Anda di halaman 1dari 8

47

PROPOSAL KEGIATAN
SENAM LANSIA DI PANTI ASUHAN HARMONI
KOTA BLITAR

OLEH
KELOMPOK II
Alosius Gagung, S. Kep
Almoldad Seo, S. Kep
Ambrosius T. Hornay, S. Kep
Antonius Darwin, S. Kep
Aprilia Evarini, S. Kep
Arfiandi Sukmawan, S. Kep
Arnoldus Yansen Seran, S. Kep
Bibik Wahyu. L, S. Kep
Fransiskus Tanesi, S. Kep
Muhamad Saleh Nuwa, S. Kep
Nidul Mufidah, S. Kep
Noftan K. Soinbala, S. Kep
Petrus Waluwanja, S. Kep
Robertus Ludung, S. Kep
Steven Mandala, S. Kep
Yosep Prayogo Widodo, S. Kep

0912084
0912083
0912085
0912093
0711017
0711024
0912097
0711052
0912139
0912200
1012088
0912207
0912218
0912229
0912253
0711023

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PATRIA HUSADA
BLITAR
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penuaan adalah suatu proses akumulasi dari kerusakan sel somatik yang diawali
oleh adanya disfungsi sel hingga terjadi disfungsi organ dan pada akhirnya akan

48
meningkatkan risiko kematian bagi seseorang. Apabila dilihat dari sudut pandang yang
lebih luas, proses penuaan merupakan suatu perubahan progresif pada organisme yang
telah mencapai kematangan intrinsik dan bersifat irreversibel serta menunjukkan adanya
kemunduran sejalan dengan waktu.
Pada hakikatnya menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang
telah melalui tiga tahap kehidupannya, yaitu : masa kanak-kanak, masa remaja, dan masa
tua. Tiga tahap ini berbeda, baik secara biologis maupun psikologis. Memasuki masa tua
berarti mengalami kemunduran baik fisik maupun psikis.
Corak perkembangan proses penuaan bersifat lambat namun dinamis dan bersifat
individual baik secara fisiologis maupun patologis, karena banyak dipengaruhi oleh
riwayat maupun pengalaman hidup di masa lalu yang terkait dengan faktor biologis,
psikologis, spiritual, fungsional, lingkungan fisik dan sosial. Perubahan struktur dan
penurunan fungsi sistem tubuh tersebut diyakini memberikan dampak yang signifikan
terhadap gangguan homeostasis sehingga lanjut usia mudah menderita penyakit yang
terkait dengan usia misalnya: stroke, Parkinson, dan osteoporosis dan berakhir pada
kematian. Penuaan patologis dapat menyebabkan disabilitas pada lanjut usia sebagai akibat
dari trauma, penyakit kronis, atau perubahan degeneratif yang timbul karena stres yang
dialami oleh individu. Stres tersebut dapat mempercepat penuaan dalam waktu tertentu,
selanjutnya dapat terjadi akselerasi proses degenerasi pada lanjut usia apabila
menimbulkan penyakit fisik.
Oleh karena itu diperlukannya pelaksanaan program terapi yang diperlukan suatu
instrument atau parameter yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kondisi lansia,
sehingga mudah untuk menentukan program terapi selanjutnya. Tetapi tentunya parameter
tersebut harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dimana lansia itu berada, karena hal
ini sangat individual sekali, dan apabila dipaksakan justru tidak akan memperoleh hasil
yang diharapkan. Dalam keadaan ini maka upaya pencegahan berupa latihan-latihan atau
terapi yang sesuai harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.salah satunya yaitu
memlalui kegiatan senam lansia
Untuk itu dalam kegiatan Praktek Keperawatan Gerontik mahasiswa Prodi S1
Keperawatan Pendidikan Profesi Ners STIKes Patria Husada Blitar, akan melakukan
kegiatan senam kesehatan jasmani lansia dan senam kegel.

B. TUJUAN.
1

Tujuan Umum.
Setelah dilakukan senam diharapkan lansia di panti asuhan harmoni dapat
meningkatkan kwalitas hidup pada lansia lansia di panti asuhan harmoni.

Tujuan Khusus.
a) Meningkatkan rentang gerak lansia dipanti asuahan harmoni.

49
b) Memperlambat proses penuaan melalui kegiatan senam lansia.
c) Meningkatkan fungsi organ-organ tubuh.
d) Memanfaatkan waktu luang lansia dengan kegiatan senam lansia.

BAB II
SATUAN KEGIATAN
A. NAMA KEGIATAN
Senam lansia (senam tera lansia dan senam kegel) di panti asuhan harmoni
B. JENIS KEGIATAN.
1. Perencanaan.
a) Persiapan.

50
1) Koordinasi dengan petugas di Panti Asuhan Harmoni Kota Blitar
2) Koordinasi dengan Kepala Panti Asuhan Harmoni Kota Blitar
b) Acara
Kegiatan

Penanggung Jawab

No

Waktu
Jam 07.30-08.30

1.

5 menit

Pembukaan

45 menit

Pelaksanaan Senam tera Arnoldus Y.Seran

5 penutupan

lansia dan senam kegel

Almoldad Seo

Penutup dan Doa

2.

