Anda di halaman 1dari 62

TUTORIAL BLOK 2.

2
KELOMPOK 2
SISTEM REPRODUKSI DAN ENDOKRIN
Sistem reproduksi manusia dan proses menstruasi

Tutor : dr. Rita Halim
Florensia

G1A112001

Wulandari

G1A112005

Steven

G1A112007

Hadiza Pebrama

G1A112009

Prepti Serra

G1A112014

Andreas Desmon

G1A112020

Nandy Bill Morris

G1A112061

Rizki Ayu

G1A112063

Rizky Febriyani

G1A112067

Riyan Irawan

G1A112070

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012/2013

Skenario

Nelda, seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Pagi ini ia mengalami menarch. Sehari
sebelumnya ia juga mengalami dismenore, ia juga mengalami telarche. Nelda teringat
penjelasan gurunya saat belajar system reproduksi manusia, bahwa saat perempuan telah
memasuki usia pubertas maka ia kan mengalami seperti yang dialami Nelda. Saat manusia
memasuki masa pubertas baik pada permpuan maupun laki-laki, maka akan tampak tandatanda perkembangan seks sekunder yang mana semuanya dipengaruhi oleh hormon
reproduksi

Klarifikasi istilah
1.
2.
3.
4.
5.

Menarche
Dismenore
Reproduksi
Pubertas

:
:
:
:

Pembentukan/permulaan fungsi menstruasi
Nnyeri waktu haid
Hasil keturunan oleh badan yang terorganisasi
Masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa
Hormon
: Substansi kimia yang dihasilkan di dalam tubuh ,

memiliki efek
6. Telarche

regulatorik spesifik terhadap aktivitas sel, organ

atau sistem organ tertentu.
: Awal pertumbuhan payudara saat pubertas

Identifikasi masalah
1. Jelaskan anatomi sistem reproduksi pria dan wanita ?
2. Jelaskan histology sistem reproduksi pria dan wanita ?
3. Jelaskan fisiologi sistem reproduksi pria dan wanita ?
4. Berapa rentang usia pubertas ?
5. Faktor-faktor yang menyebabkan pubertas setiap orang berbeda-beda ?
6. Jelaskan perkembangan seks sekunder pria dan wanita ?
7. Jelaskan mekanisme menarche atau menstruasi dan komposisinya ?
8. Apa saja hormon yang berperan dalam sistem reproduksi ?
9. Apa saja hormone yang mempengaruhi telarche?
10. Jelaskan penyebab dismenore ?

Jelaskan anatomi sistem reproduksi pria dan wanita ? Jawab :  Pria Anatomi sistem reproduksi pria . Jelaskan klasifikasi disminore? Analisis masalah 1.11. Jelaskan mekanisme disminore? 12.

Berdasarkan lokasinya terdiri dari : a. Penis Arteri pudendal superfisialis eksterna cabang dari arteri femoralis Vena mediana dorsalis superficialis  Wanita a. arteri pudenda eksterna. Organ reproduksi eksterna Skrotum dan penis b. Organ reproduksi eksterna Testis. Berdasarkan strukturnya dibagi atas : a. Organ seks sekunder duktus. glandula asesorius. nervus illioinguinal. duktus. organ kopulasi yaitu penis Perdarahan dan persyarafan a. nervus cutaneus posterior b. Skrotum Arteri pudenda interna. Testis Arteri testikularis. spermatic cord. arteri cremasteric Nervus pudenda. Organ reproduksi Interna . glandula assesorius. pleksus pampiniformis Nervus testikularis ( T10-T11 ) c. Organ seks primer Testis b.

Corpus. suspensory ovarii dan Lig. organ ini terdiri atas . isthmus.  Labia mayor  Labia minora  Urethra c. Ovarian  Tuba falopii. Organ Repsroduksi Aksesoris  Kelenjar Mamae  Plasenta khusus untuk wanita hamil. organ ini memiliki penggantung yang disebut Lig. dan Cerviks Uterii  Vagina . organ ini terdiri atas : Fundus . ampulla  Uterus. . infundibulum.Isthmus. organ ini memiliki orifficium yang ditutupi oleh hymen b. Ovarium . fimbriae. Organ Reproduksi Eksterna  Mons Pubis  Rima Pudenda  Vestibulum Vaginae  Klitoris  Kelenjar Bartolin.

2. Jelaskan histology sitem reproduksi pria dan wanita ? Jawab  : Pria Organ reproduksinya yaitu : 1. - terd apat arteri dan vena dorsalis penis di bagian dorsal. 2. - kedua korpus dibungkus oleh tunika albuginea - diantara kavernosum penis terdapat septum penis - terdapat arteri profunda penis - terdapat kaverne yaitu ruangan vaskular yang bentuk dan ukurannya tidak teratur. Testis dan ductus epididimis . Penis dan urethra - terdiri dari 2 korpus kavernosum penis dan 1 korpus kavernosum urethra.

- Didalam tubulus seminiferus terdapat . - Ciri-ciri tubulus seminiferus  Dibatasi oleh epitel berlapis kompleks.  Terdiri atas: o tunika fibrosa o lamina basalis o epitel germinativum.  Setiap lobus testis di dapat 1-4 tubulus seminiferus.- Dilapisi jaringan ikat fibrosa yaitu tunika albuginea testis - Tunika albuginea bercabang kedalam parenkim membentuk septula testis dan testis jadi sejumlah lobulus testis yang berbentuk piramid.

bulat o Letaknya mendekati permukaan epitel o Inti sel hampir memenuhi sitoplasmanya  Spermatozoa . o Bentuk bulat dengan inti bulat o Besar tidak seragam dengan kromatin inti halus  Spermatosit primer o Sel ini besar o Bentuk bulat o Letak lebih mengarah ke permukaan epitel o Inti bulat dengan kromatin yg kasar dan padat  Spermatosit sekunder o jarang terlihat karena umurnya pendek  spermatid o Sel ini kecil . Spermatogonia o Sel terletak paling dasar dekat membrana basalis.

Tubulus efferent Sel-sel dg bentuk irregular .  Sel sertoli o Fungsi: -Penyokong. atau berkelompok memenuhi lumen tubulus o Sel ini mempunyai flagel sebagai ekornya o Spermatozoa akan melalui beberapa saluran.pelindung dan pengatur nutrisi spermatozoa -Fagositosis -Sekresi o Sel sel piramidal panjang yang saling bertautan dengan sel sel dari spermatogenik.pada sitoplasma sel sertoli. o Melekat pada membrana basalia o Sitoplasma tidak nyata o 3.o Sel ini biasanya berkelompok o Menempel pada permukaan epitel.

- Tunika adventitia jaringan ikat longgar .- Dilapisi epitel selapis thorak dan selapis kuboid - Lumennya bergelombang - Sel yang tinggi memiliki kinosilia - Terdapat diluar testis - Terdapat otot polos melingkar tipis di luar membran basal - Di lumen terdapat spermatozoa 4.sirkular. Ductus defferen - Epitel silindris bertingkat mempunyai sterosilia - Epitel mukosa dan lamina propria bergelombang - Dibawah lamina propria terdapat otot longitudinal. .dan longitudinal.

5. . Glandula prostat - Epitel selapis thorak atau bertingkat - Mukosa berlipat-lipat - Didalam lumen terdapat konremen yang berwarna merah homogen - Di lamina propria terdapat otot polos.

- Tunika adventitia jaringan ikat longgar. serta pembuluh limfe. serta otot polos pembuluh darah arteri dan • • • vena.   - Ovarium Terdiri atas bagian korteks dan medulla Korteks Ovarium Terdapat sejumlah besar folikel ovarium dari berbagai fase perkembangan Medula Ovarium Banyak mengandung serat elastin.- Dilapisan luar tunika adventitia 6. dan tersier Folikel Graaf .  Wanita Organ Genitalia Wanita Interna 1. sekunder. Glandula vesikulosa - Tunika mukosa terdapat epitel pseudothorak - Lamina propria tidak terdapat otot polos. Karena massa pembuluh darah relatif besar maka disebut zona vasculosa Folikel Primordial Folikel Berkembang Terbagi atas folikel primer.

Tunika adventitia .Terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan dalam sirkuler dan lapisan luar  longitudinal.  Tunika muskularis .epitel Kolumner simplek . sel sekresi. Tuba Uterina/ Tuba Fallopi . Tunika mukosa .Epitel skuamous kompleks non keratin .merupakan lapisan serosa yang mengandung ligamentum 3. Uterus  Korpus Uteri Terdiri dari 3 lapisan. Sedangkan bagian tengah sirkuler 3. Tunika muskularis (myometrium) terdiri dari berkas otot polos yang serabutnya berjalan longitudinal atau oblik pada bagian dalam dan luar.Organ ini berupa selongsong yang dindingnya dibentuk oleh mukosa yang terdiri atas epitel gepeng berlapis tanpa lapisan keratin . Vagina .Jaringan ikat padat kaya akan serat elastin Organ Genitalia Wanita Eksterna .Lamina propria : jaringan ikat longgar dengan banyak serat elastin. Tunika adventisia .Terdiri dari 3 lapis :  Membrana mukosa . sangat vascular b. 2.Terdiri dari sel bersilia. sel basal. Tunika muskularis . Tunika mukosa (endometrium) terdiri dari epitel kolumnar simpleks dengan sel bersilia dan sel sekretorik. Stratum fungsional 2. longitudinal di luar c.Vagina tidak mempunyai kelenjar dalam dindingnya  Terdiri atas 3 lapisan a.Di bawahnya terdapat lapisan otot polos. Lamina propria. stroma yang langsung berhubungan dengan miometrium  Endometrium berdasarkan fungsinya di bedakan menjadi dua lapisan : 1. susunan dari luar ke dalam: 1. . Stratum basale 4. Tunika serosa (perimetrium) terdiri dari epitel skuamus simpleks.Sirkular di dalam.• Korpus Luteum 2.

