Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH BENTUK PENAMPANG RECEIVER TERHADAP KINERJA

PEMANAS AIR TIPE CYLINDRICAL PARABOLIC COLLECTOR
Wildan Kurniawan Ramadhani, Lilis Yuliati, Mega Nur Sasongko
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: wildan_911@yahoo.com
ABSTRAK
Dalam penelitian ini diamati kinerja CPC dengan receiver yang memiliki bentuk
penampang lingkaran, segitiga, dan persegi. Pada penelitian ini didapatkan hasil
penelitian yaitu, receiver dengan bentuk penampang lingkaran menghasilkan kinerja
yang paling baik (suhu pemanasan 45,7 ˚C dengan jumlah kalor pemanasan air
39.453,557 J serta efisiensi 10,58%. Urutan kinerja terbaik berikutnya berturut-turut
adalah CPC dengan receiver yang memiliki bentuk penampang segitiga dan yang
terakhir CPC dengan receiver yang memiliki bentuk penampang persegi. CPC dengan
receiver yang memiliki bentuk penampang lingkaran memiliki kinerja paling baik
karena bentuk yang mirip bidang kolektor sehingga radiasi yang diterima receiver
semakin maksimal. Dengan bentuk permukaan yang mirip kolektor maka pantulan sinar
matahari langsung yang akan diserap permukaan receiver lebih banyak sehingga
panas yang dihasilkan menjadi optimal. Akibatnya, suhu pemanasan pada receiver
akan meningkat. Dengan meningkatnya suhu pemanasan receiver maka jumlah kalor
pemanasan air akan meningkat sehingga efisiensi cylindrical parabolic collector pun
meningkat.
Kata kunci: Cylindrical Parabolic Collector, Bentuk Penampang Receiver, Kinerja.
energi
matahari
tersebut
jarang
dimanfaatkan. Hal ini menunjukkan
ketergantungan terhadap bahan bakar
fosil sangat tinggi dan kurangnya
kemauan
untuk
mengembangkan
potensi sumber daya energi alternatif.
Sehingga perlu dilakukan upaya untuk
memasyarakatkan pemakaian energi
surya.
Salah satu pemanfaatan energi
matahari selain untuk pembangkit
energi listrik adalah untuk pemanas air.
Pemanas air tenaga surya yang banyak
digunakan pada umumnya memiliki tipe
desain flat-plate Colector (FPC).
Namun, pemanas air jenis ini biasanya
memiliki tingkat efisiensi yang kecil.
Untuk mensiasati agar mendapat
pemanas air dengan efisiensi yang lebih
tinggi maka dibuat pemanas air tenaga
surya
dengan
tipe
kolektor
terkonsentrasi. Adapun jenis kolektor
terkonsentrasi yang digunakan dalam

Pendahuluan
Kebutuhan energi di dunia ini
semakin meningkat dan selama ini
hampir semua kebutuhan energi tersebut
dipenuhi dengan bahan bakar fosil,
sedangkan cadangan bahan bakar fosil
(batu bara, minyak bumi, dan gas alam)
di dunia ini semakin menipis sehingga
dibutuhkan energi alternatif untuk
memenuhi kebutuhan energi yang
selama ini dipenuhi oleh bahan bakar
fosil tersebut. Selain itu pemakaian
bahan bakar fosil juga menghasilkan
gas yang dapat mencemari udara.
Indonesia terletak di garis
khatulistiwa, sehingga mempunyai
energi matahari yang berlimpah yang
seharusnya dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi berbagai kebutuhan energi.
Dan energi matahari ini sebenarnya
dapat menjadi pengganti sebagian
bahan bakar fosil yang selama ini
digunakan untuk memenuhi kebutuhan
energi. Tapi kenyataannya di Indonesia

