Anda di halaman 1dari 8

1. Pembobolan Kantor Kas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tamini Square.

Melibatkan supervisor kantor kas tersebut dibantu empat tersangka dari luar bank.
Modusnya, membuka rekening atas nama tersangka di luar bank. Uang ditransfer ke
rekening tersebut sebesar 6 juta dollar AS. Kemudian uang ditukar dengan dollar hitam
(dollar AS palsu berwarna hitam) menjadi 60 juta dollar AS.
2. Pemberian kredit dengan dokumen dan jaminan fiktif pada Bank Internasional
Indonesia (BII) pada 31 Januari 2011. Melibatkan account officer BII Cabang Pangeran
Jayakarta. Totalkerugian Rp 3,6 miliar.
3. Pencairan deposito dan melarikan pembobolan tabungan nasabah Bank Mandiri.
Melibatkan lima tersangka, salah satunyacustomer service bank tersebut. Modusnya
memalsukan tanda tangan di slip penarikan, kemudian ditransfer ke rekening tersangka.
Kasus yang dilaporkan 1 Februari 2011, dengan nilai kerugian Rp 18 miliar.
4. Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Margonda Depok. Tersangka seorang wakil
pimpinan BNI cabang tersebut. Modusnya, tersangka mengirim berita teleks palsu berisi
perintah memindahkan slip surat keputusan kredit dengan membuka rekening
peminjaman modal kerja.
5. Pencairan deposito Rp 6 miliar milik nasabah oleh pengurus BPR tanpa
sepengetahuan pemiliknya di BPR Pundi Artha Sejahtera, Bekasi, Jawa Barat. Pada
saat jatuh tempo deposito itu tidak ada dana. Kasus ini melibatkan Direktur Utama BPR,
dua komisaris, komisaris utama, dan seorang pelaku dari luar bank.
6. Pada 9 Maret terjadi pada Bank Danamon. Modusnya headteller Bank Danamon
Cabang Menara Bank Danamon menarik uang kas nasabah berulang-ulang sebesar
Rp 1,9 miliar dan 110.000 dollar AS.
7. Penggelapan dana nasabah yang dilakukan Kepala Operasi Panin Bank Cabang
Metro Sunter dengan mengalirkan dana ke rekening pribadi. Kerugian bank Rp 2,5
miliar.
8. Pembobolan uang nasabah prioritas Citibank Landmark senilai Rp 16,63 miliar yang
dilakukan senior relationship manager (RM) bank tersebut. Inong Malinda Dee, selaku

. kasusnya kini mulai menarik perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun. Konspirasi kecurangan investasi/deposito senilai Rp 111 miliar untuk kepentingan pribadi Kepala Cabang Bank Mega Jababeka dan Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk. Dalihnya. Terlebih setelah kasus ini disangkutpautkan dengan sisi politis. (Nina Dwiantika/Kontan 1. 2. ternyata dana tersebut dibawa kabur oleh beberapa pemilik bank.com . mulai diperiksa KPK. 9. telah terkucur bantuan likuiditas sebesar Rp 147. BLBI sejatinya adalah skema bantuan (pinjaman) yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas saat terjadinya krisis moneter 1998. menyelamatkan sektor perbankan nasional dari gejolak krisis moneter yang tengah melanda dunia.RM. Satu per satu aktor yang berkaitan dengan kebijakan itu. Nilainya mencapai Rp 6. Kasus Century bermula dari kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang mengucurkan bailout untuk Bank Century pada sekitar 2008. Kasus Century Merdeka. Kasus ini disebut-sebut sebagai perampokan besar-besaran uang negara oleh segelintir orang.Salah satu kasus kejahatan perbankan yang paling menghebohkan sepanjang sejarah bangsa ini adalah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau yang lebih dikenal dengan BLBI.7 triliun kepada 48 bank. Kasus BLBI Merdeka.7 triliun.Kasus lain yang cukup menghebohkan dunia perbankan adalah Kasus Century yang hingga kini tak jelas ujung permasalahan dan penyelesaiannya. Meskipun kebijakan ini keluar sekitar tahun 1998. Setidaknya. menarik dana nasabah tanpa sepengetahuan pemilik melalui slip penarikan kosong yang sudah ditandatangani nasabah.com . Audit BPK terhadap penggunaan dana BLBI oleh ke-48 bank tersebut menyimpulkan telah terjadi indikasi penyimpangan sebesar Rp 138 triliun.

