Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM XII

Topik

: Asosiasi dan Interaksi Antar Spesies

Tujuan

: Untuk menentukan asosiasi dan interaksi antar spesies tumbuhan dalam suatu
komunitas.

Hari / Tanggal

: Rabu – Minggu/ 18 - 22 Februari 2015

Tempat

: Desa Tiwingan Baru Kec. Araniao Kab. Banjar

I.

ALAT DAN BAHAN

II.

1. Meteran

4. Kertas label

2. Patok

5. Alat tulis

3. Kertas koran

6. Kantong plastik

CARA KERJA
1. Menentukan area stand secara subyektif, yaitu pada vegetasi herba yang cukup
homogen.
2. Membuat area kajian seluas 10 x 10 m, dan menentukan sisi-sisi yang menjadi sumbu
X dan Y.
3. Menentukan 6 spesies tumbuhan untuk dikaji asosiasi dan interaksinya berdasarkan
kajian pola distribusi pada praktikum terdahulu (praktikum 3).
4. Mengambil plot sebanyak 100 buah plot ukuran 1 x 1 m 2 secara acak (sistem undian)
pada stand kajian tersebut.
5. Mencatat spesies apa saja yang terdapat pada setiap plot (diantara spesies yang telah
ditentukan) tanpa menghitung kerapatan maupun penutupannya.
6. Menyusun data yang didapat ke dalam tabel seperti di bawah ini :
No

Kombinasi

A dan B

A hadir, B

A tidak, B

A dan B

Jumlah

spesies

hadir (a)

tidak (b)

hadir (c)

absen

(e)

(d)
1.
2.

maka dikatakan bahwa kedua spesies itu terdistribusi secara acak. 4. maka bahwa kedua spesies ada asosiasi. b. 7. Dari perhitungan X2 dalam tabel contigency di atas. B b (a + b) – k = 1 c (a + c) – k = m d 100 – (k + 1 + m) (O – H)2 H = k absen c = A absen.3. Bila X2 hitung < X2 tabel. B hadir d = A dan B absen 8. Bila X2 hitung > X2 tabel. . atau tidak ada asosiasi. maka dapat ditentukan apakah dua spesies ada asosiasi atau tidak dengan cara : a. 8. 7. Untuk menentukan apakah dua spesies yang berbeda ada asosiasi atau tidak menggunakan perhitungan X2 dengan menggunakan tabel contigency seperti di bawah ini : Simbol dan deskripsi a = A dan B Jumlah kuadrat observasi a hadir Jumlah kuadrat harapan (H) X2 = (a + b) x (a + c) 100 b = A hadir. 6. 5. dst .

Suatu asosiasi adalah unit vegetasi yang hanya menempati suatu bagian di permukaan bumi yang relatif sempit. b) Jenis dependen. dan hewan herbivor. Asosiasi jenis tumbuhan tidak berarti merupakan bentuk yang harmonis dari berbagai kegiatan yang bertujuan sama. yang hanya dapat hidup pada niche tertentu karena hadirnya tumbuhan lain. Penentuan asosiasi positif dan negatif berdasarkan perbandingan jumlah kuadrat teramati dan yang diharapkan menurut kesempatan. c) Jenis pelengkap. c) Terdapat pada tipe habitat yang relatif konsisten (Barbour et al. b) Memperlihatkan fisionomi relatif seragam. Interaksi antara berbagai populasi dapat memodifikasi potensi genetis tiap spesies untuk menghasilkan suatu komunitas. karena persaratan untuk hidup mencukupi dengan menempati . Menurut Kongres Botani Internasional tahun 1910. maka asosiasinya adalah positif. Mereka memperlihatkan adanya pengaruh populasi non-tumbuhan. yaitu suatu tempat atau daerah dengan kondisi edafik tertentu. tidak bersaing satu sama lain.c. yang bersaing untuk sumber lingkungan yang sama dengan menempati strata sama. berdasarkan pada optimal ekologis dan kisaran ekologis (Barbour et al. seperti dari golongan dekomposer (bakteri dan fungi) yang ada dalam tanah. maka asosiasinya adalah negatif. 1987). hubungan tersebut dapat berupa: a) Pesaing langsung. Bila jumlah kuadrat teramati yang berisi species A dan B saja lebih besar dari yang diharapkan menurut kesempatan. suatu asosiasi harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : a) Mempunyai komposisi florostik relatif tetap. potongan parasitik. 1987). Sebaliknya jika jumlah kuadrat teramati yang berisi species A atau B saja lebih kecil dari yang diharapkan menurut kesempatan dan jumlah kuadrat teramati yang berisi kedua species lebih besar dari yang diharapkan menurut kesempatan. seperti lumut yang hanya tumbuh pada kondisi mikroklimat tertentu yang dihasilkan oleh pohon. III. TEORI DASAR Kebanyakan komunitas tumbuhan yang berada di alam ini terdiri atas lebih dari satu populasi. dan jumlah kuadrat teramati yang terisi kedua species lebih kecil dari yang diharapkan menurut kesempatan. Namun adanya individualitas tumbuhan tidak berarti menghambat adanya hubungan tertentu di antara tumbuhan dalam suatu komunitas.

