Anda di halaman 1dari 8

2.2.3.

Pcengukuran
Pengukuran adalah salah satu unsure yang penting dalam ilmu eksakta.
Pada bengkel, alat pengukur diperlukan untuk mengetahui panjang, lebar,
diameter. Kedalaman atau ukuran yang diinginkan pada benda kerja.
Pengukuran bisa juga dikatakan membandingkan benda dengan alat ukur
standar. Oleh karena itu setiap ilmuan diharapkan mengetahui semu alat ukur,
fungsi dan dapat mengolah data hasil pengukuran.
Terdapat beberapa pengukuran, antara lain yaitu :
-

Pengukuran langsung
Pengukuran langsung terbaca pada alat ukur tersebut dapat digolongkan
menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Mistar baja

5. Stop watch

2. Mistar ingsut

6. Thacometer

3. Micrometer

7. Busur Derajat

4. Dil indicator

8. Dll

Pengukuran Tidak Lanngsung


Pengukuran tidak langsung dengan memakai jenis alat dari kedu jenis ukur
pada pembanding dengan standar ada beberapa macam alat ukur dari kedua
jenis alat ukur diatas :
1. alat ukur standar
2. batang ukur

3. blok ukur
4. kaliber induk sudut
-

Pengukuran dengan kaliber batas

Pengukuran dengan cara membandingkan dengan bentuk standar


Berdasarkan dari sifat alat ukur maka alat dapat dibedakan atau dibagi

dalam pengelompokkan sbb :


Alat ukur langsung
Alat ukur banding
Alat ukur standar
Alat ukur batas
Alat ukur Bantu
Untuk mendapatkan semua hasil pengukuran yang akurat maka diharapkan
melakukan pengukuran yang berulang ulang sehingga dapat memperoleh
hasil pengukuran dengan tingkat kepercayaan dengan baik.
Pengertian pengukuran terdiri dari :
a. Besaran pengukuran
Yaitu panjang yang kita ukur
b. Nilai pengukuran
Yaitu yang terbaca pada alat pengukur
c. Ukuran nominal
Yaitu ukuran yang tertera pada gambar

d. Ukuran nyata
Yaitu ukuran nyata (benda kerja sebenarnya) untuk memahami cara kerja
alat ukur maka perlu diperhatikan ialah komponen utama yang
membedakan adalah :

Sensor merupakan peraba dari alat ukur dengan benda kerja.


Pengubah adalah bagian yang terpenting dari alat ukur dimana
petunjuk atau pencatat isyarat dari sensor diteruskan kebagian lain.

Pencatat adalah bagian dari alat ukur dimana harga pengukuran


ditunjukkan atau dicatat.

Dalam pengukuran ada faktor-faktor yang termasuk suatu proses


pengukuran menjadi tidak teliti dan tidak tepat yaitu :
a. alat pengukur yang digunakan
b. benda kerja
c. posisi pengukuran
d. situasi lingkungan
e. faktor manusia
Secara umum jenis alat ukur yang digunakan antara lain :
1. Mistar baja
Kebanyakan digunakan pada benkel kecil dengan mistar baja yang
berukuran 300 mm (30 cm).

Gambar Mistar Baja


2. Mistar segitiga
Untuk membuat garis horizontal, vertikal maupun miring yang dapat
kita tarik sepanjang salah satu sisi dari segitiga.

Gambar Mistar segitiga


3. Mistar ingsut (sigma/jangka sorong)
Mistar ingsut ini digunakan untuk mengatur panjang kedalaman alur
atau celah, diameter luar dan diameter dalam suatu benda kerja dapat
mencapai tingkat ketelitian sampai 0,05 mm. Pembacaan skalanya
terbadi dua yaitu :
Skala utama
Skala nominal

Karena dilengkapi dengan dua pembacaan skala maka mistar ini


sangat teliti

Gambar Mistar Ingsut


4. Mikrometer
Mikrometer merupakan suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk
mengukur diameter tebal benda kerja yang tipis dengan ketelitian
yang tinggi yaitu 0,01 mm atau 0,001 inci.

Gambar Mikrometer
5. Jangka
Jangka digunakan untuk unsur yang ukurannya melebihi jangka
tusuk (jangka bagi). Bisa juga digunakan untuk memindahkan
ukuran dari suatu bagian kebagian lain atau berbagai jangka yang
keluar untuk dalam diameter luar.

Gambar Jangka
6. Dial indikator
Alat ukur yang peka untuk mengukur atau mengecek kesejajaran,
kesatuan permukaan dan konsentitur dari benda bulat sering
digunakan juga untuk penggelapan benda kerja yang akan dikerjakan
dengan mesin.

Gambar dial indikator


Keterangan
1. Blok dasar magnet
2. Titik pengentukan torak
3. Torak
4. Jarum penunjuk
5. Ring penyetel
6. Skala ukur
7. Ulir pengikat ring
8. Alat pengingkat
7. Pengukuran sudut
Pengukuran sudut digunakan untuk mengukur sudut dari suatu benda
dan untuk menggambar garis pada benda kerja sebelum benda itu
dikerjakan lebih lanjut. Alat ini terdiri dari mistar baja dan mistar
terbuka terbenruk setengah lingkaran yang terdapat pada bagian
sudut dimana terdapat engsel yang berputar menurut sudut yang
dihendaki.

Gambar: Pengukuran Sudut

8. Pengukuran tinggi
Pengukuran tinggi digunakan untuk mengukur suatu jarak dan
langsung menggoreskan kedalam benda keja, ukuran penunjukan
dapat dibaca langsung dengan meletakkan benda kerja pada meja
perata dan menggores maka pengerjaan ini mudah bisa dilakukan.
Dalam pengukuran ada faktor-faktor yang termasuk suatu proses
pengukuran menjadi titik teliti dan tepat yaitu:
a. Alat pengukur yang digunakan
b. Benda kerja
c. Posisi pengukuran
d. Situasi lingkungan (cuaca)
e. Faktor manusia