Anda di halaman 1dari 57

Sistem Komunikasi Satelit

Sejarah, Teknologi dan Aplikasinya


Ahmad Muzayyin, 19th November 2015

Daftar Isi
Pendahuluan
Pengenalan Satelit
Prinsip Kerja Satelit
Sejarah
Satelit Indonesia
Karakteristik Siskomsat
Evolusi Siskomsat
Klasifikasi siskomsat
Frekuensi Kerja
Keunggulan dan Kelemahan

Daftar Isi
Orbit Satelit
Orbit Stasioner
Low Earth Orbit (LEO)
Medium Earth Orbit (MEO)
Stationary Earth Orbit (GEO)

Orbit Polar
Orbit Elliptical

Operasional Satelit
Fixed Service Satellite
Direct Broadcast Satellite
Mobile Satellite Service
Medium Power Satellite
Pengendalian Satelit
Gangguan Satelit

Daftar Isi
Operasional Satelit
Fixed Service Satellite
Direct Broadcast Satellite
Mobile Satellite Service
Medium Power Satellite
Pengendalian Satelit
Gangguan Satelit

Stasiun Bumi & Stasiun Angkasa


Peralatan Stasiun Bumi

Antena Parabola

HPA (High Power Amplifier)

LNA (Low Noise Amplifier)

Up/Down Converter

Modulator dan Demodulator

Daftar Isi
Stasiun Bumi & Stasiun Angkasa
Blok Diagram Stasiun Angkasa
Sub Sistem Satelit
Peralatan Komunikasi
Peralatan Catu Daya
Peralatan Kontrol Reaksi
Peralatan Komando dan Telemeteri

Pendahuluan
Definisi, Sejarah, Karakteristik dan Evolusi Satelit

Pendahuluan
Pengenalan Satelit
Satelit adalah wahana angkasa yang
ditempatkan manusia di angkasa untuk
keperluan tertentu, seperti telekomunikasi,
broadcasting dan penginderaan jauh.
Satelit adalah repeater aktif yang ada di
ruang angkasa yang berfungsi sebagai relay
dari sistem komunikasi antara 2 atau lebih
lokasi di bumi.
Satelit menerima sinyal dari bumi,
menguatkan sinyal dan mengirimkan kembali
sinyal tersebut ke bumi

Pendahuluan
Prinsip Kerja Satelit
Sebuah stasiun bumi memancarkan informasi
ke satelit.
Satelit ini berisi penerima yang mengambil
sinyal yang ditransmisikan, menguatkan, dan
menerjemahkannya pada frekuensi lain.
Sinyal pada frekuensi baru kemudian
dipancarkan kembali ke stasiun penerima di
bumi kembali.
Kombinasi pemancar-penerima di satelit
dikenal sebagai transponder.

Pendahuluan
Sejarah
1945 Arthur C Clarke Article : "Extra-Terrestrial Relays"
1955 John R Pierce Article :"Orbital Radio Relays"
1956 First Trans-Atlantic Telephone Cable : TAT-1
1957 Sputnik : Russia launches the firts Earth Satellite
1960 1st Successful DELTA Launch Vehicle
1961 Formal start of TELSTAR,RELAY, and SYNCOM Programs
1962 TELSTAR and RELAY launched
1962 Communication Satellite Act (US)
1963 SYNCOM launched
1964 INTELSAT formed

Pendahuluan
Sejarah
1965 COMSAT's EARLY BIRD : 1st Commercial communication Satellite
1969 INTELSAT-III series provides global coverage
1972 ANIK : 1st Domestic Communication Satellite (Canada)
1974 WESTAR : 1st U.S Domesctic Communications Satellite
1975 INTELSAT-IVA : 1st use of dual-Polarization
1976 MARISAT : 1st mobile communication satellite
1976 PALAPA : 3rd country (indonesia) to launch domestic comm. satellite
1979 INMARSAT formed
1988 TAT-8 : 1st Fiber-Optic Trans-Atlantic telephone Cable
1999 Telkom-1 Launched

10

Pendahuluan
Satelit Indonesia
Milik Telkom
Telkom telah meluncurkan satelitnya sejak tahun 1968.
Palapa A1 Palapa A2 Palapa B1 Palapa B2
Palapa B2P (diluncurkan pada 29 Maret 1987)
Palapa B2R (diluncurkan pada 13 April 1990)
Palapa B4 (diluncurkan dengan Delta 2 pada 14 Mei 1992; berakhir Mei 2003)
Telkom-1 (diluncurkan dengan Ariane V118 pada 12 Agustus 1999)
Telkom-2

