Anda di halaman 1dari 13

Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi

No. ICPC II : P74 Anxiety Disorder (anxiety state)
No. ICD X : F41.2 Mixed Anxiety and Depression Disorder
Tingkat Kemampuan: 3A
Masalah Kesehatan
Gangguan yang ditandai oleh adanya gejala-gejala anxietas (kecemasan) dan
depresi bersama-sama, dan masing-masing gejala tidak menunjukkan
rangkaian gejala yang cukup berat untuk dapat ditegakkannya suatu
diagnosis tersendiri. Untuk gejala anxietas, beberapa gejala autonomik harus
ditemukan, walaupun tidak terus menerus, di samping rasa cemas atau
khawatir berlebihan.
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Biasanya pasien datang dengan keluhan fisik seperti: nafas pendek/cepat,
berkeringat, gelisah, gangguan tidur, mudah lelah, jantung berdebar,
gangguan lambung, diare, atau bahkan sakit kepala yang disertai dengan rasa
cemas/khawatir berlebihan.
Allo dan Auto Anamnesis tambahan:
a. Adanya gejala seperti minat dalam melakukan aktivitas/semangat yang
menurun, merasa sedih/murung, nafsu makan berkurang atau
meningkat berlebihan, sulit berkonsentrasi, kepercayaan diri yang
menurun, pesimistis.
b. Keluhan biasanya sering terjadi, atau berlangsung lama, dan terdapat
stresor kehidupan.
c. Menyingkirkan riwayat penyakit fisik dan penggunaan zat (alkohol,
tembakau, stimulan, dan lain-lain

Kecemasan atau khawatir berlebihan. Penegakan Diagnosis (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis klinis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk menyingkirkan diagnosis banding sesuai keluhan fisiknya. mulut kering. Kepercayaan diri yang berkurang 8. tidak dapat santai 3. sulit berkonsentrasi 2. 2. anankastik. Gangguan Depresi d. c. Gangguan tidur 5. Pesimistis 9. Aktivitas autonomik berlebihan: palpitasi. seperti ciri kepribadian dependen. Adanya faktor biologis yang mempengaruhi. Gangguan Cemas (Anxietas) Organik b. Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat c. Mudah lelah 4.Faktor Risiko a. gemetaran. b. faktor genetik. Suasana perasaan sedih/murung. tekanan darah dapat meningkat. keluhan lambung. a. yaitu: adanya gejala-gejala kecemasan dan depresi yang timbul bersama-sama.pusing. diare. Ciri kepribadian tertentu yang imatur dan tidak fleksibel. Gejala-gejala depresi antara lain: 1. dan tanda lain sesuai keluhan fisiknya. Gangguan pola makan 7. Pemeriksaan penunjang Laboratorium dan penunjang lainnya tidak ditemukan adanya tanda yang bermakna. Kriteria diagnosis berdasarkan ICD 10. sesak nafas. tegang. skizoid. cemas menghindar. sakit kepala. b. Kehilangan minat/kesenangan (menurunnya semangat dalam melakukan aktivitas) 3. Ketegangan motorik: gelisah. Konsentrasi menurun 6. Adanya stresor kehidupan. Gangguan Cemas Menyeluruh e. berkeringat berlebihan. dan masing-masing gejala tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk dapat ditegakkannya suatu diagnosis tersendiri. Rasa tidak berguna/rasa bersalah Diagnosis Banding a. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Respirasi meningkat. Gangguan Panik . antara lain hiperaktivitas sistem noradrenergik. Gejala-gejala kecemasan antara lain: 1.

