Anda di halaman 1dari 11

BAB I.

REVIEW DAN INTRODUKSI
AERODINAMIKA
1.1. Review Mekanika Fluida dan Termodinamika
Pada bab ini akan disampaikan review ilmu mekanika fluida dan ilmu
review termodinamika yang sangat penting dalam ilmu konversi energi suatu
sistem aliran. Dalam aliran subsonik, untuk luasan aliran yang mengecil
aliran dipercepat, dan karena tenaga kinetik aliran meningkat maka tenaga
potensial turun, demikian juga tekanannya. Sedangkan untuk luasan aliran
yang membesar aliran akan melambat, dan karena tenaga kinetik aliran
menurun maka tenaga potensial naik, demikian juga tekanannya.
Sebaliknya untuk aliran supersonik, untuk luasan aliran yang mengecil
aliran diperlambat, dan karena tenaga kinetik aliran menurun maka tenaga
potensial naik, demikian juga tekanannya. Sedangkan untuk luasan aliran
yang membesar aliran dipercepat, dan karena tenaga kinetik aliran
meningkat maka tenaga potensial turun, demikian juga tekanannya.
Perhatikan derivasi berikut:
1.

Persamaan kontinuitas (Hukum Kekekalan Massa)

Untuk aliran tunak
(1)

2.

Persamaan tenaga (Hukum Kekekalan Tenaga)

Untuk aliran tunak
(2)

Bila q = 0 (proses adiabatis)
(3)

(5-3) Aliran isentropis : (secara praktis) Adalah aliran yang adiabatis.  (6) b) Aliran dapat mengkonduksi panas Kenaikan entropy terjadi akibat gradien suhu. Persamaan momentum (hukum Kekekalan Momentum)  Diturunkan dari Hukum Newton II  Berlaku untuk aliran tak tunak  Pengaruh viskositas dalam aliran diabaikan (INVISCID)  “Persamaan Euler” (4) Untuk aliran tunak : atau (Persamaan Bernoulli) (5) 1) Bila p dianggap konstan (aliran incompressible) (5-1) 2) Bila p berubah (aliran compresspible) (5-2) 3) B i l a p b e r u b a h . tak mengkonduksikan panas. kenaikan entropy terjadi akibat gradien kecepatan. penampang konstan) Dari (1)  u = konstan Dari (5)  udu+dp = 0  d(u)u+dp =0 d(u2)+ dp =0 u 2 + p = konstan atau 4. Karena didalam aliran entropy akan berubah bila a) Aliran viscons.3.  (7) . A = l u a s p e n a m p a n g k o n s t a n . inviscid. ( a l i r a n kompressible.

5. Kecepatan perambatan usikan (kecepatan suara) perubahan kecepatan akibat perubahan tekanan dalam  proses isebtropis o Proses isentropis o Proses yang didalamnya terdapat gradien sangat kecil sehingga kuadrat gradien menjadi sangat kecil atau perubahan entropy sangat kecil. Hubungan antara Kecepatan-Luasan dalam aliran isentropis HKM (1) uA= konstan  ln(puA)= In+lnu+ in A =konstan (9-1) - Bernoulli (5) & isentropis : dibagi a2 Digabung : (9-2) . dianggap pula sebagai proses isentropis o Oleh karenanya. kecuali dalam aliran dimana gradien suhu dari gradien kecepatan sangat besar.Koefisien transpor  dan k dalam aliran pada aerodinamika umumnya diabaikan. dan kecepatan penjalarannya adalah yang dikenal dengan kecepatan suara (8) Bilangan Mach (8-a) 6. misalnya dalam  Lapis batas  Wakes Aliran tidak isentropis  lnti vortex  Shock waves. usikan (disturbance) dalam aliran incompressible menjalar secara isentropis.

