Anda di halaman 1dari 8

Ah—micnya nyala nggak nih? Tes satu dua tiga empat oke hidup...

halo, ini Isogai Yuuma berbicara.

Aku mau bercerita sedikit soal kesan pertamaku pada salah satu teman sekelasku. Dalam seminggu
pertama kami sekelas, orang itu sering menghampiriku tanpa sebab dan selalu senyum apapun yang
terjadi. Oke ralat, sampai sekarang pun juga begitu. Ini Dewa juga kenapa cuek kali dengan kehidupan
sekolahku yang kudu barengan dengan laki-laki agak aneh begini. Maksud hati ini ngomong
langsung: Dewa sayang, tolong kasihani aku laaah. Sayang nggak pernah kesampean.

Si aneh yang kubilang barusan adalah Maehara Hiroto. Dari sekian banyak makhluk hidup di bumi
pertiwi—maksudku di kelas—kayaknya cuma aku yang paling sering jadi sasaran empuk kebosanan dari
Cassanova satu itu. Padahal bahkan obrolan yang kumulai duluan itu bisa dihitung dengan jari berapa
kali kulakukan.

Kalau dia yang mulai sih, keseringan.

Bebek banget nggak sih.

Kwek.

...

Nasib jatoh kesenggol mobil terus kelindes kereta ekspres. Salah apa daku 2 tahun kebagian apes mulu
dengan satu kelas terus sama orang aneh macam dia? Seenggaknya aku pengen kayak Nagisa Shiota
disana, yang bisa satu kelas terus sama Akabane Karma. Nasibnya sebelas-dua belas sama aku, suka
dijadiin bahan hilangin bosannya si Karma, bedanya yang kita bicarakan adalah Akabane Karma. Si
jenius sekolah yang bisa nyaingin si ketua OSIS nun jauh disana saudara dan saudari sekalian—meski
iblisnya setengah idup.

Oke nggak jadi, aku malah jadi kasihan sama cowo manis satu itu. Selain dijahilin, Karma juga membuat
Nagisa dijauhi anak-anak lain karena dianggap babunya Karma yang suka nempel sana sini sama dia.

Berarti aku masih mending dong ya.

...

—Mae, benar begini kan?

BL Story Ansatsu Kyoushitsu—story and character made by Yusei Matsui. sayangnya toa setengah soak yang dipegangnya malah bikin jadi serak hebat. Kebetulan acara puncaknya berlangsung di aula serbaguna gedung utama. OOC Akut. ketua kelas kelas 3-E—si ikemen berpucuk yang barusan baca prolog. belum lagi masih harus berkonsentrasi dengan obrolan teleponnya. Biang kerok dari segala keramaian ini adalah sang ketua OSIS di sebelah sana —tuan besar Asano Gakushuu yang juga sibuk dengan toa di tangan. “Kalau ga salah sih ada. lusa adalah festival musiman sekolah dan selayaknya murid normal mereka harus mempersiapkan segala sesuatu dengan hebohnya. . Ia sesekali harus terpaksa melindungi diri dengan menunduk dari properti-properti raksasa yang dibawa anak-anak OSIS kesana-kemari. di café tempatku kerja…” Isogai Yuuma. . Serius. Kita Jadian? Rated : K+ Genre : Humor / Romance Pairing : Maehara Hiroto x Isogai Yuuma Warning : Semi!AU. Tidak ada keuntungan yang didapatkan dari pembuatan cerita ini.. fanfiction ini hanya diperuntukkan untuk kesenangan belaka. Alhasil ketika pemuda itu berteriak macam begini— “RYOMA TERASAKA! PAPANNYA KURANG TINGGI TUH!” —yang terjadi adalah suaranya jadi macam laki-laki tampan lagi sakit tenggorokan. Oke begini. ceritanya sedang berusaha keras untuk menyempil di tengah-tengah lautan siswa-siswi sekolah yang katanya elit di seantero Jepang ini sambil membawa map kertas entah apa isinya. Ramenya bukan main. . Aslinya suara pemilik rambut pink itu biasanya bisa membuat seluruh siswi dan siswa(?) klepek klepek dibuatnya. Based Story : Dengan judul yang sama—karya anak SAD (kalau anda tahu—Inuzuka Kirahara) .

