Anda di halaman 1dari 18

Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa

berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita
perlu mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun
antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin.
Sebagian besar DMG asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat
pemeriksaan rutin.
Di Indonesia insiden DMG sekitar 1,9-3,6% dan sekitar 40-60% wanita yang pernah
mengalami DMG pada pengamatan lanjut pasca persalinan akan mengidap diabetes mellitus atau
gangguan toleransi glukosa. Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan dengan pemeriksaan
glukosa darah sewaktu dan 2 jam post prandial (pp). Bila hasilnya belum dapat memastikan
diagnosis DM, dapat diikuti dengan test toleransi glukosa oral. DM ditegakkan apabila kadar
glukosa darah sewaktu melebihi 200 mg%. Jika didapatkan nilai di bawah 100 mg% berarti
bukan DM dan bila nilainya diantara 100-200 mg% belum pasti DM.
Pada wanita hamil, sampai saat ini pemeriksaan yang terbaik adalah dengan test
tantangan glukosa yaitu dengan pembebanan 50 gram glukosa dan kadar glikosa darah diukur 1
jam kemudian. Jika kadar glukosa darah setelah 1 jam pembebanan melebihi 140 mg% maka
dilanjutkan dengan pemeriksaan test tolesansi glukosa oral.
Patofiologi Diabetes Mellitus Pada Kehamilan
Pada DMG, selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut, akan terjadi suatu keadaan di
mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Terjadi perubahan kinetika insulin dan
resistensi terhadap efek insulin. Akibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu
bertambah (kadar gula darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi).
Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta, dimana sirkulasi janin juga ikut
terjadi komposisi sumber energi abnormal. (menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai
komplikasi). Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan
metabolik (hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, dan sebagainya.

Penanganan DMG yang terutama adalah diet. Berikan insulin yang bekerja cepat. yaitu kadar glukosa darah puasa di bawah 105 mg/dl dan 2 jam pp di bawah 120 mg/dl. bila mungkin diberikan melalui drips. Cara yang dianjurkan adalah cara Broca yaitu BB ideal = (TB-100)-10% BB. 6. 4. dianjurkan diberikan 25 kalori/kgBB ideal. Dapat terjadi kematian janin memdadak. pengelolaan DMG juga terutama didasari atas pengelolaan gizi/diet dan pengendalian berat badan ibu. 3. 2. Kebutuhan kalori adalah jumlah keseluruhan kalori yang diperhitungkan dari: − Kalori basal 25 kal/kgBB ideal − Kalori kegiatan jasmani 10-30% − Kalori untuk kehamilan 300 kalor − Perlu diingat kebutuhan protein ibu hamil 1-1.Pengelolaan Diabetes Mellitus Pada Kehamilan Pengelolaan medis Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya. kecuali pada penderita yang gemuk dipertimbangkan kalori yang lebih mudah. 5. sebab bila kontrol kurang baik upayakan lahir lebih dini. Hindari adanya infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya.5 gr/kgBB Jika dengan terapi diet selama 2 minggu kadar glukosa darah belum mencapai normal atau normoglikemia. maka terapi insulin harus segera dimulai. Lakukan upaya pencegahan infeksi dengan baik. pertimbangkan kematangan paru janin. 1. . Pada bayi baru lahir dapat cepat terjadi hipoglikemia sehingga perlu diberikan infus glukosa. Kontrol secara ketat gula darah.

517. Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada kasus DM umumnya.5 kg setiap minggu.5 kg pada trimester pertama dan selanjutnya rata-rata 0. Dianjurkan kontrol sesuai jadwal pemeriksaan antenatal. semakin dekat dengan perkiraan persalinan maka kontrol semakin sering. maka insulin langsung digunakan. karena insulin yang bukan berasal dari manusia (non-human insulin) dapat menyebabkan terbentuknya antibodi terhadap insulin endogen dan antibodi ini dapat menembus sawar darah plasenta (placental blood barrier) sehingga dapat mempengaruhi janin. jika mungkin dengan alat pemeriksaan sendiri di rumah).5 kg). Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk : − Mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl − Mempertahankan kadar glukosa darah 2 jam pp < 120 mg/dl − Mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb Alc) < 6% − Mencegah episode hipoglikemia − Mencegah ketonuria/ketoasidosis deiabetik − Mengusahakan tumbuh kembang janin yang optimal dan normal. Jika pengelolaan diet saja tidak berhasil. kenaikan berat badan yang dianjurkan tergantung status gizi awal ibu (ibu BB kurang 14-20 kg. Insulin yang digunakan harus preparat insulin manusia (human insulin). dengan ditambahkan sejumlah 300-500 kalori per hari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan sampai dengan masa menyusui selesai.Pemantauan dapat dikerjakan dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah kapiler. ibu BB normal 12. Sampai akhir kehamilan. . Hb glikosilat diperiksa secara ideal setiap 6-8 minggu sekali. Kenaikan berat badan ibu dianjurkan sekitar 1-2.5-12.5 kg dan ibu BB lebih/obesitas 7. Dianjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu (ideal setiap hari.

dapat dikombinasikan antara insulin kerja pendek dan intermediate. pemberian insulin mungkin harus lebih sering. Pada DMH. denyut jantung janin. insulin yang digunakan adalah insulin dosis rendah dengan lama kerja intermediate dan diberikan 1-2 kali sehari. kadar gula darah ibu. . untuk mencapai kadar glukosa yang diharapkan. pembesaran/ tinggi fundus uteri. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam DMG karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan dalam jumlah besar melalui ASI.Pada DMG. pemeriksaan USG dan kardiotokografi (jika memungkinkan). Pengelolaan obstetrik Pada pemeriksaan antenatal dilakukan pemantauan keadaanklinis ibu dan janin. terutama tekanan darah.

.Pada tingkat Polindes dilakukan pemantauan ibu dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan mendengarkan denyut jantung janin. sistitis dan monilisasis) harus dirawat sejak usia kehamilan 34 minggu. Pada tingkat Puskesmas dilakukan pemantauan ibu dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan mendengarkan denyut jantung janin.Bila akan melakukan terminasi kehamilan harus dilakukan amniosentesis terlebih dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila usia kehamilan < 38 mg). Pemantauan pergerakan janin (normal >l0x/12 jam). pemantauan ibu dan janin dilakukan dengan cara : Pengukuran tinggi fundus uteri . pertumbuhan janin terhambat (PJT) dan gawat janin merupakan indikasi untuk melakukan persalinan secara seksio sesarea. .NST – USG serial . dengan nilai FDJP > 6.Kehamilan DMG dengan komplikasi (hipertensi.Pada janin yang sehat. .Bayi yang dilahirkan dari ibu DMG memerlukan perawatan khusus. preeklamsia.Penilaian ini dilakukan setiap minggu sejak usia kehamilan 36 minggu. Penderita DMG dengan komplikasi biasanya memerlukan insulin. Pada tingkat rumah sakit.Penilaian menyeluruh janin dengan skor dinamik janin plasenta (FDJP). . dapat dilahirkan pada usia kehamilan cukup waktu (40-42 mg) dengan persalinan biasa. . . nilai FDJP < 5 merupakan tanda gawat janin. Adanya makrosomia. kelainan vaskuler dan infeksi seperti glomerulonefritis.

di tandai dengan tingginya keadaan glukosa darah (hiperglikemia) dan glukosa dalam urine (glukosuria) atau merupakan sindroma klinis yang ditandai dengan hiperglikemia kronik dan gangguan metabolisme karbohidrat. 2000).Penilaian paling ideal adalah penilaian janin dengan skor fungsi dinamik janin-plasenta (FDJP). Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia (Mansjoer.. Diabetes Melllitus adalah suatu . lemak dan protein sehubungan dengan kurangnya sekresi insulin secara absolut / relatif dan atau adanya gangguan fungsi insulin. ASKEP DM GESTASIONAL KONSEP DASAR PENYAKIT Pengertian Diabetes melitus merupakan kelainan metabolisme yang kronis terjadi defisiensi insulin atau retensi insulin.

