Anda di halaman 1dari 6

TEORI PERENCANAAN DAN PERENCANAAN

PARTISIPATIF
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Teori Perencanaan
Semester Ganjil
Tahun Akademik 2013/2014

Disusun Oleh:
Milla Khaerunnisa

10070312071

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2013 M/1434 H

kecuali keinginan bersama untuk mencapai kesepakatan pada kepentingan yang dipertimbangkan umum bagi semua orang. sebagai satu-satunya kekuatan untuk menghasilkan kehendak yang berasal dari suatu penjelasan yang sahih. Menurut Habermas (1984) rasionalitas komunikatif adalah suatu cara untuk terlibat dalam usaha mencapai saling pengertian dalam suatu keadaan percakapan yang ideal (Sager. iteratif. Semua pihak yang terlibat dalam pembicaraan akan menghindari dorongan lain. dalam percakapan ideal pada keadaan tanpa dominasi. persepsi dan interpretasi berkenaan dengan persoalan dan isu yang diungkapkan dan dirundingkan. Perencanaan perlu difahami sebagai bersifat berhati-hati. dan fleksibel. untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki serta dapat diwujudkan dengan memperhatikan sumberdaya yang ada di wilayah tersebut. tetapi menciptakan ruang dialog antara berbagai pelaku dengan berbagai harapan. suatu komunitas dapat secara rasional memperoleh tujuan-tujuan yang diinginkan bersama. Dalam dialog.  Peranan Perencana Dalam Konsep Perencanaan Partisipatif Participatory Planning dipandang sebagai suatu “Proses sosial yang dinegosiasikan”. 1993). Rasionalitas komunikatif sepenuhnya dikembangkan hanya melalui dialog. 2002). Proses sosial dimana masyarakat perlu ikut serta untuk memudahkan analisis kolektif tentang persoalan masyarakat dan mencapai prioritas berdasarkan kesepakatan yang rumit dan tidak pasti.Teori merupakan pengetahuan yang mencakup cara untuk dapat mengerti dengan kejelasan tentang suatu hal tertentu dari sebuah disiplin keilmuan yang dilihat dari sebuah fakta yang ada atau dengan pemikiran yang rasional. Friedmann mengajukan konsep transactive planning. Perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan. Berdasarkan konsep ini proses perencanaan mentransformasikan pengetahuan ke dalam tindakan melalui urutan hubungan . dalam Nieras. Dalam pemikiran yang relatif sama. Perencanaan juga menawarkan suatu kesempatan unik bagi teknisi dan anggota masyarakat untuk berinteraksi dan menghubungkan pengetahuan (de Roux. Perencanaan partisipatif berhubungan dengan konsep rasionalitas komunikatif yang dikembangkan Habermas di tahun 1979. Bagi de Roux fokus utama Participatory Planning bukan menghasilkan suatu rencana.

politik. 2002). Dalam pendekatan Tindakan Komunikatif (Communicative Action). 1980). yang selanjutnya pada profesi perencana. perencanaan dipandang sebagai kegiatan yang bersifat interpretasi.antar orang yang terus menerus. dan cara bertindak secara aktif dihasilkan oleh anggota suatu masyarakat yang berkomunikasi satu dengan lainnya. prinsip-prinsip bertindak. dengan kata lain masyarakat mempunyai kedudukan dan fungsi utama dalam keseluruhan proses perencanaan ini. perencanaan dan isinya adalah suatu cara bertindak yang dipilih. percakapan memainkan peran sebagai politik dan teknik. Dalam konsep ini. mereka membentuk kepedulian dan harapan-harapan (Forester. 1973 dalam Sager. 1993). dan pembuatan keputusan publik (Brooks. sehingga pergeseran pendekatan perencanaan pembangunan akan membawa pergeseran peranan perencana dalam proses perencanaan pembangunan. Tindakan perencana tidak hanya teknis. peranan perencana tidak lepas dari teori yang mendasari perencanaan pembangunan. tetapi juga komunikatif. Dalam perencanaan. Mengacu pendekatan ini. Setiap teori perencanaan akan mempunyai implikasi yang berbeda pada peranan perencana dalam prakteknya. komunikasi dan menggambarkan para perencana ditanam dalam jalinan komunitas.  Peranan Perencanaan Dalam Teori Perencanaan Sebagai profesi yang menjalankan tugas membantu perencanaan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat. setelah pembicaraan. dalam waktu dan tempat yang khusus. Peranan perencana adalah sebagai fasilitator untuk menampung pembicaraan yang terjadi dan menjamin bahwa kaum marginalis juga mendapat kesempatan untuk didengar suaranya. Melalui hubungan skema klasifikasi paradigma perencanaan berdasarkan rasionalitas yang dibangun Sager (1993) dengan klasifikasi strategi perencanaan dari Brook (2002) perubahan peranan perencana dikaitkan dengan teori perencanaan akan tampak jelas : . pengetahuan untuk bertindak. dan bahwa itu harus tidak disesatkan ke dalam hubungan intrumental (Friedman. Istilah transactive mengindikasikan bahwa proses dijalankan dalam kontek tatap muka dengan saling menukar pengetahuan yang dimiliki perencana dengan pengetahuan pribadi klien. Friedman menekankan bahwa dialog adalah suatu hubungan sejajar antara dua orang.

