Anda di halaman 1dari 29

Referat

Mioma Uteri

Disusun oleh :
Manda Malia Ubra
11 2014 037

Pembimbing : dr. M. O. Sitorus, Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
SMF ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
RUMAH SAKIT BAYUKARTA KARAWANG
PERIODE 3 AGUSTUS 2015 – 10 OKTOBER 2015

1

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas
segala cinta kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
referat dengan judul Laringitis Akut ini dengan baik. Referat ini disusun
selama menjalani kepaniteraan klinik Ilmu Kebidanan dan Kandungan di
RS Bayukarta Karawang, sebagai salah tugas dalam menjalankan
kepaniteraan.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada dr. M O Sitorus, SpOG atas
bimbingan, bantuan, dan perhatiannya selama penulis menjalankan
kepaniteran klinik di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Dan tidak lupa
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang
tidak bisa disebutkan satu-persatu atas bantuan yang telah diberikan
kepada penulis sehingga penulis dapat menjalankan dan menyelesaikan
referat ini dengan baik.
Dengan segala keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang
penulis miliki, penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari
berbagai

pihak

sangat

penulis

harapkan

demi

kelengkapan

dan

kesempurnaan referat di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga referat ini dapat berguna bagi siapa saja yang
telah membacanya. Terima kasih dan semoga Tuhan memberkati.

Jakarta, September 2015

Penulis

2

...................... ....... .......................................5 A.................................................4 Bab II : Pembahasan ........................................................................... ........................................... ...........................................................5 B...................2 Daftar Isi ..................................................... .................................................................................................... Definisi ................................................................................................................................1 Kata Pengantar .................................................5 C...................... .............................. ................. Anatomi Uterus ... Klasifikasi Mioma Uteri ......................................................Daftar Isi Halaman Judul ............................................... ...........................3 Bab I : Pendahuluan ...........8 3 .................................................................................................................................................................................................................

..............................................D..... Diagnosis Mioma Uteri ................................... Mioma Uteri dan Kehamilan ...................................................13 H............................................................12 G............................................................................................................................................ Patofisiologi ...........22 N.................24 4 ...............................15 J...................... .14 I....................... . Epidemiologi .23 Bab III : Penutup ..................... Etiologi ...... ............................... Komplikasi .......................................................................................................18 L.................................................................................................................................................................. Prognosis .............. ............................ .......................................................................................10 E....21 M................................................... Patologi Anatomi .................................................. ................................ ......................... ..........11 F........................................................................ ................................................................. Faktor Resiko ................................................................. Penatalaksanaan ...16 K...... ...... ................................................................................................................................ Gejala Klinik ........

............ etiologi...... kejadiannya lebih tinggi pada usia diatas 35 tahun.25 Bab I Pendahuluan A......... Latar Belakang Mioma uteri...... 5 ...............50 tahun..... ....Daftar Pustaka . Walaupun biasanya asimptomatik.. fibroid ataupun leiomioma........ gejala klinik penatalaksanaan sampai pada komplikasi yang dapat disebabkan oleh mioma uteri.. Tingginya kejadian mioma uteri antara usia 35 ............ merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya.. menunjukkan adanya hubungan mioma uteri dengan estrogen.....1 Mioma uteri sering ditemukan pada wanita usia reproduksi (20 – 25 %)............... rasa sakit bahkan infertilitas........... Dalam referat ini akan dibahas definisi mioma uteri..... yaitu mendekati angka 40 %..... dikenal juga dengan sebutan fibromioma....... mioma dapat menyebabkan banyak problem termasuk metrorrhagia dan menorrhagia..................

Anatomi Uterus Uterus berbentuk seperti buah advokat atau buah peer yang sedikit gepeng kea rah muka belakang. lebar di atas 5. Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan serviks uteri). Fundus uteri ini biasanya diperlukan untuk mengetahui usia/ lamanya kehamilan 6 . Bagian-bagian uterus terdiri atas :1. Terletak di rongga pelvis antara kandung kemih dan rectum. ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga.5 cm dan tebel dinding uterus adalah 1. Ukuran panjang uterus adalah 7 – 7. di bagian ini tuba Fallopii masuk ke uterus.25 cm.5 cm.4.Fundus uteri. 25 cm. B. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. tebal 2. tergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belumnya. Definisi Mioma uteri adalah neoplasma jinak berasal dari otot uterus. Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda. yang dalam kepustakaan ginekologi juga terkenal dengan istilah-istilah fibrimioma uteri.Bab II Pembahasan A.1-3 Mioma uteri adalah tumor jinak uterus yang berbatas tegas yang terdiri dari otot polos dan jaringan fibrosa. adalah bagain uterus proksimal di atas muara tuba uterina yang mirip dengan kubah.7 . leiomyoma uteri atau uterine fibroid.