63 % dari mereka akan mengalami perubahan dan berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam 5 hingga 16 tahun. kebutuhan energi ( kalori ) wanita hamil sangat bervariasi. riwayat melahirkan anak lebih besar dari 4000 g 5. Multiparitas 3. Namun ada pula yang mengalami perubahan nafsu makan. Umur sudah mulai tua 2. Tetapi ada wanita hamil yang mengkonsumsi kalori lebih dari itu. terjadi atau diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung Diabetes Melitus gestasional (DMG) adalah intoleransi karbohidrat dengan berbagai tingkat keparahan. cairan ketuban ( 1. Riwayat kehamilan : Sering meninggal dalam rahim. Penderita gemuk (obesitas) 4. wanita-wanita yang menderita diabetes gestasional mempunyai resiko tinggi untuk mengalami diabetes gestasional lagi pada kehamilan berikutnya. Bagaimanapun juga. Sering mengalami keguguran . Faktor Predisposisi 1. Beberapa hormon tertentu mengalami peningkatan jumlah. dan jumlah darah ( 3 – 3. Misalnya hormon kortisol. persiapan untuk menghadapi pertumbuhan bayi dalam janin memerlukan 85. Seorang ibu dapat menikmati saat-saat kehamilan tanpa takut menjadi gemuk. yang awitannya atau pertama kali dikenali selama masa kehamilan (ADA. Epidemiologi Kebanyakan kasus.000 kalori. Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan. berkurangnya glikogenesis. menyatakan bahwa secara teori. dan human placental lactogen (HPL). Kondisi ini menyebabkan suatu kondisi yang kebal terhadap insulin yang disebut sebagai "insulin resistance".kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo.5 kg ).000 – 150. plasenta ( 1 kg ). tak perlu dirisaukan. Kehamilan dan obesitas memiliki perbedaan. air lemak. diabetes gestasional akan menghilang segera setelah bayi dilahirkan. Peningkatan jumlah semua hormon tersebut saat hamil ternyata mempunyai pengaruh terhadap fungsi insulin dalam mengatur kadar gula darah. Etiologi Diabetes mellitus dapat merupakan kelainan herediter dengan cara insufisiensi atau berkurangnya insulin dalam sirkulasi darah. dan juga 17 % .5 kg ). penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan metabolik dan hormonal pada penderita. Nancy Clark di dalam majalah American Fitness. dan konsentrasi gula darah tinggi.5 kg ). Menurut hasil studi yang diterbitkan dalam America Journal Of Clinical Nutrition. Diabetes Melitus gestasional (DMG) adalah intoleransi karbohidrat ringan (toleransi karbohidrat terganggu) maupun berat. yaitu antara 50. namun itu semua disebabkan oleh berat bayi ( 3. rahim ( 1. Peningkatan berat badan pada saat hamil sekitar 12 kg. Ahli nutrisi. estrogen. 1990).5 kg ). Kecemasan bahwa berat badan Anda tidak bisa kembali lagi seperti sebelum hamil.000 kalori. Jadi diabetes mellitus gestasional adalah adalah difisiensi insulin ataupun retensi insulin pada ibu hamil sehingga mengakibatkan terjadinya intoleransi karbohidrat ringan maupun berat yang baru diketahui selama mengalami kehamilan. Sering mengalami lahir mati. Diabetes Melitus gestasional adalah intoleransi karbohidrat dengan keparahan bervariasi dan awitan ataum pertama kali diketahui saat hamil. 2002).

