Anda di halaman 1dari 5

1.

Detoksifikasi reduksi krom heksavalen oleh bakteri resisten
Keberadaan logam berat dalam suatu lingkungan tertentu dapat menurunkan
populasi mikroba baik dalam jumlah maupun keaneka-ragaman spesiesnya. Namun
demikian, sering dijumpai jenis mikroba tertentu yang resisten atau toleran terhadap
kondisi tersebut. Sifat resisten atau toleran mikroba tersebut ditunjukkan dengan
dimilikinya kemampuan tumbuh mikroba dalam berbagai konsentrasi logam berat pada
skala laboatoium maupun di habitat aslinya. . Sifat tersebut berupa kemampuan mikroba
untuk bertahan terhadap efek toksik logam berat melalui mekanisme detoksifikasi sebagai
respon terhadap eksistensi jenis logam tertentu yang dapat dikenali.
Beberapa jenis bakteri mampu bertahan pada kondisi ekstrim seperti limbah cair
beberapa jenis bakteri mampu bertahan pada kondisi ekstrim seerti limbah cair
penyamakan kulit yang mengandung logam krom. Krom pada jumlah yang sangat kecil
dibutuhkan oleh organisme sebagai mikronutrien, namun jika terdapat dalam jumlah
berlebih maka mikroorganisme akan menanggapinya dengan mekanisme pertahanan diri
agar tetap hidup, yaitu melalui mekanisme detoksifikasi oksidasi reduksi enzimatik yang
dapat mengubah senyawa toksik menjadi kurang atau tidak toksik, selain itu adanya
ekstrapolimer yang dibentuk oleh mikroorganisme dapat mengikat ion logam tersebut
(Gadd, 1990 dalam Triatmojo et al., 2001).
a. Bakteri Pereduksi Krom (Cr6+)
Kemampuan resistensi melalui proses reduksi enzimatik pada beberapa jenis
bakteri telah banyak dipelajari. Proses reduksi krom (Cr 6+) dapat dilakukan secara
aerob, fakultatif anaerob, dan anaerob (Cheung & Gu, 2006). Pada Pseudomonas
aeruginosa, keresistenan terhadap Cr6+ disebabkan oleh pendegradasian sempurna
Cr6+ oleh membran sel (Bopp et al., 1983; Alvarez et al., 1999). Sejumlah bakteri
dalam marga lainnya yang dapat mereduksi krom (Cr6+) secara aerob yaitu, Bacillus
subtilis,

Pseudomonas

aeruginosa

(Benazir

et

al.,

2010),

Arthrobacter

crystallopoites, Bacillus cereus, Bacillus thuringiensis, Bacillus sp. (Camargo et al.,
2003), Proteus vulgaris, Acinetobacter radioresistens (Raja et al., 2009), E. coli
(Abskharon et al., 2009), Enterobacter spp. (Wang et al., 1990), Staphylococcus
spp., Micrococcus sp. (Ezaka & Anyanwu, 2011), Alcaligenes eutrophus (Nies et al.,
1990) dan beberapa strain tak dikenal juga telah terbukti mampu mereduksi Cr 6+
secara aerob. Penelitian biotransformasi Cr6+ awalnya hanya terfokus pada anaerob