Pria  terdiri dari 2 organ utama yaitu testis dan penis Testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormone sedangkan penis sebagai alat kopulasi dan sebagai penyalur sperma ke vagina.bagian luar mempunyai rambut dan mengandung pigmen. Kelenjar Mammae - Terdiri atas 15-25 lobus. Kulit tidak mempunyai rambut. tuba fallopi. Jalannya sperma Tubulus seminiferus :  rete testis  tubulus eferen  epididimis  vas deferens  ampula vas deferens  duktus ejakulatorius  urathra b. Setiap lobus dipisahkan oleh stroma interlobar dan memiliki duktus laktiferus. 3.Merupakan lipatan kulit banyak mengandung lemak dan sedikit otot polos. Jelaskan fisiologi sistem reproduksi pria dan wanita ? Jawab : a. Wanita  terdiri dari 4 organ utama yaitu ovarium. Stroma interlobar memiliki jar ikat padat dan lemak. tapi mempunyai kelenjar  sebasea dan sudorifera. Labia Mayora . . uterus dan vagina Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur dan hormonehormon reproduksi seperti estrogen dan progesterone yang homolog dengan testis pada pria. masing masing merupakan kelenjar jenis tubulo-alveolar - kompleks.  Klitoris Terdiri dari jaringan erektil mgd kaverna yang berakhir pada glans clitoridis yang rudimenter Labia Minora Epitel skuamos kompleks dengan sedikit keratin dan banyak mengandung pembuluh darah.

Wanita  antara 10-16 tahun ditandai dengan menstruasi 5. Lingkungan f. Berapa rentang umur pubertas ? Jawab : a.Tuba fallopi berfungsi sebagai tempat fertilisasi atau bertemunya sperma dengan ovum. Keadaan gizi e. Factor genetic c. Vagina mempunya fungsi yang sama dengan penis pada pria yaitu sebagai organ kopulasi 4. Jelaskan perkembangan seks sekunder pria dan wanita ? Jawab Pria : . Faktor-faktor yang menyebabkan pubertas setiap orang berbeda-beda ? Jawab : a. Aktivitas fisik g. Bentuk badan d. Uterus berfungsi sebagai tempat perkembangan janin. Factor hormonal b. Pria  antara 12-17 tahun ditandai dengan mimpi basah b. Rangsangan psikis 6.

Perubahan Fisiologis  Ovarium sudah mampu mematangkan sel ovum dan wanita dapat mengalami menstruasi. 2. rambut tumbuh secara umum meningkat  Mental jenis  Konformasi tubuh : bahu melebar. Perubahan Fisik  Terjadi perubahan seksual sekunder  Payudara membesar  Panggul bertambah lebar  Tumbuhnya rambut pada area kemaluan dan ketiak. 3. dada. otot membesar  Kulit : sekresi kelenjar sebacea mengental dan meningkat (prediposisi timbulnya jerawat) : penis memanjang dan melebar.  Terjadi penumpukan lemak pada daerah tertentu. Garis rambut dikulit kepala mundur secara anterolateral. Prostat dan bulbouretralis membesar dan mengeluarkan sekret  Suara : laring membesar. Tumbuh rambut pubis dengan pola pria (segitiga dengan apeks diatas). Timbul perhatian terhadap lawan Wanita 1. Rambut diketiak tumbuh. Genitalia eksterna danberlipat-lipat  Genitalia interna : vesikla seminalis membesar dan mengeluarkan sekret dan mulai membentuk fruktosa. Skrotum menjadi gelap : lebih agresif. Perubahan Psikologi .  Meningkatnya gairah seksual. pita suara memanjang dan menebal dan suara menjadi berat  Pertumbuhan rambut : muncul janggut. dan sekitar anus. aktif.

sedangkan menarche berarti permulaan siklus menstruasi. Ketika estrogen sudah menjalankan fungsinya bersama FSH untuk mematangkan folikel maka ia akan memacu reseptor LH dan mengirimkan feed back ke hipotalamus bahwa LH dibutuhkan  Hipothalamus  GnRH hipofisis sekresikan LH. Kemudian saat folikel sudah berkembang menjadi folikel vasikuler. Lebih meningkat gairah seksualnya 7. dimulai pada sekitar tahun kedelapan kehidupan dan biasanya mencapai puncak pada onset terjadinya pubertas dan menstruasi yaitu antara usia 11 sampai 16 tahun pada anak wanita. Pada saat mencapai usia tertentu hypothalamus akan mensekresikan GnRH ( Gonadotrophin Releasing Hormone) merangsang hipofisis sekresikan FSH yang berfungsi untuk pematangan folikel di ovarium. Pada proses menstruasi ada beberapa tahap: Siklus Ovarium  Fase Folikular ( Pertumbuhan Folikel )  Ketika seorang anak perempuan dilahirkan dia memiliki folikel primordial yang sangat banyak jumlahnya. Periode pubertas terjadi karena kenaikan sekresi hormone gonadotropin oleh hipofisis yang perlahan. estrogen akan disekresikan ke dalam folikel dan sel granulose akan membentuk reseptor FSH yang lebih banyak hal ini menyebabkan efek feed back positif FSH ke hypothalamus sehingga produksi FSH akan menurun. Jelaskan mekanisme menarche atau menstruasi dan komposisinya ? Jawab : Mekanisme menarche Pebertas merupakan onset dari kehidupan seksual dewasa.Kemudian estrogen akan mematangkan folikel menjadi folikel primer folikel sekunder folikel tersier. LH berfungsi untuk memicu prose ovulasi. .

. sel stroma dan sel epitel endometrium berploriferasi dengan cepat. Untuk menutrisi yang membentuk kondisi yang cocok untuk implantasi . Juga mempertahankan agar dinding uterus tetap tebal/ tidak meluruh. Fase Ovulasi  Lepasnya atau rupturnya sel telur ( Ovum ) yang sudah matang bersama dengan sel-sel granulose dan corona radiata dari ovarium ke tuba uterine. Siklus Endometrium  Fase proliferasi  Disebut juga fase estrogen yang terjasi sebelum ovulasi. Sel-sel granulose dalam korpus luteum mengembangkan retuikulum endoplasma halus halus intrasel yang luas produksi hormone seks progesterone dan sedikit estrogen. Saat terjadi ovulasi endometrium sangat menebal. Di bawah pengaruh estrogen yang disekresi oleh ovarium . Kelenjar endometrium akan mensekresikan mucus yang encer dan membentuk jalinan seperti benang yang memmandu sperma ke arah yang tepat.  Fase Luteal  Saat setelah proses ovulasi . sel-sel granulose dan teka interna yang tersisa akan berubah cepat menjadi sel-sel lutein ( hal ini berpengaruh terhadap sekresi hormone LH) kemudian membesar diameternnya luteinisasi. dan seluruh massa dari sel bersama-sama disebut korpus luteum.  Fase Sekretorik  Disebut juga fase progesteronisasi. Akan tetapi korpus luteum hanya dapat bertahan beberapa hari saja dia akan mengalami involusi dan akhirnya kehilangan fungsi sekresinya dan berubah menjadi korpus albikans. progesterone yang dihasilkan oleh korpus luteum berfungsi untuk perkembagnan sekretorik dari endometrium. Permukaan endometrium akan mengalami epitelisasi selama 4-7 hari sesudah menstruasi.

sangat banyak leukosit dikeluarkan bersama dengan bahan nekrotin dan darah. Bila terjadi pendarahan yang berlebihan dari permukaan uterus. uterus menjadi sangat resisten terhadap infeksi selama menstruasi.Selama menstruasi. . Leokore selama mentruasi.Menstruasi  Saat ovum tidak dibuahi dan corpus luteum sudah berinvolusi menjadi korpus albikan maka progesterone tidak akan diproduksi dan ovum akan mati karena tidak ada lagi yang menutrisinya. Sehingga dia akan meluruh bersama ovum yang tidak dibuahi. 8. jumlah fibrinolisin mungkin tidak cukup untuk mencegah pembekuan. Pada saat menstruasi juga akan berefek pada kelenjar mammae. Sebagai akibat dari pengeluaran leukosit ini dan kemungkinan factor yang lain juga.Cairan mentruasi ini normalnya tidak membentuk bekuan. Apa saja hormon yang berperan dalam sistem reproduksi ? Jawab :  GnRH( Gonadotrophin Relizing Hormon) Merangsang hipofisis anterior mengeluarkan LH dan FSH. walaupun permukaan endometrium telanjang. Adanya bekuan darah selama menstruasi sering merupakan bukti klinis adanya kelainan patologi dari uterus. Sehingga karena progesterone tidak diproduksi maka tidaka ada lagi yang memperthankan endometrium uterus.Ada kemungkinan bahwa beberapa substansi yang dilepaskan karena nekrosis endometrium merupakan penyebab pengeluaran leukosit. dimana saat ovulasi terjadi maka lobus-lobus di payudara akan membesar akan tetapi jika ovum tidak dibuahi dan menstruasi terjadi amaka akan diproduksi hormone Dopamin/ PIP ( Prolactin Inhibitoryng Factor ) dimana hormone ini akan menghambat proses laktasi. Komposisi : Selama mentruasi normal. kira-kira 40 mililiter darah dan 35 ml cairan serosa di keluarkan. karena fibrinolisin dilepaskan bersama bahan nekrotik endomentrium.

