Anda di halaman 1dari 11

Paper Group

Penyelenggaraan Organisasi K3 di Perusahaan
PT Marunda Grahamineral

Oleh:
Ahmad Sofil Fuad
Ahmad Ardi Afrido
Puji Manasik
Wahyu Santo Aji
Alfian Wahyu Prasetya

(5201413029)
(5201413033)
(5201413034)
(5201413035)
(5201413043)

Semoga paper ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga paper ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Paper ini masih jauh dari sempurna.I. oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini. Semarang. karena berkat rahmatNya kami bisa menyelesaikan paper penyelenggaraan K3 di PT Marunda Grahamineral. 20 Mei 2014 Penulis . PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala. Paper ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah kesehatan dan keselamatan kerja.

ORGANISASI K3 Organisasi dan Manajemen Struktur organisasi MGM dari yang paling tinggi dipimpin oleh Direktur Utama yang membawahi Direksi. . Dari direksi struktur yang di bawahnya adalah Mine Operator Manager atau Kepala Taknik Tambang (KTT) yang membawahi beberapa department head.II. Dibawah department head diisi oleh kedudukan superintendent yang memimpin supervisor. Selanjutnya supervisor mengawasi crewnya.

Plan Di PT Marunda Grahamineral Sasaran K3 di PT Marunda Grahamineral ada 3 yaitu: 1.III. 2. Check Check meliputi: 1. Karyawan lama 3. Analisa bahaya 2. Action Action disini menyelidiki lebih lajut berdasarkan monitoring yang berjalan. PDCA seperti apa A. Identifikasi bahaya. Karyawan masa persiapan pensiun (MPP) B. Karyawan baru 2. Do Do meliputi: 1. Penerapan 3. Evaluasi resiko D. Kontrol/pengendalian resiko C. .

Identifikasi bahaya. b) Faktor kimia Untuk katogori faktor kimia terdapat faktor berbahaya yaitu Debu dan fume. . Do Do adalah melakukan perencanaan proses yang telah ditetapkan sebelumnya. ukuran-ukuran proses ini juga telah ditetapkan dalam tahap plan. PEMBAHASAN PDCA A. tekanan panas. faktor tersebut terdiri dari: a) Faktor fisik Untuk katogori faktor fisik terdapat faktor berbahaya yaitu penerengan. Sasaran K3 di PT Marunda Grahamineral ada 3 yaitu: 1. yaitu terdiri dari: 1. kebisingan. Karyawan masa persiapan pensiun (MPP) Untuk proses K3 di PT Marunda Grahamineral bisa di lihat pada skema system berikut : B. Karyawan baru 2. Untuk hal ini di PT Marunda Grahamineral terdapat faktor bahaya dalam proses bekerja. dan radiasi. Plan Plan adalah merencanakan sasaran dan proses apa yang dibutuhkan untuk menentukan hasil yang sesuai dengan spesifikasi tujuan yang ditetapkan. Di dalam proses pelaksaan K3 di PT Marunda Grahamineral telah di tunjukkan skemanya pada plan.IV. Karyawan lama 3.

C. 3) Papan informasi K3 Hal ini bertujuan untuk menginformasikan kepada karywan maupun visitor tentang K3. Check Check artinya melakukan evaluasi terhadap sasaran dan proses serta melaporkan apa hasilnya. Kontrol/pengendalian resiko Merupakan kegiatan perencanaan penglolaan dan pengendalian kegiatankegiatan produk barang dan jasa yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan. perintah. adapun APD yang teredia adalah: 1) Alat pelindung kepala (safety helmet) 2) Alat pelindung telinga (ear plug dan ear muff) 3) Alat pelindung mata (googles) 4) Alat pelindung kaki (safety shoes) 5) Baju kerja atau rompi yangdi lengkapi dengan scotchlite 6) Alat pelindung penafasan (masker) 7) Alat pelindung tangan (gloves) 8) Pelindung badan (baju pelampung dan jas hujan) Untuk karyawan baru agar mendapat APD harus diberikan safety induction untuk memperkenalkan jenis bahaya dan memberikan pemahaman tentang jenis APD apa yang harus diperlukan. Rambu di pasang sepanjang jalan hauling di area pertambangan. yaitu dengan hal sebai berikut: a) Memberikan fasilitas alat pelindung diri (APD) kepada karyawan. 2) Poster Poster K3 banyak terpasang di ruangan kerja. c) Penegakan hukum. b) Pembangunan kesadaran motivasi. dengan tujuan sebagai motivasi karyawan untuk mengutamakan K3 pada saat kerja. b) Media komunikasi K3 Media kominikasi K3 adalah suatu strategi dari perusahaan dimana perusahaan tersebut memberikan peringatan tentang penggunaan K3 di lingkungan kerja. sedangkan untuk karyawan lama diberikan safety department. dengan cara seperti berikut: 1) Rambu Rambu yang terpasang adalah rambu larangan. Penerapan Untuk mengatasi masalah di atas maka PT Marunda Grahamineral melakukan langkah-langkah untuk mengurangi kecelakaan pada karyawan. Cara yang digunakan untuk kontrol/pengendalian resiko. antara lain: a) Pendidikan dan pelatihan. Perusahaan mengecek kembali apa yang sudah . dan peringatan.2. 3.

