Anda di halaman 1dari 22

ENDOKRINOLOGI

Oleh Dr. Anwar Ma’ruf, MKes., drh
PEMBAGIAN HORMON
Jenis hormon dapat dibagi berdasarkan :
a.

Luas Efek
1.

Local Hormone

2.

General Hormone

b.

Susunan Kimia
1.

Steroid (= Cholesterol)
· Cortex Adrenal : Cortisol dan Aldosteron
· Ovarium : Estrogen dan Progesteron
· Testis : Testosteron

2.

Derivat Asam Amino Tyrosin
· Tiroid : Thyroxine dan Triiodothyronine
· Medula Adrenal : Epinephrine dan Nor-Epinephrine

3.

Peptida/Protein
· Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone)
. Hormon selain yang tersebut diatas

c. Mekanisme Kerja terutama bila dilihat dari kelarutan
1.

Hidrofilik (larut air) : Sebagian besar hormon

2.

Hidrofobik (tidak larut air) : Hormon Steroid dan Hormon Tiroid

FUNGSI HORMON :
Mengontrol Tingkat Aktivitas dari Jaringan Target dengan Jalan :
1.

Mengubah Rekasi Kimia dalam Sel

2.

Mengubah Permiabilitas Membran Sel terhadap bahan spesifik

Sehingga fungsi hormon dapat dikatakan sebagai homeostasis.

MEKANISMA KERJA HORMON
1.

Melalui Cyclic AMP  Sebagian besar hormon
Membran

Cytoplasma

R
HORMON

E

ATP
Adenylcyclase

C
E

Cyclic AMP (cAMP)

P

= Second Messenger

T

Aktivasi Enzim

O
R

EFEK FISIOLOGIS

Hormon yang bekerja melalui cyclic AMP biasanya reaksinya lebih cepat bila
dibandingkan dengan yang bekerja melalui aktivasi gen.
Mekansme kerja hormon yang

melalui cyclic AMP dapat ditingkatkan

efeknya dengan memberikan suatu zat yang dapat menghambat kerja enzim
fosfodiesterase. Enzim fosfodiesterase bekerja merubah cyclic AMP menjadi 5-AMP,
dimana dengan perubahan tersebut menjadikan cyclic AMP tidak aktif yaitu dalam
bentuk 5-AMP.
Apabila aktifitas enzim fosfodiesterase dihambat oleh suatu zat misalnya
cafein maka perubahan cyclic AMP menjadi 5-AMP tidak terjadi, sehingga cyclic
AMP tetap aktif dan efek hormon berjalan. Hal ini dapat dilihat pada skema dibawah
ATP
Adenylcyclase
Cyclic AMP (Aktif)
Fosfodiesterase
5-AMP (Non Aktif)

Caffein

Hipofisis posterior = Neurohypofisis Sekresi suatu hormone dapat digambarkan seperti pada skema dibawah ini HIPOTHALAMUS Sekresi Hormon Sekresi RH (Releasing Hormone) IH (Inhibitory Hormone) Tractus Hypothalamico Hypophysialis Hypothalamic Hypophyseal Portal Vessels Hipofisis Posterior Hipofisis Anterior Hormon Disimpan Produksi Hormon . Hipofisis anterior = Adenohypofisis 2. Pars intermedia pada manusia rudimenter (tidak berkembang) kecuali pada hewan 3. Mengaktifasi gen dari sel sehingga mempengaruhi pembentukan protein spesifik Hormon Steroid Cytoplasma Hormon Steroid Terikat Receptor (Receptor Spesifik dalam Sel) Nucleus Aktivasi Gen Spesifik Membentuk m-RNA Cytoplasma Ribosom Membentuk Protein Baru Hormon yang bekerja melalui mekanisme kerja dengan mengaktifasi gen dari sel dengan mempengaruhi pembentukan protein spesifik biasanya reaksi lama.2. Hipofisis terdiri dari 3 bagian yaitu : 1.