• Feed Back Negative ke hypothalamus untuk menghambat produksi LH dan FSH • Feed back Positive ke hypothalamus untuk memicu produksi LH dan FSH.  Progesteron • Menyiapkan organ genitalia interna • Memacu proliferasi lobus-lobus mamae pada keadaan laktasi. • Berfungsi untuk pematangan folikel. • Efek pada Uterus Menyebabkan terjadinya proliferasi stroma pada endometrium uterus yang nantinya akan member nutrisi pada ovum yang akan berimplantasi. memacu pertumbuhan duktus dan alveoli . • Mempertahankan endometrium sebagai tempat implantasi.  Hormon Dopamin/ PIF( Prolactin Inhibitory Factor) Mencegah proses laktasi. • Meningkatkan perubahan sekretorik pada endometrium usus. Jelaskan factor-faktor penyebab dismenore ? .   • LH ( Lituineizing Hormon) Memacu proses ovulasi. Apa saja hormone yang mempengaruhi telarche? Jawab : Progesteron : untuk perkembangan lobulus di gland mammae Esterogen : untuk perkembangan duktus-duktus gland mammae 10. • Perkembangan seksual primer dan sekunder.  Testosteron yang dihasilkan oleh stestis yang berfungsi dalam spermatogenesis 9. dan penumpukan jaringan lemak. FSH ( Folikel Stimulated Hormon) MEmbantu pematangan folikel Estrogen Memacu pertumbuhan dan maturasi organ genitalia eksterna dan interna • Mengembangkan kelenjar mammae dengan perkembangan jaringan stroma payudara .

Jawab

:

Factor penyebab dismenore ada yang secara patologis dan ada yang secara
fisiologis, Secara patologis biasanya disebabkan peradangan organ-organ dalam
pelvic yang abnormal. Sedangkan secara fisiologis akibat peluruhan dinding
endometrium yang mengaktifkan reseptor- reseptor perangsang rasa nyeri, juga
diakibatkan aktifn prostaglandin yang merangsang kontraksi dinding otot uterus
sehingga terjadi iskemik dan akhirnya menjadi nyeri sebagai homeostasis tubuh.

11. Jelaskan mekanisme dismenore?
Jawab :
Saat menstruasi  otot-otot rahim terangsang untuk berkontraksi  aliran
darah ke otot-otot rahim menjadi berkurang dan akan mengakibatkan
meningkatnya aktivitas rahim untuk memenuhi kebutuhannya akan aliran darah
 dan otot-otot yang kurang darah merangsang ujung saraf sehingga terasa
nyeri  bukan cuma pada bagian rahim terasa nyeri tapi juga di bagian-bagian
yang dapat persarafan yang samadengan rahim, contohnya : daerah panggul dan
sekitar tulang belakang bagian bawah.

12. Jelaskan klasifikasi dismenore?
Jawab :
a. Dismenore primer (instrinsik)  dismenore yang biasa di alami remaja
saat menarche hingga 2 tahun setela haid pertamanya
b. Dismenore sekunder (ekstrinsik)  berhubungan dengan letak organorgan dalam region pelvic yang abnormal, seperti : rahim terbalik
(retroversion uterus)

Mind mapping

Hipotesis
Nelda sedang mengalami masa pubertas yang ditandai dengan menarche atau menstruasi
pertamanya.

dan juga banyak kelenjar sebacea.Labia majora Terdiri dari 2 lipatan kulit tebal yang memanjang kearah inferior dan posterior.Mons Pubis Anterior vagina dan orificum uretra eksterna dilindungi oleh kulit dan rambut pubis dimana dilindungi oleh bantalan symphisis pubis. yang terdiri dari . . Dapat dikatakan vulva/pudendum. kelenjar sebacea (minyak). .Sintesis Anatomi sistem reproduksi a) Organ Genitalia Eksterna. . Dilindungi oleh rambut pubis (hanya dilateral) dan terkandung banyak jaringan adipose dari inferior ke mons.Klitoris .Labium minora Dua lipatan kecil dari kulit tanpa rambut pubis dan lemak dan memiliki beberapa kelenjar sudorifera. dan kelenjar apokrin sudorifera.

Ovarium . Pada sisi lain dari OUE terdapat muara duktus kelenjar paraurethral atau kelenjar Skene yang merupakan kelenjar yang mensekresi mucus dan menempel pada dinding urethra. Pada sisi lain dari orificum vagina terdapat kelenjar vestibular yang lebih besar (kelenjar Bartholini) yang bermuara pada duktus lalu kedalam sulcus diantara hymen dan labia minora yang memproduksikan mucus dalam jumlah kecil selama coitus dan melubrikasi.Bulbus Vestibular Terdiri atas 2 perpanjangan massa dari jaringan erektil yang kedalam labia dan terdapat pada sisi orificum vagina. Klitoris terletak di perlekatan anterior di labia minora.Vestibular Daerah diantara labia minora dimana terdapat hymen(jika tetap ada). Vestibular homolog dengan membranosa uretra pada pria. b) Organ Genitalia Interna. orificium uretra externa. . dan duktus dari beberapa kelenjar. . Orificum vagina.Suatu massa yang berbentuk silindris kecil yang terdiri dari dua badan erektil kecil. corpora cavernosa. . dan sejumlah saraf dan pembuluh darah. Orificium uretra external (OUE). berada pada anterior orificum vagina dan posterior clitoris. pembukaan vagina pada bagian yang paling luar. Merupakan muara dari uretra. Lapisan kulit yang disebut preputium dari klitoris dibentuk pada titik dimana labia minora bersatu dan melindungi badan klitoris. orificium vagina. dimana menempati bagian yang besar pada vagina dan dibatasi oleh hymen. Bagian yang keluar dari klitoris merupakan glans klitoris.

Tuba Uterina Setiap tuba uterina mempunyai panjang sekitar 10 cm dan terletak pada pinggir atas ligamentum latum. d. termasuk progesterone dan estrogen (hormone seksual perempuan). Tuba uterina terbagi menjadi 4 bagian: a. Fungsi: - Menerima ovum dari ovarium dan tempat terjadinya fertilisasi (biasanya di ampulla tubae uterinae) - Menyediakan makanan untuk ovum yang telah difertilisasi dan membawa ovum yang telah difertilisasi ke dalam cavitas uteri. Pars uterina Merupakan segmen yang menembus dinding uterus. yang disebut ovarium. oosit sekunder yang akan berkembang menjadi ovum matang setelah fertilisasi. b. Isthmus tubae uterinae Merupakan bagian tuba uterina yang paling sempit dan terletak tepat lateral terhadap uterus. (2) ligamentum suspensory melekatkan mereka ke dinding pelvis. dan relaxin. - Sebagai saluran yang dilalui oleh spermatozoa untuk mencapai ovum. c. . Tiap ovarium memiliki hilum. Infundibulum tubae uterinae Adalah ujung lateral tuba uterina yang berbentuk corong dan menjorok ke arah ke luar ligamentum latum dan terletak di atas ovarium. Vaskularisasi: . yang melekat ke ovarium dengan lipatan peritoneum berlapis yang disebut mesovarium. dan (2) hormone. Beberapa ligamentum yang mempertahankan posisinya antara lain: (1) ligamentum ovarica melekat dari ovarium hingga ke uterus. inhibin.Merupakan gonad yang dimiliki oleh perempuan yang memproduksi (1) gamet. dimana tempat masuk dan keluar pembuluh darah dan saraf sepanjang mesovarium. yang merupakan lipatan peritoneum parietal. Ampulla tubae uterinae Merupakan bagian tuba uterina yang paling luas. (3) broad ligamentum pada uterus. Ujung bebasnya berbentuk tonjolan seperti jari-jari yang melingkupi ovarium dan dikenal sebagai fimbrae tuba uterinae.

berbentuk segitiga pada penampang koronal. Fundus uteri. Arteria uterina akan bercabang menjadi sebuah cabang kecil yang berjaln naik turun untuk mendarahi cervix dan vagina. Venae : vena uterina mengikuti arteria uterina dan bermuara kedalam vena iliaca interna. b. dan menerima makan ovum yang telah dibuahi. Cavitas uterina. Bagian bawah corpus menyempit. - Uterus Uterus merupakan organ berongga yang berbentuk buah pir dan berdinding tebal. merupakan bagian uterus yang terletak di atas muara tuba uterine. Posisi Uterus: - Anteversio uterus: Sumbu panjang uterus melengkung ke depan terhadap sumbu panjang vagina. - Vagina . c. mempertahankan. Vaskularisasi: Arteri: Arteri uterina yang merupakan cabang aretria iliaca interna. Fungsi: Sebagai tempat untuk menerima.Arteri : Arteri uterina merupakan cabang arteri iliaca interna sedangkan arteria ovarica cabang dari aorta abdominalis. - Retrofleksio : corpus uteri terletak melengkung ke belakang terhadap cervix uteri. Persarafan: Saraf simpatis dan parasimpatis berasal dari plexus hypogastricus inferior. tetai pada penampang sagital hany berbantuk celah. Persarafan: Saraf simpatis dan parasimpatis berasal dari plexus hypogastricus inferior. merupakan bagian uterus yang terletak dibawah muara tuba uterine. Corpus uteri. - Antefleksio uterus: sumbu panjang corpus uteri melengkung kedepan setinggi ostium histologicum uteriinternum pada sumbu panjang cervix uteri. Uterus terbagi menjadi: a. - Retroversi : Fundus dan corpus uteri melengkung ke belakang terhadap vagina sehingga uterus terletak didalam excavatio rectouterina. yang akan berlanjut sebagi cervix uteri. Vena : Vena uterina merupakan cabang vena iliaca interna.

