Anda di halaman 1dari 6

I.

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT
Seperti telah diuraikan sepintas dalam bagian terdahulu bahwa sistem adalah gabungan dari

elemen-elemen (sub sistem) didalam suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu kesatuan
organisasi. Didalam suatu sistem terdapat elemen-elemen atau bagian-bagian dimana didalamnya juga
membentuk suatu proses, didalam suatu kesatuan maka disebut sub system (bagian dari sistem).
Selanjutnya sub sistem tersebut juga terjadi suatu proses berfungsi sebagai suatu kesatuan sendiri
sebagai bagian dari sub sistem tersebut. Demikian seterusnya dari sistem yang besarnyaini, misalnya
pelayanan kesehatan sebagai suatu sistem terdiri dari sub sistem pelayanan medik, pelayanan
keperawatan, pelayanan rawat inap, rawat jalan dan sebagainya, dan masing-masing sub sistem terdiri
sub-sub sistem lagi. Sistem terbentuk dari elemen atau bagian yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi. Apabila salah satu bagian atau sub sistem tidak berjalan dengan baik maka akan
mempengaruhi bagian yang lain. Secara garis besar, elemen-elemen dalam sistem itu adalah sebagai
berikut :
1. Masukan (Input) adalah sub-sub elemen yang diperlukan sebagai masukan untuk berfungsinya
sistem.
2. Proses ialah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengubah masukan sehingga menghasilkan
sesuatu (keluaran) yang direncanakan.
3. Keluaran (out put) ialah hal yang dihasilkan oleh proses.
4. Dampak (impact) adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran setelah beberapawaktu lamanya.
5. Umpan balik (feed back) ialah juga merupakan hasil dari proses yang sekaligus sebagai masukan
untuk sistem tersebut.
6. Lingkungan (environment) ialah dunia di luar sistem yang mempengaruhi system tersebut.
Unsur-unsur tersebut dapat dilestarikan (lihat Bagan Elemen Suatu Sistem dibawah !)Contoh :
Didalam

pelayanan

puskesmas

yang

menjadi

input_adalah_dokter,_perawat,_obat-

obatan,_fasilitas_lain,_dan_sebagainya.
Prosesnya adalah kegiatan pelayanan puskesmas tersebut. Outputnya adalah pasien sembuh / tak
sembuh, jumlah ibu hamil yang dilayani dan sebagainya. Dampaknya adalah meningkatnya status
kesehatan masyarakat. Sedangkan umpan balik pelayanan puskesmas antara lain keluhan-keluhan pasien
terhadap pelayanan, sedangkan lingkungan adalah masyarakat dan instansi-instansi diluar puskesmas
tersebut. Sistem pelayanan kesehatan mencakup pelayanan kedokteran (medical services) dan pelayanan
kesehatan masyarakat (public health services). Dalam artikel ini, hanya akan dibahas system pelayanan
kesehatan masyarakat saja. Secara umum pelayanan kesehatan masyarakat adalah merupakan sub sistem
pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif
(peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa pelayanan
kesehatan masyarakat tidak melakukan pelayanan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan).
Oleh karena ruang lingkup pelayanan kesehatan masyarakat menyangkut kepentingan rakyat banyak
maka peranan pemerintah dalam pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai porsi yang besar. Namun

