Anda di halaman 1dari 2

Pengelolaan Gangguan Elektrolit

Kehilangan cairan tubuh biasanya disertai gangguan keseimbangan elektrolit.
Dehidrasi dapat dikategorikan berdasarkan osmolaritas dan derajat keparahannya.
Kadar natrium serum merupakan penanda osmolaritas yang baik selama kadar gula
darah normal. Berdasarkan perbandingan jumlah natrium dengan jumlah air yang
hilang, dehidrasi dibedakan menjadi tiga tipe yaitu dehidrasi isotonik, dehidrasi
hipertonik, dan dehidrasi hipotonik. Variasi kadar natrium men- cerminkan jumlah
cairan yang hilang dan memiliki efek patofisiologi berbeda. Dehidrasi isotonik
(isonatremik). Tipe ini merupakan yang paling sering (80%). Pada dehidrasi isotonik
kehilangan air sebanding dengan jumlah natrium yang hilang, dan biasanya tidak
mengakibatkan cairan ekstrasel berpindah ke dalam ruang intraseluler. Berat gejala
hiponatremia tergantung pada rendahnya kadar natrium dan cepatnya penurunan kadar
natrium serum tersebut. Hiponatremia kronik ringan bisa saja tidak bergejala. Kadar
natrium serum <125 mEq/L dapat menimbulkan letargi, kelelahan, anoreksia, mual,
dan kram otot. Pada pasien ini ditemukan keadaan hiponatremia, hipokalemia, dan
dan hipokalsemia. Maka pertimbangan penanganan pada pasien ini diberikan cairan
kristaloid untuk mencegah terjadinya keadaan syok hypovolumia.
Tahap Pertama berfokus untuk mengatasi kedaruratan dehidrasi, yaitu syok
hipovolemia yang membutuhkan penanganan cepat. Pada tahap ini dapat diberikan
cairan kristaloid isotonik, seperti ringer lactate (RL) atau NaCl 0,9% sebesar 20
mL/kgBB. Cairan kristaloid merupakan cairan untuk resusitasi awal pada pasien. Ada
beberapa macam cairan kristaloid yang tersedia. Pemilihan cairan tergantung dari
derajat dan macam kehilangan cairan. Untuk kehilangan cairan hanya air,
penggantiannya dengan cairan hipotonik dan disebut juga maintenance type solution.
Jika hehilangan cairannya air dan elektrolit, penggantiannya dengan cairan isotonic
dan disebut juga replacement type solution. Kebanyakan jenis kehilangan cairan
perioperative adalah isotonik, maka yang biasa digunakan adalah replacement type
solution, tersering adalah Ringer Laktat. Walaupun sedikit hypotonic, kira-kira 100
mL air per 1 liter mengandung Na serum 130 mEq/L, Ringer Laktat mempunyai
komposisi yang mirip dengan cairan extraselular dan paling sering dipakai sebagai
larutan fisiologis. Laktat yang ada didalam larutan ini dikonversi oleh hati sebagai
bikarbonat. Jika larutan salin diberikan dalam jumlah besar, dapat menyebabkan

pdf diakses pada tanggal 26 November 2015 pukul 02:00 WIB .dilutional acidosis hyperchloremi oleh karena Na dan Cl yang tinggi (154 mEq/L): konsentrasi bikarbonat plasma menurun dan konsentrasi Clorida meningkat. dkk. syok kardiogenik). Jakarta 2009. Pengawasan hemodinamik dan golongan inotropik dapat diindikasikan. Page : 797-801 http://repository.id/bitstream/123456789/22711/4/Chapter%20II. Apabila perbaikan belum terjadi setelah cairan diberikan dengan kecepatan hingga 60 mL/kgBB. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Sudoyo. maka etiologi lain syok harus dipikirkan (misalnya anafilaksis. Interna Publishing.ac. Aru. sepsis. denyut nadi. produksi urin. Edisi V. dan status mental pasien.usu. Dapus : W. Perbaikan cairan intravaskuler dapat dilihat dari perbaikan takikardi.