antara lain mudah lelah serta hilang energi. keluarga perlu memberikan dukungan agar pasien mampu dan dapat mengatasi gejala penyakitnya. • Ajarkan untuk selalu berpikir positif dan manajemen stres dengan baik. termasuk bagaimana faktor perilaku. termasuk minum obat setiap hari. Catatan: amitriptilin dan imipramin tidak boleh diberikan pada pasien dengan penyakit jantung. melainkan karena gejala-gejala penyakitnya itu sendiri. diperlukan dukungan keluarga untuk memantau agar pasien melaksanakan pengobatan dengan benar. • Bicarakan dan sepakati rencana pengobatan dan follow-up. 2. Konseling dan edukasi pada pasien dan keluarga • Karena gangguan campuran cemas depresi dapat mengganggu produktivitas pasien. Untuk gejala kecemasan maupun depresinya. • Gangguan campuran anxietas dan depresi kadang-kadang memerlukan pengobatan yang cukup lama. • Beri penjelasan adanya pengaruh antara faktor fisik dan psikologis. dan dorong untuk kembali ke aktivitas normal. Oleh sebab itu. Intervensi Psikososial • Lakukan penentraman (reassurance) dalam komunikasi terapeutik. psikologik dan emosi berpengaruh mengeksaserbasi gejala somatik yang mempunyai dasar fisiologik. diberikan antidepresan dosis rendah. Pada pasien dengan gejala kecemasan yang lebih dominan dan atau dengan gejala insomnia dapat diberikan kombinasi Fluoksetin atau sertralin dengan antianxietas benzodiazepin.5-50 mg/hari atau imipramin1-2x10-25 mg/hari.f. Non-farmakologi 1. keluarga perlu memahami bahwa hal ini bukan karena pasien malas atau tidak mau mengerjakan tugasnya. b. bagaimana menghadapi gejala. • Ajarkan teknik relaksasi (teknik nafas dalam) • Anjurkan untuk berolah raga teratur atau melakukan aktivitas yang disenangi serta menerapkan perilaku hidup sehat. Gangguan Somatoform Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan a. dan pemberian berhati-hati untuk pasien lansia karena efek hipotensi ortostastik (dimulai dengan dosis minimal efektif). dapat dinaikkan apabila tidak ada perubahan yang signifikan setelah 2-3 minggu: fluoksetin 1x10-20 mg/hari atau sertralin 1x25-50 mg/hari atau amitriptilin 1x12. 2. Obat-obatan . dorong pasien untuk mengekspresikan pikiran perasaan tentang gejala dan riwayat gejala. Farmakologi: 1.

Sarana Prasarana Tidak ada sarana prasarana khusus. terutama apabila gejala progresif dan makin bertambah berat yang menunjukkan gejala depresi seperti pasien menolak makan.jpg .com/wp-content/uploads/2012/09/depresi-hamilthebilldalam.antianxietas jenis benzodiazepin yaitu: diazepam 1 x 2-5 mg atau lorazepam 1-2x0.5-1 mg atau klobazam 2 x 5-10 mg atau alprazolam 2 x 0.25-0. Kriteria Rujukan Pasien dapat dirujuk setelah didiagnosis mengalami gangguan ini. Setelah kira-kira 2-4 minggu benzodiazepin ditappering-off perlahan. Prognosis Pada umumnya prognosis gangguan ini adalah bonam. ada ide/tindakan bunuh diri. Sumber gambar : http://obatdepresi. tidak mau merawat diri. sementara antidepresan diteruskan hingga 4-6 bulan sebelum di tappering-off.5mg. atau jika tidak ada perbaikan yang signifikan dalam 2-3 bulan terapi. Hati-hati potensi penyalahgunaan pada alprazolam karena waktu paruh yang pendek.

atau spesialis lainnya. dan pendekatan suportif. farmakoterapetik. terlalu kuat. seorang dokter keluarga. Penurunan gejala seringkali memungkinankan pasien untuk berfungsi secara efektif dalam pekerjaan dan hubungannya sehari-hari. yagn memberikan kesenangan dan pemuasan baru yang dengan sendirinya bersifat terapetik. Pandangan psikoanalitik adalah bahwa dalam kasus tertentu kecemasan adalah suatu sinyal dari kekacauan bawah sadar yang memerlukan pemeriksaan. dan berorientasi-tilikan. Pengobatan mungkin memerlukan cukup banyak waktu bagi klinisi yang terlibat. suportif. tergantung pada keadaan. Sebagian besar pasien mengalami kekenduran keeemasan yang jelas jika diberikan kesempatan untuk membicarakan kesulitannya dengan dokter yang prihatin dan simpatik. Manfaat psikoterapi berorientasi-tilikan untuk gangguan kecemasan umum dilaporkan pada banyak kasus anekdotal. Psikoterapi berorientasi-tilikan memusatkan untuk mengungkapkan konflik bawah sadar dan mengenali kekuatan ego. psikoterapi mungkin merupakan pengobatan terpilih. Psikoterapi Pendekatan psikoterapetik utama untuk gangguan kecemasan umum adalah kognitif-perilaku. Kecemasan dapat normal. walaupun penelitian yang paling canggih telah dilakukan dengan teknik kognitif-perilaku.TERAPI UNTUK GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS DAN DEPRESI TERAPI UNTUK GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS DAN DEPRESI Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan gangguan campuran anxietas dan depresi adalah kemungkinan pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapetik. Jika klinisi menemukan situasi eksternal yang menyebabkan kecemasan. Tetapi suportif menawarkan ketentraman dan kenyamanan bagi pasien. klinisi mungkin mampu — sendirian atau dengan bantuan pasien atau keluarganya — untuk mengubah lingkungan dan dengan demikian menurunkan tekanan yang penuh ketegangan. Teknik utama yang digunakan dalam pendekatan kognitif dan perilaku adalah lebih efektif dibandingkan teknik tersebut jika digunakan sendiri-sendiri. adaptif. pengurangan gejala bukan merupakan tujuan tindakan yang paling tepat. terlepas dari apakah klinisi adalah seorang dokter psikiatrik. walaupun manfaat jangka panjangnya adalah meragukan. Pendekatan kognitif secara langsung menjawab distorsi kognitif pasien yang dihipotesiskan. Kecemasan tampak dalam berbagai situasi selama peijalanan siklus hidup seseorang. tetapi tidak terdapat penelitian besar yang terkendali. yang tampaknya memiliki kemanjuran jangka panjang dan jangka pendek. dan pendekatan perilaku menjawab keluhan somatik secara langsung. pada banyak kasus. Bagi pasien yang secara psikologis bermaksud dan termotivasi untuk mengerti sumber kecemasannya. maladaptif. Tetapi psikodinamika . atau terlalu iingan. Data masih terbatas tentang manfaat relatif dari pendekatanpendekatan tersebut.

