Anda di halaman 1dari 7

RESUME

AKUNTANSI PERBANKAN
“AKUNTANSI PINJAMAN YANG DITERIMA”

Setelah Saya Membuat Resume Ini, Saya Sudah Memahaminya
Dan Layak Mendapat Nilai B+

OLEH:
NAMA

: HILMAN

NIM

: A1C013040

PRODI

: S1 AKUNTANSI REGULER PAGI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
2015

Contoh: Bank XYZ Kantor Pusat memutuskan untuk meminjam dana dari Bank ABC sebesar Rp 30M dan untuk itu Bank XYZ menerbitkan Sertifikat Deposito dengan jangka . Dan pinjaman yang diterima merupakan jenis pinjaman yang jangka waktunya lebih dari satu tahun. Pinjaman dari Bank Lain Pinjaman dari bank lain dapat diwujudkan dalam bentuk Sertifikat Deposito. Pengertian Pinjaman yang Diterima Selain dana masyarakat yang lazimnya diserap oleh bank. seringkali suatu bank menerima pinjaman dari pihak ketiga yang bukan nasabah perorangan. B. atau jenis bentuk lainnya. seperti lembaga keuangan di dalam atau luar negeri. lazimnya dana dalam bentuk pinjaman yang diterima ini akan dibukukan sebagai hutang jangka panjang. Commercial Paper dan surat berharga lainnya. Pinjaman ini akan menambah komponen dana suatu bank disisi passiva. Dana ini memiliki bunga dan harus di administrasikan setiap kali jatuh tempo. Pinjaman jangka panjang dari bank lain. Dalam pengertian pinjaman yang diterima tidak termasuk pinjaman subordinasi. pemerintah atau lembaga lainnya. Beberapa jenis pinjaman diterima antara lain: 1. 3. Pinjaman yang diterima dari suatu lembaga di luar negeri yang disalurkan melalui pemerintah sebelum diterima oleh bank pelaksana biasanya dikenal dengan nama Two Step Loan. Pinjaman dari bank lain yang sifatnya jangka panjang berupa penerbitan surat berharga dari bank yang menerima pinjaman. Pinjaman dari luar negeri yang disalurkan kepada pemerintah untuk kemudian diteruskan kepada bank pelaksana. Commercial Paper. Disebut Two Step Loan karena pinjaman yang diberikan oleh kreditur dari luar negeri ini akan diterima oleh pemerintah sebagai penjamin pinjaman tersebut untuk kemudian disalurkan kepada bank-bank pelaksana untuk dipergunakan menyalurkan kredit perbankan. Pinjaman dalam rangka pembiayaan bersama satu atau beberapa proyek. Pinjaman Obligasi 4. Dari segi penggolongan hutang. Jadi Pinjaman yang Diterima adalah fasilitas pinjaman yang diterima dari bank atau pihak lain termasuk dari Bank Indonesia baik dalam bentuk mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing dan harus dibayar bila telah jatuh tempo. baik dalam bentuk Sertifikat Deposito. Akuntansi untuk Pinjaman yang Diterima 1. 2.A.

000 Jurnal pada Kantor Cabang Bogor: Bank Indonesia-Giro RAK-Kantor Pusat Rp 1. Dalam Two Step Loan Proses terjadinya TSL ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Sebagai Bank Penerima Kredit TSL cabang caban Sebagai Penjamin dan Penyalur TSL Bank LN Lembaga LN Pemerintah . Jurnal pada Bank XYZ Kantor Pusat : Bank Lain-Giro (Bank ABC) Rp 30.0000.000.000.000 Bank Penerima Pemerintah Bank Pemberi Pinjaman RI Pinjaman di negeri LN 2.000. Jurnal pada Bank XYZ Kantor Pusat : RAK-Cabang Bogor Rp 1.000 Rp 1. Suku bunga sebesar 15% dalam setahun. Sebagai contoh. Bank XYZ kantor cabang Bogor hendak mempergunakan dana dari pinjaman tersebut sebesar Rp 1 M.000 Pinjaman yang Diterima Sertifikat Deposito 3 Tahun Rp30. Bank XYZ Kantor Pusat harus memperhitungkan bunga selama 12 bulan pertama sebesar Rp 4.000. dimana Sertifikat tersebut belum jatuh tempo.000 Bank Lain-Giro (Bank ABC) Rp 1. Dana diterima oleh Bank XYZ dalam bentuk rekening giro pada Bank ABC.000.000 Setahun kemudian.000.000. dan memohon agar Kantor Pusat untuk memindahkan dana tersebut.500. Jurnal pada Bank XYZ Kantor Pusat : Biaya Bunga Pinjaman yang Diterima-SD Rp 4.000.000 Pelaksanaan pemakaian dana pinjaman ini dapat saja dilakukan oleh kantor cabang.000 Bank Lain-Giro (Bank ABC) Rp 4.500.waktu 3 tahun.000.500.000.000.000.

