Anda di halaman 1dari 6

Born as The Sinner

Rated : T
Genre : Family/Fantasy
Warning : AU!Story, OOC, Typo.
.
.
Katekyo Hitman Reborn belong to Amano Akira. Tidak ada keuntungan yang didapatkan pembuat cerita
atas cerita ini. Fanfic ini hanya dibuat untuk kesenangan belaka.
Summary : Sawada Ieyasu adalah seorang ayah tunggal dengan satu anak laki-laki bernama Sawada
Tsunayoshi. Ia adalah seorang actor dan penyanyi terkenal dengan wajah digilai perempuan. Namun, ia
memiliki phobia untuk didekati banyak perempuan. Dan apa rahasia lainnya yang disembunyikan saat
seorang pria aneh datang dan memanggilnya dengan nama Giotto?
.
.
DING DONG
Suara bel pintu berbunyi membuat Ieyasu tersadar dari lamunannya yang terjadi entah sudah sejak
berapa lama. Di depannya, tampak Tsuna yang masih tertidur dengan napas terengah-engah dan tubuh
yang panas. Merasa tidak aman meninggalkan anaknya yang sedang sakit sendiri, namun jika ia tidak
membukanya, ia bisa tahu bahwa neraka yang akan menunggunya.
“Ya,” Ieyasu menghela napas, menatap kearah pemuda berambut hitam dengan topi fedora dan juga
setelan jas hitam ia kenakan. Reborn, adalah manajernya yang sejak cerita sebelumnya tampak menjadi
salah satu sumber ketakutannya. Namun saat ini, bahkan keberadaan Reborn sama sekali tidak
menakutkannya.
Ia lebih takut untuk kehilangan anaknya saat ini.
“Kau terlihat menyedihkan kali ini dame-Yasu. Tetapi sepertinya kau tidak berbohong seperti terakhir
kau mencari alasan,” dan Reborn masuk begitu saja, dan tentu Ieyasu sama sekali tidak keberatan
dengan itu. Untuk kali ini, “—bagaimana keadaan Tsuna?”
“Buruk, demamnya sama sekali tidak turun dan ia tidak sadarkan diri…”
“Dan kenapa kau malah tidak membawanya ke Rumah Sakit?” Reborn membuka pintu dan segera
mendekati Tsuna untuk mengecek keadaannya. Ieyasu sendiri tampak terdiam sejenak sebelum
menjawab dan menggeleng.
“Aku sudah memanggil dokter, dan katanya ini hanya flu biasa. Kalau aku membawanya ke Rumah
Sakit, aku tidak bisa bersama-sama dengan Tsu-kun,” Reborn menatap Ieyasu yang hanya menoleh pada
Tsuna dengan tatapan cemas.
“Aku membawakanmu makanan. Aku akan menjaga Tsuna, kau harus istirahat sebentar,” Reborn
tampak menghela napas dan menatap Ieyasu yang menatapnya dengan tatapan terkejut, “—kau adalah
public figure, kalau kau sampai terluka itu juga akan menjatuhkan martabatku.”

Ieyasu masih tidak bergerak, menatap seolah tidak percaya pada Reborn yang menyadari tatapan dari
Ieyasu. Segera menendang bokongnya keluar dari kamar itu, “pergi sekarang atau kupaksa kau bekerja!”
“HIII! Ba—baiklah Reborn-sama!”
.
.
‘Apakah kau juga akan melakukan hal seperti ini pada Tsu-kun, Ieyasu…?’
Ieyasu memutuskan untuk pergi ke ruang makan setelah mengambil kotak makan yang dibawakan oleh
Reborn padanya. Menautkan kedua tangannya di atas meja, ia bahkan hanya menyentuh sedikit
makanan yang dibawa oleh Reborn dan kemudian melupakannya.
‘Kenapa keadaan Tsuna menjadi seperti ini? Apakah karena darah yang diturunkan? Tetapi ia tidak
menunjukkan gejala sebelum ini…’
.