pada perempuan yang lebih tua payudara cenderung menggantung. yang mempunyai lubang ditengahnya. cabang arteria iliaca interna. lateral dextra. yang disebut processus axillaries.sebagian besar glandula mammaria terletak dalam fascia superficialis. . Pembesaran ini di duga akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Dasar mamma terbentang dari iga kedua sampai keenam dan dari pinggir lateral sternum sampai linea axillaries media. Fungsi: Vagina tidak hanya sebagai saluran kelamin pada perempuan. Bagian bawah vagina. Penyokong Vagina: Bagian atas vagina disokong oleh musculus levator ani dan ligamenta transversum cervicis. Persarafan: Saraf yang mempersarafi vagina berasal dari plexus hypogastricus inferior. Daerah lumen vagina yang mengelilingi cervix terbagi atas empat daerah atau fornix vaginae: pars anterior. - Payudara (mamma) Mamma merupakan kelenjar asesoris kulit yang berfungsi menghasilkan susu. posterior. dan sampai ke axilla. Pada masa pubertas. tetapi juga merupakan saluran eksresi untuk menstruasi dan membentuk sebagian jalan lahir. Setelah melahirkan biasanya hymen hanya tinggal rumabi-rumbai saja. meluas ke atas dan lateral. dan lateral sinistra. Sebgaian kecil. Struktur-struktur ini dilekatkan ke dinding vagina oelh vascia pelvis.Vagina adalah saluran otot yang terbentang ke atas dan kebelakang dari vulva sampai uterus. pubocervicale. yang disebut Hymen. menembus fascia profunda pada pinggir caudal musculus pectoralis major. Ostium vaginae pada perempuan yang masih perawan mempunyai selapis tipis lipatan mukosa. Vaskularisasi: Arteri : Arteri vaginalis. Vena : Venae vaginae membentuk sebuah pleksus venosus vaginalis di sekeliling vagina dan bermuara ke vena iliaca interna. Bagian tengah vagina disokong oleh diaphragma urogenitale. dan sacrocervicale. terutama dinding posterior disokong oleh corpus perineale. payudara cenderung menonjol kedepan dari dasar yang sirkular. dan ramus vaginalis arteria uterine. Pada perempuan muda. glandula mammaria lambat laun membesar dan akan berbentuk setengah lingkaran.

Vena : Venae mengikuti arteriae. arteria thoracica lateralis dan arteria thoracoacromialis. .Vaskularisasi: Arteri : Mamma mendapatkan darah dari rami perforans arteriae thoracicae internae dan arteriae intercostals. Arteria axillaris juga mengalirkan darah ke glandula mammaria. yaitu melalui cabang-cabangnya.

Scrotum dipisahkan oleh septal scrotum yang dibentuk dari prosessus vaginalis. yang berguna untuk mencegah infeksi satu sama lain. . Pada bagian luar yang tampak terlihat suatu garis hitam yang menghubungkan antara scrotum dan anus yaitu raphe scrotalis.Organ reproduksi pria Organ Genitalia Interna pria. yaitu :  Scrotum Kantung yang menonjol keluardari bagian bawah dinding anterior abdomen.

Stroma korteks terlihat berupa jaringan yang banyak mengandung sel berbentuk gelondong mirip serat otot polos .Ovarium adalah badan berbentuk buah kenari dengan panjang ± 3 cm. lebar 1.Terdapat sejumlah besar folikel ovarium dari berbagai fase perkembangan .5 cm. Histologi sistem reproduksi Organ Genitalia Wanita Interna  Ovarium . Testis dilapisi oleh 2 lapisan : yaitu tunika vaginalis dan tunika albuginea. dan tebal 1 cm .Terdiri atas bagian korteks dan medulla .  Progesteron • Menyiapkan organ genitalia interna • Memacu proliferasi lobus-lobus mamae pada keadaan laktasi.  Korteks Ovarium . Dan sel leydig terdapat diantara jaringan intertital diantara lobus lobus.Tidak ada batas jelas antara korteks dan medulla Fungsi : Memiliki dua fungsi:  • • Gametosid Produksi hormon steroid Hormon yang diproduksi :  Estrogen • • Memacu pertumbuhan dan maturasi organ genitalia eksterna dan interna Mengembangkan kelenjar mammae dg memacu pertumbuhan duktus. Testis Bagian yang homolog dengan ovarium pada wanita. stroma dan penumpukan jaringan lemak. Fungsi testis untuk memproduksi sperma dan produksi hormone androgen. Di dalam testis ada sekitar 200-300 lobulus. Sel yang terdapat pada tubulus seminiferous adalah sel sertoli. Didalam 1 lobulus itu terdapat 4 tubulus seminiferous. Berat dari testis yaitu sekitar 12 gr.Berada di bawah tunika albuginea .

Folikel Primer Terdiri dari oogonium yg berubah menjadi oocyte I dan sel-sel folikel berubah menjadi selapis sel-sel kuboid atau kolumnar. dan bersatu dengan jaringan sekitarnya tanpa batas yang tegas d. epitel selapis sudah berkembang menjadi lebih tinggi yaitu kuboid - sampai silindris selapis Epitel folikel itu terdiri atas folikel yang disebut juga sel granulose Folikel berkembang yang lebih besar epitelnya sudah berlapis Terdapat antrum folikel yang berisis cairan folikel Terdapat zona pelusida yang berupa bingkai berwarna gelap di sekitar ovum Makin mendekati kematangan. f. Terbentuk lapisan granulosum yang tebal .Besarnya beragam.Sel-sel berproliferasi menjadi beberapa lapis. Folikel Tersier Disini sudah terbentuk antrum.- Sel-sel itu tersusun simpang-siur sangat rapat satu sama lain sehingga terlihat jaringan korteks sangat serat dengan inti sel. . sekunder. - - homogen. serta otot polos pembuluh darah arteri dan - • vena.sel folikel → sel granulosa. dengan eosin tercat kuat asidofilik.Bangunan berbentuk budar/lonjong dengan Folikel primordial garis tengah sebesar kira-kira 40 (sekitar 5-6x garis tengah eritrosit) Pembungkus paling luar epitel selapis gepeng Di dalamnya terdapat sel telur yang mempunyai inti besar dengan anak inti yang jelas • Folikel Berkembang .Banyak mengandung serat elastin. e. sedikit pembuluh darah. dan tersier .  Medula Ovarium .Oocyte agak bertambah besar yang dikelilingi oleh suatu membran tebal. yang terkecil ukurannya ± sama dengan folikel primordial - etapi epitelnya.Terbagi atas folikel primer. → zona pelusida. serta pembuluh limf Karena massa pembuluh darah relatif besar maka disebut zona vasculosa Folikel Primordial . sel folikel membentuk korona radiata yang - merupakan kelompokan sel folikel yang tersusun radier di sekitar zona pelusida Jaringan stroma membentuk lapisan teka folikel : teka interna dan teka eksterna Teka interna : merupakan jaringan yang banyak mengandung pembuluh darah dan - berfungsi sebagai kelenjar endokrin Teka eksterna : merupakan jaringan ikat padat. Folikel Sekunder .Tampak lebih longgar .

• Folikel Graaf . bangunan ini tampak berwarna kekuningan dan karena itu - disebut korpus luteum Disusun oleh sel lutein yang terdiri atas dua jenis yaitu sel lutein granulose dan sel - lutein teka Sel lutein granulose berasa dari sel folikel atau sel granulose Sel lutein teka berasal dari sel teka interna yang berkembang dan menyelusup di - antara sel lutein granulose dari tepian Sel lutein teka biasanya lebih kecil dibandingkan sel lutein granulose dan - warnanya lebih gelap Letak sel lutein teka di bagian tepi korpus luteum Sel lutein granulose lebih besar. Fimbria .epitel Kolumner simplek .Cumulus ooforus lehernya kian menyempit dan kadang tampak sel telur beserta - korona radiatanya nyaris lepas dari epitel granulosa Terdapat folikel atretis yaitu folikel yang berdegenerasi sebelum matang Sel telur lebur dan melarut dan bentuknya tidak lagi bulat atau lonjong Intinya mungkin keriput atau lenyap Sel granulose tampak menyebar tidak padat dan bentuk folikelpun dapat berubah. Tuba intra mural. Tuba Uterina/ Tuba Fallopi . Tunika adventisia .Di antara sel lutein terdapat jaringan ikat dan pembuluh darah kecil 2. Korpus Luteum - Pada keadaan segar.- Terjadi rongga-rongga berisi cairan yang kaya dg asam hialuronik. Isthmus. berwarna kuning pucat.Salah satu ujung membuka ke dalam rongga peritoneum di samping ovarium .  Tunika muskularis . sel sekresi. dan sitoplasmanya sering terlihat bervakuol kecil-kecil .Tabung berotot yang mudah digerakkan .Terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan dalam sirkuler dan lapisan luar  longitudinal.Terdiri dari : Infundibulum.Folikel ini memenuhi seluruh ketebalan korteks . Ampula.Ujung lain bermuara ke dalam dinding uterus . sel basal.Terdiri dari sel bersilia. disebut dg - liquor folliculi. sering tampak kempis 1.Panjang ± 12 cm .Terdiri dari 3 lapis :  Membrana mukosa . Rongga-rongga akan bersatu membentuk suatu ruangan besar yang disebut antrum folliculi .

