Anda di halaman 1dari 13

MATERI TEACH OTHER

“ANALISA GAS DARAH”

Untuk memenuhi tugas kelompok
Stase Keperawatan Gawat Darurat

Anggota Kelompok :
Rizky Junitasari

14/376815/KU/17544

Pratiwi Wulan Dhari

14/376816/KU/17545

Esti Suciati

15/390670/KU/18382

Siti Khotijah

15/391049/KU/18439

Beatrix Siragih
Berta Yan Sevita
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

d. saturasi oksigen. c. pemeriksaan fisik. Pemeriksaan analisa gas darah dikenal juga dengan nama pemeriksaan “ASTRUP”. Kemampuan HB dalam mengangkut O2 dan CO2. kita harus menghubungkan dengan riwayat penyakit. tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya dari penilaian analisa gas darah dan keseimbangan asam basa saja. Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan penunjang yang dilakukan. sistem respiratori. . dan kelebihan atau kekurangan basa. yaitu suatu pemeriksaan gas darah yang dilakukan melalui darah arteri. Efisiensi pertukaran O2 dan CO2. Adapun tujuan dari pemeriksaan analisa gas darah adalah a. dan sistem renal (Wilson. 1999). Pengertian Analisa gas darah atau sering disebut blood gas analisa merupakan pemeriksaan penting untuk sakit kritis yang bertujuan untuk mengetahui atau mengevaluasi pertukaran oksigen. Analisa gas darah adalah salah tindakan pemeriksaan laboratorium yang ditujukan ketika dibutuhkan informasi yang berhubungan dengan keseimbangan asam basa pasien (Wilson. karbondioksida dari status asam basa dalam arteri. kadar karbondioksida. 1999). dan data-data laboratorium lainnya. Pemeriksaan gas darah arteri dan pH sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien-pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Gas darah arteri memungkinkan utnuk pengukuran pH (dan juga keseimbangan asam basa). Mengetahui keadaan O2 dan metabolisme sel b.Hal ini berhubungan untuk mengetahui keseimbangan asam basa tubuh yang dikontrol melaluitiga mekanisme. Tingkat tekanan O2 dalam darah arteri. yaitu sistem buffer. kadar bikarbonat.Analisa Gas Darah 1. oksigenasi.

jika tes ini akan diambil tanpa oksigen. 2. Arteri Radialis.45. Sedangkan. sehingga dapat terjadi percampuran antara darah vena dan arteri. 1999): 1.45 menunjukkan alkalosis atau alkalemia.35-7. Arteri Dorsalis Pedis. Persiapan Tidak ada persiapan khusus. konsentrasi oksigen harus tetap sama selama 20 menit sebelum tes. merupakan pilihan kedua. merupakan pilihan ketiga karena lebih banyak resikonya bila terjadi obstruksi pembuluh darah. pH darah lebih tinggi dari 7. Arteri Brachialis.Tempat-tempat pengambilan darah untuk AGD 1. Arteri femoralis berdekatan dengan vena besar. Arteri Femoralis. merupakan pilihan pertama yang paling aman dipakai untuk fungsi arteri kecuali terdapat banyak bekas tusukan atau haematoem juga apabila Allen test negatif. 1. Pemahaman mengenai keseimbangan cairan asam basa meliputi: e. Jika pasien menerima oksigen.35 menunjukkan asidosis atau acidemia. merupakan pilihan terakhir apabila pada semua arteri diatas tidak dapat diambil. Jelaskan prosedur dan tujuan dari tindakan yang dilakukan 2. pH darah pH normal di dalam darah dibutuhkan untuk banyak reaksi kimia di dalam tubuh. Jelaskan komplikasi yang mungkin timbul Kompetensi dasar lain yang harus dimiliki oleh perawat dalam melakukan analisa gas darah adalah sebagai berikut (Wilson. Jelaskan bahwa dalam prosedur pengambilan akan menimbulkan rasa sakit 3. Bila terdapat obstruksi pembuluh darah akan menghambat aliran darah ke seluruh tubuh / tungkai bawah dan bila yang dapat mengakibatkan berlangsung lama dapat menyebabkan kematian jaringan. f. 2. Rentang normal pH darah arteri adalah 7. 4. Pasien tidak memiliki pembatasan minum atau makan sebelum tes. 3. Tekanan parsial karbon dioksida (PCO2. pH darah yang kurang dari 7. Pa CO2) . Pasien harus bernapas normal selama pengujian. gas harus dimatikan selama 20 menit sebelum tes diambil.