kelenjar-kelenjar dan jaringan dengan banyak pembuluh darah. dinding uterus terdiri atas :2.- Korpus uteri. Korpus uteri menyempit di bagian inferior dekat ostium internum dan berlanjut sebagai serviks. Endometrium terdiri atas epitel selapis silindris. Pada kehamilan. Dua pertiga bagian atas kanal servikal dilapisi selaput lendir dan sepertiga bawah dilapisi epitel berlapis gepeng.dan bermuara ke dalamnya berupa ostium eksternum. Serviks uteri terdiri dari pars vaginalis servisis uteri yang dinamakan porsio dan pars supravaginalis servisis uteri yaitu bagian serviks yang berada di atas vagina Gambar : Anatomi Uterus Secara histologis. serviks menonjol ke dalam vagina melalui dinding anteriornya. Endometrium melapisi seluruh kavum uteri dan mempunyai arti penting dalam siklus haid. Endometrium 7 . menyatu dengan epitel vagina. Rongga yang terdapat di korpus uteri disebut kavum uteri (rongga - rahim). bagian ini mempunyai fungsi utama sebagai tempat janin berkembang. adalah bagian uterus yang utama dan terbesar. Serviks uteri. banyak kelenjar tubuler bersekresi lendir.4 - Endometrium (selaput lendir) di korpus uteri Endometrium terdiri atas epitel pubik.

Myometrium/Otot-otot polos Lapisan otot polos di sebelah dalam berbentuk sirkuler dan di sebelah luar berbentuk longitudinal. Otot uterus terdiri dari 3 bagain : a) Lapisan luar. Pada endometrium terdapat lubang-lubang kecil yang merupakan muara-muara dari saluran-saluran kelenjar uterus yang dapat menghasilkan secret alkalis yang membasahi cavum uteri. berbentuk anyaman. Perimetrium. kemudian membalik ke atas permukaan kandung kemih. terletak antara ke dua lapisan di atas. pembuluh lympa dan urat saraf.merupakan bagian dalam dari korpus uteri yang membatasi cavum uteri. Ke anterior peritoneum menutupi fundus dan korpus. yakni lapisan serosa / terdiri atas peritoneum viserale yang meliputi dinding uterus bagian luar. lapisan ini paling kuat dan menjepit pembuluh-pembuluh darah yang berada di sana. Lipatan ganda ini adalah ligamentum latum yang melekatkan uterus pada sisi pelvis. Di antara serabut-serabut otot terdapat pembuluh-pembuluh darah. - Epitel endometrium berbentuk seperti silindris. hanya fundus yang ditutupi karena peritoneum membentuk lipatan ganda dengan tuba uterina pada batas atas yang bebas. Ke lateral. merupakan serabut-serabut otot yang berfungsi sebagai sfingter dan terletak pada ostium internum tubae dan orificium uteri internum c) Lapisan tengah. dinding uterus terutama dibentuk oleh lapisan tengah ini. Ke posterior. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik. merupakan anyaman serabut otot yang tebal ditembus oleh pembuluh-pembuluh - darah. Jadi. kemudian melipat pada rektum dan membentuk kantung rekto-uterina. peritoneum menutupi menutupi fundus. 8 . korpus dan serviks. Terdiri dari otot polos yang disusun sedemikian rupa hingga dapat mnedorong isinya keleuar saat persalinan. Myometrium merupakan bagian yang paling tebal. yaitu lapisan seperti kap melengkung melalui fundus menuju kearah ligament b) Lapisan dalam. Lipatan peritoneum ini membentuk kantung vesikouterina.

Ligamenta yang memfiksasi uterus adalah :5 - Ligamentum kardinale sinistrum et dekstrum (Mackenrodt) yakni ligamentum yang terpenting. Di dalamnya ditemukan urat-urat saraf. yakni ligamentum yang meliputi tuba. arteria dan vena ovarica. berjalan dari serviks bagian belakang. ligamentum ini ditemukan indung telur (ovarium sinistrum et dekstrum). Uterus diberi darah oleh arteri uterine kiri dan kanan yang terdiri atas ramus asenden dan ramus desenden. yakni ligamentum yang menahan uterus supaya tidak banyak bergerak. Pada persalinan ia pun terba kencang dan - terasa sakit bila dipegang. Di bagian dorsal. kiri dan kanan. ke daerah inguinal kiri dan kanan. kearah os - sacrum kiri dan kanan. Untuk - memfiksasi uterus. Pada kehamilan kadang-kadang terasa sakit di daerah inguinal pada waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat dan ligamentum rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. berjalan dari uterus kea rah sisi. Ligamentum infundibulo-pelvikum. Sebenarnya ligamentum ini adalah bagian dari peritoneum viserale yang meliputi uterus dan kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan. Pembuluh darah ini berasal dari arteri iliaka interna (disebut juga dengan arteri hipogastrika) yang 9 . sehingga terfiksasi dengan baik. tidak banyak mengandung jaringan ikat. saluran-saluran limfe. ligamentum latum ini tidak banyak artinya. yakni ligamentum yang menahan tuba Falloppii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. yakni ligamentum yang menahan uterus dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan. Ligamentum latum sinistrum et dekstrum. Ligamentum sakro-uterinum sinistrum et dekstrum. terdiri atas jaringan ikat tebal dan berjalan dari serviks dan puncak - vagina kea rah lateral dinding pelvis. Ligamentum rotundum sinistrum et dekstrum. mencegah supaya uterus tidak turun.Uterus sebenarnya terapung dialam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamenta yang menyokongnya.