dimana pertambangan tempatnya terbuka dan tidak ada pepohonan. dan kemudian radiasi di sebabkan oleh bahan peledak dan zat-zat kimia. Hal ini akan mengakibatkan karyawan kepanasan dan bekerja tidak kosentrasi yang kemungkinan bisa menyebabkan resiko lebih tinggi. Evaluasi resiko Tabel faktor bahaya dengan tingkat resikonya No Faktor Bahaya Paparan Tingkat Resiko 1 Faktor Fisik Penerangan Tertentu Very high Kebisingan Terus menerus Medium Tekanan Panas Tertentu Low Radiasi Tidak terartur Very high 2 Faktor Debu Terus menerus Low Kimia Fume Tertentu Medium Hasil evaluasi tingkat resiko sesuai tabel diatas a) Tingkat resiko Low 1) Tekanan panas Resiko ini di timbulkan oleh lingkungan pertambangan. apakah sudah sesuai dengan standar yang di tetapkan atau masih ada kekurangan. 2) Debu Resiko ini di timbulkan oleh faktor lingkungan dimana jalan yang dilalui truk berdebu. kemudian untuk karyawan yang ada di pertambangan di kasih minuman mineral yang cukup. kemudian untuk tekanan panas di karenakan kondisi lingkungan kerja yang terbuka serta tidak ada pohon. Untuk menghindari ini karyawan di fasilitasi ruangan ber AC. untuk penerangan disebabkan jaringan listrik tidak bisa menjangkau ke tempat pertambangan di karenakan tanah yang gempur jadi tidak bisa untuk memasang tiang listrik.dikerjakan sebelumnya dalam DO. Hal ini akan mengakibatkan . 1. Analisa bahaya Di dalam hal ini untuk penyebab bahaya di sebabkan oleh beberapa kondisi lingkungan. 2. dan untuk fume di karenakan bekas pembakaran truk yang tidak sempurna. Pelaksanaan check di PT Marunda Grahamineral di wujudkan dengan membentuk suatu departemen yang bernama Departemen Safety. a) Faktor fisik Untuk katagori ini penyebab bahaya untuk kebisingan adalah suara alat berat. b) Faktor kimia Untuk katagori ini penyebab bahaya untuk debu di kerenakan medan jalan yang dilalui truk adalah tanah yang bekas galin pertambanagan.

hal ini akan mengakibatkan keracunan pada karyawan.gangguan pernapasan. Pelaksanaan action di PT Marunda Grahamineral diwujudkan dalam bentuk diadakannya monitoring untuk semua faktor bahaya dan potensi bahaya yang ada. dikarenakan tanah yang gembur dan jalanan banyak di lalui truk besar. lebih jauhnya terjadi kecelakaan dikarenakan penerangan jalanan kurang bagus. Action Action adalah menindak lanjuti dan mengevaluasi terhadap hasil sasaran dan proses dan menindak lanjuti dengan perbaikan-perbaikan. untuk mencegah hal ini maka karyawan harus membawa masker dan membuat kontruksi kabin tertutup pada alat berat. Untuk mengatasi hal ini karyawan di kasih masker. hal ini akan mengakibatkan manghambat proses pertambangan. Untuk itu karyawan di kasih ear plug dan ear muff yang bertujuan agar karyawan tidak kebisingan. solusinya adalah Pengadaan lighting plan menggunakan lampu fluorisensi di lokasi tambang. D. b) Tingkat resiko medium 1) Kebisingan Resiko ini di timbulkan oleh suara truk dan alat-alat berat yang sedang beroprasi. Asap ini biasanya berhubungan dengan logam di mana uap dari logam terkondensasi menjadi butiran-butiran padat di dalam ruangan logam cair tersebut. 2) Radiasi Resiko ini di timbulkan oleh sisa-sisa ledakan. Proses action ini sangat penting sebelum perusahaan melangkah lebih jauh ke proses perbaikan selanjutnya. c) Tingkat resiko Very high 1) Penerangan Dalam masalah pemasangan jaringaan listrik di area pertambangan sangat sulit. Jika ternyata apa yang telah perusahaan lakukan masih ada yang kurang atau belum sempurna. Untuk mengatasi hal ini saat proses peledakan karyawan di anjurkan menjauh dan memakai baju kerja atau rompi yang di lengkapi dengan scotchlite serta menggunakan masker. pemakian zat kimia yang berbahaya. hal ini akan mengakibatkan sesak nafas dan batuk-batuk. hal ini akan mengakibatkan sulitnya berkomunikasi antara karyawan. 2) Fume Resiko ini di timbulkan oleh butiran-butiran benda padat hasil kondensasi bahan-bahan dari bentuk uap. 1. Monitoring lingkungan sebagai upaya pemantauan . segera melakukan action untuk memperbaikinya.