Kasus yang menyeret nama mantan menteri keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono ini masih terus diselidiki.com . Kasus ini mulai terungkap pada 2011 Malinda melakukan penggelapan uang nasabah dengan cara mentransfer uang tersebut ke sebuah perusahaan dirinya serta dibantu oleh seorang Teller. yaitu melarang bank milik Chairul Tanjung tersebut membuka produk deposito on call atau sejenisnya.Kasus pembobolan bank yang juga menarik perhatian adalah raibnya dana Rp 111 miliar milik PT Elnusa di Bank Mega.Belum lepas dari ingatan kita bagaimana lihainya pelaku pembobolan Citibank berhasil menyedot dana hingga Rp 17 miliar. 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No.com . Kini bola panas berada di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK). . 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan dan atau Pasal 6 UU no 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No. bank sentral telah menjatuhkan beberapa hukuman terhadap Bank Mega. Kejahatan perbankan ini dilakukan oleh orang dalam. 4. Elnusa akhirnya memenangkan gugatan terhadap Bank Mega atas dugaan pembobolan dana nasabah deposito sebesar Rp 111 miliar yang dilakukan enam tersangka yang juga karyawan perusahaan Bank Mega dan Elnusa. Pembobol Citibank Merdeka. yakni oleh Senior Manager Citibank Malinda Dee. Perusahaan yang menampung dana dari hasil penggelapan uang tersebut adalah milik Malinda Dee. Bank Mega juga dilarang membuka kantor cabang baru. 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No. Kasus Bank Mega Merdeka. Sejak kasus pembobolan dana nasabah Bank Mega mencuat. 3.

langsung atau tidak langsung dalam penyehatan perbankan) sudah tahu Bank Bali akan dimiliki Pemerintah. juga produk-produk perbankan dan turunannya. di satu sisi. Kasus Bank Bali Merdeka. BB mengalihkan tagihan kepada PT Era Giat Prima (EGP) dan sebagai imbalan.Bank Bali mempunyai tagihan atas nama. setidaknya Bank Indonesia (yang berpartner dengan BPPN. dan pencairan tagihan Bank Bali dari BI. yang semuanya berstatus Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) sehingga ditutup oleh Bank Indonesia (BI) dan diserahkan kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). 2013 by Admin Semakin berkembang sistem perbankan. Head of Halo BCA Wani Sabu. EGP akan menyerahkan kepada BB surat-surat berharga yang diterbitkan BB atau bank-bank pemerintah senilai Rp 798 miliar. Perkembangan tersebut ternyata diiringi dengan modus kejahatan yang juga semakin bervariasi. yang merupakan contact person terbaik se-Asia Pasifik memaparkan . penggembosan aset oleh pemilik lama. Perkembangan industri perbankan tersebut meliputi jumlah dana kelolaan. juga bisa memancing modus-modus kejahatan perbankan yang lebih canggih.com . di sisi lain. Diakui bahwa industri perbankan di Indonesia semakin berkembang pasca collapse akibat krisis ekonomi 1997-1998.5. di antaranya kepada PT Bank Umum Nasional (BUN) dan PT Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Akan tetapi. Tim pengelola BB menemukan suatu perjanjian cessie tanggal 11 Januari 1999. Dari kasus Bank Bali. jangkauan ke masyarakat. dapat memudahkan nasabah untuk bertransaksi. 5 Modus Kejahatan Perbankan Paling Populer di Indonesia Posted on April 26. Agency Secretary BPPN menyatakan. Berdasarkan perjanjian tersebut. Namun. Bank Bali belum berada di bawah BPPN karena kredit macetnya belum dialihkan dan belum direkapitalisasi. ada dua hal yang terjadi.

Ketika nasabah menghubungi nomor palsu. Kartu ditahan di mesin ATM Modus ini menggunakan mesin ATM di mana penjahat memasukkan lidi ke dalam mesin ATM.” tutup Wani 2. sang penipu melancarkan aksinya untuk meminta sejumlah uang kepada target. Waktu itu sampai PoldaMetro Jaya yang mengendalikan Facebook-nya untuk menangkap penjahatnya. Penipuan dilakukan melalui pendekatan personal. Biasanya sang penipu membuat akun palsu yang berupa perempuan atau laki-laki cantik. dan rumah sakit. tidak hanya BCA. Wani mengatakan. penjahat juga memasang sticker nomor call centre palsu dari bank tersebut. nasabah panik dan menghubungi call centre palsu yang sebenarnya merupakan nomor milik si penjahat tersebut. Melalui akun tersebut. Penjahat umumnya melakukan pendekatan personal.” tegas Wani.” papar Wani. juga bankbank lain. “Tipsnya harus ingat call centre bank masing-masing. modus seperti ini biasanya terjadi di Supermarket dengan target ibu-ibu rumah tangga. Modus ini biasanya berupa kelompok dengan 3-5 anggota. Modus melalui Facebook ini terbilang unik. . sehingga kartu nasabah tidak bisa mencapai tombol di dalam ATM dan melakukan transaksi. tapi ada top five yang memang tren saat ini. 1. dengan mudah si penjahat menuntun nasabah untuk menyebutkan nomor kartu dan nomor PIN ATM. kartu ATM nasabah tidak bisa keluar. Dengan harapan ketika kartu ATM nasabah terjebak di dalam mesin ATM. “Modus kejahatan perbankan itu banyak sekali.lima modus kejahatan paling populer dialami oleh nasabah perbankan.Salah satu nasabah kami kena penipuan melalui Facebook sampai Rp 1 miliar. Dengan demikian. Penipuan Facebook Modus penipuan melalui sosial media memang sering terjadi.” tutur Wani. Tidak berhenti sampai di situ. “Hati-hati kalau ada orang tidak dikenal minta kenalan lewat Facebook. “Call Centre bank yang asli tidak pernah meminta nomor PIN ATM nasabah.

