Anda di halaman 1dari 19

CALSIUM

REGULATING
HORMONE
-Alendronate
-Calsitonin
Ergokalsiferol

- Calsitriol
-

Kelompok 5 Desi Anggiat Butar-butar 141524048 Syilvi Rinda Sari 141524054 Aidiya Tri Yolanda 141524055 Alfia Rahmi 141524056 Nurul Suci 141524058 Dian Sally Siregar 141524059 .

4 mg/dl).25 – 2. Diperkirakan 99 % dari kalsium terdapat pada tulang dan gigi. .Kalsium berasal dari bahasa Latin calcium adalah unsur dasar kapur.60 mmol/l (910. . terbentuk dari 1..Kalsium adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh. Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2.5 sampai 2 % dari berat badan dan 39 % dari total mineral tubuh.

yaitu hanya 0. PPnya 78% dengan masa paruh panjang. . Tidak boleh digunakan pada hipokalsemia. Pada perut kosong BAnya paling baik.65 %.Alendronate Alendronat (Fosamax) adalah amino bifosfonat (1993) yang sama sifat kerja dan penggunaannya dengan pamidronat.

. Oleh karena itu.Mekanisme kerja Golongan ini termasuk kedalam Bifosfonat turunan dari pirofosfat alamiah. obat ini digunakan pada osteoporosis dan juga pada terapi dan prevensi dari metastasis kanker tulang. yang berkhasiat menghambat perombakan tulang oleh osteoclast. Obat-obat ini memiliki afinitas besar untuk kalsium fosfat dan mengikat pada kristalnya didalam tulang untuk kemudian secara berangsur dieksresi dari jaringan tulang.

. • Pengukuran kadar kalsitonin dengan cara imunoassay didapatkan. • Hormon polipeptida ini terdiri dari residu 32 asam amino yg membentuk rantai tunggal lurus. bila kadar ion ini tinggi maka kadar hormon pun meningkat. • Sekresi dan biosintesis kalsitonin dipengaruhi oleh kadar ion Ca++ plasma. • Pertama kali diisolasi dari kelenjar tiroid.Calsitonin • Kalsitonin merupakan hormon polipeptida yg berefek hipokalsemik dan hipofosfatemik. • Pemberian infus Ca++ dpt meningkatkan kadar basal ini sampal 2-3 kali lipat. kadar basal kalsitonin < 100 pg/ml. • Kadar rata-rata kalsitonin pada wanita lebih rendah daripada pria. dan sebaliknya.

Metabolisme Kalsium (Pengaturan Kalsitonin) Peningkatan Ca plasma Kalsitonin Ginjal Tulang Menghambat resorpsi tulang Menstimulasi ekskresi kalsium dan fosfat Penurunan Ca Plasma .

tetapi bukan merpkan antihormon paratiroid. Hormon ini kecuali menghambat resorpsi tulang juga dapat merangsang pembentukan tulang oleh osteoblast. Nampaknya sebagian efek kalsitonin diperantarai oleh adanya peningkatan kadar AMP-sikIik di osteoblas. oleh karenanya tidak menghambat aktivasi adenil siklase sel tulang maupun ambilan Ca++ ke tulang yg diinduksi oleh HPT. . • Kerja kalsitonin tdk dihambat oleh inhibitor sintesis RNA maupun protein.Mekanisme • Efek hipokalsemik dan hipofosfatemik kalsitonin terjadi akibat efek penghambatan langsung kalsitonin terhadap resorpsi tulang oleh sel-sel osteoklas dan osteosit. • Meskipun kalsitonin dapat mengurangi efek osteolisis HPT.

– resorpsi tulang yang bertambah pada imobilisasi penderita. misalnya pada hiperparatiroidisme.FARMAKOLOGI INDIKASI • Efek hipokalsemk dan hipofosfatemik hormon ini dimanfaatkan untuk keadaan hiperkalsemia. • Kalsitonin juga efektif untuk dekalsifikasi yang dapat terjadi pada berbagai kelainan. dan – Paget's disease. hiperkalsemia idiopatik dan keracunan vit D. . misalnya pada – osteoporosis yg bertalian dengan usia lanjut.

