh selembar kertas dan minta anak menyusun 5 kelereng . Kelurusan Pandangan Anak duduk atau berdiri. Untuk membantu tunanetra beraktivitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. 5. contohnya adalah penggunaan tulisan braille. Menggambar Dengan Pensil Beri anak kertas dan pensil dan minta ia menggambar seseorang dengan kepala. Karena tunanetra memiliki keterbatasan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. 5 kencing. Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara. gambar timbul.Anak harus dapat mengulangi apa yang Anda bisikan. 8. Penglihatan Tutup mata sebelah kiri anak dengan saputangan dan minta ia menyusun 5 kelereng sesuai gambar. 1. B. tunanetra dapat Definisi Tunanetra menurut Kaufman & Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. dan 5 kerikil secara bantuan 6. diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Blind) dan low vision. Minta anak mellihat lurus kedepan. Minta ia melihat kearah tongkat dan gerakkan perlahan satu tongkat kedepannya sambil bertanya “ Sudah kelihatan tongkatnya?” Ulangi sampai anak harus dapat melihat tongkat dengan sudut matanya. Tidak mampu melihat . dan badannya. Ciri – Ciri Anak Tunanetra 1. Kemudian minta anak melakukannya. Anda berdiri dibelakang anak sambil memegang tongkat kecil kedua tangan. sedangkan media yang bersuara adalah tape recorder dan peranti lunak JAWS.

untuk abjad jari telah dipatenkan secara internasional sedangkan untuk isyarat bahasa berbeda-beda di setiap negara. Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan 5. saat ini dibeberapa sekolah sedang dikembangkan komunikasi total yaitu cara berkomunikasi dengan melibatkan bahasa verbal. Klasifikasi tuna Rungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran adalah: 1. Ucapan kata tidak jelas 6. Pandangan hebat pada kedua bola mata 8. Kualitas suara aneh/monoton 7. Tuna Grahita Tunagrahita adalah individu yang memiliki intelegensi yang signifikan berada dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi prilaku yang muncul dalam masa perkembangan. 2. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara 5. Ciri-Ciri Anak Tuna Rungu 1. 2. Gangguan pendengaran sedang (56-70dB). 5. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi 4. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar 8. Mata yang bergoyang terus Tuna Rungu Tuna Rungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. Keluar cairan ‘nanah’ dari kedua telinga 3. Gangguan pendengaran sangat ringan (27-40dB). Secara nyata tidak mampu dengar Terlambat perkembangan bahasa 3. Tunagrahita ringan (IQ : 51-70) . 1. 4. Gangguan pendengaran ekstrem / tuli (di atas 91dB).2. Gangguan pendengaran ringan (41-55dB). 3. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil didekatnya 6. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat. 2. Gangguan pendengaran berat (71-90dB). Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/bersisik/kering 7. bahasa isyarat dan bahasa tubuh. Banyak perhatian terhadap getaran 9. Klasifikasi tunagrahita berdasarkan pada tingkatan IQ 1. Kerusakan nyata pada kedua bola mata 4. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter 3.

Terdapat bagian angggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebihh kecil dari biasanya 4. dan lumpuh. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler) sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan 4. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam 6. 2. Tuna Daksa Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuromuskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan.3 tahun Adapun yang dimaksud umur mental setaraf dengan anak usia 8 tahun. sakit atau akibat kecelakaan. 2. Tunagrahita berat (IQ :dibawah 25 ) 2. Penampilan fisik tidak seimbang.8 tahun 3. Ciri – Ciri Fisik dan Penampilan Anak Tuna Grahita 1. misalnya kepala terlalu kecil/besar Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia 3. berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik. Tidak ada/kurang kosong) 5. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi. Tunagrahita ringan umur mental 8 – 12 tahun Tunagrahita sedang umur mental 3. Tunagrahita berat umur mental 0. Tuna Laras Tuna laras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. polio. Pembelajaran bagi individu tunagrahita lebih di titik beratkan pada kemampuan bina diri dan sosialisasi. 2. Ciri-ciri Anak Tuna Daksa 1. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali) 6. sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk.Maka tidak mengherankan kalau ada anak tunagrahita berusia 20 tahun tingkah lakuknya seperti anak-anak. meskipun anak tunagrhita berusia 20 tahun secara kelender akan tetapi umur mental anak itu maksimal beruasia seperti anak usia 8 tahun pada anak umumnya. amputasi. Hiperaktif/tidak dapat tenang 5. termasuk celebral palsy. Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna. Perkembangan bicara/bahasa terlambat 4.tidak lentur/tidak terkendali) 3. Terdapat cacat pada alat gerak 5. dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal 7. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan .2. Tunagrahita sedang (IQ : 25-50) 3. Klasifikasi tunagrahita berdasarkan pada umur mental 1.

