Anda di halaman 1dari 9

Artikel Evaluasi Program

Evaluasi Program Sarana Pengolahan Air Limbah di Wilayah Kerja Puskesmas Tirtajaya
Periode Januari sampai dengan September 2015
Livia Kurniati Saputra
Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta

Abstrak

Setiap perumahan hendaknya mempunyai sarana pembuangan air limbah (SPAL) Rumah Tangga
yang memenuhi persyaratan kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan
Penggunaan penampungan tertutup di pekarangan yang dilengkapi dengan SPAL berjumlah
15,5%, 13,2 % menggunakan penampungan terbuka di pekarangan, dan 7,4% ditampung di luar
pekarangan. Salah satu program kesling di Puskesmas Tirtajaya adalah program pengawasan
sarana air bersih yang belum diketahui tingkat keberhasilannya pada periode Januari 2015
sampai dengan September 2015. Materi yang dievaluasi berupa laporan bulanan data dasar
penyehatan lingkungan dengan membandingkan cakupan terhadap tolak ukur menggunakan
pendekatan sistem. Dari hasil evaluasi didapatkan masalah dari keluaran dan diambil dua
prioritas masalah: cakupan Pengawasan SPAL Rumah Tangga 46,79% target 60% dan cakupan
SPAL Rumah Tangga Memenuhi Syarat 34,52% target 60%. Penyebab masalah tersebut :
kurangnya petugas kesling dan kader, tidak tersedianya sarana penyuluhan SPAL Rumah Tangga,
tidak dilakukan pemetaan SPAL, pembagian tugas lintas program dan lintas sektoral belum jelas.
Penyelesaian masalah memilih dan melatih kader, melengkap sarana penyuluhan SPAL,
melakukan pemetaan SPAL, dan mengkoordinasi pembagian tugas secara lintar sektoral dan
program. Setelah hal tersebut dilakukan diharapkan pencapaian program pengawasan SPAL
periode berikutnya dapat megalami peningkatan.
Kata kunci : Evaluasi program, Tirtajaya, kesling, SPAL.

cuci.4% ditampung di luar pekarangan. 13.7%). Kepulauan Riau (74.. dan kakus.2 % menggunakan penampungan terbuka di pekarangan. Kalimantan Timur (74. Masuknya air limbah domestik yang tidak diolah ke lingkungan dapat mengakibatkan menurunnya kualitas air di badan air penerima seperti sungai.1%). Penampungan tertutup di pekarangan lebih tinggi di perkotaan juga yaitu sebesar 7. Apabila meresap ke dalam tanah atau masuk ke dalam sungai maka unsur tersebut akan mencemari air tanah dan lingkungan. Air limbah domestik mengandung bahan organik tinggi dan bakteri berbahaya bagi kehidupan.5%). kesehatan sehingga perkantoran. mandi. dan penghuninya dapat hidup dengan nyaman asrama.3 domestik. perniagaan.5%. Bangka Belitung (73.7%) dibandingkan dengan pedesaan (7. kesehatan penduduk yang memanfaatkan air limbah secara langsung juga dapat terganggu. bekas memasak. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2013 dilakukan pemeriksaan pada . dan 7.3% dibanding dengan pedesaan yang sebesar 5.2.1 masyarakan kematian dan akibat dilengkapi dengan sarana Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan lima provinsi dengan proporsi Rumah Tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi adalah DKI Jakarta (78. Bali (72.8%).Artikel Evaluasi Program Latar Belakang Setiap perumahan hendaknya Air limbah domestik adalah air mempunyai sarana pembuangan air limbah limbah yang berasal dari usaha dan atau (SPAL) Rumah Tangga yang memenuhi kegiatan persyaratan pemukiman.2%). banyak Rumah Tangga yang Berdasarkan Kantor Kementerian dan tidak Lingkungan Hidup.9%). yang kemudian dapat menyebabkan berbagai masalah antara lain: ekologi di gangguan aliran keseimbangan sungai.5%. Penampungan air limbah Rumah Tangga di Indonesia umumnya dibuang langsung ke got (46. Sehingga perlu dilakukan pengolahan air limbah sebelum dialirkan ke sungai atau meresap ke dalam tanah. apartemen. hal tersebut dapat menyebabkan penurunan derajat kesehatan meningkatkan angka penyakit infeksi. rumah makan.9%). 60% pencemar badan pembuangan air limbah yang memenuhi air di daerah perkotaan adalah air limbah persayaratan kesehatan. Air limbah ini berasal dari air bebas dari tempat perindukan vektor. Dewasa ini. Persentase Rumah Tangga yang memiliki SPAL lebih tinggi di perkotaan (18. Penggunaan penampungan tertutup di pekarangan yang dilengkapi dengan SPAL berjumlah 15.