Pelaksanaan
Tekhnis pelaksanaan
a) Tahap persiapan
1)

Disusun proposal kegiatan

2)

Konsolidasi dan koordinasi

3)

Dilakukan koordinasi dan konsolidasi dengan petugas di Panti


Asuhan Harmoni Kota Blitar

b) Tahap pelaksanaan
Penjelasan kepada kepala Panti Asuhan Harmoni dan Petugas akan diadakan
Senam Lansia.
C. WAKTU DAN TEMPAT.
Hari/tanggal

: Selasa , 13 Maret 2012-Jumat 16 Maret 2012

Waktu

: Pukul 07.30 selesai

Tempat

: Panti Asuhan Harmoni

D. MEDIA

Laptop
Sound system

E. Pelaksana Kegiatan
1. Mahasiswa Stikes Patria Husada Yang Praktek di Panti Asuhan Harmoni Kota Blitar
sebanyak 9 orang.
2. Petugas Panti Asuhan Harmoni Kota Blitar sebanyak 6 orang.
F. Susunan Pelaksana Kegiatan

51
Koordinator Kegiatan

: Almoldad Seo

Sekretaris

: Arnoldus Y. Seran

Bendahara

: Bibik Wahyul

G. Sasaran
Semua lansia di panti asuhan harmoni
Demikian proposal ini kami susun untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya

Blitar, 13 Maret 2012


Menyetujui
Pembimbing Institusi

Kepala Panti Asuhan "Harmoni " Kota Blitar.

Soegijono
Ningarti Wulandari, S.Kep, Ns
NIK.

MATERI
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SENAM KEGEL PADA LANSIA
1. Pengertian
Senam Kegel adalah suatu latihan otot dasar panggul Puboccoccygeus (PC) atau Pelvic
Floor Muscle yang digunakan untuk terapi pada seseorang yang tidak mampu mengontrol
keluarnya

urine.

2. Tujuan
a) Menguatkan otot-otot yang mengontrol aliran urine (air seni)
b) Mencegah prolaps uteri atau turunnya rahim (pada wanita)
c) Untuk mengatasi urgo incontinence / inkontinensia urgensi (keinginan berkemih yang
sangat kuat sehingga tidak dapat mencapai toilet tepat pada waktunya)
d) Untuk meningkatkan kemampuan mengontrol dan mengatasi ejakulasi dini serta ereksi
lebih lama pada pria
e) Mengencangkan oto-otot vagina pada wanita

52
3. Manfaat Senam Kegel
a) Latihan kegel dapat menguatkan otot-otot yang mengontrol alur dari urin (air
seni). Pada umumnya disarankan bagi pria atau wanita yang memiliki masalah
inkontinensia urin (tidak mampu menahan BAK)
b) Untuk wanita dapat mencegah prolaps uteri (turunnya rahim).
c) Senam kegel teratur dapat mengencangkan otot-otot vagina sehingga cengkeraman
vagina pada penis saat bersenggama bertambah kuat dan mengakibatkan kepekaan
rangsang vagina bertambah.
d) Pada pria, kegel berguna untuk mengatasi urge incontinence yaitu keinginan
berkemih yang sangat kuat sehingga tidak dapat mencapai toilet tepat pada
waktunya.
e) Pria juga dapat meningkatkan kemampuan mengontrol dan mengatasi ejakulasi
dini serta ereksi lebih lama.
f) Pada pria, latihan ini akan mengangkat testis dan mengencangkan otot kremaster
sama seperti mengencangkan anus sphincter. Hal ini disebabkan karena otot
Puboccoccygeus (PC) dimulai dari daerah sekitar anus.
4. Cara melakukan senam kegel
a) Senam kegel sangat mudah dilakukan di mana saja dan tanpa seorang pun tahu.
b) Langkah pertama, posisi duduk atau berbaring, cobalah untuk mengkontraksikan otot
panggul dengan cara yang sama ketika kita menahan kencing. Anda harus dapat
merasakan otot panggul Anda meremas uretra dan anus. Apabila otot perut atau
bokong juga mengeras maka Anda tidak berlatih dengan otot yang benar.
c) Ketika Anda sudah menemukan cara yang tepat untuk mengkontraksikan otot panggul
maka lakukan kontraksi selama 10 detik, kemudian istirahat selama 10 detik
d) Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai 10-15 kali per sesi. Sebaiknya latihan ini
dilakukan tiga kali sehari.
e) Latihan kegel hanya efektif bila dilakukan secara teratur dan baru terlihat hasilnya 812 minggu setelah latihan teratur.
5.

Persiapan Alat :
1. Arloji
2. Matras/Karpet
3. Tape Recorder + lagu (pelengkap)

4. Ruangan yang nyaman, tenang


6. Persiapan Pasien dan lingkungan
1. Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk buang air kecil dulu
2. Pasien dipersiapkan untuk mengikuti senam
3. Pasien dipersilahkan duduk diatas matras/karpet
7. Pelaksanaan
a) Pasien dianjurkan untuk mengambil posisi duduk atau berbaring

53
b) Anjurkan pasien untuk mengontraksikan otot panggul dengan cara yang sama ketika
menahan kencing (Pasien harus dapat merasakna otot panggul ) meremas uretra dan
anus.
c) Bila otot perut atau pantat juaga mengeras maka pasien tidak berlatih dengan otot yang
benar.
d) Putar musik/ lagu-lagu yang bernada lembut
e) Jika pasien sudah menemukan cara yang tepat untuk mengkontraksikan dalam
hitungan (1-10) atau selama 10 detik, kemudian istirahat selama 10 detik
f) Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai 10-15 kali per sesi
g) Latihan ini dilakukan 3 kali sehari.
h) Latihan Kegel hanya efektif bila dilakukan secara teratur dan baru terlihat hasilnya 812 minggu

54

Anda mungkin juga menyukai