Anda di halaman 1dari 60

Blok Saraf dan Perilaku

Skenario 3: Sakit Kepala Menahun

FAKULTAS
KEDOKTERAN
Ketua
Sekertaris
Anggota

: Betari Texania Harsa
: Darayani Amalia
: Airindya Bella K
Ayu Nujma Paradis
Fitria Nengsih
Aiman Idrus Alatas
Bayu Adhitya W
Bayu Hernawan R M
Dea Melinda S
Harvien Bhayangkara

(1102013058)
(1102013070)
(1102013016)
(1102011058)
(1102012092)
(1102013015)
(1102013053)
(1102013054)
(1102013072)
(1102013124)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
JL. LET. JEND. SUPRAPTO, CEMPAKA PUTIH,
JAKARTA PUSAT, 10510
DESEMBER 2015

SKENARIO:
SAKIT KEPALA MENAHUN

Perempuan 35 tahun berkonsultasi dengan dokter keluarga dengan keluhan sakit kepala
berulang sejak 2 tahun yang lalu. Sakit kepala seperti tertimpa beban berat dan nyeri pada
tengkuknya. Sakit kepala ini disertai dengan insomnia. Sakit kepala berawal sejak pasien
diceraikan oleh suaminya 2 tahun yang lalu dan harus berpisah dari kedua orang anaknya.
Oleh dokter pasien disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut ke neurolog dan psikiater.
Neurolog mengatakan bahwa pasien mengalami nyeri kepala tipe tegang, sedangkan psikiater
menyimpulkan bahwa pasien mengalami nyeri somatoform (psikogenik). Walaupun ia sudah
bercerai, ia tetap bertanggung jawab untuk membimbing anaknya sesuai dengan prinsip
keluarga sakina, mawaddah, warahmah.

KATA SULIT:
1. Insomnia

: Gangguan pada waktu tidur.
2

2. Nyeri Somatoform
: Gangguan yang bersifat psikologis seperti nyeri, mual,
pusing yang tidak dapat dijelaskan secara medis.
3. Nyeri kepala tipe tegang
: Sensasi nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah kepala
atau kulit kepala yang berhubungan dengan ketegangan otot.
PERTANYAAN DAN JAWABAN:
1. Apa hubungan dari insomnia dengan nyeri kepala?
Pasien mengalami masalah perceraian sulit diselesaikan yang mengakibatkan pasien
mengalami sakit kepala dan akhirnya menyebabkan insomnia
2. Apa hubungan nyeri kepala tipe tegang dengan nyeri somatoform?
Nyeri kepala tipe tegang disebabkan oleh adanya konversi dari masalah psikis
menjadi keluhan fisik seperti mual, nyeri dan pusing sama halnya dengan nyeri
somatoform
3. Kenapa psikiater bisa menyimpulkan pasien mengalami nyeri somatoform?
Karena tidak ditemukan kelainan fisik dan disebabkan oleh masalah psikis
4. Bagaimana mekanisme nyeri somatoform?
Stress → pelepasan kortisol → meningkatnya metabolisme tubuh → Na K pump aktif
→ terjadi retensi Na → tegang otot → Nyeri kepala dan tengkuk
Stress → peristaltik penceranaan menurun → mual
5. Bagaimana tatalaksana untuk pasien tersebut?
Untuk nyeri bisa diberikan analgetik, untuk insomnia bisa diberikan obat
benzodiazepine dan hydroksizine (anti histamin sedatif) dan untuk depresi bisa
diberikan anti depressan serta untuk terapi non farmako dilakukan terapi konseling.
6. Bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap anak sesuai dengan prinsip keluarga
sakinah, mawadah, warahmah?
Memberikan pendidikan, memberikan kasih sayang, membahagiakan lahir batin dan
lain lain
7. Apa yang menyebabkan pasien insomnia?
Sakit kepala yang membuat pasien tidak nyaman yang berujung mengganggu pola
tidur pasien
8. Mengapa dokter menyarankan ke psikiater dan neurologi?
Psikiater: karena pasien mengalami masalah psikis (perceraian)
Neurologi: karena pasien mangalami sakit kepala yang disertai nyeri tengkuk

HIPOTESA:
3

infeksi.Masalah yang tidak bisa diatasi (Stressor) Stress Konversi dari masalah psikis menjadi keluhan fisik Nyeri kepala Pemeriksaan: tidak ditemukan kelainan medis (contoh: tumor. antipsikosis dan konseling SASARAN BELAJAR 4 . dll) Diagnosis neurolog: nyeri kepala tipe tegang psikiater: nyeri somatoform Terapi: analgetik.

Definisi 2.3. Penatalaksanaan 2.11.9. Diagnosis dan Diagnosis Banding 3. Etiologi 2.6.10. Prognosis LO 3. Memahami dan Menjelaskan Jaras Nyeri 5 .6.LO 1. Prognosis LO 4. Definisi 3. Memahami dan Menjelaskan Nyeri Kepala 2. Epidemiologi 2. Klasifikasi 3. Penatalaksanaan 3. Manifestasi 2.4.2. Etiologi 3. Diagnosis dan Diagnosis Banding 2.2. Memahami dan Menjelaskan Keluarga Sakinah. Memahami dan Menjelaskan Jaras Nyeri LO 2.7.5.8. Klasifikasi 2.1.1.3. Memahami dan Menjelaskan Nyeri Somatoform 3.4.5. Komplikasi 2. Patofisiologi 2. Mawaddah dan Warahmah Serta Memahami dan Menjelaskan Konsultasi Perkawinan LO 1. Pencegahan 2.

Tractus spinothalamicus anterius 2. Axon dari neiron orde pertama (ganglion spinalis) memasuki ujung cornu posterius substantia grissea medulla spinalis dan segera bercabang menjadi serabut yang naik dan yang turun Sesudah memasuiki satu atau dua segmen medulla spinalis membentuk tractus posterolateral (lissaueri) . demikian rupa sehingga pada bagian atas cervical terdapat a) Serabut sraf yang datang dari sacral terletak posterolateral b) Serabut saraf yang datang dari cervical terletak anteromedial (serebut saraf yang menghantarkan rasa sakit terletak didepan yang menghantarkan sensasi suhu) Pada Medulla oblongata tractus tersebut terletak pada dataran lateral antara nucleus olivarius inferius dengan nucleus tractus spinalis N. disini ia bergabung dengan 1. vi. serabut saraf baru terus bertambah sesuai dengan banyaknya segmen medulla spinalis.Trigeminus. Sewaktu berjalan keatas. lateralis dari lemniscus medialis 6 . iv. ii. iii. Tractus spinotectalis Yang kemudian gabungan dari ketiganya disebut lemniscus spinalis Pada pons kemudian naik keatas dibagian belakang pons Pada mesencephalon kemudian lemniscus medialis berjalan pada tegmentum .A. v. Traktus spinotalamikus Lateralis i. serabut ini segera bersinapsis dengan neuron orde kedua yang terletak pada kelompok sel substantia gelatinosa cornu posterius Axon dari neuron orde kedua berjalan menyilang garis tengah pada comissura anterior substantia grissea dam substantia alba kemudian naik keatas pada sisi kontra lateral sebagai anterius.

Terutama terdiri atas serabut A-Delta yang tyerutama dilalui oleh rasa nyeri mekanik dan nyeri suhu akut. Pembagian secara fisiologis Sewaktu memasuki medulla spinalis . Traktus paleospinotalamikus Jalur ini befungsi untuk menjalarkan nyeri lambat-kronik . Yang menjelaskan suatu fenomena rasa sakit “ganda” 7 . serabutserabut perifer berakhri pada lamina II dan II kornu dorsalis yang secara bersama-sama disebut substansi gelatinosa. Serabut perifer jalur ini berakhir pada lamina I kornu dorsalis. sinyal rasa nyeri melewati dua jalur ke otak yaitu: A. dari sini informasi rasa sakit dan suhu akan diteruskan ke area motorik dan area asosiasi di cortex lobus parietalis. 2. Dan dari sini akan merangsang neuron orde dua dari tractus neospinotalamicus. Axon dari neuron orde ketiga jalan memasuki crus posterior capsula interna dan corona radiata untuk berakhi pada gyrus postcentralis (brodmann 3 2 1) . sebagian kecil A-delta. Pada diencephalon serabut saraf dari tractus spinothalamicus lateralis akan bersinapsis dengan neuron orde ketiga yaitu nucleus posterolateral dari keolompok ventral thalamus (bagian dari nucleus lateralis thalamus).vii. Nyeri cepat dapat dilokalisasi dengan mudah di dalam tubuh 3. Neurotransmiter A delta umumnya adalah glutamat B. Traktus neospinotalamikus Traktus neospinotalamisu berfungsi utnuk menyalurkan nyeri secara cepat. 1. Cortex cerevri gyrus psotcentralis berfungsi untuk menafsirkan suhu dan sakit sehingga akan muncul kesadaran terkait sensasi tersbut. ix. serabut C terletak lebih lateral dari A-delta. Hanya sebagian kecil saja serabut neopinotalamikus berakhir di daerah retikularis batang otak. sisaya melewati batang otak dan langsung berakir di kompleks ventrobasal thalami. substansi P bersifat lebih lambat dari Glutamat yang memungkinkan glutamat untuk sampai terlebih dahulu. viii.kemudian naik ke otak melalui jaras anterolateral Neotransmiter nya adalah glutamat dan Substansi P. dimana disini akan terjadi penilaian kasar sensasi sakit dan suhu dan reaksi emosi mulai timbul. Dalam jaras ini. Neuron ini akan mengirimkan sinyal ke serabut panjang yang terletak di dekat sisi lain medulla spinalis dalam komisura anterior dan selanjutnya berbelok naik ke otak dalam kolumna anterolateralis. sebagian serabutnya adalah tipe C. Setelah itu akan berlanjut ke lamina V dan neuron-neuronnya merangsang akson-akson panjang (yang juga menjadi penghantar nyeri cepat) yang mula-mula melewati komisura anterior ke sisi berlawanan dari medulla spinalis .

3. jaringan ikat. Struktur Somatik (kulit. Stimuli ini dapat berupa stimuli fisik (tekanan). Daerah periakuaduktus substansia grisea yang mengelilingi aquaductus sylvii Kemampuan lokalisasi rasa nyeri pada jalur lambat sangatlah buruk dan kebanyakan hanya dapat dilokalisasi di bagian tubuh yang luas Formasio retikularis berfungsi untuk menimbulkan persepsio nyeri yang disadari Mekanisme penghantaran nyeri Fisiologi nyeri melalui proses-proses berikut 1. peradangan. pembedahan. Nosiseptors terkena rangsangan berbahaya ketika kerusakan jaringan dan inflamasi terjadi sebagai akibat dari. Nociceptors didistribusikan pada . Ada tiga kategori rangsangan berbahaya: 8 .Jaras paleospinotalamikus berakhir kebanyakan di a. Mucleus retikularis medula. saluran gastro-intestinal). misalnya. Area tektal mesensefalon sampai kolukulus usperior dan inferior c. Struktur Viseral (organ viseral seperti hati. sendi). 2. suhu (panas) atau kimia (substansi nyeri). Proses Transduksi (Transduction) Proses transduksi merupakan proses dimana suatu stimuli nyeri diubah menjadi suatu aktifitas listrik yang akan diterima ujung-ujung saraf. 1. otot. tulang. trauma. pons dan mesensefalon b. Serat C dan serat A-delta yang terkait dengan kualitas yang berbeda rasa sakit. Transduksi rasa sakit dimulai ketika ujung saraf bebas (nociceptors) dari serat C dan serat A delta neuron aferen primer menanggapi rangsangan berbahaya. infeksi dan iskemia.

Suatu jaras tertentu telah diternukan di sistem saran pusat yang secara selektif menghambat transmisi nyeri di medulla spinalis. Proses acendern ini di kontrol oleh otak. kalium. di mana rasa sakit itu. 2. abses. misalnya. Dengan maksud memperbaiki rasa nyeri. Ini mengidentifikasi sifat stimulus sebelum memicu respons. Pada saat individu menjadi sadar akan nyeri. terbakar. Ini mengidentifikasi intensitas. 3. panas). Mediator kimia ini mengaktifkan nosiseptor terhadap rangsangan berbahaya. infeksi). Hal ini menghasilkan suatu potensial aksi dan generasi dari sebuah impuls nyeri. racun. iskemia.1. Kornu posterior ini dapat diibaratkan sebagai pintu yang dapat tertutup atau terbukanya pintu nyeri tersebut diperankan oleh sistem analgesik endogen tersebut di atas. 2. dimana impuls tersebut diterjemahkan dan dirasakan sebagai persepsi nyeri. Mekanik (tekanan. termasuk: prostaglandin. Impuls ini akan disalurkan oleh serabut saraf A delta dan serabut C sebagai neuron pertama. . Penyebab stimulasi mungkin internal. dan noradrenalin memiliki efek yang dapat menekan impuls nyeri pada kornu posterior medulla spinalis. 9 . irisan. Proses modulasi inilah yang menyebabkan persepsi nyeri menjadi sangat subyektif pada setiap orang. 4. substansi P. Sistem analgesik endogen ini meliputi enkefalin. Proses Modulasi (Modulation) Proses modulasi adalah proses dimana terjadi interaksi antara sistem analgesik endogen yang dihasilkan oleh tubuh pada saat nyeri masuk ke kornu posterior medula spinalis. histamin. pertukaran ion natrium dan kalium (depolarisasi dan repolarisasi) terjadi pada membran sel. serotonin. maka akan terjadi reaksi yang kompleks. serotonin. dari perifer ke medulla spinalis dimana impuls tersebut mengalami modulasi sebelum diteruskan ke thalamus oleh traktus sphinotalamikus sebagai neuron kedua. Stimulasi ini menyebabkan pelepasan mediator kimia berbahaya dari sel-sel yang rusak. pembengkakan. bradikinin. 3. jenis dan lokasi sensasi rasa sakit dan sensasi yang berkaitan dengan pengalaman masa lalu. seberapa kuat itu dan bagaimana rasanya. a Korteks somatosensori: Ini adalah terlibat dengan persepsi dan interpretasi dari sensasi. endorfin. Dari thalamus selanjutnya impuls disalurkan ke daerah somato sensoris di korteks serebri melalui neuron ketiga. Persepsi Persepsi merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri. seperti tekanan yang diberikan oleh tumor atau eksternal. Kimia (neurotransmitter rangsang. misalnya. Jaras ini diaktifkan oleh stress atau obat analgetika seperti morfin (Dewanto). pertumbuhan Tumor) Thermal (membakar. Proses Transmisi ( Trasmision) Proses tranmisi dimaksudkan sebagai penyaluran impuls melalui saraf sensoris menyusul proses transduksi. memori dan aktivitas kognitif.

yang membawa impuls nyeri. perhatian.b Sistem limbik: Hal ini bertanggung jawab untuk respon emosi dan perilaku terhadap rasa sakit misalnya. dan propriosepsi dan serat A-delta yang kecil bermielin dan serat C yang tidak bermielin. SENSITISASI NOSISEPTOR DI DAERAH CEDERA JARINGAN 10 . tekanan.dan pengalaman masa lalu rasa sakit. dan juga dengan pengolahan rasa sakit. serat pascaganglion simpatis adalah serat eferen dan terdiri dari serat-serat C tidak bermielin. suasana hati. masuk ke zona lissauer. dan motivasi. Aferenaferen primer ini menyatu di sel-sel kornu dorsalis medulla spinalis. RESEPTOR NYERI Aferen primer mencakup serat A-alfa dan A-beta yang besar dan bermielen serta membawa impuls yang besar dan tidak bermielin ( tidak diperlihatkan ) serta membawa impuls yang memperantarai sentuhan.