044 keluarga yang diperiksa.460 (73.4 milyar orang Tangga di Puskesmas Tujuan Umum di dunia masih menggunakan sarana Mengetahui hasil kegiatan dan masalah- sanitasi unimproved.79%) rumah tangga yang memiliki SPAL dari 6. Data saat pengawasan SPAL Rumah Tangga di ini wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya pada menunjukkan orang-orang yang . September 2015. dan menindaklanjuti upaya perbaikan lingkungan berkaitan improved dari 54% menjadi 68% secara SPAL Rumah global. mengetahui tingkat keberhasilan program pengawasan SPAL Rumah Tangga. Target pengawasan program SPAL di Kabupaten Karawang pada tahun 2015 adalah sebesar 80%. Target global MDGs adalah 77% Tirtajaya periode Januari sampai dengan yang berarti pencapaian masih kurang 9%. Sebesar 40% orang – masalah yang ada pada program orang ini tinggal di Asia Selatan. Berdasarkan hal. kamar mandi dan dapur yang sebesar 24% walaupun masih berada di memenuhi standar baku mutu kesehatan bawah target MDGs.Artikel Evaluasi Program 364. proporsi Rumah Tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi improved adalah sebesar 61%. 3 tahun Asia Tenggara sendiri menempati urutan 2014 Pengamanan Limbah Cair Rumah ke Tangga didefinisikan sebagai melakukan mengunakan sanitasi unimproved di dunia. 4-7 Selama periode MDGs diperkirakan terjadi peningkatan tingkat sanitation empat Catatan sebagai negara Pemeriksaan yang Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menunjukkan di Kecamatan Tirtajaya didapatkan 4.8 lingkungan dan persyaratan kesehatan yang mampu memutus mata rantai penularan penyakit.9 yaitu sekitar 700 juta orang. Berdasarkan World Health Organisation (WHO) .United Nations International Emergency Fund Children's (UNICEF) Joint Monitoring Programme for Water Supply and Sanitation bulan Juni 2015. Pada tahun 2015 diperkirakan sekitar 2. kegiatan pengolahan limbah cair di rumah Walaupun demikian Asia Tenggara sendiri tangga yang berasal dari sisa kegiatan sebenarnya telah mengalami peningkatan mencuci. dengan pembagian 72% di daerah perkotaan dan 47% di pedesaan.420 keluarga di Kabupaten Karawang menggunakan fasilitas sanitasi unimproved dan di Sahara Afrika dua kali lebih banyak di didapatkan pengolahan air 66.3% limbah memiliki sehat.hal di atas maka diilakukan evaluasi program yang sudah dijalankan. Pada banding dengan Asia Timur. Sedangkan Peraturan Menteri Kesehatan No.

Jawa Barat. Kabupaten Karawang. Kabupaten Karawang. pengolahan Tirtajaya pada periode Januari sampai data. dan intepretasi data dengan September 2015. Data dibandingkan dengan tolok ukur yang telah ditentukan dengan menggunakan pendekatan sistem sehingga ditemukan Tangga yang memenuhi syarat di masalah pada program Pengawasan SPAL wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya Rumah pada periode Januari sampai dengan diberikan September 2015. Tangga) 2. Diketahuinya cakupan pengawasan program SPAL Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya pada periode Januari sampai dengan September  2015. analisis data. proses. lingkungan. yang terdiri dari: Tolok ukur merupakan nilai acuan atau standar yang telah ditetapkan dan digunakan sebagai target yang harus dicapai pada tiap-tiap variabel sistem. Jawa Barat pada periode Januari sampai dengan September 2015. Pencatatan dan Pelaporan Rumah Tujuan Khusus Metode   Diketahuinya jumlah SPAL Rumah Evaluasi Tangga di wilayah kerja Puskesmas melakukan pengumpulan data. Usulan berdasarkan dan saran penyebab dari pemecahan masalah dengan menggunakan Sasaran Seluruh sarana pengolahan air limbah pendekatan sistem. . periode Januari sampai dengan September 2015. yang meliputi masukan. Inspeksi sanitasi (SPAL 2015. rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya. dan umpan balik pada program sarana pengolahan air limbah.Artikel Evaluasi Program periode Januari sampai dengan September 1. Diketahuinya cakupan SPAL Rumah dilakukan Pengawasan dengan SPAL cara Rumah Tangga di Puskesmas Tirtajaya periode Januari sampai dengan September 2015. Gambar 1: Pendekatan Sistem Materi Materi yang dievaluasi dalam program Pengawasan SPAL Rumah Tangga di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tirtajaya. masing-masing unsur keluaran sebagai Tangga. keluaran.

