Anda di halaman 1dari 18

Nama Kelompok

:
1. Mevita Dhiah Saputri
2. Yoga Pratomo Putro
3. Ratria Panca Sulistyarini

(20130420515)
(20130420521)
(20130420526)

TUGAS PENGENDALIAN INTERNAL & MANAJEMEN

1. Capaian kinerja RSUD Panembahan Senopati Bantul sesuai 4 perspektif, yaitu:
a. Perspektif Finansial
Dalam pengukuran kinerja keuangan yang dilakukan oleh RSUD Panembahan
Senopati Bantul sebagai rumah sakit pemerintah yaitu dengan menggunakan tolak
ukur value for money yang dikembangkan oleh Mardiasmo yang terdiri dari 3E yaitu
rasio ekonomi, rasio efisiensi dan rasio efektivitas.
- Rasio Ekonomi
Rasio ini digunakan untuk mengetahui apakah pihak rumah sakit cermat
dan hemat dalam mengelola anggaran yang tersedia dan mampu untuk
menghilangkan atau mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu. Dalam menghitung
rasio ekonomi, RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan

-

yang didasarkan atas anggaran yang di tetapkan dan pengeluaran institusi.
Rasio Efisiensi
Rasio efisiensi ini bertujuan untuk melihat tingkat efisiensi pengelolaan
pengeluaran untuk dapat memperoleh pendapatan. Dalam menghitung rasio
ekonomi, RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan yang
didasarkan atas pengeluaran untuk memperoleh pendapatan dan realisasi

-

pendapatan.
Rasio Efektivitas
Pada rasio efektivitas ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rumah
sakit dalam melaksanakan tugasnya apakah efektif atau tidak. Dalam menghitung
rasio ekonomi, RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan
yang didasarkan atas target pendapatan dan realisasi pendapatan.

b. Perspektif Customer
RSUD Panembahan Senopati Bantul terlebih dahulu menentukan segmen
pasar dan pelanggan yang menjadi target mereka. Selain itu, RSUD Panembahan
Senopati Bantul berfokus pada bagaimana rumah sakit tersebut lebih
memperhatikan

pelanggannya

agar

mendapatkan

kepuasan.

Dalam

RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan yang didasarkan atas pasien lama dan total - pasien. yaitu: .mempertimbangkan perspektif customer. Dalam menghitung profitabilitas pelanggan.Proses Inovasi Pada proses ini pihak rumah sakit menciptakan produk/jasa yang baru sebelumnya telah diidentifikasi berdasarkan keinginan serta kebutuhan pelanggan pada saat ini dan pada masa yang akan datang. Perspektif Proses Bisnis Internal Pendekatan Balanced Scorecard membagi pengukuran perspektif proses internal bisnis dalam tiga bagian. Dalam menghitung akuisisi pelanggan. c. Retensi Pelanggan Retensi pelanggan menunjukkan apakah pihak rumah sakit dapat mempertahankan hubungannya dengan konsumen (pasien). RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan yang didasarkan atas pasien baru dan total pasien. Dalam menghitung retensi pelanggan. Proses Operasi .Kepuasan Pelanggan Dalam menentukan tingkat kepuasan pelanggan. RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan yang didasarkan atas pendapatan - pelayanan kesehatan dan total pendapatan. Adapun pengukurannya dengan berdasarkan prosentase jumlah jasa baru yang - ditawarkan dengan total pendapatan jasa. RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan tolak ukur sebagai berikut: . RSUD Panembahan - Senopati Bantul mengacu pada beberapa aspek berikut:  Jaminan  Daya Tanggap  Empati  Keandalan  Bukti Langsung Profitabilitas Pelanggan Dalam indikator profitabilitas pelanggan digunakan untuk mengetahui jumlah pendapatan yang diraih oleh pihak rumah sakit dari hasil pelayanan jasanya. Akuisisi Pelanggan Akuisisi pelanggan mnunjukkan seberapa besar pihak rumah sakit dapat meraih pasien/konsumen yang baru.