Luteinizing Hormone (LH) Hormon FSH dan LH juga disebut sebagai Gonadotropic Hormone . ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) NEGATIVE FEEDBECK MECHANISM Hipotalamus IH RH Adenohipofisis _ Tropic Hormone + Target Gland Target Gland Hormone POSITIF FEEDBACK MECHANISM Bila kadar hormone Estrogen tinggi maka akan diikuti dengan tingginya hormon LH SEKRESI HORMON a.PENGUKURAN HORMON Kadar suatu hormone yang ada dalam serum atau plasma darah pada prisnsipnya dapat diukur dengan cara sebagai berikut : 1. Adrenocorticotropic Hormone (ACTH. Oxcytocin b. Thyrotropin) 4. Tyroid Stimulating Hormone (TSH. Growth Hormone (GH) 2. Bioassay 2. Prolactin (LTH = Luteotropic Hormone) 5. Adrenocorticotropin) 3. Hipofisis Anterior 1. Antidiuretic Hormone (ADH) 2. Hipofisis Posterior (Tempat penyimpanan) 1. Follicle Stimulating Hormone (FSH) 6. RIA (Radio Immuno Assay) 3.

Hormon ini disekresi oleh hipotalamus Hipofisis Posterior hanya sebagai tempat penyimpanan b. reptil dan amfibi. VASOPRESIN) a.c. manusia tidak ada MSH ANTIDIURETIC HORMONE (ADH. Efek :  · Menurunkan volume urine  · ADH menghemat air dan mengatur tekanan osmotik cairan tubuh  · ADH pada konsentasi sedang dan tinggi mempunyai fungsi pressor effect  sehingga disebut VASOPRESIN Mekanisme ADH dalam menurunkan volume urin digambarkan seperti pada skema di bawah ini Cairan Ekstrasel Hipertonik Air Keluar dari Supraoptic Nuclei (OSMORECEPTOR) Menkerut & Terangsang Merangsang Hipofisis Posterior Sekresi ADH Meningkatkan Permiabilitas Distal Tubule. Collecting Tubule dan Collecting Ductus terhadap Air Reabsorbsi Air . Pars Intermedia Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) terdapat pada ikan.

Sekitar Pulmonal Stretch Receptor Di Atrium Relaksasi Sekresi ADH Vasokontriksi Tekanan Darah Faktor yang merangsang sekresi ADH adalah sebagai berikut : · Trauma · Rasa Sakit · Cemas · Obat ( Morphin. Tranquilizer) Faktor yang menghambat sekresi ADH diantaranya adalah alkohol.Urine  Mekanisme ADH dalam meningkatkan tekanan darah digambarkan seperti pada skema di bawah ini Tekanan Darah Rendah (Perdarahan) Tekanan Atrium Rendah Baroreceptor . Nicotine. alkohol dapat menyebabkan diuresis dengan mekanisme sebagai berikut :   Alkohol Sekresi ADH  Dilatasi Afferen Arteriol GFR (glomerulo filtration rate) Diuresis Pada penderita diabetes diuresis dapat terjadi sampai 15 kali/hari .Sinus Caroticus .Aorta .

Adanya sekresi hormon prolaktin akibat menyusui dapat menyebabkan hambatan sekresi GnRH sehingga menyusui dapat menyebabkan proses kehamilan tidak terjadi. Pada keadaan graviditas uterus mempunyai kadar receptor oxytocin yang cukup banyak sehingga uterus menjadi lebih peka. Pada manusia menyusui dapat digunakan untuk mengatur kehamilan.OXYTOCIN Fungsi hormon oxytocin adalah 1. uterus dan vagina sehingga proses partus menjadi lancer.5 liter per hari. Mekanisme kerja oxytosin dalam pengeluaran air susu dan meningkatkan produksi air susu dapat dilihat pada skema dibawah : Rangsangan/hisapan bayi pada papila/aerola ma mae Medula Spinalis HIPOTHALAMUS Hipofisis Posterior Oxytocin Emosi Hipofisis Anterior Prolaktin GnRH  Myooepithelial Cells FSH & LH  Kontraksi MILK EJECTION Produksi ASI Ovulasi tidak Dalam waktu 0.5-1 menit setelah rangsangan pada papila mamae air susu sudah keluar. . pada manusia volume air susu sekitar 1. Kontraksi uterus pada saat partus dan fertilisasi ovum Oxytocin bekerja dengan meningkatkan kontraksi myoepithelial alveoli kelenjar mamae. Pengeluaran ASI untuk yang pertama kali (Milk Ejection = Milk Letdown) 2. Hal ini dapat dibuktikan pada keadaan hipofisektomi ternyata proses partus menjadi sangat lama. Sedangkan pada akhir kehamilan sekresi oxytocin meningkat dengan cepat akibat adanya rangsangan/iritasi/stretching pada cervic uteri.