Pemahaman mengenai analisa gas darah Setelah perawat mengambil sampel dan memberikan ke laboratorium.asidotik (< 22) atau alkalotik (>26). Bandingkan ketika jumlah tersebut dan cari dua kesamaan di acidity atau alkalinity untuk mengetahui ketidakseimbangan asam dan basa. 3. yang berhubungan dengan berkurangnya level bikarbonat. melainkan perawat seharusnya menginstruksikan pasien untuk melaporkan ada atau tidaknya perdarahan yang dapat terjadi setelah tindakan 3. 2. dan protein plasma) dan perubahan keseimbangan asambasa pada respiratori atau metabolik (Wilson. c. d. h. Adanya kompetensi bahwa dalam pengambilan gas darah tidak harus disuruh untuk pengambilan individual. Penatalaksanaan . peningkatan jumlah yaitu diatas +3 mEq/L mengindikasikan base excess.35) atau alkalotik (> 7. 1999). a. Analisa apakah HCO3. Pengukuran tidak langsung menggunakan penjumlahan total CO2 dan PaCO2. Analisa apakah pH asidotik (< 7. Bikarbonat (HCO3-) Kerja bikarbonat dengan carbonic acid untuk membantu meregulasi pH darah. Base excess/defisit Base excess/defisit bertujuan dalam memberikan informasi mengenai jumlah total buffer anion (bikarbonat. Berikut adalah pemahaman yang harus dimiliki untuk menganalisa hasil analisa gas darah. b. yaitu langsung melalui pengukuran level bikarbonat. g. Analisa apakah PCO2 asidotik (> 45) atau alkalotik (< 35). Rentang normal bikarbonat yaitu 22-26 mEq/L (22-26 mmol/L). maka ketika hasil telah keluar. Jumlah base excess/deficit dibawah -3 mEq/L mengindikasikan base deficit. Bikarbonat diukur melalui dua cara. Sedangkan.45). perawat perlu memahami hasil tersebut dan menganalisanya.Rentang normal dari tekanan parsial karbon dioksida (P CO 2. hemoglobin. Pa CO2) yaitu 35-45 mmHg (torr).

Beri kapas alkohol dan tekan selama 10-15 menit untuk menghentikan pendarahan.Sampel darah diperoleh melalui arteri (biasanya di pergelangan tangan. sampel harus dibawa ke laboratorium sesegera mungkin untuk analisis. walaupun bisa di paha atau lengan) . Setelah darah diambil. Bersihkan lebih dahulu dengan antiseptik. Setelah darah telah diambil. Seorang perawat kemudian mengumpulkan darah dengan jarum steril kecil yang menempel pada jarum suntik sekali pakai. Mengarahkan pasien untuk tenang. Pasien mungkin merasakan berdenyut singkat atau kram di lokasi tusukan. dan terakhir adalah mengamati pasien untuk tanda-tanda pendarahan atau masalah sirkulasi Persiapan pasien : - Jelaskan prosedur dan tujuan dari tindakan yang dilakukan - Jelaskan bahwa dalam prosedur pengambilan akan menimbulkan rasa sakit - Jelaskan komplikasi yang mungkin timbul - Jelaskan tentang allen’s test Persiapan alat - Spuit 2 ml atau 3ml dengan jarum ukuran 22 atau 25 (untuk anak-anak) dan nomor 20 atau 21 untuk dewasa - Heparin - Yodium-povidin - Penutup jarum (gabus atau karet) - Kasa steril - Kapas alkohol - Plester dan gunting - Pengalas - Handuk kecil - Sarung tangan sekali pakai .