 Tingkat Kunjungan Rawat Jalan Untuk mengetahui pemanfaatan rumah sakit dan berapa beban kerja yang harus ditanggung oleh RSUD Panembahan Senopati bantul bisa diketahui dengan melihat tingkat kunjungan rawat jalan.  Tingkat Kunjungan Rawat Inap Dalam mengukur tingkat kunjungan rawat inap dapat diketahui dengan menggunakan indikator-indikator kinerja rumah sakit diantaranya ALOS. . GDR dan NDR. Untuk mengetahui tingkat persentase kenaikan/penurunan kunjungan rawat jalan dapat diketahui dengan membandingkan jumlah selisih tahun sekarang dengan tahun sebelumnya. Rumus : BTO = Jumlah pasien keluar (hidup + mati) / Jumlah tempat tidur X 100% 3) TOI (Turn Over Interval = Tenggang Perputaran) TOI menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. mulai saat diterimanya order dari customer sampai dengan pada saat produk atau jasa tersebut dikirim atau diterima oleh customer. Idealnya dalam satu tahun. Rumus : BOR = (Jumlah hari perawatan rumah sakit / (Jumlah tempat tidur X Jumlah hari dalam satu periode)) X 100% 2) BTO (Bed Turn Over Rate = Angka Perputaran Tempat Tidur) BTO menurut Depkes RI (2005) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. BOR. 1) BOR (Bed Occupancy Rate = Angka penggunaan tempat tidur) Menunjukkan prosentase pemakaian tempat tidur yang dihuni dengan tempat tidur yang tersedia. BTO.2005). RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam proses operasinya menggunakan pengukuran tingkat kunjungan rawat jalan dan tingkat kunjungan rawat inap sebagai indikatornya. berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% (Depkes RI.Proses operasi perusahaan mencerminkan aktivitas yang dilakukan perusahaan. TOI. kemudian dibagi dengan jumlah kunjungan rawat jalan tahun sebelumnya dan dikalikan 100%.

Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari.Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. retensi karyawan dan tingkat produktivitas karyawan. 2005).Kepuasan Karyawan Dalam menentukan tingkat kepuasan karyawan. Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari (Depkes. akses untuk memperoleh informasi. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan. d. Rumus : TOI = ((Jumlah tempat tidur X Periode) – Hari perawatan) / Jumlah pasien keluar (hidup+mati) x 100% 4) ALOS (Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat) ALOS menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. . Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi. RSUD Panembahan Senopati Bantul mengacu pada aspek keterlibatan dalam pengambilan keputusan. . apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut. pengakuan. Rumus : GDR = ( Jumlah pasien mati seluruhnya / Jumlah pasien keluar (hidup + mati)) X 100 % 6) NDR (Net Death Rate) NDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Pada kinerja RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat terlihat dengan menggunakan pengukuran tingkat kepuasan karyawan. Rumus : ALOS = Jumlah lama dirawat / Jumlah pasien keluar (hidup + mati) x 100% 5) GDR (Gross Death rate) GDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar. motivasi bekerja serta kondisi tempat kerja. Rumus: NDR = (Jumlah pasien mati > 48 jam / Jumlah pasien keluar (hidup + mati) ) X 100 %.

01 % Rp.259.981.267 91.428 94. 83. Produktivitas Karyawan Tingkat produktivitas karyawan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar produktivitas karyawan dalam bekerja di masa periode teretentu.10% Pengeluaran untuk memperoleh pendapatan Realisasi pendapatan Rasio Efisiensi Rp.266. 77. RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan perbandingan yang didasarkan atas jumlah karyawan yang - keluar dan jumlah karyawan.28% Indikator Anggaran yang ditetapkan Pengeluaran Institusi Rasio Ekonomis - Rasio Ekonomis .477 98.075 Rp.916. sehingga akan menimbulkan dampak yang baik bagi karyawan dan juga bagi jalannya proses pelayanan rumah sakit tersebut.285.162.266.739.882.869 Rp. Produktivitas karyawan merupakan dampak dari pertumbuhan dari proses pembelajaran atau pelatihan yang selama ini diberikan kepada karyawan.981.929. Pembahasan capaian kinerja per masing-masing perspektif dengan menggunakan metode perbandingan dengan capaian periode sebelumnya 1) Perspektif Finansial Perspektif Finansial 2011 Rp.739.007 Rp. 99. 77.869 2012 Rp.237.237.267 108. 99.428 119.45% Rp.672.474. 84. 2. Adapun cara mengukurnya dengan melihat perbandingan antara pendapatan pelayanan kesehatan dengan jumlah karyawan.916. 93. 78.71% 103.882. 91. 84.- Retensi Karyawan Retensi karyawan dapat mengetahui seberapa besar kemampuan pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mempertahankan selama mungkin karyawan yang diminati oleh pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul tersebut.74 % Target Pendapatan Realisasi Pendapatan Rasio Efektivitas Rp.929.259.477 Rp. Dalam menghitung retensi karyawan. 93.672.025 Rp.201.201.159.007 Rp. 78.