Hormone ini disekresi oleh anterior pituitary bagian sel somatotropes/sel acidophil. Growth hormone berfungsi untuk merangsang pertumbuhan seluruh jaringan tubuh dengan jalan meningkatkan jumlah sel atau hyperplasia dan meningkatkan ukuran sel atau hipertropi. Stop Bleeding Spermatozoa lebih cepat sampai di tuba fallopii Fertilisasi lebih cepat GROWTH HORMONE (GH) Nama lain growth hormone adalah Somatotropic Hormone atau Somatotropin. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan adalah 1. uterus. sedangkan untuk IGF-I tersusun atas polypeptide dengan 70 asam amino. vagina) Medula Spinalis Hipotalamus Emosi Hipofisis Posterior Oxytosin Partus Pompa hisap 1. Bayi 2. Struktur kimia hormon pertumbuhan terdiri dari polypeptida yang tersusun atas 191 asam amino. Placenta 3. Growth hormone/Hormon pertumbuhan 2.Mekanisme oxytocin dalam merangsang partus dan fertilisasi ovum dapat digambarkan pada skema dibawah ini Rangsangan/iritasi/stretching (cervic uteri. Fungsi GH pada awal pertumbuhan merangsang seluruh organ tubuh. Hormon thyroxin . Jumlah sel somatotropes/sel acidophil sekitar 30-40 % dari semua sel yang ada pada hipofisi anterior. tetapi setelah dewasa karena epiphise menutup dan tulang berhenti memanjang maka pertumbuhan hanya terjadi pada soft tissue.

Pengaturan sekresi GH secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Perangsang Penghambat . exercise dll. Glukokortikoid  Kortis Walaupun demikian genetik dan gizi juga sangat menentukan proses pertumbuhan. Perangsang Sekresi GH adalah :  Hipoglikemia  Asam Amino (Arginine. masa remaja hormon androgen yang disekresi oleh testis. Insulin 5. Pada periode pertumbuhan cepat seperti bayi hormone yang sangat berperan adalah growth hormone dan thyroxin. Hormon sex yaitu androgen/testosteron dan Estrogen 4. hipoglikemia.3. Lecithen)  Exercise  Puasa  Tidur Penghambat Sekresi GH :  Glukosa darah meningkat  Somatostatin  Kortisol Sekresi GH pada masa anak-anak sampai dewasa naik turun tergantung nutrisi. ovarium dan cortex adrenal serta estrogen.

Mobilisasi lemak meningkat Meningkatnya sisntesis protein terjadi karena meningkatnya transport asam amino melalui membran sel ke dalam sel. .Penebalan tulang terus berjalan Efek metabolik GH adalah 1. meningkatnya ribosom di dalam sel lebih aktif dan meningkatnya pembentukan RNA dalam nukleus sehingga sintesis protein meningkat dan katabolisme protein serta asam amino menurun.Tulang berhenti memanjang . Meninkatkan sintesis protein 2. Penggunaan karbohidrat sebagai sumber energi menurun 3.Glukosa menurun Asam lemak bebas menurun Asam amino meningkat (arginin) Puasa Kehilangan kalori dalam waktu lama Tidur Exercise Puberty Estrogen Androgen Dopamine Acetylcholin Serotonin -Adrenergic agonists -Amino butyric acid Enkephalin Somatostatin Glukosa meningkat Asam lemak bebas meningkat Somatomedin GH -Adrenergic agonists Kortisol Senescence Kegemukan Pregnancy Somatomedin C atau Insulin-Like Growth Factor I (IGF-I) hormone yang memperantarai efek tidak langsung GH dalam pertumbuhan tulang dan tulang rawan. GH Hepar/Ginjal IGF-I/Somatomedin C Pertumbuhan Tulang dan Cartilago Epiphyse menutup (Pubertas) : . Sekresi IGF-I dirangsang oleh GH.