Klasifikasi mioma uteri Sarang mioma di uterus dapat berasal dari serviks uteri (1-3%) dan selebihnya adalah dari korpus uteri.3.Mioma subserosa . beranastomosis dengan ramus asenden arteri uterine disebelah lateral.Mioma submukosa . mengikuti melalui tuba dinding falopi. Arteri ini berjalan ligamentum dari dinding infundibulo-pelvicum lateral pelvis. Menurut tempatnya di uterus dan menurut arah pertumbuhannya.Mioma intramural . maka mioma uteri dibagi 4 jenis antara lain :1. kanan dan kiri uterus.7 .5 cmdiatas forniks lateralis vagina. Pembuluh darah lain yang memperdarai adalah arteri ovarika kiri dan kanan.melalui dasar ligamentum latum masuk ke dalam uterus didaerah cervics kira – kira 1.Mioma intraligamenter 10 . C. Bersama – sama dengan arteri tersebut diatas terdapat vena-vena yang kembali melalui pleksus vena ke vena hipogastrika.

1% dari seluruh kasus mioma. subserosa (48%).4%) 3 1) Mioma submukosa Berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus.Gambar 2 dan 3 : Jenis Mioma Uteri Jenis mioma uteri yang paling sering adalah jenis intramural (54%). Jenis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. Mioma jenis lain 11 . Jenis ini dijumpai 6.1%) dan jenis intraligamenter (4. submukosa (6.

Mioma yang terletak pada dinding depan uterus. Pada beberapa kasus. maka uterus akan mempunyai bentuk yang berbenjol-benjol dengan konsistensi yang padat. Mioma submukosa umumnya dapat diketahui dari tindakan kuretase. penderita akan mengalami anemia dan sepsis karena proses di atas. Mioma submukosa pedinkulata adalah jenis mioma submukosa yang mempunyai tangkai. 3) Mioma subserosa Apabila mioma tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus diliputi oleh serosa. dengan adanya benjolan waktu kuret. Mioma subserosa dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intraligamenter. tetapi mioma submukosa. Tumor jenis ini sering mengalami infeksi. Mioma 12 . 2) Mioma intramural Terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium. ulserasi dan infark.meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan perdarahan. yang mudah mengalami infeksi. misalnya ke ligamentum atau omentum kemudian membebaskan diri dari uterus sehingga disebut wondering parasitis fibroid. 4) Mioma intraligamenter Mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain. sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi. dalam pertumbuhannya akan menekan dan mendorong kandung kemih ke atas. dikenal dengan nama mioma geburt atau mioma yang dilahirkan. walaupun kecil sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuk simpai yang mengelilingi tumor. dikenal sebagai currete bump dan dengan pemeriksaan histeroskopi dapat diketahui posisi tangkai tumor. Jarang sekali ditemukan satu macam mioma saja dalam satu uterus. Bila di dalam dinding rahim dijumpai banyak mioma. Tumor ini dapat keluar dari rongga rahim ke vagina. terutama pada mioma submukosa pedinkulata. Karena pertumbuhan tumor.

Beberapa penelitian menerangkan bahwa adanya disregulasi dari beberapa faktor pertumbuhan dan reseptor-reseptor yang mempunyai efek langsung pada fungsi vaskuler dan angiogenesis. Perdarahan abnormal ini yang dapat menyebabkan anemia defesiensi besi. 2) Rasa Nyeri 13 . Gejala yang dikeluhkan sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada (serviks. Beberapa faktor yang menjadi penyebab perdarahan ini. subserosa). besarnya tumor. D. submukus. Apabila mioma dibelah maka tampak bahwa mioma terdiri dari bekas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti kumparan (whorie like pattern) dengan pseudokapsul yang terdiri dari jaringan ikat longgar yang terdesak karena pertumbuhan. sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang dilaluinya dengan baik. perubahan dan komplikasi yang terjadi. antara lain adalah :  Permukaan endometrium yang lebih luas dari pada biasa  Peningkatan vaskularisasi aliran vaskuler ke uterus  Ulserasi endometrium pada mioma submukosa  Kompresi pada pleksus venosus didalam miometrium  Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma di antara serabut miometrium. Gejala tersebut dapat digolongkan :2.pada servik dapat menonjol ke dalam satu saluran servik sehingga ostium uteri eksternum berbentuk bulan sabit.5 1) Perdarahan abnormal Gangguan perdarahan yang terjadi umumnya hiperminore. menoragia dan dapat juga terjadi metroragia. Gambaran Klinik Hampir separuh kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak mengganggu. intramural. Perubahanperubahan ini menyebabkan kelainan vaskularisasi akibat disregulasi struktur vaskuler didalam uterus yang menyebabkan terjadinya venule ectasia. Patofisiologi perdarahan uterus abnormal yang berhubungan dengan mioma uteri masih belum diketahui dengan pasti.