pastikan proses pembayaran aman. dari penjual HP yang menjual nomor HP. 4. biasanya menjelang hari-hari besar yang orang memang perlu transfer untuk melunasi pembayaran tertentu.” ujar dia. Wani mengaku untuk kasus penipuan model ini membutuhkan waktu tambahan. “Biasanya penyebarannya melalui SMS. Targetnya adalah melalui EDC. Kemudian rekening ini digunakan sebagai alat transfer uang. penipuan hingga Rp 1 miliar merupakan kasus terlama yang pernah dia tangani. Modus ini telah dijumpai di kasus gerai Body Shop Indonesia yang tengah diselidiki oleh pihak Bank Indonesia. Cara lain adalah penjahat menghubungi dengan berpura-pura menjadi suami atau anak dari korban mengalami kecelakaan. 3. “Sekarang sudah jarang skimming melalui ATM. Bahkan. “Penjahatnya itu gampang mendapatkan nomor HP.000 SMS ke berbagai nomor. Rekening fiktif lewat SMS Penjahat dengan modus ini membuka rekening palsu menggunakan identitas palsu.Sasarannya adalah perempuan atau laki-laki yang kesepian dan membutuhkan teman intim. dia cuma lihat kemudian dia merunut angkanya lalu menyebar hingga 1. . gunakan dua tangan di mana satu tangan menutupi tangan lain yang menekan tombol-tombol PIN. Skimming EDC (electronic data capture) Kemudahan pembayaran menggunakan ATM Debit atau Kartu Kredit juga menjadi celah bagi penjahat untuk dapat menguras simpanan nasabah.” tutur Wani. misalnya ada SMS tolong transfer ke rekening sekian-sekian. Kalau membayar menggunakan APMK. Saat melakukan pembayaran menggunakan ATM debit. sekarang lebih kepada skimming EDC. Kemudian minta transfer agar segera bisa diproses di Rumah Sakit.

Pelaku menggunakan identitas palsu agar tidak mudah . Penjahat juga akan meminta nasabah memasukkan PIN sebagai akses masuk mobile banking. 2. pelaku akan meminta PIN nasabah. Sehingga nasabah yang akan mengambil uang di ATM mengeluh kartunya tersangkut di dalam. Yaitu pelaku akan mengakali mesin ATM dengan menyumpal lubang kartu dengan lidi. penjahat bebas menguras simpanan nasabah. maka langkah berikutnya adalah menggiring nasabah ke Mesin ATM untuk melakukan registrasi penggunaan mobile banking. Namun. 3. Untuk menghindarinya. Jika nasabah sudah menghubungi nomer pusat informasi tersebut. sehendaknya nasabah harus menghapal nomer pusat informasi resmi dari bank terkait untuk menghindari penipuan cara berikut. Via Jejaring Sosial Cara ini biasanya dilakukan pelaku dengan mendekati si calon korban secara personal. plus PIN-nya juga.5. Kasus terbesar yang terjadi yaitu seorang ibu-ibu yang diajak kenalan melalui facebook sehingga tertipu sampai Rp 1 miliar.” tutur Wani. 1. Pelaku sebelumnya juga sudah menempelkan stiker informasi kemana nasabah akan melapor jika kartu ATM nya tersangkut. Melalui mobile banking Wani memaparkan penjahat menghubungi nasabah dengan modus memenangkan undian. “Nomor HP milik si penjahat. Rekening Fiktif Biasanya korban mendapat pesan singkat dari pelaku yang meminta kiriman sejumlah uang ke sebuah nomer rekening. Card Trapping Kejahatan ini biasanya dilakukan pelaku dengan cara tradisional yakni menjebak kartu dari mesin ATM. penjahat akan menggiring nasabah untuk memasukkan nomor HP milik penjahat tersebut. bukan nomor HP milik nasabah yang bersangkutan. Apabila nasabah percaya.

5. Nasabah diminta melakukan registrasi dengan e-banking melalui ATM dan tidak menyadari bahwa bahwa bahaya mengancam mereka. Modus Pemenang Undian Modus ini yang seringkali terjadi dengan mengirimkan pesan ke nasabah sebagai pemenang undian. penerimaan siswa baru atau bisa hari-hari biasa. Pembobolan PIN Pelaku memanfaatkan kegemaran nasabah yang berbelanja dengan EDC (Electronic Data Capture) daripada ATM. nasabah yang menggunakan EDC sebagai alat pembayaran sebaiknya berhati-hati saat memasukkan PIN ke mesin EDC dengan menggunakan kedua tangan untuk menjaga kerahasiaan. Mereka akan melakukan skimming untuk mencuri data nasabah baik PIN dan kartu Debit.dideteksi oleh perbankan dan kepolisian. Untuk menghindari kejadian ini. . 4. Kejadian ini sering dialami korban menjelang perayaan hari besar agama.