kelurahan. Artinya fasilitas kesehatan tersebut harus mempunyai struktur organisasi yang jelas dan menggambarkan hubungan kerja. pemerintah (dalam hal ini Departemen Kesehatan) merupakan tanggung jawab yang paling tinggi. d. Di Indonesia. balkesmas. . b. 2. yakni : 1. iuran untuk pengadaan PMT (PembinaanMakanan Tambahan) untuk anak balita. Penyelenggaraan pelayanan-pelayanan kesehatan masyarakat oleh LSM-LSM pada hakekatnya juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Menggalang potensi masyarakat disini mencakup 3 dimensi. dan sebagainya).demikian karena keterbatasan sumber daya pemerintah maka potensi masyarakat perlu digali atau diikutsertakan dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat tersebut. baik pemerintah maupun swasta harus berdasarkanpada suatu standar tertentu. Namun demikian di Indonesia. Menggalang potensi masyarakat melalui perusahaan-perusahaan swasta yang ikut membantu meringankan beban penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas. standar ini telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dengan adanya buku Pedoman Puskesmas. kader kesehatan. Upaya ini penting (terutama di Indonesia) karena adanya keterbatasan sumber-sumber daya dari penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat. Standar Pelayanan Sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Menggalang potensi masyarakat melalui organisasi-organisasi masyarakat atau sering disebutLembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta perlu memperhatikan beberapa ketentuan. Pengorganisasian Potensi MasyarakatCiri khas dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat atau pengorganisasian masyarakat. c. Pelayanan kesehatan masyarakat. perlu keikutsertaan masyarakat ini. Hubungan Kerja Sistem pelayanan kesehatan masyarakat harus mempunyai pembagian kerja yang jelas antara bagian satu dengan yang lain. Artinya pengawasan. baik horizontal maupun vertikal. Penanggung Jawab Suatu sistem pelayanan kesehatan masyarakat harus ada penanggung jawab oleh pemerintah maupun oleh swasta. standar pelayanan dan sebagainya bagi pelayanan kesehatan masyarakat baik pemerintah (puskesmas) maupun swasta (balkesmas) adalah dibawah koordinasi Departemen Kesehatan. dan sebagainya). juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. dan sebagainya adalah bentukbentuk partisipasi dan penggalian potensi masyarakat dalam pelayanan kesehatan masyarakat. antara lain : a. Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam menggali dan membina potensi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat ini. 3. RW. Misalnya dengan adanya dana sehat. Potensi masyarakat dalam arti komunitas (misalnya masyarakat RT.

Sumber :Prof. Pelayanan sudah kompleks dan memerlukan tenaga-tenaga super spesialis. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health services) Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh kelompok masyarakat atau pasien yang sudah tidakdapat ditangani oleh pelayanan kesehatan sekunder. Apabila pelayanan kesehatan primer tidak dapat melakukan tindakan medis tingkat primer maka ia menyerahkan tanggung jawab tersebut ke tingkat pelayanan diatasnya. Secara lengkap dapat dirumuskan sistem rujukan ialah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani). Contoh di Indonesia : rumah sakit tipe A dan B. 2. Cet. Bentuk pelayanan ini di Indonesia adalah puskesmas. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta. Dr. 3.Mei. 2003. Soekidjo Notoatmodjo. puskesmas keliling. ketiga strata atau jenis pelayanan tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri namun berada didalam suatu sistem dan saling berhubungan. Oleh karena jumlah kelompok ini didalam suatu populasi sangat besar (lebih kurang 85%). Bentukpelayanan ini misalnya rumah sakit tipe C dan D. danbalkesmas. PENGAWASAN DAN PENGARAHAN Fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dengan perencanaan dan pengorganisasian adalah fungsi pengawasan dan pengarahan. BENTUK PELAYANAN KESEHATAN. III. yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer. Penyerahan tanggung jawab dari satu pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang lain ini disebut rujukan. dan memerlukan tersedianya tenaga-tenaga spesialis. Pengawasan dan pengarahan adalah suatu proses untuk . Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary health services) Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan oleh kelompok masyarakat yang memerlukan perawatan nginap. Tujuan pokok dan fungsi pengawasan dan pengarahan adalah agar kegiatankegiatan danorang-orang yang melakukan kegiatan yang telah direncanakan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang kemungkinan tidak akan tercapainyatujuan yang telah ditetapkan. YAKNI : 1. Karena bagaimana baiknya perencanaan dan pengorganisasian tanpa disertai dengan pengawasan dan pengarahan maka niscaya dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. puskesmas pembantu. ke2. Dalam suatu sistem pelayanan kesehatan.II. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health care) Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan. demikian seterusnya. pelayanan yang diperlukan oleh kelompok ini bersifat pelayanan kesehatan dasar (basic health services) atau juga merupakan pelayanan kesehatan primer atau utama (primary health care). atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya.

diinterpretasi dan dianalisis. b. pendapatan yang diperoleh dan harga program. yakni modal yangdipakai. Agar pengawasan dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan pengawasan. yakni a. Menyusun rencana pengawasan. Melalui pengumpulan data atau informasi yang khusus ditujukan terhadap objek-objek pengawasan. Melalui kunjungan langsung atau observasi terhadap objek yang diawasi. yakni : a. b. objek pengawasan. yaitu melakukan kegiatan pengawasan sesuai dengan rencana yang telah disusun. yakni barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan atau program tersebut. 2) Metode Pengawasan Tujuan pokok pengawasan bukanlah mencari kesalahan namun yang lebih utama adalah mencari umpan balik (feedback) yang selanjutnya memberikan pengarahan dan perbaikan-perbaikan apabila kegiatan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Secara garis besar objek pengawasan dapat dikelompokkan menjadi 4. c. Dalam bidang kesehatan yang dijadikan ukuran pengawasan adalah pembiayaan kegiatan atau pelayanan. 3). Objek pengawasan ini banyak macamnya. dengan menggunakan 3 macam standar. Biaya program. Sebelum melakukan pengawasan terlebih dahuluharus disusun rencana pengawasan yang antara lain mencakup tujuan pengawasan. b. yaitu pengawasan terhadap waktu pelaksanaan. foto-foto. d. Melalui analisis terhadap laporan-laporan yang masuk. Pengawasan dapat dilakukandengan berbagai macam antara lain : a. Hal-hal yang bersifat khusus. apakah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan. hasil-hasil rekaman dan sebagainya diolah. dokumen-dokumen. Inilah yang sering disebut pengawasan melekat (waskat). yaitu pengawasan yang ditujukan kepada hal-hal khusus yang ditetapkan oleh pimpinan atau manajer. tempat pelaksanaan dan proses pelaksanaan.mengukur penampilan kegiatan atau pelaksanaan kegiatan suatu program yang selanjutnya memberikan pengarahan-pengarahan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pelaksanaan (implementasi) program. . sekurang-kurangnya 3 hal yang diperhatikan yakni : 1) Objek Pengawasan Yaitu hal-hal yang harus diawasi dalam pelaksanaan suatu rencana. Hasil-hasil pengawasan yang antara lain berupa catatan-catatan. Proses Pengawasan Pengawasan adalah suatu proses yang berarti bahwa suatu pengawasan itu terdiri dari berbagai langkah. Artinya fungsi pengawasan itu secara implisit atau fungsi pejabat (pimpinan) yang diberikan wewenang. Menginterpretasi dan menganalisis hasil-hasil pengawasan. hasil yang diperoleh dari pelayanan dan keuntungan kegiatan atau pelayanan. c. cara pengawasan dan sebagainya. d. Untuk program kesehatan yang diawasi adalah pelayanan yang diberikan oleh unit kerja tersebut. Melalui tugas dan tanggung jawab para petugas khusus para pimpinan. tergantung dari program atau kegiatan yang dilaksanakan. Kuantitas dan kualitas program. c.

IV.Mei. Disamping itu pengarahan yang langsung ini dapat mempercepat hubungan antara atasan dan bawahan. Artinya dengan pengarahan yang berupa petunjuk atau perintah atasan yang langsung kepada bawahan. Dari hasil analisis tersebut kemudian disimpulkan dan menyusun saran atau rekomendasi untuk tindak lanjut pengawasan tersebut. artinya dengan pengarahan iniakan diperoleh kesamaan bahasa yang harus dilaksanakan oleh para pelaksana. Apabila kurang jelas mereka dapat langsung minta penjelasan lagi. STANDARDISASI PELAYANAN oleh: Nyoman Jirna. Menarik kesimpulan dan tindak lanjut. Optimal maksudnya terlaksananya pelayanan kesehatan dasar. Pimpinan dengan cepat memperoleh umpan balik terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Selanjutnya umpan balik ini dapat segera digunakan untuk perbaikan. Cet. Sehingga tidak tercapai kesimpangsiuran yang dapat membingungkan parapelaksana. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang . Akibatnyaakan tercipta hubungan yang akrab antara pimpinan dengan bawahan. antara lain : a.Pengarahan pada hakekatnya adalah keputusan-keputusan pimpinan yang dilakukan agar kegiatan-kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Sumber :Prof. Bagi para pelaksana atau karyawan bukan pimpinan pengawasan akan bermanfaat juga. Para karyawan memperoleh informasi yang jelas tentang apa yang harus dikerjakan.d. Karenadengan proses pengawasan semacam ini karyawan memperoleh informasi dan keterampilanketerampilan yang benar dan apabila terjadi kesalahan-kesalahan segera memperoleh perbaikan dari atasan. o Adanya umpan balik yang langsung. 2003. tidak akan terjadi miskomunikasi. o Adanya hubungan langsung antara pimpinan dengan bawahan. Dengan cara ini maka kesalahan-kesalahan segera dapat dihindari. bermutu. tepat guna dan berjalan lancar sesuai dengan tuntutan masyarakat baik di tingkat rumah sakit maupun di tingkat puskesmas. Dengan pengarahan (directing) diharapkan : o Adanya kesatuan perintah (unity of command). b. Soekidjo Notoatmodjo. efisien dan merata tanpa memandang suku dan golongan.SKM (manajemen pelayanan kesehatan masyarakat) Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien harus berpijak pada acuan dasar standar mutu pelayanan minimal kesehatan masyarakat (Kepmenkes RI No. Dr. 1457/Menkes/SKX/2003). Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. bermutu dan efisien artinya terlaksananya pelayanan kesehatan yang profesional. Standar minimal pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah pelayanan yang diberikan dalam bidang kesehatan kepada setiap orang secara optimal. c. Para karyawan secara tidak langsung berada dalam suatu proses belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Para karyawan lebih merasa diperhatikan atau dihargai oleh pimpinan. ke2.