11. Poliuri 4. Klasifikasi a. Afrika. riawayat diabetes gestasional atau glukosuria. Hipertensi 7. Kelemahan yang berlebihan . Resiko rendah Pemeriksaan glukosa`darah tidak diperlukan secara rutin apabila semua karakeristik berikut ditemukan : Berasal dari kelompok ethnic yang prevalensi diabetes mellitus gestasionalnya rendah Tidak ada anggota keluarga dekat ( first-degree relative) yang mengidap diabetes Usia kurang dari 25 tahun berat sebelum hamil normal Tidak ada riwayat kelainan metabolisme glukosa Tidak memiliki riwayat obstri yang buruk b. Resiko rata-rata Pemeriksaan glukosa darah pada minggu ke 24-28 dengan menggunakan salah satu dari berikut : Resiko rata-rata. dan epineprin. kebanyakan tidak memperlihatkan gejala.6. Asia Selatan atau timut Resiko tinggi. kortisol. Latin. 8. dan Amerika). namun beberapa wanita dengan GDM memperlihatkan gejala-gejala klasik seperti : 1. Faktor autoimun setelah infeksi mumps. Mempunyai riwayat diabetes mellitus gestasional pada kehamilan sebelumnya 9. Asia. c. Manifestasi klinis GDM. glukogen. Pribumi Amerika. rubella dan coxsakie B4.1998) F. 10. wanita yang jelas kegemukan. pemeriksaan glukosa darah harus diulang pada minggu ke 24-28 atau setiap saat pasie memperlihatkan gejala atau tanda yang mengarah ke hiperglikemia. Wanita keturunan hispanik. Obat-obatan. Suku bangsa tertentu (Afrika. Polifagi 3. ACTH.(Metzger & Coustan. E. Meningkatnya hormon antiinsulin seperti GH. Resiko Tinggi Lakukan pemeriksaan sesegera mungkin : apabila diabetes gestasional tidak terdiagnosis. Polidipsi 2.jelas meiliki riwayak diabetes tipe II pada anggota keluarga.

hipokalsemia. ultrasonografi untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan dan makrosomia. Contraction stress test ( CST). khusus pada diabetes durasi lama. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan kadar gula darah atau skrining glukosa darah. akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Patofisiologi Pada DMG. Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin. terdapat hipertrofi. Metabolisme karbohifrat wanita hamil dan tidak hamil yang ditandai hipoglikemia puasa . Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan metabolik (hipoglikemia. Hemoglobin glikosida (HbA1c) yang menunjukkan kontrol diabetik (HbA1c lebih besar dari 8.5% khususnya sebelum kehamilan. dimana sirkulasi janin juga ikut terjadi komposisi sumber energi abnormal. tes`toleransi glukosa (GTT). H. Pemeriksaan kadar keton urin untuk menentukan status gisi. komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah tinggi. hipoglikemia postprandial yang memanjang dan hiperinsulinemia terutama pada trimester III efek kehamilan yang memperberat diabetes mellitus yang didertia ibu hamil ataupun menimbulkan Diabetes mellitus grstasional disebut diabetagonik. konsentrasi asam lemak bebas. kadar insulin tetap tinggi). protein dan kliren kreatinin (24 jam) untuk memastikan tingkat fungsi ginjal. .G. Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta. hyperplasia dan hipesekresi sel b pancreas. selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut. kultur vagina mungkin positif untuk candida albicans. Budaya urin untuk mengidentifikasi ISK asimtomatik. da kolesterol pada wanita hamil puasa yang kebih tinggi. hipomagnesemia. Oxytocin challenge test (OCT) menunujukkan hasil positif jika trjadi insufisiensi plasenta. membuat janin beresiko anomali kongenital. hiperbilirubinemia. Mengatur diet. Kriteria profil biofisik (BPP) I. Penatalaksanaan 1. Akibatnya. trigliserida. (menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai komplikasi).