Milik Indosat
Palapa C2

Lainnya
Palapa C1
INASAT-1 - satelit pertama buatan Indonesia, diluncurkan tahun 2006)
LAPAN-TUBSAT - satelit mikro pertama Indonesia, diluncurkan pada tahun 2007

11

Pendahuluan
Karakteristik SISKOMSAT

Prinsip-prinsipnya serupa dengan microwave radio links tapi


dibedakan atas 3 karakteristik penting:
Sinyal Komunikasi Satelit menempuh jarak yang sangat jauh tanpa
penguatan, konsekuensinya Satelit bersifat aktif, mempunyai penguatan
sinyal yang on-board.
Peralatan berada di daerah yang tidak dihuni manusia dan merupaka
REPEATER aktif di angkasa (extreme environment = luar angkasa)
Perbaikan dapat dianggap mustahil dilakukan setelah satelit diluncurkan ke
orbit. (baru bisa dilakukan pada orbit LEO)

12

Pendahuluan
Karakteristik SISKOMSAT
Satelit komunikasi awalnya digunakan utk pelengkap sistem kabel jarak jauh (long distance
cable systems), namun ada perbedaan karakteristik:
Long distance cable bersifat point-to-point connections, Komunikasi Satelit bersifat point-to-multipoint
/ multipoint-to-multi point connections
Biaya sistem kabel meningkat dengan pertambahan jarak, biaya link satellite tidak tergantung oleh jarak
antar Stasiun bumi.
Transmisi satelit dapat mengatasi hambatan fisik dan politik yang tidak dapat dilewati oleh sistem
kabel.
Satelit dapat menyediakan layanan bagi mobile terminals.
Perbedaan ini mengubah evolusi layanan Komunikasi Satelit.

13

Pendahuluan
Karakteristik SISKOMSAT
Inter Satellite Link
(ISL)

Mobile User
Link (MUL)

Gateway Link
(GWL)

MUL
GWL

small cells
(spotbeams)

base station
or gateway

footprint

Data Network
PSTN: Public Switched

PSTN

User data

Telephone Network
14

GSM

Pendahuluan
Karakteristik SISKOMSAT
Satelit yang diluncurkan mengorbitkan untuk berbagai macam tujuan tetapi aplikasi yang paling
umum adalah komunikasi.
Dua Stasiun di Bumi ingin berkomunikasi namun terlalu jauh menggunakan cara konvensional,
mereka dapat menggunakan satelit sebagai stasiun relay atau REPEATER
Satelit komunikasi bukan pencetus informasi tetapi stasiun relay sebagai sumber sinyal bumi.
Stasiun pemancar mengirimkan informasi ke satelit (uplink), yang pada gilirannya
mentransmisikan kembali ke stasiun penerima (downlink).
Converter sinyal disebut transponder.

15

Pendahuluan
Evolusi SISKOMSAT

16

Pendahuluan
Klasifikasi SISKOMSAT
Cakupan wilayah
Global, regional, nasional
Jenis layanan
Fixed service satellite (FSS) = Layanan Satelit u/ radio
Broadcast service satellite (BSS) = Layanan satelit u/ TV
Mobile service satellite (MSS) = Layanan satelit u/ handphone
umum penggunaan
Komersial, militer, amatir, eksperimental

17

Pendahuluan
Frekuensi Kerja
Berdasarkan Frekuensi Kerja, Satelit dibagi menjadi :
1.

C-Band

2.

Extended C-Band

3.

Ku Band

4.

Ka Band

5.

L Band

6.

