Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Pestisida adalah segala macam substansi yang digunakan untuk mengusir, membunuh,
atau mengontrol populasi tanaman ataupun hewan yang dianggap sebagai hama. Hama yang
seringkali mengganggu kenyamanan manusia adalah tikus, mencit, nyamuk, lalat, kecoa, dan
rayap.
Pada lingkup pertanian seringkali ditemukan adanya gulma atau tanaman pengganggu.
Pertumbuhan gulma dapat diatasi dengan penggunaan herbisida. Pada lingkup rumah tangga,
seringkali digunakan insektisida untuk membunuh dan mengusir serangga pengganggu
seperti nyamuk dan lalat. Umum pula digunakan rodentisida atau racun tikus. Dalam lingkup
kedokteran hewan, fungisida dapat digunakan untuk mengatasi parasit cendawan. Disinfektan
juga dapat dikategorikan sebagai pestisida karena membunuh bakteri yang dianggap sebagai
pengganggu (NIEHS 2015).
Penggunaan pestisida sangat membantu manusia dalam pengendalian populasi hama
dan gulma sehingga meminimalisir kemungkinan adanya kerusakan akibat hama dan gulma
tersebut. Kerusakan yang dimaksud dapat berupa penurunan produksi tanaman dan hewan,
serta penurunan fungsi dan nilai suatu barang. Penggunaan pestisida yang kurang cermat
dapat merugikan bahkan membahayakan manusia.
Pestisida sejatinya adalah racun yang berbahaya bagi tubuh, baik tubuh hama maupun
tubuh hewan dan manusia. Apabila pestisida dalam jumlah yang cukup masuk ke dalam
tubuh individu yang bukan merupakan target penggunaan pestisida, maka individu tersebut
dikatakan mengalami keracunan pestisida.
Masuknya pestisida ke dalam tubuh dapat melalui kontaminasi dermal, inhalasi,
ataupun oral. Gejala klinis yang ditimbulkan bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala yang
seringkali dirasakan adalah fatigue, nausea, emesis, pandangan kabur, hiperhidrosis atau
keluarnya keringat secara berlebihan, hipersalivasi, menggigil, iritasi kulit, diare, kehilangan
kesadaran, serta konvulsi (Djojosumarto 2008).
Salah satu jenis pestisida yang sering menyebabkan keracunan adalah insektisida atau
racun serangga. Racun ini dijual bebas dan sangat umum digunakan dalam rumah tangga
sehingga penggunaannya dekat dengan manusia maupun hewan pelihara. Termasuk ke dalam
jenis ini adalah kelompok klor organik (organoklorin), kelompok senyawa organofosfat, dan
karbamat, namun yang umum ada dalam insektisida komersil adalah organofosfat dan
karbamat.
Organofosfat dan karbamat adalah dua golongan senyawa yang berbeda, namun
keduanya memiliki kerja yang sama dalam fungsinya sebagai pestisida, yaitu menghambat
enzim kolinesterase. Penghambatan terhadap enzim ini menyebabkan asetilkolin dalam tubuh

nih.tidak dapat dipecah sehingga efek-efek parasimpatomimetik tidak dapat dihentikan. Pestisida. 1991. Sudarmo S. https://www. Jakarta (ID): PT Agromedia Pustaka. . Panduan Lengkap Pestisida dan Aplikasinya. 2008. Penanganan dapat dilakukan dengan pemberian sediaan parasimpatolitik seperti atropin (Sudarmo 1991). dan dyspnoe. Pesticides [terhubung berkala]. hiperlakrimasi. Gejala keracunan senyawa-senyawa ini adalah hipersalivasi. 2015.gov/health/topics/agents/pesticides/ [24 November 2015]. Djojosumarto P.niehs. National Institute of Environmental Health Sciences USA. Yogyakarta (ID): Kanisius. miosis. diare.