Mioma uteri sering kali tumbuh lebih cepat pada masa hamil . pada uretra dapat menyebabkan retensio urine. mengingat bahwa : .Neoplasma ini tidak pernah ditemukan sebelum monarche .Rasa nyeri bukanlah gejala yang khas tetapi dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma. Pada pengeluaran mioma submukosa yang akan dilahirkan.6 1) Teori Stimulasi Berpendapat bahwa estrogen sebagai faktor etiologi. E. tetapi. Faktor lain yang bisa mengganggu insidensi sebenar kasus mioma uteri adalah karena dokter 14 . namun ada 2 teori yang berpendapat :3. pada rectum dapat menyebabkan obstipasi dan tenesmia. Faktor Resiko .Mioma uteri biasanya mengalami atrofi sesudah menopause . F. pada pertumbuhannya yang menyempitkan kanalis servikalis dapat menyebabkan dismenore.Hiperplasia endometriumsering ditemukan bersama dengan mioma uteri 2) Teori Cellnest atau genitoblas Terjadinya mioma uteri itu tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada cell nest yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh estrogen. 3) Gejala dan tanda penekanan Gangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri. Etiologi Faktor-faktor penyebab mioma uteri belum diketahui. ianya masih tidak diketahui pasti apakah mioma uteri yang terjadi adalah disebabkan peningkatan formasi atau peningkatan pembesaran secara sekunder terhadap perubahan hormon pada waktu usia begini. Penekanan pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri.Usia penderita Wanita kebanyakannya didiagnosa dengan mioma uteri dalam usia 40-an. pada ureter dapat menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis. pada pembuluh darah dan pembuluh limfe di panggul dapat menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul. yang disertai nekrosis setempat dan peradangan.

Temuan yang sama juga turut dilaporkan untuk wanita dengan 30% kelebihan lemak tubuh. Makanan Beberapa studi telah meneliti hubungan antara diet dan kehadiran atau pertumbuhan mioma.Mioma belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarche dan setelah menopause - hanya 10% mioma yang masih bertumbuh. Hasilnya menyebabkan peningkatan estrogen secara biologikal yang bisa menerangkan mengapa terjadi peningkatan prevalensi mioma uteri - dan pertumbuhannya. Satu studi menemukan 15 . Penderita mioma yang mempunyai riwayat keluarga penderita mioma uteri mempunyai 2 kali lipat kekuatan ekspresi dari VEGF-α (a myoma-related growth factor) dibandingkan dengan penderita mioma yang tidak mempunyai riwayat keluarga penderita mioma - uteri. Hormon endogen (Endogenous Hormonal) Mioma uteri sangat sedikit ditemukan pada spesimen yang diambil dari hasil histerektomi wanita yang telah menopause. diterangkan bahwa hormon esterogen endogen pada wanita-wanita - menopause pada kadar yang rendah atau sedikit. Ini terjadi kerana obesitas menyebabkan pemingkatan konversi androgen adrenal kepada estrone dan menurunkan hormon sex-binding globulin.merekomendasi dan pasien menerima rekomendasi tersebut untuk menjalani histerektomi hanya setelah mereka sudah melepasi usia melahirkan anak.5 kali kemungkinan risiko untuk menderita mioma uteri dibanding dengan wanita tanpa garis keturunan penderita mioma uteri. Berdasarkan otopsi. Novak menemukan 27% wanita berumur 25 tahun mempunyai sarang mioma. Berat badan Satu studi prospektif dijalankan dan dijumpai kemungkinan risiko menderita mioma uteri adalah setinggi 21% untuk setiap kenaikan 10kg berat badan dan dengan peningkatan indeks massa tubuh. Riwayat keluarga Wanita dengan garis keturunan tingkat pertama dengan penderita mioma uteri mempunyai peningkatan 2.

Kedua keadaan ini kemungkinan dapat - mempercepat pembesaran mioma uteri. Banyak faktor yang dapat menurunkan bioavailabilitas hormon estrogen pada jaringan. Proporsi mioma uteri pada masa reproduksi 20-25%. Setelah menopause hanya kira-kira 10% mioma masih tumbuh. serat atau phytoestrogen berhubungan dengan - mioma uteri (Parker. Epidemiologi4.001).bahwa daging sapi. Tidak diketahui dengan pasti apakah vitamin. Mioma uteri lebih banyak ditemukan pada wanita berkulit hitam. seperti penurunan konversi androgen kepada estrogen dengan penghambatan enzim aromatase oleh nikotin G. Kehamilan dapat mempengaruhi mioma uteri karena tingginya kadar estrogen dalam kehamilan dan bertambahnya vaskularisasi ke uterus. dimana biasanya hanya 520 sarang saja. daging merah lainnya. Penelitian Baird di Amerika Serikat tahun 2003 terhadap 1364 wanita dengan usia 35-49 tahun. paling banyak ditemukan pada wanita berumur 35-45 tahun (proporsi 25%).2 % selama kehamilan. tapi sayuran hijau biasa menurunkan kejadian mioma uteri. Kebiasaan Merokok Merokok dapat mengurangi insidensi mioma uteri. Pernah ditemukan 200 sarang mioma dalam satu uterus pada wanita kulit hitam. Penelitian Nishizawa di Jepang (2008) menemukan insidens rates mioma uteri lebih tinggi pada wanita subur yaitu 104 per seribu wanita belum menopause dan 12 per seribu wanita menopause (P<0. karena wanita berkulit hitam memiliki lebih banyak hormon estrogen dibanding wanita kulit putih. Kehamilan dan Paritas Angka kejadian mioma uteri bervariasi dari hasil penelitian yang pernah dilakukan ditemukan sebesar 0. 478 diantaranya menderita mioma 16 . Jarang sekali ditemukan pada wanita berumur 20 tahun dan belum pernah (dilaporkan) terjadi sebelum menarche. 2007).3 % – 7. dan daging babi meningkatkan kejadian mioma uteri.6 Mioma uteri merupakan tumor pelvis yang terbanyak pada organ reproduksi wanita.