Mobilisasi lemak sebagai sumber energi meningkat dengan cara meningkatkan pelepasan asam lemak dari jaringan adiposa. Jadi kadar progesteron yang tinggi selalu disertai dengan kadar prolaktin yang rendah. Fungsi hormon ini adalah 1. Estrogen juga menghambat produksi air susu tetapi tidak menghambat sekresi prolaktin. Mobilisasi lemak yang terlalu tinggi dapat menyebabkan peningkatan acetoacetic acid dalam hepar sehingga terjadi ketosis. Mekanisme menurunnya penggunaan glukosa untuk energi tidak jelas.A meningkat dan akibatnya terjadi peningkatan energi. Terhadap Kelenjar Susu Proses laktasi mencakup tiga fase yaitu :  · Pertumbuhan dan deferensiasi kelenjar susu · Laktogenesis yaitu proses pembentukan air susu · Galaktopoisis yaitu proses mempertahankan laktasi Laktogenesis dihambat oleh progesterone karena sekresi prolaktin dihambat. 2. Pada akhir kehamilan progesteron turun lebih cepat dari pada turunnya estrogen. Meskipun prolaktin sudah dikeluarkan tetapi karena kadar estrogen pada saat itu . tetapi diduga : 1. Uptake glukosa oleh sel menurun sehingga glukosa darah meningkat GH menyebabkan menurunnya penggunaan glukosa sebagai energi sehingga GH mempunyai efek DIABETOGENIK PROLAKTIN Hormon prolaktin disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. GH menyebabkan mobilisasi asam lemak meningkat menyebabkan peningkatan asam lemak sebagai sumber energi akan menimbulkan feedback dengan jalan menghambat glikolisis. Meningkatkan deposisi glikogen sehingg gukosa dan glikogen kurang dipakai sebagai sumber 3. Jadi estrogen bekerja pada kelenjar susu. Pemberian zat penghambat prolaktin (bromocryptin) menyebabkan pembuatan air susu berhenti. Peningkatan asam lemak akan memacu beta oksidasi sehingga acetyl Co.

2. Rangsangan visual dan auditif juga menyebabkan sekresi prolaktin meningkat. Sentuhan pada papillae mamae menyebabkan ransangan terhadap hipothalamus sehingga sekresi prolaktin pada adenohipofisis meningkat.masih tinggi maka sintesis air susu pada saat itu belum tampak. Cortex adrenal terdiri dari 3 lapisan fungsional yaitu a. Zona glomerulosa yang mensekresi mineralocorticoid/mineralocorticosteroid b. Prolaktin merangsang enzim yang berkerja menghasilkan laktose dan casein. Zona fasiculata yang mensekresi glucocorticoid/glucocorticosteroid c. Medula adrenal terdiri dari 2 macam sel khromafin. Jadi hiperprolaktinemia fisiologis dapat terjadi pada waktu laktasi dan pada manusia dapat menyebabkan amenorrhoea. Reabsorbsi ion Na akan menyebabkan . kemudian turun dan naik lagi secara periodik tergantung frekuensi menyusui. Efek Terhadap Testis Prolaktin dapat memperbaiki spermatogenesis dengan cara meningkatkan kepekaan reseptor interstitial cell stimulating hormone (ICSH) pada sel interstitial Leydig sehingga sekresi androgen bertambah dan meningkatkan spermatogenesis. Efek utama mineralocorticoid adalah mempengaruhi absorbsi ion Na terutama di tubulus distal dan ductus colligens. ADRENOCORTICAL (ADRENAL/SUPRARENAL) Kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian yaitu 1. 2. Pada saat partus kadar prolaktin berada pada tingkat tertinggi. Zona reticulosa yang mensekresi hormon sex (androgen. Medula adrenal dengan adanya rangsangan simpatis akan mensekresi epinephrin/adrenalin dan nor Epinephrin/noradrenalin. progesterom dan estrogen) MINERALOCORTICOID (ALDOSTERON Hormon golongan mineralocorticoid yang paling kuat efeknya adalah aldosteron. Kepekaan refleks ini juga akan ditingkatkan oleh kadar estrogen yang tinggi.