dan kedondong. Dalam melaksanakan diit sehari-hari hendaknya mengikuti pedoman 3J yaitu . Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan insulin. semangka. Penambahan berat badan bumil DMG tidak lebih 1. Strategi terapi diabetes mellitus pada ibu hamil meliputi manajemen diet. menjaga berat badan ibu tetap ideal. Penanggulangan Obstetri pada penderita yang penyakitnya tidak berat dan cukup dikuasi dengan diit saja dan tidak mempunyai riwayat obstetri yang buruk. . Dianjurkan pula supaya dalam masa persalinan diberi infus glukosa dan insulin pada hiperglikemia berat dan keto asidosis diberi insulin secara infus intravena dengan kecepatan 2-4 satuan/jam untuk mengatasi komplikasi yang berbahaya.3-1. Dalam pelaksanaan partus pervaginam. tomat. terapi insulin untuk menormalkan kontrol glikemik dan olah raga. Makanan disajikan menarik dan mudah diterima. Penentuan jumlah kalori Untuk menentukan jumlah kalori penderita DM yang hamil/menyusui secara empirik dapat digunakan umus sebagai berikut . pisang.6 kg/bln. maka dipertimbangkan untuk menghindari kehamilan lebih dini lagi baik dengan induksi atau seksio sesarea dengan terlebih dahulu melakukan amniosentesis. J3 : Jenis makanan yang manis harus dihindari. T3 : Trimester III T1 : Trimester I L : Laktasi/menyusui T2 : Trimester II 2. Diet diberikan dengan cara tiga kali makan utama dan tiga kali makanan antara (snack) dengan interval tiga jam. J2 : Jadwal diit harus diikuti sesuai dengan interval. yang dibebaskan oleh kegiatan antiinsulin plasenta. Pemberian insulin yang kurang hati-hati dapat menjadi bahaya besar karena reaksi hipoglikemik dapat disalah tafsirkan sebagai koma diabetikum.Diet yang dianjurkan pada bumil DMG adalah 30-35 kal/kg BB. Penderita yang sebelum kehamilan sudah memerlukan insulin diberi insulin dosis yang sama dengan dosis diluar kehamilan sampai ada tanda-tanda bahwa dosis perlu ditambah atau dikurangi. Buah yang dianjurkan adalah buah yang kurang manis. baik yang tanpa dengan induksi. sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini sebaiknya kehamilan 36-37 minggu. Pemeriksaan darah yaitu kadar post pandrial <> Selama berlangsungnya persalinan dan dalam hari-hari berikutnya cadangan hidrat arang berkurang dan kebutuhan terhadap insulin berkurang yang mengakibatkan mudah mengalami hipoglikemia bila diet tidak disesuaikan atau dosis insulin tidak dikurangi. Terapi Insulin Menurut Prawirohardjo. 60-80 gr lemak dan pembatasan konsumsi natrium. J1 : Jumlah kalori yang diberikan harus habis. dapat diharapkan partus spontan sampai kehamilan 40 minggu. keadaan janin harus lebih diawasi jika mungkin dengan pencatatan denyut jantung janin terus – menerus. apel. Perubahan-perubahan dalam kehamilan memudahkan terjadinya hiperglikemia dan asidosis tapi juga menimbulkan reaksi hipoglikemik. Dan konsumsi kalsium dan vitamin D secara adekuat. lebih dari itu sebaiknya dilakukan induksi persalinan karena prognosis menjadi lebih buruk. Lebih-lebih bila kehamilan disertai komplikasi. (2002) yaitu sebagai berikut : Daya tahan terhadap insulin meningkat dengan makin tuanya kehamilan. Dosis insulin perlu dikurangi selama wanita dalam persalinan dan nifas dini. ( TB – 100 ) x 30 T1 + 100 T3 + 300 T2 + 200 L + 400 Keterangan TB : Tinggi badan. misalnya pepaya. 150-200 gr karbohidrat. Maka dosis insulin perlu ditambah/dirubah menurut keperluan secara hati-hati dengan pedoman pada 140 mg/dl. 125 gr protein.