Nilai rasio yang baik adalah nilai yang kurang dari 100%. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul agar di tahun berikutnya lebih cermat dalam mengelola biaya pengeluaran. Hal itu terlihat dari besarnya pengeluaran yang melebihi anggaran yang ditetapkan. Berdasarkan tabel diatas. Nilai rasio efektivitas RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk tahun 2011 sebesar 108. apabila tingkat rasio ekonomis nya dibawah 100%.73% menjadi 94.01% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 3. Adapun nilai minimal rasio yang harus dicapai yaitu sebesar 100%. Ini tercermin dari meningkatnya pengeluaran rumah sakit untuk mendapatkan pendapatan. Namun sebenarnya tingkat rasio 2012 dapat dikatakan kurang baik karena masih lebih rendah dari rasio 2011. - Rasio efektivitas Semakin tinggi nilai rasio yang dicapai maka semakin baik kinerja rumah sakit tersebut. Seharusnya rumah sakit dapat meningkatkan pendapatannya tanpa harus mengalami peningkatan dalam pengeluarannya. - Rasio Efisiensi Nilai rasio yang baik adalah nilai yang kurang dari 100%. Semakin kecil nilai rasio maka semakin baik kinerja rumah sakit.45% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 10. Nilai rasio efisiensi RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk tahun 2011 sebesar 91.83% menjadi 119. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul kurang efektif dalam menggunakan anggaran yang sudah ditargetkan. Jika dilihat dari tingkat rasio ekonomis. Dari hasil tersebut RSUD Panembahan Senopati Bantul telah mencapai target pendapatan bahkan melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Semakin kecil nilai rasio maka semakin baik kinerja rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja RSUD Panembahan Senopati Bantul baik karena nilai rasio efisiensi kurang dari 100%. Suatu Instansi dapat dikatakan efektif. . Hal ini menunjukkan kinerja RSUD Panembahan Senopati Bantul semakin baik jika dibandingkan dengan tahun 2011. RSUD Panembahan Senopati Bantul mengalami kenaikan rasio dan melebihi standar nilai rasio ekonomis. dimana pengeluaran RSUD Panembahan Senopati Bantul lebih kecil dari anggaran yang sudah ditetapkan.28%.74%. pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2012 kurang efektif dan kurang cermat dalam menggunakan anggaran yang sudah ditargetkan. Berbanding terbalik dengan tahun 2011. dimana tingkat pengeluarannya itu harus lebih rendah dari yang ditargetkan.

Jika dilihat dari pencapaian target pendapatan. RSUD Panembahan Senopati Bantul telah berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. . Dengan peningkatan pendapatan tersebut pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul harus tetap mempertahankan peningkatannya itu di periode selanjutnya.

449 15.739.82% Pasien lama 149.280.201.245 191.52% 28.147 14.275. daya tanggap. 84. keandalan.117.449 84.78% Kepuasan pelanggan Tingkat kepuasan pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul itu sebesar 73%.48% 191.  Jaminan Indikator kepuasan pelanggan pada aspek jaminan yang diperoleh RSUD Panembahan Senopati Bantul itu sebesar 70%. seperti kemampuan dalam menyikapi pelayanan yang tercermin pada dimensi jaminan.882.2) Perspektif Customer Indikator Kepuasan Pelanggan 2012 73 % Jaminan 70% Daya Tanggap Empati Keandalan Bukti Langsung 72% 73% 71% 74% Pendapatan pelayanan kesehatan Total Pendapatan Profitabilitas pelanggan - Perspektif Customer 2011 Rp. dan bukti langsung.22% Pasien Baru Total pasien Akuisisi pelanggan 27.37% Rp.435.649 72. 61.147 85. 99.672. 68. empati.331 Rp.  Daya Tanggap . Dengan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 73% menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul mampu memberikan pelayanan yang baik.912 162.537 177. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul merasa puas atas jaminan yang diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pelanggannya. Hasil tersebut diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 53 pasien.428 68.902 Total pasien Retensi Pelanggan 177.267 Rp.

 Empati Indikator kepuasan pelanggan pada aspek empati yang diperoleh RSUD Panembahan Senopati Bantul itu sebesar 73%. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul merasa puas atas daya tanggap yang diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pelanggannya dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan keinginan para pelanggan. Apalagi pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul merasa puas atas keandalan yang diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pelanggannya dengan memberikan respon yang baik terhadap pemberian informasi dan wahan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. yang berarti bahwa pihak rumah sakit belum begitu maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pelanggan.37%.82%. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul merasa puas atas empati yang diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pelanggannya dengan memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan dan mengerti kebutuhan pelanggan. sedangkan pada tahun 2012 menurun sebesar 3. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul merasa puas atas bukti langsung yang diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pelanggannya dengan memberikan penampilan fisik.  Bukti Langsung Indikator kepuasan pelanggan pada aspek bukti langsung yang diperoleh RSUD Panembahan Senopati Bantul itu sebesar 74%. - Profitabilitas pelanggan Nilai profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa pihak rumah sakit memberikan pelayanan jasa yang baik.Sehingga pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul harus .55% menjadi 68.Indikator kepuasan pelanggan pada aspek daya tanggap yang diperoleh RSUD Panembahan Senopati Bantul itu sebesar 72%. peralatan dan penampilan kerja produk rumah sakit yang baik. Nilai rasio profitabilitas pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2011 sebesar 72. RSUD Panembahan Senopati Bantul mengalami penurunan persentase rasio dalam pelayanan kesehatan.  Keandalan Indikator kepuasan pelanggan pada aspek keandalan yang diperoleh RSUD Panembahan Senopati Bantul itu sebesar 71%. Hal ini menunjukkan bahwa rumah sakit belum mendekati persentase 100%.

Hal ini menunjukkan bahwa pihak rumah sakit sudah mengalami kemajuan dalam hal mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit. Nilai rasio tingkat retensi RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2011 sebesar 84.52%. dan pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 0.74% menjadi 85. Sehingga RSUD Panembahan Senopati Bantul harus menciptakan inovasi baru dalam hal pemberian pelayanan dan penawaran jasa baru. - Akuisisi pelanggan Apabila tingkat akuisisi pelanggan semakin besar maka menunjukkan bahwa kinerja rumah sakit semakin baik.74% menjadi 14.22%.78%.meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar tidak terjadi penurunan tingkat profitabilitas pelanggan. - Retensi pelanggan Tingkat retensi pelanggan yang tinggi menunjukkan bahwa kinerja rumah sakit dalam mempertahankan hubungan dengan pelanggan adalah baik.48%. Nilai rasio dari tingkat akuisisi pelanggan RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2011 sebesar 15. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam meraih pelanggan baru itu semakin menurun. dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan yang tidak signifikan sebesar 0. .

45 hari BOR 60% .36 hari 1.98%.65 permil 29. pihak rumah sakit sudah mulai melakukan proses inovasi baru yaitu dengan penambahan pelayanan poliklinik sore hari yang dibuka mulai bulan agustus 2012.449 191.428 177.28 hari BTO 40-50 kali 61.01 permil Pendapatan Jasa Baru Total Pendapatan Proses Inovasi Rata-rata 0.775.78% Proses Operasi Tingkat Kunjungan Rawat Jalan Jumlah kunjungan rawat jalan (2010 = 170.23 kali 61. Terlihat dari adanya peningkatan prosentase sebesar 0.79% 73.18% 6-9 hari 4.37 hari 4. Peningkatan tersebut mungkin terlihat kecil untuk sebuah rumah sakit.13% 74.04 permil 30.61 permil NDR <25 permil 30. maka .3) Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Proses Internal Bisnis Indikator Angka Standar 2011 2012 - Rp.15 kali GDR <40 permil 15.059 Rp. Hal ini memberikan dampak positif dalam hal peningkatan pendapatan jasa baru dalam rumah sakit tersebut. 99.060.37 permi 15.53 hari 4.20 hari 1.201.47 permil 14. 84.147 4.46 % TOI 1-3hari 1. namun apabila dilihat dari rentang waktu antara pembukaan pelayanan poliklinik yaitu bulan agustus dengan berakhirnya periode 2012 yang hanya berkisar sekitar 4bulan.267 0% Rp.333) Persentase kenaikan/penurunan Tingkat Kunjungan Rawat Inap ALOS - Proses Inovasi Pada tahun 2011.85% 75.08 kali 61. Namun pada tahun 2012.672.18% 4. pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul belum melakukan proses inovasi apapun untuk meningkatkan pendapatan jasa baru.882.739.

- BOR ( Bed Occupancy Rate ) Menunjukkan prosentase pemakaian tempat tidur yang dihuni dengan tempat tidur yang tersedia. - Proses Operasi a. b. Tingkat Kunjungan Rawat Jalan. RSUD Panembahan Senopati Bantul mengalami peningkatan dari segi kunjungan rawat jalan. Pada tahun 2011.dan pada tahun 2012 kunjungan rawat jalan mengalami peningkatan sebesar 3. Namun rata-rata penggunaan pemakaian tempat tidur dalam dua tahun tersebut adalah 74. dapat diketahui bahwa pada tahun 2011. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk tingkat kunjungan rawat jalan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit tersebut. prosentase kunjungan rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebesar 4.18% . Sedangkan untuk tahun 2012 selama 4. Dimana mereka memberikan pelayanan sesuai dengan diagnosis agar tindakan yang dilakukan lebih efisien.53 hari.46%.37. hal ini akan memberikan dampak positif terkait peningkatan pendapatan pada Rumah Sakit.54% menjadi 7.72%. rata-rata rawat inap pasien di RSUD Panembahan Senopati Bantul adalah 4.59% dan pada tahun 2012 sebesar 73. pada tabel menunjukkan adanya penurunan pemakaian tempat tidur oleh pasien di RSUD Panembahan Senopati Bantul dimana pada tahun 2011 sebesar 75.13%.dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan tersebut memberikan perkembangan yang baik untuk RSUD Panembahan Senopati Bantul. Nilai prosentase tersebut masih masih memenuhi nilai ideal . Padahal secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam melayani pasiennya mengutamakan mutu pelayanannya. Dari tabel diatas. Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasa pelayanan kesehatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. dan untuk rata-rata pada dua tahun tersebut adalah 4. Tingkat Kunjungan Rawat Inap Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kunjungan rawat inap pada RSUD Panembahan Senopati bantul antara lain lain : .45 hari.ALOS (Average Lenght of Stay) ALOS menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien.

Dan untuk nilai rata-rata nya sebesar 15. - BTO (Bed Turn Over Rate) BTO menurut Depkes RI (2005) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode. . data menunjukkan bahwa frekuensi BTO sebesar 61. Namun hal ini juga dapat berdampak positif yaitu dengan meningkatnya pemakaian kamar tidur berarti berdampak pada meningktanya pendapatan pada RSUD panembahan Senopati Bantul. dan pada tahun 2012 sebesar 14. Ini bermakna bahwa kualitas pelayanan RSUD Panembahan Senopati cukup baik untuk melakukan penanganan yang efisien dan efektif. Dengan perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur pada RSUD Panembahan Senopati Bantul cukup tinggi.04.36 hari dan untuk rata-rata pada rumah sakit tersebut sebesar 1.61.BOR menurut Depkes yaitu antara 60%-85%. Pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa frekuensi pemakaian tempat tidur melebihi batas normal. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat mempercayai rumah sakit tersebut untuk memberikan pelayanan rawat inap yang berkualitas.47 permil. Sedangkan untuk angka standar TOI menurut depkes adalah berkisar antara 1-3 hari.20 hari sedangkan untuk tahun 2012 sebesar 1. Dan pada tahun 2012 sebesar 61. - TOI (Turn Over Internal) TOI menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Sedangkan untuk nilai standar GDR adalah <40 permil. Pada tabel menunjukkan bahwa pada tahun 2011 sebesar 15. Hal ini menunjukkan bahwa angka kematian yang terjadi di Rumah sakit tersebut cukup rendah. sedangkan untuk rata-rata rumah sakit tersebut adalah 61. satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Dari tabel diatas diperoleh data bahwa pada tahun 2011.28 hari. - GDR (Gross Death rate) GDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar. yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas dari pemakaian kamar tidur tersebut karena terlalu seringnya dipakai.23%. berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tempat tidur sangat efektif dilakukan di rumah sakit tersebut. tingkat TOI pada RSUD Panembahan Senopati Bantul sebesar 1.08%.15 kali. Idealnya dalam satu tahun.

Hal menunjukkan bahwa mutu pelayanan rumah sakit tersebut harus diperbaiki lagi untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat. sedangkan untuk tahun 2012 sebesar 29.37% dan untuk rata-rata nya sebesar 30.- NDR (Net Death Rate) NDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.65%. . Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar adalah cukup tinggi karena berada diatas standar Depkes. Untuk standar dari Depkes sebesar <25 permil.01. Pada tahun 2011 angka kematian di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebesar 30.

68.80 6. Salah satu faktor yang digunakan oleh rumah sakit untuk meningkatkan motivasi bekerja para karyawan adalah dengan pemberian bonus jika target tercapai.108.820.4) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Indikator 2011 2012 Kepuasan Karyawan 74 % Pengambilan Keputusan 75% Motivasi Bekerja 77% Memperoleh Informasi 76% Pengakuan 74% Kondisi Tempat Kerja 69% Retensi Karyawan Jumlah karyawan yang keluar Jumlah karyawan 9 8 556 655 1.68% 6.236.22% Pendapatan Pelayanan Kesehatan Jumlah Karyawan Rp. memperoleh informasi.50 Rp. kondisi tempat kerja. - Retensi Karyawan .62% 1. dengan begitu akan meningkatkan kepuasan karyawan terhadap rumah sakit. yang paling diprioritaskan oleh rumah sakit adalah motivasi bekerja.61.280. hal ini berarti RSUD Panembahan Senopati Bantul mampu memberikan feed back yang baik kepada para karyawan. pengakuan. Diantara lima aspek tersebut. 649 556 655 Produktivitas karyawan Rp.495.117. motivasi bekerja. 331 Rp.275.435.01% Pertumbuhan produktivitas karyawan Produktivitas Karyawan Pertumbuhan produktivitas karyawan - Kepuasan Karyawan Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh gambaran bahwa indeks kepuasan karyawan adalah sebesar 74%. Kepuasan karyawan terdiri dari lima aspek yaitu pengambilan keputusan.104.110.

Untuk pelayanan pelanggan rawat jalan dapat dilihat pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul mengalami penurunan tingkat produktivitas karyawan. Hal ini sebaiknya segera dilakukan penyelidikan apa yang menjadi penyebab menurunnya produktivitas karyawan. Karena jika dilihat dari pendapatannya. menunjukkan bahwa tingkat retensi karyawan RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2011 sebesar 1.01%. kami menggunakan kesesuaian antara hasil dari penilaian kinerja dengan misi yang akan dicapai oleh RSUD Panembahan Senopati Bantul Dalam memberikan pelayanannya. RSUD Panembahan Senopati Bantul menunjukkan perkembangan yang positif. Semakin sedikit karyawan yang keluar maka semakin baik tingkat perputaran karyawan. Berdasarkan tabel diatas. - Produktivitas Karyawan Tingkat produktivitas karyawan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar produktivitas karyawan dalam bekerja di masa periode teretentu.964. sedangkan pada tahun 2012 tingkat retensi karyawannya mengalami penurunan menjadi 1.62%.Retensi karyawan dapat mengetahui seberapa besar kemampuan pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mempertahankan selama mungkin karyawan yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh RSUD Panembahan Senopati Bantul tersebut. hal ini merupakan trend positif karena menunjukkan bahwa karyawan yang dimiliki oleh RSUD Panembahan Senopati Bantul sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh rumah sakit tersebut. KESIMPULAN Dalam menentukan kesimpulan atas kinerja dari RSUD Panembahan Senopati Bantul. prosentase kunjungan rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul .68%. dan juga agar tidak mempengaruhi kualitas dari rumah sakit. 3. tingkat produktivits karyawan pada tahun 2011 sebesar 6.107.70.365.22%. Hal itu dapat dilihat dari penilaian kinerja operasi yang ditunjukkan oleh kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Sedangkan pada tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 6. Di RSUD Panembahan Senopati. dimana rata-rata produktivitas karyawan sebesar Rp. RSUD Panembahan mengalami peningkatan pendapatan namun jika dilihat dengan ditambahnya juga karyawan maka akan nampak tidak sebanding antara pendapatan dengan produktivitas karyawannya.