Yang lebih kecil. . tampak seorang pemuda berambut coklat yang juga berjalan menuju panggung demi membantu salah seorang sohibnya menembak pujaan hatinya. akhirnya Karma yang merencanakan penembakan duluan. Apa itu namanya— Biola! Pokoknya.. kembali pada urusan Maehara dan Karma. Si sohib yang dimaksud ini adalah Akabane Karma si setan merah yang juga disebut di paragraph awal-awal tadi. Itu loh yang bodinya bohai. jadi sebagai salah satu yang terdekat untuk ia (paksa) menolongnya ya… Maehara. dia mau nembak si ketua OSIS Kunugigaoka.. . Berhubung setan merah satu ini belum berpengalaman dalam perihal tembak-menembak apalagi cowo. Karena progress hubungan mereka tidak ada. Nah. Tangan kanan sang Asano muda. Dialah Maehara Hiroto. membahas berbagai macam hal yang berhubungan dengan festival mulai dari yang umum sampai seprivat masalah nananini (#apa). mereka janjian akan menghabiskan jam makan siang di café tempatnya bekerja diam-diam. Katanya sih. Iya. Dan orang itu adalah—Ren Sakakibara. penasaran performa apa yang ingin dicari Ren? Kayaknya sih pemain cello. Padahal setahunya. Ceileh. Di sisi lain. Oh. katanya karena persaingan mereka yang ketat—seketat underwear Karasuma Tadaomi—akhir-akhirnya benih-benih cinta malah tumbuh diantara mereka. Eh nggak ding. alhasil dia masih saja berjuang melawan arus balik coretmudikcoret manusia yang terus berlalu-lalang. Nah kita nggak mungkin membahas soal itu jadi mari beralih ke situasi sekarang—berhubung pemuda itu bukan tipe yang mau teriak minggir kalau berdesakan.Dan Isogai sekarang ini masih berusaha bagaimana caranya agar bisa sampai ke panggung demi bertemu salah seorang panitia festival yang memintanya untuk mencari seseorang yang bisa menampilkan performa. Sayang sifat Tsundere kedua belah pihak malah membuat hubungan mereka menjadi lebih seperti anjing dan juga kucing. Asano muda juga sudah mau melakukannya demi pujaan hati tercinta. si aneh yang tadi disebut-sebut di prolog cerita.

ini aula ramenya macam orang ngantri sembako gratis—ebuset!” Sekali lagi Maehara Hiroto mempraktekkan . Pokoknya bukan jadi mas comblang.. Selama ini dia dicap sebagai Cassanova dengan persentase penolakan cewe diatas rata-rata. Mau nggak jadi pacarku?’ Gitu.Dengan segudang ancaman tentu saja. Itu pasti sakit. apa? Oh. cowok kalau mau nembak cowok tinggal bilang. Jadi sebelum ia kena damprat plus hakiman massa anak ini bergerak pergi dari TKP dengan kecepatan macam becak kempes sambil mengangkat telepon yang sudah lama kena delay. Ya pokoknya kalau mengikuti pakem yang ada. Hah. jadi ia mencoba membekali diri dengan komik serial cantik rentalan sebelah rumahnya. keknya gampang juga. Seenggaknya ia jadi nggak udik-udik amat kalau ditanya soal cintacintaan. belum sedetik sejak Maehara berpikir begitu dan lahirlah korban ketatap papan yang sudah dijamin akan mendapat hadiah benjol besar. Jangan salah prasangka bahwa Maehara punya hobi menyimpang. sudah pasti akan menua—maksudnya akan ada di atas sana dalam waktu yang lama dalam rangka gladi kotor atau apalah itu namanya. Siap salah bro.. Ngenes lagi. Maehara sempat tersenyum maksa saat si pelaku membungkukkan badan minta maaf walau sebenarnya itu semacam tidak perlu karena beresiko menimbulkan korban—oke. ‘aku suka kamu. Lalu kenapa di panggung? Ya namanya juga ketua. “Yo.” Telepon genggam anak ini berbunyi tepat saat ia setengah kayang gara-gara kepalanya hampir disambar papan kayu yang dibawa oleh seorang pemuda berjambul bengkak. Lagi otewe nih. Tetapi karena dia semacam teracam keberadaannya.. jadi si target—maksudnya. anak ini normal. Satu lagi—keahliannya adalah… tidak ada. Kampret. Dan anak ini sama sekali tidak tahu menahu bagaimana caranya menembak seorang cowo. Malem mingguan juga bareng majalah porno koleksinya—ups—mulu. Oke ini jadi ngaco. Tadi ada masalah kecil. Untung jantung sama kepala nggak copot berjamaah. si Asano Gakushuu. Wadow. Eh Maehara nggak mau terlibat. Iya sori. bukan yang pake pistol—apalagi mengingat dia juga jomblo. “.

