Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI
“Rangkaian Osilator“

Disusun Oleh:
No.
1
2
3
4

Nama
Hadi Fauzan H
Iga Revva Princiss J
Nevi Anggraeni
Pradita Ghanda

No. Absen
12
13
16
19

NIM
1441160091
1441160099
1441160054
1441160026

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

Menganalisa Frekuensi yang dihasilkan 1. Adapun tujuannya adalah: 1.2 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan. 4. adalah sebagai berikut: 1. Laptop 2. Software simulasi (multisim/lifewire) BAB II . Untuk mengetahui karakteristik jenis-jenis Osilator 3.1 Tujuan Maksud utama disusunnya makalah ini adalah guna memenuhi nilai tugas mata kuliah Elektronika Telekomunikasi.BAB I PENDAHULUAN 1. Mengetahui Prinsip kerja Oscilator Colpitts. Untuk mengetahui karakteristik Osilator 2.

Osilator dapat hampir secara murni menghasilkan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tetapm ataupun gelombang yang hanya fengan harmonic. dimana perolehan lingkar juga diatur sedemikian sehingga perolehan keseluruan menjadi tidak terhingga.Kapasitor) dan RC (tahanan Kapasitor) / Osilator sinusoidal kadang . suatu oslator dapat membangkitkan bentuk gelombang pada suatu frekuensi dalam batas beberapa siklus tiap jam sampai beberapa ratus juta siklus tiap detik. Osilator mengubah daya arus searah (dc) dari catu daya ke daya arus bolak . Dengan demikian fungsi osolator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak . Suatu osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. osilator umumnya digunakan dalam pemancar danpenerima radio dan televisi. Osilator sinusoidal jenis umpan balik dapat digolongkan lebih lanjut menjadi osilator LC (induktor .2. Osilator dapat pula digoliongkan pada alat .elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya. Osilator relaksasi menghasilkan bentuk gelombang bukan sinusoidal sperti gelombang segiempat dan gelombang gigi gergaji.balik (ac) dalam beban. Osilator dapat merupakan jenis restansi negatif atau jenis umpan balik. Osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu.kadang . Osilator resistansi negatif menggunakan alat aktif yang memproses lengkung karakteristik arus tegangan dengan kemiringan negatif dalam daerah operasinya.2 Jenis – Jenis Osilator Osilator dapat diklarifikasikan dalam berbagai cara. Osilator umpan balik sebaliknya mempunyai penguat umpan balik regeneratif (positif).1 Pengertian Osilator Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen .alat tertentu yang menghasilkan osilasi. Dioda kanal merupakan alat resistansi negatif yang digunakan dalam resistor. Pada penggolongan ini.1.balik. dalam radar dan dalam berbagai sistem telekomunikasi 2.1 Toeri Dasar 2. Tergantung dari bentuk gelombang yang dibangkitkan osilator dapat dibagi menjadi dua kategori : osilator sinusoidal atau osilator harmonic dan osilator relaksasi.1.

dengan menggunakan kombinasi dari induktansi (L) dengan kapasitor (C) untuk penentuan frekuensi. Klasifikasi osilator didasarkan pada daerah frekuensi yang dihasilkan.30 MHz (3) Osilator Frekuensi Sangat Tinggi (VHF) 30 MHz . osilator yang menghasilkan sinyal . Osilator Clapp Osilator Clapp adalah salah satu dari beberapa jenis osilator elektronik dibangun dari transistor (atau tabung vakum ) dan umpan balik positif jaringan. demikian juga disebut osilator LC . Demikian pula. (1) Osilator Frekuensi Audio (AF) beberapa Hz .beberapa Ghz 1. Osilator Harley Osilator Hartley adalah sebuah osilator LC yang menggunakan inductor dan kapasitor secara parallel untuk menetukan frekuensi. Fitur yang membedakandari osilator Hartley adalah umpan balik yang diperlukan untuk osilasinya akan terus membesar sehingga kita akan sulit mengatur osilasinya.20 KHz (2) Osilator Frekuensi Radio (RF) 20 KHz .sinyal daerah frekuensi radio dinamakan osilator frekuensi radio dan seterusnya. Frekuensi mungkin disesuaikan dengan menggunakan variabel tunggal  kapasitor 2. Osilator Hartley merupakan jenis osilator paling tua dan paling popular.digolongkan menurut frekuensi sinyal yang dihasilkan. Osilator Clapp tersusun dari tiga buah kapasitor dan satu buah induktor. Baik disadap coil atau dua induktor tetap diperlukan Kekurangan dari osilator Hartley meliputi: 1. Jadi osilator yang membangkitkan sinyal dalam daerah frekuensi audio dikenal sebagai osilator frekuensi audio. . Osilator Hartley diciptakan pada tahun 1915 oleh insinyur amareka ralph Hartley. Harmonic-kaya konten jika diambil dari amplifier dan tidak langsung dari sirkuit LC 2. Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC.3 GHZ (4) Osilator Gelombang Mikro 3 GHz .  Keuntungan dari osilator Hartley meliputi: 1. Amplitudo output tetap konstan selama rentang frekuensi 3. Konfigurasi osilator clapp sama dengan osilator colpits namun ada penambahan kapasitor yang disusun seri dengan induktor (L).