Apabila nyeri kepala melibatkan struktur-struktur di daerah infratentorium.1. 2004). meningitis atau encephalitis dan juga 11 .Nyeri supratentorium dirasakan di bagian anterior kepala (daerah oksipital. fasialis. subakut dan kronik. dan nervus kranialis trigeminus. Nyeri kepala akut ini biasanya disebabkan oleh subarachnoid haemorrhage. temporalis. dan parietalis) dan terutama diperantai oleh nervus trigeminus.2. Kerusakan sel menyebabkan dibebaskannya kalium ( K) intra sel dan sintesis prostaglandin (PgG) dan bradikinin (BK. sinus vena intrakranium dan vena-vena cabangnya. (Kowalak.Pengaktifan langsung dengan tekanan intensif yang menyebabkan kerusakan sel. nyeri tersebut dari daerah oksipitalis kepala dan leher oleh akar saraf cervical atas. penyakit-penyakit serebrovaskular. arteri. Etiologi Nyeri kepala dapat dibagi kepada tiga kelompok berdasarkan onsetnya iaitu nyeri kepala akut. Apapun bentuknya. Memahami dan Menjelaskan Nyeri Kepala 2. vagus. termasuk kulit kepala. Definisi Nyeri kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit (Kenneth. Struktur cranium yang peka nyeri kepala adalah semua jaringan ekstrakranium. dan glosofaringeus serta nervus cervicalis ( C2 dan C3). sinus kranialis. yaitu zat kimia penghsil nyeri yang paling kuat. Prostaglandin meningkatkan sensitivitas reseptor nyeri bradikinin. bagian dari dura di dasar otak dan arteri di dalam dura. LO 2. 2011) 2. dan periosteum tengkorak. pada nantinya hal tersebut akan menyebabkan perubahan permeabilitas neurong sehingga dapat terjadi suatu potensial aksi dengan perpindahan ion-ion yang timbul. otot.

nyeri kepala klaster.ocular disease.N. menstruasi. kelelahan. Epidemiologi Migren terjadi hampir pada 30 juta penduduk Amerika Serikat dan 75 % diantaranya adalah wanita. dinyatakan bahwa nyeri kepala juga disebabkan oleh penyakit pada tulang kranium. 2009). hipertensi. Biasanya mengenai umur 20 – 40 tahun.3. Selain itu cough headache dan psychogenic headache juga dapat menimbulkan nyeri kepala (Brain. neuralgia glossofaringeal dan hipertensi. peningkatan tekanan intracranial. pemakaian obat-obat vasodilator (nitrat.4. Migren dapat terjadi pada semua usia tetapi biasanya muncul pada usia 10 – 40 tahun dan angka kejadiannya menurun setelah usia 50 tahun. arteri ekstrakranial. Nyeri kepala sering menyertai OSA(Obstructive Sleep Apnea). trauma dan penurunan tekanan intracranial. lesi di intracranial. dll. Dalam buku Disease of the Nervous System.. kerumunan banyak orang. neuralgia trigeminal. irritasi meningeal. Nyeri kronik timbul karena migren. abses atau aneurisma intrakranial. A. M. Sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadisakit kepala primer dan sakit kepalasekunder. massa intrakranial. penyakit pada kulit kepala. Tension Type Headache episodik lebih banyak mengenai pasien wanita yaitu sebesar 71% sedangkan pada pria sebanyak 56 %. dibandingkan dengan gangguan tidur yang lain. 2002). lumbar punksi dan karena hipertensi ensefalopati. (Greenberg. neuritis dan neuralgia. trauma/tumor kepala. 2006) 2. nyeri kepala tipe-tegang. dan Walton. radang sinus. (Gaharu. perdarahan. 1969). Migren tanpa aura lebih sering diabndingkan migren yang disertai aura dengan persentasi 9 : 1.. bukan disebabkan karena adanya penyakit lain Sekunder : sakit kepala merupakan gejala ikutan karena adanya penyakit lain hipertensi.premenstrual disorder. alkohol dan histamin). 12 . nyerinya biasa timbul karena giant cell arteritis. cervical spine disease. 2.. Prasadja. penyakit sistemik.(Price. gigi. inflamasi pada mata atau mukosa nasal atau sinus paranasal. rangsangan dari lingkungan (bunyi berisik. sinusitis dan dental disease. Sebagian besar nyeri kepala terjadi karena tegangan (kontraksi otot) dapat disebabkan oleh:  Stres emosional. Selain itu. nyeri kepala ini juga bisa timbul disebabkan kejang.  Keadaan lain yang dapat menjadi penyebab: glaukoma. Klasifikasi Sakit kepala bisa merupakan keluhan primer atau sekunder   Primer : sakit kepala merupakan diagnosis utama. TTH terjadi 78 % sepanjang hidup dimana Tension Type Headache episodik terjadi 63 % dan Tension Type Headache kronik terjadi 3 %. cahaya yang terang). Bagi nyeri kepala subakut. sefalgia lebih sering terjadi pada gangguan tidur OSA. J.

Sakit kepala sekunder dapat dibagi menjadi sakit kepala yang disebabkan oleh karena trauma pada kepala dan leher. a. gigi. idiopathic headache. tetapi fotofobi bisa ditemukan. Nyeri kepala tipe tegang episodik tidak disertai oleh gangguan otot perikranial Ciri-ciri TTH episodik:  Paling tidak terjadi 10 kali nyeri kepala yang memenuhi criteria berikut. Episodik . ringan atau sedang intensitasnya. b. sakit kepala atau nyeri pada wajah akibat kelainan kranium. TTH dibagi 2 macam: 1. Istilah lain yang pernah digunakan untuk menyingkatkan gambaran klinis dari tension headache adalah psychomyogenic headache. nausea biasanya tidak ada. mulut atau struktur lain di kepala dan wajah. sakit kepala akibat kelainan psikiatri. dinud. sakit kepala yang bukan disebabkan kelainan vaskular intrakranial. sakit kepala akibat adanya zat atau withdrawal. dan sakit kepala primer lainnya. Nyerinya khas. dimana nyeri kepala terjadi kurang dari 15 kali per bulan  Nyeri kepala berdurasi sekitar 30 menit – 7 hari  Paling tidak dua dari karakteristik nyeri berikut terpenuhi: o kualitas nyeri menekan (nonpulsatil) o intensitas ringan atau sedang o lokasi bilateral o Tidak diperberat dengan aktivitas fisik rutin  Tidak ada mual atau muntah 13 . Sakit kepala primer dapat dibagi menjadi migraine. tension type headache. sakit kepala akibat gangguan homeostasis. sakit kepala akibat kelainan vaskular kranial dan servikal. stress headache. menekan atau ketat dalam kualitas. dan psychogenic headache. ordinary headache.telinga. 2. cluster headache dengan sefalgia trigeminal / autonomik.sakit kepala akibat infeksi.1. leher. Tension Type Headache (TTH) Definisi nyeri kepala tipe tegang menurut kriteria Internatinal Headache Society (IHS) adalah episode yang berulang dari nyeri kepala yang berlangsung bermenit menit sampai berhari-hari. hidung. Nyeri kepala tipe tegang episodik disertai oleh gangguan otot perikranial. jika serangan yang terjadi kurang dari 1 hari perbulan (12 hari dalam 1 tahun). umumnya bilateral lokasinya dan tidak memberat dengan aktivitas fisik rutin.

tanpa aura. Migren tanpa aura adalah migren tanpa disertai aura klasik. Kronik. sifatnya berdenyut. Cirri-ciri TTH kronik:  Frekuensi rata-rata nyeri kepala lebih dari 15 hari per bulan selama lebih dari 6 bulan dan memenuhi criteria berikut  Paling tidak 2 dari karakteristik nyeri berikut terpenuhi o kualitas nyeri menekan (nonpulsatil) o intensitas ringan atau sedang o lokasi bilateral o Tidak diperberat dengan aktivitas fisik rutin  Tidak ada mual atau muntah  Tidak terjadi Fotofobia dan fonofobia atau hanya ada satu di antaranya  tidak ada dugaan nyeri kepala tipe sekunder Migren Migren adalah nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlansung 4 ± 72 jam. aura tidak bertahan lebih dari 60 menit. jika Serangan terjadi kurang dari 4 jam. 14 . dan migren kronik (transformed). dan dapat disertai mual muntah. biasanya bilateral dan terkena pada periorbital. fotofobia dan fonofobia. 2. Migren dengan aura adalah migren dengan satu atau lebih aura reversibel yang mengindikasikan disfungsi serebral korteks dan atau tanpa disfungsi batang otak. Short-duration. Migren dapat diklasifikasikan menjadi migren dengan aura. Nyeri biasanya unilateral. Tidak terjadi Fotofobia dan fonofobia atau hanya ada satu di antaranya  tidak ada dugaan nyeri kepala tipe sekunder 2. paling tidak ada satu aura yang terbentuk berangsur ± angsur lebih dari 4 menit. a. jika serangan minimal 15 hari perbulan selama paling sedikit 3 bulan (180 hari dalam 1 tahun). dan sakit kepala mengikuti aura dalam interval bebas waktu tidak mencapai 60 menit. Long-duration. intensitas nyerinya sedang sampai berat dan diperhebat oleh aktivitas. b. 1. jika Serangan berlangsung lebih dari 4 jam.

Nyeri pada sindrom ini terjadi hemikranial pada daerah yang lebih kecil dibanding migraine. penyakit pada kulit kepala.  Keadaan lain yang dapat menjadi penyebab: glaukoma. nyeri ini dirasakan sangat berat. kelelahan. cahaya yang terang). klaster dipisahkan oleh interval bebas nyeri yang berlangsung selama paling tidak 2 minggu. Namun pada penelitian yang dilakukan oleh Donnet. abses atau aneurisma intrakranial. 15 . Sebagai etiologi terjadinya nyeri kepala klaster. gigi. Nyeri kepala klaster kronik dibagi lagi menjadi nyeri kepala klaster kronik sejak awitan dan nyeri kepala klaster kronik yang berkembang dari episodik Nyeri kepala klaster kronik sulit ditangani dan resisten terhadap agen profilaksis standar. dipikirkan adanya predisposisi genetic pada keluarga. Umumnya. nyeri tidak berdenyut konstan selama beberapa menit hingga 2 jam. perdarahan. rangsangan dari lingkungan (bunyi berisik. 2.3. trauma/tumor kepala. Migren kronik adalah migren episodik yang tampilan klinisnya dapat berubah berbulan-bulan sampai bertahun-tahun dan berkembang menjadi sindrom nyeri kepala kronik dengan nyeri setiap hari.3. hipertensi. kebanyakan pasien mengalami serangan dengan durasi 30 hingga 60 menit. peningkatan tekanan intracranial. sering kali pada daerah orbital. Nyeri Kepala Cluster Nyeri kepala cluster merupakan sindroma nyeri kepala yang lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. sehingga dikatakan sebagai klaster. alkohol dan histamin). Nyeri kepala klaster kronik Terjadi lebih dari satu tahun tanpa remisi. Nyeri kepala cluster ini pada umumnya terjadi pada usia yang lebih tua dibanding dengan migraine. 1. satu klaster berlangsung selama 2 minggu sampai 3 bulan. 2. atau remisi bertahan kurang dari 2 minggu. arteri ekstrakranial. Namun tidak ditemukan adanya pola pewarisan tertentu. inflamasi pada mata atau mukosa nasal atau sinus paranasal. kerumunan banyak orang. penyakit sistemik. pemakaian obat-obat vasodilator (nitrat. menstruasi. Nyeri kepala klaster episodik Periode nyeri (klaster) terjadi sepanjang 7 hari sampai 1 tahun. Etiologi Sebagian besar nyeri kepala terjadi karena tegangan (kontraksi otot) dapat disebabkan oleh:  Stres emosional. Jika serangan terjadi.

noerpinefrin. dan periosteum kepala. Nyeri Kepala Cluster Lebih sering pada pria usia dewasa muda (20-40 th).1%). (6) perubahan lingkungan (53. jaringan subkutan. (4) rangsangan sensorik seperti sinar yang terang menyilaukan(38.9%). Faktor resiko migren adalah adanya riwayat migren dalam keluarga. depresi. natrium nitrat). stres dan makanan tertentu. (3) stress (79. (7) jaringan lunak di kepala. penurunan konsentrasi esterogen dan progesteron pada fase luteal siklus menstruasi. vasokonstriktor (tiramin seperti pada keju. dan usia muda. serotonin. (4) orbita. 2. Migren (1) Perubahan hormon (65. (5) faktor fisik seperti aktifitas fisik yang berlebihan (aktifitas seksual) dan perubahan pola tidur. (2) makanan (26. Patofisiologi 16 . kulit. (3) gigi ± geligi. (7) merokok (35. vasodilator (histamin seperti pada anggur merah. Tension Type Headache (TTH) Stress.2%).7%).5. bekerja dalam posisi yang menetap dalam waktu lama. dan ketidakseimbangan neurotransmitter seperti dopamin. otot.Secara umum Sakit kepala bisa disebabkan oleh kelainan: (1) vaskular. kafein). coklat. (7) alkohol (37. kelelahan mata.8%). (2) jaringan saraf. zat tambahan pada makanan (MSG). dan enkephalin. Pemicu adalah alkohol. wanita. berkurangnya aliran darah. kontraksi otot yang berlebihan.1%) dan bau yang menyengat baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan. (5) hidung dan (6) sinus paranasal.7%).

Beberapa mekanisme umum yang berpengaruh memicu nyeri kepala:

Peregangan atau pergeseran pembuluh darah: intrakranium atau ekstrakranium.

Traksi pembuluh darah.

Peregangan periosteum (nyeri local).

Degenerasi spina cervicalis atas disertai kompresi pada akar nervus cervicalis
(misalnya, arthritis vertebra cervicalis).

Defisiensi enkefalin (peptide otak mirip opiate, bahan aktif endorphin).
17

Sistem saraf simpatis pada dasarnya bertanggung jawab atas pengendalian neural
pembuluh darah cranium dan ekstrakranium. Nyeri kepala dapat memancar dari struktur
yang peka terhadap rasa nyeri seperti kulit, kulit kepala, otot, arteri dan vena; nervus
kranialis V. VII, IX dan X; atau nervus kranialis 1, 2, dan 3.
Empat fase nyeri kepala:
1

Normal. Arteri serebri dan arteri temporalis dipersarafi secara ekstrakranial; arteri
dalam parenkim otak tidak dipersarafi.

2

Vasokontriksi (aura). Vasokontriksi lokal neurogenik yang berkaitan dengan stres
pada arteri serebri yang dipersarafi akan mengurangi aliran darah ke dalam otak
(iskemia lokal). Secara sistematis, prostaglandin tromboksan akan meningkatkan
agregasi trombosit dan pelepasan serotonin, suatu vasokontriktor yang poten, serta
mungkin pula zat adiktif lain.

3

Dilatasi arteri parenkim. Pembuluh darah parenkim otak yang tidak dipersarafi akan
berdilatasi sebagai reaksi terhadap keadaan asidosis dan anoksia (iskemia).
Peningkatan aliran darah, kenaikan tekanan internal dan peningkatan pulsasi
pembuluh darah menyebabkan aliran darah melintas pembuluh darah yang pada
keadaan normal untuk memberikan nutrisi.

4

Vasodilatasi. Mekanisme kompensasi menimbulkan vasodilatasi pada arteri yang
dipersarafi sehingga terjadi nyeri kepala. Agregasi trombosit dalam peredaran darah
sistemik berkurang dan penurunan kadar serotonin menyebabkan vasodilatasi.

(Kowalak, 2011)
Sakit Kepala Beberapa mekanisme umum yang tampaknya bertanggung jawab memicu
nyeri kepala adalah sebagai berikut(Lance,2000) : (1) peregangan atau pergeseran
pembuluh darah; intrakranium atau ekstrakranium, (2) traksi pembuluh darah, (3)
kontraksi otot kepala dan leher ( kerja berlebihan otot), (3) peregangan periosteum (nyeri
lokal), (4) degenerasi spina servikalis atas disertai kompresi pada akar nervus servikalis
(misalnya, arteritis vertebra servikalis), defisiensi enkefalin (peptida otak mirip- opiat,
bahan aktif pada endorfin).

Tension Type Headache (TTH)

Saat ini penyebab yang paling mungkin terjadinya TTH dipercayai adalah akibat
sensitivitas neuronal yang abnormal dan fasilitasi nyeri, bukan kontraksi otot
abnormal. Berbagai studi menunjukkan bahwa TTH berasosiasi dengan supresi
eksteroseptif (ES2), serotonin platelet abnormal, dan penurunan beta-endorfin likuor
serebrospinal.
18

Nosisepsi miofasial ekstrakranial merupakan salah satu dari mekanisme nyeri kepala
tegang. Nyeri kepala tidak secara langsung berhubungan dengan kontraksi otot, dan
dipikirkan kemungkinan hipersensitivitas neuron pada nucleus trigeminal kaudalis.
Sensitisasi sentral tersebut dikarenakan adanya input nosiseptif yang berkepanjangan
yang dihasilkan dari jaringan miofasial perikranial. Perubahan tersebut dapat
mempengaruhi mekanisme perifer dan menimbulkan peningkatan aktivitas otot
perikranial atau pelepasan neurotransmitter pada jaringan miofasial. Sensitisasi sentral
tersebut dapat bertahan bahkan setelah factor pencetus awal telah dihilangkan sehingga
menimbulkan konversi dari nyeri kepala tegang episodik menjadi kronik.

Salah satu teori yang paling populer mengenai penyebab nyeri kepala ini adalah
kontraksi otot wajah, leher, dan bahu. Otot-otot yang biasanya terlibat antara lain m.
splenius capitis, m. temporalis, m. masseter, m. sternocleidomastoideus, m. trapezius,
m. cervicalis posterior, dan m. levator scapulae. Penelitian mengatakan bahwa para
penderita nyeri kepala ini mungkin mempunyai ketegangan otot wajah dan kepala
yang lebih besar daripada orang lain yang menyebabkan mereka lebih mudah
terserang sakit kepala setelah adanya kontraksi otot. Kontraksi ini dapat dipicu oleh
posisi tubuh yang dipertahankan lama sehingga menyebabkan ketegangan pada otot
ataupun posisi tidur yang salah.

Sebuah teori juga mengatakan ketegangan atau stres yang menghasilkan kontraksi otot di
sekitar tulang tengkorak menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga aliran
darah berkurang yang menyebabkan terhambatnya oksigen dan menumpuknya hasil
metabolisme yang akhirnya akan menyebabkan nyeri.

Rasa nyeri di dalam kepala, seperti halnya nyeri di bagian lain, akan dihantarkan ke
korteks serebri oleh serabut-serabut saraf sensorik. Nyeri kepala dapat mempunyai
distribusi permukaan yang terlokalisasi atau terasa menyeluruh (difus) di dalam
kepala sebagai suatu kesatuan. Nervus yang terutama terlibat:
1. Nervus Trigeminus atau nervus kelima yang mempersarafi wajah dan
bangunan di wajah, bagian dua per tiga anterior kulit kepala dan periosteum di
bawahnya di luar tulang tengkorak. Di dalam tengkorak, nervus ini
mempersarafi dura mater dan pembuluh-pembuluh darah pada fossa anterior
dan media di depan tentorium serebri.
2. Tiga nervus servikalis pertama yang mempersarafi bagian sepertiga posterior
kulit kepala serta periosteum dan muskulus trapezius di luar tengkorak. Di
dalam tengkorak, ketiga saraf ini mempersarafi dura mater di sebelah posterior
tentorium dan pembuluh-pembuluh darah pada fossa posterior.

Migren
19

CGRP akan berikatan pada reseptornya di sel mast meningens dan akan merangsang pengeluaran mediator inflamasi sehingga menimbulkan inflamasi neuron. 20 . adanya gangguan vasospasme menyebabkan pembuluh darah otak berkonstriksi sehingga terjadi hipoperfusi otak yang dimulai pada korteks visual dan menyebar ke depan. Peningkatan kadar epinefrin dan serotonin akan menyebabkan konstriksi dari pembuluh darah lalu terjadi penurunan aliran darah di otak. Penurunan aliran darah di otak akan merangsang serabut saraf trigeminovaskular. akan terjadi penyebaran depresi yang akan menekan aktivitas neuron ketika melewati korteks serebri. Apabila terjadi penurunan kadar serotonin maka akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah intrakranial dan ekstrakranial yang akan menyebabkan nyeri kepala pada migren. Teori vaskular. Jika aliran darah berkurang maka dapat terjadi aura.Patofisiologi Migren Terdapat berbagai teori yang menjelaskan terjadinya migren. CGRP juga bekerja pada arteri serebral dan otot polos yang akan mengakibatkan peningkatan aliran darah. sistem ini juga mengaktifkan nukleus dorsal rafe sehingga terjadi peningkatan kadar serotonin. Teori Neovaskular (trigeminovascular). dimana pada orang migrain nilai ambang saraf menurun sehingga mudah terjadi eksitasi neuron lalu berlaku shortlasting wave depolarization oleh pottasium-liberating depression (penurunan pelepasan kalium) sehingga menyebabkan terjadinya periode depresi neuron yang memanjang. Penyebaran frontal berlanjuta dan menyebabkan fase nyeri kepala dimulai. Teori cortical spread depression. CGRP akan bekerja pada post junctional site second order neuron yang bertindak sebagai transmisi impuls nyeri Teori sistem saraf simpatis. Selanjutnya. adanya vasodilatasi akibat aktivitas NOS dan produksi NO akan merangsang ujung saraf trigeminus pada pembuluh darah sehingga melepaskan CGRP (calcitonin gene related). Selain itu. Selain itu. aktifasi sistem ini akan mengaktifkan lokus sereleus sehingga terjadi peningkatan kadar epinefrin.

3 Gangguan autonom dapat menimbulkan berbagai gejala seperti diare. Tipe Migrain tanpa aura ( migrain biasa) Durasi 4 sampai 72 jam apabila tidak diobati disfungsi penglihatan dan Tanda dan Gejala  Gejala prodromal yang meliputi rasa lelah. fungsi fisiologik terganggu: 1 Gangguan pemprosesan sensorik menyebabkan pendengaran (fotofobia dan fonofobia). serta rangsangan pada SPG (parasimpatetik) untuk sekresi air mata (lakrimasi) dan air hidung (rinorrhea). nausea.6. dan ketidakseimbangan cairan yang mendahului serangan sakit kepala.  Nyeri tipe sakit kepala (rasa pegal atau nyeri berdenyut yang bias unilateral atau 21 . 4 Gangguan serebrum dapat menyebabkan perubahan kognitif dan suasana hati. retroorbital dan dahi Hubungan polisinaptik dalam batang otak merangsang neuron-neuron dalam kolumna intermediolateral sumsum tulang belakang (simpatetik) dan nucleus salivatorius superior (parasimpatetik). Serat-serat preganglioner dari nucleus-nukleus ini membawa impuls-impuls untuk merangsang SCG (simpatetik) dan mengakibatkan sekresi keringat di dahi. Manifestasi Klinik Selama serangan migrain. Diperkirakan focus iritatif di dan sekitar pleksus membawa impulsimpuls ke batang otak dan mengakibatkan rasa nyeri di daerah periorbital. vomitus. 2 Gangguan motilitas GI dapat menyebabkan mual dan muntah serta kesulitan mengkonsumsi obat antimigren oral.  Sensitive terhadap cahaya dan bunyi berisik. 2. Pleksus ini mendapat rangsangan dari cabang 1 dan 2 nervus trigeminus.Cluster Headache Patofisiologi nyeri kepala klaster yang masih banyak dianut sampai saat ini : Fokus patofisiologi di arteri karotis intrakavernosus yang merangsang pleksus perikarotis. ganglia servikalis superior/SCG (simpatetik) dan ganglia sfenopalatinum/SPG (parasimpatetik).

 Nyeri kepala yang berupa nyeri berdenyut di daerah oksipital dn vomitus. dirasakan di satu sisi kepala. tidak terlalu berat dan dirasakan di kepala bagian depan dan belakang atau dirasakan kekakuan menyeluruh. Migrain hemiplegik dan oftalmoplegik Biasanya terjadi pada dewasa muda Migrain arteri basilaris Terjadi pada wanita muda periode haid  Gejala prodromal yang meliputi gangguan penglihatan seperti penampakan garis zig zag dan cahaya yang terang. Pemeriksaan untuk menyingkirkan penyakit fisik serta penilaian faktor psikis & kepribadian. mual dan muntah. hemiplagia) yang dapat bertahan meskipun sakit kepala sudah mereda.  Migrain hemiplegic terdapat gangguan neurologi (hemiparesis. Jika diagnosisnya masih meragukan dan sakit kepala baru terjadi. berdenyut dan disertai dengan hilangnya nafsu makan.bilateral). nyeri hilang timbul. tinnitus. gangguan motorik. ataksia. Membedakan Nyeri Kepala Jenis Penyebab atau Ketegangan otot Migren Ciri Khas Pemeriksaan Diagnostik Sakit kepala sering terjadi. cranial III) dan psitosis. menyebar ke satu atau kedua sisi kepala. Serangannya singkat (sekitar 1 jam). dilakukan CT scan atau MRI/diberikan obat migren untuk melihat efeknya. bibir serta tangan). biasanya mengenai seluruh kepala.  Nyeri unilateral  Kelumpuhan otot ekstraokuler (N.  Gejala prodromal yang meliputi gangguan penglihatan parsial dengan keluhan vertigo. kesemutan jarijari tangan serta kaki. Nyeri dimulai di dalam dan di sekitar mata atau pelipis. Obat migren diberikan untuk melihat efeknya 22 .  Sakit kepala yang periodik dan rekuren. Migrain dengan aura (klasik) Biasanya terjadi pada kepribadian kompulsif. gangguan sensorik (kesemutan pada wajah.

Sakit disertai demam. Analisa kimia darah dan pemeriksaan ginjal. bersifat ringan sampai berat. bersifat ringan sampai berat. Nyeri baru dirasakan. menyerang pria yang disertai dengan pembengkakan mata. penyakit jantung rematik atau penyakit jantung bawaan. indometasin) atau menghirup O2. darah. membaik di siang hari dan memburuk dalam keadaan dingin atau lembab. dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala. muntah dan perubahan mental. Nyeri hilang-timbul. menetap. berat dan dirasakan di seluruh kepala serta menjalar ke leher. dirasakan di kepala bagian depan.Nyeri Cluster Kepala Hipertensi Kelainan mata (iritis. Pemeriksaan mata. Nyeri dirasakan di kepala bagian depan atau di dalam dan di seluruh mata. Nyeri bersifat akut atau subakut. Nyeri hilang-timbul atau terus menerus. gangguan penglihatan. bersifat tumpul atau berat. Sebelumnya penderita pernah mengalami infeksi telinga. hidung meler & mata berair pada sisi yang sama dengan nyeri. 23 . Nyerinya berdenyut dan dirasakan di kepala bagian belakang atau di puncak kepala. kejang. sinus atau paru-paru. metisergid/obat vasokonstriktor. bersifat ringan sampai (sumatriptan. dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala. glaukoma). Rontgen sinus MRI atau CT scan MRI atau CT scan Pemeriksaan pungsi lumbal. kortikosteroid. Kelainan sinus Tumor otak Infeksi otak Meningitis Hematoma serangan terjadi secara periodik. Nyeri hilang-timbul. biasanya memburuk di pagi hari. kemampuan berbicara hilang. muntah dan sebelumnya mengalami nyeri tenggorokan atau infeksi pernafasan dan leher sulit ditekuk. bersifat sedang sampai berat dan seringkali memburuk jika mata dalam keadaan lelah. Kelemahan di salah satu sisi tubuh semakin meningkat.

tuberculosis. menyebar. kriptococcus. kanker. MRI atau CT scan.7. (The International Classification of Headache Disorders.subdural Perdarahan subaracnoid Sifilis. berat. menderita demam meski tidak terlalu tinggi dan terdapat riwayat sifilis. kelopak mata turun. Nyeri bersifat tumpul sampai berat dan dirasakan di seluruh kepala atau di puncak kepala. Pungsi lumbal. sarkoidosis atau kanker pada pasien. Biasanya sebelumnya telah terjadi cedera pada penderita yang disertai penurunan kesadaran. hebat dan menetap. Nyeri baru dirasakan. Diagnosis dan Diagnosis Banding Anamnesis Umum 24 . 2004) 2. menjalar ke leher. kadang dirasakan di dalam dan di sekitar mata. tuberkulosis. kriptokokosis. jika hasilnya negatif maka dilakukan pungsi lumbal. MRI atau CT scan. bisa dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala.

