Anda di halaman 1dari 16

DEFINISI

Endometriosis

merupakan

radang

yang

terkait

dengan

hormon

estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai
perambatan pembuluh darah. Jaringan endometrial dapat ditemukan dimanapun di
tubuh manusia, tapi daerah yang paling sering adalah ovarium dan peritoneum
pelvis termasuk pagian anterior dan posterior cul de sacs. Endometriosis di
ovarium yang nampak seperti jaringan kistik dikenal sebagai endometrioma.
Tempat – tempat lain yang dapat menjadi tempat potensial endometriosis antara
lain adalah uterus posterior, tuba fallopi, ligamen uterosacral, colon, dan
appendix. Walaupun jarang ditemukan, endometriosis juga dapat terjadi di
payudara, paru – paru, dan otak.1-3

Gambar 1. Lokasi Dapat Ditemukannya

Gambar 2. Perbedaan Uterus Normal dengan Endometriosis
EPIDEMIOLOGI

1

4 FAKTOR RESIKO Nuliparitas. Karena konfirmasi bedah penting dalam diagnosa endometriosis maka prevalensi pasti dari endometriosis belum diketahui. PATOFISIOLOGI Terdapat tiga teori tentang etiologi dari endometriosis. hipotiroid. fibromyalgia.1-6 2 . endometriosis ditemukan lebih jarang terjadi pada wanita ras kulit hitam dan Asia3. dimana kemudian ia bertumbuh secara ektopik. dan menjadi salah satu alasan tersering hospitalisasi pada wanita di kisaran usia ini. Lalu. dan alergi juga sedang dilakukan penelitian. Dengan alasan yang kurang jelas. asma. sindrom kelelahan kronis. dan anomali duktus müllerian berhubungan   dengan   peningkatan   resiko   terjadinya   endometriosis. Teori Meyer mengatakan bahwa sel multipotensial di jaringan peritoneal melakukan transformasi metaplastik menjadi jaringan endometrial fungsional.1.   Riwayat keluarga juga berpengaruh untuk terjadinya endometriosis. menoragia.2 Di US 5 dari 10% wanita yang menderita nyeri pelvis kronis dan di ovarium. Hubungan antara endometriosis dan penyakit inflamasi autoimun seperti lupus. menarche dini.Perkiraan prevalensi endometriosis berkisar antara 10 dan 15%. Teori Halban menyebutkan bahwa jaringan endometrial ditransport melalui system limfatik ke beberapa daerah di pelvis. dan sel endometrium yang ada dalam darah haid itu dapat dikultur dan dapat hidup menempel serta bertumbuh kembang pada sel mesotel peritoneum. Endometriosis banyak ditemui pada wanita usia reproduktif. Teori ini dibuktikan dengan ditemukan adanya darah haid dalam rongga peritoneum pada waktu haid dengan laparoskopi.5. teori Sampson menyebutkan bahwa jaringan endometrial ditransport melalui tuba fallopi selama menstruasi retrogard dan akhirnya terjadi implantasi di intraabdominal pelvic. Wanita yang memiliki hubungan   derajat   pertama   (ibu   atau   saudara   perempuan)   yang   mengalami endometriosis memiliki resiko 7% untuk menderita endometriosis dibandingkan wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga memiliki resiko 1% untuk menderita endometriosis.

dan merangsang pelepasan intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1) yang membantu sel endometrium refluks ke dalam rongga peritoneum terlepas dari pengawasan imunologis. 3.6 Dismenorea 3 . yang teraktivasi menghasilkan factor pertumbuhan dan sitokin yang merangsang tumbuhnya endometrium ektopik. Apoptosis sel – sel endometrium ektopik menurun.6 Peningkatan interleukin-1 (IL-1) dapat meningkatan perkembangan endometriosis dan merangsang pelepasan faktor angiogenik (VEGF). interleukin-8.Pengaruh genetik juga berperan pada endometriosis. Gejala lain yang ditemukan pada wanita yang menderita endometriosis  adalah:2.6 Dijumpai adanya peningkatan aktifitas aromatase intrinsik pada sel endometrium ektopik menghasilkan esterogen local berlebihan. Wanita dengan endometriosis kronis dan remaja dengan endometriosis biasanya tidak dapat mendemostrasikan bentuk sakitnya. meningkatkan aktifitas matrix metalloproteinase yang membantu mplantasi dan pertumbuhan endometrium ektopik.6 GEJALA KLINIK Gejala utama dari endometriosis adalah nyeri pelvis siklik yang dimulai 1-2 minggu sebelum menstruasi dengan puncak 1-2 hari sebelum onset menstruasi atau paling lambat setelah itu. 3. interleukin6. resiko menjadi 7 kali lebih besar bila ditemukan endometriosis pada ibu ataupun saudara kandung.5.6 Peningkatan sekresi molekul neurogenic seperti nerve growth factor dan reseptornya yang merangsang pertumbuhan syaraf sensoris pada endometrium. Interleukin-8 merangsang perlengketan sel stroma endometrium ke protein matrix extracellular. Pada endometriosis ditemukan adanya peningkatan jumlah makrofag dan monosit di dalam cairan peritoneum.6 Patoimunologi juga dikatakan berperan pada endometriosis akibat reaksi abnormal imunologi yang tidak berusaha membersihkan refluks haid dalam rongga peritoneum. 3. 3. sedangkan respons sel endometrium ektopik pada progesterone menurun.3. malah memfasilitasi terjadinya endometriosis.

Antibody IgA dan IgG dan limfosit dapat meningkat di endometrium perempuan yang terkena endometriosis. implant endometrium dan cairan peritoneum dari penderita endometriosis. termasuk sindrom Luitinized Unruptured Follicle (LUF). Abnormalitas ini dapat mengubah reseptivitas endometrium dan implantasi embrio. interleukin-1. pertumbuhan folikel abnormal. Kadar tinggi nitric oxidase akan memperburuk motilitas sperma. dan lonjakan LH dini.Nyeri haid yang disebabkan oleh reaksi peradangan akibat sekresi sitokin dalam rongga peritoneum. akibat perdarahan local pada sarang endometriosis dan oleh  adanya infiltrasi endometriosis ke dalam syaraf pada rongga panggul. Cairan peritoneum mengandung inhibitor penangkap ovum yang menghambat interaksi normal fimbrial cumulus. peningkatan konsentrasi makrfag yang teraktivasi. Autoantibodi terhadap antigen endometrium meningkatk dalam serum. sperma. Untuk memaksimalkan kemungkinan temuan fisik. Subfertilitas Perlengketan pada ruang pelvis yang dakibatkan endometriosis dapat mengganggu pelepasan oosit dari ovarium atau menghambat perjalanan ovum untuk bertemu dengan sperma. implantasi dan fungsi tuba. Dyspareunia Paling sering timbul terutama bila endometriosis sudah tumbuh di sekitar Kavum Douglasi dan ligamentum sakrouterina dan terjadi perlengketan sehingga uterus  dalam posisi retrofleksi. Endometriosis meningkatkan volume cairan peritoneal. Perubahan ini dapat memberikan efek buruk bagi oosit. pemeriksaan fisik 4 . Pada penderita endometriosis dapat terjadi gangguan hormonal (hiperprolaktinimia) dan ovulasi. dan fungsi tuba. Diskezia Keluhan sakit bila buang air besar bila endometriosis sudah tumbuh dalam  dinding rektosigmoid dan terjadi hematokezia pada saat siklus menstruasi. prostaglandin. embrio. tumor nekrosis factor dan protease. defek fase luteal. DIAGNOSIS  Pemeriksaan Fisik Temuan fisik yang berhubungan dengan endometriosis awal mungkin halus atau tidak ada.

6 Ultrasonografi (USG) USG hanya digunakan untuk mendiagnosis endometriosis (kista endometriosis) > 1 cm. 3. Nyeri saat terjadi pergerakan rahim sering ditemukan. 3. USG pada Endometriosis  Magnetic Resonance Imaging (MRI) MRI menawarkan pemeriksaan yang lebih superior dibandingkan dengan USG. klinisi mungkin menemukan nodul di uterosakral dan rasa lunak pada rektovaginal atau uterus retrofleksi.harus dilakukan selama menstruasi awal ketika implan cenderung terbesar dan paling lembut. Kerika ovarium terlibat.6 Gambar 3. adanya invasi  ke usus dan septum rektovagina. MRI dapat digunakan untuk melihat kista. 3. masa adneksa yang lembut dapat teraba dengan pemeriksaan  bimanual atau USG pelvis. massa ekstraperitoneal. Dengan menggunakan USG transvaginal kita dapat melihat gambaran karakteristik kista endometriosis dengan bentuk kistik dan adanya interval eko di dalam kista. tidak dapat digunakan untuk melihat bintik – bintik endometriosis ataupun perlengketan. Ketika endometriosis memasuki staging yang lebih lanjut.6 Pemeriksaan serum CA 125 5 .