Dua populasi slaing menarik satu sama lain. atau irama musiman yang berbeda (Muller – Dombois & Ellenberg. . Hal yang sama juga terjadi pada interaksi negatif yang akan menghasilkan hubungan spatial negatif yakni. dan hadir dalam pola nonrandum. maka dua individu tersebut dalam populasi dikatakan tersebar secara acak (Hardjosuwarno. 1974). maka kemungkinan besar akan diketemukan partner yang tumbuh berdekatan. Leiman (1978). Kalau satu partnernya didapatkan di dalam sapling. kajian level asosiasi itu dapat ditempuh dengan memasangkan jenis yang diteliti dengan parameter kekerapan.strata yang berbeda. Jika tidak ada interaksi antara populasi yang mana lokasi individu suatu spesies tidak berpengaruh terhadap lokasi individu spesies lainnya. dua populasi saling mengusir satu sama lain dan hadir dalam pola non randum atau regular. Menurut Kershaw (1973). 1994). atau mengelompok. Pengambilan sampel di lapangan berdasarjkan premis (dasar pikiran) bahwa interaksi positif akan menghasilkan hubungan ruang (sparial) positif antara partnernya.

Borreria alata) Blumea balsamifera ada. tidak ada Stachytarpheta jamaicensis ada Blumea balsamifera dan Stachytarpheta jamaicensis tidak ada jumlah Ʃ Plot 28 19 20 33 100 Tabel 3.IV.Mitracarpus villasus) Blumea balsamifera ada. tidak ada Eupatorium odoratum ada Blumea balsamifera dan Eupatorium odoratum tidak ada jumlah Ʃ Plot 46 1 51 2 100 Tabel 2. (Kombinasi Blumea balsamifera . Eupatorium odoratum tidak ada Blumea balsamifera.Borreria alata) NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera .Eupatorium odoratum) Blumea balsamifera ada.Stachytarpheta jamaicensis) NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera . Stachytarpheta jamaicensis tidak ada Blumea balsamifera.Eupatorium odoratum) NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera . Mitracarpus villasus ada Blumea balsamifera ada. (Kombinasi Blumea balsamifera . Mitracarpus villasus tidak ada Blumea balsamifera. tidak ada Borreria alata ada Blumea balsamifera dan Borreria alata tidak ada jumlah Ʃ Plot 29 18 18 35 100 .Stachytarpheta jamaicensis) Blumea balsamifera ada. Eupatorium odoratum ada Blumea balsamifera ada. (Kombinasi Blumea balsamifera . tidak ada Mitracarpus villasus ada Blumea balsamifera dan Mitracarpus villasus tidak ada jumlah Ʃ Plot 34 13 17 36 100 Tabel 4. Stachytarpheta jamaicensis ada Blumea balsamifera ada. (Kombinasi Blumea balsamifera . Borreria alata tidak ada Blumea balsamifera. HASIL PENGAMATAN A = Blumea balsamifera B = Eupatorium odoratum C= Stachytarpheta jamaicensis D= Mitracarpus villasus E= Borreria alata Tabel 1.Mitracarpus villasus) NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera . Borreria alata ada Blumea balsamifera ada.

Borreria alata) Eupatorium odoratum ada. (Kombinasi Stachytarpheta jamaicensis . (Kombinasi Eupatorium odoratum . tidak ada Borreria alata ada Stachytarpheta jamaicensis dan Borreria alata tidak ada jumlah Ʃ Plot 31 16 17 36 100 .Tabel 5. Borreria alata ada Eupatorium odoratum ada.Borreria alata) Stachytarpheta jamaicensis ada. (Kombinasi Eupatorium odoratum . Mitracarpus villasus tidak ada Stachytarpheta jamaicensis.Mitracarpus villasus) Kombinasi Stachytarpheta jamaicensis . Mitracarpus villasus ada Stachytarpheta jamaicensis ada.Mitracarpus villasus) Eupatorium odoratum ada. tidak ada Stachytarpheta jamaicensis ada Eupatorium odoratum dan Stachytarpheta jamaicensis tidak ada jumlah Ʃ Plot 44 50 3 3 100 Tabel 6. Borreria alata tidak ada Stachytarpheta jamaicensis. tidak ada Borreria alata ada Eupatorium odoratum dan Borreria alata tidak ada jumlah Tabel 8.Stachytarpheta jamaicensis) NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera .Borreria alata) NO 1 2 3 4 Kombinasi Stachytarpheta jamaicensis . Mitracarpus villasus ada Eupatorium odoratum ada. Mitracarpus villasus tidak ada Eupatorium odoratum.Borreria alata) NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera . Borreria alata ada Stachytarpheta jamaicensis ada. tidak ada Mitracarpus villasus ada Eupatorium odoratum dan Mitracarpus villasus tidak ada jumlah Ʃ Plot 48 49 2 1 100 Tabel 7.Mitracarpus villasus) NO 1 2 3 4 Kombinasi Blumea balsamifera . Borreria alata tidak ada Eupatorium odoratum. (Kombinasi Eupatorium odoratum . Stachytarpheta jamaicensis tidak ada Eupatorium odoratum. Stachytarpheta jamaicensis ada Eupatorium odoratum ada. (Kombinasi Stachytarpheta jamaicensis .Stachytarpheta jamaicensis) Eupatorium odoratum ada.Mitracarpus villasus) Stachytarpheta jamaicensis ada. tidak ada Mitracarpus villasus ada Stachytarpheta jamaicensis dan Mitracarpus villasus tidak ada jumlah Ʃ Plot 42 55 23 0 100 Ʃ Plot 36 12 14 38 100 Tabel 9.

(Kombinasi Mitracarpus villasus .Borreria alata) Mitracarpus villasus ada. Borreria alata ada Mitracarpus villasus ada.Tabel 10. Borreria alata tidak ada Mitracarpus villasus.Borreria alata) NO 1 2 3 4 Kombinasi Mitracarpus villasus . tidak ada Borreria alata ada Mitracarpus villasus dan Borreria alata tidak ada jumlah Ʃ Plot 32 20 15 33 100 .