Uterus . Tunika muskularis (myometrium) terdiri dari berkas otot polos yang serabutnya berjalan longitudinal atau oblik pada bagian dalam dan luar. susunan dari luar ke dalam: 4. stroma yang langsung berhubungan dengan miometrium . Korpus uteri b. Tunika mukosa (endometrium) terdiri dari epitel kolumnar simpleks dengan sel bersilia dan sel sekretorik. Ampula Tuba Uterina Mukosa ampula buluh rahim mempunyai banyak lipatan yang sangat rumit - memenuhi lumennya Permukaan lipatan mukosa diliputi epitel torak selapis dengan lamina propria di - bawahnya Sel epitelnya terdiri atas dua macam yaitu : sel bersilia dan sel yang tidak bersilia - yang berfungsi sekresi Tunika muskularisnya terdiri atas dua lapis. Korpus Uteri Terdiri dari 3 lapisan.Terdiri dari : a. . Sedangkan bagian tengah sirkuler 6. Lapis melingkar yang tebal di sebelah - dalam dan lapis memanjang yang tipis di sebelah luar Tunika adventisianya terdiri atas jaringan ikat longgar yang diliputi mesotelium - b. Tunika serosa (perimetrium) terdiri dari epitel skuamus simpleks.Terletak antara kandung kemih dan rektum.- merupakan lapisan serosa yang mengandung ligamentum - a. Isthmus c. Serviks Uteri a. Lamina propria. Ismus Tuba Uterina Lipatan mukosanya tidak rumit hanya berupa lipatan longitudinal saja dan - lumennya lebih sempit Lapis otot relative lebih tebal dibandingkan ampula terutama lapis melingkarnya 3. 5.

Kelenjar endometrium menjadi sangat berkelok . Stratum basale Bagian yang dipertahankan selama haid yang kemudian diberi epitel dan lamina propria baru bagi endometrium baru Tidak terpengaruh siklus menstruasi.Dimulai setelah ovulasi.Merupakan bagian yang dilepaskan saat haid dan diperbarui selama siklus 4. . Fase menstruasi : hari pertama sampai hari keempat dari siklus 2. - haid Pars spongiosa.Awal siklus menstruasi ditetapkan berdasarkan hari pertama munculnya - perdarahan menstruasi Sekret yang dikeluarkan waktu haid terdiri atas endometrium yang berdegenerasi bercampur darah dari pembuluh darah yang pecah  Fase dalam siklus menstruasi : 1. Fase proliferasi/ proliferatif : hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus .Endometrium mencapai tebal maksimum 5 mm akibat penimbunan sekret dan edema stroma . -  Perubahan endometrium selama siklus haid .Progesteron merangsang sel-sel kelenjar untuk menghasilkan glikoprotein yang akan mernjadi sumber nutrisi bagi embrio sebelum terjadi implantasi .15 sampai hari ke. Fase sekresi : hari ke.28 . Pars kompakta.Terjadi proliferasi untuk membentuk kembali kelenjar dan epitel yang - melapisi endometrium Kelenjar endometrium tampak sebagai tubulus lurus dengan lumen sempit 3. Stratum fungsional . Endometrium berdasarkan fungsinya di bedakan menjadi dua lapisan : 3.Disebut juga fase folikular .Tebal selalu berubah ubah sesuai siklus menstruasi. bergantung pada progesteron yang disekresi korpus luteum .

Tunika adventitia .Organ ini berupa selongsong yang dindingnya dibentuk oleh mukosa yang terdiri - atas epitel gepeng berlapis tanpa lapisan keratin Di bawahnya terdapat lapisan otot polos yang terdiri atas berkas-berkas otot polos yang berjalan dalam berbagai arah .Peralihan korpus ke serviks mengalami penyempitan yang di sebut isthmus . Tunika mukosa .Isthmus merupakan bagian terbawah dari korpus dikenal dengan segmen bawah rahim (SBR).Lamina propria : jaringan ikat longgar dengan banyak serat elastin.Dinding isthmus mengandung otot polos . Tunika muskularis . Serviks Uteri Bagian terbawah uterus Dibagi menjadi endoserviks dan ektoserviks Terdiri dari otot polos Serabut elastin sedikit dan banyak mengandung jaringan ikat padat kolagen Endoserviks dilapisi epitel kolumnar simpleks tinggi dengan initi di basal dan - sitoplasma pucat.Vagina tidak mempunyai kelenjar dalam dindingnya  Terdiri atas 3 lapisan a.Epitel skuamous kompleks non keratin . - c. yang menghasilkan sekresi bersifat mukus Diantara sel sel-sel sekretorik terdapat sel-sel bersilia Bagian serviks yg masuk ke vagina yaitu porsio vaginalis (ektoserviks) memiliki epitel yang sama dengan epitel vagina. Vagina .Sirkular di dalam. b. yaitu skuamus kompleks non - keratin Perubahan epitel dari columnar simpleks ke skuamus kompleks tidak berkeratin ini secara langsung tanpa batas tegas 4.- Sel epitel mulai menimbun glikogen di bawah inti Jumlah glikogen kemudian berkurang dan produk sekresi glikoprotein melebarkan lumen. longitudinal di luar c. sangat vascular b.Jaringan ikat padat kaya akan serat elastin Organ Genitalia Wanita Eksterna  Klitoris Identik dengan penis tapi tanpa uretra . Isthmus .

Semua alat genitalia eksterna kaya dengan akhiran saraf sensoris Kelenjar Mammae - Terdiri atas 15-25 lobus. tapi mempunyai kelenjar  sebasea dan sudorifera. beberapa limfosit. Terdiri dari jaringan erektil mgd kaverna yang berakhir pada glans clitoridis yang rudimenter Labia Minora Epitel skuamos kompleks dengan sedikit keratin dan banyak mengandung pembuluh darah. Stroma interlobar memiliki jar ikat padat dan lemak.Merupakan lipatan kulit banyak mengandung lemak dan sedikit otot polos.bagian - luar mempunyai rambut dan mengandung pigmen. Kulit tidak mempunyai rambut. Setiap lobus dipisahkan oleh stroma interlobar dan memiliki duktus laktiferus. Kelenjar Mammae selama Kehamilan . masing masing merupakan kelenjar jenis tubulo-alveolar - kompleks. Labia Mayora . Lobular mengandung sekelompok tubulus kecil dibatasi epitel kuboid atau kolumnar rendah. a. duktus ekskretorius besar intralobular dan bersatu dalam duktus interlobular. Kadang kadang terlihat tubulus yang lebih jelas yaitu duktus intralobular - kecil. Tubulus dikelilingi oleh jaringan ikat halus dan vaskular dg banyak fibroblas. Pada kelelenjar mammae inaktif jar ikat banyak dan elemen kel minimal. sel plasma dan eosinofil.

Lobulus terisi penuh oleh alveoli .Duktus interlobularis masih terlihat dengan septa yang menipis. termasuk pembentukan plasenta . transportasi sperma dan ovum ke tempat penyatuan (fertilisasi/ pembuahan atau konsepsi) 4. pembentukan ovum (oogenesis) 2. Kelenjar Mammae selama Laktasi . Alveoli berkembang terdiri dari epitel kolumnar simpleks dengan sel mioepitel.- Awal kehamilan jaringan ikat intralobularis berkurang. melahirkan bayi (partus) memberi makan pada bayi yang baru dilahirkan dengan menghasilkan susu (laktasi) .Alveoli aktif memproduksi ASI. Duktus interlobaris dibatasi oleh sel kolumnar yang lebih tinggi dan mencurahkan sekret ke dalam duktus laktiferus yang besar. menerima sperma 3. pemeliharaan janin yang sedang berkembang sampai janin tersebut dapat bertahan hidup di dunia luar (gestasi atau kehamilan ). duktus bertambah lebar - dan banyak. .organ pertukaran antara ibu dan janinnya 5. Dalam sitoplasma terdapat lemak. b. namun tidak semua alveoli menampakan aktivitas - yang sama. Fungsi utama sistem reproduksi pada wanita adalah: 1.

Perkembangan alat genital pria dan wanita .

Rentang usia pubertas .