dan trimester awal kehamilan. Bila didapati CA 125 > 65 mIU/ml praoperatif menunjukan derajat beratnya  endometriosis. pemeriksaan ini mempunyai nilai sensitifitas yang rendah. 3.1. Kadar CA 125 juga meningkat pada keadaan infeksi radang panggul.Klasifikasi Klasifikasi tingkat endometriosis didasarkan pada Revised American Fertility Society (AFS) yang diperbaharui. Lesi nonaktif terlihat berwarna putih dengan jaringan parut. 3.6 Bedah Laparoskopi Laparoskopi merupakan alat diagnostik baku emas untuk mendiagnosis endometriosis. namun pasien tidak ada keluhan. CA 125 dapat digunakan sebagai monitor prognostic pascaoperatif endometriosis. yang ditimbulkan ataupun efek infertilitasnya.3. mioma. Sering ditemukan  endometriosis pada laparoskopik diagnostic. kelemahan dari pembagian ini adalah derajat beratnya klasifikasi endometriosis tidak selalalu merujuk beratnya nyeri. Pada endometriosis yang tumbuh di ovarium dapat terbentuk kista yang disebut endometrioma. Biasanya isinya berwarna cokelat kehitaman sehingga juga diberi nama kista cokelat. bila nilainya tinggi berarti prognosis kekambuhannya tinggi. 3.6 6 . sedangkan lesi aktif yang sudah lama berwarna merah kehitaman.Serum CA 125 adalah penanda tumor yang sering digunakan pada kanker ovarium.6 Pemeriksaan patologi anatomi Pemeriksaan pasti dari lesi endometriosis adalah didapatkannya adanya kelenjar dan stroma endometrium. Pada endometriosis juga terjadi peningkatan kadar CA 125.5 Lesi aktif yang baru berwarna merah terang. Namun. Namun.

Gambar 4. Klasifikasi Endometriosis 7 .

6 TERAPI Pilihan pengobatan untuk pasien dengan endometriosis tergantung pada luas dan lokasi penyakit. interstitial cystitis.DIAGNOSA BANDING Diagnosis banding untuk endometriosis termasuk proses kronis lainnya yang mengakibatkan nyeri panggul berulang atau massa ovarium seperti penyakit radang panggul. Pengobatan harus dimulai dengan pola pikir bahwa endometriosis adalah penyakit kronis yang mungkin memerlukan pengelolaan 8 . dan keinginan pasien untuk masalah kesuburan di masa depan.1. kehamilan ektopik. dan neoplasma ovarium. kista ovarium fungsional. pelvic ashesion. tingkat keparahan gejala. adenomiosis. irritable bowel syndrome.

pendekatan multidisiplin 9 . Dalam kasus endometriosis parah atau kronis.6 Gambar 5.Pembagian pengobatan Endometriosis  Expectant Management Dapat digunakan pada pasien dengan gejala minimal atau tanpa gejala. pilihan kedua adalah bedah dan pengobatan medis yang tersedia. Untuk pasien lain.jangka panjang dan beragam interve3.5.

