Anda di halaman 1dari 24

definisi
• Rhinitis alergika adalah penyaki inflamasi yang
disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi
yang sebelumny sudah tersensitisasi dengan
alergen yang sama serta dilepaskannya suatu
mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan
dengan alergen spesifik tersebut (von
pirquet,1986)
• Kelainan pada hidung dengan gejala bersin –
bersin,rinore,rasa gatal dan tersumbat setela
mukosa hidung terpapar alergen yang diperantai
oleh IgE (WHO ARIA Allergic Rhinitis and its Impact
on Ashtma)

– Kurangnya ventilasi dirumah atau kantor. dll . – Populasi dust mite.Epidemiologi • Perkiraanyang tepat tentang prevalensi rhinitis alergi agak sulit berkisar 4 –40% • Ada kecenderungan peningkatan prevalensi rhinitis alergi di AS dan diseluruhdunia • ada kaitan dengan : – meningkatnya polusi udara.

makanan. bulu binatang) • Paparan pasif asap rokok • Pembuangan limbah gas .Etiologi • Genetik • Faktor lingkungan (debu. jamur) • Terpapar alergen (pollen.

Cara Terpapar Alergen • Alergen inhalan : masuk bersama udara pernapasan • Alergen ingestan : masuk ke saluran cerna • Alergen injektan : masuk melalui suntikan atau tusukan • Alergen kontaktan : masuk melalui kontak kulit atau jaringan mukosa .

jamur.Klasifikasi • Berdasarkan waktunya. ada 3 golongan rhinitis alergi : • Seasonal allergic rhinitis (SAR) terjadi pada waktu yang sama setiap tahunnya  musim bunga. banyak serbuk sari beterbangan • Perrenial allergic rhinitis (PAR) terjadi setiap saat dalam setahun  penyebab utama: debu. animal dander. kecoa .

.

PATOFISIOLOGI • Antigen  ditangkap Fagosit  dipresentasikan ke Sel Th2  mengeluarkan sitokin  merangsang Sel B  mengeluarkan IgE  Sel Mast melalui reseptor Fc  bila ada alergen yang sama masuk  Diikat IgE tadi  degranulasi sel mast  Histamin  Menimbulkan gejala Reaksi Hipersensitivitas tipe 1 .

.

.

Efek Pengeluaran Mediator • Histamin : – Menimbulkan rasa gatal pada hidung dan bersin-bersin – Kelenjar mukosa dan sel goblet mengalami hipersekresi – Permeabilitas kapiler meningkat sehingga terjadi rinore – Hidung tersumbat akibat vasodilatasi sinusoid – Merangsang mukosa hidung sehingga terjadi pengeluaran ICAM 1 .

Efek Pengeluaran Mediator • Molekul kemotaktik (sel mast) : – Akumulasi sel eosinofil dan neutrofil di jaringan target. • Eosinofil dengan mediator inflamasi pada granulnya (ECP. EDP. EPO) : – Hiperaktif atau hiperresponsif hidung . MBP.

sehingga tampak mukosa hidung menebal (jika persisten) .Gambaran Histologik • Dilatasi pembuluh darah dengan pembesaran sel goblet dan sel pembentuk mukus • Pembesaran ruang interseluler dan penebalan membran basal • Infiltrasi sel-sel eosinofil pada jaringan mukosa dan submukosa hidung • Proliferasi jaringan ikat dan hiperplasia mukosa.

Tanda & Gejala Rinitis Alergi • • • • • Bersin berulang. sekali bersin > 5x Rinore encer dan banyak Hidung tersumbat Gatal pada hidung dan mata Lakrimasi .

Diagnosis ditegakkan berdasarkan : 1. t. Anamnesis : –Serangan bersin berulang  khas –Keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak –Hidung tersumbat –Hidung dan mata gatal –Kadang2 disertai dengan banyak keluar air mata (lakrimasi) Sering x gejala yg timbul tdk lengkap.u pd anak .

mukosa inferior tampak hipertrof .2. basah. berwarna pucat atau livid disertai adanya sekret encer yang banyak – Bila gejala persisten. Pemeriksaan Fisik : – Pada rinoskopi anterior tampak mukosa edema.