S Band

18

Pendahuluan
Frekuensi Kerja
C-Band

Ku-Band

Digunakan oleh banyak satelit orbit GEO

Digunakan oleh banyak satelit orbit GEO

Uplink BW

Uplink BW

: 5.925 Mhz 6.425 Mhz

Downlink BW : 3.700 Mhz 4.200 Mhz

: 13.750 Mhz 14.500 Mhz

Downlink BW : 11.700 Mhz 12.750 Mhz

Ext C-Band

Ka-Band

Digunakan oleh banyak satelit orbit GEO

Digunakan oleh banyak satelit orbit GEO

Uplink BW

Uplink BW

: 6.425 Mhz 6.650 Mhz

Downlink BW : 3.400 Mhz 3.625 Mhz

: 30.000 Mhz

Downlink BW : 20.000 Mhz

19

Pendahuluan
Frekuensi Kerja
L-Band
Uplink BW

: 1.600 Mhz

Downlink BW : 1.500 Mhz

S-Band
Uplink BW

: 1.900 Mhz

Downlink BW : 2.500 Mhz

20

Pendahuluan
Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan
Cakupan yang luas : satu negara, region ataupun satu benua.
Untuk mencakup seluruh dunia dibutuhkan minimal 3 satelit
Bandwidth yang tersedia cukup lebar
independen dari infrastruktur terrestrial
instalasi jaringan segmen bumi yang cepat
biaya relatif rendah per site
karakteristik layanan yang seragam
layanan total hanya dari satu provider
layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi

21

Pendahuluan
Keunggulan dan Kelemahan
Kelemahan
Delay propagasi yang besar +/- 600ms -> Masalah Signalling
Rentan terhadap pengaruh atmosfir
Up Fron Cost tinggi
Contoh :
Untuk satelit GEO, biaya Space craft Ground Segment dan Launch = 200jt uSD, asuransi 50jt USD
Distance insentive : Biaya komunikasi jarak jauh dan pendek relatif sama
Hanya ekonomis jika jumlah user banyak dan intensif
Jika gangguan pada satelit (baik internal maupun external) maka sistem lumpuh

22

Orbit Satelit
Konsep, Karakteristik, Layanan, dan Pengendalian Satelit

23

Orbit Satelit
Jenis-jenis tempat beredarnya satelit mengelilingi permukaan bumi disebut dengan ORBIT
Orbit Satelit di bedakan menjadi 3 jenis :
Orbit Stasioner
Orbit Polar
Orbit Elliptical

24

Orbit Satelit
Orbit Stasioner
Orbit yang menempatkan satelit untuk terus
berada dalam posisinya mengacu pada sebuah
titik atau lokasi.
Orbit Stasioner bergerak dari arah timur ke
barat mengikuti pergerakan rotasi bumi
Berdasarkan ketinggian satelit terhadap
bumi, orbit stasioner memiliki 3 jenis :
Low Earth Orbit (LEO)
Medium Earth Orbit (MEO)
Geostasionary Earth Orbit (GEO)

25

Orbit Stasioner
Low Earth Orbit (LEO)
Ketinggian satelit konstan dan berjarak
beberapa ratus km (300km 2000km). Dengan
sudut inklinasi 90 tipe ini menjamin setiap
region di bumi akan dilalui dengan
menggunakan beberapa satelit, seperti
IRIDIUM, GLOBALSTAR etc.
Karena dekat dengan bumi, LEO harus
bergerak sangat cepat untuk menghindari
terlempar dari orbit karena gravitasi dan
benturan dengan bumi
Kecepatan edar 27.359 km/jam untuk
mengitari bumi selama 90 menit
Aplikasi : Cuaca, Citra Satelit, Mata Mata

26

Orbit Stasioner
Low Earth Orbit (LEO)
Keunggulan :
Delay yang relatif lebih kecil karena jarak dengan bumi cukup dekat
Path Loss yang kecil dan Beam Spreading yang kecil
Bisa menggunakan low power antenna di stasiun bumi
Mudah untuk melakukan frequency re-use

Kekurangan :
Memiliki jumlah satelit yang cukup banyak (50 sampai 70 satelit)
Tidak efektif untuk cakupan satu negara atau regional
Karena membutuhkan jumlah satelit yang banyak, biaya mahal
Lifetime orbit nya lebih rendah dibandingkan MEO dan GEO

27

Orbit Stasioner
Medium Earth Orbit (MEO)
Orbit Circular Medium Earth (MEO).
Ketinggian satelit berjarak 10.000 km dengan
sudut inklinasi 50 Tipe ini juga menjamin
setiap region di bumi dilalui oleh beberapa
satelit. IRIDIUM, GLOBALSTAR etc.
Berada di ketinggian medium yang mencakup
Utara dan Selatan.
Mengorbit dengan lintasan OVAL
Pengendali bumi harus menjaga agar satelit
selalu berada di orbitnya
Aplikasi : Citra Satelit, Cuaca, Mata Mata

28

Orbit Stasioner
Medium Earth Orbit (MEO)
Keunggulan :
Delay yang relatif lebih kecil dibanding GEO tetapi lebih besar dari LEO
Jumlah satelit lebih sedikit dibandingkan LEO
Bisa menggunakan medium power antenna di stasiun bumi
Mudah untuk melakukan frequency re-use dibandingkan GEO, tapi lebih mudah LEO.