hindarkan tangan tersebut dan periksa tangan yang lain. tanggal dan waktu pengambilan. 10. metode pemberian oksigen. dan nama perawat yang bertugas pada tindakan tersebut. warna merah menunjukkan test allen’s positif.- Obat anestesi lokal jika dibutuhkan - Wadah berisi es - Kertas label untuk nama - Thermometer - Bengkok Prosedur pada tindakan analisa gas darah ini adalah sebagai berikut (McCann. Catat label nama pasien. Apabila tekanan dilepas. minta klien untuk membuka tangannya. 5. buka peralatan tersebut serta pindahkan label contoh dan tas plastik (plastic bag). tangan tetap pucat. Gunakan gerakan memutar (circular) dalam membersihkan area injeksi. temperatur suhu pasien. lepaskan tekanan pada arteri. 4. observasi warna jari-jari. 6. ibu jari dan tangan. Cuci tangan dan setelah itu gunakan sarung tangan. minta klien untuk mengepalkan tangan dengan kuat. nomor ruangan. Cara allen’s test. berikan tekanan langsung pada arteri radialis dan ulnaris. Jika pemeriksaan negatif. 8. Bila menggunakan peralatan AGD yang sudah siap. menunjukkan test allen’s negatif. 3. . 9. Palpasi arterti dengan jari telunjuk dan tengah satu tangan ketika tangan satunya lagi memegang syringe. Beritahu pasien alasan dalam melakukan tindakan tersebut dan jelaskan prosedur ke pasien untuk membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kooperatif pasien dalam melancarkan tindakan tersebut. dimulai dengan bagian tengah lalu ke bagian luar. 7. Bersihkan daerah yang akan di injeksi dengan alkohol atau povidoneiodine pad. Lakukan pengkajian melalui metode tes Allen. Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan sebelum memasuki ruangan pasien. 2. Cuci tangan dengan menggunakan tujuh langkah benar. 2004): 1. Jari-jari dan tangan harus memerah dalam 15 detik.

maka hasilnya akan meningkat. 19. Pantau tanda vital pasien. Pegang alat pengukur sudut jarum hingga menunjukkan 30-45 derajat. sebaiknya sampel . 14. Perhatikan untuk blood backflow di syringe. Ketika area injeksi arteri brankhial. Jika terdapat udara dalam sampel darah maka ia cenderung menyamakan tekanan sehingga bila tekanan oksigen sampel darah kurang dari 158 mmHg. 18. sedangkan pH tidak terpengaruh karena efek penurunan CO2 terhadap pH dihambat oleh keasaman heparin. dan observasi tanda dari sirkulasi. Pemberian heparin yang berlebihan akan menurunkan tekanan CO2. tekan gauze pad pada area injeksi hingga pedarahan berhenti yaitu sekitar 5 menit. 12. - Metabolisme Sampel darah masih merupakan jaringan yang hidup. area yang di injeksi diberikan balutan kecil dan direkatkan. posisikan jarum 60 derajat. 15. Jika muncul gelembung udara. 17. Oleh karena itu. Masukan jarum ke dalam penutup jarum atau pindahkan jarum dan tempatkan tutup jarum pada jarum yang telah digunakan tersebut. 13. Sebagai jaringan hidup. - Antikoagulan Antikoagulan dapat mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung. 16. Periksa syringe dari gelembung udara. pindahkan gelembung tersebut dengan memegang syringe ke atas dan secara perlahan mengeluarkan beberapa darah ke gauze pad. Faktor yang mempengaruhi pemeriksaan AGD - Gelembung udara Tekanan oksigen udara adalah 158 mmHg. Setelah mengambil contoh. Ketika pedarahan berhenti. ia membutuhkan oksigen dan menghasilkan CO2. Injeksi kulit dan dinding arterial dalam satu kali langkah. Pantau atau perhatikan risiko adanya pedarahan di area injeksi. Letakkan label pada sampel yang diambil yang sudah diletakkan pada ice-filled plastic bag.11.