Pertama. sarana dan prasarana. penugasan sumber daya yang belum optimal. sehingga bawahan merasa diperhatikan/dilibatkan (manajemen partisipatif). efisien dan merata. Tenaga paramedis sudah memiliki skill medis/keperawatan dan kemampuan akademik yang memadai. pelaksanaan dan pengawasan. Secara umum masyarakat sangat mengharapkan pelayanan kesehatanyang dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Pemerintah hendaknya menengok negara tetangga seperti Singapura yang melarang dokter bekerja di rumah sakit lain/buka praktik sendiri. Ini terjadi kemungkinan karena dokter tersebut tidak bekerja fulltime dan tidak fokus dengan pekerjaannya di rumah sakit. meningkatkan kepuasan kerja dan mendorong peningkatan kualitas. sarana-prasarana dan sumber daya manusia. Manajemen pelayanan yang diterapkan harus transparan. pengembangan saranaprasarana dan sistem informasi. pengorganisasian.optimal. Pelayanan dalam pengorganisasian harus sesuai dengan tugas dan fungsinya. sumber daya manusia. peningkatan kinerja. manajemen pelayanan. sehingga penyimpangan yang terjadi dapat diketahui lebih dini. seperti staf entry data tidak dibenarkan membuka rekening atas nama lembaga. Kedua. Tugas ini sebenarnya dilaksanakan oleh bendahara atas persetujuan direktur utama. Dalam perencanaan bisa menerapkan/mengakomodasi usulan-usulan dari bawah. . Banyak rumah sakit daerah di kabupaten tidak memiliki alat medis yang cukup dan standar. perlua danya pembenahan-pembenahan baik yang menyangkut manajemen pelayanan. Dokter dan paramedis diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawabnya. meningkatkan motivasi. Apa yang diuraikan di atas diharapkan nantinya dapat mewujudkan harapan masyarakat terhadap pelayanan. mulai dari perencanaan. sehingga banyak pasien yang membutuhkan pelayanan di kabupaten tidak terlayani. Sudah selayaknya pemerintah menerapkan kebijakan tenaga medis yang berstatus PNS tidak diizinkan nyambi di rumah sakit swasta atau buka praktik swasta. Hal ini bisa diterapkan dengan konsekuensi peningkatan gaji bagi dokter PNS. Pengawasan harus diefektifkan baik pengawasan intern/ekstern. Ketiga. bermutu. Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat dibutuhkan sarana-prasarana atau alat untuk mendukung pelayanan. Hal ini meliputi pemberdayaan sumber daya manusia (dokter dan paramedis). Namun. Pengembangan sarana-prasarana terutama peralatan medis dikota/kabupaten sangat dibutuhkan sehingga masyarakat di kabupaten mendapat pelayanan yang cepat dan tepat. Banyak alat-alat medis yang tidak memadai dan tidak sesuai. Hal ini terlihat dari kenyataan yang ada bahwa dokter spesialis yang ditugaskan di rumah sakit sangat jarang ditemui pasien di kelas yang sebagian besar dihuni masyarakat kurang mampu. Perlu peningkatan biaya untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana-prasarana. Dalam hal pelaksanaan pelayanan harus memberikan informasi yang optimal baik menyangkut pembiayaan dan catatan medik maupun langkahlangkah/tindakan yang akan diambil.