Membaca pada usia lebih muda Membaca lebih cepat dan lebih banyak 3. Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia): i. 6 dengan 9. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang v. Anak berbakat sering juga disebut sbg ‘gifted & talented’. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan. dislexia. Sering salah membilang dengan urut iv. dan afasia perkembangan. Sering salah menulis huruf b dengan p. Sering melakukan tindakan agresif. brain injury.norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. Anak Cerdas Istimewa & Bakat Istimewa Anak berbakat atau anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa adl anak yang memiliki potensi kecerdasan(intelegensi). Kesulitan belajar Adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa. memerlukan pelayanan pendidikan khusus. sehingga untuk mewujudkan potensinya menjadi prestasi nyata. dsb.x. Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan iii. Memiliki perbendaharaan kata yang luas 4. Ciri-Ciri Anak Cerdas Istimewa Bakat Istimewa 1. 17 dengan 71. mengalami gangguan motorik persepsi-motorik. Ciri-Ciri Anak Tuna Laras 1.mengganggu 4. <. disfungsi minimal otak. 2. 2 dengan 5. Sering membedakan tanda-tanda:+. berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berfikir.merusak. v dengan u. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai ii.= ii. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6. membaca. Kemampuan memahami isi bacaan rendah iii. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-rata. gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep. berhitung. Sulit membedakan bangun-bangun geometri 7. Anak yang Mengalami Kesulitan Menulis (disgrafia) i. Perkembangan kemampuan membaca terlambat ii. kreatifitas. berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris Anak yang Mengalami Kesulitan Berhitung (diskalkulia) i. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat . 2 dengan 5. Kalau membaca sering banyak kesalahan 2. dan tanggung jawab terhadap tugas (task commitment) diatas anak-anak seusianya(anak normal). Ciri-Ciri Anak Berkesulitan Belajar 1. >. v. p dengan q. dan sebagainya iii. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca iv. 3 dengan 8. Cenderung membangkang Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah 3. Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/hukum 6. gangguan koordinasi gerak. 2.-.

Autisme Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita. aktivitas dan minat yang obsesif. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi) 25. Tidak cepat puas dengan prestasinya 24.5. Gangguan sensorik dan motorik 1. Perilaku-emosi 4. Dapat memberikan banyak gagasan 10. 2. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal 8. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive. Perkembangan terlambat atau tidak normal. Memberi jawaban-jawaban yang baik 9. Berperilaku terarah pada tujuan 20. Menghindari kontak mata . Mempunyai daya abtraksi. Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang: 1. yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal.dan sintesis yang tinggi 17. Berfikir kritis juga terhadap diri sendiri 15. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan 12. Mempunyai daya imajinasi yang kuat 21. Interaksi sosial Komunikasi (bahasa dan bicara) 3. Luwes dalam berfikir 11. Pola bermain 5. Mempunyai daya ingat yang kuat 23. Mempunyai pengamatan yang tajam 13. (Baron-Cohen. Dapat berkonsentrasi dalam jangka waktu panjang terutama terhadap tugas dan bidang yang diminati 14.konseptualisasi. Mempunyai banyak kegemaran (hoby) 22. Suka menirukan suara atau instruksi Bicara sendiri dengan kata-kata yang aneh 3. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan 8. Senang mencoba hal-hal yang baru 16. Mempunyai minat yang luas. 1993). Cepat menangkap hubungan sebab akibat 19. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan-pemecahan masalah 18. Mempunyai inisiatif dan dapat bekerja sendiri 7. 2. muga terhadap masalah orang dewasa 6. Ciri-Ciri Anak Autis antara lain: 1.