Subsonik dan supersonik. Dalam shock ini akan terdapat – gardien tekanan.du < 0 diperlambat  dp < 0 tekanan turun  dp > 0 tekanan naik  "ekspansi"  "kompresi"  nosel  . Shock Aliran dalam saluran luasan konstan : Bila dalam saluran terdapat shock (normal) sehingga aliran harus melewati shock tersebut maka 1u1 = 2u2 HKM (10) HK Mom (11) HKT (12) Shock yang terjadi sangat tipis (hanya beberapa kali jarak antar molekul).dA> 0 Subsonik M < 1 Supersonik M > 1 dA <0  du < 0 diperlambat  du > 0 dipercepat  dp>0 tekanan naik  4 dp < 0 tekanan turun  "kompresi"  "ekspansi"  difuser  nosel  du > 0 dipercepat  .difuser a) "nosel" konvergen — divergen p2 < p1 b) "difuser" konvergen — divergen p2 > p1 1. Boundary Layer. Liepmann & Roshko) bahwa (13) Persamaan Prandtl-Meyer a* = kecepatan snara dalam shock . kecepatan dan rapat massa yang sangat tajam  dalam shock tidak isentropis.2. Dari persamaan diatas dapat dibuktikan (Elements of Gasdynamics.

M2 adalah SUBSONIK (gambar b)  shock yang terjadi lemah. M2 adalah SUPERSONIK (gambar a) kecuali untuk daerah kecil  sedikit dibawah max. . Karena tekanan turun (ekspansi)  proses terjadi secara isentropis  Isentropis  Tak ada shock Shock waves miring a) Normal shock b) Shock miring ( Clancy. Bisa dilihat pada (Elements of Gasdynamics Liepmann & Roshko. Perubahan dari M < 1  M > 1 tak terjadi shock.Artinya : aliran yang normal terhadap shock. tekanan naik mendadak (kompresi) (pressure jump). 264) Hubungan antara M1. Halaman 87. (lihat gambar) untuk suatu harga dan M1 yang sama ada dua kemungkinan jawaban a) Sudut shock (wave angle) 1 b) Sudut shock (wave angle) 2 > 1  Untuk harga yang lebih besar (2) shock lebih kuat  Untuk shock kuat ini (strong shock).  "tak isentropis" b. Dari M > 1  M < 1 setelah melewati shock terjadi perubahan tekanan mendadak. 267 Mach number sesudah shock : Sudut defleksi  : (Liepmann & Roshko. 87) Untuk  <max. atau buku lain) Clancy. M2. setelah melewati shock berubah a) Dari supersonik M > 1  (subsonik) atau b) Dari subsonik M < 1  M > 1 (supersonik) a.

Dalam praktek :  shock yang lebih lemah ini "yang terjadi" dengan kenaikan entropy yang lebih kecil dan yang lebih kecil. Tenaga kinetik —> tenaga potensial a) Lewat sudut  b) Untuk defleksi yang kecil  = kecil Lewat ujung lancip. Aliran supersonik lewat wedge :   M2 < M1 kecepatan turun karena luasan mengecil  P2 < P1 —> terjadi kompresi. M2 = subsonik. sehingga Iebih kuat. Untuk tikungan halus n     0 s  0 "isentropis" Gerakan Shock pada Airfoil dengan Naiknya Angka Mach Angka Mach Kritis : (suatu aerofoil)  (Mcr ) Adalah angka Mach dari free-stream yang mengakibatkan Angka Mach lokal dalam medan aliran ada yang mulai mencapai Satu  kondisi ini adalah batas bawah dari daerah aliran transonuik  sedikit diatas  permukaan atas Iebih cembung  shock dipermukaan bawah lebih cepat mundur kearah T. halus. .!  Penurunan kecepatan   Dapatkan kompresi aliran supersonik berlansung secara isentropis ?  "dapat"  yaitu dengan belokan yang licin. tidak simetri Strength = kekuatan gelombang kejut berbanding langsung dengan sudut defleksi  CATATAN :  Kenaikan tekanan — berbanding langsung dengan   Kenaikan entropy  3 . kenaikan entropy sangat besar.E.  shock yang Iebih kuat ( = 2 ).