Kekurangan :
Memiliki jumlah satelit yang cukup banyak dibanding GEO, dan lebih sedikit dibanding LEO
Karena membutuhkan jumlah satelit yang banyak, biaya mahal dari GEO.
Lifetime orbit nya lebih rendah dibandingkan GEO
Ground Antenna lebih mahal dan kompleks

29

Orbit Stasioner
Geostasionary Earth Orbit (GEO)
Orbit Geostationary Satellite (GEO), circular
orbit dengan zero inclinations. Merupakan
paling populer dengan altitude 35.786 km dan
arah geraknya sama dengan bumi.
Berada di ketinggian tetap relatif terhadap
bumi.
Memiliki waktu rotasi yang sama dengan bumi
Sejajar dengan Garis katulistiwa
Aplikasi : Komunikasi Digital

30

Orbit Stasioner
Geostasionary Earth Orbit (GEO)
Keunggulan :
Mudah dalam pengendalian satelit karena bergerak sama dengan rotasi bumi
Jumlah satelit lebih sedikit dibandingkan LEO dan GEO
Lifetime yang lebih lama (15 tahun lebih)
Biaya yang murah dalam pengendalian satelit dan switching.

Kekurangan :
Delay cukup besar karena jarak jauh dari bumi
Tidak mencakup seluruh bumi, karena hanya bergerak sejajar dengan katulistiwa (Kutub utara dan selatan tidak
tercover)
Biaya peluncuran satelit lebih mahal
Antenna dan power di stasiun bumi harus besar karena jarak sangat jauh

31

Orbit Satelit
Orbit Polar
Memiliki inklinasi 90 dari orbit GEO
Orbit Stasioner bergerak dari arah selatan ke
ke utara relatif terhadap rotasi bumi.
Karena arah perputaran tidak sinkron, satelit
ini jarang digunakan.

32

Orbit Satelit
Orbit Elliptical
Berbentuk lintasan elips terhadap bumi
Memiliki jarak yang tidak sama dalam posisi
terhadap bumi di setiap lintasan
Ada posisi terjauh (apogee) dan terdekat
(perigee) relatif terhadap bumi

33

Operasional Satelit
Jenis Layanan Satelit, Pengendalian dan Gangguan Satelit

34

Layanan Satelit
Berdasarkan layanan yang disediakan satelit, dibagi menjadi beberapa bagian a.l :
Fixed Service Satellite
Direct Broadcast Satellite
Mobile Satellite Service
Medium Power Satellite

35

Layanan Satelit
Fixed Service Satellite
Melayani penggilan telepon (Suara)
Melayani Panggilan Data (Internet,
Datacomm)
Melayani Broadcasting
Memiliki Daya Pancar rendah sekitar 10-20
Watt sehingga dibutuhkan antena penerima
yang cukup besar di sisi ground segment

36

Layanan Satelit
Direct Broadcasting Satellite
Khusus melayani aplikasi TV Broadcasting dan
Radio
Memerlukan daya yang sangat besar 10x lipat
dari Fixed Service satellite
Karena daya power satellite sangat besar,
sehingga dibutuhkan antenna yg kecil di sisi
penerima di bumi
Aplikasi TV berbayar : Indovision,
telkomvision, K-Vision dll

37

Layanan Satelit
Mobile Satellite Services
Khusus melayani telepon nirkabel (Satellite
phone)
Konsep seperti telepon selular tapi cakupan
sangat luas
Aplikasi t untuk elepon satelit

38

Layanan Satelit
Medium Power Satellite
Satelit dengan daya 50 Watt
Digunakan untuk aplikasi umum dan aplikasi
militer

39

Pengendalian Satelit
Satelit dikendalikan oleh Master Control Station di stasiun bumi
Sistem pengendalian didasarkan pada sistem otomatis berdasarkan 2 sistem pengendalian :
1. Spin Stabilized Satellite
Pengendalian dengan cara menggerakkan badan satelit secara berputar agar berada pada titik tertentu yang
diinginkan. Satelit pada dasarnya akan diam dalam orbitnya, tapi kenyataannya bergeser dari orbitnya karena satu
dan lain hal.
Spin stabilized terdiri dari 4 control dasar :
1.