pesawahan dan tambak. Tirtajaya tahun 2014.338 jiwa laki-laki dan Puskesmas Tirtajaya.628 km atau 11.Pendataan jumlah SPAL Rumah Tangga . 48 Dusun/RW.Data Geografis a. mencakup 11 Desa. b. Data demografi Puskesmas Tirtajaya Kecamatan Tirtajaya tahun 2014. Tenaga Petugas Kesehatan Lingkungan (Sanitarian) : 1 orang sebagai koordinator program dan pelaksana program. Dan data tersier diambil dari Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Tirtajaya. dan Data geografi Puskesmas Tirtajaya Kecamatan Data Khusus Masukan a.Pemetaan SPAL Rumah Tangga .066 Kepala Keluarga (KK). Desa Sabajaya.Buku pedoman Kesling: Ada .756 jiwa yang UPTD terdiri dari 45.Artikel Evaluasi Program Sumber Data dan Jenis Data Jumlah penduduk di wilayah kerja UPTD Data sekunder dalam evaluasi ini diambil dari Penyehatan Catatan Data Lingkungan.Pengawasan/ inspeksi SPAL Rumah Tangga .Pencatatan dan Pelaporan .Sarana transportasi: Ada c. yang meliputi daratan. Batas wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya:  Sebelah Utara : Laut Jawa  Sebelah Selatan :Kecamatan   Jayakerta Sebelah Barat : Kecamatan Batujaya Sebelah Timur: Kecamatan Cibuaya Luas wilayah Kecamatan Tirtajaya ± 113. Lokasi da Batas-Batas Puskesmas Gedung UPTD Puskesmas Tirtajaya terletak di Jalan Raya PisangsamboPangakaran. dan 27.418 Jiwa perempuan. 131 RT. Metode . Kecamatan Tirtajaya 45. Sarana Medis : Non-Medis : - Infocus : Tidak ada Layar : Tidak Ada Leaflet : Tidak Ada Lembar balik : Tidak Ada Poster : Tidak Ada Formulis inspeksi SPAL Rumah Tangga : Ada .362 Ha. Kecamatan Tirtajaya.Penyuluhan mengenai SPAL Rumah Tangga . Dana Data Umum 1.Alat tulis : Ada . periode Januari sampai dengan September 2015. Puskesmas Tirtajaya berdasarkan pada Dasar tahun 2014 yaitu sebesar 90. Kabupaten Karawang. Data Demografi Dana APBD : cukup BOK : cukup c.

dilaksanakan Pendataan 1.00  – 12. tanah.00 Perencanaan Pengawasan/inspeksi rumah diperiksa  Perencanaan kegiatan pengawasan SPAL rapat  bulanan Puskesmas. dan .  Pengawasan Pencatatan dilakukan setiap kegiatan Tirtajaya dilaksanakan program pengawasan SPAL Rumah sedangkan pelaporan Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh hasil pencapaian  Adanya pencatatan setiap bulan dan saat tahuan dan pelaopran secara berkala melakukan pengawasan SPAL Rumah tentang kegiatan pengawasan SPAl Tangga. Rumah Tangga ke tingkat Kabupaten I petugas kesehatan lingkungan Keluaran Pelaksanaan Sesuai dengan rencana dan metode yang telah ditetapkan. Cakupan SPAL Rumah Tangga berkala:  tentang Tangga dilakukan di setiap awal bulan. Tangga Tangga dibuat satu bulan sebelumnya pada 12. oleh petugas kesehatan lingkungan terlatih pada hari kerja dari pukul 08.  Inspeksi dilakukan secara berkala Fisik dalam 1 tahun oleh petugas kesehatan Sebagian besar Kecamatan Tirtajaya lingkungan pada hari kerja dari jam daratannya diliputi sawah. WIB.00 WIB. Penyuluhan diberikan berkaitan dengan Pelaksanaan kegiatan inspeksi SPAL pembuatan SPAL Rumah Tangga yang Rumah Tangga 1 kali dalam 1 minggu baik dan benar.  Adanya rapat bulanan di Puskesmas dilakukan dari Memenuhi Syarat 34.00 dengan formulir inpeksi SPAL Rumah program Rumah –  Penyuluhan mengenai SPAL Rumah dimulai Tangga dilakukan jika kondisi rumah dengan pendataan rumah yang akan yang diinspeksi tidak memenuhi syarat. diinspeksi.79% secara 2.52% Januari sampai September 2015 berupa jumlah Lingkungan SPAL Rumah Tangga yang ada. Cakupan Pengawasan SPAL Rumah Tangga 46.Artikel Evaluasi Program Proses 08.