Tramadol. dengan potensi keuntungan yang bida dirasakan jangka panjang. Tingkat kambuh pada tahun pertama terjadi sekitar 17-18%. parasetamol  dengan codein. MPA 150 mg yang diberikan intramuskuler setiap 3 bulan.menggabungkan manajemen medis dan bedah serta keterlibatan nyeri pusat dan  dukungan kejiwaan dapat memberikan perawatan yang paling komprehensif. Kontrasepsi oral Penanganan terhadap endometriosis dengan pemberian pil kontrasepsi dosis rendah. juga efektif terhadap penanganan rasa nyeri pada endometriosis. Pengobatan simptomatik Pengobatan dengan memberikan anti nyeri seperti parasetamol. Medroxyprogesteron Acetate (MPA) adalah hasil yang paling sering diteliti dan sangat efektif dalam meringankan rasa nyeri. Kombinasi pil kontrasepsi apapun dalam dosis rendah yang mengandung 30-35 ug etinilestradiol yang digunakan terus – menerus bisa menjadi efektif terhadap penanganan endometriosis. Kontrasepsi oral merupakan pengobatan dengan biaya lebih rendah dibandingkan dengan yang lainnya dan bias sangat membantu terhadap penanganan endometriosis jangka pendek. Dimulai dengan dosis 30 mg per hari kemudian ditingkatkan sesuai dengan respons klinik dan pola perdarahan. Progestin dapat dianggap sebagai pilihan utama terhadap penanganan endometriosis karena efektif mengurangi rasa sakit seperti danazol. Hasil pengobatan telah dievaluasi pada 3-6 bulan setelah terapi. Tujuan pengobatan itu sendiri adalah induksi amenorea. 10 . dengan pemberian lanjut selama 6-12 bulan. lebih murah. 500 mg 3 kali sehari. Non Steroidal Anti Inflamatory Drugs (NSAID) seperti ibuprofen 400 mg tiga kali sehari. Membaiknya gejala dismenorea dan nyeri panggul dirasakan 60-95% pasien. GABA inhibitor seperti gabapentin. asam mefenamat 500 mg tiga kali sehari. tetapi memiliki efek samping lebih ringan dibandingkan danazol. Kombinasi monofasik (sekali sehari selama 6-12 bulan) merupakan pilihan pertama yang sering dilakukan untuk menimbulkan kondisi kehamilan palsu dengan timbulnya amenorea dan desidualisasi jaringan endometrium. Progestin Progestin memungkinkan efek antiendometriosis dengan menyebabkan desidualisasi awal pada jaringan endometrium dan diikuti dengan atrofi.

vagina atrofi. depresi. Gestrinon Gestrinon adalah 19 nortesteron termasuk androgenik. mengurangi kadar Luitinezing hormone (LH). Efek samping progestin adalah peningkatan berat badan.5-10 mg. dapat dimulai dengan pemberian 200 mg dua kali sehari selama enam bulan. hirsutisme. Gestrinon diberikan dengan dosis 2. Gestrinon bekerja sentral dan perifer untuk meningkatkan kadar testosterone dan mengurangi kadar Sex Hormone Binding Globuline (SHBG. pengecilan payudara. kelelahan. Cara praktis menggunakan danazol adalah memulai perawatan dengan 400-800 mg per hari. bertambahnya berat badan. dan anti gonadotropik. dan mengurangi lonjakan LH. Efek samping progestin meliputi nausea. selama enam bulan. menurunkan nilai serum estradiol ke tingkat folikulat awal (antiesterogenik). antiprogestagenik. Amenorea sendiri terjadi pada 50-100% wanita. dua sampai tiga kali seminggu. Dosis dapat ditingkatkan bila perlu untuk mencapai amenorea dan menghilangkan gejala – gejala. Efek sampingnya sama dengan danazol tetapi lebih jarang. peningkatan kadar  LDL kolesterol. 11 . Pilihan lain dengan menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yang mengandung progesterone.Pengobatan dengan suntikan progesterone. gangguan emosi. dan nausea. Strategi pengobatan lain meliputi didrogestion (20-30 mg perhari baik itu terus menerus maupun pada hari ke 5-25) dan lynesterol 10 mg per hari. perdarahan lecut. akne. Danazol Danazol adalah suatu turunan 17 alpha ethinyltestosteron yang menyebabkan level androgen dalam jumlah tinggi dan level esterogen dalam jumlah yang rendah sehingga menekan berkembangnya endometriosis dan timbul amenorea yang diproduksi untuk mencegah implant baru pada uterus sampai ke rongga peritoneal. Tingkat kambuh endometriosis berkisar antara 520% per tahun sampai ke tingkay kumulatif yaitu 40% setelah 5 tahun. levonorgestrel dengan efek timbulnya amenorea dapat digunakan untuk pengobatan endometriosis. Efek samping paling umum adalah peningkatan berat badan. dan kolesterol total. nyeri payudara dan  perdarahan lecut. Pemberian suntikan progesterone depot seperti suntikan KB dapat membantu mengurangi gejala nyeri dan perdarahan.