 Saat timbulnya nyeri kepala.  Fenomena lain yang menyertainya seperti photofobia. telinga. Pemeriksaan khusus meliputi palpasi pada tengkorak untuk mencari kelainan bentuk.aneurisma. nyeri tekan dan benjolan. Pemeriksaan leher. Tension type headache sering difuse dan bilateral. fungsi motorik. tumor otak lebih banyak pada usia sekitar 35 tahun. Perabaan arteri temporalis superfisialis dan arteri carotis komunis. tensiontype headache dan cluster headache biasanya mulai sebelum usia pertengahan. Nyeri kepala yang kronis misalnya pada migraine atau tension type headache. mulut dan gigi geligi perlu dilakukan. Palpasi pada otot untuk mengetahui tonus dan nyeri tekan daerah tengkuk. sensorik serta koordinasi Pemeriksaan Penunjang Umum 1 Ro foto kepala – melihat struktur tengkorak 2 Ro foto servikal – menentukan adanya spondiloartrosis dan fraktur servikal 25 . Cluster headache sering nyeri timbul pada saat pasien tidur sehingga sering membangunkan pasien. Tanda tanda rangsangan meningeal 3. dizziness.  Lamanya & frekwensi nyeri kepala. ditekankan pada fungsi saraf otak termsuk funduskopi. mata. 2. Nyeri kepala hebat yang akut disertai dengan kehilangan kesadaran atau tanda-tanda gangguan neurological fokal mengarah kepada subaraknoid hemoragia atau meningitis. gangguan penglihatan. Lamanya keluhan nyeri kepala pada pasien dapat mengarahkan kepada kelainan neurologi yang progressive atau suatu keganasan. tenggorok. Usia timbulnya. febris. Keadaan umum pasien & mentalnya.  Hal hal lain yang memperburuk nyeri kepala misalnya batuk. Cluster headache selalu unilateral  Kwalitas nyeri kepala. Pemeriksaan Fisik Umum 1. kelemahan otot. Pemeriksaan neurologis lengkap. Migraine dapat bilateral tapi lebih sering unilateral. Tumor otak dalam ventrikel juga dapat menyebabkan nyeri kepala pada saat tidur.phonofobia.  Sisi mana yang sakit. Kwalitas nyeri kepala sangat subyektif tergantung pada keadaan psikologi pasien. syndrome yang benign seperti migraine. hidung.

(4) sakit kepala mengikuti aura dalam interval bebas waktu tidak mencapai 60 menit 26 . (3) lokasi bilateral.3 CT Scans/ MRI – pada nyeri kepala yang menunjukkan kemungkinan penyakit intrakranial (tumor. (4) tidak diperburuk aktivitas. (2) paling tidak ada satu aura yang terbentuk berangsur ± angsur lebih dari 4 menit. CT scan kepala maupun MRI. tidak ada salah satu dari fotofobia dan fonofobia. Selain itu. tidak dijumpai mual muntah. TTH biasanya tidak memerlukan pemeriksaan darah. (2) intensitas ringan ± sedang. tauma kepala atau presinkop 5 Foto sinus paranasal – melihat adanya sinusitis 6 Angiografi – untuk kasus spesifik seperti aneurisma 7 LP – infeksi. AVM dll) 4 EEG – dilakukan bila ada riwayat kejang. perdarahan subarachnoid. Migren Anamnesis Migren dg aura 3 dr 4 kriteria berikut: (1) migren dengan satu atau lebih aura reversibel yang mengindikasikan disfungsi serebral korteks dan atau tanpa disfungsi batang otak. kesadaran menurun. rontgen. perdarahan intrakranial 8 EMG – kontraksi otot yang terus menerus pada tengkuk. PF dan PP Pemeriksaan Penunjang Tension Type Headache (TTH) Tidak ada uji spesifik untuk mendiagnosis TTH dan pada saat dilakukan pemeriksaa neurologik tidak ditemukan kelainan apapun. (3) aura tidak bertahan lebih dari 60 menit. belakang dan depan kepala 9 Labor – pemeriksaan kimia darah Tension Type Headache (TTH) Anamnesis Tension Type Headache harus memenuhi syarat yaitu sekurang ± kurangnya dua dari berikut ini : (1) adanya sensasi tertekan/terjepit.

(3) intensitas sedang berat. (3) bisa terjadi mual muntah. Serangan mempunyai frekuensi dari 1 kali setiap hari berbeda hingga 8 kali pada hari yang sama e. PF dan PP Pemeriksaan Penunjang Migren Pemeriksaan untuk menyingkirkan penyakit lain ( jika ada indikasi) adalah pencitraan ( CT scan dan MRI) dan punksi lumbal. (b) paling sedikit memenuhi dua dari : (1) unilateral . Kongesti nasal ipsilateral dan atau rhinorrhea 3. berkeringat pada bagian depan dan wajah ipsilateral 5. supraorbital. Paling sedikit 5 kali serangan dengan kriteria seperti di bawah b.72 jam.Migren tanpa aura sedikit lima kali serangan nyeri kepala seumur hidup yang memenuhi kriteria berikut : (a) berlangsung 4 . Berat atau sangat berat unilateral orbital. Injeksi konjungtiva ipsilateral dan atau lakriimasi 2. Sakit Kepala Cluster Anamnesis Diagnosis nyeri kepala klaster menggunakan kriteria oleh IHS adalah sebagai berikut : (IHS. Tidak berhubungan dengan kelainan yang lain 27 . (2) sensasi berdenyut.2005) a. Sakit kepala disertai satu dari kriteria dibawah ini : 1. dan atau nyeri temporal selama 15 – 180 menit bila tidak di tatalaksana. Sensasi agitasi d. (4) diperburuk oleh aktifitas. fotofobia dan fonofobia. Ipsilateral miosis dan atau ptosis 6. Edema ipsilateral kelopak mata 4. c.

migren komplikata. cluster headache. dan sakit kepala pada anemia. sakit kepala pasca punksi lumbal.DIAGNOSIS BANDING Gejala Riwayat keluarga Jenis kelamin Usia Lokasi sakit Saat timbul Nyeri berdenyut Intensitas nyeri Lama serangan Pengaruh aktifitas fisik Nyeri hilang timbul Enek / muntah Fotofobia Fonofobia Mata merem/merah Hidung keluar air Leher kaku Kelumpuhan badan Migrain + Perempuan Remaja – dewasa Unilateral Pagi ++ Sedang – berat 4 jam – 3 hari Makin parah Tension headache Tak berbeda dewasa Bilateral Sore Ringan – sedang beberapa hari Tak berpengaruh Cluster Pria 20 – 40 tahun Unilateral Malam Sangat hebat 15 menit – 3 jam Tak berpengaruh + - - + + + - - +++ + ++ - +++ - Diferensial Diagnosa Tension Type Headache (TTH) Diferensial Diagnosa dari TTH adalah sakit kepala pada spondilo-artrosis deformans. sakit kepala pada arteritis temporalis. sakit kepala pasca trauma kapitis. Diagnosis Banding Cluster Headache Anisocoria Atypical Facial Pain Basilar Artery Thrombosis Brainstem Gliomas Cavernous Sinus Syndromes Chronic Paroxysmal Hemicrania Craniopharyngioma Headache: Pediatric Perspective Intracranial Hemorrhage 28 . sakit kepala pada desakan intrakranial. sakit kepala pada penyakit kardiovasikular. migren klasik.

Terapi profilaksis menggunakan metilgliserid malead.8. penyakit pembuluh darah. mencegah berlanjutnya dilatasi ekstrakranial. trombofebilitis. memperkirakan siklus menstruasi. meditasi. Pada penderita penyakit jantung iskemik gunakan pizotifen 3 sampai 5 kali 0. aspirin. dan hipnotis. ensefalitis. dll. massage. hamil atau sedang menggunakan pil anti hamil.5 mg sehari. Dosis untuk pemberian nasal adalah 0. Jika pengobatan simpel analgesia (asetaminofen.) gagal maka 29 . meningioma. Pengobatan farmakologi adalah simpel analgesia dan/atau mucles relaxants. menghambat aksi media humoral ( misalnya serotonin dan histamin). sindrom lupus eritematosus. pizotifen. meningitis. Ibuprofen dan naproxen sodium merupakan obat yang efektif untuk kebanyakan orang. wanita haid. poliarteritis nodosa. dan propanolol. Terapi Tension Type Headache (TTH) Relaksasi selalu dapat menyembuhkan TTH. Kontraindikasi adalah sepsis.5 mg. migren dapat diatasi dengan menghindari aktor penyebab. Dosis tidak boleh melewati 1mg/24 jam. dan/ atau latihan biofeedback. Pada wanita hamil. ibuprofen. Pasien harus dibimbing untuk mengetahui arti dari relaksasi yang mana dapat termasuk bed rest.5 mg (sekali semprot).25 – 0. 2. secara subkutan atau IM diberikan sebanyak 0.Migraine Headache Migraine Variants Pituitary Tumors Postherpetic Neuralgia Subarachnoid Hemorrhage Temporomandibular Joint Syndrome Tolosa-Hunt Syndrome Trigeminal Neuralgia Diferensial diagnosa Migren Diferensial diagnosa migren adalah malformasi arteriovenus. dan cluster headache. Dosis tidak boleh melewati 10 mg/minggu. Dosis tidak boleh melewati 2 mg (4 semprotan). siproheptidin hidroklorida. Secara oral atau sublingual dapat diberikan 2 mg segera setelah nyeri timbul. Terapi tahap akut adalah ergotamin tatrat. Penatalaksanaan Terapi Migren Tujuan terapi migren adalah membantu penyesuaian psikologis dan fisiologis. dan mencegah vasokonstriksi arteri intrakranial untuk memperbaiki aliran darah otak. haid atau sedang menggunakan pil anti hamil berikan pethidin 50 mg IM. Selain ergotamin juga bisa obat – obat lain (lihat tabel 6). manajemen lingkungan. glioblastoma. Selain menggunakan obat – obatan. aneurisma serebri. yoga.

Terkadang oksigen mungkin hanya menunda daripada menghentikan serangan dan rasa sakit tersebut akan kembali. Mekanisme 30 . membuat pengobatan dengan cara ini menjadi tidak nyaman dan tidak dapat di akses setiap waktu. Obat-obat anestesi lokal. Sumatriptan. Namun harus berhati-hati jika digunakan pada pasien-pasien dengan hipoksia. Efek dari penggunaannya relatif aman. biasanya menggunakan injeksi atau inhaler daripada tablet per oral.dapat ditambah butalbital dan kafein ( dalam bentuk kombinasi seperti Fiorinal) yang akan menambah efektifitas pengobatan. 3. Tujuan dari pengobatan adalah menolong menurunkan keparahan nyeri dan memperpendek jangka waktu serangan. Anestesi lokal menstabilkan membran saraf sehingga sel saraf menjadi kurang permeabel terhadap ion-ion. Obat-obat profilaksis : 1. depresi pernafasan. Alkaloid ergot ini menyebabkan vasokontriksi pada otot-otot polos di pembuluh darah otak. tidak mahal. serta hati-hati pada penderita dengan riwayat hipertensi. Hal ini mencegah pembentukan dan penghantaran impuls saraf. Karena sakit kepala tipe ini meningkat dengan cepat pengobatan simtomatik harus mempunyai sifat bekerja dengan cepat dan dapat diberikan segera. Pengobatan simtomatik termasuk : 1. sedangkan obat-obat profilaktik digunakan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas eksaserbasi sakit kepala. Obat injeksi sumatriptan yang biasa digunakan untuk mengobati migraine. dan efeknya dapat dirasakan setelah sekitar 15 menit. juga efektif digunakan pada cluster headache. penggunaan intra vena bekerja lebih cepat daripada inhaler dosis harus dibatasi untuk mencegah terjadinya efek samping terutama mual. Menghirup oksigen 100 % melalui sungkup wajah dengan kapasitas 7 liter/menit memberikan kesembuhan yang baik pada 50 sampai 90 % orang-orang yang menggunakannya. Lidokain intra nasal dapat digunakan secara efektif pada serangan cluster headache. Penggunaan anti konvulsan sebagai profilaksis pada cluster headache telah dibuktikan pada beberapa penelitian yang terbatas. atau bradikardi. Tersedia dalam bentuk injeksi dan inhaler. 4. Kerugian utama dari penggunaan oksdigen ini adalah pasien harus membawa-bawa tabung oksigen dan pengaturnya. 2. Obta-obat simtomatik bertujuan untuk menghentikan atau mengurangi rasa nyeri setelah terjadi serangan cluster headache. Ergotamin. Oksigen. Anti konvulsan. sehingga menyebabkan efek anestesi lokal. Terapi Cluster Headache Tidak ada terapi untuk menyembuhkan cluster headache. Beberapa orang diuntungkan dengan penggunaan sumatriptan dalam bentuk nasal spray namun penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk menentukan keefektifannya. Obat-obat yang digunakan untuk cluster headache dapat dibagi menjadi obat-obat simtomatik dan profilaktik. Terkadang jumlah yang lebih besar dapat lebih efektif.

kehilangan sensoris pada kornea dan anestesia dolorosa. Seseorang yang akan mengalami pembedahan hanyalah yang mengalami serangan pada satu sisi kepal saja karena operasi ini hanya bisa dilakukan satu kali. Mekanisme kerja kortikosteroid pada cluster headache masih belum diketahui. 31 . Pembedahan dengan menggunakan sinar gamma sekarang lebih sering digunakan karena kurang invasif. Pembedahan Pembedahan di rekomendasikan pada orang-orang dengan cluster headache kronik yang tidak merespon dengan baik dengan pengobatan atau pada orang-orang yang memiliki kontraindikasi pada obat-obatan yang digunakan. Blok saraf invasif ataupun prosedur bedah saraf non-invasif (contohnya radio frekuensi pericutaneus. Obat-obat kortikosteroid sangat efektif menghilangkan siklus cluster headache dan mencegah rekurensi segera. rhizotomi) telah terbukti berhasil mengobati cluster headache. Prednison dosis tinggi diberikan selama beberapa hari selanjutnya diturunkan perlahan. Prosedur yang dilakukan adalah merusak jalur saraf yang bertanggungjawab terhadap nyeri. mungkin bekerja dengan mengatur sensitisasi di pusat nyeri. Namun demikian terjadi efek samping berupa diastesia pada wajah.kerja obat-obat ini untuk mencegah cluster headache masih belum jelas. Metode baru dan menjanjikan adalah penanaman elektroda perangsang dengan menggunakan penunjuk jalan stereostatik di bagian inferior hipotalamus. Kortikosteroid. Penelitian menunjukkan bahwa perangsangan hipotalamus pada pasien dengan cluster headache yang parah memberikan kesembuhan yang komplit dan tidak ada efek samping yang signifikan. 2. Orang-orang yang mengalami serangan berpindahpindah dari satu sisi ke sisi yang lain mempunyai resiko kegagalan operasi. gangliorhizolisis trigeminal. Ada beberapa tipe pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengobati cluster headache.