Dimana SSRI menjadi pilihan utama. peningkatan penguasaan ego memungkinkan mereka untuk menggunakan gejala kecemasan sebagai sinyal untuk mencerminkan perjuangan hidup dan untuk meluaskan tilikan dan pengertian mereka. Dua golongan obat utama yang dipakai dalam pengobatan gangguan anxietas adalah Benzodiazepine dan Non-Benzodiazepine. Sedang untuk depresi dipakai golongan Trisiklik. Kekeliruan klinis yang sering dengan terapi benzodiazepin adalah dengan memutuskan secara pasif untuk melanjutklan pengobatan atas dasar tanpa batas. Tujuan pendekatan dinamika adalah untuk meningkatkan toleransi kecemasan pasien (didefmisikan sebagai kemampuan untuk mengalami kecemasan tanpa hares melampiaskannya). sehingga pasien menggunakan benzodiazepin kerja cepat jika mereka merasakan kecemasan tertentu. gejala sasaran spesifik. Tetapi. Untuk pengobatan kecemasan. suatu rencana pengobatan hares dengan cermat dijelaskan. dan harus diberikan informasi kepada pasien. Pengobatan untuk sebagian besar keadaan kecemasan berlangksung selama dua sampai enam minggu. Pendekatan alternatif adalah dengan meresepkan benzodiazepin untuk suatu periode terbatas. Tetrasiklik. dan lamanya pengobatan — semuanya hares ditentukan. Kira-kira 25 sampai 30 persen dari semua pasien tidak berespon. Beberapa pasien juga mengalami gangguan kesadaran saat menggunakan obat dan. dengan Benzodiazepine sebagai pilihan utama. dan dapat terjadi toleransi dan ketergantungan. Karena sifat gangguan yang berlangsung lama. Diagonosis pasien. dengan demikian. diikuti oleh satu atau dua minggu menurunkan obat perlahan-lahan (tapering) sebelum akhirnya obat dihentikan. Benzodiazepine (Diazepam). dan Atypical anti depresi. biasanya memulai dengan obat pada rentang rendah . Farmakoterapi Keputusan untuk meresepkan suatu obat pada pasien dengan gangguan kecemasan campuran anxietas dan depresi hams jarang dilakukan pada kunjungan pertama. MAOI-reversible. Keputusan klinis untuk memulai terapi dengan benzodiazepin hares dipertimbangkan dan spesifik.bekerja dengan anggapan bahwa keeemasan mungkin meningkat pada pengobatan yang efektif. Penelitian empiris menyatakan banyak pasien yang menjalani psikoterapetik secara berhasil mungkin terus mengalami kecemasan setelah dihentikannya psikoterapi. SSRI. bukannya untuk menghilangkan kecemasan. Suatu pendekatan psikodinamika pada pasien dengan gangguan kecemasan umum melibatkan pencarian rasa takut pasien yang mendasarinya. Beberapa masalah adalah berhubungan dengan pemakaian benzadiazepin dalam gangguan anxietas. adalah berada dalam risiko untuk mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau mesin. Benzodiazepin dapat diresepkan atas dasar jika diperlukan. Benzodiazepin telah merupakan obat terpilih untuk gangguan kecemasan umum. selama mans pendekatan terapetik psikososial diterapkan.