pengurangan libido. GnRHa dapat diberukan intramuskuler. 12 . Biasanya dalam bentuk depot satu bulan ataupun depot tiga bulan. vagina kering. subkutan dan intranasal. Efek samping antara lain rasa semburan panas. Untuk mengurangi efek samping dapat disertai denga terapi add back dengan esterogen dan progesterone  alamiah. Berbagai jenis GnRHa antara lain leuprolide. dimana ovarium tidak aktif sehingga tidak terjadi siklus haid. sakit kepala. Aromatase P450 banyak ditemukan pada perempuan dengan gangguan organ reproduksi seperti endometriosis. Aromatase Inhibitor Fungsinya menghambat perubahan C19 androgen menjadi C18 esterogen. depresi atau penurunan densitas tulang. adenomiosis dan mioma uteri. nausea dan vomiting. GnRHa diberikan selama 6-12 bulan. Terapi ini belum disetujui untuk pengobatan endometriosis karena dapat menyebabkan bone loss. Gonadotropin Releasing Hormone Agonist (GnRHa) GnRHa menyebabkan sekresi terus menerus FSH dan LH sehingga hipofisa mengalami desentisisasi dengan menurunnya sekresi FSH dan LH mencapai keadaan hipogonadotropik hipogonadisme. keleahan. busereline. rasa semburan panas (hot flashes). dan gosereline. dan penggunannya harus dikombinasikan dengan OCPs dan GnRHa untuk mencegah perkembangan kista folikular.

Gambar 6. ablasi kauter. Penanganan dengan laparoskopi menawarkan keuntungan lama rawatan yang pendek. o Penanganan pembedahan konservatif Pembedahan ini bertujan untuk mengangkat semua sarang endometriosis dan melepeskan perlengketan sera memperbaiki kembali struktur anatomi reproduksi. subfertilitas. serta menahan laju kekambuhan. 13 . Arang endometriosis dibersihkan dengan eksisi. Penanganan pembedahan dapat dilakukan dengan laparotomy maupun laparoskopi. Pembedahan bertujuan menghilangkan bintik – bintik dan kista endometriosis. nyeri pasca operatif minimal.Dosis Pengobatan Endometriosis  Penanganan pembedahan pada endometriosis Pembedahan pada endometriosis adalah untuk menangani efek endometriosis itu sendiri yaitu nyeri panggul. lebih sedikit perlengketan. ataupun laser. kista > 3 cm dilakukan kistektomi dengan meninggalkan jaringan ovarium yang sehat. dan kista. Sementara itu kista endometriosis <3cm di drainase dan di kauter dinding kista.

tidak cenderung ganas. Ditujukan pada perempuan yang mengalami penanganan medis maupun bedah konservatif gagal dan tidak membutuhkan fungsi reproduksi. Penundaan kehamilan tidak mengurangi kekambuhan. namun menurut pengalaman pembedahan konservatif akan mengurangi kebutuhan untuk histerektomi di kebanyakan kasus. mengingat endometriosis ini merupakan suatu penyakit yang lambat progresif.visulaisasi operatif yang lebih baik terhadap bintik – bintik endometriosis. dan akan regesi saat menopause. namun resikonya sangat rendah (sekitar 3%). Kekambuhan setelah terapi medis juga bervariasi dan hampir sama atau lebih tinggi dengan terapi pembedahan. Risiko kekambuhan tidak meningkat secara signifikan oleh terapi penggantian esterogen.1-6 Kekhawatiran jangka panjang saat ini adalah bahwa semua terapi saat ini menawarkan bantuan tapi tidak menyembuhkan. endometriosis bisa kambuh. menginginkan keturunan. Kebanyakan pasien dapat diberitahu bahwa mereka akan dapat memperoleh bantuan yang signifikan dari nyeri panggul dan perawatan yang akan membantu mereka dalam mencapai kehamilan. 1-6 Meskipun banyak pasien yang khawatir akan progresivitas endometriosis. Bahkan setelah operasi definitif. Setelah pembedahan konservatif dilaporkan kekambuhan bervariasi sekitar 10% dalam 3 tahun dan 35% dalam 5 tahun. Penanganan konservatif ini menjadi pilihan pada perempuan – perempuan yang masih muda. Perjalanan endometriosis di setiap 14 . o Penanganan pembedahan simptomatis Dilakukan untuk menghilangkan nyeri dengan presacral neurectomy atau LUNA (Laser Uterosacral Nerve Ablation). o Penanganan pembedahan radikal Dilakukan dengan histerektomi dan bilateral salfingo-oovorektomi. memerlukan hormone reproduksi. Setelah pembedahan radikal diberikan terapi substitusi hormone. Yang paling penting adalah operasi pementasan awal penyakit untuk memperoleh informasi yang memadai yang menjadi dasar keputusan masa depan tentang terapi. PROGNOSIS Konseling yang tepat pada pasien dengan endometriosis butuh memperhatikan beberapa aspek dari gangguan.