L ditentukan berdasarkan massa kristal. Osilator Colpitts Gambar 4. 3. C ditentukan berdasarkan kemampuannya berubah secara mekanik. Rangkaian dalam kristal mewakili rangkaian R. Pada osilator kristal berlaku sebagai rangkaian resonansi seri. Bahan dari kristal tertentu memperlihatkan efek piezoelektrik (efek dimana terjadi perubahan energi mekanik menjadi energi elektrik) apabila dikenai tegangan listrik. Pierce.1 Penguat dan Impedansi Umpan Balik Oscilator Colpitts . satu buah induktor dan satu buah resistor. sedangkan R berhubungan dengan gesekan mekanik. Tangki kapasitansi total adalah kombinasi seri C 1 dan C2. L dan C. Kristal seolah-olah memiliki komponen R. Osilator Pierce ditemukan oleh George W. Ini adalah variasi sederhana dari osilator Colpitts. Osilator kristal adalah osilator yang menggunakan kristal sebagai kalang penentu frekuensi osilator frekuensi tetap jika dibutuhkan stabilitas yang tinggi. Osilator Pierce banyak dipakai pada rangkaian digital karena bentuknya yang simpel dan frekuensinya yang stabil. Osilator Kristal Osilator Kristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya tidak menggunakanan LC atau RC melainkan sebuah kristal kwarsa. 4. Rangkaian Ekuivalen Kristal berdasarkan tata kerja kristal dapat diilustrasikan melalui rangkaian ekuivalen yang terdiri dari dua buah kapasitor. L dan C yang disusun seri.Osilator Clapp memiliki kestabilan frekuensi yang luar biasa.

Rancangan rangkaian dc nya seperti diuraikan pada percobaan penguat daya. dimana titik kerja ditempatkan di tengah tengah kurva karakteristiknya. Bila nilai mutlak loop-gain lebih besar dari satu. Kedua persyaratan tersebut adalah kriteria lengkap Barkhausen. Selanjutnya. Setelah itu. Pada rangkaian tiga loop di atas membentuk satu rangkaian penggeser fasa antara input dan outputnya.2 Penguat dan Impedansi Umpan Balik Osc. atau dihasilkan kondisi osilasi yang stabil. Gambar 4. dan Z3. Frekuensi osilasi osilator Colpitts ini ditentukan oleh rumus berikut ini: . atau penguat bekerja sebagai penguat kelas-A.Gambar 4. osilasi yang membesar itu terus berlangsung sampai daerah nonlinier karakteristik amplifier itu sendiri yang membatasi nilai loop-gain tersebut sampai menjadi satu. Rangkaian tersebut akan berosilasi dengan frekuensi tertentu bila total pergeseran fasanya sebesar 0 derajat. yaitu sinyal umpan-balik positif. serta loopgain sama atau lebih besar dari satu. Colpitts. Biasanya nilai kapasitansi dulu yang dipilih bebas sesuai dengan nilai-nilai yang tersedia di pasaran. Z2. maka amplitudo osilasi membesar. nilai satu tersebut secara otomatis dipertahankan tetap satu. Diagram blok diatas ini terdirindari blok amplifier yang mempunyai penguatan A. nilai-nilai induktansi dan kapasitansi tank-circuit ditentukan sesuai dengan frekuensi osilasi yang dikehendaki. Z1.Sedang blok umpan-balik direpresentasikan sebagai impedansi Z2 yang outputnya adalah tegangan Vi’.2 Diagram Rangkaian Oscilator Colpitts. Dalam rangkaian osilator praktis. yang masing-masing adalah menggunakan komponen tank-circuit.