i. agitasi. ampul 10 mg/2cc dosis anjuran l0-30mg/hari 2-3xsehari. Perbaikan yang didapatkan dengan benzodiazepin mungkin lebih dan sekedar efek antikecemasan. serupa dengan yang dilihat setelah sejumlah kecil alkohol. retensi urin. mekanisme kerja Obat Anti-depresi. kinerja psikomotor menurun. Buspirone kemungkinan besar efektif pada 60 sampai 80 persen pasien dengan gangguan cemas.namun obat ini memiliki harga . Buspirone bukan merupakan terapi efektif untuk putus benzodiazepin. 2-5mg. kemampuan kognitif rnenurun. Kerugian utama dari buspirone adalah bahwa efeknya memerlukan dua sampai tiga minggu sebelum terlihat. 10mg dosis anjuran 3×25mg/h.v. tidak adanya efek kognitif dan psikomotor. d11) • Efek Antikolinergik (mulut keying. Sediaan tab.terapetiknya dan meningkatkan dosis untuk mencapai respon terapetik. kewaspadaan berkurang./i. Untuk diazepam sediaan tab. SSRI dipilih mengingat efek samping yang ditimbulkan relatif lebih ringan. gelisah.m 2-10mg /3-4 jam.. adalahmenghambat “re-uptake aminergic neurotransmitter”. rasio manfaat-risiko yang lebih balk. Efek samping Obal Anti-depresi dapat berupa : • Sedasi (rasa mengantuk. Data menyatakan bahwa buspirone adalah lebih efektif dalam menurunkan gejala kognitif dari gangguan kecemasan umum dibandingkan dengan menurunkan gejala somatik. dsb) • Efek Anti-adrenergik alfa (perubahan EKG. Bukti-bukti juga menyatakan bahwa pasien yang sebelumnya telah diobati dengan benzodiazepin kemungkinan tidak berespon dengan pengobatan buspirone.insomnia) Efek samping yang tidak berat biasanya berkurang setelah 2-3 minggu. konstipasi. Tidak adanya respons tersebut mungkin disebabkan oleh tidak adanya efek nonansiolitik dari benzodiazepin (seperti relaksasi otot dan rasa kesehatan tambahan). Pemakaian benzodiazepin dengan waktu paruh sedang (8 sampai 15 jam) kemungkinan menghindari beberapa efek merugikan yang berhubungan dengan penggunaan benzodiazepin dengan waktu paruh panjang. Obat juga dapat memiliki kerja disinhibisi ringah. berbeda dengan efek ansiolitik benzodiazepin yang hampir segera terlihat. Non-Benzodiazepine (Buspirone). sinus takikardia. Sebagai contohnya. hipotensi) • Efek Nourotoksis (tremor halus. Namun demikian. penglihatan kabur. Anti-Depresi. Pemakaian dosis terbagi mencegah perkembangan efek merugikan yang berhubungan dengan kadar plasma puncak yang tinggi. yang terjadi pada terapi buspirone. menghambat penghancuran oleh ensirn “Monoamine Oxidase” Sehingga terjadi peningkatan jurnlah “arninergic neurotransmitter” pada sinaps neuron di SSP. dan tidak adanya gejala putus that menyebabkan buspirone merupakan obat lini pertama dalam pengobatan gangguan kecemasan umum. obat dapat menyebabkan pasien memandang berbagai kejadian dalam pandangan yang positif.

Namun demikian. Terjadinya beberapa peristiwa kehidupan yang negatif secara jelas meningkatkan kemungkinan akan terjadinya gangguan.sertraline. http://www.citalopram. PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS Perjalanan klinis dan prognosis gangguan adalah sukar untuk diperkirakan. Hal ini berkaitan pula dengan berat-ringannya gangguan tersebut.paroxetine.com/2008/05/gangguan-campuran-anxietas-dan-depresi .sidenreng. beberapa data menyatakan peristiwa kehidupan berhubungan dengan onset gangguan ini. Contoh obat golongan ini adalah fluoxetine.yang mahal oleh karenanya trisiklik masih sering digunakan.fluvoxamine.