speaker ya? Hah? Masih nggak kedengeran juga? Sekarang gimana? Nih ya. ia pun kembali berdiri dan melanjutkan perjuangannya menembus badai kerumunan orang. Dan lima detik kemudian.kepiawaiannya dalam menghindari serangan papan kayu dengan menunduk ganteng. masih berjuang di tengah suasana penuh desak. nggak kedengeran nih. kalau mau nembak bilang aja—” . sama juga berdesakannya cuma yang ini lebih parah karena kayaknya dia salah ambil jalur dan berakhir di lintasan orang-orang pengangkut papan kayu. nabokin orang? Dua orang yang sama-sama sedang asyik menelpon itu bergerak mendekati satu sama lain dengan tujuan akhir adalah panggung utama aula. “—mampus. tapi bayarannya—“ “Demiapa di dalam sini bikin frustasi. Sabar.” “Siapapun yang kebagian mengurus dekorasi panggung—itu lampu hias jangan digeletakkin gitu dong!” “Set dah. Belum lagi suara teriakan mas-mas ketua OSIS yang menggema di seisi aula. tahu sendiri anggaran bulan ini mepet—hahaha. telinga gue kasian amat. dan yang rambut cokelat—oke.. . menambah keributan dan keramaian dari tempat yang pada dasarnya sudah ramai itu. yang lagi pake toa di sana lah!” “Jadi aku juga harus mempersiapkan semuanya dan Asano-san inginya semuanya beres saat festival? Boleh sih. “Maaf Sakakibara-kun.. Kerasin dikit napa suaranya? Serius nggak kedengeran—apa? Cara nembaknya?” “Iyalah. bisa minta tolong Asano-kun kecilin suaranya? Apa? Iya. Itu si Asano sarapan pake apa sih. soalnya ga kedengeran nih—“ “Iya. iya… belum termasuk bayaran sama yang peforma ya. Suruh gebetan lo itu diem dong! Ha? Yang mana? Jangan mendadak amnesia atau sifat Tsunderemu nongol Karma. Yang rambut hitam. iya. Ini persiapan festival apa pada mau perang sih?” Yang dari tadi pengen dia tanyakan sama bocah-bocah bau mentega itu adalah: itu papan kayu buat apaan.

“Eh?” Si ikemen dan si Cassanova kini bertemu persis di depan tangga naik menuju ke tengah panggung. memandangi pemuda di depannya sambil melongo ganteng. Isogai. Oke. Keduanya masih memegang telepon genggam masing-masing sambil melihat satu sama lain bingung.. Barusan Isogai bilang apa? Mau banget? Eh.. Lalu bagaikan adegan film yang dipause mendadak.. Sebelah tangannya yang memegang ponsel sama sekali tidak bergerak. Sound System-nya udah bener belom?” “Serius Sakakibara-kun. Eh. dikerasin? Kalau sekarang kedengeran? Apa? Persediaan ubi selama 1 bulan? Astaga—“ . Apa-apaan nih. . dengan polosnya. kayaknya Maehara dan Isogai masih belum paham situasinya. seisi aula spontan diam berjamaah dan seketika itu pula mereka berdua mendapat hadiah tatapan serempak plus cengiran aneh dari seluruh penjuru aula. dengan bodohnya. jadi pacarnya Maehara? Maehara. Tangannya yang megang telepon genggam juga tidak bergerak. Barusan Maehara ngomong apa? Jadi pacarku? Eh. Shiota Nagisa kelas 3-E. maklum di luar hujan deres. “—aku suka kamu! Mau nggak jadi pacarku?” “—mau banget!” Hening.. memandangi pemuda di depannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Koneksinya lagi lemot kuadrat. dia bilang mau? . Diulang. suaramu nggak jelas.“Panggilan kepada Shiota Nagisa dari kelas 3-E.

Eniwei. Tidak. Di pojok lain. Ada pula yang nyeletuk ‘selamat tahun baru!’ dan berjingkrak di sana. Isogai tadi bantuin Sakakibara Ren buat persiapan festival yang berakhir dengan bayaran persediaan ubi selama 1 bulan penuh. Oke yang itu agak kelainan.. adek kelas udah pada suit-suit nggak jelas. Terus mereka hadep-hadepan. kesimpulannya— —mereka jadian? “Tunggu.. Karma dan Ren yang sama-sama pegang ponsel juga semacam speechless. Isogai menutupi mulutnya dengan sebelah tangan. Jidat Maehara berkerut. Berarti aku—” “—pacaran—” “—sama—” “—kamu?” . Di pojok sana. di atas panggung. Untung ada sesi tayang ulang. Kehabisan kata-kata untuk berkomentar. lebih tepatnya mereka juga masih bingung apa yang sedang terjadi... Oke. kakak kelas malah cie-ciean. Maehara ngasih contoh gimana cara nembak ketua OSIS ke Karma.Hening lagi. Siapapun yang teriak barusan—mereka nggak salah denger kan? Bagai baru saja dapet undian motor bebek masing-masing satu. “Maehara jadian sama Isogai!” . seisi aula tetiba ricuh kembali macam pasar kejut. Kalimat kepotong—yang secara kebetulan nyambungnya pas satu sama lain. .

pejenya traktirin se-aula ya. Bedanya si Ikemen lebih anteng—bleh. Kurang adegan joget muter-muter. Ini konyol. Oke sebentar. Sama kacaunya. Mimpi apa mereka semalem terlibat kejadian macam gini. nggak juga. lebih konyol dari telenovela India. . serius.. “Mae.“Serius?!” Langsung saja dua manusia ini kalap. India punya telenovela? Ngek.” END! Iya—End..