– Gejala spesifik lain pada anak : • Terdapat bayangan gelap di daerah bawah mata yg terjadi karena stasis vena sekunder akibat obstruksi hidung (allergic shiner) • Sering tampak anak menggosok-gosokkan hidung dgn punggung tangan karena gatal (allergic salute) • Keadaan menggosok hidung ini lama kelamaan akan mengakibatkan timbulnya garis melintang di dorsum nasi bagian 1/3 bawah (allergic crease) • Mulut sering terbuka dengan lengkung langit2 yg tinggi  ggg pertumbuhan gigi-geligi (facies adenoid) • Dinding posterior faring tampak granuler dan edema (cobblestone app.). serta dinding lateral faring menebal .

uji intrakutan atau intradermal yang tunggal atau berseri (Skin End-point Titration / SET)  utk mencari alergen penyebab • Utk alergi makanan  Intracutaneus Provocative Dilutional Food Test (IPDFT). diet eliminasi dan provokasi (“Challenge Test”) .– In Vivo • Tes cukit kulit.

Netralisasi tidak membentuk blocking antibody dan untuk alergi ingestan. Desensitasi dan hiposensitasi membentuk blocking antibody. hiposensitasi & netralisasi. Keduanya untuk alergi inhalan yang gejalanya berat. • Imunoterapi. Hindari kontak dengan alergen penyebab (avoidance). • Operatif. Keduanya merupakan terapi paling ideal.Penatalaksanaan • Hindari kontak & eliminasi. . Lakukan setelah kita gagal mengecilkan konka nasi inferior menggunakan kauterisasi yang memakai AgNO3 25% atau triklor asetat. Eliminasi untuk alergen ingestan (alergi makanan). berlangsung lama dan hasil pengobatan lain belum memuaskan. Jenisnya desensitasi. Konkotomi merupakan tindakan memotong konka nasi inferior yang mengalami hipertrofi berat.

dry mouth Contoh : fexofenadine.Terapi farmako Class Mekanisme kerja Antihistamines Antagonis H1 reseptor (histamin) Decongestant Bekerja pd reseptor α-adrenergic (mukosa tr. cetirizine . desloratadine. loratadine. efektif pd fase cepat Mengurangi bersin. rhinnorhea. dan hidung gatal ESO: mengantuk -> kurang produktif (kerja).respiratorius) Intranasal & oral corticosteroids Menekan efek yg meluas di berbagai sel dan mediators Mast cell stabillizers Menghambat pelepasan mediator dari sel mast Anticholinergic agents Antagonis acethylcholine pada reseptor muscarinic Leukotriens modifier – Antagonis leukotrien (reseptor/ inhibit 5lipoxygenase) dan pembentukan Anti-histamin leukotrien – – – – Terapi lini pertama.

fluticasone. gatal hidung. mometasone – Systemic corticosteroids • Admisnistrasi: injeksi maupun oral • Biasa diberikan selama 3-7 hari • Bekerja pd efek inflamasi dan mengurangi hampir semua gejala rhinitis alergi • Pemakaian berulang -> ESO: supresi HPA axis – Dekongestan -> Obat bebas • Intranasal dekongestan -> congesti nasal (tu bila pemakaian > 3-4 hari) . • Bekerja pada fase lambat • ESO: dryness & epistaxis • Contoh: triamcinolone. budesonide. dan kongesti nasal • Masa onset 1-2 minggu. rhinorhea.– Intranasal corticosteroids • Mengurangi bersin. efektivitas bergantung pd keteraturan dan adekuatnya.

Komplikasi • • • • • Polip hidung Otitis media Sinusitis Hipertrofi konka Asma .

Pencegahan Rhinitis Alergi • • • • Ganti bantal kapuk => busa Ganti seprai 2 minggu 1x Spray untuk dust mite Hindari karpet .

Diagnosa Banding • • • • • • • Infectious rhinitis Perenial nonallergic rhinitis Pollutant and irritants Hormonal rhinitis Rhinitis medicamentosa Anatomic deformity Tumors of foreign body .