Salpingitis kronik dextra - Peradangan usus non spesifik PEMBAHASAN KASUS 15 . Pada tanggal 27 Oktober 2015 dibawa ke RS Rajawali ke dokter penyakit dalam dengan keluhan mual muntah perut kembung. 1-6 RESUME KASUS Anamnesis : Seorang perempuan usia 54 tahun G4P4A0 pada Agustus 2015 operasi di RSUD Palapa oleh seorang dokter Obgyn dengan hasil PA kista lutein ovarium kiri sebesar 4-5cm dengan tuba kiri normal. pada inspekulo dan pemeriksaan dalam ditemukan portio tenang. massa kistik gema endapan dari adneksa kanan dan uterus miomatus Dilakukan laparotomi pada tanggal 30 Oktober dengan DO dilatasi usus-usus dengan perlengketan fibrin di beberapa tempat pita-pita fibrin. uterus dan massa adneksa bersatu terkesan frozen pelvis Pemeriksaan penunjang : Pada USG didapatkan gambaran dilatasi usus. uterus miomatus sebesar kehamilan 16 minggu berjonjol-benjol dengan massa kistik adneksa kanan sebesar buah. namun endometriosis sangat jarang menjadi ganas. dipecahkan keluar pus sekitar 100cc UP : Reseksi usus + jejunum dengan NtoN PA : . Pemeriksaan Fisik : Abdomen timpanitis membesar.Leomioma uteri dan kista ovarium dextra. Awal Oktober perut pasien membesar disertai rasa sakit. Dikonsulkan ke dokter kandungan dengan diagnosa leomioma uteri. lalu dibawa ke Bandung oleh keluarga.individu akan sulit untuk di prediksi.

Lange medical e-books Mc Graw Hill.p.2013. 2007. 800-11. Blueprints Obstetrics and Gynecology. California : Stanford University school of medicine. Benson & Pernoll’s handbook of obstetrics & gynecology. Dengan prognosis :  Ad Vitam : ad bonam  Ad Fungsionam : ad bonam DAFTAR PUSTAKA 1. 2001. et al.Caughey AB. United States of America . Diagnosis & Treatment Obstretics and Gynecology.D . United States: 2013. pasien juga harus diterapi antibiotik Ceftriaxon serta Metronidazole karena terjadi salphingitis. Martin L. 11th edition. Current. p. 4.Pada kasus diatas terjadi karena gangguan hormon dari estrogen. Berek MD. Serdar E. 3. Sarwono. Prawirohardjo. Berek and Novak’s Gynecology ed 14. Page 1582-1597. Mechanisms of disease Endometriosis. 1137-73 6.karena sewaktu dipecahkan keluar pus sekitar 100cc dan terjadi perlengketan usus Selain dilakukan reseksi usus dan jejunum. 2011. Andrew J. “Ilmu Kandungan”. NEJM. Pasien juga diberikan obat anti nyeri pasca operasi. Diunduh pada tanggal 8 Desember 2015 5.org 15 Januari 2009.755-66 16 . Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Callahanan T. Kista ovarium kanan kemungkinan dikarenakan endometriosis yang terinfeksi akibat dari salphingits kronik . Jonathan S. 2. Bulun M. 6th edition. Pernoll MD. USA : Lippincott Williams and Wilkins.