Berputar mondar-mandir 4. Senang tiduran di lantai 6. mainan.4.dll 8. Sering memutar atau menggelengkan kepala 9. Memegang benda-benda sekitar 5. Seringkali menghindar. Kesulitan konsentrasi 10. seperti tugas sekolah. Senang mengibas-ibaskan tangan 7. Terlalu banyak bicara 6. Senang membariskan benda-benda 5. seperti alat tulis. PR 7. tidak bisa diam. ADHD ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Tidak teratur mengerjakan tugas 8. atau sedang berdiri. Ciri-Ciri Anak Hiperaktif antara lain: 1. menolak. Seringkali terlihat seperti tidak mendengarkan saat diajak berbicara oleh orang lain 4.Hiperaktif Hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal yang disebabkan disfungsi neurologia dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. Seringkali mengalami kesulitan untuk mengorganisir tugas atau kegiatannya 6. tidak bisa duduk dengan tenang. Ciri-Ciri Anak ADHD 1. atau enggan untuk terlibat dalam tugastugas yang membutuhkan mental effort (tugas yang menuntut anak untuk berpikir). Menolak duduk di kursi Berputar sebelum duduk 3. Sering kehilangan benda-benda yang diperlukan untuk membuat tugas atau bermain. Seringkali gagal untuk memperhatikan detail atau melakukan kesalahan yang tidak semestinya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah atau tugas lainnya Kerapkali mengalami kesulitan untuk mempertahankan perhatiannya dalam tugas-tugas yang sedang dikerjakannya atau saat bermain 3. buku kerja. Membolak-balikkan kertas 9. Membuat-buat alasan 7. 2. dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah. 2. Suka merusak 8. Perhatiannya mudah teralih oleh stimulus di lingkungan untuk . Seringkali tidak mengikuti petunjuk yang diberikan dan gagal menyelesaikan tugas-tugas sekolah atau tugas lainnya di tempat kerja 5.

Mempunyai kesadaran diri yang tinggi. Fisik mereka terlihat sangat atletis dan punya kemampuan mengendalikan orang. 19. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk 4. 4. Meski menjadi dokter mereka akhirnya menjadi ahli bedah atau peneliti. Punya empati yang kuat terhadap sesama atau tidak punya empati sama sekali. 7. lebih banyak menggarap proyek dibanding orang lain. indigo yang sangat sensitif. bisa mengerjakan banyak hal bersamaan. ahli pemasaran di masa depan bergaul secara luas sangat aktif sering terbentur karena tidak punya rem. Indigo artis. Pada umur 5 – 10 tahun mereka telah menguasai 15 jenis seni yang berbeda. Pandangan mata mereka terlihat bijaksana dan mendalam 18. Pada umur 2 tahun mereka sudah bisa diajak bicara banyak hal. Indigo Indigo adalah manusia yang sejak lahir mempunyai kelebihan khusus yang tidak dimiliki manusia pada umumnya. C. Menunjukkan intuisi yang kuat 13. Indigo konseptual. untuk membantu kita hidup harmonis. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.11. Jika tertarik ke musik mereka bisa menguasai lebih 4 jenis alat musik sekaligus 3. Biarkan saja saya sendiri. Mereka punya cara yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah. 9. Ciri-Ciri Anak Indigo 1. 12. Sistem Pelayanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus . Kreatif 11. 3. atau “ Saya bisa atasi itu”. 2. astronot di masa mendatang. terhubung dengan sumber (Tuhan) Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas. 8. perawakan kecil berminat pada seni. Indigo interdimensional. Sebagian besar adalah orang yang menimbulkan rasa tidak nyaman. perancang. Indigo Humanis. Mudah teralihkan perhatiannya. indigo yang paling sakti. ahli mesin. 14. Saat kecil sering di identifikasi ADHD ( susah berkonsentrasi ) 16.anak yang akan bekerja dengan orang banyak mereka adalah dokter. 6. Mudah bosan dengan tugas yang diberikan 10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan selalu ingin alasan yang jelas. Mereka adalah arsitek. Berada di dunia untuk merubah dunia. 5. Pada umur itu mereka sudah bisa bilang “ Saya sudah tahu hal itu “. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat 17. guru. Macam Indigo : 1. Sangat berbakat dan pintar (CIBI) 15. 2. pengacara. Yang menjadi sasaran biasanya ibunya. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.