Faktor aktivitas fisik  aktivitas fisik yang kurang akan mempercepat  terjadinya menarche.Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang diandai oleh perubahan fisik. . Masa remaja tengah (antara 14-16 tahun) 3. Faktor keadaan gizi  keadaan gizi yang baik akan mempercepat terjadinya  menarche. emosi dan psikis. Pada usia 11-15 tahun biasanya sudah dimulai siklus seksual bulanan normal. Masa remaja akhir (antara 17-19 tahun) Menarche wanita berbeda-beda Pada usia 9-12 tahun hipofisis sudah mulai mnyekresikan lebih banyak FSH dan LH. Faktor rangsangan psikis  emosi akan mempengaruhi siklus menstruasi selanjutnya. akan tetapi belum terbentuk reseptor-reseptornya sehingga hormone ini tidak akan bekerja. Faktor bentuk badan  seorang gadis dengan bentuk tubuh yang pendek dan  setiap orang memiliki regulasi hormone yang  seorang gadis yang mempunyai usia menarche dini gemuk biasanya akan lebih cepat mendapat menstruasi dari pada gadis yang tinggi  dan kurus. tetapi paling sering pada usia sekitar 13 tahun. Faktor lingkungan  gadis yang hidup di kota dengan keadaan sosial dan ekonomi yang sangat kompleks kemungkinan akan mendapat menstruasi lebih cepat  daripada gadis yang hidup di desa8. Menurut DepKes RI adalah antara 10-19 tahun dan belum kawin. 1. Factor yang menyebabkan pubertas berbeda-beda  Faktor Hormonal  berbeda-beda Faktor genetic  kemungkinan ibunya dulu juga mendapat menstruasi pertama pada usia dini. Masa remaja awal (antara 10-13 tahun) 2. Gadis yang berasal dari keluarga yang mengalami perceraian kemungkinan akan lebih cepat menarche. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12-24 tahun.

sehingga memberi bentuk pada bagu. melainkan munculnya tanda-tanda yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. kemaluan. agak pucat dan lubang pori-pori menjadi lebih besar Terjadi perubahan suara menjadi lebih merdu Kelenjar keringat lebih aktif dan kelenjar m inyak menjadi lebih aktif Otot semakin kuat dan lebih besar. tebal. 4. Folikel Stimulating Hormon (FSH) Sumber :Hipofisis anterior . ketiak.lengan dan wajah Kulit menjadi lebih halus. 3. warna pucat dan pori-pori melebar Kelenjar keringat dan kelenjar minyak menjadi lebih aktif Terjadi perubahan suara yang lebih berat (bass) Regulasi hormone saat menstruasi a). lebih besar dan bulat Tumbuhnya rambut di kemaluan. lengan dan tungkai kaki Ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki 1. 5.tebal . 2. tidak jernih. Bertambahnya massa otot tubuh seperti dada. 5. lengan dan kaki Kulit menjadi lebih kasar.etiak. 2.Perkembangan seks sekunder pada pria dan wanita Perkembangan Seks Sekunder Perkembangan seks sekunder merupakan perubahan fisik yang tidak berkaitan langsung dengan alat-alat reproduksi. 4. 6. 3. Ciri-ciri seks sekunder pada wanita antara lain: 1. Pinggul yang membesar dan membulat karena berkembangnya lemak bawah kulit Payudara dan puting susu tampak menonjol. lengan. paha dan kaki Tumbuh rambut di daerah wajah. GonadotropinReleasing Hormon (GnRH) sumber : Hipothalamus target : Hipofisis anterior  Fungsi :merangsang prosuksi dan mengatur pelepasan dari hormon FSH dan LH Oleh kelenjar hipofisis anterior b). 7.dada.

Progesteron sumber : corpus luteum dan placenta  target dan fungsi :  -uterus : memelihara ketebalan endometrium  -payudara : merangsang perkembangan dari alveoli untuk memproduksi susu  -hipofisis anterior : menghambat produksi dan pelepasan FSH dan LH F).Target : Ovarium  Fungsi :Merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel dan merangsang produksi esterogen c). Esterogen sumber : corpus luteum  target dan fungsi:  -tubuh : perkembangan ciri-ciri sekunder wanita  -uterus : merangsang tahap proliferasi  -ovarium : proses oogenesis  -payudara : merangsang perkembangan duktus dan sinus kelenjar mamae e).Untuk memicu keluarnya hormon endorfin ketika orgasme H).Oksitosin  fungsi : kontraksi uterus saat akan melahirkan. Prolaktin . Leutenizing hormon (LH) Sumber : Hipofisis anterior Target : ovarium  Fungsi :  merangsanggoosit primer untuk melengkapi divisi meiosis 1 untuk menjadi oosit sekunder  memacu ovulasi pada oosit sekunder  merangsang produksi progesteron oleh corpusluteum d).

memberikan rasa nyeri perut J). yang pada gilirannya meransang pelepasan estrogen. Disamping estrogen yang paling penting. plasenta. kadar Lh yang sangat tinggi dalam darah dengan cepat dicapai dan memulai ovulasi pada hari ke-14. estrion ( E1 ). proses fertilisasi. sekresi Lh relative tetap rendah. Melalui putaran umpan balik positif. Gonadoliberin atau Gn-RH meningkatkan pelepasan FSH dan LH dari lobus anterior hipofisis. walaupun lebih lemah ( aktivitas relatif E2 : E1 : E3= 10 : 5 : 1 ). estrogen dan progesteron mempunyai efek penghambat terhadap sekresi FSH dan LH. Pada hari ke12 sampai ke-13 produksi estrogen ditingkatkan oleh FSH. fungsi : merangsang perkembangan mamae dan air susu I). atau peningkatannya terlalu kecil. menyebabkan peransangan terhadap pelepasan FSH dan LH. Tempat pembentukan estrogen adalah ovarium ( sel granulosa dan sel teka ). mungkin memulai terjadinya perdarahan menstruasi. Estrogen Hormone estrogenic bertanggung jawab untuk perkembangan cirri-ciri seksual wanita. Untuk transpor . maka ovulasi tidak terjadi dan oleh karena itu kehamilan tidak dapat terjadi (infertilitas anovulatori). dan estriol ( E3 ). juga mempunyai aktivitas seperti estrogen. Selama fase folikular siklus menstruasi. dll. sehingga eksresi estrogen dan progesterone menurun pada akhir siklus dan pada hari ke-26 akan menurun secara drastis. Prostaglandin  fungsi : kontraksi uterus saat menstruasi. korteks adrenal. Gn-RH dilepaskan tiba-tiba dengan interval 1. Estrogen juga meningkatkan perkembangan mukosa uterus. Penghambatan pelepasan hormone gonadotropin oleh estrogen dan progesterone pada dua setengah siklus menyebabkan umpan balik negative. Endorfin  Fungsi : Untuk memberikan rasa kenikmatan ketika mengalami orgasme Pada wanita. Pada fase luteal siklus menstruasi. bila peningkatan Lh secara tiba-tiba tidak berlansung.5 jam sebelum ovulasi dan 3-4 jam sesudahnya. dan sel interstisial leydig dalam testis. estradiol ( E2 ). salah satu akibatnya adalah untuk mencegah pematangan folikel lebih lanjut. Kerja persiapan estrogen persiapan estrogen terdapat pada beberapa tempat ( uterus ) adalah penting untuk progesteron untuk menimbulkan efek optimalnya.

sehingga menurunkan bahaya infeksi. sehingga sedikit meningkatkan bahaya trombosis yang berhubungan dengan pil. yang menurunkan ph vagina menjadi 3. Efek estrogen  Ovarium: E2 meningkatkan pematangan volikel dan telur. Eestrogen mengubah konsistensi mukus dengan cara sedemikian. terutama pada waktu ovulasi. dan reaksi psikis.5 sampai 5.1 0.  Vagina: E2 menyebabkan penebalan mukosa dan meningkatkan pengelupasan sel epitel pengandung glikogen.  Fertilisasi: E2 mengatur kecepatan migrasi ovum sepanjang tuba falopi dan mempersiapkan sperma penetrasi kedalam ovum.  Kulit: E2 membuat kulit lebih lembut dan lebih tipis.  Darah: estrogen meningkatkan kekuatan pembekuan darah. Glikogen memungkinkan produksi asam laktat lebih banyak oleh bekteri doderlein.  Susunan saraf pusat: estrogen mempengaruhi tingkah laku seksual dan sosial.3 .  Serviks: serviks dan sumbatan mukusnya memiliki suatu barier terhadap masuknya sperma ke dalam uterus. menyebabkan pengurangan kelenjar sebasea dan meningkatkan jumlah lemak yang di deposit di bawah kulit. Hasil pemecahan utama dari E2 adalah E3.  Uterus: E2 merangsang proliferasi ( perkembangan ) mukosa uterus dan memperkuat kontraksi otot uterus.2-0. Kecepatan rata-rata sekresi estradiol ( mg/hari ) Wanita  Fase menstruasi  Fase folikular  Ovulasi  Fase luteal  Kehamilan 0. E2 terikat pada suatu protein spesifik. sehibgga migrasi sperma di permudah dan waktu kehidupannya di tingkatkan.5.dalam darah.7 0.  Keseimbangan garam dan air:E2 menyebabkan retensi air dan garam didalam ginjal.3 0.

