Anda di halaman 1dari 4

Komplikasi Penyembuhan Luka

1. Jaringan Parut
Jaringan parut
penyembuhan

yang

bergantung

terbentuk
pada

sebagai

jumlah

hasil

kolagen

akhir

yang

proses

terbentuk.

Normalnya pada fase remodeling akan terjadi keseimbangan antara
pemebentukan kolagen dan pemecahannya oleh enzim. Apabila kolagen
yang terbentuk melebihi degradasiya akan terjadi jaringan parut hipertrofik
atau keloid.1,2
Jaringan parut dengan proliferasi kolagen yang berlebihan adalah
jaringan parut hipertrofik dan keloid. Keloid adalah jaringan parut yang
tumbuh melebihi batas awal luka, biasanya tidak mengalami regresi.
Keloid ini lebih sering terjadi pada pasien dengan kulit gelap dan juga ada
predisposisi genetic.3,4
Jaringan parut hipertrofik adalah jaringan parut yang tumbuh tapi
masih dalam batas luka awal dan biasanya sembuh secara spontan.
Jaringan parut hipertrofik ini biasanya dapat dicegah, contohnya pada
kasus luka bakar. Pada luka bakar, akan terjadi perpanjangan fase
inflamasi yang menyebabkan terjadinya proliferasi berlebih akibat aktivasi
fibroblast yang tinggi sehngga usaha utama untuk melakukan pencegahan
adalah dengan membantu fase inflamasi agar berlangsung lebih singkat.3
2. Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi disebabkan oleh salah satu dari proses melanosis
epidermis ataupun melanosis dermis. Respon inflamasi epidermis
menyebabkan pelepasan dan kemudian oksidasi dari asam arakidonat
menjadi prostaglandin, leukotrien dan produk lainnya. Produk inflamasi
ini merubah aktivitas dari sel imun dan melanosit. Spesifiknya, produk
inflamasi

ini

menstimulasi

melanosit

epidermal,

menyebabkan

peningkatan sintesis melanin dan kemudian meningkatkan transfer pigmen
untuk mengelilingi keratinosit. Demikian, meningkatkan stimulasi dan
transfer granul melanin menghasilkan hipermelanosis epidermal.
Sebaliknya, melanosis dermal terjadi ketika inflamasi mengganggu
lapisan sel basal, menyebabkan pigmen melanin terlepas dan kemudian

Cairan yang biasa digunakan adalah 0.3. Anestersi local yang biasa digunakan adalah lidokain 0. Perawatan Luka Prosedur penanganan luka berbeda-beda tergantung jenis luka namun secara garis besar terdiri dari pembersihan luka baik dengan irigasi maupun debridement dan penutupan luka. Prosedur penangan luka terbuka terdiri dari lima langkah yaitu : anestesi.5 Luka perlu dilakukan irigasi untuk menurunkan jumlah bakteri dan menghilangkan benda asing. Alkohol tidak diberikan pada luka karena bersifat toksik. irigasi persiapan kulit sekitar. debridement serta penutupan luka. Lidokain akan terasa sakit saat disuntuikkan.1.5%/1.terperangkap oleh sel imun besar yang dikenal sebagai makrofag pada papilla dermis. Keuntungan dari lidocaine adalah onsetnya cepat serta sedikit yang mengalami alergi. sehingga injeksi harus dilakukan perlahanlahan pada tepi luka secara subkutan. Kulit sekitar luka juga perlu dipersiapkan dengan larutan antibakteri seperti povidone iodine. Epinefrin bisa ditambahkan untuk membantu hemostasis dan memperpanjang kerja obat anestesi.3 . dan cairan yang mengandung surfaktan.9% saline.0%.