1

2 penelitian ini adalah tipe cylindrical parabolic collector (CPC) Gambar 1. Pemanas jenis ini memiliki luas bidang kolektor 180 m2 mampu menghasilkan suhu pemanasan sebesar 100 . Selanjutnya Sareh (2012) melakukan penelitian menggunakan cylindrical parabolic collector dengan variasi jumlah cermin pada kolektor.250˚C. Pada bagian kolektor memiliki fungsi untuk menangkap intensitas radiasi yang tersedia di alam untuk kemudian dipantulkan ke bagian receiver. (Mawarni. Gambar 2 menunjukan bagian receiver. Sehingga untuk menghitung jumlah daya yang dipantulkan kolektor untuk memanaskan receiver dapat dilihat melalui persamaan (1). Bagian utama yang kedua adalah receiver. Namun untuk jenis ini akan berfungsi lebih baik jika ditempatkan pada daerah yang memiliki tingkat radiasi langsung yang tinggi. Karena bidang kolektor tersebut berbentuk parabolik. mudah didapat dan harganya yang murah. menunjukan kolektor terkonsentrasi tipe cylindrical parabolic collector (CPC) yang memiliki 2 bagian utama yaitu kolektor dan receiver. Alasan dipilihnya pipa receiver baja dikarenakan memiliki konduktivitas termal yang lumayan baik. Bejana penampung fluida ini disebut juga absorber. Pada umumnya receiver memiliki bentuk berupa bejana penampung berbentuk silindris berisi air dimana bejana tersebut berfungsi menyerap panas yang berasal dari kolektor untuk pemanasan air yang terdapat dalam receiver. arah sinar matahari yang datang tegak lurus dengan bidang dipantulkan atau difokuskan menuju titik atau area tertentu (receiver) sehingga diperoleh pemusatan panas dan diperoleh suhu pemanasan yang tinggi. Dan didapatkan jumlah cermin 3884 menghasilkan kinerja paling baik dibanding dengan yang lainnya. Kolektor yaitu bagian yang berbentuk setengah silindris dan receiver yaitu pipa yang berada di tengah kolektor pada Gambar 1 tersebut. Bahan yang dipilih untuk pipa receiver pada penelitian ini adalah baja. 2008:18). adalah jumlah intensitas daya radiasi yang mampu . tahan lama. Pipa receiver Sumber: Anonymous_a Dimana. 2011:2)(1) Gambar 2. Kolektor yang digunakan pada penelitian ini adalah kolektor terkonsentrasi tipe cylindrical parabolic collector. Kolektor Terkonsentrasi tipe Cylindrical Parabolic Collector Sumber: Collins & Parker. 2000:7 Gambar 1. Bagian kolektor berbentuk parabolik berfungsi untuk menangkap panas dari sinar matahari. Kolektor tenaga surya terkonsentrasi dapat memperoleh suhu pemanasan yang lebih tinggi dibandingkan pemanas air tipe Flat-plate Collector. bagian ini berfungsi untuk menerima panas dari kolektor. Pemanas air tipe terkonsentrasi sudah pernah digunakan pada sebuah hotel di Turki (Weis dan Rommel.