Pergantian ini mencapai puncaknya sekitar hari ke-22 dari siklus. Menyertai persiapan efek estradiol. . Tempat pembentukan progesterone adalah di korpus luteum. estradiol meningkatkan protein rseptor intraselular intuk progesterone. Pada fase folikular siklus menstruasi. Kerja progesterone: untuk hampir semua efek progesterone memerlukan estradiol sebagai suatu kerja pendahuluan atau simultannya. menyebabkan gangguan sekresi mukosa uterus (endometrium) yang telah dikembangkan oleh kerja estradiol. progesterone juga berperan bila terjadi nidasi dari ovum yan telah dibuahi.1 Gestagen/ Progesteron Gestagen yang paling poten adalah progesteron. Progesteron terutama diproduksi selama fase sekretori atau fase luteal dari siklus menstruasi. folikel plasenta dan juga pada pria. korteks adrenal. yang kemudian tidak cocok untuk nidasi. progesterone meransang pertumbuhan otot uterus (miometrium). Progesterone juga mengurangi aktifitas miometrium. dan hsil pemecahannya yang utama adalah pregnandiol. Jumlahnya menurun lagi selama fase luteal. Pada saat ini. terutama pada saat kehamilan.8-15 Pria 0. Biosintesis progesterone dimulai dari kolesterol melalui pregnenolon. dan juga mengubah kandungan glikogen dan penyaluran vascular. Transport progesterone ini dalam plasma memerlukan protein pengikat progesterone yang spesifik. Uterus adalah organ target yamg paling penting untuk progesterone. Kerja progesterone yang memanjang mengakibatkan kemunduran endometrium. Fungsi utama progesteron adalah untuk mempersiapkan saluran genital wanita terhadap penerimaan dan pematangan ovum yang telah dibuahi dan mempertahankan kehamilan.

ecepatan rata-rata ekskresi progesterone. Sumber Kecepatan sekresi Konsentrasi (mg/hari) plasma) Wanita  Fase folikular  Fase luteal  Awal kehamilan  Akhir kehamilan  Hari pertama pasca persalinan 4 0. efek penghambatan mengganggu beberapa perluasan ovulasi.3 30 15 90 40 320 130 - 20 0. STH dan hormone lainnya meningkatkan perkembangan duktus (saluran) susu. Bersama dengan efek pada serviks dan kerja penghambatan pada kapasitasi sperma. hal ini mempunyai efek kontrasepsi. yang menyebabkan peningkatan ekskresi NaCl. sehingga menjadi hamper tidak dapat dilalui sperma. Pada ginjal. Pengaruh progesterone pada sel hormone lainnya: pada fase luteal progesterone menghambat pelepasan LH.Pada serviks. Bila gestagen se[perti progesterone juga diberikan pada fase folikular. Pada buah dada.7 0. progesterone mengubah konsistensi sumbatan mucus sedemikian rupa. progesterone bersama prolaktin . Efek ini merupakan dasar sebagian kerja kotrasepsi dari progesterone pada fase pertama siklus. progeteron menghambat kerja aldosteron.3 Hubungan antara Kadar Hormone dan Perubahan siklus Ovarium dan Uterus (µg/l .

secara inkomplit menekan sekresi LH.Keterangan gambar: Selama fase folikel (paruh prrtama siklus ovarium). Sekresi estrogen merosot sewaktu folikel mati pada ovulasi. . LH dan estrogen itu sendiri. Kadar estrogen yang rendah tetapi terus meningkat tersebut: 1. Pada saat pengeluran estrogen mencapai puncaknya. yang terus meningkat selama fase folikel. folikel ovarium mengeluarkan estrogen dibawah pengaruh FSH. menghambat sekresi FSH yang menurun selama bagian terakhir fase folikel. kadar estrogen yang tinggi tersebut memicu lonjakan ekskresi LH pada pertengahan siklus. Lonjakan LH ini menyebabkan ovulasi folikel yang matang. 2.

lapisan endometrium yang kaya akan nutrient dan pembuluh darah terlepas (fase haid uterus). progesterone dari korpus luteum menimbulkan perubahan vascular dan sekretorik di endometrium yang telah diransang oleh estrogen untuk menghasilkan lingkungan yang ideal untuk implantasi (fase sekretorik atau progestasional. Progesterone sangat menghambat FSH dan LH. uterus). sehingga pengaruh inhibitorik pada sekresi FSH dan LH lenyap. Fase-fase uterus yang terjadi pada saat yang bersamaan mencerminkan pengaruh hormone-hormon ovarium pada uterus. Setelah ovulasi. yang terus menurun selama fase luteal. . Pada awal fase folikel. Sewaktu korpus luteum berdegenerasi. Kadar progesterone dan estrogen menurun secara tajam pada saat korpus luteum berdegenerasi. yang mengeluarkan progesterone serta estrogen selama fase luteal (paruh terakhir siklus ovarium). Kadar kedua hormone hipofisis anterior ini kembali meningkat dan meransang berkembangnya folikel-folikel baru seiring dengan dimulainya fase folikel. Korpus luteum berdegenerasi dalam waktu sekitar dua minggu apabila ovum yang dikeluarkan tidak dibuahi dan tidak tertanam di uterus. dimulailan fase folikel dan fase haid uterus yang baru.Sel-sel folikel lama iubah menjadi korpus luteum.

.

Spermatogenesis dan Oogenesis Spermatogenesis .

Kemudian. terutama progesteron. selama 24 jam . yang diikuti dengan cepat oleh involusi endometrium sendiri menjadi kira-kira 65% dari ketebalan semula. kira-kira 2 hari sebelum akhir siklus bulanan. dan hormon-hormon ovarium menurun dengan tajam sampai kadar sekresi yang rendah. pada akhir siklus ovarium bulanan.Oogenesis Siklus menstruasi Jika ovum tidak dibuahi. Menstruasi disebabkan oleh berkurangnya estrogen dan progesteron. korpus luteum di ovarium tiba-tiba berinvolusi. Efek pertama adalah penurunan rangsangan terhadap sel-sel endometrium oleh kedua hormon ini. Terjadilah menstruasi.

Ini adalah proses ovulasi. sampai kira-kira 48 jam setelah terjadinya menstruasi. semua lapisan superfisial endometrium sudah berdeskuamasi. Namun. Rongga ini terisis oleh cairan folikel. dan terbentuk suatu rongga di sekitar ovum (pembentukan antrum).sebelum terjadinya menstruasi. mungkin disebabkan oleh efek involusi. cairan folikel memiliki kandungan estrogen yang tinggi dan banyak dari estrogen ini berasal dari sel granulosa. darah akan merembes ke lapisan vaskular endometrium. folikel yang membesar menjadi pecah. Ovum disalurkan ke uterus. dan hilangnya rangang hormonal menyebabkan dimulainya proses nekrosis pada endometrium. seluruhnya bersama-sama akan merangsang kontraksi uterus yang menyebabkan dikeluarkannya isi uterus. sementara yang lain mengalami regresi. dan membentuk folikel atretik. Siklus Ovarium Sejak saat lahir. terdapat banyak folikel primordial di dalam kapsul ovarium. penurunan zat nutrisi endometrium. Masa jaringan deskuamasi dan darah di dalam cavum uteri. biasanya satu folikel dari salah satu ovarium mulai tumbuh cepat pada sekitar ari keenam dan menjadi folikel dominan. . Pada sekitar hari ke-14 siklus. yang mengarah ke lapisan mukosa endometrium. ditambah efek kontraksi dari prostaglandin atau zat-zat lain di dalam lapisan yang terdeskuamasi. Tiap-tiap folikel emngandung sebuah ovum imatur. dan ovum terlepas kedalam rongga abdomen. pembuluh darah yang berkelok-kelok. Perlahanlahan lapisan nekrotik bagian luar dari endometrium terlepaas dari uterus pada daerah perdarahan tersebut. Vasopasme. Sel teka interna folikel adalah sumber utama estrogen dalam darah. Pada manusia. seperti pelepaan bahan vasokonstriktor-mungkin salah satu tipe vasokostriktor prostaglandin yang terdapat dalam jumlah sangat banyak pada saat ini. Ovu diambil oleh ujung-ujung tuba uterine yag berfimbria. dan daerah perdarahan akan bertambah besar denagn cepat dalam waktu 24 sampai 36 jam. akan menjadi vasopastik. dan keluar melalui vagina bila tidak terjadi pembuahan. Proses atresia ini melibatkan apoptosis. beberapa folikel membesar. Tidak diketahui cara pemilihan satu folikel menjadi folikel dominan dalam fase folikular daur haid ini. Pada permulaan setiap daur. khususnya dari pembuluh darah. Sebagai akibatnya.