lipodistropi. Insulatard Hm/ Insulatard Hm Penfill  Komposisi : Suspensi netral isophane dari monokomponen insulin manusia. resisten terhadap insulin. Onset: ½ jam. alcohol. Diberikan secara injeksi SK. Humulin  Komposisi : Humulin R Reguler soluble human insulin (rekombinant DNA origin).  Faktor resiko : pada kehamilan kategori B b. infeksi atau penyakit lain yang meningkatkan kebutuhan insulin.  Indikasi : DM yang memerlukan insulin  Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal biasanya diberikan 1-2x/hari (SK).Insulin yang dapat digunakan untuk terapi diantaranya: a. Humulin N mulai kerja 1-2 jam. sakit atau gangguan emosi.  Kontraindikasi : Hipoglikemik. Tidak dianjurkan untuk pompa insulin. IM. Humulin R mulai kerja ½ jam. IV.  Indikasi : IDDM  Dosis : Dosis disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pengunaan pada pompa insulin. . reaksi alergi local atau sistemik.  Faktor resiko : pada kehamilan kategori B d. Humulin R dapat diberikan secara IV. Hamil. Penfill SK. diuretic meningkatkan kebutuhan insulin. Per Humalog Mix 25 insulin lispro 25%.  Efek sampinng : Jarang.  Interaksi obat : MAOI. Humalog/Humalog Mix 25  Komposisi : Per Humalog insulin lispro. puncaknya 1-8 jam. Humulin N isophane human insulin (rekombinant DNA origin). puncaknya 2-4 jam. lamanya 18-24 jam.  Peringatan : Stres psikis. insulin lispro protamine suspensi 75%. lamanya 14-15 jam. lamanya 6-8 jam. bloker meningkatkan efek hipoglikemik. insulinoma. Durasi daya kerja setelah injeksi SK: ½ jam. puncak: 1-3 jam. Humulin 30/70 mulai kerja ½ jam. puncaknya 6-12 jam.  Kontraindikasi : hipoglikemia. Humulin 30/70 reguler soluble human insulin 30% & human insulin suspensi 70% (rekombinant DNA origin). Puncak: 4-12 jam.  Peringatan : Pemindahan dari insulin lain.  Efek samping : Jarang. kontrasepsi oral. Harus digunakan dengan Novo Pen 3 & jarum Novofine 30 G x 8 mm. diberikan bersama obat hiperglokemik aktif. hormon tiroid. Rekombinan DNA asli. Actrapid Hm/Actrapid Hm Penfill  Komposisi : Larutan netral dari monokomponen insulin manusia.  Faktor resiko : pada kehamilan kategori B c. Terminasi: setelah 24 jam. IM. alergi & lipoatrofi. Rekombinan DNA asli  Indikasi : DM  Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal. Terminasi setelah 8 jam. Penfill harus digunakan dengan Novo pen 3 dengan jarum Novofine 30 G x 8mm. Kortikosteroid.  Kontraindikasi : Hipoglikemia. biasanya diberikan 3 x atau lebih sehari.

Rekombinan DNA asli. lipodisatrofi.  Kontraindikasi : Hipoglikemia. 3. Hamil. Sebaliknya. Humalog stabil awal untuk DM. Kematian sangat jarang terjadi. atau terapi sulih tiroid dapat menyebabkan kebutuhan tubuh akan insulin meningkat. serta kehamilan dan persalinannya ditangani oleh dokter spesialis kebidanan.  Peringatan : Stres psikis. infeksi atau penyakit yang dapat meningkatkan kebutuhan insulin. kontrasepsi oral. Insufisiensi plasenta 3. diuretic meningkatkan kebutuhan insulin. ? bloker meningkatkan efek hipoglikemik.  Efek samping : Hipoglikemia. alkohol. reaksi alergi local & sistemik. Cacat bawaan . terutama yang disertai komplikasi pembuluh darah atau ginjal. apalagi penyakitnya lekas diketahui dan dengan segera diberikan pengobatan oleh dokter ahli.  Interaksi obat : MAOI. Penfill harus digunakan dalam Novo Pen 2 dengan jarum Novofine 30 G x 8 mm. antibiotik sulfa. apabila penderita sampai meninggal biasanya karena penderita sudah mengidap diabetes sudah lama dan berat.  Peringatan : Pemindahan dari terapi insulin lain. Injeksi SK aktivitas kerja cepat dari obat ini. Hamil.  Faktor resiko : pada kehamilan kategori B e.  Indikasi : DM yang memerlukan terapi insulin. alergi & lipoatrofi. Gagal ginjal atau gagal hati. Terminasi setelah 24 jam. hormon tiroid. dapat digunakan bersama insulin manusia kerja lama untuk pemberian pra-prandial  Dosis : Dosis bersifat individual. Perubahan aktivitas fisik atau diet. J. Obat hipoglikemik oral. Puncak 2-8 jam. Prognosis Prognosis bagi wanita hamil dengan diabetes pada umumnya cukup baik. Indikasi : Untuk pasien DM yang memerlukan insulin untuk memelihara homeostasis normal glukosa. aktivitas fisik yang sesuai direkomendasikan untuk memperbaiki sensitivitas insulin dan kemungkinan memperbaiki toleransi glukosa. Onset: ½ jam. terutama disertai asetonuria 2. 1. salisilat. Olah raga juga dapat membantu menaikkan berat badan yang hilang dan memelihara berat badan yang ideal ketika dikombinasi dengan pembatasan intake kalori.  Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal biasanya diberikan 1-2 x/hari.kortikosteroid. dapat menyebabkan kebutuhan tubuh akan insulin menurun.  Efek samping : Jarang. Olah Raga Kecuali kontraindikasi. insulinoma.  Interaksi obat : Kontrasepsi oral. membuat obat ini dapat diberikan mendekati waktu makan (15 menit sebelum makan)  Kontraindikasi : hipoglikemia. Prematuritas 4.  Faktor resiko : pada kehamilan kategori B. prognosis bagi anak jauh lebih buruk dan di pengaruhi oleh . Kortikosteroid. Gawat napas (respiratory distress) 5. Berat dan lamanya penyakit. Humalog mix 25 tidak untuk pemberian IV. Penyakit atau gangguan emosional. Mixtard 30 Hm/Mixtard Hm Penfill  Komposisi : Produk campuran netral berisi 30% soluble HM insulin & 70% isophane HM insulin (monokomponen manusia).