9. Tension type headache episodik dapat berkembang menjadi tipe kronik. dllyang berlebihan. Komplikasi Komplikasi TTH adalah rebound headache yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh penggunaan obat . asetaminofen. dan depresi 32 .obatan analgesia seperti aspirin.2.

b. dll yang berlebihan 2. Faktor Lingkungan Sosial Sosialisasi terhadap wanita pada peran yang lebih bergantung. kurangi stress. berolahraga secara rutin. seperti “peran sakit” yang dapat diekspresikan dalam bentuk gangguan somatoform. (6) sakit kepala yang rekuren pada anak LO 3. Komplikasi Migren adalah rebound headache. Gejala dan keluhan somatik adalah cukup serius untuk menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna pada pasien atau gangguan pada kemampuan penderita untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. (4) sakit kepala disertai sakit pada bagian mata dan telinga.1. pasien dapat mengenali jika sakit kepalanya mulai timbul dan mulai melakukan perubahanperubahan sikap agar sakit kepalanya mereda. mengingat ini adalah suatu kelainan psikogenik. Faktor-faktor Biologis Faktor ini berhubungan dengan kemungkinan pengaruh genetis (biasanya pada gangguan somatisasi). Gangguan somatoform tidak disebabkan oleh purapura yang disadari atau gangguan buatan. (2) sakit kepala dengan demam dan kehilangan kesadaran.11. dan durasi gejala. (3) sakitkepala setelah terkena trauma mekanik pada kepala. diharapkan. dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat. Definisi Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik (sebagai contohnya. Pencegahan nyeri kepala adalah dengan mengubah pola hidup dengan cara mengatur pola tidur yang sama setiap hari. Memahami dan Menjelaskan Nyeri Somatoform 3. (5) sakit kepala yang menetap pada pasien yangsebelumnya tidak pernah mengalami serangan. faktor-faktor penyebab dikelompokkan sebagai berikut (Nevid dkk.d engan adanya suatu terapi psikologis. Suatu diagnosis gangguan somatoform mencerminkan penilaian klinisi bahwa faktor psikologis adalah suatu penyumbang besar untuk onset.akibat gejalanya dapat terjadi sebagai suatu komplikasi pada pasien. 33 . asetaminofen. nyeri kepala yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan analgesia seperti aspirin. nyeri. 2006) 2. menghindari pemicu nyeri kepala yang telah diketahui. makan makanan sehat dan teratur.2. Etiologi Secara garis besar.10. 2005): a. Prognosis Prognosis dari sakit kepala bergantung pada jenis sakit kepalanya sedangkanindikasi merujuk adalahsebagai berikut: (1) sakit kepala yang tiba ± tiba dan timbulkekakuan di leher. 3. (Price. keparahan. mual. Pencegahan Terapi Perilaku merupakan pencegahan yang baik pada pasien.

b. termasuk perubahan dalam perilaku. Faktor psikologis  Kepribadian tipe A mewakili hubungan tipe kepribadian dengan gangguan fisiologis. dan iritasi kulit.c. pada gilirannya. penyakit jantung. Faktor Perilaku. metabolisme tulang.  Menyalahkan kinerja buruk dari kesehatan yang menurun mungkin merupakan suatu strategi self-handicaping (hipokondriasis). energi psikis yang terpotong dari impulsimpuls yang tidak dapat diterima dikonversikan ke dalam simtom fisik (gangguan konversi). memberikan kontribusi untuk patologi stres yang terkait. dapat. dalam hal ini penyakit jantung. penyebab ganda yang terlibat adalah:  Terbebas dari tanggung jawab yang biasa atau lari atau menghindar dari situasi yang tidak nyaman atau menyebabkan kecemasan (keuntungan sekunder). Faktor Emosi dan Kognitif Pada faktor penyebab yang berhubungan dengan emosi dan kognitif. aksi sistem neurotransmiter. Faktor biologi  Emosi dikaitkan dengan bangkitan sistem neuroindokrin melalui pelepasan kortikosteroid. sensitivitas insulin. dan perubahan reseptor pascasinaptik dalam berespon terhadap stres. dan diperoleh respon imun  Teori genetik menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat menyebabkan perubahan fisiologis.  Umpan balik pengaturan gangguan stres yang relevan. Faktor Resiko Gangguan Somatoform  Riwayat orangtua  Pola asuh dalam keluarga yang salah  Wanita lebih banyak menderita  Memiliki kepribadian yang mudah cemas  Orang yang tertutup  Alkoholism  Penyalahgunaan obat Faktor Predisposisi (faktor kepribadian) a. terutama aktivasi kekebalan dan peradangan. d.  Adanya perhatian untuk menampilkan “peran sakit”  Perilaku kompulsif yang diasosiasikan dengan hipokondriasis atau gangguan dismorfik tubuh dapat secara sebagian membebaskan kecemasan yang diasosiasikan dengan keterpakuan pada kekhawatiran akan kesehatan atau kerusakan fisik yang dipersepsikan. gangguan pencernaan. penyebab ganda yang terlibat adalah sebagai berikut:  Salah interpretasi dari perubahan tubuh atau simtom fisik sebagai tanda dari adanya penyakit serius (hipokondriasis).  Penyakit fisik dapat terjadi tanpa disertai kerusakan organic 34 .  Dalam teori Freudian tradisional. Pada faktor perilaku ini. yang mengakibatkan gangguan fisik.

3. Klasifikasi 1. b. seperti penglihatan dan pendengaran. Faktor Presipitasi (faktor psikososial) a. bertahannya dan tingkat sakit yang dirasakan. menunjukkan lokasi rasa nyeri yang dialaminya dengan lebih spesifik. Pasien kemungkinan tidak mampu untuk bekerja dan menjadi tergantung dengan obat pereda rasa sakit. Faktor biologis  Penyakit psikofisiologis diakibatkan akumulasi kejadian kecil yang menimbulkan stres. dimana rasa nyeri itu sendiri bukanlah pengalaman sensoris yang sederhana. satu gagasan tentang sifat-sifat ini adalah bahwa kepribadian penyembuhan diri. penderita mengalami rasa sakit yang mengakibatkan ketidakmampuan secara signifikan.faktor psikologis diduga memainkan peranan penting pada kemunculan. Faktor sosiokultural  Keparahan gejala pada individu dipengaruhi oleh aspek lingkungan sosial dan budaya pengalaman subjektif stres dapat ditingkatkan atau dikurangi dengan sifat dan jumlah masalah dalam dunia orang tersebut. Pain Disorder Pada pain disorder. Rasa nyeri yang timbul dapat berhubungan dengan konflik atau stress atau dapat pula terjadi agar individu dapat terhindar dari kegiatan yang tidak menyenangkan dan untuk mendapatkan perhatian dan simpati yang sebelumnya tidak didapat. perubahan iklim dunia yang emosional. Faktor sosiokultural  Pola bekerja terlalu berat dan berlebih-lebihan 3. yang dicirikan oleh antusiasme c. atau self-efficacy  Fokus peningkatan pada peran pelindung negara emosional yang positif. Akan tetapi dalam beberapa kasus dapat dibedakan dengan jelas bagaimana rasa nyeri yang dialami oleh individu dengan gangguan somatoform dengan rasa nyeri dari individu yang mengalami nyeri akibat masalah fisik. memutuskan apakah rasa nyeri yang dirasakan merupakan gangguan nyeri yang tergolong gangguan somatoform. amatlah sulit. Untuk itu. lebih detail dalam memberikan gambaran sensoris dari rasa 35 . Individu yang merasakan nyeri akibat gangguan fisik. Optimis tampaknya memiliki gejala fisik lebih sedikit dan dapat menunjukkan pemulihan lebih cepat dari penyakit  Percaya pada kendali pribadi. Faktor Psikologis  Sulit mengenali satu atau lebih stressor yang menyeababkan masalah c.  Menjadi sakit adalah peran sosial akan sebagai kondisi dan masyarakat ditempatkan keyakinan tertentu dan harapan pada orang yang jatuh sakit. Diagnosis akurat mengenai pain disorder terbilang sulit karena pengalaman subjektif dari rasa nyeri selalu merupakan fenomena yang dipengaruhi secara psikologis. dan dengan kehidupan sosial orang yang sakit itu.

sedangkan pria lebih cenderung memiliki kepercayaan bahwa mereka bertubuh pendek. Dalam teori disebutkan bahwa mereka bersikap berlebihan pada sensasi fisik yang umum dan gangguan kecil. ukuran penisnya terlalu kecil atau mereka memiliki terlalu banyak rambut di tubuhnya (Perugi dalam Davidson. 2000. 2004). Sayangnya. Hypochondriasis seringkali muncul bersamaan dengan gangguan kecemasan dan mood. dan biasanya berkaitan dengan depresi. misalnya kerutan di wajah. berkeringat. Hypochondriasis Hypochondriasis adalah gangguan somatoform dimana individu diliputi dengan ketakutan memiliki penyakit yang serius dimana hal ini berlangsung berulang-ulang meskipun dari kepastian medis menyatakan sebaliknya. Aspek psikologis dari gejala conversion ini ditunjukkan dengan fakta bahwa biasanya gangguan ini muncul 36 . gejala sensorik dan motorik. Beberapa individu yang mengalami gangguan ini secara kompulsif akan menghabiskan berjam-jam setiap harinya untuk memperhatikan kekurangannya dengan berkaca di cermin. 2004). Hal ini sangat mengganggu dan terkadang dapat mengerah pada bunuh diri. Kring. gangguan kepribadian (Phillips&McElroy. Conversion disorder Pada conversion disorder. rambut pada wajah yang berlebihan. dalam Davidson. batuk yang kadang terjadi.. pinggang. Wanita cenderung pula fokus pada bagian kulit. Body Dysmorphic Disorder Pada body dysmorphic disorder. dan kaki. seperti pada gangguan pola makan. Body dysmorphic disorder muncul kebanyakan pada wanita. bahwa ia baik-baik saja. mengenakan baju yang sangat longgar (Albertini & Philips daam Davidson. Kring. dada. 2004). seperti detak jantung yang tidak teratur. biasanya dimulai pada akhir masa remaja. menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan rusaknya sistem saraf. Neale. Beberapa bahkan mengurung diri di rumah untuk menghindari orang lain melihat kekurangan yang dibayangkannya. misalnya. Neale. Neale. Kring. Kring. fobia social. Veale et al. Individu yang mengalami hal ini biasanya merupakan konsumen yang seringkali menggunakan pelayanan kesehatan. Faktor social dan budaya memainkan peranan penting pada bagaimana seseorang merasa apakah ia menarik atau tidak.nyeri yang dialaminya. dan menjelaskan situasi dimana rasa nyeri yang dirasakan menjadi lebih sakit atau lebih berkurang (Adler et al. atau mengkamuflasekan kekurangan mereka dengan.. sakit perut. Kring. individu diliputi dengan bayangan mengenai kekurangan dalam penampilan fisik mereka. bahkan terkadang mereka manganggap dokter mereka tidak kompeten dan tidak perhatian (Pershing et al. Neale. dalam Davidson. biasanya di bagian wajah. 2004). Neale. atau bentuk dan ukuran hidung. 3. Neale.1996 dalam Davidson. 2004). Ada pula yang menghindari cermin agar tidak diingatkan mengenai kekurangan mereka. rasa sakit. 4. sebagai bukti dari kepercayan mereka.. 2004). operasi plastik berperan kecil dalam menghilangkan kekhawatiran mereka (Veale dalam Davidson. Gangguan ini biasanya dimulai pada awal masa remaja dan cenderung terus berlanjut. 2. seringnya konsultasi pada dokter bedah plastik dan beberapa individu yang mengalami hal ini bahkan melakukan operasi sendiri pada tubuhnya. seperti hilangnya penglihatan atau kelumpuhan secara tiba-tiba. padahal organ tubuh dan sistem saraf individu tersebut baik-baik saja. Kring.

Biasanya hal ini memungkinkan individu untuk menghindari beberapa aktivitas atau tanggung jawab atau individu sangat ingin mendapatkan perhatian. dan biasanya banyak dialami oleh wanita (Faravelli et al. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan menurut riwayat penyakit. biasanya lebih sering muncul pada wanita. Untuk itu. Neale. Neale. 5.. dimana biasanya muncul setelah adanya kejadian yang tidak menyenangkan dalam hidup. 1997 dalam Davidson. atau temuan laboratonium. 1997 dalam Davidson. Somatization Disorder Menurut DSM-IV-TR kriteria dari somatization disorder adalah memiliki sejarah dari banyak keluhan fisik selama bertahun-tahun. Kring. pemeriksaan fisik. yaitu borderline dan histrionic personality disorder (Binzer. Neale. 2004). dalam Davidson. medikasi. keluhan gastrointestinal atau saluran kemih) a) Salah satu (1)atau (2)  Setelah pemeriksaan yang tepat. Neale. Kring. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang Tidak Digolongkan Kriterianya: Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan. c) Durasi gangguan sekurangnya enam bulan. 2004). gejala-gejala yang timbul tidak disebabkan oleh kondisi medis atau berlebihan dalam memberikan kondisi medis yang dialami. gejala tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. 1 gejala sexual. Gejala conversion biasanya berkembang pada masa remaja atau awal masa dewasa. Anderson&Kullgren. obat. kecemasan dan konflik psikologis diyakini dialihkan pada gejala fisik. 2004). 2004). Somatizaton disorder biasanya dimulai pada awal masa dewasa (Cloninger et al. b) Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. Prevalensi dari conversion disorder kurang dari 1 %. Kring. dan 1 gejala pseudoneurological. pada dasarnya berasal dari Freud. Kring. Kent&Coryell dalam Davidson. Conversion disorder biasanya berkaitan dengan diagnosis Axis I lainnya seperti depresi dan penyalahgunaan zatzat terlarang. Istilah conversion.. Prevalensi dari somatiation disorder diperkirakan kurang dari 0. Loew&Jorashky.. 2 gejala gastrointestinal. khususnya wanita African American dan Hispanic (Escobar et al. 2004) dan pada pasien yang sedang menjalani pengibatan medis. Kring. dan dengan gangguan kepribadian. memiliki 4 gejala nyeri. Neale. 6. atau fungsi penting lainnya.Rechlin.secara tiba-tiba dalam situasi yang tidak menyenangkan. dalam Davidson. dimana disebutkan bahwa energi dari instink yang di repress dialihkan pada aspek sensori-motor dan mengganggu fungsi normal.Singh&Lee. 37 . hilangnya nafsu makan. atau alkohol)  Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan.1997. pekerjaan.5% dari populasi Amerika. 1996. Prevalensi ini lebih tinggi pada beberapa negara di Amerika Selatan dan di Puerto Rico (Tomassson.