Apabila retensi Na dan air terjadi berlebihan maka dapat menyebabkan volume darah (plasma) bertambah dan meningkatkan tekanan darah. Volume darah akan bertambah dan mengakibatkan tekanan darah meningkat dan bahkan dapat menyebabkan hipertensi dan odema. Aldosteron selanjutnya akan meningkatkan permiabilitas membran tubulus distal dan ductus coligens terhadap air sehingga air lebih banyak diserap kembali dan akibatnya terjadi retensi Na dan air. Timbulnya retensi Na juga dapat menyebabkan retensi air melalui rangsangan pada osmoreseptor dan pengeluaran ADH lebih banyak. Di dalam ginjal aldosteron berfungsi sebagai ion exchange. Gambaran ion exchange yang disebabkan oleh aldosteron seperti pada skema di bawah. Osmoreseptor ini selanjutkan akan mengirimkan impuls ke neurohipofisis untuk meningkatkan sekresi aldosteron (ADH). Aldosteron Reabsorbsi Na Reabsobsi Hipernatremia Air Reabsorbsi Sekresi Anion (Cl-) Polidipsia H+ Sekresi K+ Alkalosis Hipokalemia Vol. Disamping itu ion Na dan air juga dapat merembes ke pembuluh darah sehingga menimbulkan odema. Darah Tekanan Darah Paralisis DIURESIS GLUCOCORTICOID . Ekstraseluler Vol.osmolaritas plasma meningkat dan merangsang osmoreseptor di nuclei supraoptici. Bila aldosteron disekresi dalam jumlah banyak maka menyebabkan banyak ion H dan K dikeluarkan bersama urin sehingga menimbulkan keadaan hipokalemia dan alkalosis.

CORTISOL 1. Metabolisme Protein · Sintesis protein menurun · Katabolisme protein meningkat sehingga asam amino dalam darah terjadi peningkatan  · Transpor asam amino ke sel hati meningkat sehingga penyimpanan protein  dalam sel menurun KECUALI dalam sel hati 3. DESOXYCORTICOSTERONE) Hormon glucocorticoid juga disebut sebagai hormon anti stress. Sore/malam hari sekresinya rendah KELENJAR PANCREAS Kelenjar pancreas tersusun atas : 1. ACTH. Hormone ini mempunyai efek metabolik sebagai berikut : 1. Dengan adanya efek ini maka hormon glucocorticoid juga disebut ADRENAL DIABETES 2. Metabolisme Lemak  ·  Mobilisasi lemak meningkat sehingga asam lemak dalam plasma menngkat sebagai sumber energi  · Perlu GH dan ACTH 4. Metabolisme Karbohidrat · Mobilisasi asam amino dari jaringan ekstrahepatik (otot) sehingga asam amino di dalam plasma meningkat · Transpor asam amino ke sel hati meningkat sehingga glukoneogenesis meningkat · Penggunaan glukosa oleh sel mmenurun sehingga glukosa darah meningkat. Pagi hari sekrsinya tinggi 2. Lain-Lain  Stres dapat meningkatkan ACTH sehingga sekresi cortisol meningkat  Anti Inflamasi  Anti Alergi Circadian Rhythm ACTH-RH. Accini : sekresi enzim pencernaan . CORTICOSTERONE.(CORTISOL.

Mukosa usus 4. Transport glukosa meningkat b. Pulau Langerhans. lemak dan protein 2. Sel otak 2. Efek insulin terhadap metabolisme karbohidrat : a. retina dan germinal epithelium sehingga konsentrasi glukosa tidak boleh rendah 3. Sel darah merah 3. Energi diperoleh dari glukosa. Glikogen meningkat .2. Glukosa merupakan satu satunya nutrien untuk otak. terdiri dari : Sel Alfa : sekresi glukagon Sel Beta : sekresi insulin Sel Delta : sekresi somatostatin Sel F Transport glukosa ke dalam sel berlangsung secara fasilitated diffusion • Tanpa insulin  seperempat dari normal • Dengan insulin  5 kali dari normal • Insulin efektif di OTOT SKELET dan JARINGAN ADIPOSA • Insulin tidak mempercepat transport glukosa ke dalam sel tersebut di bawah ini tetapi glukosa masuk ke dalam sel secara simple diffusion 1. Tekanan osmotik ekstraseluler meningkat sehingga air keluar sel dan terjadilah DEHIDRASI b. Bila konsentrasi glukosa tinggi maka akan terjadi : a. Glukosa pada tubuli ginjal meningkat sehingga banyak glukosa terbuang di urin dan osmotic diuretic cairan banyak yang hilang Konsentrasi glukosa darah normal pada manusia : • Puasa : 80-90 mg% • 1 jam post prandial : 120-140 mg% • 2 jam post prandial : 120 mg% EFEK INSULIN 1. Epitel tubuli ginjal Pengaturan konsentrasi glukosa di dalam sel sangat penting karena : 1.