06% yaitu 586 orang dari 2. Patofisiologi3.6 Mioma uteri terjadi karena adanya sel sel yang belum matang dan pengaruh estrogen yang menyebabkan submukosa yang ditandai dengan pecahnya pembuluh darah dan intramural. Penelitian Sela-Ojeme di London Hospital pada tahun 2008 melaporkan proporsi penderita mioma uteri sebanyak 14. sehingga terjadi kontraksi otot uterus yang menyebabkan perdarahan pervaginam banyak dan lama.034 kasus ginekologi. Ethiopia tahun 2004 mencatat penderita mioma uteri sebanyak 588 kasus.8% dari seluruh kasus ginekologi yaitu 190 kasus dari 1939 kasus ginekologi. 17 . Dengan adanya perdarahan pervainam lama dan banyak akan terjadi resiko tinggi kekurangan volume cairan dan gangguan peredaran darah yang ditandai dengan adanya nekrosa dan perlengketan sehingga timbul rasa nyeri. Addis Ababa. Penelitian Gaym A di Tikur Anbessa Teaching Hospital. H.uteri yaitu dengan proporsi 35%. Management of Uterine Fibroid at The University of Nigeria Teaching Hospital Enugu tahun 2006 melaporkan proporsi mioma uteri 9.

Patologi Anatomi Gambaran histopatologi mioma uteri adalah seperti berikut : Pada gambaran makroskopik menunjukkan suatu tumor berbatas jelas. 18 . Perubahan-perubahan sekunder yang terjadi pada mioma uteri adalah :5 . Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen.Gambar 4 : Patofisiologi Mioma Uteri I. Dapat meliputi sebagian besar atau sebagian kecil daripadanya seolah-olah memisahkan satu kelompok serabut otot dari kelompok lainnya. bersimpai. Tumor ini bisa terjadi secara tunggal tetapi kebiasaanya terjadi secara multipel dan bertaburan pada uterus dengan ukuran yang berbeda-beda.Atrofi : Sesudah kehamilan atau sesudah menopause mioma uteri - menjadi kecil Degenerasi Hialin : Perubahan ini sering terjadi terutama pada penderita berusia lanjut. pada penampang menunjukkan massa putih dengan susunan lingkaran-lingkaran konsentrik di dalamnya.

sedikit demam. Dengan konsistensi yang lunak ini tumor - sukar dibedakan dengan kista ovarium atau suatu kehamilan. dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan limfe sehingga menyerupai limfangioma.- Degenerasi Kistik : Dapat meliputi daerah kecil maupun luas. Pada pembelahan dapat dilihat sarang mioma seperti daging mentah bewarna merah disebabkan oleh pigmen hemosiderin dan hemofusin. Patogenesis terjadinya diperkirakan kerana suatu nekrosis subakut sebagai gangguan vaskularisasi. pecah Pemeriksaan fisik - Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah - Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi 19 . Degenerasi merah tampak khas apabila pada kehamilan muda disertai emesis. Dengan adanya pengendapan garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras dan memberikan bayangan pada - foto rontgen. terpuntir. tumor pada uterus membesar dan nyeri pada perabaan Degenerasi lemak : Jarang terjadi dan merupakan lanjutan degenerasi hialin. - kesakitan. J. Degenerasi merah (Carneous Degeneration) : Perubahan ini biasanya terjadi pada kehamilan dan nifas. Degenerasi membatu (Calcireous Degeneration): Terutama terjadi pada wanita berusia lanjut oleh kerana adanya gangguan dalam sirkulasi. Diagnosis mioma uteri ditegakkan berdasarkan : Anamnesis - Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama - Kadang-kadang disertai gangguan haid. di mana sebagian dari mioma menjadi cair. sehingga terbentuk ruangan yang tidak teratur berisi agar-agar. haus. buang air kecil atau buang air besar - Nyeri perut bila terinfeksi.

dan infeksi Bendungan pembuluh darah vena daerah tungkai serta kemungkinan tromboflebitis sekunder karena penekanan pelvis (rongga panggul) Pemeriksaan luar Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas. pelebaran leher rahim akibat desakan mioma atau degenerasi (kematian sel) dari mioma. kenyal. Adanya hubungan antara polisitemia dengan penyakit ginjal diduga 20 . Kadang-kadang mioma menghasilkan eritropoetin yang pada beberapa kasus menyebabkan polisitemia. Gejala yang terjadi berdasarkan ukuran dan lokasi dari mioma yaitu : - Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak) - Perut terasa penuh dan membesar - Nyeri panggul kronik (berkepanjangan) Nyeri bisa terjadi saat menstruasi. Gejala lainnya adalah : - Gejala gangguan berkemih akibat mioma yang besar dan menekan saluran kemih menyebabkan gejala frekuensi (sering berkemih) dan hidronefrosis (pembesaran ginjal) - Penekanan rektosigmoid (bagian terbawah usus besar) yang mengakibatkan konstipasi (sulit BAB) atau sumbatan usus - Prolaps atau keluarnya mioma melalui leher rahim dengan gejala nyeri hebat. luka. Anemia merupakan akibat paling sering dari mioma. mobil. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium. atau ketika terjadi penekanan pada panggul. Hal ini disebabkan perdarahan uterus yang banyak dan habisnya cadangan zat besi. Pemeriksaan dalam Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan. setelah berhubungan seksual. Nyeri terjadi karena terpuntirnya mioma yang bertangkai. permukaan tumor umumnya rata Gambaran Klinis Pada umumnya wanita dengan mioma tidak mengalami gejala.- Konsistensi padat.

Mioma juga dapat dideteksi dengan CT scan ataupun MRI. 21 . mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada beberapa bidang tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus. lokasi mioma.9. ketebalan endometrium dan keadaan adnexa dalam rongga pelvis. Pemberian GnRH agonis sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan mengurangi vaskularisasi pada tumor sehingga akan memudahkan tindakan pembedahan. Dalam sebagian besar kasus. Terapi hormonal yang lainnya seperti kontrasepsi oral dan preparat progesteron akan mengurangi gejala pendarahan tetapi tidak mengurangi ukuran mioma uteri. Pemberian GnRH agonis bertujuan untuk mengurangi ukuran mioma dengan jalan mengurangi produksi estrogen dari ovarium.akibat penekanan peninggian mioma tekanan terhadap balik ureter ureter dan yang menyebabkan kemudian menginduksi pembentukan eritropoetin ginjal. Untungnya. leiomiosarkoma sangat jarang karena USG tidak dapat membedakannya dengan mioma dan konfirmasinya membutuhkan diagnosa jaringan.10 1) Terapi hormonal Saat ini pemakaian gonadotropin releasing hormon (GnRH) agonis memberikan hasil untuk memperbaiki gejala-gejala klinis yan ditimbulkan oleh mioma uteri. Histerografi dan histeroskopi untuk menilai pasien mioma submukosa disertai dengan infertilitas. K. Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis. lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur. Penatalakanaan Secara umum penatalaksanaan mioma uter dibagi menjadi 2 metode : 5. untuk menentukan jenis tumor. tetapi kedua pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik USG. Foto BNO/IVP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi ginjal dan perjalanan ureter. USG.

alat histeroskop dimasukkan melalui serviks dan mengisi kabuk uteri dengan cairan untuk memperluas dinding uterus. Keunggulan dilakukan miomektomi adalah lapangan pandang operasi yang lebih luas sehingga penanganan terhadap pendarahan yang mungkin ditangani timbul dengan pada segera. Pada laparotomi dilakukan insisi pada dinding abdomen untuk mengangkat miom dari uterus. Pada prosedur pembedahan ini. Tindakan miomektomi dapat dilakukan dengan laparotomi.Infertilitas kerana ganggaun pada cavum uteri maupun kerana - oklusi tuba Nyeri dan penekanan yang sangat menganggu Gangguan berkemih maupun obstruksi traktus urinarius Anemia akibat perdarahan Miomektomi Miomektomi sering dilakukan pada wanita yang ingin mempertahankan fungsi reproduksinya dan tidak ingin dilakukan histerektomi.2) Operasi pembedahan Indikasi terapi bedah untuk mioma uteri menurut American College of obstetricians and Gyneclogist (ACOG) dan American Society of Reproductive Medicine (ASRM) adalah : . disamping itu masa penyembuhan pasca operasi juga lebih lama sekitar 4-6minggu.Pertumbuhan mioma pada masa menopause . Pada miomektomi secara histeroskopi dilakuakn terhadap mioma submukosum yang terletak pada kavum uteri.Sangkaan adanya keganasan . pembedahan Namun pada miomektomi miomektomi dapat secara laparotomi resiko terjadi perlengketan lebih besar. Dewasa ini ada beberapa pilihan tindakan untuk melakukan miomektomi. berdasarkan ukuran dan lokasi dari miom.Perdarahan uterus yang tidak respon terhadap terapi konservatif . Alat bedah dimasukkan melalui lubang yang terdapat pada histeroskop untuk mengangkat mioma submukosum yang terdapat pada kavum uteri. sehingga akan mempengaruhi faktor fertilitas pada pasien. Keunggulan teknik ini adalah masa penyembujan 22 . histeroskopi maupun dengan laparoskopi.