goyangkan spuit sehingga darah tercampur rata dan tidak membeku - Lakukan penekanan yang lama pada bekas area insersi (aliran arteri lebih deras daripada vena) - Keluarkan udara dari spuit jika sudah berhasil mengambil darah dan tutup ujung jarum dengan karet atau gabus - Ukur tanda vital (terutama suhu) sebelum darah diambil - Segera kirim ke laboratorium ( sito ) . Nilai pH darah yang abnormal disebut asidosis atau alkalosis sedangkan nilai PCO 2 yang abnormal terjadi pada keadaan hipo atau hiperventilasi. Nilai pH akan mengikuti perubahan PCO2. - Suhu Ada hubungan langsung antara suhu dan tekanan yang menyebabkan tingginya PO 2 dan PCO2. apabila klien tidak mampu menoleransi nyeri. lakukan test allent untuk mengetahui kepatenan arteri - Untuk memastikan apakah yang keluar darah vena atau darah arteri. berikan anestesi lokal - Bila menggunakan arteri radialis. dapat disimpan dalam kamar pendingin beberapa jam. Hubungan antara tekanan dan saturasi oksigen merupakan faktor yang penting pada nilai oksigenasi darah Hal-hal yang perlu diperhatikan - Tindakan pungsi arteri harus dilakukan oleh perawat yang sudah terlatih - Spuit yang digunakan untuk mengambil darah sebelumnya diberi heparin untuk mencegah darah membeku - Kaji ambang nyeri klien. Jika sampel tidak langsung diperiksa. lihat darah yang keluar.diperiksa dalam 20 menit setelah pengambilan. apabila keluar sendiri tanpa kita tarik berarti darah arteri - Apabila darah sudah berhasil diambil.

35-7. Tingkat PCO2 dapat menjadi ABN saat sistem respirasi bekerja untuk mengkompensasi masalah Metabolic untuk menormalkan pH darah.0 kPa CO2&PCO2 menunjukkan masalah pernafasan.35-7. PCO2 yang meningkat Diinginkan pada beberapa perubahan yang berhubungan dengan kegagalan pernapasan yang dikenal sebagai hipercapnia permissive. yang mempengaruhi kapasitas pembawa oksigen darah. tingkat HCO3 dapat menjadi ABM saat ginjal bekerja untuk mengkompensasi masalah Pernapasan dengan tujuan menormalkan pH darah Base -3 to + 3 nmol/1 BEdigunakan utk mengkaji komponen metabolic dr perubahan Excess Asam-basa & menunjukan apakah pasien mempunyai asidosis Metabolic/alkalosis metabolic.7-6. dapat menghasilkan nilai oksigen konten abnormal rendah. BE<-3 biasanya menunjukkan pasien dengan asidosis. atau penyakit ginjal. metabolisme. PO2<60 mmHgsuplemen oksigen harus mmHg Diberikakn. BEmenunjukkan jumlah asam Yg dibutuhkan utk mengembalikan pH darah individu ke interval pH (7. HCO3 yg tinggi menunjukkan alkalosis metabolic.45. misalnya: Kebutuhan asam yang berlebihan dipindahkan dari darah untuk Mengembalikan pH kembali ke normal (pasien dgn metabolic . BE>+3menunjukkan pasien mempunyai darah yg memerlukan Peningkatan jumlah asam secara ABN untuk mengembalikan pH Ke netral (menunjukkan alkalosis) atau mengindikasikan pasien Dengan asidosis metabolic/primer atau sekunder terhadap alkalosis Respiratorik. HCO3 22-26 nmol/1 Ion HCO3 menunjukkan apakah ada masalah metabolic/ketoasidosis HCO3 yg rendah menunjukkan asidosis metabolic.35.3-13. PCO2 yang tinggi/asidosis respiratorik menunjukKan underventilation.untuk kecepatan (35-45) Metabolic yang konstan PCI2 ditentukan oleh ventilasi secara mmHg Menyeluruh. H>45 atau alkalosis (pH>7. Range 7. Hasil ini juga mungkin abnormal jika pasien telah mengalami trauma yang dapat mempengaruhi pernapasan (terutama kepala dan cedera leher).45 Interpretasi pH pH/H menunjukkan jika pasien asidosis (pH<7.3 kPa Oksigen yang rendah menunjukkan pasien tidak bernafas secara (80-100) Tepat(hipoksemia). H<35) H 34-45 nmol/1 (nM)Penjelasan dibawah PO2 9. PO2<26 mmHgpasien berisiko akan kematian dan Harus diberikan oksigen dengan segera Pco2 4.4. PCO2 yang rendah/alkalosis respiratorik Menujukkan hiper/overventilasi. seperti anemia. Gangguan.45) dgn jumlah CO2 pada nilai standar. Hasil Nilai-nilai yang berbeda dari yang tercantum di atas dapat menunjukkan pernapasan.