apakah otou-san melakukan hal-hal aneh lagi?” “Ikut aku. dengan mata berwarna ruby. Ayahku adalah seorang aktor dan penyanyi yang cukup terkenal. bisakah kau berangkat duluan?” Tsuna tampak menatap Kyoko yang menatap balik dengan tatapan khawatir. Tetapi yang ia tahu adalah. Walaupun begitu. pria itu sudah menarik tangannya dan membawanya entah kemana.” Tsuna mengangguk. dan juga menyiapkan segalanya. “Aku menemukanmu… Giotto. Tattoo yang tampak seperti api yang menjalar terlihat di sisi wajah kirinya. karena Reborn-san selalu membuat ayah ketakutan. dan membuatku hanya mengenal ayahku saja. Ibuku Sawada Nana sudah meninggal saat aku masih bayi. “Anoo. Tentu saja Tsuna tidak mau melakukannya. “Tsuna-kun?” Gadis itu menoleh.” .. ayahku bisa mengurusi semua hal di rumah. Namaku adalah Sawada Tsunayoshi. “Pagi Tsu-kun!” “Un! Pagi Kyoko-chan!” . Yang tadi adalah ayahku. namanya Sawada Tsunayoshi. usianya 38 tahun—walaupun wajahnya masih terlihat seperti berusia 20 tahun. Tidak ada siapapun selain dia dan teman perempuannya—Sasagawa Kyoko. Tanpa mereka sadari. sepertinya dia adalah rekan ayahku…” “Baiklah. seperti membersihkan rumah. Tsuna segera berjalan dan mengikuti pria di depannya. . “Sebenarnya aku juga kasihan. menemukan pria itu juga yang masih menatapnya diam. menatap kearah sekeliling untuk memastikan jika yang dipanggil oleh pria itu adalah dia. Bukan Giotto yang dipanggil oleh pria itu. Kyoko memutuskan untuk meninggalkan Tsuna sendirian. ‘Apakah mungkin ia salah mengenaliku dengan ayah? Mungkin Giotto itu nama peran yang akan dimainkan ayah untuk film berikutnya…’ “Tsu-kun. Setelah Kyoko pergi. Giotto! Kau tahu semua kekacauan yang kau buat setelah kau menghilang beberapa tahun ini?!” “E—eh?!” Belum sempat Tsuna bertanya. “le— lepaskan aku!” . Sawada Ieyasu. Dua orang yang sedang berjalan bersama-sama itu tampak berbincang dengan tenang tentang pekerjaan rumah atau apapun yang akan dilakukan hari ini. pekerjaan ayah juga terkadang membuat Reborn-san kewalahan. kau kenal dengannya?” “Ah maaf Kyoko-chan.” seolah tidak mendengar perkataan Tsuna.” ia tertawa canggung. kalau ada apa-apa kau bisa menghubungiku atau Ieyasu-san. Mengenakan kemeja berwarna putih dan celana berwarna hitam. sepertinya pria itu malah menyuruhnya. Sesuatu yang tidak ia tahu untuk apa. Pemuda berambut merah. Dan kepulan asap dari rokok yang ada di mulutnya tampak tertiup oleh angin yang berlalu saat itu. memasak. Tetapi mau bagaimana lagi. umur 14 tahun dan murid SMP Namimori. Menatap kearah Tsuna. dan melawan dengan menarik tangan pria itu. dan menatap ke depan untuk melihat pria yang berdiri diatas tiang tadi tampak berada di depannya dan masih menatapnya dengan tatapan dingin. . . “tenang saja. “Giotto. seseorang tampak berdiri diatas tiang listrik yang ada di dekat sana.” Tsuna terdiam. Tsuna POV . dan meskipun cemas. “Hari inipun sepertinya kau dibuat kelabakan karena Ieyasu-san?” gadis berambut cokelat yang ada di dekat Tsuna tampak tersenyum sambil berjalan di samping Tsuna. “jangan kabur lagi dari pekerjaanmu. dengan tatapan tajam dan dingin. Sementara yang bersangkutan tampak menghela napas dan menggaruk dagunya dengan telunjuk. Tetapi aku tidak mengerti kenapa ia sama sekali tidak suka dengan para perempuan yang senang sekali mengerumuninya.