Histerektomi Tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu dengan pendekatan abdominal (laparotomi). Miomektomi juga dapa dilakukan dengan menggunakan laparoskopi. Keunggulan laparoskopi adalah masa penyembuhan pasca perasi lebih cepat antara 2-7 hari. 23 . kita meninggalkan serviks. Histerektomi perabdominal dapat dilakukan ddengan 2 cara yaitu total abdominal histerektomi (TAH) dan subtotal abdominal histerektomi (STAH). Komplikasi operasi yang jarang terjadi namun serius dapat menyebabkan perlukaan pada dindin uterus. vaginal. STAH dilakukan untuk menghindari resiko operasi yang lebih besar seperti perdarahan yang banyak. dimana kemungkinan timbul karsinoma serviks dapat terjadi pada TAH jaringan granulasi yang timbul pada tungkul vagina yang dapat menjadi sumber timbulnya sekret vagina dan perdarahan pasca operasi dimana keadaan ini tidak terjadi pada pasien yang menjalani TSAH. Mioma subserosum yang terletak didaerah permukaan uterus juga dapat diangkat secara laparoskopi. ketidakseimbangan elektorlit dan perdarahan. Tindakan histerektomi pada pasien dengan mioma uteri merupakan indikasi bila didapati keluhan menorrhagia. Tindakan laparoskopi dilakukan dengan memasukkan alat laparoskop kedalam abdomen melalui insisi kecil pada dinding abdomen. Namun denga melakukan STAH.pasca operasi 2 hari. Tindakan histerektomi pada mioma uteri sebesar 30% dari seluruh kasus. kandung kemih. Mioma yang bertangkai diluar kavum uteri dapat diankat dengan mudah secara laparoskopi. dan pada beberapa kasus secara laparoskopi. metrorrhagia. rektum. trauma operasi pada ureter. keluhan obstruksi pada traktur urinarius dan ukuran uterus sebesar usia kehamilan 12-14minggu.

dimana peritoneum yang dibuka sangan minimal sehingga trauma yang mungkin timbul pada usus dapat diminimalisasi. Dengan prosedur ini diharapkan dapat mempertahankan integritasi nilai pervik dan mempertahankan alirah darah pada pervik untuk mencegah terjadinya prolapsus. Pengangkatan dilakukan dengan histerektomi seluruh uterus laparoskopi. dimana tindakan operasi tidak melalalui insisi pada abdomen. Oleh kaena pendekatan operasi tidak melalui dinding abdomen. Ada beberapa teknik histerektomi laparoskopi. laparoskopi dengan Salah adalah satu untuk mioma juga tujuan mengalihkan dapat melakukan prosedur histerektomi abdominal kepada histerektomi vainal histerektomi laparoskopi secara keseluruan. 24 . Secara umum histerektomi vaginal hampir seluruhnya merupakan prosedur operasi ekstraperitoneal. diama akan menyebabkan denaturasi protein sehingga menimbulkan koagulasi dan nekrosis didalam jaringan yang diterapi.Histerektomi dapat dilakukan melalui pendekatan dari vagina. Selain itu kemungkinan terjadinya perlengketan pasca operasi juga lebih minimal. Miolisis adalah prosedur operasi inasif yang minimal dengan jalan menghantarkan sumber energi yang berasal dari laser the neodynium:yttrium aluminium garnet (Nd:YAG) kejaringan mioma. Pertama adalah histerektomi vaginal dengan bantuan laparoskopi (laparoscopically assisted vaginal histerectomy/LAVH). Masa penyembuhan pasien yang menjalani histerektomi vaginal lebih cepat dibandingkan histerektomi abdominal. teknik classic intrafascial serrated edged macromorcellated hysterectomy (CISH) tanpa colpotoy. Prosedur operasii histerektomi dengan laparoskopi dapat berupa miolisis. maka pada histerektomi vaginal tidak terlihat perut bekas operasi sehingga emuaskan pasien dari sei kosmetik. Kedua. Pada prosedur ini tindakan laparoskopi dilakukan untuk memisahkan adneksa dari dinding pelvik dan memotong mesosalfing kearah ligamentum kardinale dibagian bawah.

Pengaruh kehamilan pada mioma uteri adalah : - Mioma membesar terutama pada bulan-bulan pertama karena pengaruh estrogen yang meningkat - Dapat terjadi degenerasi merah pada waktu hamil maupun masa nifas seperti telah diutarakan sebelumnya. dapat menghalangi kemajuan persalinan dan menghalangi jalan lahir. perdarahan lebih minimal.Keunggulan dari CISH adalah mengurangi resiko trauma pada ureter dan kandung kemih. 25 . resiko infeksi yang lebih minimal dan masa penyembuhan yang cepat. Penanganan Radioterapi - Hanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient) - Uterus harus lebih kecil dari usia kehamilan 12 minggu - Bukan jenis submukosa - Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum - Tidak dilakukan pada wanita muda. yang kadang-kadang memerlukan pembedahan segera guna mengangkat sarang mioma. sebab dapat menyebabkan menopause - Maksud dari radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan L. waktu operasi yang lebih cepat. Mioma Uteri dan Kehamilan7 Pengaruh mioma uteri pada kehamilan adalah : - Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi kavum uteri khususnya pada mioma submukosum - Dapat menyebabkan kelainan letak janin - Dapat menyebabkan plasenta previa dan plasenta akreta - Dapat menyebabkan HPP akibat inersia maupun atonia uteri akibat gangguan mekanik dalam fungsi miometrium - Dapat menganggu proses involusi uterus dalam masa nifas - Jika letaknya dekat pada serviks.