didukung oleh para anggota suatu masyarakat yang berkuasa berhubungan dengan strategi perencanaan Non Rasionalitas Terpusat (Centralized NonRationality): perencana menghadapi politik. Melibatkan semua pihak yang saling bertatap muka dan berdialog untuk mencapai kesepakatan berhubungan dengan strategi perencanaan Non Rasionalitas Terdesentralisir (Decentralized Non-Rationality): perencana sebagai komunikator. Bounded Communicative Rationality Inti paradigmanya adalah menghalangi distorsi komunikasi yang terstruktur untuk meningkatkan kesempatan yang sama dan membangun dukungan suatu keberhasilan yang masuk akal dan pilihanpilihan yang adil. telah mulai mengacu pada paradigma Communicative Rationality. 2. serta mencari penyelesaian yang disepakati dalam komunikasi yang tidak diputarbalikkan. . praktek perencanaan pembangunan akan memberikan peranan yang berbeda bagi para perencana. 4.1. Instrumental Rationality Inti paradigmanya adalah mencari kombinasi cara yang mungkin untuk mencapai tujuan yang ditentukan. berhubungan dengan strategi perencanaan Rasionalitas Terdesentralisir (Decentralized Rationality): perencana sebagai aktivis politik. Dengan acuan teori yang berbeda. Bounded Instrumental Rationality Inti paradigmanya adalah mencari suatu alternatif yang memenuhi suatu cara-tujuan yang tidak jelas dan dipersempit (collapsed) sebagian. Secara umum praktek perencanaan. yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan dalam proses perencanaan dan perencana menjalankan peranan sebagai komunikator. Communicative Rationality Inti paradigmanya adalah mengorganisasikan dialog untuk meningkatkan demokrasi dan pertumbuhan personal. Melibatkan pemerintah melalui badan perencanaan. 3. Melibatkan pemerintah melalui badan perencanaan berhubungan dengan strategi perencanaan rasionalitas terpusat (centralized rationality): perencana sebagai ilmuwan terapan. Melibatkan pemerintah melalui lembaga perencanaan dan melibatkan masing-masing pihak yang berkepentingan dengan dibantu dan diwakili oleh para perencana. termasuk di Indonesia.

KESIMPULAN  Perencanaan memerlukan adanya aksi dari masyarakat yang melakukan perencanaan untuk pembangunan dan reaksi yang di hasilkan oleh pemerintah atau pemangku kepentingan (steakholder). Namun masih banyak dari pihak pemerintah yang tidak memberikan reaksi kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mau ikut andil dalam melakukan partisipatif. Dalam melakukan perencanaan yang melibatkan masyarakat juga harus aktif dalam melakukan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah lalu membuat keputusan perencanaan secara sepihak tanpa mempedulikan keinginan dan kebutuhan yang masyarakat itu sendiri. sedangkan masyarakat yang lebih tahu perencanaan yang dibutuhkan bagi lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu sangat penting peran perencana dalam teori perencanaan. tetapi pemerintah hanya mendengarkan aspirasi dari masyarakat tanpa memenuhi kesepakatan yang di bicarakan oleh pihak masyarakat dan pemerintahnya itu sendiri.  Dalam perannya sangat mempengaruhi pembangunan agar menghasilkan perencanaan pembangunan jangka panjang. serta melakukan perencanaan dibantu dengan pihakpihak yang terlibat agar dapat terwujudnya kebutuhan yang menunjang untuk perencanaan yang akan datang. Melibatkan semua yang berkepentingan dalam sebuah perencanaan untuk dapat berjalannya sebuah perencanaan yang telah di rencanakan oleh pemerintah. Pemerintah ingin semua masyarakat ikut dalam berpartisipatif untuk perencanaan yang dibutuhkan untuk masyarakat itu sendiri. untuk itu kita juga harus memahami teori-teori perencanaan yang dapat menunjang serta agar tercapainya tujuan yang telah di rencanakan. . sehingga perencanaan yang dibuat sesuai dengan peraturan pemerintah dan sesuai dengan teori perencanaan yang ada. Perencanaan juga harus rasional.

Brooks. 9. Cambridge. 79-118. T. Chicago : Planners Press APA.DAFTAR REFERENSI Sager. 2002. J.M. Friedmann. United Kingdom. Institut of Development Studies. Making Participatory Planning in Local Governance Happen. Planning Theory. M. Massachusetts : Blackwell Publisher. The Politics of Alternative Development. p. et al. A Rationality-Based Clasification. R. 200. Planning Theory for Practitioners. Nierras. . University of Sussex. 1992.P. 1993. Brighton. Empowerment.