0 14. jika terkumpul karbondioksida.2 – ( +3 ) 95 -98 # PH turun PCO2 naik Asidosis Respiratorik adalah keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbondioksida dalam darah sebagai akibat dari fungsi paru-paru yang buruk atau pernafasan yang lambat. sehingga pernafasan menjadi lebih cepat dan lebih dalam.34 -7.Asidosis/primer atau sekunder terhadap alkalosis respiratorik).387 24.2 -8. . seperti: 1. Pneumonia berat 4. Emfisema 2. Tingginya kadar karbondioksida dalam darah merangsang otak yang mengatur pernafasan. Penyebab : Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat.2 ASIDOSIS RESPIRATORIK NORMAL 7.4 80.5 15. Kecepatan dan kedalaman pernafasan mengendalikan jumlah karbondioksida dalam darah. pH darah akan turun dan darah menjadi asam. Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat yang mempengaruhi paru-paru. Bronkitis kronis 3.44 35 – 45 89 – 116 22 – 26 22 – 29 . Edema pulmoner 5. PEMERIKSAAN PH PCO2 PO2 HCO3 TCO2 BASSE EXCESS SATURASI O2 HASIL 7. Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan. Dalam keadaan normal. Asma.87 44.

seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam. Pada akhirnya. darah akan benar-benar menjadi asam. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma. Seiring dengan menurunnya pH darah. salah satu diantaranya adalah diabetes melitus tipe I. pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Tetapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam. 2. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit. ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya. dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula. Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik. yang menekan pernafasan. 3. Bahkan jumlah asam yang normalpun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Jika diabetes tidak terkendali dengan baik. tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonatdalam darah.Selain itu. Penyebab : Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama: 1. Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut. Kelainan fungsi ginjal ini dikenal . ASIDOSIS METABOLIK PH turun HCO3 turun Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan.

diberikan obat pereda nyeri. Gagal ginjal b. yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Ketoasidosis diabetikum d. asetazolamid atau amonium klorida f. Penyebab utama dari asidois metabolik: a. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Demam 5. paraldehid. Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal) c. Bahan beracun seperti etilen glikol. Kadar oksigen darah yang rendah 4. Pengobatan : Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Overdosis aspirin. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah: 1. yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam. memperlambat pernafasan bisa meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah kecemasan. Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat) e. metanol.sebagai asidosis tubulus renalis. . Jika penyebabnya adalah rasa nyeri. overdosis salisilat. Sirosis hati 3. ileostomi atau kolostomi ALKALIOSIS RESPIRATORIK # PH naik PCO2 turun Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah. Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare. Rasa nyeri 2. Penyebab : Pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi.

kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya selama mungkin. 1997. Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid). Penggunaan diuretik (tiazid. Mosby itu Klinis Keperawatan. furosemid. . Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung 3.Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya. St Louis: Mosby. 4th ed. Pada kasus yang jarang. alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10 kali. sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik ALKALIOSIS METABOLIK # PH naik HCO3 naik Alkalosis Metabolik adalah suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat. Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadangkadang dilakukan di rumah sakit. Penyebab : Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Selain itu. Juni. Daftar pustaka Thompson. asam etakrinat) 2. terutama setelah pembedahan perut). Jika kadar karbondioksida meningkat. Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama mungkin. dkk. Penyebab utama akalosis metabolik: 1. gejala hiperventilasi akan membaik. alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah.