Anda di halaman 1dari 3

Sel darah putih (Leukosit

)
Leukosit berfungsi untuk merusak bahan-bahan infeksius dan dan toksik melalui proses
fagositosis (dilakukan oleh makrofag dan neutrofil) dan membentuk antibodi (Guyton 1997).
Pembentukkan leukosit sebagian dilakukan di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit
limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Berdasarkan ada atau
tidaknya granula, leukosit terbagi atas dua golongan besar yaitu agranulosit dan granulosit.
Leukosit agranulosit
1. Limfosit
Limfosit adalah jenis leukosit yang terlibat dalam sistem kekebalan pada vertebrata.
Berdasarkan ukurannya, limfosit dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu, limfosit besar
(large lymphocyte) dan limfosit kecil (small lymphocyte). Pada fetus, limfosit dibentuk di
sumsum tulang dan dipengaruhi oleh beberapa fungsi baik oleh kelenjar timus untuk limfosit T
maupun bursa ekuivalen oleh limfosit B dan kemudian akan berdiferensiasi, sehingga dapat
menghasilkan antibodi pada anak- anak (Meyer et al. 1992). Pada akhir masa fetal dan post natal,
kebanyakan limfosit diproduksi di limpa, limfonodus dan usus yang berhubungan dengan
jaringan limfoid. Limfopoiesis pad organ sekunder bergantung pada stimulasi antigenik.
Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit
limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. Limfosit tersebar dalam nodus limfe namun
dapat juga dijumpai dalam jaringan limfoid khusus, seperti limpa, daerah submukosa dari traktus
gastrointestinal dan sumsum tulang (Guyton 1997).
Fungsi utama limfosit adalah memproduksi antibodi atau sebagai sel efektor khusus
dalam menanggapi antigen yang dibawa oleh makrofag (Tizard 1982), menghasilkan berbagai
limfokin, salah satunya adalah migration inhibitor factor yang mencegah perpindahan makrofag.
Zat lain yang juga dihasilkan dari limfosit yang terstimulasi adalah faktor kemotaktik untuk
makrofag, lymphocyte transforming substance dan faktor penyebab peradangan (Delmann dan
Brown 1992). Jumlah limfosit dalam darah dipengaruhi oleh jumlah produksi, resirkulasi dan
proses penghancuran limfosit (Jain 1993). Masa hidup limfosit berminggu-minggu, berbulanbulan, atau bahkan bertahun-tahun, hal ini dikarenakan ketergantungan tubuh akan sel-sel
tersebut (Guyton 1997).
2. Monosit
Monosit merupakan leukosit yang berukuran paling besar dibandingkan yang lainnya
dalam peredaran darah (Haen 1995). Morfologi monosit dapat digambarkan sebagai berikut,
memiliki satu nukleus, bersifat motil dan fagositik, sitoplasma lebih banyak dari limfosit,
berwarna abu-abu pucat dan memiliki inti berbentuk lonjong seperti ginjal atau tapal kuda (Jain
1993), serta memiliki diameter 12-18 µm (Dellmann dan Eurell 1998). Menurut Dellmann dan
Eurell (1998) monosit adalah precursor makrofag jaringan yang memiliki inti pleomorfik, artinya
intinya bisa terlihat panjang, berbentuk tidak teratur, padat, berlekuk, berbentuk seperti tapal
kuda, dan kadang agak berlobus. Pada umumnya, luas kromatin monosit lebih luas daripada
neutrofil dan limfosit dan pada beberapa spesies, monosit akan terlihat seperti granula kecil yang
berwarna merah muda (pink) (Cornell University 1996).

kelinci dan ampibhi. neutrofil merupakan leukosit utama dalam darah (Cornell University 1996). Dellmann . glikogen dan granula-granula. neutrofil disebut dengan heterofil dan pada beberapa mamalia. Neutrofil Neutrofil dalam sirkulasi darah merupakan sel-sel matang yang dapat menyerang dan menghancurkan bakteri dan virus (Guyton 1997). sedangkan sel neutrofil yang belum matang masih memiliki satu buah lobus yang terlihat seperti pita dan disebut neutrofil muda (bands neutrofil) (Foster et al. berdiameter 12-15 µm. Leukosit granulosit Leukosit granulosit adalah leukosit yang memiliki memiliki ciri yang khas karena berdiameter hampir sama (10-15 µm). membentuk protein dari suatu komplemen dan mengeluarkan substansi yang mempengaruhi terjadinya proses peradangan kronik (Swesnson et al. Neutrofil berperan sebagai garis pertahanan pertama dalam melawan mikroorganisme asing khususnya melawan infeksi bakteri (bakteri gram negatif dan beberapa bakteri gram positif) (Meyer 2004). 1. bertanggungjawab terhadap pemprosesan dan pembuangan senescent sel (sel mati) dan debris (pecahan sel) serta memfiltrasi bakteri dan racun dari darah portal (Meyer et al. memiliki butir spesifik yang jelas meskipun ukuran. 2. Struktur neutrofil terdiri dari mitokondria. eosinofil bertanggungjawab dalam melawan infeksi dan parasit juga mengontrol mekanisme yang berkaitan dengan alergi dan asma (Guyton 1997) Eosinofil pada ruminansia (kambing. mengirimkan makrofag dan sel dendrit untuk merangsang respon imun. inti bergelambir 2-5 yang dihubungkan oleh lapisan tipis dan sitoplasmanya bergranul yang bersifat eosinifilik dan basofilik (Dellmann dan Eurell 1998). burung. kemudian beredar di dalam sirkulasi darah atau disimpan di dalam pool marginal (pinggiran dalam dari pembuluh kapiler dan pembuluh darah kecil) setelah 4-6 hari masa produksi (Tizard 1988). 1992). Eosinofil Eosinofil merupakan leukosit yang memiliki dua buah lobus yang dihubungkan oleh selaput dari materi inti dan terkadang disebut dengan acidofil. yaitu merespon adanya tanda-tanda inflamasi dengan cara bergerak cepat (kira-kira 8-12 jam) ke tempat yang terinfeksi. dan sapi) memiliki jumlah granula yang sama dan yang berwarna jingga serta hampir mengisi sel (Cornell University 1996. Pada bangsa reptil. Dalam sistem pertahanan tubuh. poliribosom. bentuk dan afinitas pewarnaan dapat berbeda pada setiap spesies dan intinya bergelambir (polymorphnuclear) (Hartono 1989). Indikasi sel neutrofil yang telah matang ditandai dengan adanya inti yang berlobus-lobus yang dihubungkan oleh filamen dan lebih dikenal dengan nama sel yang bersegmentasi (segmented cells). sedikit badan Golgi kompleks.Fungsi utama monosit dalam sistem imun. 2008). 1993). Pembentukkan neutrofil dilakukan oleh sumsum tulang bersama-sama sel granulosit lainnya. domba.

[24 November 2013] Dellmann HD. 2004. 1982. Foster Race. IPB.peteducation. serta granulanya bersifat basofilik dan akan terwarnai dengan pewarnaan alcohol (Dellman dan Brown 1992).html.edu. Daftar Pustaka [Cornell University]. Complete Blood Count. USA : Lea and Febiger. Harris L. WB Saunders Company. 1989. brown Publisher.5% dari total leukosit. 1995. 2008. 1988.dan Eurell 1998). sitoplasma besar dengan inti sel yang tidak begitu jelas terlihat dan berwarna biru tua sampai ungu. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Carrol Cann. Hooly Nash. Terjemahan dari : TextBook of Medical physiology. 1992. Chicago : Loyola Marymont Univercity. Lippincott Williams&Wilkins. sebelum bermigrasi ke dalam sirkulasi darah 3. Ukuran basofil 10-15 µm dengan inti bergelambir 2-3 dan bentuknya tidak teratur. Basofil memiliki granula yang homogen. Hartono. Histologi Veteriner. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. dan kompleks Golgi (Dellmann dan Eurell 1998). Harvey. Textbook of Veterinary Histology. Haen PJ. Principles of Hematology. 1992. Wm. http://www. Tizard I. John W. [24 November 2013].vet. Surabaya: Airlangga University Press. penerjemah. Pengantar Immunologi Veteriner. editor. Dellmann HD. http://www. berkembang dan matang di sumsum tulang. Tizard I. dibentuk. 1997. Marthy Smith. Irawati Setiawan.5. Essential of Veterinary Hematology. Clinical Pathology Section-NYS Animal Health Diagnostic Laboratory. Meyer DJ. 1993. Edisi ketiga. Pengantar Immunologi Veteriner. Edisi 9. Basofil Basofil merupakan leukosit granulosit dengan jumlah yang paling sedikit. Histologi Veteriner. Sebagian besar eosinofil. 1996. C. . Surabaya: Airlangga University Press. Jo Ann Eurell. Veterinary Laboratory Interpretation and diagnosis. 0. Philadelphia. ECG. rER. Pusat Antar Universitas. Coles EH and Rich LJ.com. 1998. editor. 3th Edition. Veterinary Laboratory Interpretation and diagnosis.popmed. Brown EM. Philadelphia.cornell. Jain NC. Meyer DJ. mitokondria. Jakarta: UI Press.1. WB Saunders Company. Guyton AC.