Efek insulin terhadap metabolisme protein Insulin cukup Tansport aktif asam amino ke dalam sel Sintesis protein Pertumbuhan (mempunyai efek potensiasi dengan GH) N balans (+) Insulin Tidak Cukup Transport Asam amino ke dalam sel  Sintesis Protein  Asam amino plasma Hepar Energi Glukoneogenesis Degradasi aa Ekskresi Urea . Metabolisme glukosa meningkat 2. Metabolisme insulin terhadap metabolisme lemak Glukosa Insulin Glukosa * Sintesis * Lipoprotein Glikolisis Alfa Glycerophosphat Asam Lemak Triglyceride Glycerol Asam Lemak 3.c.

Fungsi organ tubuh terganggu KELENJAR PARATIROID • 2 buah disekeliling kelenjar tiroid • Fungsi : Mengatur kadar Ca darah Ca darah : 10 mg% (5 mEq/L) Hipocalcemia Apabila Ca ekstrasel rendah maka sel saraf lebih excitable (permiabilitas ) yang menyebabkan potensial aksi spontan sehingga timbul tetani.Apabila terjadi pemecahan dan pembuangan protein yang tidak diimbangi dengan sintesis protein baru maka dapat menyebabkan : 1. Wanita lebih banyak oleh karena pada saat laktasi dan hamil Ca . Rasa lelah 3. Fosfat meningkat (normal 4 mg%) 12 mg% 2. Hipoparatiroid (kadar parathormon rendah) Efek : a. Atropi otot 2. Hiperparatiroid (kadar parathormon tinggi) Kadar parathormon meningkat menyebabkan Kalsium meningkat dan fosfat menurn Causa : 1. Tumor 2. Hipercalcemia • Reflex menurun • Konstipasi • Nafsu makan menurun • Sistem saraf ditekan ABNORMAL 1. Penurunan kalsium menyebabkan tetani Otot larynx paling peka terhadap tetni sehingga timbul spasme/obstruksi saluran nafas yang dapat berakibat fatal b.

Riketsia • Pada anak • Defesiensi Ca dan Fosfat pada cairan ekstrasel Causa : defesiensi vitamin D 7-dehydrocholesterol (pro-vitamin D) Ultra violet  Vitamin D Tractus digestivus Absorbsi Ca  dan Fosfat  Efek Fisiologis Reketsia : 1. Bila Vitamin D saja : a. Reabsorbsi tulang meningkat tetapi tulang habis c. 3. apabila berlangsung lama dapat menibulkan hipertropi. Absorbsi meningkat di tractus digestivus tetapi absorbsi Ca tidak ada b. Bila Ca dan Fosfat saja Ca Fosfat tanpa vit. Tetani Pengobatan : 1. Pembentukan tulang meningkat sehingga Ca darah menurun 3. Hiperplasia kelenjar paratiroid 2. Vitamin D dan Kalsium fosfat 2. D Absorbsi Ca  Absorbsi fosfat Ca Plasma  Pembentukan tulang .plasma menurun sehingga merangsang kelenjar paratiroid. Kekuatan tulang menurun 3.