sebagaimana yang dimaksud pada point ke 1 . Misalnya dalam sekolah tersebut ada anak tunanetra. Jenis ketunaan yang dilayani adalah semua jenis ketunaan. 70 Tahun 2009 ialah: (1) Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik. Dalam SLB satu atap menyelenggarakan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus mulai jenjang: - TKLB selama 2-3 tahun - SDLB selama 6 tahun - SMPLB selama 3 tahun - SMALB selama 3 tahun Kurikulum yang digunakan di SLB adalah kurikulum nasional sesuai jenis ketunaan yang sudah di tetapkan rambu-rambunya oleh BNSP. emosional. maka anak tunanetra belajar dengan tunanetra lainya dan terpisah dengan dengan anak tunarungu atau ketunaan lainnya. Adapun program khusus untuk anak berkebutuhan khusus adalah sebagai berikut: 2. Program Khusus ini diberikan berdasarkan jenis ketunaan. 1. Tujuan Pendidikan Inklusi bedasarkan Permendiknas No. Kemampuan Merawat Diri/Bina Diri untuk tunagrahita 4. mental. Pada kurikulum SLB selain pendidikan akademis dan ketrampilan ada juga program khusus.1. Bina Gerak untuk tunadaksa 5. 2. ada mata pelajaran akademis dan mata pelajaran praktis. Dalam pelaksanaan kurikulum ini disesuaikan dengan kondisi lapangan dan anak berkebutuhan khusus yang dilayani. sedangkan pada SMPLB perbandingannya ialah 40:60. dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik. perbedaanya ada pada perbandingan prosentase antara pendidikan akademis dan pendidikan praktis (ketrampilan). Bina Pribadi dan Sosial untuk anak tunalaras Pendidikan Inklusi Pendidikan inklusi ialah Sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Isi kurikulum SLB pada dasarnya sama dengan sekolah umum. tunarungu dan ketunaan lainnya. Sekolah Khusus / Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekolah Luar Biasa ialah satuan pendidikan yang menyelenggagarakan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus. yang proses pembelajarannya dikelompokkan berdasarkan masing-masing jenis ketunaan. Untuk Kurikulum TKLB dan SDLB hampir sama perbandingannya antara pendidikan akademis dan praktis adalah 60:40. (2) Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman. dan pada SMALB perbandingannya 30:70. Orientasi dan Mobilitas Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama untuk tunanetra untuk tunarungu 3.

minat dan potensinya. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran berdasarkan kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan standar nasional pendidikan atau di atas standar nasional pendidikan wajib mengikuti ujian nasional. 70 Tahun 2009:   Penilaian hasil belajar bagi peserta didik pendidikan inklusif mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. . Serta pembelajaran pada pendidikan inklusif mempertimbangkan prinsip-prinsip pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik belajar peserta didik.  Peserta didik yang menyelesaikan pendidikan dan lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan mendapatkan ijazah yang blankonya dikeluarkan oleh Pemerintah.  Peserta didik yang memiliki kelainan dan mengikuti pembelajaran berdasarkan kurikulum yang dikembangkan di bawah standar nasional pendidikan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.Kurikulum pada Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik sesuai dengan bakat. Untuk Penilaian Pendidikan Inklusi berdasarkan Permendiknas No.  Peserta didik yang memiliki kelainan yang menyelesaikan pendidikan berdasarkan kurikulum yang dikembangkan oleh satuan pendidikan di bawah standar nasional pendidikan mendapatkan surat tanda tamat belajar yang blankonya dikeluarkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.  Peserta didik yang memperoleh surat tanda tamat belajar dapat melanjutkan pendidikan pada tingkat atau jenjang yang lebih tinggi pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau satuan pendidikan khusus.