Namun. pengangkatan sarang mioma demikian itu jarang menyebabkan perdarahan. Sarang mioma dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan kerana gangguan sirkulasi darah padanya. M. Torsi (Putaran Tangkai) Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi. 2007). Keganasan umumnya baru ditemukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat. timbul gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis. dilakukan SC (Sectio Caesarea) disusul histerektomi tapi kalau akan dilakukan miomektomi lebih baik ditunda sampai sesudah masa nifas. 26 . Kecurigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri cepat membesar dan apabila terjadi - pembesaran sarang mioma dalam menopause (Prawirohardjo. Jika torsi terjadi perlahan-lahan. Dengan demikian terjadilah sindrom abdomen akut.320. - Meskipun jarang. Komplikasi11 - Perdarahan sampai terjadi anemia . Misalnya terjadi pada mioma yang dilahirkan hingga perdarahan berupa metroragia atau menoragia disertai leukore dan gangguan yang disebabkan oleh infeksi dari uterus sendiri. Terapi mioma miomektomi dengan pada kehamilan kehamilan adalah sangat konservatif berbahaya karena disebabkan kemungkinan perdarahan hebat dan dapat juga menimbulkan abortus. Hal ini hendaklah dibedakan dengan suatu keadaan di mana terdapat banyak sarang mioma dalam rongga peritoneum.Degenerasi ganas Mioma uteri yang menjadi leimiosarkoma ditemukan hanya 0. mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi dengan gejala dan tanda sindrom akut abdomen. Jika mioma menghalangi jalan lahir. gangguan akut tidak terjadi. serta merupakan 50-75% dari semua sarkoma uterus. Operasi terpaksa jika lakukan kalau ada penyulit-penyulit yang menimbulkan gejala akut atau karena mioma sangat besar.6% dari seluruh mioma.

Gambar 5 : Lokasi mioma uteri yang menimbulkan komplikasi Gambar 6 : Komplikasi Mioma Uteri N. Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3-nya memerlukan tindakan lebih lanjut. Prognosis Histerektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif. Kesimpulan 27 . maka diharuskan SC pada persalinan berikutnya. Bab III Penutup A. Miomektomi yang ekstensif dan secara signifikan melibatkan miometrium atau menembus endometrium.

Etiologi yang pasti terjadinya mioma uteri saat ini belum diketahui. Penatalaksanaan mioma uteri dapat berupa terapi hormon dan operatif yaitu miomektomi atau histerektomi. dan berkonsistensi lunak jika otot rahimnya yang dominan. infertilitas dan abortus. tidak berkapsul. rasa nyeri.Mioma uteri adalah salah satu tumor neoplastik jinak dari otot polos miomentrium. Kejadian mioma uteri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operatif. Mioma uteri biasa juga disebut leiomioma uteri. atau pada laparatomi daerah pelvis. dan berasal dari otot polos jaringan fibrous. fibroma uteri. Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan yaitu satu dari empat wanita selama masa reproduksi yang aktif. gejala dan tanda penekanan. Gejala tersebut dapat berupa perdarahan abnormal. Daftar Pustaka 28 . Diduga penyebab timbulnya mioma uteri paling banyak oleh stimulasi hormon estrogen. Walaupun kebanyakan mioma muncul tanpa gejala tetapi sekitar 60% ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan USG. Mioma uteri banyak ditemukan pada usia reproduktif dan angka kejadiannya rendah pada usia menopause. mioma fibroid atau mioma simpel. sehingga mioma uteri dapat berkonsistensi padat jika jaringan ikatnya dominan.Mioma uteri berbatas tegas. dan belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarche. fibroleiomioma. pemeriksaan pelvis.

2004. Martaadisoebrata D. Jakarta Peneribit buku kedokteran EGC. Achadiat CM. Voorhis V. Manuaba IAC. Mioma uteri. h 77-8 8. The aetiology and phatogenesis of fibroids. Bramantyo L. In : Chesmy M. h 314-5 11. Pengobatan medikamentosa mioma uteri dengan analog GnRH. 2013. Dalam : Pedoman diagnosis dan terapi obstetri dan ginekologi. dkk. h 90-2 5. Manuaba IBGF. h 25-8 29 . Advences in reproduktive endocrinology uterine fibroids. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC. 2001. Baziad A. Mioma uteri. Dalam : Kepanitraan klinik obstetri dan ginekologi. Schwartz MS. Epidermiology of uterine leiomyomata.Heather Whary eds. Thomas EJ. eds. Heather. Thow J. 2005. In : Marie Chesmy. 2003. Whary eds. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC. Mioma uteri. In : Shaw RW. 2003. Manuaba IBG. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. Edisi keempat. Jakarta : PT Bina Pustaka. Manuaba IBG. Harmanto N. h 891-4 2. Prawirohardjo S. Dalam : Memahami kesehatan reproduksi wanita. Tumor jinak rahim. Bradley J. Clinical obstetric and Gynecology. Mioma uteri. Bandung : RS DR Hasan Sadikin. Dalam : Endokrinologi ginekologi. Dalam : Obstetri dan ginekologi. 1992. h 199-205 6. h 316-8 9. h 94-7 4. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. England : New Jersey The Phartenon Publishing Group. Dalam : Ilmu kebidanan. Mioma uteri. Sjahid S. Mioma uteri (leiomioma). 2009. 2006. Edisi 2. Clinical Obstetric and Ginecology.1. 2001. Edisi kedua. Philadelphia : Lippincott Williams and Willkins. h 308-14 3. 2005. Jakarta : Puspa Swara. Wijayanegara H. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins. Management options for uterine fibroids. h 1-8 7. h 151-6 10.