Metode ini lebih cepat daripada dengan jahitan tetapi presisinya lebih rendah. Campurlah air dengan cairan antiseptic (bisa berupa rivanol) atau dengan menggunakan larutan iodium. Tujuannya adalah untuk meminimalkan benda asing pada tubuh dan mencegah reaksi radang. Benang yang digunakan adalah benang yang tidak bisa diserap sehingga perlu untuk dilepas setelah 7-10 hari. Campurlah air dengan cairan antiseptic (bisa berupa rivanol) atau dengan menggunakan larutan iodium. tape. Cucilah luka tergores itu dengan cairan atau larutan yang telah disediakan. Usahakan jari tangan tidak menyentuh luka. 3. perekat jaringan. Luka lecet yang kotor atau infeksi. dengan menggunakan kassa.Langkah terkahir dar penanganan luka adalah penutupan luka. 2.3. jahitan digunakan dengan benang sekecil mungkin tapi bisa menahan luka dengan baik. benang dilepas setelah 5-7 hari. staples. Tape dan perekat jaringan digunakan pada luka superficial yang hanya memerlukan perlekatan di daerah luar saja. Usahakan jari tangan tidak menyentuh luka. dengan menggunakan kassa. Pada daerah dengan vaskularisasi yang baik seperti wajah. . Tujuan dari penutupan luka adalah membantu luka yang cukup lebar yang sulit untuk menutp sendiri dengan proses normal. Metode yang tersedia untuk menutup luka adalah dengan jahitan. atau balut dengan kassa dan plester. Penutupan dengan jahitan paling sering digunakan. Balurkan larutan iodium pada luka.6 Studi Kasus Luka tergores 1. 2. dan skin graft/skin flap. lalu biarkan luka terbuka untuk kering. Benang yang dapat diserap digunakan pada daerah dermis atau daerah yang sulit untuk dilakukan pelepasan. Cucilah luka tergores itu dengan cairan atau larutan yang telah disediakan. 1. Lokasi penjahitan juga mempengaruhi waktu pelepasan benang. contohnya terjatuh dari sepeda.4 Metode lainnya adalah menggunakan staples bedah. Sedangkan skin graft/skin flap digunakan untuk luka besar yang apabila ditutup dengan metode biasa akan menyebabkan struktur normal kulit terganggu.

2012. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Dalam: Thorne CH.3. Leong M. 3. Dalam: O’Leary P. 15-22. Grabb and Smith’s Plastic Surgery. Daftar pustaka 1. Stankiewicz M. p. Galiano RD. lalu tutupi luka dengan kassa steril. Gurtner GC. dan kompres luka dengan kassa yang dibasahi oleh larutan iodium (jangan terlalu basah. Hentikan perdarahan dengan balut tekan menggunakan kain atau kassa. 2002. 2. Tutup dengan kassa dan plester atau band aid. 2007. Dalam: Sabiston Textbook of Surgery. Edisi ke-19. Cochrane Database of Systematic Review. Scuffham P. Sherrif KL. 4. 2012. Surgical Wound Healing and Management.1-16. bisa dikonsultasikan dengan dokter. Negative pressure wound therapy for skin grafts and surgical wounds healings by primary intention. Luka robek kecil. Schultz GS.23-32 6. 5. Gamelli RL. 2007. Phillips LG. Edisi ke-3. Jika terjadi infeksi. penyunting. Grabb and Smith’s Plastic Surgery. Chaboyer WP. The Physiology of Wound Bed Preparation. p. Wound Healing. p. . Switzerland: Informa Healthcare. cukup menempel di kassa saja). Amsterdam: Elsevier Saunders. penyunting. 4:1-45. 984-92. 3. p. Mustoe TA. Wound Healing Biology and Its Application to Wound Management. penyunting. Tutup luka dengan kassa antibiotik. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. p. bersihkan luka dengan menggunakan cairan antiseptic atau larutan iodium. lakukan ganti balut tiap hari sampai sembuh. Setelah perdarahan berhenti. penyunting. atau kompres dengan larutan iodine. Dalam: Thorne CH. 2. Edisi ke6. 4. Edisi ke-6. Wound Healing: Normal and Abnormal.107-32. Wound Care. Webster J. Dalam: Granick MS. Lawrence WT. contohnya luka tergores pisau 1. The Physiologic Basis of Surgery. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 2007.