Spin Axis attitude Control System (mengatur ketinggian satelit)

2.

Orbit Control System (Mengatur orbit dari arah barat ke timur dan utara selatan)

3.

Spin Rate Control System (Mengatur Kecepatan Putar dalam bergerak kembali ke posisi semula)

4.

Active Nutation Control (Mendeteksi posisi satelit pada garis lintang dan bujur yang diinginkan)

2. Three Axis Body Stabilize

Menggunakan Sumbu X,Y,Z dengan menentukan posisi pitch, roll dan yaw

40

Gangguan Satelit
Beberapa kejadian gangguan yang menimpa satelit :
1. Sun Outage

Posisi satelit berada ditengah antara bumi dan matahari. Dalam posisi ini satelit menghalangi pancaran sinar
matahari dan posisi satelit dekat dengan matahari. Efeknya adalah karena radiasi matahari yang mengganggu
sinyal satelit.

Terjadi pada tanggal 20 Feb 20 April untuk bagian utara, dan 20 Agustus 20 Oktober untuk bagian selatan

2. Gerhana
Posisi satelit terhalang oleh posisi bumi dari sinar matahari. Dalam kondisi ini, catu daya satelit dari
matahari terganggu dan satelit menggunakan cadangan batere selama gerhana. Perpindahan dari
catuan batere kembali ke matahari biasanya ada gangguan.

41

Stasiun Bumi & Stasiun Angkasa


Stasiun bumi, Stasiun Angkasa, Frequency Reuse, and Manajemen Transponder

42

Stasiun Bumi
Peralatan Stasiun Bumi
Peralatan yang berfungsi sebagai komunikasi bumi dengan satelit.
Peralatan terdiri dari beberapa bagian antara lain :
1.

Antena Parabola

2.

HPA (High Power Amplifier)

3.

LNA (Low Noise Amplifier)

4.

Up/Down Converter

5.

Perangkat IF

43

Stasiun Bumi
Antena Parabola
Berfungsi sebagai penguat daya yang
memancarkan sinyal di bumi menuju satelit
Mengkonversi sinyal dari media kabel ke
media wireless
Biasanya digunakan untuk komunikasi point to
point

44

Stasiun Bumi
High Power Amplifier & Low Noise Amplifier
HPA merupakan penguat akhir dari sinyal RF
sebelum dipancarkan ke satelit melalui antenna
parabola.
Input dari HPA adalah sinyal RF dari Up converter
dengan daya rendah sehingga dikuatkan oleh HPA
sinyal RF tersebut mempunyai daya yang cukup
untuk diberikan ke antena selanjutnya dapat
dipancarkan ke satelit dengan harga EIRP yang
telah disyaratkan.
LNA Adalah suatu penguat pada arah terima yang
berfungsi untuk mempurkuat sinyal yang diterima
dari antenna parobola, LNA harus ditempatkan
sedekat mungkin dengan antena, hal ini
dimaksudkan untuk mendapatkan G/ T (Gain to
Noise Temperature Ratio) lebih baik.

45

Stasiun Bumi
Up and Down Converter
Up/ Down Converter terdiri dari dua bagian
yaitu bagian Up converter yang berfungsi
mengubah sinyal IF 70 Mhz menjadi sinyal RF
Down Converter berfungsi mengubah sinyal
RF menjadi sinyal IF 70 Mhz.
Kedua bagian tersebut menggunakan common
transponder synthesizer 5 Ghz. Sehingga up/
down converter ini dapat dioperasikan pada
transponder yang diinginkan.