RSUD PSB harus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan cara memberikan inovasi baru agar tidak terjadi penurunan tingkat profitabilitas. Rekomendasi untuk peningkatan kinerja RSUD Panembahan Senopati Bantul  Dari perspektif finansial aspek rasio ekonomis. Hal itu dapat dilihat dari rasio-rasio yang telah dicari seperti rasio ekonomi.m Kemudian terkait dengan kemampuan rumah sakit dalam mengelola keuangan.54% menjadi 7. .sebesar 4. dan efisiensi. dan kondisi tempat kerja) menunjukan hasil di atas indeks rata-rata yaitu sebesar 74 poerse.dan pada tahun 2012 kunjungan rawat jalan mengalami peningkatan sebesar 3. Dari ketiga rasio yang diugunakan tersebvut. RSUD PSB dalam mengelola pengeluaran untuk mendapatkan pendapatan harus lebih detail dan efisien dalam  menentukan kegiatan yang lebih dapat meningkatkan pendapatan. mtovasi kinerja. Pasien yang pada standarnya harus menginap selama minimal 6 -9 hati sampai pada tahap pulih ternyata mampu lebih pendek yaitu sekitar 4 hari saja.18% . RSUD PSB dalam mengelola anggaran itu lebih teliti dan terperinci agar pengeluarannya tidak melebihi  anggaran yang ditargetkan. Kemudian didasarkan atas kemampuan rumah sakit dalam meningkatkan profesionalisme SDM. efektivitas. Perusahaan dinilai cukup berhasil karena dilihat dari tingkat kepuasan karyawan yang diukur berdasarkan beberapa indikator (pengambuilan keputusan. memperoleh informasi. Dari perspektif finansial aspek rasio efisiensi.72%. Perusahaan digambarkan telah mampu menggunakan kemampuan finansialnya dalam menciptakan keefektifan dan efisiensi pengeluaran denngan baik sehingga pada tahun 2012 tingkat pendapatan yang diperoleh menjadi meningkat dari tahun sebelumnya. RSUD Penembahan Senopati dinilai memiliki kemampuan yang baik. Untuk tingkat keberhasilan pada pelayanan pasien rawatb inap. Dari penjelsannya diatas dapat kita simpulkan bahwa tingkat kemampuan rumah sakit dalam hal pelayanan dapat dikatakan prima sesuai dengan misi yang ingin dicapai. 4. Dari perspektif Customer aspek profitabilitas pelanggan. keberhasilan rumah sakit yang paling signifikan terlihat jelas dari hasil perhitungan rasio ALOS-nya. karyawan dinyatakan puas atas kemampuan perusahaan dalam menciptakan sistem oprasional prosedur yang nyaman dan sesuai dengan harapan para karyawan. pemngakuan.

RSUD PSB dalam pemakaian tempat tidur sebaiknya tidak melebihi standar yang ditetapkan oleh Depkes agar  tidak mengurangi kualitas dari tempat tidur itu sendiri. . RSUD PSB harus mendasarkan SDM sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki agar dapat meningkatlan produktivitas RSUD PSB. Dari perspektif Customer aspek akuisisi pelanggan. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan aspek produktivitas karyawan. RSUD PSB harus menciptakan dan memberikan inovasi baru agar dapat meraih pasien/konsumen  yang baru Dari perspektif proses bisnis internal aspek BTO. Dalam merekrut karyawan.