Metabolisme karbohidrat. retina. EFEK METABOLIK HORMON THYROXIN 1. daerah tersebut disebut Goitrogenic Area. Merangsang metabolisme pada umumnya kecuali di otak. Sintesis hormon thyroxin membutuhkan yodium dimana kebutuhan yodium pada manusia sekitar 50 mg/tahun atau 1 mg/minggu. protein dan lemak meningkat 3. DIT) Intra folikel Sel Tiroid ABNORMAL Sel Tiroid . Defesiensi yodium biasanya terjadi pada daerah yang tanahnya tidak mengandung yodium misalnya daerah pegunungan. Pertumbuhan tulang meningkat Sintesis Hormon Tiroid Yodium dlm makanan  masuk plasma dlam bentuk yodide (J’) J’ I’ I’ I2 Peroxydase Thyreoglobulin Thyroxine Thyreoglobulin –Thyroxine Lysosomal Protease Plasma Thyreoglobulin (Coupling MIT. testis dan paru 2.KELENJAR TIROID Hormon yang disekresi kelenjar tiroid adalah thyroxin {tetraiodothyronin (T4)} dan triiodothyronin (T3). Apabila terjadi defesiensi yodium dapat menyebabkan mental retardation. limfa.

Hipotiroid Goitrogenesis : Proses terbentuknya pembesaran kelenjar tiroid oleh karena retensi koloid dan air dalam folikel atau tumor. Tiokarbamid (Antitiroid) Menghambat yodinasi HORMON ANDROGEN Hormon androgen adalah hormon sex jantan yang disekresi oleh cortex adrenal dan sel interstitial Leydig. tidak bisa tidur. 2. sedangkan sel interstitial Leydig dirangsang oleh LH dan ICSH. . Hormon androgen pada manusia mencapai puncak pada usia 20 tahun dan setelah itu akan menurun. Hormon androgen berfungsi untuk perkembangan cirri-ciri kelamin jantan. LATS (long acting thyroid stimulation) Antibodi (mirip TSH) yang merangsang tiroid sehngga sekresi thyroxin meningkat 2. berat badan menurun.1. Secara primer hormon androgen berfungsi untuk perkembangan organ sex dan secara sekunder berfungsi untuk perkembangan rambut. berkeringat. rasa lelah. eksoptalmus. Tiosianat (Antitiroid) menghambat yodium pump d. Goiterkoloid Non Toksik IdiopatikJumlah sekresi hormon tiroid normal tetapi sekresi tertahan oleh karena tiroditis ringan c. Defesiensi Yodium (defesiensi Yodium/goiter endemik/goitrogenic area) b. Cortex adrenal mensekresi hormon androgen atas rangsangan ACTH. Adenoma kelenjar tiroid Gejala : Intoleransi panas. Hipertiroid Causa : 1. Pada manusia usia 45 tahun ke atas akan mengalami andropouse karena adanya penurunan sekresi hormon androgen dan pada wanita disebut menopause karena adanya penurunan hormon estrogen. Causa : a. kulit maupun suara.

Peningkatan sekresi estrogen pada hewan betina dapat menyebabkan garis epifise menutup lebih cepat. PROGESTERON Hormon progesterone disekresi oleh placenta dan corpus luteum. sehingga hewan betina yang sudah dewasa pertumbuhan memanjang akan berhenti. b. Uterus : peka terhadap rangsangan mekanis dan oxitocin serta mengalami proliferasi endometrium b. Pada jantan hal ini tidak terjadi karena hewan jantan walaupun sudah dewasa sekresi estrogennya sangat rendah sehingga tidak berpengaruh terhadap penutupan garis epifise. Tuba Fallopii : peka terhadap rangsangan mekanis dan oxitocin. suara dan sekresi lemak menjadi lebih banya. Proses katabolisme mengalami peningkatan . fase sekresi dan uterus menjadi kurang peka terhadap rangsangan mekanis dan oxitocin sehingga hormone ini disebut juga anti abortus. Uterus : kelenjar dan pembuluh darah meningkat. Fungsi hormon progesterone adalah untuk perkembangan ciri sex primer sebagai berikut : a. Vagina : mengalami kornivikasi Estrogen juga berfungsi untuk perkembangan ciri sex sekunder seperti kelnjar mamae. Tuba Fallopii : efeknya sama dengan yg di uterus c.ESTROGEN Hormon estrogen adalah hormone sex betina yang disekresi ovarium dan cortex adrenal. Fungsi hormon estrogen adalah untuk perkembangan ciri-ciri sex primer sebagai berikut : a. mengalami proliferasi endometrium dan cillia menjadi lebih banyak dan lebih aktif c.