1. Vce=10v) 3.1 Perhitungan 3. RFC (radio frequency choke) digunakan untuk mencegah sinyal RF masuk ke power suplai.2.2 Perencanaan Nilai .Kapasitansi Cin dan Cout dan C kopling berfungsi sebagai penyambung (kopling) bagi sinyal AC (RF) disamping mencegah hubungan dc. Sementara resistor Ra dan Rb digunakan untuk memberikan prategangan pada rangkaian. BAB III PERENCANAAN 3. yaitu agar bekerja pada kelas-A. Dan kami mengambil data sheet transistor NPN 2N3904 dan diperoleh data:     Tipe Transistor = 2N2222A Vce = 50 v Ic max = 800 mA Hfe = 75 (tes: Ic=10mA. Begitu juga kapasitor CE berfungsi sebagai jalan bebas komponen ac dengan mem-bypass resistor RE. untuk menentukan nilai komponen penunjang penguat kelas A kita harus melihat data sheet transistor yang kita gunakan pada penguat kelas A.1 Data Sheet Berdasarkan data yang ada pada teori dasar 2.1.

5 kΩ = 500 Ω Agar stabil maka Vre = Ie x Re > 1 v oleh karena itu dipilih Vre sebesar 1 v sehingga Re Vre Ie =   karena Ie ≈ Ic maka Re = = 1v 10 mA = 100 Ω .     Ic = 10 mA Ic Ib = hfe = 10 mA 75 = 0.3 Perencanaan Nilai Kapasitor pada Penguat Rc Xc 1=  10 c1 =  10 10 = =6.46 kΩ R1 VR1 = R 1+ R 2 Vcc VR1 = 100 10 100+ 47 VR1 = 6V  VR2 = Vcc-VR1 = 10-6 = 4V 3.9) R1 = 20.200 Ω = 400 kΩ.1 x 100 x 200 Ω = 2 kΩ Vcc−(Vbe+Vre ) R1 = R2 Vbe+Vre ( 100k = R2  Vre Ic ) ( 10−(0.13 A Vce = 5 v Vcc =10 v Vce = Vcc – Ic (Rc + Re) Vcc−Vce (Rc + Re) = = Ic 10 v−5 v 10 mA = 0. karena nilai (Rc + Re) = 500 kΩ maka nilai Rc = 500 Ω .6 pF 2 ᴨ . Rc 1507. R2 ≈ Rth ≤ 0.1 x βmin x Re R2 = 0.6+1) 0. fmax .6+1 ) R1 = (4.1.2 x 109 Xc 2= Rb 10 .

4 Perencanaan Nilai L padaOsilator Colpitts     C1= 8 pF C2= 10 pF Frekuensi = 60 MHz C 1xC 2 8 x 10−12 .14 x 60 x 106 = 1.c1 = 10 10 = =1.65 x 10−9 f= 109 16.4 Perencanaan Nilai frekuensi pada Resonator f= 1 2π √ √ 1 1 1 −6 = 2 x 3. fmin .2 Hasil Percobaan Pada praktikum ini adapun hasil percobaannya adalah Perencanaan Penguat Kelas A = 106 1673.14 1. fmin .38 x 109 Xc 3=  c3 = ℜ 10 10 10 = =53 pF 2 ᴨ . Rb 5234.44 x 10 F 1 2 x 3.58 x 10 x 4.9 pF 2 ᴨ .28 x 2.44 x 10−12 597. 10 x 10−12 Ct = C 1+C 2 = 8 x 10−12+10 x 10−12 1 2 π f ct  Xc =  Xc = XL XL L= 2πf  = = −12 = 4.14 x 60 x 106 + 4.43 Ω .44 x 10−12 L Ct 1 f = 6.43 2 x 3. ℜ 188400 x 109 3.1.84 = 597.58 µH 3.6 f = 60 M 3.1.

a.1 nHz = 50 MHz .8 = 9us F perhitungan = 1/T = 1/9 = 0. Pada saat: T pengukuran = 20 ns T perhitungan = time/div X div = 5us X 1.