Tetapi aku benar-benar tidak mengenalmu. “Jadi. Namun melihat tidak adanya sebuah kebohongan di mata pria itu.” senyuman dingin cukup untuk membungkam mulut Tsuna. melangkah pada setiap bangunan yang ada di sekelilingnya. “—langkahi dulu mayatku kalau kau mau menculik anakku orang aneh!” ‘Bagaimana otou-chan bisa tahu apa yang terjadi padaku? Dan—jarak dari sini ke rumah cukup jauh.” jawab dengan nada yakin. dengan napas terengah-engah sambil menatap mereka berdua. kau akan mati. Mata birunya menoleh pada pria di depannya yang tampak seolah terkejut akan sesuatu. Membuat pria itu tentu saja bergerak mundur tanpa ia sadari. tetapi kukira aku akan melepaskanmu saja kali ini…” Pria itu hanya menatap Ieyasu yang masih berbicara dengan nada serius. “Yang benar saja. Entah kapan… . “Memangnya dia ninja…” ‘Tsuna-sama. “O-OTOU-SAN!” “Kau pasti takut. “kita pergi.’ Tsuna tampak menatap menatap dengan tatapan terkejut namun dengan segera sadar saat tangan pria itu semakin longgar. ia menoleh pada pria yang ada di depannya. dan melompat begitu saja. dengan raut wajah yang melebih-lebihkan tampak mengusapkan pipinya di pucuk kepala anaknya itu. Ia cukup ketakutan untuk berbicara apalagi berteriak dan melawa lagi. membuat baik Ieyasu maupun Tsuna tampak menatap tidak percaya padanya. Namun ia masih berada di belakang ayahnya dan menatap ayahnya yang sama sekali tidak mengatakan apapun selama beberapa saat. tentu saja pria berambut merah menghela napas dan menggaruk kepala belakangnya. namun ia tahu ia pernah mendengarnya. tenang saja—otou-chan ada disini. “aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tahu apa yang terjadi 14 tahun yang lalu. Namun dengan segera meneguk ludahnya dalam-dalam. Tangannya sedikit gemetar namun ia tampak menatap Ieyasu sebelum menghela napas. atau kau lupa ingatan karena kejadian 14 tahun yang—“ “OW! OW! OW! Otou-san. Ia berlari dan bersembunyi di belakang ayahnya yang segera memeluknya dengan erat. Meninggalkan Ieyasu dan Tsuna yang sama-sama terbengong dengan apa yang ia lihat. “…aku tidak mengenalmu. telingaku sakit!” Tsuna berteriak kesakitan saat Ieyasu menutup telinganya dengan sangat erat. siapa kau?” Tatapan tajam dari Ieyasu tampak membuat pria itu sedikit tersentak. Aku bisa saja memanggil polisi kemari karena kau akan menculiknya. aku tidak percaya padamu. “Kau sama sekali tidak ingat denganku—Giotto?” Tsuna sedikit bingung dengan perubahan sikap dari pria yang ada di depannya.“Aku tidak akan melepaskanmu setelah apa yang kau lakukan dulu.” Tatapan tajam yang cukup untuk membuat pria itu kembali tersentak.” … “Kau tidak sedang main-main?” Pria itu berjalan dan berhenti begitu saja dalam jarak yang sangat dekat dengan Ieyasu. Dimana Ieyasu tampak berada disana. Aku akan ikut denganmu.” ‘I—ini modus penculikan yang baru ya?!’ “Tu—tunggu!” “Apa yang kau lakukan pada anakku hah?” Suara itu membuat keduanya berhenti dan menatap kearah belakang.” Ieyasu. dan memperbaiki postur tubuhnya seolah menghormati Ieyasu yang berdiri dihadapannya. “Baiklah. Memang membuat Tsuna tidak bisa mendengar. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti atau melakukan apapun pada anakku. aku akan mengikutimu dan melindungimu sampai kapanpun!’ Bayangan seseorang berambut perak yang tampak melintas begitu saja di kepalanya tampak membuat Tsuna tersentak. Ia seolah mendengar suara yang tidak pernah ia ingat. aku akan kembali lain waktu…” dan sebuah bungkukan hormat ia berikan pada Ieyasu sebelum ia berbalik. “Jangan mendengar!” Masih menekan telinga Tsuna. “—kalau aku melihatmu lagi setelah ini. “sampai aku yakin benar kalau kau bukan Giotto. namun rasa sakitnya tentu saja bisa ia rasakan. bagaimana ia bisa sampai disini.