Limbah ban bekas diusahakan dapat dimanfaatkan kembali untuk konstruksi kapal dan pelabuhan. 3. untu kelengkapan data serta untuk pelaksanaan tindakan pencegahan kecelakaan kerja sedini mungkin . 4. b) Rekomendasi BAPEDALDA No:660. Saat ini limbah-imbah padat tersebut diserahkan pengelolaannya pada (RKTTL PT MGM. sisa gemuk. 2008). kecepatan angin dan arah angin. Bila jumlah limbah ban bekas menumpuk banyak.1 No 40 Kecamatan. Beberapa faktor fisik yang telah dilakukan monitoring adalah debu. Perlu diberikannya pemahaman kepada seluruh karyawan untuk aktif melaporkan keadaan berbahaya. Monitoring ini ada yang dilakukan langsung oleh safety department dan environment department dan ada juga yang dilakukan oleh pihak independen yaitu Universitas Palangkaraya dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan. Perlu adanya peninjauan secara insidental tentang pengimplementasian SOP peledakan di lokasi tambang. ban bekas tersebut akan digunakan kembali sebagai sarana pengendali erosi di lahan bekas tambang (mine out) disamping itu juga limbah yang lain termasuk limbah domestik akan dibuang di daerah bekas tambang kemudian ditutup kembali dengan overburden (RKTTL PT MGM. suhu. terhadap higene lingkungan kerja juga telah dilakukan oleh pihak manajemen PT MGM. keadaan hampir celaka (nearmiss) dan kecelakaan kerja sekecil apapun akibatnya. Tambang Ulang Tanah Laut Kalimantan Selatan.2. Perlu dilakukan usaha pengendalian faktor bahaya baik fisik maupun kimia yang melebihi NAB menurut standar yang digunakan. kebisingan untuk lingkungan sekitar. 5. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang timbul akibat dari kegiatan penunjang penambangan terdiri dari oli bekas dari alat berat. untuk kemudian disalurkan kepada pengumpul yang berminat. Limbah-limbah tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di suatu tempat khusus yang telah diberi notasi kemudian disalurkan kepada pihak ketiga atau pengumpul yang telah memperolah izin dari BAPEDALDA setempat. kebisingan untuk lingkungan kerja. kelembaban. aki bekas. cairan aki bekas serta bahan bakar yang sudah kadaluarsa dan lain-lain. Limbah peledakan disini adalah berupa limbah logam. 2008): a) CV NAZAR yang beralamat di Pulau Sari RT.1/REK/002/VI/2004/BAPEDALDA. Limbah yang terbuat dari logam dikumpulkan terlebih dahulu pada suatu tempat. Perlu ditingkatkannya house keeping di gudang handak sesuai dengan standar yang digunakan.

V. maka dapat disimpulkan : A. 715/MENKES/SK/V/2003 Tentang Persyaratan Higene Sanitasi Jasa Boga: ”Untuk melindungi pencemara terhadap makan digunakan celemek/apron. namun dalam pelaksanaannya masih ada beberapa poin dalam SMK3 tersebut yang belum terlaksana seperti monitoring lingkungan tempat kerja dan pengukuran semua faktor fisik dan faktor kimia di lingkungan tempat kerja. Faktor kimia berupa debu berada di bawah NAB. Faktor fisik berupa kebisingan di beberapa lokasi kerja dan tekanan panas di Camp Jamut sekitar daerah CCP berada di atas NAB. tutup rambut dan mulut serta sepatu dapur”. Usaha pengendalian yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan adalah dengan engineering control dan administrative control berupa pemasangan peredam dan ruangan tertutup pada sumber bising serta pemberlakauan shift kerja untuk tekanan panas. C. karena analisis gizi kerja baik secara kualitatif maupun kuantitatif belum pernah dilakukan oleh pihak internal perusahaan maupun dari pihak independen. D. sedangkan faktor kimia fume belum diadakan monitoring. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) PT MGM ini adalah tentang keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan umum. . dan radiasi radio aktif belum pernah dilakukan monitoring. Namun usaha pengendalian berupa pemberian APD untuk pengendalian terhadap bahaya kebisingan belum dilakukan oleh pihak perusahaan. Faktor fisik berupa penerangan. KESIMPULAN Berdasarkan permasalahan dan pembahasan di atas. Gizi kerja dikelola oleh pihak ketiga belum memenuhi semua persyaratan dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. B.

DAFTAR PUSTAKA Suma’mur. 1996. Kesehatan dan Keselamatan Kerja ”Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja”.uns.id/2425/1/99990309200909121. PT Marunda Grahamineral. Job Site Laung Tuhup Kalimantan Tengah. 2009.pdf [24 Mei 2014]. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Pertambangan Batubara di PT Marunda Grahamineral. Tersedia: http://eprints. 91 halaman. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Surakarta: Harapan Press. . Selvy Yovita.VI. 2008.ac. 2008. Jakarta: PT Gunung Agung. Murung Raya: PT Marunda Grahamineral. Tarwaka. Laporan Triwulan Enviroment Department.