halusinasi. 3. Ada keyakinan yang tertersebar luas dalam budaya India yaitu bahwwa hilangnya air mani merupakan sesuatu yang berbahaya karena mengurangi energi mental dan fisik tubuh. 4 Satu gejala pseudoneurologis: riwayat sekurangnya satu gejala ataudefisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbataspada nyeri (gejala konversi seperti gangguan koordinasi ataukeseimbangan. Diagnosis dan Diagnosis Banding KRITERIA DIAGNOSTIK MENURUT DSM-IV Kriteria diagnostik untuk Gangguan Somatisasi A Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yangterjadi selama periode beberapa tahun dan membutuhkan terapi. 2 Dua gejala gastrointestinal: riwayat sekurangnya dua gejalagastrointestinal selain nyeri (misalnya mual. atau selama miksi). punggung. gangguan kecemasan. tidak dapat bernafas. anggota gerak. e) Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura) Sindrom Koro dan Sindrom Dhat Sindrom koro itu adalah gangguan somatoform yang terkait budaya. sulit menelan ataubenjolan di tenggorokan. dada. sendi. muntah sepanjang kehamilan). 38 . selama hubungan seksual. diare. yang ditandai oleh ketakutan yang berlebih akan kehilangan air mani. menstruasi tidak teratur. dan jantung berdebar-debar. perut. perdarahan menstruasiberlebihan. pekerjaan. retensi urin.4. kembung. disfungsi seksual. afonia. ditemukan terutama di antara pria Asia India. muntah selaindari selama kehamilan. disfungsierektil atau ejakulasi. B Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan. gangguan tidur. atau fungsipenting lain. Sindrom dhat adalah gangguan somatoform yang terkait budaya.d) Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya gangguan somatoform. rektum. gangguan mood. yangmenyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial. dengan gejala individual yangterjadi pada sembarang waktu selama perjalanan gangguan: 1 Empat gejala nyeri: riwayat nyeri yang berhubungan dengansekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnyakepala. atau intoleransi terhadap beberapa jenismakanan) 3 Satu gejala seksual: riwayat sekurangnya satu gejala seksual ataureproduktif selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual. paralisis atau kelemahan setempat. Tanda-tanda fisiologis kecemasan yang medekati proposi panic umu terjadi. selamamenstruasi. Sindrom koro cenderung hanya muncul sebentar dan melibatkan episode kecemasan takur bahwa alat genitalnya akan mengerut. ditemukan terutama di Cina. dimana orang takut bahwa alat genital mereka akan mengerut. mencakup keringat yang berlebihan . Pria dengan sindrom ini juga percaya bahwa air mani bercampur dengan urine dan dikeluarkan saat buang air kecil. atau gangguan psikotik).

tidak terjadi sematamata selama perjalanan gangguan somatisasi. E Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinisatau gangguan dalam fungsi sosial. obat. kebutaan. B Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisitkarena awal atau eksaserbasi gejala atau defisit adalah didahului oleh konflik atau stresor lain.gejala disosiatif seperti amnesia. keluhan fisik atau gangguan sosialatau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yangdiperkirakan dan riwayat penyakit. setelah penelitian yang diperlukan. atau oleh efek langsung suatu zat. D Gejala atau defisit tidak dapat. ketulian. tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yangdikenal atau efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. dijelaskansepenuhnya oleh kondisi medis umum. Sebutkan tipe gejala atau defisit: Dengan gejata atau defisit motorik Dengan gejala atau defisit sensorik Dengan kejang atau konvulsi Dengan gambaran campuran 39 . 2 Jika terdapat kondisi medis umum. D Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguanbuatan atau pura-pura). atau alkohol). atausebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara kultural. dan tidak dapatditerangkan dengan lebih baik oleh gangguan mental lain. atau hilangnya kesadaran selainpingsan). kejang.hilangnyasensasi atau nyeri. pandangan ganda. atau temuanlaboratorium. F Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual. pemeriksaan fisik. C Salah satu (1)atau (2): 1 Setelah penelitian yang diperlukan. pekerjaan.medikasi. C Gejala atau defisit tidak ditimbulkkan secara sengaja atau dibuat-buat (sepertipada gangguan buatan atau berpura-pura). atau fungsi penting lain ataumemerlukan pemeriksaan medis. Kriteria diagnostik untuk Gangguan Konversi A Satu atau lebih gejala atau defisit yang mengenai fungsi motorik volunter atausensorik yang mengarahkan pada kondisi neurologis atau kondisi medis lain.

C Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain(misalnya. C Keyakinan dalam kriteria A tidak memiliki intensitas waham (sepertigangguan delusional. tipe somatik) dan tidakterbatas pada kekhawatirantentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh). Jika ditemukan sedikitanomali tubuh. gangguan panik. suatupenyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadapgejala-gejala tubuh. pekerjaan. atau fungsi penting lainnya. pekerjaan. 40 . ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexianervosa). atau fungsi penting lain. cemas perpisahan. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Dismorfik Tubuh A Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan. B Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepatdan penentraman. B Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis ataugangguan dalam fungsi sosial. gangguan depresif berat.Kriteria Diagnostik untuk Hipokondriasis A Preokupasi dengan ketakutan menderita. E Lama gangguan sekurangnya 6 bulan. orang tidak menyadari bahwa kekhawatirannya tentang menderitapenyakit serius adalah berlebihan atau tidak beralasan. atau gangguan somatoform lain. D Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara kilnis ataugangguan dalam fungsi sosial. Sebutkan jika: Dengan tilikan buruk: jika untuk sebagian besar waktu selamaepisode berakhir. kekhawatiran orang tersebut adalah berlebihan dengan nyata. gangguan obsesif-kompulsif. atau ide bahwa ia menderita. F Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasanumum. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Nyeri A Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis merupakan pusat gambaran klinisdan cukup parah untuk memerlukan perhatian klinis.

obat. Tuliskan seperti berikut: Gangguan nyeri berhubungan dengan faktor psikologis:faktor psikologis dianggap memiliki peranan besar dalam onset. D Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (sepertipada gangguan buatan atau berpura-pura).Sebutkan jika: Akut: durasi kurang dari 6 bulan Kronis: durasi 6 bulan atau lebih Gangguan nyeri berhubungan baik dengan faktor psikologls maupun kondisimedis umum Sebutkan jika: Akut: durasi kurang dari 6 bulan Kronis: durasi 6 bulan atau lebih Catatan: yang berikut ini tidak dianggap merupakan gangguan mental dandimasukkan untuk mempermudah diagnosis banding.kemarahan. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalahmelebihi apa yang diperkirakan menurut riwayat penyakit. E Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood. atau temuan laboratonium.keluhangastrointestinal atau saluran kemih). 2. kelelahan. gejala tidak dapat dijelaskansepenuhnya oleh kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera.pemeriksaan fisik.Setelah pemeriksaan yang tepat. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang Tidak Digolongkan A Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya makan. 41 .B Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguandalam fungsi sosial. hilangnya nafsu B Salah satu (1)atau (2) 1. atau fungsi penting lain. eksaserbasi atau bertahannnya nyeri. C Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. dan bertahannya nyeri.Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan.eksaserbasi. keparahan. medikasi. kecemasan. ataualkohol). pekerjaan.atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia.

4. hipertensi. Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti padagangguan buatan atau berpura-pura). perilaku bermusuhan dan tertekan menyebabkan penyakit kandiovaskular).Durasi gangguan sekurangnya enam bulan. disfungsi seksual. pekerjaan.nyatakan yang paling menonjol). gangguan mood. atau keterlambatan penyembuhandan. E. atau tension headache yangberhubungan dengan stres). Perilaku kesehatan mal-adaptif mempengaruhi kondisi medis (misalnya tidak olahraga. kondisi medis umum. gangguan tidur.Respon fisiologis yang berhubungan dengan stres mempengaruhi kondisi medisumum(misalnya eksaserbasi ulkus. seks yang tidak aman.Respons fisiologis yang berhubungan dengan stres menyebabkan ataumengeksaserbasi gejala-gejala kondisi medis umum. F. Sifat kepribadian atau gaya menghadapi masalah mempengaruhi kondisi medis(misalnya penyangkalan psikologis terhadap pembedahan pada seorang pasienkanker. atau gangguan psikotik). aritmia. Kriteria Diagnostik Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kondisi Medis A Adanya suatu kondisi medis umum (dikodekan dalam Aksis III).Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain(misalnya gangguan somatoform. kecemasan mengeksaserbasi asma). 2. Pilihlah nama bendasarkan sifat faktor psikologis (bila terdapat lebih dan satu faktor.C. Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguandalam fungsi sosial. B Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis umum dengan salah satucara berikut: 1. Gangguan mental mempengaruhi kondisi medis (sepertigangguan depresif beratmemperlambat pemulihan dan infark miokardium). 3.Faktor yang mempengaruhi perjalanan kondisi medis umumditunjukkan oleh hubungan erat antara faktor psikologis dan perkembangan atau eksaserbasi dan. atau fungsi penting lainnya. D. 42 . Gejala psikologis mempengaruhi kondisi medis (misalnya gejala depresifmemperlambatpemulihan dan pembedahan.gangguan kecemasan. Faktor yang membuat risiko kesehatan tambahan bagi individu. makan berlebihan). Faktor yang mengganggu pengobatan kondisi medis umum.

Gangguan Hipokondrik 43 . Gangguan Somatoform Tak Terinci Pedoman diagnostik  Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel. akan tetapi gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan somatisasi tidak terpenuhi  Kemungkinan ada ataupun tidaknya faktor penyebab psikologis belum jelas. bervariasi dan menetap.DIAGNOSIS MENURUT PPDGJ : Gangguan Somatoform  Ciri utama gangguan ini adalah adanya keluhan-keluhan gejala fisik yang berulangulang disertai permintaan pemeriksaan medik.  Tidak adanya saling pengertian antara dokter dan pasien mengenai kemungkinan penyebab keluhan-keluhannya yang menimbulkan frustasi dan kekecewaan pada kedua belah pihak Gangguan Somatisasi Pedoman diagnostik Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut :  Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar kelainan fisik yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun  Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhannya  Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya a. Penderita juga menyangkal dan menolak untuk membahas kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan problem atau konflik dalam kehidupan yang dialaminya bahkan meskipun didapatkan gejala-gejala anxietas dan depresi. akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dan keluhan-keluhannya b. meskipun sudah berkali-kali terbukti hasilnya negatif dan sudah dijelaskan dokternya bahwa tidak ditemukan keluhan yang menjadi dasar keluhannya.

31 = saluran pencernaan bagian atas F45. Gangguan Otonomik Somatoform Pedoman diagnostik Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut :  Adanya gejala-gejala bangkitan otonomik seperti palpitasi. c.Pedoman diagnostik Untuk diagnostik pasti. berkeringat.35 = sistem atau organ lainnya d. Karakter kelima : F45. kedua hal ini harus ada :  Keyakinan yang menetap adanya sekurang0kurangnya satu penyakit fisik yang serius yang dilandasi keluhan-keluhannya.34 = sistem genito-urinaria F45. Gangguan Nyeri Somatoform Menetap 44 .32 = saluran pencernaan bagian bawah F45. maupun penjelasan dari dokter  Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur/fungsi dari sistem atau organ yang dimaksud.30 = jantung dan sistem kardiovaskuler F45. ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisik  Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhannya. yang menetap dan mengganggu  Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (gejala tidak khas)  Preokupasi dengan dan penderitaan (distress) mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius (sering tidak begitu khas) dari sistem atau organ tertentu. meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai. tremor. yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan berulang.33 = sistem pernafasan F45. muka panas/flushing.

c Gangguan Konversi Gangguan neurologis (seperti demensia. skerosis multiple. lupus eritematosus sistemik kronis. e. Gangguan Somatoform Lainnya Pedoman diagnostik  Pada gangguan ini keluhan-keluhannya tidak sistem saraf otonom dan terbatas secara spesifik pada bagian tubuh atau sistem tertentu  Tidak ada kaitannya dengan kerusakan jaringan Diagnosis Banding Gangguan Somatofom a Gangguan Somatisasi Klinisi harus selalu menyingkirkan kondisi medis non-psikiatrik yang dapat menjelaskan gejala pasien. Penyakit-penyakit tersebut adalah AIDS. miastenia gravis. gangguan hipokondrik dan skizofrenia dengan gangguan waham somatik. Selain itu juga harus dibedakan dari gangguan depresi berat. b Hipokondriasis Kondisi medis nonpsikiatrik: khususnya gangguan yang tampak dengan gejala yang tidak mudah didiagnosis. lupus eritematosus sistemik. penyakit degeneratif). Gangguan medis tersebut adalah sklerosis multiple. dan gangguan neoplastik yang tidak jelas. miastenia gravis. endokrinopati. gangguan kecemasan (anxietas). d Gangguan Dismorfik Tubuh 45 . tumor otak. baik personal maupun medis. menyiksa. menetap.Pedoman diagnostik  Keluhan utama adalah nyeri hebat. penyakit degeneratif pada sistem saraf. yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses fisiologik maupun adanya gangguan fisik  Nyeri timbul dalam hubungan dengan adanya konflik emosional atau problem psikososial yang cukup jelas untuk dapat dijadikan alasan dalam mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut  Dampaknya adalah meningkatnya perhatian dan dukungan. untuk yang bersangkutan. penyakit ganglia basalis harus dipertimbangkan sebagai diagnosis banding.

Tujuan akhirnya adalah kesembuhan. depresi.Permusuhan. dan psikoterapi. dan intervensi krisis. skizofrenia dan gangguan obsesifkumpulsif. Medikasi harus dimonitor karena pasien dengan gangguan somatisasi cenderung menggunakan obat secara berlebihan dan tidak dapat dipercaya. mengingat kepentingan psikopatologis dari hubungan ibu-anak dalam perkembangan gangguan psikosomatik. gangguan kepribadian narsistik.5. yang berarti resolusi gangguan struktural dan reorganisasi kepribadian. dan pemberian antidepresan. seperti nyeri pada hipokondrial. Strategi penatalaksanaan pada hipokondriasis meliputi pencatatan gejala.(Kaplan. serta psikoterapi untuk kesembuhan totalnya. Pengobatan psikofarmakologis diindikasikan bila gangguan somatisasi disertai dengan gangguan penyerta (misalnya: gangguan mood. penatalaksanaan stres. sedangkan dokter ahli penyakit dalam atau dokter spesialis lain menangani aspek somatik.keluarga dan anak.  Gangguan somatisasi ditatalaksana dengan ikatan terapeutik.Pada distorsi citra tubuh terjadi pada anoreksia nervosa. tinjauan psikososial. memerlukan tanggung jawab bersama di antara berbagai profesi. psikoterapi. yaitu pendekatan yang menekankan hubungan pikiran dan tubuh dalam penbentukan gejala dan gangguan. gangguan depresi yang nyata. mengingat kepentingan psikopatologis dari hubungan ibu-anak dalam perkembangan gangguan psikosomatik. dan pemberian antidepresan. dan kecemasan dalam berbagai proporsi adalah akar dan sebagian besar gangguan psikomatik.  Penatalaksanaan untuk gangguan konversi adalah sugesti dan persuasi dengan berbagai teknik.Psikoterapi kelompok dan terapi keluarga. gangguan depresif. Tujuan terapi medis adalah membangun keadaan fisik pasien sehingga pasien dapat berperan dengan berhasil. Penatalaksanaan Konsep penggabungan psikoterapetik dan pengobatan medis. nyeri pada konversi.Terapi keluarga menawarkan harapan suatu perubahan dalam hubungan keluarga dan anak. gangguan anxietas.  Gangguan dismorfik tubuh diterapi dengan ikatan terapeutik.  Terapi pada gangguan nyeri mencakup ikatan terapeutik. 1997) 3. perjanjian teratur. 46 . Terapi kombinasi merupakan pendekatan di mana dokter psikiatrik menangani aspek psikiatrik. gangguan identitas jenis kelamin. e Gangguan Nyeri Gangguan nyeri harus dibedakan dari gangguan somatoform lain. menentukan kembali tujuan terapi.