Diawali dengan masuknya Cr6+ ke dalam membran melalui sulfat channel (Ohta et al.. 1993). Agrobacterium radiobacter EPS-916 (Llovera et al. Reduksi Cr6+ oleh Desulfovibrio desulfuricans dan D.. Mekanisme Reduksi Krom (Cr6+) Mekanisme reduksi krom (Cr6+) dapat dilakukan dengan dua cara.fakultatif. Reduksi Cr6+ secara aerob terjadi dalam dua atau tiga kali proses. Smith & Gadd. Ps. yaitu aerob dan anaerob. MP30 (Pattanapipitpaisal et al. 2000). kemudian bereaksi secara spontan dengan reduktan intraseluler seperti askorbat dan glutation untuk mengubah Cr6+ menjadi bentuk intermediet Cr5+ dan atau Cr4+. Saat ini. 2008). termasuk Cr6+. Pantoea agglomerans SP1 (Francis et al. radikal bebas.. Kemampuan ini pula dilaporkan pada consortium BPS yang lain (Santosa et al. Diagram toksisitas dan reduksi Cr 6+ di dalam sel dapat dilihat pada gambar 2. 1994). seperti pada Ps. 1971). Shewanella putrefaciens MR-1.. 2001).1. b. 2004.. dechromaticans. 2003). 2008. Geobacter metallireducens. . vulgaris Desulfotomaculum orientis (Santosa et al. Bakteri anaerob lainnya yang dapat mereduksi Cr6+ antara lain: Microbacterium sp. bakteri pereduksi sulfat (BPS) secara ekstensif dipelajari kemampuannya dalam mereduksi metal. dan produk akhir yang stabil dan tidak toksik yaitu Cr 3+ (Xu et al. pada Desulfomicrobium norvegicum proses reduksi Cr6+ dikatalisis oleh enzim hidrogenase dan sebuah sitokrom tipe c. D.. Lain halnya dengan Desulfotomaculum reducens MI-1 yang mampu memanfaatkan Cr 6+ sebagai akseptor elektron. chromatophila dan Aeromonas dechromatica. vulgaris diketahui melibatkan soluble c3 sitokrom (Lovley. Costa. 2000).

 (dimodifikasi oleh Vincent.6+ 6+ Gambar 2.. ChrR reduktase pada P. 1994). NADPH dan elektron endogen terlibat sebagai donor elektron dalam proses reduksi Cr6+.1 Toksisitas dan Mutagenesis Cr . (2000) menyatakan bahwa NADH. Appenroth et al. 2000 & Cervantes et al. Pada kondisi anaerob. Reduksi Cr  di dalam sel secara 5+ alami dan teratur mereduksi satu elektron dengan mengubah Cr  dan menghasilkan 6+ sejumlah besar ROS sebagai efek dari pereduksian Cr . sedangkan enzim YieF dapat mengatalisis secara langsung reduksi Cr6+ menjadi Cr3+. seperti pada DNA sehingga membuat DNA menjadi tidak stabil dan jika terjadi sebelum replikasi maka akan terjadi mutasi (Pesti et al. Minimnya jumlah ROS yang dihasilkan oleh enzim YieF untuk mereduksi Cr6+. 2001). soluble reduktase (SR) dan membran reduktase (MR) diketahui dapat mengatalisis proses reduksi Cr6+. YieF dianggap lebih efektif dari ChrR reduktase dalam mereduksi Cr6+ (Cheung & Gu. Tidak seperti proses reduksi Cr6+ pada kondisi .. Adanya enzim seperti ChrR reduktase dan enzim YieF juga mampu mempercepat proses pereduksian krom. 2006).putida mereduksi Cr6+ dengan melepaskan satu elektron membentuk Cr5+ diikuti oleh dua transfer elektron membentuk Cr4+ dan Cr3+ dengan pembentukan sejumlah ROS. Proses reduksi krom menghasilkan sejumlah Reactive Oxygen Spesies (ROS) yang akan menjadi radikal bebas dan bersifat tidak stabil. Untuk mempertahanan kestabilannya radikal bebas akan menyerang molekul stabil yang terdekat dan mengambil elektronnya.

Pada kondisi anaerob. Aris Bastianudin dan Widdi. Yogyakarta: Pusat teknologi akselerator dan proses bahan. M. 1995). (Sumber: Cheung & Gu.2 Mekanisme Reduksi Cr  secara Enzimatik dalam Kondisi Aerob (atas) dan Anaerob (bawah). Mekanisme reduksi krom secara aerob dan anaerob dapat dilihat pada Gambar 2.aerob yang berasosiasi dengan sistem transfer elektron agar dapat mengkatalisis pertukaran elektron sepanjang rantai respirasi. Cr6+ dapat berfungsi sebagai terminal akseptor elektron (Cheung & Gu. Pada kondisi anaerob. BATAN.2. usada. 2006). Seleksi bakteri pereduksi krom di dalam limbah cair industry penyamakan kulit menggunakan metode ozonisasi. 2006) Daftar pustaka: Yazid. 6+ Gambar 2. soluble reduktase (SR) dan membran reduktase (MR) serta enzim sitokrom berasosiasi mereduksi Cr 6+ (dimodifikasi dari Wang and Shen. 2007. .