tamat 67. masalah 42. di karena mempengaruhi akses untuk mendapatkan sarana SPAL Rumah Perumusan Masalah Tangga yang memenuhi syarat. inspeksi. Peran serta perilaku masyarakat Tangga dengan besar masalah 22%. a. penyuluhan. SLTA Ini berkaitan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan masih rendah. PT 2.10%. pengawasan SPAL Rumah Tangga lengkap semua kegiatan (pendataan. Umpan Balik  Syarat dengan besar Kesimpulan Adanya rapat kerja bulanan bersama Dari hasil evaluasi program pengawasan Kepala Puskesmas satu bulan satu kali SPAL Rumah Tangga yang dilakukan guna membahas laporan kegiatan dan dengan mengevaluasi program yang telah wilayah kerja dilaksanakan.44%. 2. Cakupan pengawasan SPAL Rumah 3. dan Non Fisik pembinaan) 1.5%.Dampak langsung seperti meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang SPAL Rumah Tangga dan menurunnya angka kesakitan dan ekmatian akibat penyakit berbasis lingkungan . tamat SD/SLTP 20. Persentase masyarakat Tirtajaya yang tidak tamat SD 9. Hal mengenai derajat kesehatan masayarakat pekerjaan dapat menjadi hambatan wilayah kerja Puskesmas Tirtajaya. b.Artikel Evaluasi Program sungai. Cakupan SPAL Rumah Tangga Tidak semua masyarakat berperan Memenuhi aktif.50%. Tirtajaya pada periode Januari sampai cara pendekatan UPTD sistem di Puskesmas dengan September 2015 dikatakan belum . Dampak . Pada musim hujan jalanan di  Adanya pencatatan dan pelaporan beberapa desa yang belum di aspal yang menjadi becek dan terkadang banjir. Pendidikan Rata – rata pendidikan penduduk waktu masyarakat Tirtajaya masih termasuk rendah. Sosio ekonomi Masih banyak penduduk masyarakat Tirtajaya yang mempunyai sesuai yang dengan ditentukan kurun dapat digunakan sebagai masukan dalam perencanaan program pengawasan SPAL Rumah Tangga selanjutnya.Dampak tidak langsung meningkatnya penghasilan rendah.95%.

2. Global Water 2000 Report.79% syarat sebesar 34. Departemen Kesehatan Republik kesehatan lingkungan dalam 3 bulan.pdf Dalam 1 bulan Pengembangan Kesehatan. Dalam 3 bulan menyiapkan infocus.  dan Pedoman Teknis Kesehatan Supply and Sanitation Assessment Saran  pengetahuan Jakarta : Depkes RI. 2009. sarana penyuluhan baik perorangan Ditularkan Melalui Air. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Jakarta : maupun Depkes RI. Cakupan pengawasan SPAL Rumah Daftar Pustaka Tangga  sebesar belum 1. Meningkatkan koordinasi dan pelatihan kader Kader dapat membantu mengawasi   Lingkungan Buku II. dari: meningkatkan 5. Pedoman Instrumen . Laporan Hasil Riset sarana SPAL Rumah Tangga dan Kesehatan Dasar (RISKESDAS) memberikan Nasional 2010.id/data/lapriskesdas. 2000. lintas sektoral dan lintas program melalui Indonesia.917. 3. dan Melakukan pemetaan pada setiap desa Diunduh tanggal 25 September untuk melakukan pengawasan SPAL 2013 Rumah Tangga.Geneva. lembar balik. poster untuk Indonesia. Jakarta : Depkes RI. Penyuluhan penyuluhan harus kelompok. Departemen Kesehatan Republik frekuensi inpeksi menjadi 2x dalam 1 Indonesia. sampel rumah untuk diinspeksi. Hasil Survei Kesehatan pengambilan Nasional (SUSENAS) tahun 2004. Cakupan SPAL Rumah Tangga yang Barat. Badan Penelitian penyuluhan tentang SPAL Rumah Tangga serta PHBS. 2004. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa mencapai target. Program Air Bersih dan minggu. 4. Sanitasi. kemudian mengambil http://www.kebumenkab. bersifat lintas sekotral dan program yang diharapkan Penyakit yang 7.52% belum mencapai target.kesehatan. WHO/UNICEF. go. 2004. 6.Artikel Evaluasi Program berjalan dengan baik melihat kepada akan menambah angka keberhasilan program sebagai masyarakat tentang SPAL Rumah berikut: Tangga sehingga mengubah sikap dan  Jumlah SPAL Rumah Tangga yang ada perilaku. Buku Kumpulan Peraturan memenuhi 46. Departemen Kesehatan Republik leaflet.  12. Trihono. 2007.

2014. Instrumen Penilaian Cakupan Pelayanan Upaya Kesehatan Wajib. . Jawa Barat. 8. Karawang : Puskesmas Tirtajaya.Artikel Evaluasi Program Penilaian Kinerja Puskesmas Provinsi Jawa Barat. Cetakan I. 2006.