adalah Temperatur akhir air [0C]. dimana untuk mengambil data intensitas radiasi total digunakan alat ukur intensitas radiasi total yaitu pyranometer dan untuk mengambil data intensitas radiasi matahari langsung digunakan alat ukur radiasi langsung yaitu pyrheliometer. Penelitian ini mengamati pengaruh bentuk penampang receiver terhadap kinerja cylindrical parabolic collector. Gambar 3. Pada penelitian ini akan melanjutkan penelitian dari Sareh dengan variasi bentuk penampang receiver. adalah jumlah kalor yang diterima receiver untuk pemanasan air [J]. Skema Instalasi Penelitian Selama pengambilan data bidang kolektor dihadapkan kearah . 2011:2) (3) Dimana adalah daya pemansan air [W]. Dalam penelitian ini divariasikan receiver dengan bentuk penampang lingkaran. Seperti yang ditunjukan pada Gambar 3. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research). 2011:2) (4) Dimana. ∆T adalah selang waktu pemansan air. Lalu. adalah jumlah intensitas daya radiasi yang mampu diserap oleh kolektor [W]. adalah efisiensi cylindrical parabolic collector [%]. untuk metode pengambilan data suhu pemanasan air. adalah daya pemanasan air [W]. Dari hasil perhitungan untuk selanjutnya dapat digunakan untuk menghitung daya pemanasan air ( ) [W] dengan menggunakan persamaan (3). sedangkan adalah Temperatur awal air [0C]. Pengambilan data mengenai intensitas radiasi dan suhu pemanasan air dilakukan selama 55 menit dengan selang waktu pengambilan sampel data setiap selang waktu 5 menit. 2011:2) (2) Dimana. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti. segitiga. Selain intensitas radiasi data yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah suhu pemanasan air. adalah Panas jenis air [J/kg. Untuk menghitung jumlah kalor yang diterima receiver untuk pemanasan air dapat ditunjukan pada persamaan (2). dan persegi. Setelah terisi maka suhu hasil pemanasan air dapat diketahui melalui pembacaan data dari sensor termokopel. Pada bagian receiver terjadi proses pemanasan air. kondisi pipa receiver harus terisi dengan air. Pada penelitian ini akan diamati pengaruh bentuk penampang receiver terhadap kinerja pemanas air tenaga surya tipe Cylindrical Parabolic Collector. (Mawarni.3 diserap oleh kolektor [W]. adalah jumlah kalor yang diterima receiver untuk pemanasan air.0C]. Data yang diperlukan untuk penelitian ini adalah intensitas radiasi yang tersedia di alam. adalah Intensitas radiasi langsung [W/m2]. Kemudian untuk menghitung efisiensi CPC dapat ditunjukan melalui persamaan (4). (Mawarni. (Mawarni. adalah Luas bidang kolektor pada proses penyerapan radiasi sinar matahari untuk pemanasan receiver (m2).

037-203.489 W.489 W. kelembaban udara.4 matahari. Pada grafik menunjukkan bahwa kenaikan suhu pada menit ke-0 sampai menit ke-40 naik dan pada waktu menit ke-45 sampai ke-55 cenderung mendatar. Gambar 4. Grafik kenaikan suhu air pada CPC dengan variasi bentuk receiver. Besar kalor pemanasan air ditunjukkan oleh Gambar 6 sebagai berikut: . Intensitas radiasi matahari yang duterima CPC sama dengan intensitas radiasi matahari yang diterima oleh kolektor.489 W.999-203. segitiga. Intensitas radiasi matahari yang diterima kolektor Gambar 4 menunjukkan bahwa besar energi radiasi yang masuk ke kolektor agak fluktuatif. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh pergerakan awan. segitiga. dan persegi. jumlah uap air di udara. Jumlah Radiasi yang Diterima oleh Kolektor CPC. Gambar 4 menunjukan data ratarata radiasi yang masuk kekolektor dengan receiver yang memiliki bentuk penampang lingkaran. Dengan diketahuinya massa air. dan persegi. Untuk kolektor yang memiliki receiver dengan penampang berbentuk persegi jumlah intensitas daya radiasi yang masuk ke kolektor 164. Pembahasan 1. Untuk menghitung jumlah daya yang yang masuk ke kolektor ditunjukan pada persamaan (1) Untuk CPC yang memiliki receiver dengan penampang berbentuk lingkaran jumlah intensitas daya radiasi yang masuk ke kolektor sebesar 164.037-203. serta perpindahan kalor hampir tidak ada antara receiver dan air. Pengaruh Bentuk Penampang Receiver terhadap Suhu Pemanasan Air dan Jumlah Kalor Pemanasan Air. sebesar 2. Hal ini dikarenakan beda temperatur antara receiver dan air sangat kecil karena suhu receiver dan air hampir sama. dan diusahakan arah datangnya sinar matahari selalu tegak lurus dengan bidang kolektor. Untuk kolektor yang memiliki receiver dengan penampang berbentuk segitiga jumlah intensitas daya radiasi yang yang masuk ke kolektor sebesar 162. Grafik kenaikan suhu air ditunjukkan oleh Gambar 5 sebagai berikut: Gambar 5. serta kondisi angin di udara sehingga mempengaruhi kualitas intensitas radiasi langsung yang masuk ke kolektor. panas jenis air dan kenaikan suhu air dapat dihasilkan jumlah kalor untuk pemanasan air. Gambar 5 menunjukkan kenaikan suhu air pada CPC dengan receiver yang memiliki bentuk penampang lingkaran.