Namun tidak untuk pria dewasa seperti Ieyasu. Sepertinya sekolah SMA ini memang sedang merayakan sebuah festival sekolah. bukankah sudah kutinggalkan notes sebelum berangkat tadi?” “Aku belum membacanya. seolah mencari jawaban yang seharusnya bisa keluar begitu saja dari mulut ayahnya jika memang ayahnya tidak tahu menahu tentang pria itu.” Tsuna sweatdrop dengan jawaban dari ayahnya.’ Tangannya bergetar saat melihat tulisan anaknya yang menuliskan notes dari sang manajer. Tsuna menatap ayahnya yang sudah gemetar dan memucat. otou-chan. Salah satunya sudah kuberitahu dimana lokasiku berada. Tsuna yang menatap pada ayahnya sedikit banyak bingung ingin bertanya apa melihat situasi yang mereka harus hadapi tadi. untuk para pria yang masih SMA ataupun masih dalam masa puber. menepuk kepala anaknya sebelum menggandeng anaknya untuk mengikuti kemana ia akan pergi.” Tsuna tertawa canggung namun memutuskan untuk diam dan mengikuti ayahnya.“Tsu-kun. datang ke sekolah khusus perempuan adalah sebuah anugerah karena mereka dapat mencari cinta sejati. kau hanya perlu menikmati pekerjaanmu saja otou-chan!” “A—aku akan menghubungi dan memintanya mendatangi kita disini…” “Tetapi Reborn-san mengatakan untukmu tidak menghubunginya. ‘Apa yang sebenarnya disembunyikan otou-san?’ “Tou-chan. .” Ieyasu menghela napas. siapa orang tadi…?” Ayahnya menatap selama beberapa saat. kau harus bertanya pada siswi disini.” Tsuna tertawa canggung. Sebelum ayahnya protes kembali. Meskipun wajah Ieyasu tidak pernah menunjukkan jika ia berada pada usia kepala 3 akhir. Suasana berkilau dari sebuah bangunan yang ada di depan mereka tampak membuat Ieyasu ataupun Tsuna tampak tegang. ‘Tidak ada arahan. . sebenarnya kau—“ ayahnya menatap Tsuna saat ia memecahkan keheningan diantara mereka. Ieyasu tentu saja tidak bisa tenang dan menatap anaknya yang seolah menggantungkan kalimat itu. Ia menatap pada ayahnya yang tampak masih berwajah tegang saat mengenakan kacamata hitamnya. Reborn-san pasti juga melewati hal-hal yang sulit untuk masuk kemari. Ikut otou-chan menemui Reborn-san. Mungkin. Reborn-san pasti sengaja menyuruhku untuk menemuinya disini walaupun ia tahu aku tidak suka dengan tempat ini…” “Ini tidak terlalu buruk otou-chan. “Sial. “aku tidak bisa membiarkan anakku yang manis ini pergi ke sekolah dengan keadaan yang bahaya seperti saat ini. “—baiklah… seharusnya aku bertemu dengannya di… dimana?” Ieyasu membuka catatan kecil yang dituliskan oleh anaknya. kau tidak apa-apa?!” Ieyasu menepuk pundak Tsuna yang sepertinya melamun selama beberapa saat.” “E—eh. bahkan hanya beberapa langkah sudah cukup untuk membuat semua mata tertuju padanya.” Ieyasu menyerah pada permintaan anaknya. “Kau tahu kalau tidak biasa orang tua menyuruh anaknya membolos. “…entahlah. Dengan melihat wajah serius dari Tsuna. ia bisa dianggap pedophile. tetapi—baiklah.” . sementara ayahnya tampak memucat melihat pemandangan para siswi yang berkeliaran keluar masuk stand. “Otou-chan. “kau akan benar-benar terlambat jika tetap disini! Ayolah. mungkin penjahat yang ingin menculikmu. “—kau takut pergi sendiri ke sekolah khusus perempuan itu bukan?” “Tentu saja tidak. Namun satu pertanyaan yang pasti adalah. Tsuna segera mendorong ayahnya ke dalam. tetapi bagaimana dengan kelas?!” “Membolos beberapa kali tidak akan membunuhmu. Berjalan masuk ke sekolah itu. Dan tentu mereka cukup kaya. untuk mengundang Ieyasu yang memang merupakan penyanyi dan aktor yang terkenal di Jepang.” dengan wajah tidak bersalah. “Ia hanya ingin membalasku karena sudah memberikan waktu yang berat untuknya…” “Kurasa ia hanya ingin kau mengatasi phobiamu otou-chan.

