Anda di halaman 1dari 9

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP

)
INISIASI MENYUSUI DINI

1. Tujuan
1. Untuk mengetahui cara inisiasi menyusui dini.
2. Untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam inisiasi menyusui dini.
2. Ruang Lingkup
Semua tindakan pelaksanaan inisiasi menyusui dini sebelum mahasiswa mendapatkan
pengalaman nyata di lapangan, wajib mendemonstrasikan pelaksanaan tindakan inisiasi
menyusui dini pada antar mahasiswa ini sebagai sarana praktek
3.

Uraian Umum
3.1 Jenis tindakan inisiasi menyusui dini yang dipergunakan adalah phantom yang biasa

dipakai untuk latihan tindakan pemeriksaan laboratorium
3.2 Indikator keberhasilan tindakan apabila dilakukan sesuai prosedur
3.3 Tehnik pelaksanaan dengan tepat
3.4 Prosedur operasional tindakan
3. Petugas
Pembimbing/penguji praktek laboratorium keperawatan
4. Intruksi Kerja
a. SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Partus Spontan
 Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar bersalin
 Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak

menggunakan obat kimiawi
Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya;
tanpa menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat

diikat.
Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di tengkuarpkan di dada-perut ibu
dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu.

Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari


puting sendiri.
Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu
jam; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi
bersentuhan sampai setidaknya 1 jam.

Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi. kecuali tangannya. tetap kontak kulit ibu-bayi selama  setidaknya 1 jam. Tidak diberi dot atau empeng. dikeringkan secepatnya terutama kepala tanpa menghilangkan vernix . Biarkan kulit Bayi bersentuhan dengan kulit ibu paling tidak selama satu jam. Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. beri tambahan waktu melekat padadada  ibu. bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. dalam jangkauan ibu  selama 24 jam. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Bayi dan ibu  diselimuti.  Biarkan bayi mencari puting sendiri. Bila operasi telah selesai. ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu. dibawa ke ibu. bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam. bayi dibedong. Bayi diberi topi.  diberi vit K. Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau selesai menyusu awal. Diperlihatkan  kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu. Dibersihkan  mulut dan hidung bayi. Beri waktu kulit  melekat pada kulit 30 menit atau 1 jam lagi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. b. SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Operasi Caesar  Dianjurkan suami atau keluarga mandampingi ibu dikamar operasi atau  dikamar pemulihan. Rawat gabung bayi: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar. bayi baru dipisahkan untuk ditimbang. . Bila bayi menunjukkan kesiapan untuk minum. bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. dicap. 30 menit atau 1 jam lagi. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Kalau bayi tak perlu diresusitasi. diukur. talipusat diikat. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk dinilai.

bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu jam. Tidak diberi dot atau empeng . Bayi – bayi dapat diberi topi. SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Gemelli  Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar bersalin. segera dikeringkan secepatnya terutama kepala. bayi kedua ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. atas indikasi medis. Beri waktu 30  menit atau 1 jam lagi kulit melekat pada kulit Rawat Gabung :Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar. Mulut dan hidung bayi dibersihkan. dalam jangkauan ibu selama 24 jam. kecuali tangannya. Ayah memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada  perawatan metoda kanguru. bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Ibu dan kedua bayinya  diselimuti. Bayi di tengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi.. Mulut dan hidung bayi dibersihkan.  Keduanya diselimuti. segera dikeringkan secepatnya terutama kepala. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi. Biarkan bayi mencari  puting sendiri. kecuali tangannya. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua. Bayi kedua lahir. diusulkan untuk  mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih. tanpa menghilangkan vernix .  talipusat diikat. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi.Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali c. Letakkan kembali bayi pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya. Tidak diberi dot atau empeng. bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam.  talipusat diikat. berikan bayi pertama pada ayah. Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi. Keduanya ditutupi baju ayah. tetap biarkan kulit ibu – bayi  bersentuhan sampai setidaknya 1 jam. Bayi dapat diberi topi. tanpa menghilangkan vernix . Rawat Gabung: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar.  Bayi pertama lahir. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis.

Indikator Inisiasi menyusui dini dilakukan secara benar dan hasil pelaksanaan bisa dilihat / disimpulkan. hand expression.d. Available from: http: www.pusatpromosikesehatan. menyelamatkan lebih dari satu juta bayi [artikel online]. 8-10 kali dalam 24 jam. SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Bayi Preterm  Segera berikan ASI secepatnya setelah periode postpartum  Tetapkan jadwal pemberian ASI. kontak kulit ke kulit  Cadangan ASI yang kurang harus diperhatikan setidaknya sampai hari ke-10.com . Referensi Irawati T. Agustus 2007 [cited Maret 2010]. misalnya massage payudara. Keterampilan dapat dilaksanakan secara sistematis tanpa bantuan dan 6. Menyusui pada satu jam pertama kehidupan dilanjutkan dengan menyusui eksklusif 6 bulan. lebih dari 6 jam Gunakan sumber non-kimiawi untuk mengoptimalkan produksi ASI. tepat. dengan interval tidak  5.