Cabang Bogor berhasil menjual seluruh obligasi kepada masyarakat. Pengadministrasian penerbitan obligasi ini harus diketahui oleh Kantor Pusat sebagai dasar pengelolaan dana bank.000.Akuntansi untuk penerimaan dana TSL harus di administrasikan oleh Kantor Pusat dan akan dibukukan kedalam rekening Pinjaman Yang Diterima-TSL.000 . Pinjaman Obligasi Salah satu sumber dana yang sebaiknya dikembangkan oleh bank adalah dari penjualan surat berharga obligasi.000. Penjualan obligasi dapat saja dilakukan di cabang. Rekening ini merupakan hutang jangka panjang bagi bank yang bersangkutan.000. Contoh : Kantor Pusat Bank XYZ menerbitkan 1000 lembar obligasi @ Rp 1. Jurnal: Kas Rp 1.000.000. Jurnal oleh Kantor Pusat: Bank Indonesia-Giro Pinjaman yang Diterima-TSL Rp 12.000 3. Contoh: Bank XYZ mendapatkan pinjaman melalui pemerintah RI dari Bank of Japan sebesar Rp 12M yang disalurkan melalui BI.000.000 dengan suku bunga 12% setahun.000.000.000 Hutang obligasi Rp 1.000.000 Rp 12. Pencairan obligasi pada saat jatuh tempo dapat dilakukan di cabang-cabang pada bank tersebut.

Pada saat sebulan kemudian.000 RAK-Cabang Surabaya 100.100. Pembayaran dilakukan dengan terlebih dahulu memeriksa keabsahan dokumen atau bilyet obligasi yang dimiliki oleh nasabah yang bersangkutan dan pembayaran bunga yang telah dilakukan.000 Rp 10. Kantor cabang Bogor akan menyisihkan biaya bunga obligasi bulan pertama sebesar 1%: Jurnal: Biaya Bunga Obligasi Rp 10. Untuk setiap kali diterima dana pinjaman untuk tujuan pembiayaan bersama akan dibukukan ke dalam rekening Pinjaman Yang Diterima-Pembiayaan Bersama. Pinjaman untuk Pembiayaan Bersama Kewenangan pemberian pinjaman untuk tujuan pembiayaan bersama proyekproyek tertentu tetap berada pada kantor pusat.000.000.100. Rekening ini akan tetap outstanding disebelah passiva hingga proyek yang dibiayai selesai dan pinjaman dilunasi oleh bank. Cabang Surabaya akan bertindak hanya sebagai cabang pembayar.000 Oleh cabang Bogor sebagai cabang penjual obligasi akan dibukukan sebagai berikut: Jurnal: Biaya Bunga Obligasi Rp Hutang Obligasi Rp 10.100.000 Bila ada nasabah yang telah membeli obligasi dari cabang Bogor sebanyak 10 lembar @Rp 1 juta dengan suku bunga 12% setahun datang ke cabang Surabaya hendak mencairkan obligasi tersebut pada akhir bulan kedua sebelum bunga dibayarkan.000 Kas Rp 10.000.000 4.000 Hutang Bunga Obligasi Rp 10. Oleh cabang Surabaya akan dibukukan melalui perhubungan antar kantor sebagai berikut: Jurnal: RAK-Cabang Bogor Rp 10. Proses pinjaman yang diterima dalam rangka pembiayaan dapat dijabarkan Penerima kredit pada gambar berikut ini: Bank Koordinator Penyalur Bank Penyalur Pembiayaan Kredit Modal .

000 Bank Lain-Giro ( Bank XYZ) Rp 100. oleh Bank XYZ kantor pusat akan dibukukan sebagai berikut : Jurnal: Bank Lain-Giro (Bank ABC) Rp 100. karena Bank XYZ telah menerima dana dari bank-bank penyalur dana dan dana tersebut dikuasai langsung oleh Bank XYZ. Untuk memenuhi kebutuhan dana ini telah bersedia dua buah bank lain: Bank ABC dan Bank DEF dengan masing-masing sumbangan modal Rp 100 M. maka tanggung jawab atas kredit yang diberikan tersebut dibagi atas dasar banyaknya kredit yang telah diserahkan oleh masing-masing bank. Untuk mencatat transaksi ini.Contoh: Bank XYZ hendak membiayai sebuah proyek sebesar Rp 300 M. Dalam hal pembiayaan bersama ini dilakukan langsung dari bank pemberi dana kepada penerima kredit.000 Dengan demikian Bank XYZ.000. Jadi besarnya dana pinjaman yang diterima untuk tujuan pembiayaan bersama ini sebesar Rp 200 juta yang disediakan langsung dalam rekening giro dimasing-masing bank.000. dalam kasus ini akan tetap bertanggung jawab terhadap kredit yang diberikan.000 Pinjaman yang Diterima Pembiayaan Bersama Rp 200. sedangkan sisanya menjadi beban Bank XYZ.000. Proses ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Penerima Kredit Proyek Menerima dan mempergunakan Pemberi Dana Bank A Bank B Bank C .

Bank XYZ tidak pernah akan menerima pinjaman yang diterima dari bank manapun. dan tidak akan muncul dalam neraca. .Dalam hal proses pembiayaan seperti diatas.