“…na…Tsuna!” Suara itu kini berganti menjadi suara yang sangat ia kenal. dan membuat Ieyasu terdiam menatapnya. Namun entah bagaimana. ‘Otou-chan benar-benar melalui hari yang sangaat berat karena ini. . namun ia tahu ada seseorang yang tampak menompang kepalanya. Membuatnya pusing. pria itu benar-benar keren!” “Hei. Dan hanya satu kalimat yang keluar saat itu.” Suara itu samar-samar terdengar saat Tsuna merasakan kepalanya sangat berat.” suara Tsuna yang tampak terengah-engah membuat Ieyasu semakin panik. Jelas ia tidak baik-baik saja. “T—tunggu. “…bagaimana ini bisa terjadi?” To Be Continue . kau tidak apa-apa?!” “…tou-chan? Aku melihat seseorang tadi… berambut krem… dia—terlihat seperti malaikat. .’ napas Tsuna tampak terputus-putus. “a—ayahku… aku butuh ayahku…” … Pria itu hanya diam. Tentu saja teriakannya malah menjadi boomerang untuknya. Seolah matanya menyala. Matanya ia coba untuk buka.“AAAAAH! DIA MEMBODOHIKU!” Ieyasu bersumpah jika ia mendengar suara Reborn yang tertawa sadis kearahnya. Sesuatu yang tidak biasa. dan— BRUK! —terjatuh. bukankah itu adalah Sawada Ieyasu-sama?!” “Penyanyi itu?! Aku fans beratnya! Aku punya semua lagunya!” “Ternyata benar ia akan tampil di festival kita?!” “A—anda Ieyasu-sama bukan?! Aku ingin berfoto dengan anda!” “Tanda tangan!” “Aku ingin menjabat tangan anda!” Dan gerombolan siswi tampak segera mengerumuni Ieyasu yang tampak semakin memucat dan mencoba untuk menghindar. tou-chan…?” Ieyasu masih menatap dengan tatapan khawatir pada Tsuna. . Yang tentu saja sia-sia saat ia semakin tenggelam dalam kumpulan gadis-gadis penggemarnya itu. Pandangannya masih kabur. “Tsuna. Saat beberapa siswi menoleh dan menyadari siapa dirinya. Mulutnya membuka. menatap kearah ayahnya yang tampak sangat panik dan ia yang masih berada di tempat yang sama.’ Tsuna yang masih berdiri dalam jarak yang cukup jauh dari ayahnya hanya sweatdrop dan kasihan melihat ayahnya yang mulai digerayangi oleh para penggemarnya. kau baik-baik saja?” ‘Rambut krem?’ “Kau bisa mendengarku?” ‘Suaranya tidak jelas. Iris mata cokelat Tsuna tampak perlahan berubah. Kepalanya berdengung hebat tiba-tiba dan semuanya terasa berputar. “…ada apa. “…baiklah. Ieyasu bisa merasakan jika tubuh Tsuna panas. namun suara baru terdengar beberapa saat setelah mulut itu membuka. “—badanku terasa berat dan panas… apakah aku demam?” “Tsuna…?” Ieyasu menatap kearah Tsuna.” . Iris Tsuna—warnanya berubah menjadi orange. “…i. seolah menyadari sesuatu yang aneh pada Tsuna. “…hei. aku akan membantumu. mencoba untuk melihat dengan jelas. Manajernya mengetahui jika ia phobia pada perempuan yang bergerombol. dan yang bisa ia lakukan adalah membuat Tsuna tetap sadar. pandangannya seolah berasap—dan semuanya terlihat perlahan kabur dan perlahan bergerak tidak menentu. namun beberapa saat dengan wajah datar ia tampak menghela napas. ‘Huh?’ Tsuna mengucek matanya.

tapi phobia cewe dan son complex :’)) Giotto cocok buat perannya :’)) #plak . Iya tahu . Tapi lihat nanti deh. terkenal. RnR? . ffic lain belum update. Entah kenapa karena ntuh Manhwa. Maaf saya menyebrang ke kapal yang ada di fandom pinggiran dan nyebrang ke fandom satu lagi XD ._. cool.Eh. awal-awal emang hampir semuanya sama kaya manhwa UnderPrin tapi ntaran jadi beda kok. ga bakal discon :3 . pasti update kok ffic dimari. jadi suka sama tipe papah yang keren.