Bayi lahir. 7. 4.PENILAIAN UJIAN PRAKTEK LABORATORIUM Nama NIM Penguji Hari/Tanggal Keterampilan : : : : : Inisiasi Menyusui Dini Dilakukan NO Kegiatan Ya 1 I. segera dikeringkan secepatnya terutama kepala. tanpa menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi dibersihkan. Bayi di tengkuarpkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Bayi dapat diberi topi. Keduanya diselimuti. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. INSTRUKSI KERJA a. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu jam. tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam Tida k 0 Ket . Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. talipusat diikat. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi. Inisiasi Menyusu Dini Pada Partus Spontan 1. 5. kecuali tangannya. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar bersalin 2. Biarkan bayi mencari puting sendiri. Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak menggunakan obat kimiawi 3. 6. bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam.

Kalau bayi tak perlu diresusitasi. Bila bayi menunjukkan kesiapan untuk minum.8. bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam. kecuali tangannya. dicap. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk dinilai. talipusat diikat 3. Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau selesai menyusu awal. dibawa ke ibu. Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Bayi dan ibu diselimuti. 30 menit atau 1 jam lagi . Beri waktu kulit melekat pada kulit 30 menit atau 1 jam lagi 9. Biarkan kulit Bayi bersentuhan dengan kulit ibu paling tidak selama satu jam. bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu. Biarkan bayi mencari puting sendiri 6. 1. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. bayi dibedong. dalam jangkauan ibu selama 24 jam 11. dikeringkan secepatnya terutama kepala tanpa menghilangkan vernix . SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Operasi Caesar Dianjurkan suami atau keluarga mandampingi ibu dikamar operasi atau dikamar pemulihan 2. 10. bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Rawat gabung bayi: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar. tetap kontak kulit ibu-bayi selama setidaknya 1 jam 7. diberi vit K. beri tambahan waktu melekat padadada ibu. diukur. Dibersihkan mulut dan hidung bayi. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Bayi diberi topi 5. Diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu 4. Tidak diberi dot atau empeng b. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. bayi baru dipisahkan untuk ditimbang.

Bayi kedua lahir.8. diusulkan untuk mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih 10. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi. Keduanya ditutupi baju ayah 6. Bayi di tengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu.Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya 9. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar bersalin 2. segera dikeringkan secepatnya terutama kepala. talipusat diikat 3. Bila operasi telah selesai. Ayah memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada perawatan metoda kanguru. berikan bayi pertama pada ayah. Tidak diberi dot atau empeng c. segera dikeringkan secepatnya terutama kepala. Mulut dan hidung bayi dibersihkan. talipusat diikat 7. Keduanya diselimuti. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak .Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi. kecuali tangannya. kecuali tangannya. Bayi – bayi dapat diberi topi 8. Letakkan kembali bayi pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya. SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Gemelli 1. Ibu dan kedua bayinya diselimuti. tanpa menghilangkan vernix . Biarkan bayi mencari puting sendiri 5. Bayi dapat diberi topi 4. bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi.. Mulut dan hidung bayi dibersihkan. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua. ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu. Rawat Gabung: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar. tanpa menghilangkan vernix . Bayi pertama lahir. Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi. bayi kedua ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu.

bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam. Segera berikan ASI secepatnya setelah periode postpartum 2. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng d. 8-10 kali dalam 24 jam. dengan interval tidak lebih dari 6 jam 3. misalnya massage payudara. hand expression. kontak kulit ke kulit 4.satu jam. SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Bayi Preterm 1. dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi. Beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi kulit melekat pada kulit 10. tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam 9. bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Gunakan sumber non-kimiawi untuk mengoptimalkan produksi ASI. Cadangan ASI yang kurang harus diperhatikan setidaknya sampai hari ke10 JUMLAH . Tetapkan jadwal pemberian ASI. Rawat Gabung :Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar.

Jumlah ‘Ya’N Keterampilan CA TERUSIN KERJA ^_^X!!!uksi urine. Jika te NIP. ada h phantom yang biasa di X 100 100 = ……………. Sidoarjo. . N = (N Keterampilan x 60%) + (N Responsi x 40 %)=………. = YA BUAT INSTRUKSI 32 21 = N Responsi = ………. Penguji aktek laboratorium keperawatanroteinui glukosa pada urinsa dilihat/tat ^%ang tidak dipanasi..………….