.Farmakokinetik • Kalsitonin hanya dpt diberikan secara parenteral. per oral cepat dirusak oleh cairan lambung. Obat ini tdk dpt melalui barier plasenta tetapi dpt masuk ke air susu ibu. Masa paruh plasma kalsitonin manusia sekitar 4 menit. Sesudah pemberian SK. • Metabolisme kalsitonin manusia terutama terjadi di ginjal. • Meskipun masa paruh plasmanya sangat singkat tetapi masa paruh biologiknya (aktivitasnya) dpt berlangsung beberapa jam atau beberapa hari. kadar puncak dalam plasma tercapai dlm waktu 15-45 menit.

diare dan urtikaria dapat terjadi pada pengobatan dengan kalsitonin. muntah. • Erupsi kulit yang nonspesifik. mual. .Efek samping • Kalsitonin umumnya cukup aman. • Rasa sakit dan peradangan di tempat suntikan juga dapat terjadi. • Peningkatan ekskresi air dan garam yang selintas dapat terjadi pada awal pengobatan dan diduga karena adanya perbaikan hemodinarnik.

• Merangsang absorpsi Ca & P di usus • Memperkuat kerja PTH untuk penyerapan Ca di ginjal • Kalsitriol bekerja pada tingkat sel dengan cara yang sama dengan hormon steroid . dan sediaan ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagia hormon (D hormone). • Perannya penting pada metabolisme Ca dan tulang.25-dihidroksi vitamin D3.Calsitriol • Kalsitriol merupakan derivat 1.

Karena RVD mengontrol metabolisme kalsium. Terdapat perbedaan bermakna pada kekerapan fraktur vertebra sebagai respons terhadap terapi kalsium antara beberapa genotipe. ada hipotesa yang menyatakan bahwa variasi genetik pada lokus RVD dapat mempengaruhi respons terhadap terapi kalsiumdan kalsitriol. Efektivitas terapi dengan kalsium nampaknya setara dengan kalsitriol pada beberapa genotipe spesifik.Mekanisme Kalsitriol bekerja melalui reseptor vitamin D (RVD) dan efektif dalam mengurangi risiko fraktur vertebra ulangan (recurrent vertebral fracture risk). . dan kejadian fraktur.

.Pada pemberian per oral . .Farmakokinetik Kalsitriol . dalam waktu 3-6 jam akan mencapai kadar puncak.Absorbsinya baik dan cepat.5 atau 1.0 μg 2 kali sehari.Respon biologisnya sesuai dengan besarnya dosis yang diberikan. terlihat dari meningkatnya ekskresi Ca di urin yang meningkat pada pemberian dosis 0.Kecepatan absorbsinya konsisten diikuti peningkatan ekskresi Ca di urin yang dapat dideteksi sekitar 7 jam sesudah pemberian oral. .

Hipoparatiroid idiopatik atau akibat paratiroidektomi .Indikasi .Osteoporosis pascamenopause atau andropause .Penyakit rickets yang vitamin D-dependen .Renal osteodistrofi pada pasien pada pasien gagal ginjal kronik yang akan dihemodialisis .

yaitu: 1.melintasi mukosa usus.Perpindahan melintasi membran mukosa(transport) 3.Aliran keluar melintasi membran lateral basalis ke ekstra seluler fluid (efflux) .Pengambilan melalui brush border & membran mikrovilli (up take) 2.Efek kalsitriol pada mukosa usus adalah perpindahan ion Ca+2 & PO3.

Efek samping dan KontraIndikasi Efek samping • Hiperkalsemia • Pada fase awal ada keluhan rasa lemah. sakit kepala. KontraIndikasi • Pasien dengan hiperkalsemia • Hipersensitif terhadap kalsitriol • Wanita menyusui .

• Pilihan obat tergantung dari keadaan. lagipula efeknya lebih cepat daripada vitamin D2 dan D3. maka sebaiknya digunakan Kalsitriol atau alfakalsidol yang tidak usah diaktifkan lagi di dalam ginjal. • Metabolisme vit D2 dan D3 berlangsung sejajar. misalnya bila fungsi ginjal kurang baik. . Meskipun demikian perbedaan ini tidak menyebabkan perbedaan fisiologi.Ergokarsiferol • Ergokarsiferol berbeda dengan kolekalasiferol karena mempunyai ikatan rangkap C22-23 dan gugus metil pada rantai sampingnya.25-dihidroksinya. Keduanya merupakan bioaktif vitamin D. kedua-duanya dalam hati dihidroksilasi menjadi senyawa 25OH-nya dan kemudian dalam tubuli ginjal menjadi derivat 1.

THANK YOU .