Anda di halaman 1dari 22

Nico Michael M

ENDOMETRIOSIS

DEFINISI

radang

yang

estradiol/estrogen

terkait
berupa

dengan
pertumbuhan

hormon
jaringan

endometrium yang disertai perambatan pembuluh
darah,

sehingga

menonjol

keluar

rahim

(pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic
pain

sitokin. Ditemukan kelainan sel B dan fungsi sel T. faktor pertumbuhan. . penurunan apoptosis dan perubahan tingkat prostanoid. dan aroma pada lesi endometriosis dan cairan peritoneal dari perempuan yang terkena dampak mendukung teori ini. termasuk teori aliran mentruasi retrograde. Beberapas mekanisme cenderung untuk pengembangan lesi. dan kelainan imunologi. metaplasia selom. interleukin.ETIOLOGI    Etiologi endometriosis tidak diketahui. limfatik dan penyebaran pembuluh darah.

5 dari 10% mengenai perempuan dengan usia produktif.PREVALENSI  Estimasi prevalensinya bervariasi dari empat persen pada endometriosis asimptomatis pada perempuan yang dilakukan ligasi tuba sampai 50 % penderita dengan dismenore hebat.terutama mengenai di peritoneum pelvis dan ovarium . Di Amerika Serikat.

FAKTOR RESIKO Nuliparitas  Menarche dini  Menoragia dan  anomali duktus müllerian berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya endometriosis  .

fungsi peritoneal diubah. pendarahan dari jaringan endometriosis.  Mekanisme yang tepat dimana endometriosis mengurangi kesuburan tidak diketahui. dan iritasi atau kompresi serabut saraf oleh endometriosis implant. . tetapi mungkin akibat dari anatomi panggul terdistorsi. dan penerimaan endometriosis diubah yang merusak implantasi.PATOFIOSOLGI  Nyeri endometriosis terkait kemungkinan sekunder untuk generasi peradangan lokal oleh lesi endometriosis.

GEJALA  Salah satu keluhan umum para wanita yang menderita gejala endometriosis adalah nyeri pelvik. . atau berhubungan dengan tekanan usus.  nyeri intermenstruasi. biasanya terjadi sebelum menstruasi. dan dapat menjalar ke punggung. dan diare episodik. paha.  Dyspareunia. berada dalam pelvik. kegelisahan. merupakan gejala yang paling umum dilaporkan. biasanya menyebar. lalu terasa semakin nyeri tepat di awal menstruasi. tetapi bukan alat prediksi endometriosis yang terpercaya. Gejalanya mencakup :  Dismenore.

prementrual .LANJUTAN  Nyeri waktu defekasi atau miksi (disuria) pada waktu premenstrual.  Menorrhagia  Infertilitas  Perdarahan pada saat atau intermenstrual.

mungkin ada hubungannya dengan vaskularisasi dan perdarahan dalam sarang endometriosis pada waktu sebelum dan semasa haid.MANIFESTASI KLINIK   Dismenorea pada endometriosis biasanya merupakan rasa nyeri waktu haid yang semakin lama semakin hebat. Dispareunia gejala yang sering dijumpai disebabkan oleh karena adanya endometriosis di kavum Douglasi dan septum rekto vaginal terutama jika penetrasi dalam. . Defekasi yang sukar dan sakit karena adanya endometriosis pada dinding rektosigmoid.

DIAGNOSA   Diagnosis biasanya dibuat atas dasar anamnesis dan pemeriksaan fisik. biopsi dapat memberikan kepastian mengenai diagnosis. dan sebagainya. Pada endometriosis yang ditemukan pada lokasi seperti forniks vagina posterior. parut laparotomi. dipastikan dengan pemeriksaan laparoskopi. perineum. . Laparoskopi merupakan pemeriksaan yang sangat berguna untuk membedakan endometriosis dari kelainan-kelainan di pelvis.

LANJUTAN     USG transvaginal didapatkan gambaran Ground Glass MRI CA-125 Pemeriksaan patologi anatomi .

TERAPI .

.

tidak cenderung ganas. ataupun laser. memerlukan hormone reproduksi. Penanganan konservatif ini menjadi pilihan pada perempuan – perempuan yang masih muda. dan akan regesi saat menopause . Endometriosis dibersihkan dengan eksisi.TERAPI NON FARMAKOLOGI   Penanganan pembedahan konservatif Pembedahan ini bertujan untuk mengangkat semua sarang endometriosis dan melepeskan perlengketan serta memperbaiki kembali struktur anatomi reproduksi. kista > 3 cm dilakukan kistektomi dengan meninggalkan jaringan ovarium yang sehat. ablasi kauter. Sementara itu kista endometriosis <3cm di drainase dan di kauter dinding kista. mengingat endometriosis ini merupakan suatu penyakit yang lambat progresif. menginginkan keturunan.

  Penanganan pembedahan radikal Dilakukan dengan histerektomi dan bilateral salfingo-oovorektomi. . Ditujukan pada perempuan yang mengalami penanganan medis maupun bedah konservatif gagal dan tidak membutuhkan fungsi reproduksi. Setelah pembedahan radikal diberikan terapi substitusi hormone.

  Penanganan pembedahan simptomatis Dilakukan untuk menghilangkan nyeri dengan presacral neurectomy atau LUNA (Laser Uterosacral Nerve Ablation) .

Dikonsulkan ke dokter kandungan dengan diagnosa leomioma uteri. lalu dibawa ke Bandung oleh keluarga.STUDI KASUS   Anamnesis : Seorang perempuan usia 54 tahun G4P4A0 pada Agustus 2015 operasi di RSUD Palapa oleh seorang dokter Obgyn dengan hasil PA kista lutein ovarium kiri sebesar 4-5cm dengan tuba kiri normal. Pemeriksaan Fisik : Abdomen timpanitis membesar. uterus dan massa adneksa bersatu terkesan frozen pelvis . Pada tanggal 27 Oktober 2015 dibawa ke RS Rajawali ke dokter penyakit dalam dengan keluhan mual muntah perut kembung. Awal Oktober perut pasien membesar disertai rasa sakit. pada inspekulo dan pemeriksaan dalam ditemukan portio tenang.

Salpingitis kronik dextra. dipecahkan keluar pus sekitar 100cc UP : Reseksi usus + jejunum dengan NtoN PA : . massa kistik gema endapan dari adneksa kanan dan uterus miomatus Dilakukan laparotomi pada tanggal 30 Oktober dengan DO dilatasi usus-usus dengan perlengketan fibrin di beberapa tempat pita-pita fibrin.Leomioma uteri dan kista ovarium dextra. Peradangan usus non spesifik . uterus miomatus sebesar kehamilan 16 minggu berjonjol-benjol dengan massa kistik adneksa kanan sebesar buah.    Pemeriksaan penunjang : Pada USG didapatkan gambaran dilatasi usus.

karena sewaktu dipecahkan keluar pus sekitar 100cc dan terjadi perlengketan usus . Kista ovarium kanan kemungkinan dikarenakan endometriosis yang terinfeksi akibat dari salphingits kronik .PEMBAHASAN KASUS   Pada kasus diatas terjadi karena gangguan hormon dari estrogen.

pasien juga harus diterapi antibiotik Ceftriaxon serta Metronidazole karena terjadi salphingitis. Pasien juga diberikan obat anti nyeri pasca operasi. . Selain dilakukan reseksi usus dan jejunum.

PROGNOSIS   Ad Vitam : ad bonam Ad Fungsionam : ad bonam .