46

Stasiun Bumi
Modulator dan Demodulator
Perangkat IF berfungsi untuk memodulasi
sinyal suara atau data menjadi sinyal IF 70
Mhz dan sebaliknya, biasa perangkat ini
disebut MODEM (Modulator Demodulator)
Jenis-jenis modem tersebut adalah
tergantung dari sistem yang digunakan
Untuk sistem SCPC : MODEM SCPC.
Untuk sistem IDR : MODEM IDR
Untuk sistem VSAT : MODEM VSAT

47

Stasiun Angkasa
Terdiri dari satelit dan fasilitas terrestrial untuk
mengontrol dan memonitor satelit. Termasuk :
Tracking, telemetry dan command station (TT&C)
Satellite control centre
Tempat operasional dari station-keeping dan
checking fungsi vital dari satelit dilakukan.

Gelombang radio yang ditransmisi oleh stasiun bumi,


diterima oleh satelit. Link yang terbentuk disebut
UPLINK.
Satelit akan mentransmisi gelombang radio ke stasiun
bumi penerima, dan link nya disebut DOWNLINK.
Kualitas dari suatu link radio ditentukan oleh carrier-tonoise ratio. Kualitas dari overall link menentukan
kualitas sinyal yang dikirim ke end user.

48

Stasiun Angkasa
Blok Diagram Stasiun Angkasa
Komponen Utama Transmisi transmisi :
Antenna
Band Pass Filter (BPF)
Low Noise Amplifier (LNA)
Mixer & Osscilator
HPA (High Power Amplifier)

49

Stasiun Angkasa
Sub Sistem Satelit
Sub Sistem satelit terdiri dari :
Peralatan Komunikasi
Peralatan Catu Daya
Peralatan komando dan telemeteri
Peralatan Pengontrol Satelit

50

Stasiun Angkasa
Peralatan Komunikasi
Antena berfungsi untuk menerima dan
memancarkan sinyal komunikasi dan
telemetry dari dan ke stasiun bumi
Microwave repeater berfungsi untuk
menerima, memperkuat serta
mentranslasikan sinyal-sinyal dari
stasiun bumi, untuk selanjutnya
dipancarkan kembali ke stasiun bumi
yang dituju.

51

Space Segment
Peralatan Catu Daya
Peralatan catu daya dalam suatu satelit
terdiri atas sel surya (solar cell) yang
dipasang pada sisi luar badan satelit,
battery, bus limiter,battery charge,
reconditioning unit serta peralatan
pengontrol.
Sel surya sebagai sumber utama untuk
catu daya satelit tetapi pada saat
terjadi gerhana, maka catu daya satelit
hanya disangga oleh battery.

52

Space Segment
Peralatan Kontrol Reaksi
Berfungsi untuk memperbaiki/ memelihara
posisi satelit pada posisi sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan.
Peralatan unit terdiri dari tangki-tangki
propellant (Hydrazine), jet-jet (Hydrazine
thruster), propellant filter, pressure
transducer serta pengontrol temperatur.
Jet-jet tersebut berfungsi untuk melakukan
manuver (pengaktifan thruster) jika ada
perintah dari MSC dalam rangka
memperbaiki posisi satelit.

53

Stasiun Angkasa
Peralatan Komando dan Telemeteri
Terdiri dari Penerima (Command Receiver)
dan Pengirim (Telemetery Transceiver)
Peralatan Telemeteri berfungsi
memberikan data informasi ke stasiun
pengendali di bumi tentang kondisi dan
attitude satelit juga untuk keperluan
ranging tone pada saat berada pada
kedudukan transfer orbit, sebelum di posisi
stasioner.

54

Stasiun Angkasa
Transponder
Lebar bidang frekuensi yang digunakan dalam sistem komunikasi satelit khusus pada satelit
Palapa generasi A dan B adalah sebesar 500 Mhz, yaitu pada arah pancaran dari stasiun bumi
(arah pancaran satelit) adalah 3.700 - 4.200 Mhz.
Memiliki 2 Polarisasi yaitu Vertical dan Horizontal
Lebar frekuensi satu transponder 40MHz (36MHz+4MHz Guard Band), sehingga memiliki 18
transponder vertikal dan 18 transponder horizontal (total 36 Transponder)
Note :
BW tiap transponder : 36 Mhz
Guard Band 4MHz
Beacon 4199.875 MHz (Hor)
Beacon 3701.75 MHz (Vertical

55

Quiz :
1. Pertanyaan 1
2. Pertanyaan 2
3. Pertanyaan 3
4. Pertanyaan 4
5. Pertanyaan 5
6. Pertanyaan 6

56

Terima kasih

57