1. dopamine) pada sinaps neuron di susunan saraf pusat khususnya sistem limbic. DIAGNOSIS Berdasarkan PPDGJ-III kriteria diagnostik untuk gangguan campuran anxietas dan depresi adalah sebagai berikut: • Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi. di mana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosis tersendiri. Jika . maka harus dipertimbangkan kategori gangguan anxietas lainnya atau gangguan anxietas fobik. disamping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan.tetapi tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk suatu gangguan kecemasan maupun suatu gangguan mood. Airlangga University) Artinya Gangguan ini mencakup pasien yang memiliki gejala kecemasan dan depresi. • Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yang cukup berat untuk menegakkan masing-masing diagnosis. serotonin. GANGGUAN CEMAS DAN DEPRESI Gangguan campuran anxietas dan depresif merupakan penyakit tersendiri dan dinamakan demikian karena secara bersamaan didapati gejala-gejala depresi dan anxietas(cemas) pada penderita. Begitu pula pada depresi walapun penyebabnya tidak dapat dipastikan namun biasanya ditemukan defisensi relatif salah satu atau beberapa aminergic neurotransmitter (noeadranaline. Etiologi : Penyebab gangguan ini kurang jelas. (Maramis. Willy F (2009). stres atau trauma yang merupakan stressor muneulnya gejala ini. Kombinasi gejala depresi dan kecemasan menyebabkan gangguan fungsional yang bermakna pada orang yang terkena. dan diagnosis gangguan campuran tidak dapat digunakan. thalamus. Ilmu Kedokteran Jiwa. Perlu diperhatikan bahwa baik gejala-gejala depresi maupun gejala-gejala anxietas yang ada tidak memenuhi kriteria diagnosis untuk episode depresi dan gangguan anxietas. serotonin dan GABA pada sistem neurokimia. yang mana hingga saat ini belum diketahui jelas bagaimana kerja bagian-bagian tersebut menimbulkan anxietas. beberapa gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak terus menerus. norepinephrine dan serotonin. korteks frontal secara anatomis dan norepinefrin. Di sistem saraf pusat beberapa mediator utama dari gejala ini adalah. Gejala muncul biasanya disebabkan interaksi dari aspek-aspek biopsikososial termasuk genetik dengan beberapa situasi. maka kedua diagnosis tersebut harus dikemukakan. Sebenarnya anxietas diperantarai oleh suatu system kompleks yang melibatkan system limbic. • Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yang lebih ringan. Untuk anxietas.

Gejala utama dari depresi adalah afek depresif. gangguan anxietas menyeluruh merupakan gangguan yang lebih besar kemungkinannya untuk bertumpang tindih dengan gangguan campuran anxietas – depresi. mudah lelah. tidur terganggu. dan berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) serta menurunnya aktivitas. Rasa takut. diare. rasa mengganjal di tenggorok. sulit konsentrasi. berkeringat. rasa goyah. hiperaktivitas autonomik seperti wajah merah dan pucat. gangguan dstimik.2 gangguan penyesuaian. Untuk gangguan campuran anxietas dan depresi. pandangan masa depan yang suram dan pesimistis. Diagnosis gangguan somatoform juga harus dipertimbangkan. sering kencing. Terjadinya beberapa peristiwa kehidupan yang negatif secara jelas meningkatkan kemungkinan akan terjadinya gangguan. Hal ini berkaitan pula dengan berat-ringannya gangguan tersebut. dan gangguan depresif ringan adalah gangguan yang lebih besar kemungkinannya untuk bertumpang tindih dengan gangguan campuran anxietas – depresi. dependen dan obsesif kompulsif dapat memiliki gejala yang mirip dengan gejala gangguan campuran anxietas – depresif. gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri. insomnia. Gambaran klinis : Anxietas dan gangguannya dapat menampilkan diri dalam berbagai tanda dan gejala fisik dan psikologik seperti gemetar. takikardi. ketegangan otot. nyeri punggung dan kepala. harga diri dan kepercayaan diri berkurang. Diantara gangguan kepribadian. libido turun. PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS Beberapa data menyatakan peristiwa kehidupan berhubungan dengan onset gangguan ini. kedua gejala baik gejala anxietas maupun gejala depresi tetap ada namun kedua-duanya tidak menunjukkan gejala yang cukup berat atau lebih menonjol antara satu dengan lainnya DIAGNOSIS BANDING Diantara gangguan anxietas. gangguan kepribadian mengindar. palpitasi. maka harus digunakan kategori F43. gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna. tangan rasa dingin. sering kaget. rasa mual di perut dan sebagainya. renjatan. nafsu makan berkurang. kehilangan minat dan kegembiraan. napas pendek. mulut kering. Diantara gangguan mood. Beberapa gejala lainnya dari depresi adalah: konsentrasi dan perhatian berkurang. Selama perjalanan . • Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan stress kehidupan yang jelas.karena sesuatu hal hanya dapat dikemukakan satu diagnosis maka gangguan depresif harus diutamakan.

Sedang untuk depresi dipakai golongan Trisiklik. Dimana SSRI menjadi pilihan utama. dan Atypical anti depresi.v. TERAPI Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan gangguan campuran anxietas dan depresi adalah kemungkinan pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapetik.m 2-10mg /3-4 jam.paroxetine. dengan Benzodiazepine sebagai pilihan utama. suportif. ampul 10 mg/2cc dosis anjuran l0-30mg/hari 2-3xsehari.sertraline. Klinisi mungkin mampu sendirian atau dengan bantuan pasien atau keluarganya untuk mengubah lingkungan dan dengan demikian menurunkan tekanan yang penuh ketegangan Farmakoterapi : Keputusan untuk meresepkan suatu obat pada pasien dengan gangguan kecemasan campuran anxietas dan depresi hams jarang dilakukan pada kunjungan pertama.fluvoxamine . Untuk diazepam sediaan tab. Contoh obat golongan ini adalah fluoxetine. suatu rencana pengobatan hares dengan cermat dijelaskan. dominasi gejala anxietas dan depresif dapat bergantian. MAOI-reversible. Prognosis nya tidak diketahui. Karena sifat gangguan yang berlangsung lama. Tetrasiklik. 2-5mg. SSRI.namun obat ini memiliki harga yang mahal oleh karenanya trisiklik masih sering digunakan. i. Psikoterapi : Pendekatan psikoterapetik utama untuk gangguan ini adalah kognitif-perilaku.penyakit.citalopram. SSRI dipilih mengingat efek samping yang ditimbulkan relatif lebih ringan. farmakoterapetik. Pemakaian benzodiazepin dengan waktu paruh sedang (8 sampai 15 jam) kemungkinan menghindari beberapa efek merugikan. Dua golongan obat utama yang dipakai dalam pengobatan gangguan anxietas adalah Benzodiazepine dan Non-Benzodiazepine./i. dan berorientasi-tilikan (insight). dan pendekatan suportif.

[online]. Jakarta: PT Nuh Jaya. 2001 . 74. Kaplan dan Sadock: Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Psikiatri Klinis. Maslim R. Wibisono S. Willy F (2009).Kaplan H. Edisi Ketujuh. Grebb JA. Available from URL : http://www.Efek samping Obal Anti-depresi dapat berupa : Sedasi (rasa mengantuk. Sadock B.. dsb). Jakarta: Media Aesculapius FKUI. Nerosa. Idrus F. Maramis W. Airlangga University Scrib gangguan campuran anxietas dan depresif DAFTAR PUSTAKA 1. kinerja psikomotor menurun. Jakarta: Binarupa Aksara. 1997 Kaplan H. Sadock B. 1-62. Jakarta. 6. Saddock BJ. dkk. Ilmu Kedokteran Jiwa. Panduan Praktis Penggunaan Klinis obat Psikotropika ed. 1997. d11).com 2. 1998 - Buku saku Diagnosis gangguan jiwa rujukan ringkas dari PPDGJ – III dan DSM -5 Maramis.insomnia). Kaplan HI. gelisah.250-62 5. Maslim R. p. kemampuan kognitif rnenurun. 2004. Efek Antikolinergik (mulut keying. retensi urin. Jakarta : Bagian ilmu kedokteran Jiwa FK-UNIKA Atmajaya. 1990 4. Sumber : .27 No. p.j_med_nus. Surabaya: Airlangga University Press. Mansjoer A. 2006 Mar 1 [cited 2008 Mar 16] . Kapita Selekta Kedokteran. Efek Nourotoksis (tremor halus. Efek Anti-adrenergik alfa (perubahan EKG. p. Ilmu Kedokteran Jiwa. kewaspadaan berkurang. Grebb J. 7.1. Sinopsis Psikiatri. Vol. 2001.F. penglihatan kabur. 2001. Diagnosis Gangguan Jiwa / PPDGJ-III. sinus takikardia. hipotensi). konstipasi. Simposium Anxietas Konsep Diagnosis dan Terapi Mutakhir. Ketiga. 3. Jilid Dua. agitasi. Efek samping yang tidak berat biasanya berkurang setelah 2-3 minggu. Jakarta. Jakarta: Binarupa Aksara. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat Widya Medika. Anxietas dan Hipertensi.