Anda di halaman 1dari 2

A.

Patofisiologi
Asam folat dibutuhkan dalam pembentukan unsur Thymedine dari
asam

nukleat.

Berkurangnya

asam

folat

akan

menyebabkan

pembentukan/sistesis DNA terhalang sehingga menghalangi pematangan inti


sel. Di pihak lain, sintesis RNA dan protein dapat berlangsung terus.
Akibatnya ialah terjadinya ketidakseimbangan dalam proses pertumbuhan
eritrosit; komponen sitoplasma (terutama Hb) disintesa dalam jumlah banyak
sedang proses pemisahan/pembelahan sel terhalang.
Berkurangnya asam folat dapat terjadi karena :
1. Makanan/diet kurang asam folat
Hal ini banyak dijumpai di daerah tropik dan sering ditemukan di klinik.
Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain : pecandu alkohol, penyakit
kronik, usia tua, gangguan mental, food faddism, kemiskinan.
2. Kebutuhan yang meningkat
Dijumpai misalnya pada : kehamilan, bayi, hipertiroidisma,keganasan dan
sirosis hati.
3. Malabsorpsi folat
a. Karena penyakit : coeliac pada anak, steatorrhoe idiopatik, seriawan
tropik. Pada seriawan tropik, yang merupakan penyakit endemik di
Indonesia, lesi dapat dijumpai di seluruh bagian usus halus.
b. Karena kerja antagonistik obat, misalnya :
1) Antikonvulsan : fenobarbital, Dilantin
2) Kontrasepsi oral : Pirimidone
3) Anti kanker : Methotrexate
4. Reseksi Usus
Reseksi Usus yang luas

B. Pengobatan
1. Pengobatan non farmakologi
Mencukupkan asupan nutrisi asam folat
2. Pegobatan farmakologi
Untuk defisiensi asam folat diberikan asam folat 1-5 mg/hari secara oral
selama 1-5 minggu.
Terapi: Asam Folat
Mekanisme : Folat berperan dalam sintesis nukleoprotein dan pemeliharaan
eritropoiesis normal. Indikasi : Anemia megaloblastik yang
disebabkan defisiensi asam folat Peningkatan kebutuhan
asam folat pada kondisi kehamilan Profilaksis defisiensi
asam folat pada pemakaian antagonis asam folat
Absorpsi

: Asam folat dari makanan harus mengalami hidrolisis, reduksi,


dan metilasi pada saluran pencernaan agar dapat diabsorpsi.
Perubahan asam folat menjadi bentuk aktifnya, tetrahidrofolat,
membutuhkan vitamin B12 (sianokobalamin).

Dosis

: Folat oral 1 mg setiap hari selama 4 bulan Kontraindikasi :


pengobatan anemia pernisiosa dimana vitamin B12 tidak
efektif

Efek

Samping

perubahan

pola

tidur,

sulit

berkonsentrasi, iritabilita, anoreksia, mual, distensi abdominal,


flatulensi. Interaksi Obat : o Asam aminosalisilat : menurunkan
konsentrasi plasma folat o Inhibitor dihidrofolat reduktase :
menyebabkan defisiensi folat o Sulfalazin : menyebabkan
defisiensi folat o Fenitoin : menurunkan konsentrasi plasma
folat.