sebuah penelitian terhadap 16 pasien hipokondriasis menunjukkan penurunan yang berarti terhadap keluhan-keluhan hipokondrial setelah percobaan selama 12 minggu dengan Prozac. Terapi keluarga menawarkan harapan suatu perubahan dalam hubungan keluarga dan anak. Psikoterapi kelompok dan terapi keluarga. Diperlukan juga untuk berkonsultasi dengan psikiatri. paling sering pemaparan terhadap pencegahan respons dan restrukturisasi kognitif. Tricyclic antidepresant dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) mungkin bisa membantu.Pendekatan terapi a Berhubungan dengan primary care practitioner→ memonitoring gejala yang dialami pasien. Keluarga dan anak. (Yutzy. yang berarti resolusi gangguan struktural dan reorganisasi kepribadian. Dalam restrukturisasi kognitif.Teknik kognitif behavioral. d Psikoterapi. 2006) Perhatian akhir-akhir ini beralih pada penggunaan anti depressan terutama fluoxetine (Prozac) dalam menangani beberapa tipe gangguan somatoform. terapis menantang keyakinan pasien dengan cara menyemangati mereka untuk mengevaluasi keyakinan mereka dengan bukti yang jelas. juga mencapai hasil yang memberikan harapan dalam menangani gangguan dismorfik tubuh (BDD). mengingat kepentingan psikopatologis dari hubungan ibu-anak dalam perkembangan gangguan psikosomatik. mengingat kepentingan psikopatologis dari hubungan ibu-anak dalam perkembangan gangguan psikosomatik. Tujuan akhirnya adalah kesembuhan. Meski kita kekurangan terapi obat yang spesifik untuk gangguan konversi. b Medikamentosa c Pasien dengan somatoform disorder terkadang diperlukan obat anti-anxietas atau obat antidepresan jika ada mood atai anxietas disorder. serta psikoterapi untuk kesembuhan totalnya. Cognitif-behavioural therapy Terapis behavioral dapat mengajarkan anggota keluarga untuk menghargai usaha memenuhi tanggung jawab dan mengabaikan tuntutan dan keluhan. dan pengobatan yang diberikan. Pencegahan respons berfokus pada pemutusan ritual kompulsif seperti memeriksa di depan cermin (dengan menutup semua cermin) dan berdandan berlebihan. 47 . apakah ada gejala baru. Hipnosis Tujuan terapi medis adalah membangun keadaan fisik pasien sehingga pasien dapat berperan dengan berhasil.

mirtazapin. Lebih efektif bila dilakukan oleh teman sebaya. selektif reuptake 5-HT sertralin. paroksetin. Terapi jangka panjang Terapi wicara:psikoterapi yang dimaksudkan untuk membantu pasien mengerti apa penyebab kecemasan dan mengenal perilakunya yang tidak pantas. imipramin. peran keluarga dan kelompok. karena pasien sering kali berpikir bahwa mereka tidak memerlukan terapi. nefazodon. tranylcypromine reuptake inhibitors) Mixed reuptake DA/NE enzim MAO maprotilin. sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. nortriptilin. Psikoanalisis:bila ditemukan gangguan kepribadian seperti. psikoterapis.  konfrontasi: merespon dengan cara mendukung melalui konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola perilaku. narsis/obsesifkompulsif. bupropion. venlafaksin 48 . klomipramin Menghambat secara Fluoksetin. bila terdapat cemas dan depresi maka berikan anti-depresan namun terkadang tidak efektif.  dorongan dan partisipasi sangat efektif bagi pasien. Inhibitor DA/NE secara tidak selektif MAO inhibitors Menghambat aktivitas Phenelzine. fluvoksamin Menghambat reuptake Trazodon. 5-HT/NE secara tidak selektif SSRIs serotonin (selective desipramin. 2003) Medikamentosa Golongan Mekanisme Kerja Contoh Anti depresan trisiklik Menghambat reuptake Amitriptilin. motivasi: perlu motivasi dari orang lain. (Khan.

alveolitis alergi. intoksikasi akut oleh alkohol. dapat mengganggu kemampuan mengemudi/menjalankan mesin. Bila perlu tingkatkan bertahap sampai 25 mg 3 x sehari atau 75 mg 1 x sehari. Perhatian pada pasien dengan: *Insufisiensi hati & ginjal. serta para ulama (bila perlu). riwayat peningkatan tekanan intra okular. Mereka 49 . Efek Samping Reaksi SSP. laktasi. Para pasien tersebut menganggap rujukan dokter ke psikolog atau psikiater sebagai tanda bahwa dokter menganggap penyakit mereka “terletak di kepala”. hepatitis berat. reaksi alergi pada kulit. antikolinergik ringan. *pengguanaan bersama obat analgesik. retensi urin.Dosis *Depresi ringan sampai dengan sedang 25 mg 1-3 x sehari atau 25-75 mg 1 x sehari tergantung dari beratnya gejala. (Gunawan. hipnotik. retensi urin. Orang-orang yang menderita gangguan somatoform jauh lebih sering datang ke dokter dibanding ke psikiater atau psikolog karena mereka menganggap masalah berkait dengan kondisi fisik. ahli penyakit dalam. *Lansia Awal 10 mg 3 x sehari atau 25 mg 1 x sehari. hamil. gangguan hantaran jantung.1998). Maksimal: 150 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi. atau psikotropik. hipotensi pustural. aritmia. gangguan hantaran jantung. gangguan afektik siklik. hepatitis. glaukoma sudut sempit. Kontraindikasi *epilepsi atau ambang rangsang lebih rendah. 2007) Terapi untuk Gangguan Somatoform Kebijakan klinis menyarankan pendekatan halus dan suportif seraya memberikan penghargaan kepada pasien atas setiap perbaikan kondisi sekecil apa pun yang berhasil dicapai(Simon. keluarga. Rujukan: penanganan pada kasus ini juga membutuhkan dukungan dari berbagai bidang ilmu misalnya psikiatri. skizofrenia. gangguan ginjal. sinus takikardi. sehingga mereka tidak merasa senang dirujuk ke “ahli jiwa”. *Depresi berat 25 mg 3 x sehari atau 75 mg 1 x sehari. kejang.

lemah. namun meminimalkan penggunaan berbagai tes diagnostik dan pemberian obat. seperti hipokondriasis dan gangguan dismorfik tubuh memiliki penanganan pilihan untuk ganguan kompulsif-pemaparan dan pencegahan respons-dapat menjadi efektif untuk gangguan somatoform tersebut. yang sering kali meresepkan berbagai macam obat atau penanganan medis dengan harapan akan menyembuhkan keluhan somatiktersebut. Biofeedback. Namun demikian. Training asersi dan keterampilan sosial. 50 . Dokter tidak menghindari validitas keluhan-keluhan fisik. Penyembuhan dengan berbicara yang menjadi dasar psikoanalisis dilandasi oleh asumsi bahwa suatu represif masif telah memaksa energi psikis diubah menjadi anestesia atau kelumpuhan yang membingungkan. Teknik-teknik seperti training relaksasi dan berbagai bentuk terapi kognitif juga terbukti bermanfaat. membantu pasien dan keluarga mengubah jaringan hubungan yang bertujuan untuk membantu usahanya menjadi lebih mandiri. Terapis perlu memperhitungkan untuk memastikan pasien tidak kehilangan muka ketika gangguan tersebut tidak lagi dialaminya. berbagai cara untuk berhubungan dengan orang lain dan mengatasi berbagai tantangan tanpa harus mengatakan “Saya seorang yang malang. mempertahankan kontak dengan pasien. Dengan menangani kecemasan dan depresi sering kali mengurangi kekhawatiran somatoform. psikoanalisis tradisional dengan terapi jangka panjang dan psikoterapi yang berorientasi psikoanalisis tidak menunjukkan hasil yang bermanfaat bagi gangguan konversi. Penanganan psikodinamika jangka pendek dapat menjadi efektif untuk menghilangkan simtomsimtom gangguansomatoform. Pada kasus komorbiditas antara ganguan obsesif kompulsif dan gangguan somatoform tertentu. kecuali mungkin mengurangi kekhawatiran pasien atas penyakitnya. Terapi untuk gangguan somatisasi Pemaparan atau terapi kognitif dapat digunakan untuk mengatasi ketakutan. yang mencangkup pengendalian atas proses-proses fisiologis telah terbukti efektif dalam mengurangi berbagai pikiran yang merusak pada para pasien yang menderita gangguan somatoform-bahkan lebih efektif dibanding teknik relaksasi.menguji kesabaran dokter mereka. bermanfaat untuk membantunya manguasai atau menguasai kembali. Terapis harus mempertimbangkan kemungkinan pasien merasa dipermalukan ketika kondisinya menjadi lebih baik melalui penanganan yang tidak berkaitan dengan masalah medis (fisik). Terapi keluarga. dan sakit. Pasien somatoform sering menderita kecemasan dan depresi. berkurangnya rasa takut dapat membantu mengurangi berbagai keluhan somatik.

dapat 51 . Menghadiahi pasien karena berperilaku yang tidak sejalan dengan rasa nyeri (menahan rasa nyeri). Melakukan validasi bahwa rasa nyeri memang nyata. Penanganan yang efektif cenderung terdiri dari hal-hal berikut: A. dapatditangani secara sempurna. Umumnya. dan tidak hanya dalam pikiran pasien. yaitu nyeri psikogenik dan nyeri yang benar-benar disebabkan factor medis. Pelatihan relaksasi C. dan meningkatkan kontrol diri 3. Terapi kognitif-behavioral dapat ditujukan untuk merestrukturisasi pemikiran pesimistik. seperti cedera jaringan otot. efektif untuk mengurangi rasa nyeri dan mempertahankannya dalam jangka waktu lama. Obat-obatan tersebut tidak menghilangkan depresi terkait. Varian terapi psikodinamika jangka pendek. Terapi untuk rasa nyeri Nyeri mengandung dua komponen. Penanganan dapat mencangkup beberapa strategi seperti mengarahkan perhatian selektif pasien ke simtom-simtom fisik dan tidak mendorong pasien mencari kepastian medis bahwa ia tidak sakit. yang disebut terapi tubuh psikodinamika.Terapi utuk hipokondriasis Pendekatan kognitif behavioral. gangguan somatoform prognosisnya baik. Prognosis Prognosis pada gangguan somatoform sangat bervariasi. mendorong aktivitas yang lebih banyak. Secara umum tampaknya perlu disarankan untuk mengalihkan focus dari hal-hal yang tidak dapat dilakukan pasien karena penyakitnya dan bahkan mengajarkan pada pasien bagaimana cara mengatasi stres. Dosis rendah obat antidepresan. a. tergantung umur pasien dan sifat gangguannya (kronik atau episodik). Penelitian menunjukkan bahwa para pasien hipokondrial menunjukkan penyimpanan kognitif dengan menganggap masalah kesehatan yang muncul sebagai suatu ancaman. B.6. Sangat sedikit sekali yang mengalami eksarsebasi. lebih tinggi manfaatnya dibandingkan placebo untuk mengurangi rasa nyeri dan distress kronis. terutama imipramine.

untuk menemukan dan mengetahui falsafah kebencian Allah Swt terhadap perceraian.bervariasidari mild-severe dan kronis. Mereka akan lepas begitu saja di tengah masyarakat tanpa bimbingan dan pengawasan. Pengobatan yang lebih awal dan menjadikan prognosis menjadilebih baik. 1999) LO 4.”(Qs. maka langkah pertama yang harus ditempuh adalah menjelaskan betapa pentingnya pernikahan. Kematian lebih disebabkankarena upaya bunuh diri. 52 . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Oleh karena itu. (Kaplan. pernikahan memiliki manfaat yang sangat besar. karena perceraian berlawanan dengan falsafah penciptaan manusia dan selaksa alasan-alasan lainnya. Allah Swt dalam Al-Qur’an berfirman. Di samping itu. Mawaddah dan Warahmah Serta Memahami dan Menjelaskan Konsultasi Perkawinan Dengan memperhatikan titik kontras antara pernikahan dan perceraian. Demikian juga disebutkan bahwa salah satu manfaat penting dari pernikahan adalah memperbanyak dan melanggengkan keturunan anak Adam. Memahami dan Menjelaskan Keluarga Sakinah. “Tidak ada bangunan yang lebih dicintai di sisi Allah Swt dalam agama Islam melebihi perintah untuk menikah. karena itu perceraian merupakan perbuatan yang sangat dibenci di sisi Allah Swt. Nabi Muhammad Saw bersabda. Al-Rum [30]: 21) Dalam riwayat-riwayat yang berasal dari para Imam Maksum. dalam hal ini. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri. Amat disayangkan banyaknya tindakan amoral dan asusila yang terjadi di masyarakat umumnya dilakukan oleh anak-anak ini. perceraian yang dibenci adalah perceraian yang dilakukan tanpa dalil dan alasan yang dibenarkan. Dalam hal ini. wajar kalau ada yang berpendapat bahwa perceraian akan merusak fondasi rumah tangga dan sebagai ikutannya akan merusak anggota keluarga. Namun. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya akan kehilangan pengawasan dan tanpa perlindungan. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Secara independen tidak meningkatkan risiko kematian.