Sedangkan bentuk penampang receiver persegi menghasilkan suhu pemanasan 43. Seperti yang ditunjukkan pada persamaan (2).70C merupakan suhu pemanasan tertinggi. maka proses pemantulan panas matahari menuju permukaan receiver dapat lebih optimal. Gambar 6 menunjukan pengaruh bentuk penampang receiver pada kolektor terhadap jumlah rata-rata kalor pemanasan air. Grafik jumlah kalor pemanasan air pada CPC dengan variasi bentuk receiver.524. Kemudian bentuk penampang receiver segitiga mempunyai suhu pemanasan 45. Walaupun intensitas radiasi matahari yang tersedia pada saat pengambilan data untuk receiver dengan penampang berbentuk lingkaran hampir sama dengan intensitas radiasi matahari yang tersedia pada saat pengambilan data untuk receiver dengan penampang berbentuk segitiga atau persegi. Maka jumlah kalor pemanasan meningkat dengan meningkatnya temperatur air.10C mampu menghasilkan jumlah kalor pemanasan sebesar 34.199 J selama 55 menit.049 J. Pada Gambar 7 menunjukan bahwa receiver dengan penampang berbentuk lingkaran memiliki daya pemanasan air paling tinggi. Namun untuk receiver dengan penampang berbentuk lingkaran memiliki nilai daya pemanasan air paling tinggi karena mampu menghasilkan temperatur pemanasan air yang lebih tinggi. Pengaruh Bentuk Penampang Receiver Terhadap Daya Pemanasan Air Setelah kalor pemanasan diketahui. Grafik daya pemanasan air ditunjukkan oleh Gambar 7 sebagai berikut: . ` Gambar 7 menunjukkan hubungan antara daya pemanasan air terhadap waktu pada CPC dengan variasi bentuk penampang receiver. temperatur yang lebih tinggi mampu dicapai karena bentuk yang mirip dengan bidang kolektor dan luas permukaan yang terkena pantulan sinar matahari langsung lebih banyak. Dan. Dari keseluruhan variasi bentuk penampang receiver terhadap kenaikan jumlah kalor pemanasan air didapatkan hasil bahwa receiver dengan penampang berbentuk lingkaran mampu memanaskan air sampai 45. kenaikan jumlah kalor dikarenakan kenaikan suhu pemanasan air.494. yang terakhir receiver dengan penampang berbentuk persegi. Gambar 7.456 J. Sehingga suhu pemanasan yang mampu dicapai pada air akan menjadi lebih 3. Grafik pengaruh bentuk penampang receiver terhadap daya pemanasan air.5 Gambar 6. Kemudian receiver dengan penampang berbentuk segitiga diurutan kedua.226. maka dapat dihitung daya pemanasan air. Dengan permukaan yang mirip dengan bidang kolektor. dengan jumlah kalor pemanasan sebesar 39. Untuk menghitung daya pemanasan air dapat menggunakan persamaan (3).40C mampu menghasilkan jumlah kalor pemanasan sebesar 38.