polihidramnion. paha. Komplikasi persalinan (distosia bahu) Pada umumnya angka kematian perinatal diperkirakan anatara 10-15%. infertilitas. Peningkatan tekanan darah. polipdipsi. poluri. b. diaforesis atau hipoglikemi. e. muntah. 2. penambahan berat badan berlebihan atau tidak adekuat. infeksi saluran kencing berulang. pucat. bayi low gestasional age. c. dengan pengertian bahwa makin berat diabetes. Glukosuria. makrosomia. Pemeriksaan Fisik a. Riwayat neonatus besa terhadap usia gestasi (LGA). Mual dan muntah. Riwayat diabetes mellitus dalam keluarga. Riwayat kehamilan Diabetes mellitus gestasional. Keamanan Kulit : Sensasi kulit lengan. riwayat kematian janin. poliphagi. makin buruk pula prognosis perinatal.6. Riwayat Kesehatan a. Keluhan utama. anomali congenital. Ketonuria. nefropati dan poliuri. Eliminasi Riwayat pielonefritis. Seksualitas Uterus : tinggi fundus uteri mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari normal terhadap usia gestasi. lahir mati tanpa sebab jelas. hipertensi karena kehamilan. nyeri tekan abdomen dan retinopati. Mata Kerusakan penglihatan atau retinopati. Riwayat kesehatan keluarga. lahir mati tidak jelas . c. pernah keracunan selama kehamilan. Obesitas.Hidramnion. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN A. Nutrisi dan Cairan Polidipsi. II. Sirkulasi Nadi pedalis dan pengisian kapiler ekstrimitas menurun atau lambat pada diabetes yang lama. f.anomaly congenital. b. Nyeri tekan abdomen. khususnya perkemihan atau vagina. Edema pada pergelangan kaki atau tungkai. Poliuri. Hipoglikemi. aborsi spontan. pantat dan perut dapat berubah karena ada bekas injeksi insulin yang sering Riwayat gejala-gejala infeksi dan/budaya positif terhadap infeksi. Mual. d. Nadi cepat. Pengkajian 1.

6. prognosa dan kebutuhan tindakan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi. hipoksia jaringan dan perubahan respon umum. Diagnosa Keperawatan 1. . Sistem pendukung kurang dapat mempengaruhi kontrol emosi. kesalahan informasi dan tidak mengenal sumber informasi. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna dan menggunakan nutrisi kurang tepat. Psikososial Resiko meningkatnya komplikasi karena faktor sosioekonomi rendah. 4. pertukaran gas pada janin berhubungan dengan ketidakadekuatan kontrol diabetik maternal. Resiko tinggi terhadap cedera maternal berhubungan dengan ketidakadekuatan kontrol diabetik. peka rangsang dan peningkatan ketegangan. Resiko tinggi terhadap trauma. ansietas berhubungan dengan situasi kritis atau mengancam pada status kesehatan maternal atau janin.g. makrosomnia atau retardasi pertumbuhan intra uterin. 5. B. Kurang pengetahuan tentang kondisi diabetik. Kekurangan volume cairan dan elektrolite berhubungan dengan kehilangan cairan berlebihan dan tidak adekuatnya intake cairan 3. profil darah abnormal atau anemia. 2. Gangguan psikologis. Cemas.