sisanya berdegenerasi. Sejuta ovum yang normal mengalami bagian pertama pembelahan meiosis I di sekitar periode ini dan masukm kedalam tahap istirahat dalam stadium profase tempat ovum yang bertahan menetap sampai masa dewasa. Proses atresia berlanjut selama perkem bangan sehingga jumlah ovum di kedua ovarium pada saat pubertas adalah kurang dari 300. Namun. dan bekuan darah dengan cepat dig anti oleh sel luteal yang kaya lemak berwarna kekuningan. dan membentuk sesuatu yang kadang-kadang disebut sebagai korpus hemoragikum. Selama perkembangan masa janin. tidak ada ovum baru yang terbentuksetelah lahir. Tepat sebelum ovulasi. saat sel luteum menyekresikan estrogen dan progesterone. hanya satu dari ovum-ovum ini yang secara normal mencapai kematangan per siklus (atau sekitar 500 selama masa reproduksi normal). korpus luteum mulai mengalami degenerasi sekitar 4 hari sebelum haid berikutnya dan akhirnya digantikan oleh jaringan ikat. yang membentuk korpus albikans. Pada manusia. . sementara yang lain. Pada saat itu.Folikel yang pecah pada saat ovulasi segera terisi darah. Oosit sekunder segera memulai pembelahan meiosis kedua. Pertumbuhan korpus luteum bergantung pada kemampuanya membentuk vaskularisasi untuk mendapatkan darah. Sel granulosa dan teka yang melapisi folikel mulai berproliferasi. Pada saat lahir terdapat 2 juta ovum. namun 50% nya mengalami atresia. Bila tidak terjadi kehamilan. Perdarahan ringan dari folikel ke dalam rongga abdomen dapat menimbulkan iritasi peritoneum dan nyeri abdomen bawah yang berlangsung singkat (“mittclschmerz”). tetapi pekbelahan ini terhenti pada metaphase dan dilanjutkan hanya jika sperma terlepas dan dilanjutkan hanya jika sperma menembus oosit. menerima sebgaian besar sitoplasma. terpecah-pecag dan menghilang. Salah satu sel anak. pembelahan meiosis pertama selesai. Hal ini mencetus fase luteal daur haid.000. Bila terjadi kehamilan. oosit sekunder. badan polar pertama. korpus luteum akan bertahan dan biasanya tidak terjadi lagi periode haid sampai setelah melahirkan. badan polar kedua terlepas dan ovum yang dibuahi terus berkembang menjadi individu baru. banyak yang mengalami atresia (involusi) sebelum lahir dan yang lain menghilangkan setelah lahir. ovarium mengandung lebih dari 7 juta folikel primordial. membentuk korpus luteum.

kelenjar uterus tertarik keluar sehingga memanjang.Siklus endometrium Pada akhir menstruasi. Akibatnya. Kelenjar mulai bergelung dan berkelok-kelok. sedangkan lapisan sebelah dalam . endometrium. Setelah ovulasi. kecuali lapisan dalam telah terlepas. Seiring dengan peningkatan ketebalan. dipasok oleh arteri spiralis yang panjang dan berkelok-kelok (gambar 23-26). Endometrium diperdarahi oleh dua jenis arteri. namun kelenjar tersebut tidak menjadi berkelok-kelok atau mengeluarkan sekret. yaitu stratum fungsional. Fase ini juga disebut fase praovulasi atau folikular. vaskularisasi endometrium menjadi sangat meningkat dan endometrium menjadi agak sembab di bawah pengaruh estrogen dan progesterone dari korpus luteum. Perubahan endometrium disebut foliferatif. namun fungsi prolaktin endometrium ini tidak diketahui. Kemudian terbentuk kembali endometrium baru dibawah pengaruh estrogen dari folikel yang sedang tumbuh. Ketebalan endometrium cepat meningkat dari hari ke-5 sampai ke-14 daur haid. dan bagian daur haid ini kadang-kadnag disebut fase polferatif. semua lapisan endometrium. Pada akhir fase luteal. Dua pertiga endometrium bagian superficial yang terlepas sewaktu haid. serta mulai menyekresikan cairan jernih. fase daur ini disebut fase sekretorik atau luteal. seperti hipofisis anterior menghasilkan prolaktin.

fase proliferative daur haid mencerminkan pemulihan epitel dari haid sebelumnya. Endometrium menjadi lebih tipis. Ditinjau dari fungsi endometrium. banyaj ditemukan prostaglandin. dan variasi lama daur haid tampaknya sebagain besar disebabkan oleh variasi lama fase proliferative. terjadi spasme dan degenerasi dinding arteri spiralis. diperdarahi oleh arteri basilaris yang pendek dan lurus. Selain itu. dan pemberian PGF2α menyebabkan nekrosis endometrium dan perdarahan. menambah gulungan arteri spiralis. yakni stratum basal. yang menyebabkan timbulnya bercak perdarahan yang kemudian menyatu dan menghasilkan darah haid. Dalam ondometrium fase sekretorik dan darah haid. Bila pembuahan tidak terjadi selama fase sekretorik. Pada saat korpus luteum mengalami regresi. endometrium akan terlepas dan dimulai daur yang baru. . Vasospasme mungkin ditimbulkan oleh prostaglandin yang dilepaskan secara local. dan fase sekretorik mencerminkan persiapan uterus untuk implantasi ovum yang telah dibuahi. Lama fase sekretorik sangat konstan yaitu sekitar 14 hari. pasokan hormone untuk endometrium terhenti. Fokus nekrosis kemudian bermunculan di endometrium kemudian bersatu.yang tidak terlepas.

Progesteron merangsang lebih lanjut pertumbuhan pembuluh darah pada lapisan fungsional endometrium dan memicu penyimpanan zat makanan. namun lebih lambat. Sekresi FSH mulai meningkat ( saat estrogen dan progesteron) dan siklus di mulai lagi. Saat sekresi progesteron meningkat. b) Fase folikuler/proliferasi FSH merangsang pertumbuhan folikel ovarium dan mensekresi estrogen oleh sel folikel. sekresi progesterone juga mulai menurun. . sekresi FSH meningkat dan beberapa folikel ovarium mulai tumbuh. c) Fase luteal/sekresi Dibawah pengaruh LH folikel yang ruktur tersebut menjadi korpus loteum dan mulai mensekresi progesteron. FSH dan estrogen memicu dan kematangan ovum dan estrogen merangsang poertumbuhan pembuluh darah pada endometrium untuk regenerasi lapisan fungsional. dan bila ovum tidak dibuahi. ketika peningkatan LH yang tajam. sekresi LH akan menurun. menyebabkan ruktur folikel ovarium matang. endometrium tidak dapat dipertahankan dan mulai meluruh dalam menstruasi. Menstruasi berlangsung sekitar 2 sampai 8 hari dengan rata-rata 3 sampai 6 hari. Sekresi LH juga menigkat. Tanpa progesteron. namun awiatan menstruasi lebih mudah ditentukan sehingga dapat digunakan titik permulaan. yang disebut menstruasi atau haid.Mekanisme menstruasi : a) Fase menstruasi Lepasnya lapisan fungsional endometrium. Fase ini berakhir dengan ovulasi. seperti glikogen. Meskipun hal ini sebenarnya merupakan akhir siklus menstruasi. PAda saat ini.

.

.

disminore sekunder / ektrinsik : berhubungan dengan patologis di pelvis / bisa jadi perdangan di tuba falopi dan juga di akibatkan keabnormalan letak organ-organ dalam region pelvic contoh : letak rahim terbalik / retroversio uterus . disminore primer / instrinsik : gangguan fungsional bukan krena patologi organik pelvis a. factor psikologis : emosi yang tidak stabil b. factor endokrin : prostaglandin 2. Klisifikasi disminore 1. punggung. Rasa sakitnya dapat bertahan selama 12-72 dengan gejala mual. mual . paha dan rentangannya dimulai dari sakit ringan sampai parah. jika prostaglandin di produksi berlebihan maka bisa terjadi kemungkinan diare .Penyebab dismenore Disminorea adalah istilah medis untuk sakit saat menstruasi. dan muntah. Mekanisme dismenore Saat terjadi mentruasi → merangsang otot-otot rahim kontraksi → aliran darah ke rahim berkurang → ↑ beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan akan aliran → otot-otot dinding rahim yang kurang dapat aliran darah merangsang ujung saraf sehingga terasa nyeri saat menstruasi progesteron ↓ → senyewa kimia darah meningkat ( prostate glandin ) → ↑ aktivitas myometrium . demam dan diare. Disminorea dimulai sebelum perdarahan menstruasi dimulai dan dirasakan pada bagian bawah abdomen. ↑ prostaglandin dan kepekaan myometrium mengakibatkan kontraksi myometrium uterus meningkat sehingga serabut-serabut terminal merangsang nyeri karena itu dapat disimpulkan bahwa prostaglandin yang dihasilkan uterur meniumbulkan aktivitas myometrium selanjutnya kontraksi myometrium yang disebabkan prostaglandin mengakibatkan berkurangnya aliran darah menjadi iskemia di sel-sel myometrium itulah yang akan menyebabkan nyeri primer.

Snell. 2006. Jakarta : EGC 7. 2002. Inc 13. New York : McGraw-Hill Inc 12. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22. Histologi Dasar. United States of America:John Wiley & Sons.2006. Kamus Kedokteran FK UI Edisi Kelima 3. William F. Jakarta .Jakarta: EGC. Jakarta : EGC 4. Buku Ajar Histologi. Gramedia. Jakarta : EGC 10. Modul Skill lab Blok 4.2012 14. Eroschenko Victor. 2012. 2007. Gerard J dan Bryan Derrickson. Anatomi dan Fisiologi untuk para medis. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Human Anatomy.Referensi 1. Universitas Jambi. Richard S.Anatomi Klinik Edisi 6. 2008. Junqueira. McKinley. Michael dan Valerie Dean O’Loughlin. Tortora. Luiz Carlos dan Jose Carneiro. Pearce E. Jakarta : EGC 11. Histologi di Fiore Edisi 11. 1991. 2007. 9. Jakarta : EGC 5. Velarie C dan Tina Sanders. 2008. Scanlon. Hall. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Pemeriksaan Lokomosi. Guyton. Arthur C dan John E. Evelyn C 8. Jakarta : EGC 6. Kamus Kedokteran Dorland EGC 2. Ganong. Bloom dan Fawcet. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2012. Principle of Anatomy and Physiology.