pengaruh bentuk penampang receiver terhadap efisiensi cylindrical parabolic collector ( ) dihasilkan efisiensi CPC kemudian dirata-ratakan. Grafik pengaruh bentuk penampang receiver terhadap nilai efisiensi cylindrical parabolic collector (CPC) Gambar 8 menunjukan pengaruh bentuk penampang receiver terhadap efisiensi cylindrical parabolic collector (CPC).58 [%]. Pengaruh Bentuk Penampang Receiver terhadap Efisiensi Gambar 8. berikutnya temperature air maksimal pada CPC dengan receiver berpenampang segitiga dan persegi adalah 45. Pada CPC dengan receiver yang memiliki bentuk penampang lingkaran mampu memanaskan dengan suhu tertinggi dikarenakan luas permukaan yang terkena pantulan sinar matahari semakin banyak dan bentuk yang menyerupai bidang kolektor membantu proses pemanasan akibatnya suhu pemanasan pada air meningkat. Meningkatnya suhu pemanasan air dikarenakan nilai kalor pemanasan air yang tinggi. kemudian bentuk penampang receiver persegi 8. 4.7°C.11 [%].6 tinggi. kemudian bentuk penampang receiver segitiga 10. Karena jumlah kalor pemanasan yang mampu dicapai tinggi maka pemanasan air ikut meningkat pula dan jumlah daya pemanasan air pun meningkat pula. Meningkatnya suhu pemanasan diakibatkan oleh meningkatnya nilai kalor pemanasan dan dengan meningkatnya nilai kalor pemanasan berakibat meningkatnya daya pemanasan air. Untuk mencari efisiensi cylindrical parabolic collector ( ) dapat digunakan dengan menggunakan persamaan (4). Dari keseluruhan variasi. Sehingga dengan nilai kalor pemanasan tinggi akan berakibat daya pemanasan akan tinggi pula sehingga efisiensi cylindrical parabolic collector pun meningkat.52 [%]. Gambar 7 menunjukan bahwa jumlah daya pemanasan receiver dengan penampang berbentuk lingkaran naik sampai menit ke 15 lalu menurun hingga menit 55 hal ini dikarenakan laju kenaikan suhu pemanasan air yang menurun dan bertambahnya waktu pemanasan air. 2. Temperatur air maksimal dicapai pada CPC dengan receiver dengan penampang berbentuk lingkaran. Kalor pemanasan air maksimal pada CPC dengan penampang berbentuk lingkaran. persegi dan . Dibandingkan dengan kolektor yang memiliki receiver dengan penampang segitiga dan persegi proses pemantulan cahaya menuju ke receiver menjadi kurang maksimal karena bentuk yang berbeda dengan bidang kolektor sehingga suhu pemanasan air yang dihasilkan pun menjadi lebih rendah. KESIMPULAN Dari penelitian pengaruh bentuk penampang receiver terhadap kinerja pemanas air tipe cylindrical parabolic collector dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Sehingga daya pemanasan air yang didapat jumlahnya tergantung pada perbandingan laju kenaikan suhu dan bertambahnya waktu pemanasan.2°C dan 42. sebesar 45.7°C. maka kinerja CPC yang paling baik adalah CPC dengan bentuk penampang receiver lingkaran sebesar 10.

Process Heat Collector. Germany: German Federal Ministry for the Environtment. com (diakses pada 26 Januari 2012) Marwani. . yaitu 10. & Parker.456 J dan 33. Sareh.W. selanjutnya efisiensi CPC dengan receiver yang memiliki bentuk penampang berbentuk segitiga dan persegi adalah 10. Daftar Pustaka Collins. & Rommel. 38. M.A. Parabolic-through Solar Water Heating. S. 2012. S. 3. http://www. 2011.002 J.C: DOE National Laboratory. Washington D. 2000. W. T.199 J. Nature Conservation and Nuclear Safety. Prosiding Seminar Nasional Avoer ke-3: Potensi Penggunaan Kompor Energi Surya untuk Kebutuhan Rumah Tangga. 2008.52%.11% dan 8. Malang: Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Weiss.58%. Pengaruh Jumlah Cermin Reflektor (fresnel) Terhadap Kinerja Pemanas Air Tenaga Surya Tipe Cylindrical Parabolic Collector.494.greenrhinoenergy.7 segitiga berturut-turut adalah sebesar 39. CPC dengan receiver yang memiliki bentuk penampang lingkaran mempunyai efisiensi tertinggi.524. Palembang: Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.101.