Bahkan hal itu merupakan kesempurnaan yang semestinya disyukuri. Manusia telah menyadari bahwa hubungan yang dalam dan dekat dengan pihak lain akan membantunya mendapatkan kekuatan dan membuatnya lebih mampu menghadapi tantangan. serta bergabungnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat. Sehingga secara umum tidak akan didapatkan mawaddah diantara manusia yang satu dengan manusia yang lain sebagaimana mawaddah (rasa cinta) yang ada di antara suami istri. Itulah makna sakinah secara umum dan makna-makna tersebut yang diharapkan dapat menghiasi setiap keluarga yang hendak menyandangKeluarga Sakinah. dan ini merupakan cinta yang sifatnya tabiat. bahkan bermasyarakat dan berbangsa. Dengan adanya seorang istri. serta mendapatkan manfaat dengan adanya anak dan mendidik dan membesarkan mereka. Setiap jenis laki-laki atau perempuan. yang dilahirkan oleh ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati. suami dapat merasakan kesenangan dan kenikmatan. Namun tentunya selama tidak melalaikan dari berdzikir kepada Allah Swt. Sakinah terlihat pada kecerahan raut muka yang disertai kelapangan dada. karena Allah berfirman. jantan atau betina. Ketenangan hidup ini didambakan oleh suami istri setiap saat. Disamping itu dia merasakan adanya ketenangan. (Al-Munafiquun [63]: ayat 9) 53 . Sakinah mengandung makna ketenangan. kedekatan dan kecenderungan kepada istrinya. budi bahasa yang halus. Tidaklah tercela orang yang senantiasa memiliki rasa cinta asmara kepada pasangan hidupnya yang sah. Mawaddah ini muncul karena di dalam pernikahan ada faktor-faktor yang bisa menumbuhkan dua perasaan tersebut.Adapun apabila seseorang melakukan perceraian dengan dalil yang dapat diterima. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. Kesempurnaan eksistensi makhluk hanya tercapai dengan bergabungnya masing-masing pasangan dengan pasangannya sesuai dengan sunnatullah. Mawaddah mengandung arti rasa cinta. Rasa cinta yang tumbuh di antara suami istri adalah anugrah dari Allah Swt kepada keduanya. dilengkapi Allah dengan alat serta aneka sifat dan kecenderungan yang tidak dapat berfungsi secara sempurna jika ia berdiri sendiri. termasuk saat sang suami meninggalkan rumah dan anak istrinya. Karena alasan-alasan inilah maka manusia butuh pasangan hidup dengan jalan menikah. janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah. maka perbuatan ini bukanlah perbuatan yang dibenci dan hal ini merupakan sebuah alternatif dalam memecahkan persoalan dan kemelut yang terjadi di tengah rumah tangga. Memang benar bahwa sewaktu-waktu manusia bisa merasa senang dalam kesendiriannya. “Wahai orang-orang yang beriman. tetapi tidak untuk selamanya. berkeluarga.

apalagi rasa cinta. di dalamnya mengandung hikmah dan tujuan yang baik bagi manusia. Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi. mawaddah dan rahmah bersumber dari dalam kalbu. sehingga tidak terjatuh dalam berbagai bentuk kemaksiatan dan perzinahan. Sikap seorang mukmin ketika sudah jelas datang aturan dari Allah dan Rasul Nya. baik yang sudah dapat diketahui atau belum bisa diketahui. 2. Semua ibadah dalam Islam mengandung hikmah yang baik bagi manusia. Rahmah mengandung arti Rasa Sayang. "tidak menikah dan mengklaim mensucikan diri". antara lain adalah : 1. tetapi ada syarat bagi kehadirannya. tidak bertentangan dengan perkaraperkara yang asasi bagi manusia. maka ghorizah insaniyah/ insting manusiawi ini harus diatur dengan nikah. Dengan menikah seseorang dapat menundukan pandangannya dan menjaga kemaluannya. dan yang lebihutama. tidak mengikuti nafsu syahwat. Rasa sayang kepada pasangannya merupakan bentuk kesetian dan kebahagiaan yang dihasilkannya. Oleh karena itu dalam Islam tidak ada doktrin kerahiban. cinta. dengan menikah seseorang dapat menjaga kehormatan dan akhlaknya. Untuk membentengi akhlak yang luhur Menikah merupakan jalan yang paling bermanfaat dan paling afdhol dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan. 54 . Ia harus diperjuangkan. seperti marah. tetapi di atur agar menjadi ibadah kepada Allah ta'ala.Allah Swt tumbuhkan mawaddah tersebut setelah pernikahan dua insan. Juga tidak dibiarkan saja menghambur nafsu syahwatnya tanpa aturan. Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. ini semua adalah contoh sifat fitrah manusia. kalau tidak maka dia akan mencari jalan setan yang menjerumuskan manusia ke lembah hitam. Begitupun dengan syari'at pernikahan. Menikah juga merupakan fitrah manusia (ghorizah insaniyah) yang tidak boleh dibunuh sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada diri dan masyarakat. Padahal mungkin sebelumnya pasangan itu tidak saling mengenal dan tidak ada hubungan yang mungkin menyebabkan adanya rasa kasih sayang. adalah menyiapkan kalbu. Sakinah. baik didalam keluarga maupun dalam masyarakat. malu. dalam Islam tidak boleh dimatikan. Perlu digaris bawahi bahwa sakinah mawaddah warahmah tidak datang begitu saja. sehingga menimbulkan berbagai penyakit moral dalam masyarakat. lalu terpancar ke luar dalam bentuk aktifitas sehari-hari.

karena hal ini dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan.‫فانه اغصض للبصصر‬. 3. yang semestinya setiap mukmin memperhatikannya.‫ومصصصصصصصن لصصصصصصصم يسصصصصصصصتطع فعليصصصصصصصه بالصصصصصصصصوم فصصصصصصصانه لصصصصصصصه وجصصصصصصصاء‬. maka hendaklah dia berpuasa karena hal ini dapat menjadi tameng baginya.‫حصصصصصصرام‬. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" 55 . " (Muttafaqun 'alaihi).. bukankah dia berdosa?.. barangsiapa yang belum mampu. apakah seseorang dari kita yang melampiaskan syahwatnya terhadap istrinya akan mendapatkan pahala?" Rosulullah SAW menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika sesorang bersetubuh dengan selain istrinya. Maka Islam sedemikian rupa mengatur urusan pernikahan ini agar pasangan suami istri dapat bekerja sama dalam merealisasikan nilai-nilai Islam dalam rumah tangga.. ‫و احصصصصصصصصن للفصصصصصصصرج‬.. Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT Bersabda Rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam ..Untuk menegakkan rumah tangga yang Islami Merupakansalah satu tujuan pernikahan dalam Islam. anak-anak dan cucu-cucu. Bukhori Muslim) 5. dan memberimu rezki dari yang baikbaik." (HR.‫و في بضع احدكم صدقة‬ ‫ اكصصصصصصان عليصصصصصصه فيهصصصصصصا وزر؟ فكصصصصصصذلك اذا وضصصصصصصعها فصصصصصصي الحلل كصصصصصصان لصصصصصصه اجصصصصصصر‬. " …. Untuk memperoleh banyak keturunan yang sholeh dan sholehah Firman Allah ta'ala dalam surat An Nahl ayat 72 : Artinya: "Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu.‫ يا رسول ل‬: ‫ قالوا‬.Sesoorang diantara kalian yang bergaul dengan istrinya adalah sedekah!" Mendengar sabda Rosulullah SAW tersebut para sahabat bertanya: "Wahai Rosulullah. ‫ يا معشر الشباب من استطع منكم الباءة فليتزوج‬: ‫عن ابن مسعود قال رسول صلى ال عليه و سلم‬ ‫ متفصصصصصصصق عليصصصصصصصه‬. Dari Ibnu Mas'ud RA telah bersabda Rosulullah SAW : "Wahai para pemuda barang siapa diantara kalian yang sudah mampu maka segeralah menikah. 4.‫ ارايتصصم لصصو وضصصعها فصصي‬: ‫ اياتي احدنا شهوته و يكون له فيها اجر؟ قال‬. Begitu pula jika dia bersetubuh dengan istrinya maka dia akan mendapatkan pahala.

maka Allah akan mengkaruniakan keluarga tersebut kepahaman terhadap agamanya.‫ فقههم في الدين‬. ‫ و‬. pondasi iman dan taqwa kepada Allah SWT. Jika Allahtidak menginginkan kebaikan pada sebuah keluarga. Sakinah merupakan pondasi dari bangunan rumah tangga yang sangat penting.Melalui menikahdengan izin Allah SWT. Firman Allah ta'ala dalam Al Qur'an surat Ar Rum ayat 2: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. mawaddah warohmah.Dengan banyak anak juga akan memperkuat barisan kaum muslimin. maka Allah akan biarkan begitu saja keluarga tersebut (tanpa bimbingan Nya). Merupakansalah satu tujuan dalam pernikahan. seseorang akan mendapatkan keturunan yang sholeh sehingga menjadi aset yang sangat berharga.‫ و القصد في نفقاتهم‬. Tanpanya. tiada mawaddah dan warahmah. Untuk mendatangkan ketenangan dalam hidupnya. 6. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Allahakan mengkaruniakan kepada mereka kemudahan dalam penghidupan mereka dan kecukupan dalam nafkahnya. orang yang kecil dikeluarga akan menghormati yang besar.‫ اذا اراد ال باهل بيت خيرا‬: ‫عن انس قال رسول ل صلى ال عليه و سلم‬ ‫ و اذا اراد الصص غيصصر ذلصصك تركهصصم‬. karena anak yang sholeh senantiasa akan mendoakan kedua orang tuanya ketika masih hidup atau sudah meninggal dunia." Rasulullah SAWmenyebutkan warohmahdalam sabdanya : beberapa indikasi keluarga sakinah. telah bersabda Rosulullah SAW : "Apabila Allah SWT ingin menghendaki kebaikan pada sebuah rumah tangga. Sakinah itu meliputi kejujuran.‫ و بصصصرهم عيصصوبهم فيتوبصصوا منهصصا‬. 56 . hal ini menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua.‫همل‬ Dari Anas RA.‫ و وقر صصصغيرهم كصصبيرهم‬.‫رزقهم ال الرفق في معيشتهم‬ ‫ رواه الصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصصدارقطني‬. (HR Ad Daruquthni). dan Allah akan menampakkan aib dan keburukan keluarga tersebut kemudian mereka semua bertaubat dari keburukan tersebut. yakni membentuk keluarga yang sakinah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. mawaddah.

Dalam konteks pernikahan. Dan ketika si istri bangun.  Al qoshdu fin nafaqoot (merasa cukup dengan rezeki yang Allah SWT karuniakan) : Indikasinya anggota keluarga tersebut mempunyai sikap qona'ah dan hatinya tidak tergantung dan terbuai dengan kehidupan dunia. Kewajiban seorang suami menafkahi istri dan anak-anaknya. dan memberikan contoh yang baik. cinta kepada orangorang sholeh dan pejuang Islam serta mereka berupaya menerapkan nilai-nilai Islam itu pada seluruh anggota keluarganya.  Al ihtiroom al mutabaadil lilhuquuq baina ash shighoor wal kibaar (ada penghormatan yang timbal balik dalam kewajiban antara orang tua dan anak-anak) : Indikasinya anak-anak berbakti kepada orang tuanya dan merekapun mendapatkan pendidikan dan kebutuhan dari kedua orang tuanya.  Tabshiirul 'uyuub at taubah 'anhaa (Allah SWT tampakkan aibnya dan mereka bertaubat dari aib tersebut) : Indikasinya mereka selalu muhasabah dalam hidup. menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. anggota keluarga tersebut rajin dan penuh semangat dalam menuntut ilmu agama. serta lingkungan keluarga yang kondusif dan Islami. kasih dan sayang dalam rumah tangga: 57 . Intinya warahmah ini kaitannya dengan segala kewajiban. Warahmah merupakan kasih sayang yang merupakan suatu kewajiban. begitu pun sebaliknya. berinfak dan membantu yatim piatu serta orang-orang yang membutuhkan bantuan. menghindarkan hal-hal yang dapat merugikan anggota keluarga. contoh mawaddah itu berupa “kejutan” suami untuk istrinya.Dalam hadits yang mulia ini ada beberapa indikator keluarga sakinah. Misalnya suatu waktu si suami bangun pagi-pagi sekali. menjadikan rumah sebagai tempat ibadah dan majelis ilmu. menjaga kehormatan keluarga dan tidak menyebarkan rahasia-rahasia keluarga. Prinsip yang harus dilakukan untuk mencapai rasa tenteram. yakni :  At tafaqquh fid diin : Indikasinya adalah. hal tersebut merupakan kejutan yang luar biasa. Kewajiban seorang istri untuk menaati suaminya. Setiap mahluk Allah SWT kiranya diberikan sifat ini. mulai dari hewan sampai manusia.  Ar rifqu fil ma'iisyah (Allah SWT mudahkan penghidupannya) : Indikasinya selalu berusaha mencari nafkah dengan jalan yang halal. mendidik. Mawaddah adalah berupa cinta dan harapan. membereskan rumah.

Di antara bentuk ketakwaan suami istri dalam mempererat serta mengokohkan rumah tangga adalah dengan saling nasehat menasehati untuk menjalankan sunnah Nabi. istri mampu menjaga kehormatan diri dan pandai menempatkan diri.. Suami penuh rasa tanggung jawab. Dengan saling menutupi kekurangan diri masingmasing. Sebaliknya. Itulah kata kunci pasangan samara dalam mengelola keluarga. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf). Dan Allah merahmati seorang istri yang bangun dimalam hari untuk melaksanakan shalat (malam/tahajjud) lalu dia membangunkan suaminya hingga shalat. Jika suaminya enggan untuk bangun dia percikan air kewajahnya" (HR. Jika istrinya enggan untuk bangun dia percikan air kewajahnya. Dalam membangun rumah tangga. Saling tolong menolong. tuntutan yang muncul dalam kehidupan rumahtangga dapat menyulut api perpecahan diantara pasangan suami-istri.mereka adalah pakaian bagimu.".  Saling menutupi kekurangan pasangannya. (www. suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang saling sinergi satu sama lain. dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. "Allah merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk melaksanakan shalat (malam/tahajjud) lalu dia juga membangunkan istrinya hingga shalat. ". dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku”. Nasai. Fungsi pakaian adalah menutup aurat. Untuk menghadirkan ketentraman. Aklaqukarimah.  Lebih mengutamakan untuk melaksanakan kewajibandaripada menuntut hak. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling pengertian dan rasa tanggung jawab.com) 58 . Prinsip saling menutupi ini didasari oleh Surat Al Baqarah ayat 187. begitu juga dengan sang istri..  Saling mengingatkan dalam kebaikan. Suami-istri itu akan berbagi peran dan tanggung jawab dalam mengelola keluarga mereka. merawat cinta kasih dalam keluarga. Ahmad. dan Ibnu Majah dan derajatnya hasan shohih). harmonisasi dalam rumahtangga akan terjaga. hendaknya setiap individu lebih mengedepankan kewajiban daripada hak. Setiap suami pasti memiliki kekurangan. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya. sehingga dapat dipahami bahwa suami-istri hendaknya saling menutupi kekurangannya satu sama lain.

1993.med.com/article/1142908-overview#a0104 http://www.medscape.nyu.pdf http://www.who.int/mental_health/management/who_atlas_headache_disorders. Direktorat Jenderal Pelayanan MedikDepartemen Kesehatan RI : Jakarta http://emedicine.pdf 59 .DAFTAR PUSAKA Departemen Kesehatan R.edu/pmr/residency/resources/general%20MSK%20and %20Pain/headache%20tension_neuro%20clinics.Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III cetakan pertama.I.

Nyeri.Beatricia I.doc Kaplan & Saddock. Arief.2001.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.dkk. dkk. laura. Sylvia dan Lorraine M.Wilson.ICSI. Sinopsis Psikiatri Edisi 7 Jilid 2. Jakarta : EGC.2003.Santoso. Sherwood. 1997. Jakarta : Media Aesculapius FKUI Price. 60 . Huriawati.Susunan Saraf Pusat.Jakarta : EGC. Health Care Guideline : Diagnosis and Treatment of Headache ISH Classification ICHD II ( International Classification of Headache Disorders) available at http://ihs-classification.org/_downloads/mixed/ICHD-IIR1final.2011. 2000.115-119. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2.Patofisiologi edisi 6. Jakarta : Binarupa Aksara Mansjoer.